ROMANCE- End

tumblr_m4pl8k3YnQ1qafmhf

ROMANCE

a fanfiction by C.Youra Yukiko | main casts IM YOONA

Casts # OH SEHUN # BYUN BAEKHYUN # CHOI SULLI # KRYSTAL JUNG

Genre # ROMANCE, LOVE, FRIENDSHIP, other |

Rating # PG – 15

Pasangan itu duduk bersebrangan. Yoona menghirup teh pesanannya sedangkan Sehun hanya menatap yeoja cantik yang berada didepannya itu.
“Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Yoona.
Sehun mendengus geli. “Mendengar namamu mengingatkan aku pada seseorang yang aku sukai.”
Yoona tersentak namun masih bisa mengontrol keterkejuttannya. “Lalu kenapa kau mengikuti kencan buta ini?”
“Entahlah. Saat hyungku mengirim namamu padaku, aku langsung tertarik.”
“Aku bukan yeoja yang kau sukai, Sehun-ssi.” jawab Yoona kembali menghirup tehnya.
Sehun mengangguk. “Arrayo. Nama Yoona sangat banyak di Seoul termasuk SNSD Yoona. Bagaimana denganmu? Kenapa kau mengikuti kencan buta ini?”
Yoona hanya tersenyum. “Aku hanya bosan.”
Sehun yang awalnya menatap cangkir kopinya langsung menatap Yoona yang tampak menunduk.
“Dua tahun yang lalu aku menjadi gadis yang fenomenal karena menguntit pacarnya. Ingin lepas dari itu, sahabatku menyuruhku untuk mengikuti Love Mentor.”
Sehun tersentak. ‘Apa dia?’
Yoona kembali melanjutkan ceritanya. “Aku mengikuti saran yang disuruh oleh Mentor itu setiap aku bersama pacarku. Hingga tanpa aku sadari, aku menyukainya dan sangat membutuhkannya. Karena itulah pacarku cemburu dan kami bertengkar hebat hingga kami putus. Kemudian aku memutuskan untuk bertemu dengan Mentor itu tapi saat bertemu pacarku menghadangku dan mengajakku kembali berhubungan. Mulai saat itu aku bosan dengan hidupku karena tidak ada lagi dia disisiku.”
“Kau dan Mentor itu, apa kalian pernah bertemu?”
Yoona menggeleng. “Tidak pernah. Kami selalu berusaha untuk saling bertemu tapi selalu saja banyak halangannya.”
“Bagaimana kalau nanti kalian bertemu?”
Yoona terkekeh pelan. “Itu tidak mungkin. Karena mungkin saja dia sudah menikah atau sudah memiliki pacar.”
Sehun tersenyum miris. “Saat ini kau masih menyukainya?”
Yoona mengangguk pelan. “Begitulah.”
Sehun menatap Yoona sejenak lalu menunduk kemudian mendesah. “Aku juga begitu.” ujarnya dan membuat yeoja itu mendongak. “Aku menyukai seseorang tapi aku tidak pernah bertemu dengannya secara langsung dan hanya mengetahui namanya saja.”
“Kau tidak mengetahui nama belakangnya?”
Sehun menggeleng.
“Kenapa bisa sama?” gumam Yoona tidak mengerti membuat Sehun tersenyum sendiri.
“Kau tahu apa yang aku lakukan bila bertemu dengannya?”
Yoona menatap Sehun lalu mengangguk.
Sehun tersenyum lalu meraih tangan Yoona. “Aku menyukaimu, Yoona.” ujar namja itu lembut dan penuh ketulusan dan itu berhasil membuat Yoona membeku sebentar. “Si Gadis octopus.”
Yoona menatap Sehun yang tersenyum lembut padanya. “Kkkaau.”
Sehun mengangguk. “Ini aku, Love Mentormu.”

*****

“Jadi eonni bertemu dengan namja itu?” ujar Krystal sambil mengurus anak berumur satu tahun.
Yoona mengangguk. “Begitulah.”
“Bagaimana dia? Apa dia tampan?”
Yoona tampak mengingat wajah Sehun. “Dia tampan, tinggi dan putih pucat.”
“Jinjja? Waah aku benar-benar penasaran. Kapan-kapan kenalkan aku padanya.”
“Nee.”
“Hari ini eonni benar-benar kosong? Apa eonni tidak ada janji?”
Yoona tersentak. “Ah, aku lupa. Hari ini aku janjian untuk bertemu dengannya.” ujar Yoona panik lalu mengambil tasnya. “Aku pergi dulu.”

Yoona masuk kedalam sebuah restoran sederhana. Restoran faforitnya yang menyediakan sup babat. Yeoja itu tersenyum ketika mendapat namja tinggi duduk dibangkunya sambil menatap keluar. “Mianhee, aku telat.”
Sehun menoleh lalu tersenyum. “Gwencana.”
Yoona menatap meja mereka dimana sudah terdapat dua mangkuk sup babat. Yeoja itu menatap Sehun.
“Menu faforitmu, sup babat dengan daging yang segunung.”
Yoona terkekeh lalu mendudukkan diri kekursi sebrang Sehun. “Kau mengingatnya?”
“Tentu saja. Aku selalu ingat seluruh tentang gadis octopus lakukan.”
“YAK.”
Sehun terkekeh. “Kau mau tambah acar? Sepertinya kau menyukai acar.”
Yoona menggeleng lalu mengambil sumpitnya. “Cha. Selamat Makan.”
Sehun terkekeh pelan lalu mengambil sumpitnya. “Selamat makan.”

^1^

Pasangan itu berjalan dipinggir sungai han. Keduanya berjalan beriringan sambil menikmati suasana sungai terpanjang di Seoul itu.
“Bagaimana dengan namjachingumu itu? Apa kalian sudah putus?”
“Dia baik.” jawab Yoona. “Sekarang dia akan menikah.”
“Mwo? Akan menikah? Bagaimana bisa?”
Yoona tersenyum miris. “Ceritanya panjang dan aku yakin kau akan bosan mendengarnya.”
Sehun mendengus geli. “Woah walaupun sudah tidak berhubungan dua tahun, kau masih mengenalku dengan baik.”
“Begitulah. Lalu bagaimana denganmu? Kau tidak kembali pada kekasihmu yang dulu?”
“Tidak.” jawab Sehun singkat namun tegas dan membuat Yoona menghentikan langkahnya lalu menatap punggung Sehun yang berjalan didepannya.
Merasa tidak ada orang disebelahnya namja itu menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Yoona yang menunduk. “Waeyo?”
Yoona menggeleng.
Sehun menghampiri Yoona. “Wae? Kenapa kau tiba-tiba berhenti?”
Yoona menatap Sehun. “Aku teringat kejadian dua tahun lalu. Karena aku kau memutuskan hubunganmu dengan kekasihmu itu.”
Sehun tersenyum tipis. “Itu bukan salahmu. Itu semua salah perasaanku yang memilihmu saat itu.”
“Tapi…”
“Lagipula aku juga bersalah.” ujar Sehun cepat memotong perkataan Yoona. “Aku juga sempat membuatmu dan namjachingumu itu putus dan aku juga berbohong dengan membiarkanmu pergi dengan namja itu meskipun aku tidak rela lalu menghilang begitu saja tanpa niat untuk mengabarimu.”
Yoona menatap Sehun. “Sehun-ssi.”
Sehun tersenyum lalu menangkup wajah Yoona. “Sekarang kita impaskan. Kita sama-sama salah.”
Yoona tersenyum lalu mengangguk.
“Kajja kita harus mencari tempat untuk bersantai. Apa kau tidak lelah berjalan?”
“Kajja.”

******

Sehun menatap benda berbungkus plastic transparan dimana benda itu berwarna perpaduan hijau dan gold yang terdapat tulisan namanya disana.
“Dokter Oh.” Kesadarannya kembali setelah mendengar seorang perawat memanggil namanya.
“Nee.”
Perawat itu tersenyum. “Apa sudah siap untuk pasien selanjutnya?”
Sehun mengangguk. “Nee.”

“Kau sedang lembur?” Tanya Sehun sambil menatap keluar jendela ruangannya pada seseorang disebrang sana.
“Begitulah.” jawab yeoja disebrang sana yang tak lain tak bukan adalah Yoona. Entahlah, sejak mereka bertemu. Keduanya sering jalan bersama, menanyakan kabar masing-masing, saling menelpon atau saling mengirim pesan. Tapi status mereka hanya teman kencan buta, tidak lebih atau mungkin belum lebih dari itu.
“Mau aku jemput nanti?”
“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri.”
Keduanya terdiam sesaat. Sehun hanya bisa mendengar suara rusuh di sebrang sana. “Kau benar-benar sibuk? Apa aku menganggumu?”
“Aniya. Kau tidak menganggu. Aku bersyukur kau menghubungiku. Disini benar-benar sepi.”
“Mwo? Sepi. Ya. Bagaimana bisa kau berada ditempat seperti itu.” ujar Sehun khawatir.
Yoona terkekeh. “Gwencana. Aku baik-baik saja.”
“Kau sedang tidak dalam keadaan baik. Aku akan kesana untuk menemani. Tunggu aku eoh.”
Yoona tersenyum sendiri mendengar suara khawatir dari namja putih pucat itu. “Nee. Aku menunggumu.”

^1^

“Kalau kau lembur lagi, hubungi aku.” ujar Sehun pada Yoona saat keduanya berjalan menuju parkiran motor.
“Wae? Aku tidak apa lembur sendirian.”
Sehun berbalik menatap kesal Yoona. “Tidak apa? Ini akan ada apa-apanya. Bagaimana bisa kau lembur ditempat yang seperti ini. Bagaimana kalau ada pencuri atau ada orang jahat? Kau akan habis dibunuhnya.”
“Aiish. Kau benar-benar berlebihan Oh Sehun.”
Sehun sedikit mengerucutkan bibirnya lalu kembali berjalan pada motornya. Melihat itu Yoona tampak heran. “Wae? Kau marah ya? Aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah. Aku…”
Belum selesai Yoona bicara namja itu langsung memasangkan helm dikepala yeoja cantik itu. “Mau menemaniku minum?”
Yoona yang bingung hanya mengangguk tidak mengerti. “Tunggu.” Yoona menahan lengan Sehun membuat namja itu menatapnya. “Kau sedang ada masalah?”
Namja itu menatap Yoona dengan tatapan ‘Bagaimana kau tahu?’
“Apa kekasihmu akan menikah dalam waktu dekat?” Sehun masih diam dan membuat Yoona tersenyum miris. “Aku juga sepertimu. Dulu saat mengetahui kalau dia sudah memiliki yeoja lain dan akan segera menikah aku juga sepertimu. Aku cemburu.”
Mendengar itu Sehun menatap Yoona tajam dan membuat yeoja itu tampak kelabakkan. “Aniyo, aku cemburu bukan karena perasaan. Tapi cemburu karena dia sudah memiliki pasangan untuk dinikahinya sedangkan aku tidak punya sama sekali. Hanya itu.” ujar Yoona lemah.
Keduanya hanya terdiam hingga Yoona meraih tangan besar Sehun dan mengenggamnya erat. “Jangan seperti ini lagi. Minum. Bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah tapi malah semakin menambah masalah. Lagipula sekarang kau memiliki aku. Manfaatkan aku yang ada disisimu.”
Sehun tersenyum. Ia benar-benar tidak menyangka Yoona akan seperti ini. Namja itu menarik yeoja mungil itu kedalam pelukannya. “Nee. Gomawo. Jeongmal Gomawoyo Yoona.”

******

Yoona dan Sehun terlihat menggunakan jas dan dress yang berhasil membuat keduanya menawan. Keduanya melangkah menuju sebuah pintu. Mereka berusaha berjalan dengan santai tapi jantung mereka tidak. Jantung mereka berdebar kencang.
Keduanya disambut oleh pelayan dengan ramah yang berada didepan pintu hingga saat keduanya masuk kedalam pintu tersebut. Mereka menemukan para tamu yang sibuk bercengkrama.
Pasangan itu tampak mengatur nafas masing-masing.
“Yoona/Oppa. Kau datang.” ujar dua orang berbeda menyambut mereka. Yoona dan Sehun tersenyum miris.
“Nee. Aku datang.” jawab keduanya dengan senyuman terbaik mereka.

^1^

“Kau datang sendiri? Dimana pacarmu?” tanya namja bertuxedo hitam. Baekhyun. Byun Baekhyun.
Yoona tersenyum tipis. “Dia juga sedang ada acara.” jawab Yoona sekenanya.
“Aku kira kau masih sendiri.”
“Dimana istrimu? Aku sama sekali belum bertemu denggannya.” Yoona berusaha mengalihkan pembicaraannya.
“Dia ada disana.” tunjuk Baekhyun pada yeoja bergaun pengantin yang cantik sedang mengobrol dengan seorang namja.

Sehun tersenyum tipis. “Sepertinya kau terlihat bahagia?”
Sulli mengangguk pelan. “Apa kabarmu Oppa?”
“Baik. Aku sangat baik dan kau tahu. Semua hutangku sudah lunas tahun lalu.”
Sulli terkekeh miris. “Apa oppa datang sendiri? Tidak membawa yeoja itu?”
“Dia sedang ada acara lain. Lagipula, aku tidak ingin mengenalkannya padamu. Karena dia terlalu baik bila dibandingkan denganmu.” jawab Sehun santai sambil meneguk minuman yang dibawa pelayan.
“arrayo.”
“Dimana suamimu? Aku sama sekali belum bertemu dengannya?”
“Dia disana.” Sulli menunjuk namja bertuxedo sedang bersama seorang yeoja cantik sedang memandang mereka.
“Yoona.” gumam Sehun lalu berjalan menghampiri Yoona.
“Sehun-ah.” gumam Yoona saat mendapati Sehun berjalan kearahnya diikuti Sulli dibelakang.
“Kau juga datang diacara ini?” Yoona mengangguk. Sehun menatap Baekhyun lalu menatap Yoona. Begitu pula Yoona. Yeoja itu menatap Sulli dan Sehun bergantian.
“Apa kalian berpacaran?” tanya Baekhyun dan Sulli untuk menyadarkan pasangan itu.
Sehun mengangguk cepat lalu mengenggam tangan Yoona. “Nee. Kami berpacaran.”
Baekhyun dan Sulli saling bertatapan lalu tersenyum. “Aigoo, ternyata kita benar-benar ditakdirkan untuk bersama.” terang Baekhyun.
“Bagaimana bisa mantan kekasih kita saling berpacaran satu sama lain.” sahut Sulli.
Yoona hanya tersenyum tipis.
“Kalau begitu kami permisi dulu.”

^2^

Sehun tampak berdiri bersandar di motornya sedangkan Yoona duduk diatas motor tepat disamping namja itu. “Aku tidak menyangka kalau kita saling terkait satu sama lain.” Yoona membuka pembicaraan. Yeoja itu tampak meremas sekaleng soju. “Mantan kekasih kita menikah seperti ini.”
“Sepertinya garis takdir yang diberikan Tuhan pada kita benar-benar unik.” terang Sehun meneguk sojunya. “Aku masih belum percaya dengan semua ini.” “AWWW.” terdengar teriakkan dari namja itu. “YA. IM Yoona.”
Yoona terkekeh. “Apa sekarang kau sudah percaya kalau ini nyata.”
“Ya.” Sehun hendak memukul Yoona tapi urung setelah melihat senyuman yeoja itu. “Baiklah aku percaya dengan semua kenyataan ini.” ujar Sehun semangat dan membuat Yoona menatapnya heran. Namja itu berdiri didepan Yoona dan menatap yeoja cantik itu. “Aku percaya, kau adalah takdirku. Saranghae Im Yoona.” ujarnya lalu mengeliminasi jarak wajah mereka hingga bibir merah itu menyentuh bibir mungil itu. Keduanya berciuman untuk beberapa saat hingga mereka memutuskan untuk mengakhirinya.
Keduanya tampak menunduk malu lalu terkekeh  pelan. “Aigoo, akhirnya aku mengucapkan kata-kata itu.”
“Ya.” Yoona memukul Sehun dan membuat namja itu berteriak. Terang saja Yoona memukul lengannya tepat ditempat yeoja itu mencubitnya tadi.
“Omo. Mianhee.” ucap Yoona bersalah dan membuat Sehun tersenyum.
“Gwencana. Asal kau menikah denganku, aku tidak akan menuntutmu atas kasus penganiayaan.”
“YAK.” teriak Yoona kesal dan membuat Sehun tertawa. “Dasar namja tidak romantic.”
“Eii, bukankah kau tidak menyukai namja romantic. Bagaimana bisa kau mengatakan itu?”
“Walaupun begitu kau harus melakukan hal yang romantic saat melamar yeoja.” protes Yoona.
Sehun melipat tangannya didada. “Shirreo.” tolak Sehun. “Aku lebih menyukai gayaku sendiri.” ujarnya. “Jadi kau mau menikah denganku? Atau aku akan menuntutmu atas penganiayaan yang kau lakukan?”
“Aiish, kenapa Tuhan memberikan calon suami yang menyebalkan seperti namja ini.”
“MWO? Calon suami?”
Yoona menatap Sehun lalu mengecup pipi namja itu. “Nee. Calon suami. Aku memilih untuk menikah denganmu daripada aku harus masuk penjara dan hidup tanpamu.”
“Jinjja?” Yoona mengangguk. “Jinjja.Jinjja?” Yoona mengangguk. “Assa.” pekik Sehun riang..”Akhirnya aku menikah juga. Terima kasih TUHAN.” ujarnya riang dan membuat Yoona hanya menggeleng melihat tingkah calon suaminya itu.

end.

******

Setelah kalian nunggu lama, akhirnya Ending Romance keluar juga. Maaf ya baru update Endingnya, hehehe. Kemaren-kemaren adel sibuk sama WP pribadi adel. Maaf yaa.  Ayo.Ayo. Siapa yang senyum-senyum sendiri pas baca tingkah mereka? Ayo ngaku siapa yang iri sma Yoona karena punya calon suami seganteng Sehun? Ayo.Ayoo.Di comment + di like ya ceritanya.

31 thoughts on “ROMANCE- End

  1. Daebak!! Aku suka sama alur cetitanya.. Keren sampai aku senyum senyum setengah mati kaya orang gila.. Keep writing ya thor.. Semoga kedepannya mengalami peningkatan..

    Annyeong^^

  2. anyeong, gileee ceritanya daebaakk min! tp kok aku berasa ada yang kurang ya (pdhl ni ff jg udh lumayan panjang ceritanya dan aku suka yg panjang2 hehee). Menurutku bagus lagi kalo ada sequelnya nih min, cz moment/feel yoonhunnya ga bnyk di ceritain dsini apalagi pas detik2 chapter terakhir mreka baru ketemu dan jadian pas bgt mendekati ending. Jd kyk ada yg kurang greget gitu min feel en moment yoonhunnya. mimin kalo boleh request *kayakdiradioaje* minta dipertimbangkan ya min buat sequelnya (gomawo/ bow).. And last mianhae kalo kritik/sarannya ga sreg di hati pemirsaahh hihii >_<

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s