[Freelance] Chaptered : Waiting for Love (Chapter 1)

waitingforlove2

Waiting for Love by Lie SooHyun

Length : Chaptered Rating : PG-13

Genre : School-Life , Romance (little bit) , Friendship

Cast  : Yoona [GG] , Sehun [EXO]

Other Cast :

Nana [AS] , Luhan [EXO] , Sooyoung [GG] , Baekhyun [EXO]

***

Cover by LC61 @ HSG

***

“Sudah kubilang , tak usah selalu membayangkan masa lalu , itu akan menghambat masa depanmu”

 ***

FF ini sudah pernah aku post di wp lain dan wp pribadi (indahtentiana.wordpress.com)

***

Happy Reading ^^

***

 

 

“OPPPPAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Cepat banguuuuuuuuuuuuuuun !!!!!!!!” teriak seorang yeoja tepat di samping telinga Luhan .

Sementara yang diteriaki langsung melompat dari tempat tidurnya .

“aissshh , Nana-ya bisakah kau tidak berteriak pagi-pagi ?! “ gerutu Luhan

“Ya ?! mau sampai kapan kau berdiri di sana ?! cepat mandi ! 15 menit lagi kau belum selesai bersiap-siap kubunuh kau” sahut seorang yeoja satu lagi yang kebetulan sedang melewati kamar Luhan lalu pergi dari kamar Luhan .

“Benar ! cepat lakukan sebelum Yoona unni menjambak rambutmu ! “sahut Nana dengan nada ketus

“aisssh baik2 15 menit lagi aku sudah siap ! dasar wanita , hobbynya berteriak dan mengancam , kalau begini terus pria mana yang mau dengan kalian” gerutu Luhan sambil berlalu ke kamar mandi .

“Ya ?! apa yang kau katakan ?! kau mau rambut2mu rontok dari kepalamu sebeum waktunya hah ?!” teriak Nana saat mendengar apa yang dikatakan Luhan . “Aiiisssh punya saja aku oppa sepertinya” gerutu Nana sambil keluar dari kamar Luhan .

 

Di meja makan .

“Luhan sudah bangun ?” tanya Yoona .

“Sudah” sahut Nana .

15 menit berlalu Luhan belum juga keluar dari kamarnya .

“aissshh bahkan dia lebih lama berdandan daripada aku “ gerutu Nana saat menunggu Luhan yang tak kunjung datang .

“LUHAAAAAAAAAN !!!!!!!! Cepat turun kalau kau tidak cepat turun aku akan meninggalkanmu dan kau harus berjalan kaki ke sekolah “ teriak Yooona .

“iyaaaaaaa aku segera turun !!!!” sahut Luhan daridalam kamarnya .

Karena tidak sabar akhirnya Yoona menyusul Luhan ke kamarnya . Sedangkan Nana mau tak mau harus menyusul Yoona ke kamar Luhan karena ingin tahu apa yang membuat Luhan sangat lama .

Sesampainya di depan pintu kamar Luhan , Yoona dan Nana langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .

“Ya ?! kau ini lama sekali !” teriak Yoona saat memasuki kamar Luhan .

“Ya ?! kau ini masuk kamar orang itu harus ketuk pintu dulu , kau pikir untuk apa kamar diisi pintu jika tidak untuk diketuk hah ?!” balas Luhan geram “Yoona-ya apa kau tau dimana buku tugasku ?” tanya Luhan .

“Buku tugas yang mana ?! Buku tugas itu banyak , kau pikir hanya ada satu pelajaran di sekolah ?! “ tanya Yoona ketus .

“Ituu , buku tugas Bahasa Inggrisku .. “jawab Luhan tanpa berniat membalas ucapan Yoona yang ketus .

“Oh .. buku itu ?” jawab Yoona sambil mengeluarkan sebuar buku berwarna meran dari tasnya . “ini aku pinjam kemarin karna aku belum mengerjakannya , karna kemarin malam kau sudah tidur jadinya aku tidak mengatakannya padamu” jawab Yoona .

“Im Yoon Ah !!!!!!!!!”teriak Luhan menggema keseluruh penjuru rumah .

 

Dan pada akhirnya disinilah mereka didalam mobil dengan Yoona yang menyetir dengan tangan dan tubuh yang gemetaran Luhan yang menyuruhnya menyetir mobil karena tanpa ijin meminjam buku tugas Luhan .

“oppa , apa tidak sebaiknya kau saja yang menyetir ?” tanya Nana dengan hati – hati karena khawatir dengan unninya yang sekarang sedang gemetaran

“Sudahlah , kejadian itu sudah lama berlalu , kini saatnya kau melupakannya , mau sampai kapan kau dibayang – bayangi oleh masa lalu huh ?!” jawab Luhan sarkatis

“unni kalau kau tak bisa biar aku saja yang menyetir” jawab Nana yang mau pindah ke jok pengemudi .

“Stop ! Nana-ya biarkan dia menghadapi traumanya sendiri” cegah Luhan tegas

Dalam hati diapun sama dengan Nana khawatir dengan keadaan Yooona yang gemetaran , namun dia menutupinya , ini demi kebaikan Yoona .

Dengan tangan yang masih gemetaran Yoona pun menjalankan mobilnya , walaupun dengan sangat hati – hati akhirnya mereka pun sampai di sekolah dengan selamat .

“Sudah kubilang , tak usah selalu membayangkan masa lalu , itu akan menghambat masa depanmu” kata Luhan sambil keluar dari mobil

“Unni tidak apa – apa kan ?” tanya Nana yang masih khawatir dengan keadaan kakaknya yang satu ini . Yoona menganggukkan kepalanya tanda ia mengiyakan pertanyaaan Nana .

“baiklah , kalau begitu aku kekelas dulu” jawab Nana setelah tau kakanya baik – baik saja .

Sepeninggalan Luhan dan Nana , Yoona menangis dengan menundukkan kepalanya pada setir mobilnya . Setelah puas menangis , Yoona menghapus airmatanya menggunakan tissue yang selalu tersedia di tasnya . Kemudian beranjak dari jok mobilnya lalu pergi kekelasnya .

Mereka adalah Im Luhan , Im Yoon Ah , dan Im Jin Ah . Mereka bertiga adalah saudara kandung . Luhan dan Yoona adalah kembar Luhan lahir 5 menit lebih awal daripada Yoona mereka sekarang bersekolah di Anyang High School dan saat ini mereka kelas 2 . Im Jin Ah , 1 tahun lebih muda dari Yoona dan Luhan , dia sekarang duduk di bangku kelas 1 dan bersekolah di tempat yang sama dengan kedua kakak kembarnya . Mereka bertiga termasuk murid berprestasi di kelas maupun di sekolah mereka . Yoona dan Luhan yang kebetulan ditempatkan di kelas yang sama dan mereka berdua saling bersaing untuk mendapatkan peringkat pertama di kelas mereka yaitu kelas 2-1 yang merupakan kelas unggulan di sana . Sedangkan Nana adik mereka ditempatkan di kelas 1-1 sama seperti Yoona dan Luhan , Nana juga termasuk murid pintar dikelasnya , tak jarang dia mendapat peringkat pertama di kelasnya namun tak semudah itu , Nana harus bersaing dengan seorang yeoja dan namja dikelasnya .

Luhan memasuki ruang kelas terlebih dahulu , 5 menit setelahnya Yoona datang dengan wajah yang sudah segar kembali . Yoona duduk di deretan bangku ketiga dari depan dan dekat dengan jendela karena dekat dengan lapangan basket dan taman sekolahnya , jadi bila dia sedang bosan dia akan melihat murid lain yang sedang bermain basket atau sedang bersantai – santai di taman . Yoona duduk dengan sahabatnya Sooyoung . Lain dengan Luhan , dia memilih duduk dekat dengan pintu masuk kelas di deretan paling belakang , alasannya hanya satu , agar ia bisa dengan cepat keluar kelas saat istirahat tiba . Luhan duduk dengan sahabatnya juga Baekhyun .

Luhan memperhatikan Yoona dari bangkunya hingga Yoona menduduki bangkunya dengan tatapan sendu.

“Maafkan aku Yoong- ini semua demi kabaikanmu” batin Luhan

Lalu mereka pun memulai pelajaran mereka karena guru yang akan mengajar di kelas mereka sudah datang .

@Nana’s classroom 1-1

Untung guru yang mengajar dikelas Nana saat ini datang terlambat , jadi Nana bisa dengan tenang memasuki ruangan kelasnya tanpa harus mendapat omelan dari gurunya . Karena memiliki tubuh yang tinggi , Nana di tempatkan di barisan paling belakang oleh gurunya . Nana duduk dengan Sehun .

SKIP

Bel istirahat pun berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas untuk sekedar mengisi perut mereka di kantin atau sekedar menghilangkan rasa bosan yang telah melanda termasuk Yoona dan Luhan . Yoona , Luhan tak terlalu sering berkumpul saat disekolah , mereka akan terlihat bersama jika sedang ada keperluan penting atau suatu urusan yang mengharuskan mereka untuk berkumpul bersama . Lain halnya Yoona dan Nana , mereka terkadang terlihat makan bersama di kantin talaupun tidak terlalu sering .

Yoona dan Sooyoung pergi ke kantin sekolah untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi menuntut ingin segera diisi . Luhan dan Baekhyun pun sama . Saat perjalanan menuju kantin Yoona dan Sooyoung berpapasan dengan Nana dan Sehun .

“Unni !” teriak Nana saat melihat unninya sedang berjalan tak jauh didepannya dengan soerang temannya yang tanpa dilihat wajahnya pun sudah terlihat jelas bahwa itu Sooyoung karena tubuhnya yang mempunyai tinggi diatas rata – rata itu

Merasa dirinya dipanggil Yoona pun menengokkan kapalanya kebelakang . Diikuti oleh Sooyoung . Terlihat Nana berlari kecil untuk mengejar unninya itu , sedangkan Sehun berjalan dengan santai dibelakangnya dengan tangan yang diasukkan di saku celananya .

“Kau mau kemana ?” tanya Nana

“ke kantin , kau ?” jawab Yoona

“sama , kalau begitu ayo kita pergi bersama saja” jawab Nana sambil berjanan disamping Yoona diikuti oleh Sehun disampingnya .

Setelah sampai dikantin Yoona , Nana , Sooyoung , dan Sehun berpapasan dengan Luhan dan Baekhyun .

“oppa” sapa Nana sambil menghentikan jalannya , seketika Yoona , Sooyoung , Luhan , Baekhyun dan sehun mengahentikan jalannya .

“wae ?!” jawab Luhan

“Kalian belum berbaikan ?” tanya Nana sambil melirik kedua kakaknya

“belum sebelum dia yang meminta maaf” jawab Luhan lalu pergi meninggalkan yang lainnya . Merasa ditinggal , Baekhyun pun akhirnya bergabung dengan Yoona dan yang lainnya . Sesampainya dimeja Sooyoung langsung bertanya kepada Yoona .

“ada apa lagi kali ini ?” tanya Sooyoung yang sudah hafal tingkah laku kedua saudara kembar itu .

“paling – paling karena terlambat bangun” jawab Baekhyun yang juga sudah hafal dengan kebiasaan buruk Luhan dan Yoona -_____-

“lebih dari itu oppa” jawab Nana

“lalu ?” tanya Sehun yang juga ingin tau apa pangkal permasalahannya .

“Yoona unni meminjam buku tugas Luhan oppa tanpa seijinnya , dan paginya Luhan oppa bingung mencari buku itu kemana , dan tau – taunya Yoona unni yang meminjamnya , lalu karena kesal dengan Yoona unni Luhan oppa menyuruh Yoona untuk menyetir tadi pagi ke sekolah . “ jelas Nana panjang lebar

“Yoona menyetir ?” tanya Sooyoung tak percaya sambil menatap Yoona intens .

“Memang kenapa kalau Yoona Noona menyetir ?” tanya Sehun penasaran

“Sehun-ah .. kau tak tau ? Dulu sa-……”

“Sudahlah jangan bahas itu lagi Sooyoung-ah . Aku pergi dulu , aku sudah kenyang “ jawab Yoona memotong ucapan Sooyoung lalu pergi meninggalkan Nana dan yang lainnya , yang dia inginkan hanya menenangkan pikirannya saat ini . ya , pergi ke taman adalah pilihan yang tepat untuk suasana hatinya yang sedang buruk .

Luhan yang melihat Yoona beranjak pergi dari kantin berinisiatif mengikutinya . Sesampainya di taman Luhan melihat Yoona sedang mengadahkan kepalanya ke langit , lalu Luhan pun mendekatinya , setelah dekat bisa dilihatnya cairan bening itu meluncur bebas di pipi tirus Yoona semakin membuatnya semakin merasa bersalah .

“Yoona-ah” panggil Luhan

“apa ?” tanya Yoona dengan kepala masih mengadah ke langit dengan mata yang tertutup dan airmata yang masih tetap mengalir dari matanya .

“Maaf , tapi kau tau sendiri , ini demi kebaikanmu” kata Luhan lirih

“i know” jawab Yoona dengan tetap pada posisinya .

“berhentilah menangis” ujar Luhan lalu meninggalkkan Yoona sendirian , saat ini dia tau , yang Yoona butuhkan hanyalah ketenangan .

Sepeninggalan Luhan Yoona membuka matanya lalu menatap kepergian Luhan dengan tatapan sendu . Lalu dengan cepat Yoona menghapus air matanya lalu beranjak dari duduknya menuju kelasnya .

Sesampainya di kelas , Sooyoung tak perlu bertanya pun sudah tau apa yang Yoona lakukan setelah pergi dari kantin tadi . Karena tak ingin menambah beban Yoona akhirnya Sooyoung memilih diam tak bertanya tentang apapun . Karena dia tau itu akan membuat hati Yoona semakin sedih lagi .

Bel pulang pun berbunyi , semua murid keluar dari kelas mereka masing – masing . Luhan pun menghampiri saudara kembarnya itu .

“Yoona-ya “ panggil Luhan

“hmm ..”jawab Yoona

“mana kuncinya ? biar aku yang menyetir” pinta Luhan

Lalu Yoona memberikan kunci mobil kepada Luhan lalu segera meninggalkan Luhan dan Sooyoung .

“Sooyoung-ah , annyeong” Saat Luhan akan meninggalkan ruangan kelas , Sooyoung menarik tangan Luhan . Merasa tangannya ditarik Luhan pun menoleh pada Sooyoung .

“eh ?! wae ?” tanya Luhan

“Luhan-ah .. kau tau kan , ini butuh waktu , jadi jangan terlalu memaksanya , aku tau ini demi kebaikannya , tapi ini masih terlalu cepat tak semudah itu Yoona bisa melupakan traumanya . Seiring dengan berjalannya waktu , Yoona akan bisa menjadi Yoona yang dulu lagi , jadi tolong , bersabarlah” jawab Sooyoung pelan tapi masih bisa terdengar jelas oleh Luhan .

Seakan mengerti , dengan senyumnya luhan berkata

“aku tau , maaf membuatmu khawatir , aku janji tidak akan mengulanginya lagi” jawab Luhan menenangkan Sooyoung sambil mengacak pelan rambut Sooyoung .

“emm .. Sooyoung-ah …”

“hm ?”

“aku ingin bertanya sesuatu padamu”

“apa ?”

“tentang yang aku katakan padamu 5 bulan yang lalu”

TBC

25 thoughts on “[Freelance] Chaptered : Waiting for Love (Chapter 1)

  1. Keep writing ne? Aku suka sama sikap luhan.. Dia saudara kembarnya tapi kenapa aku ngebayanginnya sebagai kekasihnya? Ah sudahlah.. Hwaiting!! Ditunggu kelanjutannya..

    Annyeong^^

  2. Oalaaahhh trnyata luhan sama yoona dsni saudaraan .. Hmmm emng yoona punya trauma nyetir mobil knapa ?? Trus yoona nanti sama sehun ?? Kan sehun adik kelasnya yoona .. Oalaaahhh yg dmaksud luhan sama perkataan 5bln yg lalu itu apaa ??

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s