[Untitled] 5 Songs Challenge

 

yoongexo5songschallenge

[Untitled] 5 Songs Challenge

A fanfiction by Felicia Rena

.

Casts :

YoonA | Luhan | Kris | Sehun | Lay | Suho

Rating : PG 13+

Genre : Romance, Hurt, Friendship, etc

Length : Drabble

Disclaimer :

I do not own anything except storyline. This story is pure fiction. All casts belongs to God.

Storyline and poster by Felicia Rena

Author’s Note : 

Iseng-iseng nyobain 5 songs challenge dengan cast serta pairing YoongEXO. Jadi intinya, FF ini berisi 5 drabble dengan pairing berbeda (Luhan-Yoona, Kris-Yoona, Sehun-Yoona, Lay-Yoona, Suho-Yoona), cerita dan genre yang juga berbeda. Masing-masing cerita terinspirasi dari lagu, jadi bisa juga disebut songfic walaupun beberapa mungkin ada yang nggak sesuai sama lagunya. Warning aja deh buat segala ke-absurd-an yang mungkin muncul di FF ini, secara FF ini ditulis iseng-iseng di tengah kondisi writer’s block.

Hope you’ll enjoy this fanfic ^^

Please don’t be plagiat

.

Swear It Again (Westlife) – Yoona & Luhan

I swore to you my love would remain

and I swear it all over again

Luhan menatap tajam gadis yang berdiri di hadapannya. Mata gadis itu berkaca-kaca, tetapi airmata tidak kunjung mengalir keluar. Luhan tahu gadis itu menahan airmatanya dengan senyuman yang terlukis di wajah cantiknya.

“Aku tidak tahu darimana kau mendengar hal seperti itu, Yoona-ya.” Luhan mulai berkata dengan nada pahit. “Aku tidak pernah berkata seperti itu. Mereka semua berbohong, Yoona-ya.”

“Kau tahu aku tidak akan pernah meninggalkanmu,” lanjutnya dengan nada yang lebih lembut.

Luhan mengulurkan tangan kanannya untuk menghapus setetes kristal bening yang berhasil menembus pertahanan Yoona.

“Aku sudah tidak punya harapan lagi, Luhan-ah. Mereka benar. Kau memang sebaiknya meninggalkanku. Kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik,” ucap Yoona sambil tetap berusaha tersenyum walaupun hatinya terasa diremas begitu kencang.

Luhan menarik Yoona ke dalam pelukannya, membenamkan wajah istrinya itu ke dadanya. Ia bisa merasakan airmata Yoona membasahi kemejanya, tetapi ia tidak peduli. Tangannya mengusap rambut Yoona penuh sayang.

“Jangan berkata seperti itu. Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku bersumpah aku akan selalu mencintaimu, Yoona-ya. Cintaku tidak akan pernah habis untukmu,” bisik Luhan.

Isak tangis Yoona terdengar semakin keras selagi Luhan mengusap punggungnya dan mencium puncak kepalanya. Luhan menutup kedua matanya, merasakan perih menggerogoti hatinya. Bagaimana mungkin ia melepaskan Yoona? Gadis ini adalah sumber kebahagiaan terbesarnya selama ini. Bagaimana ia bisa hidup tanpanya?

Luhan menginginkan Yoona. Hanya Yoona. Tidak peduli dengan kanker yang terus melemahkan kondisi Yoona selama beberapa bulan terakhir ini. Ia hanya mencintai Yoona. Orang lain boleh menyerah dan mengatakan Yoona tidak memiliki harapan lagi, tapi Luhan akan tetap berharap. Ia telah bersumpah akan selalu mencintai Yoona dan ia akan menjaga sumpahnya di depan altar dua tahun yang lalu itu sampai akhir.

-5SongsChallenge-

Let Me Know (CNBLUE) – Yoona & Kris

It’s time to go home now. Tell me now. I wanna know

Let me know if you love me

Yoona menatap segelas americano di atas meja tanpa sekalipun menyentuh ataupun meminumnya. Ia sebenarnya lebih menyukai latte dibandingkan americano, tetapi entah apa yang membuatnya justru memesan americano. Mungkin karena americano adalah kesukaan lelaki itu.

Yoona mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Hujan yang turun di luar membuat jendela menjadi buram, tetapi Yoona nampaknya bahkan tidak benar-benar melihat ke luar. Ia hanya sedang menggali kembali memorinya. Menyusuri kembali kenangannya saat pertama kali ia bertemu dengan lelaki itu—di kafe ini.

Yoona menggerakkan tangannya ke tempat dimana jantungnya berada. Seulas senyum terukir di wajahnya ketika ia mengingat dengan jelas bagaimana jantungnya pertama kali berdetak tidak beraturan saat ia melihat lelaki itu. Kenangan itu masih tercetak dengan jelas walaupun tiga tahun telah berlalu.

“Kau ada disini?”

Yoona tidak perlu menoleh untuk melihat siapa pemilik suara berat yang sedang berbicara padanya. Dari sudut matanya, ia melihat lelaki itu duduk di seberangnya. Lelaki itu menatapnya tajam, membuat Yoona mau tidak mau menoleh ke arahnya.

“Aku sudah mencarimu kemana-mana,” ucap lelaki itu. Senyum kecil muncul di wajahnya yang diliputi kelegaan.

Kedua mata Yoona meneliti lelaki di depannya itu. Baju dan rambut lelaki itu sedikit basah, mungkin ia sempat kehujanan tadi.

“Yoona-ya,” panggil lelaki itu lembut, “ijinkan aku bertanya satu hal dan aku ingin kau menjawab sejujurnya. Setelah itu, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan.”

Yoona menatap kedua mata Kris yang juga sedang menatapnya. Perlahan ia mengangguk, mengijinkan Kris melanjutkan ucapannya.

“Apakah kau mencintaiku?”

Yoona mengerjapkan kedua matanya. Ia ingin mengalihkan pandangannya ke tempat lain, tetapi tatapan Kris seolah menghipnotisnya. Walaupun mereka berdua menikah karena perjodohan, tetapi Yoona sangat mencintai Kris, sejak pertama kali mereka bertemu. Setidaknya itu yang ia pikirkan sampai tadi sore saat ia meminta cerai. Selama mereka berdua menikah, ia merasa Kris sering bersikap dingin padanya, dan kini Yoona merasa ia tidak bisa lagi bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini. Ia memang mencintai Kris, tetapi jika lelaki itu tidak mencintainya, maka lebih baik ia melepaskan Kris supaya lelaki itu bisa mencari wanita yang ia cintai.

“Ya,” bisik Yoona seraya menahan napasnya. “Aku mencintaimu. Apa kau puas mendengarnya?”

Kris mengulas senyum yang tidak pernah tidak membuat Yoona terpesona melihatnya. Ia lalu bangkit berdiri dan berjalan ke sisi Yoona lalu mengulurkan tangannya. Yoona hanya menatap bingung tangan Kris yang masih terulur padanya. Selama sepersekian detik tadi, ia mengira Kris akan pergi meninggalkannya setelah mendengar jawabannya.

“Ayo pulang,” ucap Kris karena Yoona tidak kunjung menyambut tangannya.

Walaupun masih merasa bingung dengan sikap Kris, Yoona akhirnya menyambut uluran tangan Kris yang menariknya berdiri. Kris tersenyum menatap Yoona. Ia menyelipkan anak rambut Yoona ke belakang telinganya, lalu berbisik pelan, “Karena aku juga mencintaimu.”

-5SongsChallenge-

Do You Remember (Aaron Carter) – Yoona & Sehun

I may not say those words anymore

But maybe it just ain’t my way

Sehun menatap geli Yoona yang sedang menggembungkan pipinya. Guratan wajah gadis itu menjelaskan jika gadis berambut cokelat panjang itu sedang kesal.

“Kenapa kau terus bertanya seperti itu?” tanya Sehun. “Apakah aku harus terus mengatakannya?”

“Apa susahnya mengucapkan hanya satu kata itu saja?” Yoona membalas pertanyaan Sehun dengan pertanyaan.

Sehun tertawa kecil—yang segera ia hentikan setelah menerima tatapan tajam dari Yoona. Ia lalu menekuk satu kakinya dan berlutut di hadapan Yoona yang sedang duduk di salah satu bangku taman. Ia meraih kedua tangan Yoona dan menggenggamnya erat.

“Apa kau ingat, ketika kau dirawat di rumah sakit, siapa yang akan berjaga sepanjang malam di sampingmu?” Sehun bertanya sambil menatap kedua mata Yoona.

“Kau.” Yoona menjawab pelan.

“Apa kau ingat, setiap kali kau sedang ada masalah, siapa yang selalu setia menampung airmata dan keluh kesahmu?” Sehun bertanya lagi.

“Kau.” Yoona kembali menjawab.

“Siapa yang selalu bersamamu dan tidak pernah meninggalkanmu? Tidak peduli betapa aneh dan menyebalkannya dirimu.” Sehun bertanya dengan setengah terkekeh melihat ekspresi yang dilemparkan Yoona padanya mendengar kalimat terakhir yang ia ucapkan.

“Kau,” jawab Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

“Lalu kenapa kau masih bertanya apakah aku mencintaimu atau tidak?” Sehun bertanya lembut.

“Kau sudah tahu jawabannya bukan? Aku lebih suka menunjukkan cintaku padamu melalui perbuatan daripada hanya sekedar kata-kata,” lanjut Sehun.

Araseo. Aku mengerti.” Yoona mulai tersenyum lebar. Ia menundukkan tubuhnya dan memberikan Sehun kecupan singkat di bibirnya. “Gomawo, Sehun-ah.”

-5SongsChallenge-

Moonlight (EXO) – Yoona & Lay

So baby  hold on, I can’t bear looking at you

I leave the road and follow behind you

Lay tidak butuh berpikir dua kali untuk segera berlari mengejar Yoona ketika ia melihat gadis itu berjalan sendirian. Ia sedang akan menutup jendela apartemennya ketika ia melihat sosok kurus gadis tetangga apartemennya sekaligus sahabatnya itu melintas di bawah.

Rasa khawatir mulai menyergap Lay. Ia tentu tidak akan khawatir seperti ini jika saja saat ini bukanlah tengah malam. Bukankah berbahaya bagi seorang gadis seperti Yoona untuk berjalan-jalan sendirian di tengah malam seperti ini?

Lay sedikit menghela napas lega ketika ia berhasil menemukan Yoona. Ia memutuskan untuk mengikuti gadis itu dari belakang, sekedar untuk memastikan gadis itu akan baik-baik saja. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, apa yang terjadi pada Yoona. Ia dan Yoona sudah bersahabat selama bertahun-tahun dan ia sangat mengenal Yoona, jadi ia akan tahu jika ada sesuatu yang tidak beres dengan gadis itu.

Lay merasa jantungnya berhenti berdetak ketika ia melihat sinar yang berasal dari sebuah mobil yang melaju ke arah dimana Yoona sedang berjalan menyeberang. Secepat kilat Lay berlari dan menyambar tangan Yoona, menariknya menghindari mobil yang sedang membunyikan klaksonnya kencang.

Lay menghela napasnya lega. Yoona sudah aman berada dalam pelukannya. Itu yang ia pikirkan sampai ia merasakan bahu Yoona bergetar. Yoona menangis dalam pelukan Lay, dan lelaki itu sadar bahwa sejak tadi Yoona berjalan sambil menangis.

Uljima. Jangan menangis lagi.” Hanya itu yang bisa Lay ucapkan.

Ia tidak memerlukan Yoona bercerita untuk mengetahui apa yang terjadi. Ini semua pasti ada hubungannya dengan lelaki itu, kekasih Yoona. Ia tidak pernah mengerti mengapa Yoona mengencani lelaki itu. Ia selalu memperingatkan Yoona bahwa laki-laki itu berbahaya, tetapi Yoona tidak pernah mendengarkan ucapannya. Tidakkah gadis itu tahu bahwa ia hanya tidak ingin melihat Yoona terluka? Seperti saat ini, melihat Yoona terluka dan mendengar tangisannya membuat Lay merasa hatinya ikut tercabik menyakitkan.

Apa lagi yang dapat ia lakukan? Ia mencintai Yoona, tetapi ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menyediakan tempat bagi Yoona untuk bersandar.

-5SongsChallenge-

XOXO (EXO) – Yoona & Suho

Is your heart a yes or no? Give me a sign, X or O

It’s no fun to wait

Suho menggerak-gerakkan kakinya dengan gelisah. Keringat dingin berkali-kali membasahi wajah dan tangannya. Jantungnya berdebar begitu kencang menandakan kegugupannya.

Ia sudah bertekad untuk memberitahu Yoona hari ini. Ia sudah mengumpulkan keberanian selama berminggu-minggu demi hari ini. Ia akan mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya pada gadis itu. Untuk itulah ia mengajak Yoona pergi ke taman hiburan hari ini.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Suara Yoona membuat Suho terlonjak kaget.

“Kau terlihat seperti sedang memikirkan masa depan Korea Selatan saja.” Yoona melanjutkan sambil tertawa.

“Oh, kau sudah kembali?” Suho mengucapkan kalimat pertama yang terlintas dalam pikirannya yang sedang kacau karena gugup.

Yoona menganggukkan kepalanya lalu menarik tangan Suho. “Kajja! Ayo kita segera bermain!”

“Tunggu! Yoona-ya!” Suho menggenggam tangan Yoona, menghentikan gadis itu dari menariknya.

Yoona menatap Suho dengan pandangan bertanya. Sementara itu, Suho menarik napasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah amplop yang sudah ia simpan entah berapa lama, yang akhirnya berhasil ia berikan pada Yoona.

Yoona menerima amplop itu dengan kening berkerut. Ia menatap Suho terlebih dulu sebelum membuka amplop itu dan mengeluarkan lipatan kertas di dalamnya. Suho mengawasi Yoona yang sedang membaca suratnya dengan cemas. Yoona tidak menampilkan ekspresi apa-apa saat membaca surat yang berisi isi hatinya yang sebenarnya. Surat yang sudah sejak lama ia tulis, namun ia tidak pernah berani untuk memberikannya pada Yoona.

“Apa artinya X dan O di akhir surat ini?” Yoona akhirnya mengeluarkan suaranya.

Eoh?” Suho mengerjap gugup. “X berarti kiss dan O berarti hug. Mianhae, aku tidak tahu mengapa aku menulisnya disana.”

Suho menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal untuk menutupi rasa malunya. Ia bahkan tidak berani lagi menatap Yoona saat ini. Apa yang ia pikirkan saat menuliskan X dan O di akhir suratnya itu?

“Apa kau tidak akan meminta jawaban dariku?” tanya Yoona yang merasa geli dengan sikap malu-malu Suho.

Ne? Oh, jadi bagaimana?” Suho bertanya pelan. Jantungnya berdegup begitu kencang. Setiap satu detik berlalu seperti satu tahun yang menegangkan baginya. “Apa jawabanmu?”

Yoona tersenyum dan mendekatkan wajahnya. Ia mendaratkan bibirnya di pipi Suho.

“Ini untuk X,” ujarnya. Ia lalu mengalungkan lengannya di leher Suho, “Dan ini untuk O.”

Suho mengerjapkan kedua matanya kaget. Butuh beberapa detik baginya untuk kemudian tersenyum dan balas memeluk Yoona. “Aku menganggapnya sebagai ‘iya’,” ucapnya.

-5SongsChallenge-

END

36 thoughts on “[Untitled] 5 Songs Challenge

  1. Duh, udah lama gk baca. Sibuk kuliah, baru sempet baca sekrng deh
    Suka banget…. aku suka yg luyoon..
    Faebak
    Keep writing thor🙂

  2. Yahhhhh..yg suyoon sm seyoon sweet beut..tp yg luyoon kok miris T.T
    Y [ω̲̅e̲̅s̲̅] lah..#KaiRapopo eh salah.. #AkuRapopo nice ff eonnie^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s