Hidden Gem

large 1 copy

Presented by Cicil

!Im Yoona, Park Chanyeol as main cast !genre: romance, fluff, OOC !length: drabble !rated: SU 

psst, sehun as support cast.

 

 

Memulai sesuatu yang baru tidak selamanya buruk, kok–itu menurut Yoona.

Tapi menurut Park Chanyeol yang tingginya hampir menyerupai tiang, memulai sesuatu yang ‘baru’ selamanya buruk. Semisal, saat ia masuk sekolah dasar kelas satu–sekolah baru, seragam baru, sepatu baru, tempat baru, dan apapun itu yang berembel-embel ‘baru’–karena artinya dia harus beradaptasi.

Tapi Chanyeol sulit beradaptasi.

Tidak punya teman selama satu tahun sekolah dasar. Dia baru tahu kenapa kita harus belajar ketika sekolah menengah pertama. Dia tidak suka guru bahasa mandarin yang baru masuk–galaknya minta ampun–saat sekolah menengah atas.

“Ayo kita ke rumahku, Dobiii…” Yoona menarik-narik tangan kanan Chanyeol, seperti anak kecil. Siang itu panas sekali, dan mereka baru keluar kelas sejarah yang amat suram. Hawa udara kelewat panas, suasana hati sedang memburuk, dua hal yang membuat Chanyeol cepat sekali naik darah.

“Aku. Tidak. Mau.”

“Kenapa sih?”

“Aku bukan guru tambahan gratis, Yoong.”

Alih-alih mengajak kencan, ternyata Yoona dari tadi pagi meminta Chanyeol untuk menjadi guru pelajaran matematika dadakan supaya adiknya bisa dapat nilai memuaskan–setidaknya angka tujuh saja cukup. Begitu-begitu, ternyata Chanyeol paling pintar dalam urusan matematika, otaknya menjadi jalan tanpa macet kalau bertemu huruf aljabar dan sebangsanya. Makanya Yoona memintanya mengajari Sehun, lagipula kan cuma pelajaran kelas satu sekolah menengah pertama.

“Ayolah, berusaha mencoba satu hal yang baru, oke? Mengajari Sehun tidak sulit, tenang saja.”

“Oh, aku ragu padamu. Anak itu kan bandelnya bukan main.”

Yoona mendelik diam, matanya mengisyaratkan ‘memangnya kau tidak bandel?’ Chanyeol pun menyadarinya. Suasana hatinya makin buruk saja. Alih-alih luluh akan omongan Yoona, Chanyeol malah melenggang pergi ke toko buku seberang jalan.

“Dobi!” Yoona mengejar langkah-langkah kekasihnya yang panjang sekali. Ia berusaha menarik tangan Chanyeol, sudah tiga kali mencoba dan gagal lagi.

Lantas ketika percobaan yang kelima untuk memegang tangan Chanyeol berhasil. Hap! Mereka sudah ada di depan etalase toko buku, banyak orang keluar-masuk dari pintu di sebelah kanan mereka.

“Park Chanyeol.” Raut Yoona berubah serius dalam sekejap. Nada bicaranya jadi datar dan bibirnya juga tidak menampilkan senyum ataupun cemberut, hanya garis lurus–rata. “Hmm?” Chanyeol membalas dengan ogah-ogahan, matanya menatap Yoona malas. (Iya, mereka berdua lagi marah ceritanya.)

“Coba pikir lagi..” Chanyeol mengerutkan kedua alisnya, tidak mengerti Yoona sebenarnya sedang berbicara apa. “Kau. Aku. Kita.” Mereka seolah main tebak-tebakan di depan toko buku, untung saja tidak merebut perhatian orang-orang.

Beberapa menit Chanyeol habiskan hanya untuk memutar matanya sekaligus mejungkir-balikan otaknya. Berpikir masak-masak tentang kau-aku-kita. Tapi dia tak kunjung menemukan hasilnya. Sehingga Yoona dengan geram menyuruhnya untuk saling bertatap mata.

“Chanyeol lihat aku–” kalau Yoona sudah memanggilnya dengan nama asli, berarti ada sesuatu yang serius. Serius sekali. “Menurut kau, aku ini apa?”

“Manusia. Im Yoona. Pacarku.” (of course she is a human, yeol)

“Aku …… pacarmu?”

Chanyeol berpikir Yoona mengalami lupa ingatan sebentar. Karena, untuk apa menanyakan hal yang sudah jelas mereka tahu?! Yoona adalah kekasihnya dan mereka baru jadian dua bulan lebih yang lalu. “Tentu saja kau pacarku.”

Yoona menelan ludahnya barang sejemang. Ia sendiri mulai kewalahan bagaimana menjelaskan apa yang ia maksud pada Chanyeol. Lagipula, laki-laki itu kan memang agak tidak peka sedari awal.

“Kita berpacaran, Chanyeol. Tapi dua bulan lebih yang lalu aku belum menjadi kekasihmu.”

Okee, Chanyeol mulai mengerti arah pembicaraan mereka. Tentang kau-aku-kita. “Kau memintaku menjadi kekasihmu. Itu namanya kau mencoba sesuatu yang baru, Dobi.” Yoona menggerakan kedua tangannya ke udara, ekspresinya agak sulit ditebak.

Benarkah?

Iya tentu saja. Chanyeol mencoba sesuatu yang ‘baru’ ,dalam arti lain  Chanyeol mau terjun ke dunia baru yang mereka sebut rasa cinta dan sayang. Tapi menjadi kekasih Im Yoona yang langsing mirip gitar Spanyol itu tidak bu–

“Apa mencoba mencintaiku adalah buruk dimatamu?”

–ruk kan?

“Tidak.” Chanyeol segera menjawab sedetik setelah pertanyaan itu masuk ke telinganya. Mencoba mencintai Yoona bukanlah hal yang tidak ia suka. Mencintai Yoona adalah ketulusan dan dia senang mencoba memiliki rasa sayang dengan gadis itu. Jadi, mencoba tidak selamanya–

“Kau punya perumpamaan yang bagus, Yoona. Untuk menyadarkanku bahwa mencoba sesuatu hal ‘baru’ ada baiknya. Dan kau menjelaskannya di depan toko buku…”

Chanyeol melirik ke belakang, ada satpam yang menjaga di sana tengah berdiri tegap. Matanya menusuk sekali dua insan itu. Sepertinya dia tidak suka ada dua orang yang berpacaran di depan toko buku bosnya. “Dengan satpam galak itu melihati kita dari tadi.” Lanjut Chanyeol ragu-ragu seraya suaranya mengecil supaya orang berbadan kekar itu tidak mendengarnya.

Yoona lekas membungkuk hormat pada laki-laki itu. tersenyum-senyum tidak jelas karena salah tingkah, kemudian menarik tangan Chanyeol untuk segera angkat kaki dan pulang ke rumah–

“Kita mau ke mana?” Ujar Chanyeol saat langkahnya mengikuti saja langkah Yoona. “Ke rumahku.” Yoona menjawab tapi tidak mau tahu bagaimana ekspresi muka kekasihnya, dia hanya menatap ke jalanan depan.

Mendengar perkataan Yoona barusan, Chanyeol langsung berhenti.

“Ow ow ow ow ow, aku tetap tidak mau jadi guru gratis dadakan. Walaupun itu termasuk mencoba sesuatu yang baru.”

Yoona berakhir dengan wajah super konyol, ia kesal setengah mati pada laki-laki itu. Kendati tetap menarik tangannya dan berjalan ke arah rumahnya. Chanyeol hanya diam, ketika Yoona menarik tangannya lagi; dia cuma bisa pasrah mengikuti Yoona. Terserahlah nanti dia mau mengajari Sehun matematika atau tidak.

Yang dia tahu sekarang. Bahwa mencoba hal baru tidak selamanya buruk. Apalagi mencoba mencintai Im Yoona.

Err…jadi mungkin mencoba mengajari Sehun agak sedikit buruk yah menurutnya.

 

.

 

 

.

 

 

.

Fin–
Haiii ini aku tulis dalam semalam yah kan soalnya cuman jadi drabble gak jelas gini huhuhu;__;  tapi aku berharap pengertiannya dapet yaa^^ dan si Yeolli emang agak-agak ooc disini karena tahu lah dobi kan cepet banget adaptasinya sama sekitar dia;) thankyou for reading and comment are really welcome!

 

 

37 thoughts on “Hidden Gem

  1. Nice..
    Bca nhe drabel, bkin ktawa krn kocaknya smpe smpat d.mrahi ma tman skels krn ktawa gaje ;-D
    good!
    author mang daebak..
    D.tnggu krya yg lainnya thor.. Fighting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s