(Freelance) Remember That I Love You

Poster for Remember that i love you chap1

Author : Shuangludeer [SLD]

Tittle : Remember that I love you [Chapter 1]

Main Cast : Im Yoona , Sehun Oh & Byun Baekhyun

Other Cast : find it later

Genre : School life, Romance, Sad, hurt

Length : Chapter

Rating : PG 13

Desclaimer : The Story is MINE. Cast hanya milik Tuhan, keluarga, dan agensinya.       Warning!! Typo bertebaran

 

 

 

Happy Reading ^^

 

 

 

   February, 14th 2007

 

 

“Yoona-yaaa! Lihat murid baru itu! Bukankah dia sangat tampan?”

 

Haih temanku yang satu ini?! Sejak tadi hanya menilai – nilai adik kelas namja saja. “Lebih tepatnya adik kelas kita. tampan, tapi tak setampan baekhyun” ledekku tersenyum masam.

“Siapa yang menyebut namaku?”.

Baekhyun? Sejak kapan dia berdiri disampingku?

“ Ntah, Aku tak tahu. Mungkin Yuri” Jawabku ketus. Aku memandang segerombolan adik kelas yang melewati lapangan dari teras atas kelasku. Kelas kami Ada di lantai dua, Kelas XI. Barusan Yuri pergi meniggalkan kami berdua, alasannya ia pergi ke kelas namjachingu-nya. Dari ekor mataku aku tahu sedari tadi baekhyun memandangku dengan sedikit menyipitkan matanya dan­- Aku tak berani memandang wajahnya. Kami berdua bergeming dalam keheningan beberapa menit.

 

“Yoona-ya” Suara baekhyun memecah atmosfer keheningan di antara kami.

“Ne baekhyun?” Jawabku.

“ Kau Tau kan Rumor Itu hanya gossip saja? Itu Tidak mungkin terjadi” Tuturnya sambil memandang langit.

“Arra, Aku mempercayaimu.”

 

Baekhyun menutup matanya. Lihat? dia sendiri mempercayaiku, tapi kenapa aku tak mempercayainya?

 

Rambut hitam pekat milikku yang terurai melayang-layang mengikuti hembusan angin. lalu Kututup juga mataku untuk mengingat-ngingat sesuatu..

 

FLASHBACK

 

“Yoona-ya, Ulljima. Aku tahu kau menyukai baekhyun, tapi kau tak boleh langsung menyimpulkan taeyeon unnie itu yeojachingu baekhyun. Lagi pula baekhyun tidak bodoh memilih yeoja yang lebih tua darinya.” Celoteh Yuri seraya menyuruhku berdiri dan menghapus air mataku.

“Arra, Tapi barusan kau bilang ia tak akan memilih yeoja yang lebih tua darinya ‘kan? Itu berarti ia juga tidak mungkin menyukaiku. Hiks hiks ” Kataku sambil menangis memeluk dua kaki ku di pojokan kelas. Mungkin saja memang itu hanya rumor, tapi rasanya sangat meremukkan jantungku.

 

“Ireona yoong, positive thinking saja kenapa? Cinta itu tak mengenal umur, Yaa­ boleh boleh saja dia menyukai yeoja lain atau yeoja yang lebih tua darinya ‘kan? Baekhyun saja tak membenarkan soal hal itu” kali ini aku terdiam. Memikirkan berulang-ulang perkataan yuri tadi. Memang baekhyun tak berkata apapun soal taeyeon unnie kepadaku.

 

Setelah ku pikir-pikir..

 

 

“Ah NE!! Yuri-ya! gomawo telah memberiku asupan saran, ne?” Ku kepalkan jari-jariku dan mendekatkannya ke wajah yuri.

 

“Sa-sa-saran apa?” Tanya-nya gelagapan.

 

“Aku tak akan menyukai namja yang lebih muda dariku! Dan aku tak akan menangis karena namja lagi! ” teriakku. Tapi tunggu, aku tak yakin.

Flashback Off

 

Ingat ini, Dulu baekhyun pernah berjanji selama kami bersahabat salah satu dari kami tidak boleh ada yang memiliki namja atau yeojachingu. Oh iya, aku juga membenci pribahasa “Cinta tak mengenal umur”.

 

                                             “Remember That I Love You

 

                                             

                                                         “leukemia– itukah?”

Saat ini aku sedang membaca buku di perpustakaan sekolah. Menurutku disini tempat yang paling nyaman kedua setelah di atap gedung sekolahku. Ngomong-ngomong aku membaca buku tentang kedokteran, karena aku bertekat jika sudah dewasa nanti aku memiliki namjachingu seorang dokter. Haha

 

“Yoongie-ya”

Terdengar suara seseorang. Suara yang sangatku kenali, siapa lagi kalau bukan– baekhyun.

“Em, Waeyo baekhyun-ah?” Tanyaku seraya memalingkan wajahku menghadapnya

 

“Hidungmu berdarah”

 

“Berdarah?” Kupegang hidungku lalu ku lihat telapak tanganku. Benar ini darah

 

“Apa sedari tadi kau tak merasakannya?” Tanya-nya pelan.

 

“Sama sekali tidak. Gomawo telah memberitahu ku” Aku bergegas keluar perpustakaan dengan tangan kiri menutupi hidungku dan meninggalkan baekhyun disana. Tapi saat ku lewati pintu– kurasa ada yang menarik tangan kanan ku.

 

“Minggir lah! Aku tak punya urusan denganmu” Kataku berusaha menepis genggaman erat di tanganku. Siapa dia? Berani – beraninya memegangku, cih!

 

“Ambil ini, hapus darah di tangan dan hidungmu” namja yang sangat sangat dan sangat Sederhana Hanya mengatakan itu tanpa ekspresi sedikitpun. Ia menyodorkan Sebuah sapu tangan putih dengan gambar bubble tea kecil di pojok kiri bawah.

 

Lucu. Mana mungkin sapu tangan seimut ini boleh ternodai darah?

 

 

“Hei , Jangan melamun. Cepat hapus darahnya.” Suruhnya ketus. Kuberi dia tatapan jengkel tersinisku.

 

“Iya iya. Ini– untukku?”

 

“Enak saja. Nanti setelah kau pakai cuci lalu kembalikan” Jawabnya lalu pergi meninggalkan ku.

 

Cih sok peduli Kukira ia akan memberikannya padaku. Ku ambil tisu di saku rokku, dan tentunya- kusimpan sapu tangan miliknya. Tunggu dulu..

  

 

SIAL! Aku lupa bertanya siapa namanya?!

 

-//-

 

 

Kami– maksudku aku dan Yuri duduk bersama di kursi panjang pinggir Lapangan basket sekolahku.

“Yoong, Kau tau namjachinguku kan?” Yuri membuka topik lebih awal dariku.

“Em. Waeyo?” kataku dengan raut wajah penasaran

 

“Lagi – lagi dia mendekati yeoja lain yoong. Harus sesabar apa aku? Sudah berapa kali dia tetea saja begitu” wajahnya terlihat murung.

 

“Mau gimana lagi? Kau masih suka padanya? Kalau tidak putus saja” jawabku sempoyongan.

 

“Ani. Aku sangat menyayanginya. Kami berjanji tak akan memutuskan hubungan ini satu sama lain”

“Lagi pula aku membolehkannya memiliki yeojachingu selain aku” Lanjutnya

 

“Mwo? Kau terlalu membebaskannya, kalian itu pacaran atau apa?”

Yuri memang penyabar, berbeda dengan namjachingu-Nya yang sifatnya berbanding terbalik dengan Yuri, dia sedikit pemarah.

 

“Sudahlah Lupakan. Dimana baekhyun?” Tanyanya sambil memamerkan senyum manis miliknya.

 

“Ohh- apa baekhyun menungguku begitu lama?. Mmm- aku pergi dulu Yul” aku berlari bergegas ke taman belakang sekolah. Aku lupa baekhyun menyuruhku datang kesana

 

TAP

 

TAP

 

TAA–

 

BRUKK!!

 

“YA! apa kau tak punya mata ‘huh?”

APA KA– tamu?  DASAR BUBBLE TEA PENGGANGGU! Minggir KAU!!” Teriakku kepadanya dengan nada tinggi dan tatapan sinis ala Nona Yoona Im tentunya.

 

“Bukan kah aku menyuruhmu mengembalikan sapu tangan itu– hm?

Oh tidak dia melangkah mendekatiku. Kurasa ada sesuatu yang aneh merasukinya.

 

“Mundur kau! Kalau tidak aku akan berteriak! Jadi– mundur!” Aku melangkah sedikit demi sedikit kebelakang.

 

Oh tidak– Dibelakangku T-E-M-B-O-K

 

“Dimana sapu tangan itu?” Tanyanya lalu mendorongku ke tembok dan menyandarkan tangan kanannya pada tembok. Tepatnya di samping kepalaku.

 

 

“Shireo! Aa- Minggir lah–   OH SEHUN!” Aku melirik sejenak melihat nama yang tertera di bajunya, BINGO! Oh Sehun. Tidak tidaakk! Dia mendekatkan wajahnya. Aku sudah menebak, tatapku malas

 

“Mundur kau OH SEHUN!” Teriakku.

 

.

.

.

 

BUGG

Tiba – tiba seseorang, tepatnya baekhyun datang dan langsung memukul Sehun. Ntah sejak kapan ia melihat aku dan Sehun. tak tau bagaimana persisnya tapi- Ujung bibir sehun berdarah

 

“Yoongie-ya! gwaenchanha?” Tanya baekhyun kepadaku.

 

“Em. Tapi kau tak perlu memukul sehun, baekhyun-ah” jawabku mengangguk dan mencoba melerai perkelahian antara mereka.

 

Sehun hanya smirk lalu menghapus darah di ujung samping bibir kanannya itu menggunakan jari – jemarinya. Dia langsung pergi meninggalkan kami berdua.

 

“Gwaenchanha?”

Baekhyun terlihat sangat cemas, terlihat dari matanya. ia memandangku sedikit aneh. Aku tak mengubris pertanyaan-nya tadi. Ia memejamkan matanya sejenak lalu memegang wajahku dengan kedua tangannya.

Tuhan.. aku tak mau menyukainya untuk yang kedua kali

 

Baekhyun mendekatkan wajahnya padaku. Aku? Aku hanya diam membisu dan menutup mataku.

Kurasa bibirnya bersentuhan dengan bibirku.. dan ini bukan untuk yang pertama kalinya

                                                                  

                                           -Remember That I Love You-

 

 

At Yoona’s House

 

Apa yang tadi kami lakukan?

Mengapa aku hanya diam?

Benarkah tadi itu baekhyun?

Siapa Oh Sehun?

         Beribu – ribu pertanyaan terngiang di otakku. Kali ini aku tak tau harus bagaimana menghapus semua pertanyaan – pertanyaan itu.

Drrt Drrrt

 

Handphone Samsung Note 3 pink milikku bergetar. Ada pesan tapi aku tak tahu siapa pemilik nomor telepon ini.

 

 

Yoona-ssi..

katakan pada Yuri aku sudah tidak menyukainya lagi”

 

Omo!apakah Ini namjachingu Yuri yang mengirim pesan?!

 

“YA!! Dasar pabo! Katakan sendiri padanya!

Kau itu punya hati tidak? Mainkan hati orang sembarangan!”

 

Aku saja yang hanya sahabat yuri muak padanya. Dasar orang tak punya hati!

 

“Hei, aku menyukaimu yoona-ssi”

Apa – apaan dia?!

TBC

 

Yuhuu *tebareyelinerbaekhyun* nthor SLD kambek egen/?

Kali ini SLD bawa ff Chapter dengan genre School life alias genre yg paling SLD sukaa

ntah kenapa nthor SLD masih suka bingung sama permainan bahasanya >< gak puisitis banget kan yah *gampardirisendiri Maaf yah kata – katanya kalo kurang baku >,<

Nthor SLD juga minta maaf kalo chap 1 nya kependekan :’D

Oya jangan lupa kritik + saran kalo bisa yang pedes tanpa anyem/? reader sekalian~ Tunggu next chapter yaah :* Kamsa~

 

 

52 thoughts on “(Freelance) Remember That I Love You

  1. Astagfirullah daebak maksimal bangettt (y)
    Enthor, lanjutannya cepet yah?😦
    Penasaran tingkat Yoongie nih *apaan?*😀
    Ntu pacar Yuri, Sehun ne? Dan Baekhyun kayaknya juga ada rasa sama Yoona eonni😀
    Still waiting~
    Fighting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s