Hidden Scene [7]

request-aressa-hs

HiddenScene

fanfiction by aressa
 
staring
 
GG’s Yoona and GG’s Jessica along with EXO’s Sehun
 
and
 
a former member of EXO, Wu Yi Fan
 
 
.
 
.
 
.
 
.
 
.
 

Kris mempercepat langkahnya saat melihat mobil Ford berwarna putih di sudut jalan. Hal yang sangat mengejutkan adalah, saat dia selesai melakukan pemotretan untuk sebuah majalah Yoona mengirimnya pesan dan mengatakan dia ingin bertemu. Dan Kris langsung keluar gedung saat Yoona mengatakan dia sudah berada di depan sekarang.

Kris mengetuk kaca hitam itu dan melihat sosok bayangan wanita menggunakan kacamata menatapnya dari balik kemudi. Bukannya membukakan pintu penumpang, Yoona justru memakai topinya dan keluar.

“Kau yang mengemudi” katanya lirih dan Yoona masuk ke kursi penumpang. Membiarkan Kris membawa mobilnya melaju membelah daerang Gwangdo.

Yoona sedang tidak baik baik saja, itu kesimpulan Kris. Padahal dia ingat sekali Yoona mengatakan moodnya sedang baik hari ini, namun kini Yoona memandangi tangannya, tidak berusaha menyembunyikan ekspresi sedihnya.

“Kau tidak apa, Yoona?”

Yoona menoleh dan menatap Kris murung. Setelah dia mengambil beberapa scene di dramanya, Young Be yang tidak tahan melihat wajah lesu Yoona akhirnya membiarkan wanita itu menenangkan pikirannya yang dibalas ucapan terimakasih tanpa semangat dari wanita itu.

Dia masih ingat semua tentang take scene project KBS tadi siang. Saat dia merasa sangat kesal saat melihat Sehun karna teringat semua ucapan membernya tadi pagi. Juga saat dia merasakan perasaan aneh pada Jessica dan semua penyangkalan Sehun akan dirinya. Semuanya berhasil merusak hari ceria Yoona dan asal kalian tahu saja, Yoona menolak semua panggilan Sehun dan hanya mengiriminya pesan singkat kalau dia sedang dikelilingi banyak orang.

Yoona sedang butuh sendiri tanpa memikirkan Sehun ataupun Jessica. Dia sedang ingin menenangkan pikirannya dan kembali menyiapkan tenaga untuk memasang topengnya tetap sempurna. Yoona butuh waktu untuk memulihkan senyum di wajah cantiknya dan pada akhirnya dia berakhir di mobil dengan hamburger dan greentea di tangannya.

“Okay, aku sudah tak tahan lagi! Ada apa denganmu, Yoona!?”

Yoona begitu tenggelam dalam pikirannya hingga tidak menyadari bahwa ada Kris disampingnya. Melempar pandangan khawatir sepanjang jalan dan berinisiatif membelikan Yoona makanan cepat saji di mobil.

“Aku sedang butuh sendiri” lirihnya

Kris berdecak frustasi dan meraih tangan wanita itu, membuatnya menghadapnya, “Kau salah lagi, Yoona. Kau bukan butuh kesendirian, kau butuh seseorang sebagai sandaranmu”

Yoona menatap manic gelap Kris dan menemukan sebuah ketulusan disana. Sebuah hal yang seharusnya menghangatkan hatinya namun justru membuatnya ingin menangis. Dan Kris jelas melihat lapisan bening itu menutupi matanya, membuat pria itu segera menarik Yoona ke pelukannya.

Tangis Yoona tumpah di bahu Kris dan dia membiarkan tangan Kris menepuk nepuk punggungnya. Menenangkan dirinya dari semua beban yang selama ini ditanggungnya seorang diri.

//

“Sesak sekali”

Kris masih menatap Yoona bahkan setelah mata wanita itu sudah tidak mengelurkan air mata. Wajah Yoona masih sendu dan Kris masih belum berani untuk bertanya.

Yoona terlihat hancur sekali tadi. Dia seperti seseorang yang akhirnya menangis setelah waktu yang lama. Membuat hati Kris merasa tercabik cabik mengetahui bahwa wanita ini lebih sering memendam tangisnya sendirian.

“Ceritakan padaku, Yoona. Aku berjanji akan membantumu dan bahkan akan ada untukmu”

Kembali, ketulusan hati Kris menyentuh hatinya yang terluka. Dia menatap dalamnya manic brunette itu dan menemukan sebuah jurang kasih sayang di jiwanya. Membuat Yoona tenang dan merasa dilindungi.

Yoona memejamkan matanya dan kemudian menatap sepasang miniature peri yang tertempel di dashboardnya. Kembali, Yoona merasakan sesak saat mengingat alasan peri itu.

“Ada kehadiranmu di mobilku lewat gantungan anjing dan rusa pemberianmu. Dan aku ingin ada kehadiranku di mobilmu” kata Sehun saat mereka duduk kursi belakang mobil. Saling memeluk menyalurkan kerinduan mereka.

“Aku selalu mengingatmu dimanapun aku berada, Sehun-ah” gumam Yoona pelan menahan rona dipipinya yang tirus.

Sehun menarik kepala Yoona yang tertidur di dadanya dan melumat kecil bibir tipis wanita itu, “Lihat, siapa sekarang yang pintar menggombal?” desah Sehun saat dia menciumi wajah Yoona, “Aku hanya ingin ada bagian diriku yang kau ingat saat mengemudi” dan Sehun kembali menciumnya. Membuat Yoona merasa lupa waktu dan mengutuk napasnya yang kesulitan.

Wanita itu begitu terlena hingga tidak menyadari Sehun menyelipkan sesuatu di genggaman tangan Yoona-nya.

“Apa ini?” Tanya wanita itu saat mereka menyudahi dengan berat hati ciuman mereka.

“Peterpan dan Wendy”

Yoona memandangi miniature itu dengan bingung. Dia mengarahkan manic lembutnya ke iris Sehun yang dalam. Dia bingung.

“Kau tahu? Peterpan akan selalu mencintai Wendy. Meskipun dia berada sangat sangat jauh darinya dan akan menjaga Wendy dalam diam seperti dia yang menjaga cintanya” ucap Sehun lembut hingga ibunya pun mungkin tidak percaya itu Sehun.

Sehun kemudian mencium bibirnya sekilas dan mengusap surai lembut wanita itu, “Dan kau akan menjadi Wendy. Yang menjaga cintanya untuk PeterPan meskipun dia tahu Peter berada jauh darinya”

Yoona memandanginya dengan mata berbinar. Dia pernah menonton film itu dan dia tidak menyangka Sehun akan menggunakan kisah itu untuk mereka berdua, “Tapi Yoona. Aku tidak berharap kisahku akan berakhir sepertinya. Karna aku tidak akan meninggalkanmu dan membiarkanmu hidup dengan pria lain meskipun kau tetap menjaga cinta untukku di hatimu. Kau i—“

Yoona memotong ucapan Sehun dengan ciumannya. Dia menekan tengkuk Sehun dan memperdalam ciuman mereka. Ciuman yang akan sampai kapanpun membuat Yoona menjadi wanita paling bahagia di dunia.

“Terimakasih Sehun-ah. Ini benar benar indah karna aku mencintaimu”

Yoona tersenyum miris saat ingatan 10 bulan yang lalu itu memasuki pikirannya. Mungkin hari ini adalah hari yang sama saat Sehun membawanya ke Cheonggyecheon Stream, tempat dimana mereka biasa menikmati romansa anak muda yang tidak dapat mereka rasakan dengan mudahnya dalam sebuah car date. Sudah banyak hal yang terjadi dan Yoona mengingat apakah penjual kue ikan di sana masih berjualan?

Semuanya terasa manis saat mereka dimabuk asmara. Saat Sehun masih kesulitan mengontrol perasaan yang menginginkan Yoona untuk terus berada disisinya. Saat hati Yoona belum memprotes kesibukan menyita waktu mereka. Saat semuanya masih indah dan tidak ada siapapun di dunia kecuali mereka berdua.

“Yoona?” suara Kris kembali menariknya dari lamunan panjangnya dan Yoona menarik nafasnya dalam dalam. Dia tidak akan memberitahu Kris bahwa dia dan adiknya menjaling suatu hubungan special. Dia hanya akan menceritakan bebannya. Yoona terlalu mencintai Sehun untuk mengkhianati kepercayaan pria itu.

“Ada sebuah perasaan dalam diriku, yang sudah terlalu lelah dengan ‘rahasia’. Ada bagian dalam diriku yang ingin dilihat sebagai wanita, bukan sebagai seseorang. Ada perasaan menyakitkan saat melihatnya bersama sosok lain yang juga sangat kusayangi”

Kris pintar untuk menebak bahwa Yoona sedang memiliki masalah hati tentang laki laki. Tiba tiba dia gemetaran saat mengetahui itu. Dia gemetar karna takut siapa nama yang mungkin akan diucapkan Yoona dan gemetar karna pemahaman yang menjalar di pikirannya.

Mungkinkah itu dirinya? Apakah masuk akal jika Kris pikir Yoona lelah karna menyembunyikan perasaannya pada dirinya? Apakah wajar jika Kris pikir Yoona sakit melihat kedekatannya dengan Jessica? Eonnie, yang sangat disayanginya?

“Aku lelah untuk bersembunyi. Tapi aku tak bisa keluar dari tempat persembunyianku. Rasa takut itu terlalu mengikatku. Rasa gelisah itu menjadi racun sendiri dan aku sialnya tidak bisa melupakannya”

“Yoona” Kris menarik nafasnya cepat cepat, “ apa kau sedang jatuh cinta?”

Yoona terlihat terkejut dengan pertanyaan Kris dan dia tidak bisa menyembunyikan debaran jantungnya. Dia merasa bodoh sekali saat merasakat darah naik ke pipinya. Dia menatap Kris yang terlihat kesulitan bernafas dan tersenyum lembut, “Setiap wanita pernah jatuh cinta, Kris”

Kris sangat berharap bahwa jantungnya baik baik saja setelah melihat raut malu malu Yoona. Dia merasakan kebahagiaan yang tak dikenal menelusup di balik hatinya. Dan dia merasa ingin seceria Baekhyun untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.

“Dan kau tidak akan mengatakan siapa pria beruntung itu kan?”

Yoona menoleh dan dia kemudian menungkup wajahnya dengan kedua tangannya, menutupi rona merah muda dipipinya, “Kau mempertanyakan rahasia paling dalam hati seorang wanita? Yang benar saja”

Kris benar benar terpaku melihat reaksi Yoona. Reaksi yang tidak pernah dia bayangkan akan di hadirkan oleh seorang Yoona pada Kris. Reaksi yang membuat Kris gila dan rasanya ingin memeluk dan mencium bibir merah muda itu.

“Tapi akan kukatakan aku memendamnya sejak lama. Sejak pertama kali aku bertemu dengannya saat berlatih suatu malam dan tidak pernah bisa melepaskan bayangannya sejak itu”

Kris merasa dia bisa mati karna terlalu terkejut!

//

Jongin masih setia mengikuti gerakan Sehun yang berguling ke sana kemari di lantai. Pria itu terlihat sedang frustasi dan menyedihkan. Sehun memejamkan matanya dan dia berkali kali melirik ponselnya menunggu sesuatu.

Ini adalah Sehun yang tidak pernah di tunjukannya pada siapapun. Sehun yang hanya bisa ditemui saat dirinya masih menggunakan seragam kuning di masa masa damai tanpa fans yang mengganggu.

“Hey hey” katanya saat dia menahan tubuh Sehun dan duduk di punggungnya, membuat lelaki berkulit putih itu mengaduh.

“Kaiiii beraatttt”

Jongin tidak peduli dan membisikan sesuatu pada telinga Sehun, “Bisa tidak kau diam dan jangan bergerak seperti cacing kepanasan?”

Sehun mengangkat tubuhnya dengan kekuatan mengaggumkan dan nyaris membuat Jongin terjungkal jika saja dia tidak memiliki reflex yang baik. Jongin terlentang di lantai ruang tamu dan tahu bahwa Sehun akan mulai memukulinya karna telah menduduki pria itu.

Tapi nyatanya, Sehun malah telentang disamping Jongin dan menjadikan Jongin sebagai gulingnya. Biasanya Jongin akan melawan dan melepaskan diri jika Sehun sudah bersikap ‘semengerikan’ itu. Oh ayolah, dua lelaki dewasa yang hanya menggunakan boxer dan kaos dalam berpelukan di apartemen yang penghuninya sibuk di kamar masing masing? Yang benar saja. Jongin bahkan ngeri membayangkan jika ahjumma yang biasa membersihkan dormnya memergoki Jongin dipeluk seperti teddy bear oleh si bungsu.

“Biasanya kau akan mulai menendangku” gumam Sehun dan Jongin bersumpah dia merinding saat merasakan nafas Sehun menerpa lehernya. Sial, dia masih normal dan Oh Sehun sepertinya mulai menjurus ke jalur yang salah.

“Eunggg…anu….Sehun-ah, bisa lepaskan aku? Aku emmm masih uhhhh yah kau tahulah” jawab Jongin gugup dan dalam jangka sedetik Sehun membulatkan matanya, menendang jauh jauh tubuh Jongin.

“Menjijikan. Jangan dekat dekat denganku bocah hitam!” Sehun mengusap usap lengannya sendiri, “Dasar tidak waras. Kau pikir aku gay? Yang benar saja, aku bahkan masih tinggi saat menonton film koleksiku, dasar gila”

Jongin tertawa tawa sendiri saat melihat Sehun yang memaki makinya dengan kesal. Baiklah, Jongin terlalu berlebihan tapi sungguhan deh, Sehun terkadang sama mengerikannya dengan Tao untuk urusan skinship. Dia merangkak kesamping Sehun yang segera ditendang oleh pria itu.

“Menjauhlah dariku ikan gosong. Tak sudi aku lihat wajah sok erotismu itu. Otakmu disengat apa sih hitam?”

Jongin tertawa keras keras melihat wajah kesal Sehun tapi kemudian, teman SMA nya itu juga ikut tertawa dan meninju ninju paha Jongin, “Kau benar benar tak waras ya Kai? Kalau kau tinggi cari wanita sana”

“Tidak seru kalau one night stand bodoh” komentar Jongin

“Makanya cari pacar”

“Seperti kau sudah saja”

Ada gelombang emosi dalam wajah Sehun yang berhasil ditangkap Jongin. Emosi yang tidak dikenalinya tapi terasa familiar di matanya. Mata Sehun mendadak terasa sedingin es di kutub. Wajahnya membeku untuk sedetik sebelum berhasil kembali menjadi seperti semula.

“Kalau begitu, kita nikmati saja one night stand, Jong. Terlalu beresiko melakukannya dengan satu orang saja” katanya tenang dan datar

“Maksudmu terlalu beresiko mencari pacar, begitu?”

Sehun menampilkan ekspresi keras yang sama dan dia mengangguk, “Terlalu berbahaya dengan popularitas kita sekarang Jongin”

Kesakitan yang ditutupi dengan sempurna.

Ekspresi itu hanya satu kali Jongin lihat di wajah sahabatnya. Saat mereka menandatangani kontrak dengan SM Entartainment nyaris dua tahun yang lalu. Saat mereka berdua setuju untuk di debutkan dan berada dalam grup yang sama. Saat syarat yang tercantum adalah memutuskan hubungan yang sedang dijalaninya dengan siapapun.

Sehun dengan Nami

Jongin dengan Hana

Hanya sekali dia melihatnya tapi dia tahu bagaimana rupanya. Karna dia merasakan hal yang sama. Karna dia menyaksikan Sehun menghindari topic tentang ‘kekasih’ bahkan sampai sekarang. Dia menyaksikan topeng sempurna itu menutupi rasa sakit yang harus dibayarnya untuk bisa sampai pada level ini. Pengorbanan yang membuat Jongin dan entahlah-mungkin-juga Sehun mati rasa dan tidak pernah membahas tentang wanita meskipun sekelilingnya membicarakan hal itu.

Saat itu Jongin mengingatnya dengan jelas. Saat malam dimana mereka berdua, menghancurkan apa yang telah dicintai dalam waktu yang singkat.

Malam itu hujan dan Jongin memilih bermalam di kamar Sehun yang luas. Kedua orangtuanya berkata pesawat mereka ditunda karna cuaca buruk dan akan tinggal di Denmark untuk sehari lagi. Kakak Sehun belum pulang dari tadi siang dan itu artinya dia hanya berdua ditemani pembantu yang Jongin tak tahu ada berapa jumlahnya.

Sehun tengkurap di karpet bulunya dan memainkan xbox nya tanpa minat sedangkan Jongin memiih merasakan dinginnya udara di luar lewat lantai marmer coklat kamar temannya.

“Sehun-ah” lirih Jongin

Sehun akhirnya menghentikan permainannya dan menyender pada pinggir kasurnya, menatap kosong langit langit kamarnya, “Kita harus melakukannya, Jongin”

“Bagaimana bisa aku membunuh cinta untuk gadis yang kucintai? Apa kau sanggup melepaskan Nami begitu saja?”

“Jangan sebut namanya!” serunya kesal, “Jongin, aku sudah menderita dengan pelatihan selama 4 tahun ini dan aku ingin perjuanganku tidak sia sia”

Tatapan Sehun dingin dan wajahnya keras bagai patung sempurna. Datar dan terlihat jelas pria itu mati matian menahan dirinya.

Jongin menelan ludah dengan susah payah dan membenarkan dengan susah payah pula. Dia sudah berjuang untuk mendapatkan apa yang dia mau dan hanya dengan sedikit pengorbanan lagi mimpinya akan terwujud.

Sehun akhirnya berbaring di samping Jongin dan berguling guling. Matanya terpejam tapi Jongin tahu Sehun menangis dalam diam disana. Dia membuka suaranya yang terdengar memilukan di telinga Jongin,

“Aku tidak ingin melibatkannya dalam dunia yang terdengar mengerikan ini Jongin. Aku tidak ingin Nami mungkin akan mendapatkan perlakuan buruk jika mereka tahu kami berpacaran. Aku ingin Nami memiliki hidupnya yang tenang dan damai. Masa yang akan kita lepas sebentar lagi”

Sehun berhenti berguling dan dia menelungkupkn wajahnya di tangan, “Aku melakukan ini karna dia yang ingin melihatku bersinar diatas panggung. Aku ingin membawa mimpi gadis yang kucintai saat ini, hyung. Membawanya menjadi besar disaat dia tidak bisa mewujudkannya”

Jongin kemudian memeluk Sehun seperti guling hangatnya dirumah. Sekali lagi menahan kepahitan saat harus merasakan getaran itu dari tubuh sahabatnya, “Kau benar. Hana pasti mengerti ini adalah impianku. Dia akan mengerti bahwa aku akan menjadi hebat untuknya, atau untuk siapapun gadis yang akan kucintai dimasa depan nanti”

“Kau, sedang ada masalah, ya kan?” Tanya Jongin setelah memory itu merengsek masuk ke pikirannya.

Sehun tidak ingin berbohong karna dia tahu itu percuma. Jongin terlalu mengenalnya sehingga dia tahu pasti apa yang sedang terjadi padanya. Bahkan ketika dia memutuskan tidak memberitahu mereka tentang hubungannya dengan Yoona, Jongin adalah satu satunya orang yang dia takuti akan menyadari hubungan rahasia mereka.

“Benar”

“Mau menceritakannya? Mungkin aku bisa membantu jauh lebih baik dibanding Kris”

Sehun menggeleng. Sesakit apapun dirinya. Sehancur apapun dia, dirinya tidak akan pernah membiarkan orang lain tahu tentang hubungannya. Meskipun terkadang Sehun lelah dengan segala kerahasiaannya, dia tidak akan melakukannya. Tidak setelah dia berjanji tidak akan melakukannya.

Karna Sehun menyimpan rapat kisah cintanya dengan Yoona hanya untuk mereka berdua.

“Aku hanya butuh tenang”

Jongin memperhatikan Sehun yang kembali menatap ponselnya. Sudah banyak keanehan yang berkumpul di otaknya dan Jongin menggigiti kukunya—caranya saat dia sedang berpikir keras.

Sehun mengunci ponselnya dengan password

Sehun terkadang suka pergi tengah malam dan pulang menjelang pagi.

Sehun adalah membernya yang paling sering membuka ponselnya.

Sehun suka tersenyum saat menatap ponselnya.

Sehun punya kotak yang dia sembunyikan di balik tumpukan bajunya.

Sehun tidak memperbolehkan membernya membuka dompetnya.

Sehun terkadang membawa kue atau makanan kecil saat pulang dini hari.

Sehun selalu mengelak jika ada yang membahas tentang wanita idamannya.

Sehun panic saat Jongin memergokinya di toilet saat menelpon ‘ibunya’ kemarin.

Sehun sering memiliki barang barang yang Jongin—teman sekamarnya—bingung dimana dia mendapatkannya.

Jongin mengumpulkannya semuanya dari hari pertama mereka debut. Keanehan keanehan yang dia rasakan namun tak pernah dia ungkapkan. Tiba tiba Jongin merasa bodoh sekali karna bersikap tidak peduli dengan keanehan yang sudah disadarinya sejak lama.

Dan baru sekarang Jongin sadar bahwa sepertinya sudah ada yang menggantikan Nami di hati Sehun.

//

Sudah pukul 9 malam dan asrama milik kesembilan wanita cantik itu tampak ribut dengan teriakan yang memekakan telinga. Lantai apartemen mereka dipenuhi oleh koper warna warni berukuran kecil dan delapan membernya bolak balik membanting pintu kamar mereka sambil berteriak atau menenteng sesuatu.

Hanya maknae yang duduk manis dan menonton serial keroronya dengan tenang dan memutar matanya bosan jikalau ada membernya yang berteriak atau mengomel satu sama lain. Mereka terlalu asik menonton kaset X-Men : Days of the future past yang Sunny bawa sampai tepat 15 menit yang lalu, Yoona yang baru dating berteriak kaget melihat delapan member sedang duduk dengan cemilan di tangan.

“Kenapa kalian berpakaian seperti itu?” jerit si tawa buaya milik SNSD itu

Yuri yang baru saja selesai dengan jadwalnya melirik bosan teman sekamarnya itu, “Memangnya kau piker kami memakai gaun untuk menonton film?”

“Pabo-ya, apa kalian lupa pesta Changming dimulai tengah malam nanti?”

Diam

Yoona kesal setengah mati. Suasana hatinya sedang tidak baik dan saat Kris sedang menenangkannya, dia baru sadar dia akan terlambat ke pesta yang sudah dia dan teman temannya rencanakan untuk Changmin. Dia mengemudi gila gilaan ke dorm EXO dan nyaris membuat Kris sepucat mayat saat dia menurunkannya di depan gedung. Ponselnya kehabisan batrai dan Yoona piker hanya dia yang member SNSD yang belum siap dengan tasnya. Tapi nyatanya, lihatlah, kakak dan adiknya kini menatapnya dengan wajah mencelos.

“P-pesta……Changmin?” beo Sooyoung

“Kita masih harus mengemudi 2 jam ke Ulsan eonnie!!” teriak Yoona tidak sabaran dan dalam sepersekian sekon kedepan, teriakan teriakan itu menghiasi langkah panic member SNSD.

“Jessicaaaa, dimana sepatu merah yang baru kubeli kemariiiinnn?”

“Hey bisa tidak kau tidak berlari seperti itu Choi Sooyoung!”

“Yoong, aku pinjam blus mu ya?”

“Kim Taeyeon berhenti mengacak acak lemarikuuuu!”

Bisa dibilang itu hanyalah sebagian dari teriakan yang menggema dan butuh waktu hingga jarum panjang menunjuk angka 4 sembilan wanita itu berdiri di ruang tamu mereka.

“Sudah siap?” Tanya Seohyun kalem ketika membernya menggigit bibir seraya mengingat ingat apa yang perlu dalam koper kecil mereka.

“Aku benar benar lupa dan maknae tidak mengingatkan kita sama sekali” gerutu Sooyoungg.

“Pantas tadi aku heran kenapa jadwalku selesai pukul delapan ya?” gumam Yuri dalam perjalanan menuju basement.

Ada Sembilan mobil mewah yang berjajar disana. Terlihat mencolok karna memiliki tempat parker khusus yang disediakan gedung apartemen mewah itu. Taeyeon piker akan terlalu mencolok jika mereka membawa mobil masing masing di perjalanan dan mulai membagi mobil yang akan membawa mereka ke tempat acara.

Yoona yang masih dengan suasana hati buruk hanya mengangguk saat Taeyeon menyuruhnya membawa Jessica, Yuri dan Tiffany dengan mobilnya. Yoona tidak banyak bicara dan dia sedang tidak ingin berbicara. Jadi dia membiarkan mobilnya dipenuhi celoteh tiga membernya saat dia membelah jalanan malam Seoul.

“Yoong, memang acaranya dimana sih? Sampai kita disuruh bawa baju segala?” Tanya Tiffany

Yoona hanya diam saja dan menatap jalan dihadapannya. Yuri yang berada disampingnya melihat bahwa sang pengemudi itu terlihat tidak tertarik membuka mulutnya menjawab, “Acaranya di Ulsan dan alasan kenapa diminta membawa baju karna BoA eonnie berhasil membatalkan seluruh jadwal kita untuk satu hari kedepan”

“Benarkah? Jadi kita akan bermain sampai Minggu? Menyenangkann” sorak Tiffany namun Jessica terlihat mengerutkan keningnya.

“Aku heran, apa menyewa villa tidak butuh biaya? Kenapa tidak ada yang menyuruh untuk membawa uang atau jangan jangan Yoona dengan baik hati membayarkan sewa Villanya?” tanyanya retoris

Yuri melirik Yoona yang sekali lagi hanya terdiam. Wanita itu menelan dalam dalam kegusarannya akan perilaku aneh Yoona yang tidak biasanya dan tersenyum semanis mungkin ke Jessica, “Well, katakan jika para chaebol sudah beraksi. Villa itu tidak di sewa karna Sehun dengan baik hati meminjamkan villa itu sendiri”

Ada alasan kenapa Yoona tidak menjawabnya. Alasan yang membuat harinya menjadi kacau. Alasan yang membuatnya memperhatikan ekspresi Jessica lewat kaca tengah mobil. Dan dia kembali merasakan rasa sesak itu saat melihat rona merah yang menjalar di pipi Jessica. Ada raut malu yang tergambar di wajah cantik Jessica dan mata itu berbinar senang.

“Sehun? Wah, dia benar benar baik sekali”

Nada ceria itu tidak bisa disembunyikannya dengan baik. Ketenangan itu tidak cukup sempurna untuk mengelabui Yoona. Dada wanita itu sakit sekali melihat ekspresi Jessica dan dia mencengkram kemudinya dengan kuat kuat hingga buku buku jarinya memutih.

Bagaimana jika semua yang ditakutinya menjadi kenyataan? Apakah dia sanggup melewati kenyataan menyakitkan itu?

//

Yuri melihatnya dengan jelas.

Ekspresi wanita disampingnya berubah drastis saat Jessica dan Tiffany mulai membicarakan Sehun dan apalah itu. Wajah yang sedari tadi menatap jalanan itu keras bagai batu dan tatapannya tajam seperti elang. Ada aura di sekelilingnya yang membuat Yuri memilih terdiam entah karna takut atau karna perasaannya mengatakan untuk mengunci mulutnya.

Akhir akhir ini Yuri merasa Yoona semakin aneh.

Bibir itu digigitnya saat dia diam diam memperhatikan Yoona dari sudut matanya. Terlihat jelas sekali kalau Yoona memendam sesuatu dalam dirinya yang dia sembunyikan.

Tapi apa?

Selama ini Yoona tidak pernah membohonginya. Biarpun dia memiliki masalah sepelik apapun, Yoona tidak akan sanggup untuk menyembunyikannya dari Yuri. Dia tahu semua rahasia Yoona. Dia tahu rasa sakit Yoona saat melihat ibu kandungnya yang tinggal seorang diri. Dia tahu bagaimana caranya membuat Yoona mengakui masalahnya saat wanita itu bersikeras tidak ingin memberitahunya.

Tapi Yuri tidak memahami Yoona kali ini.

Dia tidak memahami saat Yoona mati matian menahan air matanya. Dia tidak paham kenapa mulutnya terkunci rapat melihat tubuh sahabatnya bergetar karna perasaan antah berantah yang ditahannya. Dia tidak paham kenapa Yoona terlihat seperti dirinya baru saja dicekik.

Yuri membuang pandangannya ke jendela dan mengabaikan ocehan Jessica dan Tiffany. Dia ingin tidur sebentar sebelum sampai di Villa keluarga Sehun. Perjalanan masih ada sekitar satu jam lagi dan daripada dia tidak tahan melihat ekspresi terluka Yoona, dia lebih baik memilih tidur. Karna Yuri masih tidak ingin menduga kenapa Yoona memilih tidak menceritakan masalahnya pada Yuri.

Satu hal yang dia yakini adalah alasan dibalik semua perasaan di hati Yuri. Alasan yang mengatakan bahwa Oh Sehun memiliki peran penting dengan semua tingkah laku aneh Yoona.

//

Kris tidak merasakan hatinya saat iris Yoona menatapnya dalam. Wanita itu melempar senyum tipis dan bergegas ke kamar yang ditunjukan Chanyeol. Kyuhyun ingin memastikan acaranya berjalan lancer dan dia memanggil semua panitia acara untuk rapat dadakan di kamar BoA.

Mata Kris tidak bisa lepas dari punggung Yoona yang menjauh darinya. Kakinya lemas sekali setelah bertatapan dengan wanita itu dan dia berpegangan erat pada tangga agar tidak jatuh. Perkataan Yoona tadi sore masih terngiang di kepalanya.

Itu adalah hari pertama Kris menginjakan kakinya di gedung SM Entartainment. Selama ini dia selalu terbiasa dengan dekorasi SM Academy yang menjadi rumahnya selama 4 tahun dan ini adalah pertama kalinya dia merasakan sejuknya udara tempat para bintang besar itu berlatih setiap harinya.

Kris baru saja menandatangani kontraknya dengan SM Entartainment yang berjanji akan membesarkan namanya. Dan dia sedang menikmati lorong panjang dengan ruangan ruangan berpintu putih bening di kanan kirinya. Ibunya sudah kembali ke hotel karna Kris berkata dia masih ada latihan.

Langkahnya terhenti di pintu yang dengan standing poster Sembilan wanita cantik disisi pintunya. Kris tersenyum manis. Sebentar lagi dia akan menjadi bagian dari agensi besar itu dan sebentar lagi dia akan bergabung dengan kegilaan dunia entertainment.

Kris membuka pintu ruang latihan Girls Generation yang posternya di pajang besar besar di banyak dinding SM Academy. Dia tidak kenal mereka semua kecuali Jessica yang merupakan temannya saat dia menetap di California saat kecil. Jessica sulit untuk ditemui tapi bukan artinya pertemanan mereka putus begitu saja. Lewat Jessica, Kris belajar banyak dan lewat Jessica juga Kris mendengar tentang keseharian member SNSD. Dan Baekhyun si fanboy selalu bercerita tentang SNSD setiap kali mereka latihan.

Ada satu member SNSD yang menarik perhatiannya. Bukan karna wajah cantiknya tapi karna pribadinya yang supel. Member yang saat ini sedang menatapnya dengan bingung.

“Agghassi, nuguseyo?” wanita itu membuka mulutnya dan Kris hanya bisa terdiam merasakan jantungnya yang berdetak dengan konyol.

Wanita itu terlihat tidak takut melihat ada orang asing yang masuk kedalam ruang latihannya saat dia sedang menari dan dia justru terlihat heran melihat pria tinggi itu, “Emm, excuse me?”

Ah wanita itu lebih cantik dibandingkan fotonya. Im Yoona benar benar seperti dewi hingga membuat Kris tidak bisa membuka mulutnya

“Ah, annyeonghaseyo, Yoona sunbaenim” Yoona tidak heran saat ada yang mengetahui namanya. Oh ayolah, apa ada orang di gedung ini yang tidak mengetahui namanya? Yang dia herankan hanyalah kenapa pria dengan wajah asing itu memanggilnya senior?

“Yoona sunbaenim, naneun Wu Yi Fan imnida. Aku akan didebutkan tahun depan”

Yoona menggigit bibir bawahnya dan melihat Kris dari ujung kaki sampai rambut. Dia bilang akan di debutkan? Yoona tidak heran karna penampilan pria itu memang terlihat seperti artis. DIa tersenyum, “Ahh, kau pasti salah satu member EXO, iya kan? Aku mendengar beritanya” Yoona maju hingga ke depan Kris, dia mengulurkan tangannya, “Selamat bergabung dalam keluarga kami, Wu Yi Fan”

Dan dalam bayang iris caramel itu lah Kris menemukan hatinya yang telah lama hilang.

Tadi sore, Yoona mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada laki laki yang ditemuinya saat dia sedang latihan. Itu artinya, pria yang disukai Yoona berasal dari agensi mereka.

Dan dirinya bertemu dengan Yoona saat wanita itu latihan.

Bisakah kalian bayangkan bagaimana perasaan Kris saat ini? Yoona mengatakannya dengan raut wajah malu dan pipinya yang bersemu. Tatapan dalam yang selalu disukai Kris menambah lengkap gesture sempurna wanita itu.

Kris tidak memikirkan kemungkinan lain. Tadi dia bertanya pada Jessica saat lewat pesan tentang ini dan kata Jessica, Yoona tidak pernah mengatakan kalau dia menyukai pria yang ditemuinya di ruang latihan.

Itu artinya masih rahasia. Yoona tidak menceritakan laki laki ini pada membernya.

Dan dengan semua curhatan hati Yoona yang mengatakan dia lelah harus terus bermain hide and seek dengan perasaannya, bisakah Kris menganggap bahwa pria itu adalah dirinya?

//

Kembali, wanita itu mengabaikannya.

Yoona berpura pura sibuk dengan susunan acaranya dan tampak tidak mempedulikan Sehun yang memandangnya diam diam dari balik bulu matanya.

Tidak ada yang tahu betapa terkejutnya Sehun saat kekasihnya itu menolak duduk di sampingnya dan yang lebih parah bersikap seperti Sehun tidak ada di ruangan itu. Betapa Sehun kebingungan saat dia menolak menatap mata Sehun.

Seharian ini Yoona mengabaikannya. Dia tidak membalas pesannya atau mengangkat panggilannya dan hanya mengirim pesan singkat yang mengatakan ada banyak orang disekelilingnya. Hal yang dengan mudah Sehun pahami dengan ‘Jangan ganggu aku’

Bukan. Yoona sengaja menjauhinya.

“Sebentar lagi Changmin akan datang dan jangan lupa dengan telur, tepung dan catnya, arraseo?” seru Kyuhyun.

“Sehun, kue nya sudah siap?” Tanya Yuri

Sehun mengangguk dan menghela nafas berat. Dia meminjamkan Villa keluarganya untuk pesta yang membuat halaman depan villa itu dipenuhi dengan mobil mobil mewah dan seluruh artis yang bernaung di bawah SM Entartainment berada di seluruh penjuru Villa mewah itu.

“Sehun-ah, kau gantikan aku MC-ing okay?” pinta Jonghyun.

“Lho? Bukannya kau dengan Yoona eonnie?” tanya Sulli melirik Yoona yang berada tak jauh darinya. Jonghyun menghela nafas dan menatap memohon pada Sehun.

“Memang, tapi rasanya perutku membuat angin topan” rintihnya

Sehun melepaskan tawanya melihat ekspresi Jonghyun yang terlihat seperti dipaksa meminum susu basi. Pria itu tentu saja tidak akan menolaknya. Dia tahu betul kalau Jonghyun harusnya MC dengan Yoona. Dan jika dia menggantikan Jonghyun, itu artinya, dia akan punya alasan untuk dekat dengan Yoona selama pesta berlangsung.

“Terserah kau sajalah hyung” jawab Sehun akhirnya. Dia melirik Yoona yang tampak serius membicarakan sesuatu dengan Taemin. Atau lebih tepatnya, tampak berpura pura serius.

“Yoona, bagaimana? Kau tidak apa kan melakukannya dengan Sehun?”

Yoona menoleh, menatap Eunhyuk datar. Sehun memperhatikan ekspresi wanita itu yang tampak keras dan tidak peduli. Seolah tidak ada rasa apapun yang tercipta di hatinya saat tahu dirinya akan memiliki banyak waktu untuk berduaan dengan Sehun. Tatapannya tampak kosong dan tidak menunjukan ekspresi apapun. Kembali membuat Sehun takut melihat Yoona yang tampak tidak biasa.

“Baiklah”

Saat Sehun membuang pandangannya. Saat Sehun berusaha menyembunyikan rasa bingungnya. Saat Sehun berusaha tidak terganggu dengan sikap Yoona. Pada saat itulah Kwon Yuri memperhatikannya.

///

kembali lagi bersama saya hahaha. aressa

pertama, saya mau minta maaf karna ini cerita baru dilanjutin lagi. bukannya saya ga bertanggug jawab(?) tapi beneran deh, buat ngurus diri sendiri aja gada waktu :’).

kedua, saya mau izin hiatus :’) untuk waktu yang tidak ditentukan hehehe. kalian tahulah bagaimana sma itu hehehe jadi ya sudahlah gaperlu dijelasin juga kan kenapa sampe hiatus segala wkwk. bahkan sampe sibuknya, saya gajadi nonton tlp🙂 dan ajaibnya sama sekali ga galau. ajib kan kwkwkw tiketnya udah mau dibeli padahal tapi gajadi…dan saya ga nyesel selama itu demi sekolah saya🙂

ktiga, ini saya gatau ceritanya mau dibawa kemana. sebenernya udah diketik sampe kira kira 2 chapter ke depan tapi saya stuck mau lanjutinnya gimana. setiap kali mau nulis yang keluar malah ide presentasi hiks. jdi saya gak tau ini cerita endingnya gimana atau kapan. tapi bakal saya lanjutin kok😉 tenang, ga bakal di putus begitu aja. I’m not that kind of author keles wkwk. maap juga kalo ini tambah tijel ye wkwk

so, say goodbye and leave your comments below🙂.

xoxo, aressa.

92 thoughts on “Hidden Scene [7]

  1. makin berasa takut yoonhun putus 😭😭
    makin dapat feel sehun yang sifatnya masih labil dan jessica yang caper nya kbagetan.. huh disini kris juga salah paham juga dia ngira yoonaa suka dia hededehhh.. lanjutlahh..

  2. Kris, tabahkanlah dirimu nak. Argh..bingung penasaran dll. Complicated. Moga moga aja Yuri ama Kai bener bener tahu soal hubungan Yoonhun. Tapi masih bingung juga kenapa Sehun harus nyembuiin itu. Daebak thor!!!

  3. Yuri jongin udah curiga tuuuuh.
    Jessica makin genit deh. Agak sebel ssih sama karakternya itu lloh
    Kris jga kok maksa bgt si…

    Suka bgt ma ff ni. Berharap authornya gk sibuk n lanjut lg nulis ff

  4. yuri sm jongin udh pada curiga sm sehun yoona,
    knp jessica sm kris msh pada pede banget kalo sehun yoona itu suka sm jessica kris, pdhl sehun yoona udh jelas gitu kalo ada apa2,

  5. Duh, kayanya si Yuri udah mulai curiga sama YoonHun. Berharap aja hubungannya YoonHun bakalan baik-baik aja kedepannya. Eh tapi motivasinya Sehun nyembunyiin Yoona apasih? Biar ga kaya nasibnya sama Nami? Aku sih cuma berharap yang terbaik buat mereka

  6. duh yoonhun makin rumit aja hubungannya…
    wahh.. yuri eonnie sama kamjong oppa idah mulai curiga nih, ngakak bayangin member snsd pas mau berangkat kepesta changmin oppa keke….

  7. Apa mungkin yoona sudah lelah dgn hubungannya sama sehun? Sehingga dia menghindari sehun
    Atau dia merasa marah pada dirinya sendiri karena tdk bisa seperti orang lain yang bisa berpacaran secara bebas, meski tertutup media.

  8. Jinjja udah lama gak mampir kesini.. pas mampir langsung nyari ff kesayangan akuuuu >< walau awalnya lupa tapi ahirnya inget juga udah baca sampe mana.. daebak. Makin seru aje. Tapi berharap ya yoonhun ga pisah.. hehe

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s