FACE OFF [1]

faceoff

title : FACE OFF

author : FN

main cast : Park Chanyeol, Im Yoona, Mun Joo Won

other cast : Lay, Baekhyun, Seohyun, Sehun and others

genre : action, family, marriage life, little romance, hurt and others

length : chapter

rating : PG 15

poster : Vanilla Milk @HSG

desclaimer : di cerita ini author terinspirasi dari 3 film barat dan 1 drama korea. judul filmya Face Off, Enemy Of The States dan Taken (1 & 2). buat dramanya dari drama Korea judulnya Ghost (drakor favorit author, yang castnya Soo Ji Sub <= salah satu aktor fav author ini xD).

author’s note : di cerita ini mungkin cukup jauh dari kata romance antara main cast tapi romancenya tetep ada dan mungkin agak sedikit lebih fokus ke main cast namjanya. mianhe jika ada typo dan kesalahan teknis lainnya🙂

—-

Between Cracker and Local Detective

—-

DOR!

DOR!

Brruuk

Laki-laki itu menyeret tubuhnya berusaha menggapai anak kecil yang terkapar didepannya. Dia kesakitan, sebuah peluru bersarang di punggungnya tapi dia tak peduli yang dia pedulikan hanya anaknya—anak bungsunya

“Lio, Lio” panggilnya berulang-ulang, dia memutar tubuh mungil itu dan ada darah mengalir di pelipisnya

“Lio! Lionel Park!” teriaknya berulang-ulang dan memeluk tubuh kecil tak bernyawa itu.

3 years later….

“kau mau kemana?” tanya seorang wanita yang tengah sibuk membuat sarapan

“aku ada pekerjaan hari ini, aku harus menyelesaikan kasus tentang—”

“seorang cracker, pembunuh brutal sekaligus seorang bandar narkoba  yang selama ini kau kejar-kejar tapi kau belum berhasil meringkusnya” potong wanita itu mendesah

Lelaki itu tersenyum meletakkan tas dan jasnya yang hampir saja dia akan langsung berangkat tanpa memakan sarapan yang tengah dibuatkan oleh istrinya itu. dia berjalan mendekatinya istrinya dan memberikan sebuah ‘back hug’ yang tak direspon sama sekali

“ayolah, sayang” kata lelaki itu tetap memeluk istrinya

“lepas, aku sedang memasak untuk sarapanku dan Seohyun” jawab wanita cantik itu berusaha melepaskan tangan panjang suaminya yang melingkar bebas di pinggangnya

“hanya untuk kau dan Seohyun? Lalu bagaimana denganku?”

“bukankah kau akan berangkat? Sudah sana cepat pergi, sebelum berkas-berkasmu itu dibakar oleh office boy yang sedang membersihkan ruang kerjamu di kantor tercintamu itu!”, laki-laki itu tertawa mendengar jawaban istrinya

“ingin tetap bermesraan disana?” tanya sebuah suara yang membuat lelaki itu melepaskan pelukannya dan menatap anak gadisnya tengah duduk manis menopang dagunya, memainkan bibirnya dan menatap kedua orangtuanya

“appa lebih baik cepat bekerja, bukankah tadi Kris ajhussi menelponmu dan menyuruhmu untuk bergegas berangkat?” tanya anak wanitanya—Seohyun

Laki-laki itu mendekat, duduk didekat anak perempuannya dan mengelus puncak kepala anak satu-satunya ini sambil tersenyum, “kau pikir appa akan melewatkan sarapan bersama kalian?” tanyanya tersenyum

“bukankah setiap hari memang seperti itu?” sahut istrinya yang sedang memindahkan telur dadar ke piring bulat didepannya, “ayolah Yoong, aku benar-benar akan sarapan dirumah”

Istrinya—Yoona hanya mengangkat bahunya tak tahu, “kapan appa terakhir sarapan bersama kami?” tanya Seohyun memainkan sendoknya

Laki-laki itu—Chanyeol terdiam berpikir, kapan aku terakhir sarapan bersama mereka?. Dia lupa, dia tak ingat sama sekali. Istrinya dan anaknya yang mengetahui Chanyeol terdiam hanya mendesah kecewa

“sejak kematian Lio” jawab Yoona

Chanyeol mendongak menatap keluarga tercintanya ini. kenapa dia harus benar-benar lupa? Kenapa dia lama sekali tak pernah sarapan dirumah? Kematian Lio atau Lionel Park itu sudah sejak 3 tahun yang lalu, alasan lain dia sibuk mengurusi namja bernama Mun Joo Won yang cepat sekali menghindar dari kejaran kepala detektive polisi sepertinya. Kenapa dia harus benar-benar menyibukkan diri mengejar berandalan bernama Mun Joo Won itu? padahal bisa saja dia memberikan tugas ini kepada bawahannya—alasan—ada alasan kenapa dia bersusah payah mengejar lelaki itu. lelaki itu adalah lelaki yang menembak anak lelakinya—Lio dan keluarganya tak ada yang tahu soal itu

Tek

Yoona meletakkan dua buah piring untuk sarapan, Seohyun langsung mengambil salah satunya dan memakannya dengan tempo pelan sambil melirik appanya yang mengusap-usap kepalanya

“mianhe” lirih Chanyeol

Seohyun dan Yoona tak ada yang merespon tetap berkutat dengan sarapan mereka. Sudah 3 tahun semenjak kematian Lio, Chanyeol tak pernah sekalipun sarapan dirumah, dia selalu berangkat pagi dan menyisakan Yoona dan Seohyun yang sarapan berdua. dulu ketika Lio masih bersama mereka, Chanyeol selalu sarapan dirumah tapi sekarang berbeda. Yoona dan Seohyun tahu jika Chanyeol benar-benar sangat menyayangi Lio

“eomma, aku pergi dulu—dan juga appa” kata Seohyun menarik tas ranselnya dan berjalan pergi

Tak ada percakapan, Yoona masih sibuk dengan sarapannya, sedang sarapan Chanyeol tak tersentuh sedikitpun, “kau tak ingin sarapan?” tanya Yoona lembut, Chanyeol menatap istrinya dan tangannya tergerak mengelus kepalanya lembut

“mianhe, tak seharusnya aku membuat keadaan keluarga kita menjadi seperti ini” jawab Chanyeol

Tangan Yoona meraih tangan Chanyeol yang tengah mengelus wajahnya lembut, “gwenchana, aku tahu kau berusaha melindungi keluarga kita” kata Yoona tersenyum

“dan kenapa Seohyun sangat dingin seperti tadi?”

Yoona menarik nafasnya pelan, “kau tak ingat dengan acara seminggu yang lalu?”

Chanyeol menatap Yoona bingung, sepertinya seminggu yang lalu dia tak ada acara, dia hanya di kantor dan sibuk dengan berkas-berkasnya, “kau lupa jika anak kita seorang pianis yang hebat?”

Oh! Ternyata! Chanyeol ingat! Perlombaan Pianis antar sekolah di Seoul, Chanyeol benar-benar melupakan tentang acara itu, acara Seohyun bertepatan dengan pengintrogasian anak buah dari Mun Joo Won

“dia mendapatkan juara pertama mewakili sekolahnya, dan sebuah kursi tepat disampingku kosong. aku pikir ketika dia pertama kali bermain, dia tak memperhatikan kursi khusus untuk appanya tapi ketika pengumuman juara disebutkan tak ada raut bahagia diwajahnya. 3 hari yang lalu kau tak pulang bukan? dia mengunci dirinya dikamar dan dia beranggapan bahwa kau lebih mencintai Lio dibandingkan dengannya. Aku berusaha membujuknya agar dia keluar tapi dia tak mau keluar”

Chanyeol menarik nafasnya dalam, dia menyadari kesalahannya. Dia ingat anaknya telah mengatakan padanya bahwa dia harus benar-benar datang ke acara itu dan buktinya dia tak datang. Dia sibuk dengan Mun Joo Won

“sekarang selesaikan sarapanmu dan berangkatlah bekerja masalah dengan Seohyun bisa kau selesaikan nanti ketika kau memiliki waktu berdua dengannya” kata Yoona tersenyum dan membereskan meja makannya.

Chanyeol pov

Berulang kali aku memutar-mutar kursiku, Joo Won benar-benar berandalan kelas kakap, berulang kali aku menangkapnya tetapi selalu ada tuntutan tak bersalah dan kurangnya bukti yang kuat untuk menjebloskannya di penjara

“Chanyeol-ssi” kata Lay yang tiba-tiba masuk kedalam ruanganku tanpa mengetuk

“mianhe, aku tak mengetuk pintumu tadi, setelah aku mencoba crack piranti miik Joo Won, aku menemukan sesuatu” jelasnya dan memberikan tabnya padaku

Aku membacanya seksama, “dan itu hari ini, nanti sore pukul 04.00” imbuhnya

“cepat siapkan pasukan dan helikopter, kita kepung mereka” kataku memberi perintah, Lay mengangguk dan langsung pergi. Kali ini kau tak akan bisa lari kemana-mana, Mun Joo Won.

3 hours later

“bagaimana persiapan sudah siap?” tanyaku memastikan, “sudah”

Aku langsung mengambil tempat tersembunyiku bersama bawahanku yang lainnya. Beberapa saat kemudian aku melihat lelaki berperawakan tinggi itu bersama degan seorang wanita yang terasa sangat familiar dimataku tengah berjalan gontai sambil masuk kedalam sebuah mobil sedan

DOR!

Klak

“kalian pikir aku bodoh? Kabur dengan tangan kosong” kata Joo Won tersenyum sinis

Sialan! Dia menembak salah satu bawahanku dan aku tentu tak bisa menembaknya, didepan tubuhnya ada nyawa orang tak berdosa yang tetap tergenggam menjadi sebuah taruhan antara detektif, agen polisi dan berandalan itu

“kalian mendekat maka nyawa yang menurut kalian berharga ini akan melayang seperti kapas tertiup angin”

Terpaksa aku menahan tembakan mereka, jika sampai wanita itu tersentuh sedikitpun maka aku akan benar-benar membunuhnya dengan tanganku sendiri. Dia masuk kedalam mobil itu dengan seorang sandera

“apa yang harus kita lakukan?” tanya Minhyuk

“aku awasi bagian bawah” jawabku dan dia mengangguk mengerti.

“kau awasi dari atas!” teriakku pada Minhyuk, dia mengangguk dan bergegas masuk ke helikopter yang memang sudah disediakan itu sedangkan aku menaiki mobil jeep bersama yang lainnya untuk mengejar mobil yang dijalankan secara unggal-unggalan itu.

“putar balik, kita menghentikannya dari depan!!” perintahku merubah rencana

“mwo?! Jangan gila Chanyeol!” sergah Lay tak percaya dengan kata-kataku, “hanya itu satu-satunya cara!” jawabku, “cepat putar balik, kita hadang dia dari depan”

Mobil yang aku tumpangi berputar dan sekarang seperti maut sedang berada tepat didepan mata kami. mobil itu melaju kencang, jika aku didepan mereka, mungkin saja dia akan berhenti. “Chanyeol! Kau benar-benar sudah gila! Jalanan ini sangat ramai! Kau bisa membahayakan mereka!” teriak Lay tak percaya

“aku gila karena dia merenggut Lio dariku!” jawabku ketus

Aku terus menatap mobil yang terus berjalan cepat kearahku dan kap mobil bagian atas itu terbuka dan—oh! Itu Sooyoung! Sialan! Dia berada didalam mobil itu bersama berandalan itu

Ckkittt…sreettt

“sialan! Mereka menahan Sooyoung!” seruku

Sekarang posisi mobilku berganti mengejar mobil itu tapi—DOR!. Joo Won menembak Sooyoung tepat dikepalanya dan kemudian melempar tubuhnya dari dalam mobil yang sedang melaju itu

Jeepku langsung berhenti dan mengecek Sooyoung yang sudah tak bernyawa, aku langsung menarik Minhyuk keluar dan menyerobot masuk kedalam helikopter yang mendarat rendah

“Chanyeol!” teriak Lay yang tak aku hiraukan sama sekali. Amarahku benar-benar muncul sekarang, seringai tentang kematian Lio sangat tergambar jelas dikepalaku.

Author pov

“eomma” panggil Seohyun bosan, Yoona mendekat dan tersenyum, “waeyo?”

“apa eomma benar-benar akan pergi?” tanyanya, Yoona mengangguk, “hanya seminggu tak lebih, sayang” jawab Yoona mengelus puncak rambut anaknya, “dan eomma akan meninggalkanku bersama appa? Kau jahat sekali eomma” runtuknya, “jika begitu ajaklah Yonghwa kemari atau ajaklah Hyoyeon kemari untuk menemanimu” jawab Yoona

“eh? Bolehkah aku mengajak Yonghwa oppa kemari?” tanya Seohyun berbinar, Yoona mengangguk, “tapi jangan lakukan hal yang tidak-tidak, arra?”

Senyuman Seohyun langsung merekah mendengar eommanya mengizinkannya membawa teman menginap dirumahnya, apalagi Yongwa yang berstatus sebagai kekasihnya ini. “of course, eomma” jawab Seohyun tersenyum.

Kembali esoknya Chanyeol tak pulang, setelah melihat Seohyun berangkat sekolah Yoona langsung mengemasi barangnya, dia tak berniat menghubungi Chanyeol, dia hanya berniat menulis pesan padanya dan diletakkan dimejanya berharap jika Chanyeol membacanya (itupun jika Chanyeol pulang hari ini–atau mungkin hari selanjutnya)

Tititttiiittt

“ne, yeoboseyo?” tanya Yoona

“dok, kami sudah berada didepan rumahmu”

“arrasheo, aku akan keluar sekarang” jawab Yoona mematikan ponselnya

Ingin cepat beranjak tapi ekor matanya melirik kearah pigura foto yang berisi sebuah keluarga. Yoona tersenyum melihatnya, itu masih ada Lio disana. Lio anak bungsunya mati karena tertembak oleh seseorang tak dikenal

“dok?” panggil seseorang dari luar, Yoona mengusap matanya yang sedikit berair dan meletakkan lagi frame itu, ‘aku harap seminggu ini kau banyak istirahat’ batin Yoona tersenyum miris dan menggeret kopernya pergi.

—-

Mun Joo Won terdiam menatap hamparan pantai yang terbentang luas didepannya, lengannya terluka karena tusukan yang dilakukan oleh sooyoung. Pemandangan yang selama ini belum pernah dia rasakan lagi, terakhir kali dia berada disini ketika umurnya 10 tahun dan itupun sudah sekitar 15 tahun yang lalu. Mun Joo Won atau Joo Won, dia diam menatap hamparan laut didepannya ini, pikirannya kembali selama 3 tahun ini, dia selalu dikejar-kejar oleh polisi-polisi itu tapi beruntungnya saat ini Joo Won jauh lebih cerdas daripada detektif tiang tanpa otot itu

Sembari memasukkan kedua tangannya ke sakunya matanya teralih pada sosok wanita yang berdiri juga dibibir pantai, sama sepertinya. Joo Won tak terlalu bisa melihat wajahnya sebab rambut ikal cokelat itu mengahalangi kaca pandanganya

Seperti sebuah takdir angin bertiup kencang dan membuat rambut gadis itu menyibak kebelakang ditambah gadis itu mendongak menatap hamparan laut sama sepertinya sambil melipat kedua tangannya

‘yeppo’.

Joo Won pov

‘yeppo’

Dia benar-benar sangat cantik, dengan baju putih serta jaket tipis yang melekat ditubuhnya ditambah celana jeans itu membuatnya tampak menarik. Sederhana tapi you are so amazing, girl!

Ayolah siapa yang tak tertarik dengan gadis itu sekarang jika posisinya seperti itu? benar-benar diluar dugaanku. Siapa namanya? Apa dia tinggal disini? Dimana rumahnya?

Pertanyaan-pertanyaan bodoh itu menerobos masuk dan membuatku tersenyum—tapi ketika aku menoleh lagi untuk mencari gadis itu—dia sudah menghilang—sialan—jika saja aku lebih cepat, aku tak akan kehilangannya sekarang. Celingukan mencari pun percuma, disini hanya ada aku sekarang

Masa bodoh, mungkin aku akan bertemu dengannya lagi tapi nanti.

Aku berjalan meninggalkan pantai itu. kenapa aku bisa bergerak bebas seperti sekarang padahal para detektif, FBI dan segala macam agensi (bodoh) negara ini sedang mengejarku? Tentu saja ada satu alasannya, identitasku diluar masyarakat masih sangatlah rahasia, tak ada yang tahu tentang kejahatanku

Bodoh bukan? jika mereka mengumumkannya pada masyarakat itu akan lebih memudahkan pencarianku tapi mereka takut jika aku menyakiti orang lagi ingat satu hal aku tak akan pernah menyakiti orang lain

“tuan, kita harus kembali ke hotel, hari sudah beranjak malam”

Aku menoleh mendapati Kang ajhussi mendekat kearahku sambil membawa jaketku, aku langsung memakainya dan berjalan pergi. Hey, aku seorang cracker yang tengah dicari oleh agensi kepolisian itu tapi disini tak ada yang tahu tentang hal itu.

“tuan, malam ini akan ada perjamuan di hotel dan tuan di undang menjadi salah satu tamu kehormatan”

“mwo? Tamu kehormatan?” tanyaku aneh

“benar, tuan, semua tamu kamar VIP diundang sebagai tamu kehormatan disini, saya sudah menyuruh Baekhyun untuk menyiapkan pakaian yang akan tuan gunakan nanti” jawabnya

“lalu kemana Baekhyun?” tanyaku, “dia sedang berada dikamarnya tuan” jawab Kang ajhussi, “pastikan nanti malam dia ikut bersamaku, aku tak mau sendirian” kataku melenggang pergi

perjamuan? Tamu kehormatan? Ah… lucky bukan? sebenarnya tanpa aku menjadi seorang cracker pun aku juga sudah kaya. Aku anak tunggal sekarang jadi semua harta kedua orangtuaku pasti menjadi milikku tapi tak ada yang lebih menyenangkan dari melanggar aturan bukan?.

08.00 KST

Aku melihat pantulanku di cermin, kau sangat menawan Joo Won, pantas saja banyak wanita yang menyukaimu. Ah! Apa gadis tadi salah satu masyarakat disini? Berharap saja aku bisa menemuinya lagi

Tok…tok…tok

Aku menata jasku sekali lagi dan keluar, sudah bisa aku pastikan itu adalah Baekhyun—dan benar, dia menunggu didepan pintu dengan wajah sopannya. Dia bawahanku yang sangat aku percaya, dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri

“hyung?” panggil Baekhyun, aku hanya mengangkat alisku dan berjalan lebih dulu.

Aula besar hotel ini sudah penuh dengan berbagai macam tamu undangan, gemerlip lampunya, suara merdu dari sang penyanyi, hiruk pikuk pegawainya, candaan semua orang-orang yang menikmati pesta itu juga sangat terdengar

“selamat malam, tuan Joo Won-ssi” sapa seorang pelayan padaku, aku mengangguk tersenyum begitupula dengna Baekhyun disampingku

“silahkan menikmati pesta perjamuan kami” terangnya, aku mengangguk singkat dan berjalan pergi

“kenapa mereka mengadakan acara ini?” bisikku pada Baekhyun

“acara ini mereka lakukan setiap tahun tepat tanggal 20 November, ini sudah menjadi tradisi ketika hotel ini dibangun sampai sekarang, menurut informasi 20 November adalah tanggal lahir pemilik serta pembangun hotel ini pertama kali” jelas Baekhyun yang terdengar samar tapi aku mengerti jelas

Aku berniat mengambil salah satu minuman yang disediakan, hanya ada satu dimeja didepanku sekarang

Sreet

“eh?” kataku ketika aku tahu ada tangan lain yang juga ingin mengambil segelas minuman itu, aku langsung mendongak ketika mendapati tangan cantiknya itu

Wow!

Dia—benar-benar menawan, cantik dan sangat natural

“ah… mianhamnida tuan” kata gadis itu melepas tangannya, “mwo?” tanyaku linglung, gadis itu menatapku aneh, “eh…mianhe, ini untukmu saja” kataku memberikan gelas yang aku pegang sedari tadi, “aniyo, tuan, aku bisa meminta pelayan untuk mengambilnya untukku” tolaknya tersenyum

Seorang wanita mengalah demi aku? It’s not my style. Aku bukan rendahan yang harus menerima hal seperti ini. i’m manly

“aniyo, aku tak ingin wanita mengalah” kataku menolak dan memberikannya

Sepertinya aku tak asing dengan wanita ini, rambut ikal cokelatnya, wajah putihnya

“dokter!” wanita didepanku ini menoleh—astaga! Dia wanita di pantai tadi! Dan sekarang aku benar-benar bertemu dengannya secara langsung

“tuan? Gwenchana?” tanyanya yang membuyarkan lamunanku lagi, aku menggelengkan kepalaku pelan, “boleh aku tahu namamu?” tanyaku hati-hati, wanita didepanku ini langsung tersenyum merekah

“Im Yoona imnida” katanya mengulurkan tangannya.

Chanyeol pov

Sialan! Dia berhasil kabur dan sekarang aku belum bisa menemukan keberadaannya dan dia membunuh Sooyoung. Apa yang harus aku lakukan lagi? Setelah dia membunuh Lio, masuk kedalam pusat informasi rahasia Korea Selatan, menghack seluruh akun nasional dan sekarang dia berhasil kabur lagi. Ingin aku memberi tahu informasi ini pada semua masyarakat tapi aku tahu konsekuensinya, jika aku membeberkan tentang Mun Joo Won maka seluruh Korea Selatan akan dihancurkan dengan mudahnya olehnya

“mau sampai kapan kau akan memikirkan tentang Joo Won?”

Aku langsung mendongak dan mendapati Lay tengah berdiri melipat tangannya menatapku jengah. Aku mendengus kesal mendengar perkataannya, tentu saja jawaban itu sudah pasti bukan? aku akan tetap mengejar Joo Won hingga aku berhasil memasukkannya kedalam penjara ditengah lautan yang jauh dari Korea

“aku belum menemukan keberadaan Joo Won lagi, terakhir bertemu dengannya adalah 5 hari yang lalu saat kita mengejarnya. Dia seorang cracker handal butuh waktu untukku agar bisa memecahkan semua kode rumit yang dengan sengaja dia buat. Jika aku tak hati-hati maka bisa saja komputer disini meledak dan—BOM! Semua data hilang tanpa bekas”

“aku harus benar-benar menangkapnya sebelum dia berbuat lebih jauh lagi” kataku

“kau tak pulang? Kau sudah 5 hari tak pulang, tadi aku melihat Seohyun bersama seorang namja berjalan kearah taman”

Mataku langsung menajam ketika aku mendengar satu-satunya anakku sekarang disebut oleh lelaki didepanku ini. seohyun? Namja? Nugu?!

“pulanglah, Chanyeol, kau butuh istirahat dau butuh bertemu dengan keluargamu. Kau tak harus menghabiskan hidupmu disini suatu saat nanti kau juga akan memasuki usia tua dan kau akan pensiun”

Aku menghela nafasku pelan, Lay benar, aku butuh waktu untuk berkumpul bersama keluarga kecilku. Aku terlalu egois sekarang bahkan 5 hari ini aku tak menyempatkan diri untuk melihat keadaan rumahku sendiri

“aku akan pulang sekarang” kataku akhirnya, aku melihat wajah Lay tersenyum dan kemudian meninggalkanku sendiri di ruanganku

‘bagaimana keadaan Yoona dan Seohyun?’.

Author pov

Seohyun, Yonghwa, Hyoyeon dan Suho tengah bercanda di ruang keluarga milik Seohyun. Sesekali mereka terbahak ketika mendengar cerita Hyoyeon yang benar-benar lucu. Hari ini Hyoyeon akan menginap dirumah Seohyun sedangkan Yonghwa dan Suho hanya sekedar menemani hingga malam nanti

Cklek

Keempat anak tadi tak ada yang tahu jika seseorang tengah masuk kedalam rumah, mereka asyik dengan perbincangan mereka

“Seohyun?”

Seohyun yang kala itu sedang memainkan ponselnya untuk mengirim pesan pada eommanya menoleh kaget ketika dia mendapati appanya tengah berdiri dengan pakaian rapi khas detektif dan juga bau AC mobil yang masih melekat hingga membuat Seohyun sedikit bergidik karena tak suka

Chanyeol menatap ketiga teman Seohyun bergantian dan kemudian sorotan matanya beralih pada gadis perempuannya yang sedang menatapnya dingin tanpa sepatah katapun keluar dari bibir indahnya (yang sama seperti bibir Yoona)

“lanjutkan kegiatan kalian” kata Chanyeol akhirnya dan kemudian melenggang masuk kekamar

“appamu pulang?” tanya Hyoyeon, “seperti yang kau lihat tadi” jawab Seohyun datar, “aku—”

“jangan katakan kau akan membatalkan niatmu menginap disini?” potong Seohyun tajam

“aigo, jangan jahat-jahat, Seohyun” tegur Yonghwa tersenyum melihat tatapan garang Seohyun

“appaku pulang atau tidak itu tak ada pengaruhnya sama sekali bukan?” tanya Seohyun, ketiga temannya mengangguk ragu untuk menyetujui.

Chanyeol segera merebahkan tubuhnya ke ranjang berwarna cokelat tuanya itu, melebarkan dasi hitam yang menggantung dilehernya, mengacak rambutnya pelan, menyalakan AC dan sedetik kemudian dia terlelap. Dia tak menyadari sepucuk kertas putih didekatnya dan dia tak menyadari jika salah satu hidupnya tak berada disampingnya.

Tepat pukul 12 malam Chanyeol terbangun, tubuhnya masih terbalut kemeja putihnya serta dasi hitam miring yang melingkar dilehernya. Dia mengerjapkan matanya berulang kali, kamarnya masih terang oleh lampu neon (bukan lampu tidur)

“kemana Yoona?”

Chanyeol mengusap matanya sejenak dan kemudian mengganti bajunya dengan kaos hitam dan celana training. Dia berdiri didepan ranjangnya, ‘dimana Yoona? kenapa dia tak membangunkanku untuk berganti pakaian dna tidur dengan posisi yang benar? Tubuhku terasa kaku setelah tidur seperti tadi’ batin Chanyeol

‘apa dia dikamar Lio?’ batin Chanyeol lagi dna bergegas menuju kamar yang berjarak dua kamar dari kamarnya

Ckleek

Kosong. kamar Lio kosong, tak ada seorang pun disana, keadaan kamarnya juga rapi seperti biasanya. Chanyeol masuk dan duduk ditepi ranjang kamar anak bungsunya itu. tangannya bergerak mengambil salah satu miniatur Iron Man di meja sebelah ranjangnya. Lio sangat senang ketika dia Chanyeol memberi hadiah di hari ulang tahun ke-4-nya dulu. Bahkan Lio selalu membawa kemana-mana miniatur ini

‘Yoona!’ ingat Chanyeol lagi meletakkan miniatur itu dan berjalan mengitari rumah untuk mencari Yoona, tempat akhirnya dia pergi kedapur dan menuangkan segelas air putih dan diteguknya cepat

“kemana dia? Kenapa belum pulang? Apa dokter setiap hari lembur? Beberapa hari yang lalu aku tahu dia lembur dan sekarang lagi? Dia bahkan rela meninggalkan Seohyun sendirian? Dan kenapa dia tak mengabariku?!” gumam Chanyeol kesal

Seohyun tetap terjaga sejak tadi, eommanya sudah dua hari berada di Busan karena ada sedikit pekerjaan dengan rumah sakit disana. Sahabatnya—Hyoyeon tak jadi menginap disini karena tiba-tiba tadi kedua orang tuanya menelpon dan menyuruhnya pulang karena neneknya yang dari Ilsan datang berkunjung. Dia sebenarnya tak tega dengan appanya tapi dia sangat benci jika seseorang membatalkan janji yang telah dia buat.

Masih dengan perasaan kecewa, Seohyun berjalan kedapur dan mendapati appanya tengah duduk dimeja makan dengan segelas air putih didepannya. Chanyeol yang merasakan pergerakan segera mendongak dan menatap anak sulungnya tengah melakukan hal yang sama sepertinya dan kemudian duduk bersebrangan dengannya

“apa eommamu lembur?” tanya Chanyeol memulai pembicaraan, Seohyun hanya diam menatap appanya yang menatapnya dengan tatapan lelah

“eomma tak libur, dia pergi ke Busan karena ada pekerjaan disana” jawab Seohyun yang membuat Chanyeol kaget setengah mati. Bagaimana bisa istrinya tak memberitahunya?! Itu keterlaluan bukan?!

“jangan salahkan eomma, appa meninggalkan ponsel appa dirumah” kata Seohyun yang tahu raut wajah appanya yang berubah

“tapi eommamu tentu bisa menelpon ke kantorku bukan?”

“eomma terlalu menyayangi appa jadi dia tak ingin mengganggumu tapi appa sangat menyayangi pekerjaan appa” jawab Seohyun sedikit—sinis tapi tak kentara

“mianhe—maafkan appa karena tak datang ke acara lombamu 2 minggu yang lalu” kata Chanyeol

Nafas Seohyun naik turun mendengar apa yang dikatakan appanya barusan. kekesalannya kembali merenggutnya tapi Seohyun sangat pandai mengontrolnya hingga tatapan matanya berubah menjadi lembut lagi

“gwenchana, eomma sudah datang aku sudah senang” jawab Seohyun

“Park Seohyun, appa benar-benar minta maaf, bukan maksud appa untuk lebih memilih pekerjaan appa saat itu” terang Chanyeol

“aku tahu pada akhirnya appa akan lupa tentang acara itu tapi tak apa appa, untung saja aku menyadari keberadaanmu ketika aku selesai dengan penampilanku” jawab Seohyun

“appa lapar bukan? tadi setelah pulang kerja aku lihat appa langsung tidur, ingin aku buatkan makanan?” tawar Seohyun tersenyum

Chanyeol senang melihat putri gadisnya ini kembali tersenyum lembut seperti dulu, senyumannya benar-benar mirip dengan istrinya tapi mata, alis dan hidungnya sangat mirip dengannya.

“kau tak makan?” tanya Chanyeol yang melihat Seohyun hanya duduk diam menatapnya makan

“appa, aku bisa gemuk jika malam-malam seperti ini aku makan” jawab Seohyun

Chanyeol mengangguk, “kembalilah kekamarmu, appa akan menyelesaikannya dengan cepat” kata Chanyeol yang diangguki Seohyun.

Di Busan Yoona, Taeyeon, Donghae dan Luhan. keempat dokter itu sedang sibuk dengan rapat yang sedang mereka jalani sekarang. Karena ada sedikit kasus karena ulah seorang intern yang membuat pasien penderita penyakit jantung itu meninggal. Dugaan sementara karena operasi ilegal tanpa persetujuan dari dokter yang lebih profesional yang menangani

“kapan ini akan berakhir?” tanya Luhan mulai bosan karena sejak tadi mereka beradu argumen tanpa menemukan akhir yang jelas. Yoona melirik Luhan sekilas, umur mereka sama tapi bedanya Luhan bersikap jauh lebih kekanakan daripada dengannya

“sabarlah” jawab Yoona, “sebentar lagi mungkin” lanjutnya.

Yoona pov

Memang sedikit menyebalkan disini, bagaimana tidak? Sudah hampir 4 jam kami duduk dan mereka masih saja beradu argumen tentang siapa yang benar dan siapa yang salah tanpa menemukan titik terang sedikitpun. Beberapa kali aku mendengar desahan dari seorang dokter dibelakangku yang tak aku kenal dan pertanyaan Luhan sama persis dengan apa yang aku pikirkan sekarang.

Pikiranku kembali ke Seoul, aku memikirkan Seohyun. Apa dia baik-baik saja? Apa dia memiliki teman dirumah? apa Chanyeol pulang dan menemaninya? Ataukah justru sampai saat ini Chanyeol belum pulang dan masih dikantor?

“rapat hari ini, kita akhiri sampai disini untuk kelanjutannya akan diumumkan esok pagi”

Aku dan ketiga rekanku langsung berdiri, aku bengar beberapa orang bernafas lega mendengar perkataan dari kepala dokter tadi. Aku memasukkan kedua tanganku ke saku jas putihku dengan dokter Luhan, dokter Taeyeon dan dokter Kyuhyun yang berjalan disampingku

“benar-benar melelahkan, baru saja mendarat, istirahat selama 2 jam setelah itu langsung kemari untuk rapat tapi tak menghasilkan apa-apa” runtuk dokter Kyuhyun

Aku hanya menatap mereka tersenyum, ponselku aku matikan sejak aku berangkat dan sampai sekarang belum aku nyalakan lagi. Mungkin saja Seohyun mengirimiku pesan tapi untuk Chanyeol? Aku tak berharap banyak karena ponselnya dia tinggalkan dirumah

“Yoong, gwenchana?” tanya dokter Taeyeon atau aku lebih sering memanggilnya eonni, dia lebih tua dariku satu tahun. Dia 39 tahun sedangkan aku 38 tahun. “gwenchana, aku merasa sedikit lelah sekarang” jawabku

“baiklah, Luhan, Kyuhyun oppa, aku dan Yoona bergegas kekamar dulu. Yoona sangat lelah begitupula denganku” kata Taeyeon eonni yang dijawab anggukan oleh Luhan dan Kyuhyun oppa.

Dikamar hotel aku langsung mengganti bajuku dan merebahkan tubuhku. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sering kelelahan. Entah pikiranku, tubuhku, perasaanku, batinku, semuanya terasa lelah. Apa karena Chanyeol? Ayolah Yoong, kau sudah menjalani hidup dengannya selama 14 tahun lebih dan kenapa baru sekarang kau merasakan ini?

Dulu ketika kami selesai menikah pekerjaan Chanyeol tak sebanyak sekarang, dia memang kadang tak pulang tapi tak sesering sekarang bahkan aku pikir dia jauh lebih nyaman tidur dikantornya daripada tidur dirumah

“kau sedang memikirkan apa? Cepatlah tidur daripada matamu membulat hitam karena kau kelelahan” tegur Taeyeon eonni, aku mengangguk singkat menarik selimut dan kemudian memejamkan mataku.

—-

Aku bangun terlalu pagi, Taeyeon eonni masih terlelap dan sialnya aku tak bisa memejamkan mataku lagi. Aku turun dan mengambil jaket hangatku kemudian berjalan keluar, tak terlalu pagi sebenarnya karena sudah sedikit agak terang disini tapi tetap saja ini masih jam tidur jika di Seoul.

Aku melipat tanganku agar angin dingin itu tak seenaknya masuk ketubuhku begitu saja. Nafas yang aku keluarkan terkepul layaknya aku sedang merokok, wajahku terasa membeku saat ini. ‘apa yang sedang dia lakukan disana?’ batinku menatap kearah hamparan langit yang mulai beranjak cerah

“annyeong, Yoona-ssi”

Aku langsung menoleh ketika aku mendengar seseorang memanggilku secara formal, perawakannya yang cukup tinggi dengan sedikit senyum berkembang diwajahnya. Dia—

“sendirian?”

 

TBC~

welcome di ff baruku chingu semuaa…😀

maaf rada lama ngepostnya waktu habis ngepost teasernya. ff ini bener-bener butuh review dari kalian semua, karena ini juga yang ngebuat aku buat nglanjutin ff ini apa nggak🙂

tambahan lagi. kenapa aku disini milih castnya Chanyeol sama Mun Joo Won? kalian lihat 2D1N yang Yoona jadi guestnya nggak? kalau liat kalian pasti tahu kan kaya gimana scenenya?😀 itulah yang buat author terkena syndrome JooYoon shipper *yaelah apasih ini*. itu alasan kenapa author nggak milih member EXO lain buat dijadiin lawan castnya Chanyeol tapi OCnya Insyaallah cuma Mun Joo Won aja kok😀

Siders? it’s okay, tak masalah dan itu hak kalian jika kalian menjadi seorang siders dan aku juga tak mempermasalahkannya tapi kalian pasti tahu kan tentang arti menghargai karya orang lain?🙂

Annyeong!!!

😀

nb : mianhe ada ralat sedikit tapi udah author benerin…gumawo ya semuanya🙂

47 thoughts on “FACE OFF [1]

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s