My Love, My Coffee [7]

cloverqua @ HSG

 

 

Casts : Im Yoona

           Xi Luhan

Other casts : Xi Family

                           Oh Sehun

                           Park Chorong A pink

                           Seo Hejin

Genre : Romance, marriage, Sad

Rating : PG 17

Disclaimer : Seperti biasa ,tokoh menggunakan idol kpop dan oc, Karakter tokoh Is Mine

Story by Yoonafika

Poster by Cloverqua from High school graphics

Little Note # Aku mau ingatkan lagi. Para readers setia ff ini, jika kalian ingin tau akhir cerita ini kalian bisa meninggalkan jejak di setiap Part FF ya ! tau kan maksud nya? aku nggak mau nanti jadi nya banyak comment borongan dengan embel-embel saya new readers ^^. Untuk sekedar mengingatkan mumpung baru enam part, hargai setiap karya orang lain eoh ^^ jangan jadi readers nakal!!

 

CRL And Enjoy this FF ^^

 

Happy reading

 

 

“Sehun, eodiga?” Tanya Jessica saat melihat Sehun menaiki motor ninja hitam nya.
“Aku harus ke kampus sebentar” jawab Sehun lirih, Jessica kemudian berjalan mendekati Sehun sembari mententeng kotak bekal.
“Bolehkah aku meminta tolong?” Sehun diam beberapa saat sembari menatap Jessica yang menatap nya memohon.
“Baiklah” ujar Sehun pada akhirnya membuat yeoja pirang itu berdecak girang.
Gadis itu kemudian menyodorkan kotak bekal berwarna hijau pada Sehun.
“Berikan ini pada Kris, dia masih di caffe dan tidak pulang untuk makan siang. Aku tau namja itu belum makan, jadi maukah kau pergi mengantarkan nya?” Sehun mengangguk pelan, kemudian menyalakan motor nya.
“Gomawo Sehun-ah! Hati-hati di jalan, bilang pada nya itu masakan ku” teriak Jessica, Sehun hanya berdecak kesal sembari melajukan motor nya meninggalkan perkarangan rumah luas itu. Sejujur nya ia paling malas jika di suruh, ckckck….




Yoona mendorong tubuh Kris kuat hingga namja itu terdorong beberapa meter ke belakang.
“Kenapa kau masih terus mengucapkan hal itu, aku sudah menikah dan kau juga sudah menikah, Oppa harus mengerti dan jaga sikap oppa” pekik Yoona, ia benar-benar tak percaya dengan tindakan selanjut nya dari Kris , kalau saja ia tersadar dan dengan cepat mendorong namja itu menjauh.
“Ya! dan kau menikah dengan adik ku, jika aku tak menerima perjodohan itu kau sudah menjadi istri ku Yoong!” Yoona berdecak, sebenarnya tak ada beda nya menikah dengan Luhan atau dengan Kris, tidak akan ada yang merubah hidup nya lebih baik karena Ibu mereka sama.
“Ini takdir kita Oppa, meski kau sangat sempurna. Aku tidak bisa egois memiliki kedua pria sempurna sekaligus, dan kau juga harus tau alasan ku menolak mu dulu” Yoona terdiam sejenak, mengatur nafas nya yang entah kenapa terasa sesak. Ia sebenarnya tak tega melihat tatapan sendu Kris, tapi bagaimana pun juga Kris harus tau yang sebenar nya agar tak menimbulkan masalah.
“Karena aku mencintai Luhan, dia satu-satu nya namja Yang aku cintai, dia yang selalu menemani ku dulu hingga sekarang, saat Eomma meninggalkan ku Luhan yang selalu di samping ku, menghibur ku hingga aku melupakan hal yang menyedihkan itu. Dan Luhan juga yang selalu membela ku ketika Nyonya Xi, ibu mu memaki ku atau memarahi ku. Dan kau! Kau sudah ku anggap Oppa yang menyenangkan untuk ku, kau adalah kakak ku yang selalu melindungi ku, menjahili ku, menghibur ku hingga aku tertawa. Aku merasa tidak nyaman ketika kau menyatakan cinta pada ku. Sungguh Oppa, saat itu aku sering menangis karena aku juga sangat menyukai mu sebatas Oppa yang selalu menyayangi adik kecil nya. ”
Yoona tak tau kapan ia terisak seperti ini, pikiran nya berkecamuk memikirkan kenangan-kenangan nya dulu saat mereka kecil hingga dewasa, ia tak menyangka akan mengungkit kembali hal itu. Padalah Kris selalu bersikap biasa saja, tapi kenapa tiba-tiba Kris bersikap seperti itu lagi hingga ia mengucapkan hal yang dulu pernah ia ucapkan saat menolak namja itu.
“Mianhae Yoong” gumam Kris sendu, namja itu menundukan wajah nya tak mau melihat air mata Yoona.
“Kau tidak tau bagaimana perasaan ku selama ini Yoong, aku merindukan saat-saat kita bermain dan tertawa bersama, aku cemburu setiap kali melihat kau dan Luhan bermesraan di balkon. Seharus nya aku pergi atau pindah dari rumah tapi aku tidak bisa Yoona, aku tidak bisa sehari pun tak melihat wajah mu”
Yoona tertegun, jadi selama ini namja itu memperhatikan nya dan memendam sakit hati nya. Ya tuhan kenapa ini sangat bisa menjadi rumit.
“Oppa kumohon! Kau sudah punya Sica eonnie, dia sangat mencintai mu”
“aku tidak bisa, selama kau ada di hadapan ku”
“Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dan pindah rumah agar kau melupakan ku”
Yoona hendak pergi namun Kris menahan tangan nya, namja itu menarik nafas nya dalam sebelum kembali berbicara.
“Tidak, kau tidak boleh pergi ataupun pindah. Aku berkata seperti ini karna aku merindukan mu Yoong” Yoona kemudian berbalik menatap mata sendu Kris.
“Mianhae Oppa, Mianhae aku tak bisa Membalas perasaan mu, aku mencintai Luhan”
“Nde aku tau itu, aku baik-baik saja dan maaf telah membuat mu menangis” ujar Kris lalu pergi, namun kini Yoona yang menahan lengan Kris.
“Mianhae Oppa, kumohon jalani hidup kita dengan kebahagian, jika kau merindukan ku, Oppa bisa memeluk ku, adik kecil mu” Kris tersenyum lalu berbalik untuk merengkuh Yoona ke dalam pelukan nya.
“Mianhae, aku tak bisa menjadi kakak yang baik untuk mu, aku menyayangi mu”
“Ani oppa, kau adalah kakak terbaik ku” dan detik kemudian setetes air mata jatuh di bahu Yoona, Kris menangis sembari memeluk Yoona erat. ‘Mianhae Yoong, aku akan berusaha melupakan perasaan ku pada mu. Tapi kau harus tau, selama nya aku akan mecintai mu, bukankah cinta tak harus memiliki’ batin namja itu sendu.




“Rapat hari ini cukup sampai di sini, besok kita mulai menjalankan pemasaran ke luar negeri dan peluncuran produk kopi terbaru, terimakasih!” Luhan bangkit dari duduk nya, sedikit menunduk kemudian pergi dari ruang rapat menuju ruangan nya. Pekerjaan nya baru bisa di selesaikan jam delapan malam, banyak rapat yang harus ia hadiri menjelang peluncuran produk kopi terbaru perusahaan nya, belum lagi ia harus menandatangani berkas dan data beberapa perusahaan yang memesan produk kopi nya, ia jadi semakin sibuk akhir-akhir ini.

Luhan mendudukan diri nya di kursi, ia sedikit memijat pelipis nya pelan merasakan betapa lelah dan pusing nya hari ini. Luhan kemudian mengambil ponsel nya dan mengecek beberapa pesan dari eomma nya, Appa nya dan Hey Yoona tak menghubungi nya, kemana gadis itu? Jari Luhan kemudian menekan nomor satu sebagai panggilan cepat untuk istri nya, sejenak ia hanya mendengar suara dengungan sampai pada akhirnya suara lembut yang ia rindukan terdengar.
“Sedang apa Yoong? Kenapa tak menghubungi ku? Kau sudah makan?”
“Aku baru pulang oppa”
“mwo? Kenapa malam, apa mata kuliah mu padat?”
“Ani, aku pulang kuliah jam dua siang lalu pulang nya membuat kopi di caffe Kris, Abeoji dan Kakek sudah pulang, Oppa cepat pulang”
“Eohh…nde, Oppa harus menandatangin beberapa berkas. Sedang apa sekarang?”
“Aku akan mandi”
“Tunggu aku pulang, kita mandi bersama eohh”
“Mwo! Apa yang membuat otak mu menjadi yadong eohh? mandi bersama, oppa pikir itu lucu?”
“Wae? Apa yang salah jika meminta pada istri ku”
“Aishh sudahlah, oppa cepat pulang aku akan menunggu mu”
“Baiklah, kau sudah merindukan ku rupanya, aku akan segera pulang Chagi”





Yoona menutup sambungan nya lalu kembali memfokuskan dirinya membuat kopi jenis capuchino.
Perlahan ia mulai meracik bahan-bahan yang sudah tersedia, mengolah nya menjadi minuman yang akhir-akhir ini ia menjadi menyukai nya dan semakin mahir meracik nya.
“Kau sedang apa?” Tiba-tiba tuan Im muncul, Gadis itu tersenyum melihat Appa nya.
“Aku sedang membuat kopi dan akan menujukan nya pada Tuan Xi Shi”
“Apa itu salah satu pelajaran nya?” Yoona mengangguk.
“Appa coba ini” Yoona menyodorkan segelas kopi, meminta agar namja tua itu mencoba hasil karya nya. Tuan Im dengan enggan menerima nya dan meminum sedikit cairan berwarna cokelat pekat itu.
“Hmm rasa nya lumayan, tapi kau harus bisa menyeimbangkan rasa manis dan pahit nya Yoong” komentar tuan Im, bertahun-tahun menjadi pelayan di rumah besar keluarga Xi, ia jadi tau tentang kopi.
“Aku masih belajar appa, ku rasa nanti Luhan harus mengajarkan beberapa hal tentang penyeimbangan rasa” Tuan Im mengusap lembut rambut Yoona membuat gadis itu menoleh pada nya.
“Apa kau nyaman dengan pernikahan ini?” Tanya Tuan Im , ada guratan kesedihan di wajah namja tua itu.
“Aku nyaman appa, Luhan menyayangi ku”
“Sejujur nya Appa khawatir Yoong, Nyonya belum merestui kalian meski Tuan Xi dan Tuan besar sudah merestui nya. Appa hanya mohon pada mu agar tidak bertindak seenak nya pada mereka bagaimana pun juga mereka majikan kita dan jangan membuat masalah” Yoona mengangguk lalu memeluk tubuh kurus Tuan Im
“Aku tau Appa dan aku akan menjaga sikap ku, appa jangan khawatir”
“Mianhae Yoong, kau pasti merasa tertekan”
“Ania Appa, aku baik-baik saja”
“Bila mereka menganggu mu panggil appa ya” Yoona terkekeh lalu melepaskan pelukan nya dan menatap wajah tuan Im yang sudah semakin keriput.
“Hmm… aku akan memanggil Appa dan memeluk mu Dengan erat agar mereka tak mengganggu ku” Tuan Im tersenyum lalu kembali memeluk tubuh putri satu-satu nya dengan erat.
“Baiklah lanjutkan pekerjaan mu, apa harus kembali bekerja” Yoona menangguk, kemudian Tuan Im pergi meninggalkan Yoona sendiri.
“Appa selalu saja mengkhawatirkan ku, tenang saja appa aku tak akan lemah jika mereka menindas ku lagi” lirih nya, kemudian ia kembali berkutat meracik kopi nya.
Hanya Tinggal mencampurkan vanila lalu memberi toping di atas nya, Krim putih dan manis di tambah serpihan cokelat hitam yang tak terlalu manis di atas nya, sempurna. Yoona tersenyum puas melihat kopi buatan nya. Kemudian setelah membereskan bekas nya, gadis itu segera pergi sembari membawa kopi nya, mencari Tuan Xi Shi yang mungkin saja berada di ruang keluarga.

“Yak! Im Yoona” Yoona tersentak saat seseorang memanggil nya, ia menoleh dan mendapati Chorong tengah menghampiri nya dengan senyum angkuh.
“Apa itu? Kau membuat kopi?” Ujar Chorong, gadis itu berbalik menghadang jalan nya.
“Aku ingin mencoba nya”
“Andwae!” Yoona menghindar saat Chorong akan mengambil gelas kopi nya.
“Wae? Aku hanya ingin mencoba nya, ishh kau ini pelit sekali, sini biar aku mencoba nya” Chorong meraih gelas kopi nya namun sebelum gadis itu meminum nya dengan sigap Yoona kembali meraih gelas berisi kopi itu.
“Aku akan membuatkan untuk mu nanti” ujar Yoona, ia akan beranjak pergi namun sebelum melewati Chorong, lengan nya sudah lebih dahulu di tarik kecang sehingga ia jatuh tersungkur dan mau tak mau gelas yang di pegang nya terjatuh dan pecah sehingga menjadi berantakan, sebagian mengotori baju nya.
“Apa yang kau lakukan!!” Pekik Yoona keras, gadis itu segera bangkit dan menatap Chorong tajam.
“Aku hanya ingin mencoba kopi buatan mu apa salah nya hah?” Pekik Chorong tak kalah keras dari suara Yoona.
“Sudah ku bilang aku akan membuatkan nya nanti”
“Aku ingin sekarang!!” Yoona memejamkan mata berusaha meredam emosi nya yang memuncak, gadis ini selalu saja mengganggu nya. Ia menatap nanar kopi yang sudah ia buat kini Tumpah berceceran bersama gelas yang sudah pecah.
“Kenapa kau selalu mengganggu ku HAH! Kau membuat semuanya berantakan!”
“Mwo! Siapa yang mengganggu mu? Aku hanya ingin mencoba kopi itu, Kalau saja kau tidak pelit semua nya tidak akan seperti ini”
“Yak! Ada apa ini, kenapa kalian berteriak. Aigo! kenapa ini, Hey apa yang terjadi kenapa berantakan sekali” Ny.Xi muncul di tengah-tengah mereka, gadis tua itu langsung mengarahkan tatapan tajam pada Yoona.
“Eommonim, aku hanya ingin mencoba kopi buatan nya tapi gadis itu tak memberikan nya pada ku” Chorong mulai dengan tingkah nya yang memuakan.
“Anio, ini kopi untuk kakek dan aku akan membuatkan kopi untuk nya nanti” ujar Yoona berusaha membela diri, bagaimana pun ia tak mau terlihat lemah.
“Tidak, dia bohong eommonim, Yoona mendorong ku dan membentak ku” Ny.Xi semakin menatap Yoona tajam.
“Kenapa kau selalu membuat masalah Hah? Cepat bereskan ini, bersikap tidak sopan pada nya kau pikir kau ini siapa?” Yoona tak berani menjawab, ia hanya mengepalkan tangan nya menahan emosi.
Dengan perlahan Yoona berjongkok namun sebelum ia meraih pecahan gelas, seseorang menahan tangan nya dan menarik nya sehingga ia kembali bangkit.
“Dia istri ku eomma, kenapa harus Yoona yang membersihkan nya sementara dirumah ini punya banyak pembantu” Ny.Xi menatap Luhan yang baru datang dengan tatapan tak percaya.
“Astaga! Lihatlah, kau kembali membela gadis itu dan berani membentak ibu mu Hah?”
“Demi tuhan! Kenapa eomma selalu membesar-besarkan hal spele seperti ini? dan tentu saja aku membela Yoona karena dia istri ku” Luhan terengah, ia benar-benar marah. Ia baru tiba dari kantor dan langsung mendapat pemandangan tak enak di hadapan nya saat akan pergi ke kamar nya.
“Dan kau Chorong! Berhenti mengganggu istri ku jika kau ingin aku tetap menganggap mu ada”
“Mwo? Oppa!” Sebelum mendengar jawaban dan teriakan lain, Luhan segera merangkul tubuh Yoona dan membawa nya menuju kamar mereka.
“Aigo! gadis itu bagaimana membuat kekacauan” pekik Ny. Xi , Chorong langsung menahan tubuh nya yang akan merosot jatuh.
“Tenang eommoni aku akan membalas gadis itu”
lirih Chorong sembari menatap dingin kearah punggung Luhan dan Yoona yang mulai menjauh




Luhan memapah Yoona lalu mendudukan gadis itu di atas ranjang, setelah nya ia berlutut menyamai tubuh nya dengan Yoona, masih memegangi kedua tangan nya.
“Jika kau sudah tak kuat di sini, ayo kita pindah” ujar Luhan kemudian setelah beberapa menit mereka terdiam.
“Aku akan selalu sibuk di kantor dan aku tak tau bagaimana mereka mengganggu mu jika aku tidak ada”
Yoona mendesah pelan, ia mengerti apa yang di khawatirkan Luhan, sudah cukup Appa nya yang juga mengkhawatirkan nya dan sekarang Luhan.
“Sungguh aku baik-baik saja, kau jangan mengkhawatirkan ku dan aku bisa mengatasi mereka” jawab Yoona sembari meremas tangan Luhan yang menggenggam nya pelan.
“Tapi kau bisa saja mengatasi Jessica dan Chorong, lalu bagaimana dengan eomma? Kau tidak akan bisa berkutik kecuali jika aku ada di samping mu”
Genggaman itu terlepas ketika Luhan berdiri dan beralih membuka jas nya kemudian melonggarkan dasi.
Pikiran nya sudah penuh dengan berbagai urusan kantor di tambah dengan Eomma nya, Jessica dan Chorong yang selalu menganggu istri nya. Ia tau Yoona sangatlah tertekan namun gadis itu berusaha terlihat baik-baik saja, ia kerap kali melihat wajah sedih istri nya yang pasti membuat nya menjadi jauh lebih menyedihkan.
Yoona gadis yang paling ia cintai dari kecil hingga mereka menikah pada akhir nya hidup tertekan bersama nya, setiap hari Kakek nya yang selalu memberi pelajaran pada Yoona mengenai kopi dan kerap kali melontarkan perkataan yang cukup menyayat hati bagi istri nya, lalu eomma nya yang selalu membuat Yoona hampir setiap hari menangis karena perkataan nya yang pedas dan tajam atau Jessica kakak ipar nya dan sekarang Chorong, gadis itu menambah beban nya yang membuat nya semakin muak ketika gadis itu menatap istri nya tajam atau secara terang-terangan melukai Yoona di hadapan nya, ia sudah muak dengan hal itu, ia hanya ingin ketenangan menikmati kehidupan bersama Yoona.
“Aku mengerti Oppa, tapi dengan pindah dari sini bukan ide yang bagus. Kau harus memikirkan kedepan, eomma akan marah dan tidak akan mengijinkan kita, kau harus memikirkan nya kembali” Luhan mendesah, memang ia sedikit ragu dengan hal itu. Tapi bagaimana pun juga ia harus berusaha membuat eomma nya melunak pada Yoona dan menerima nya sebagai menantu, sejujur nya Ny.Xi adalah wanita yang baik dan penyayang sampai ia menikah dengan Yoona sikap yeoja tua itu berubah menjadi wanita antagonis.
Luhan berdehem pelan lalu berjalan menghampiri Yoona dan duduk di samping istri nya.
“Yoong apa kau ingat? Dulu eomma sangat baikkan pada mu? Dia bahkan ikut merawat mu saat kita masih kecil” Yoona mengangguk pelan.
“Nde, sampai dia mengetahui hubungan kita sikap nya pada ku menjadi berubah, eomma mu tak merestui kita oppa karena aku adalah anak pelayan di rumah ini, dia pasti sangat malu karena menantu nya seorang anak-”
“Cukup Yoong, jangan katakan lagi kau tau aku membenci nya, jangan merendahkan dirimu di hadapan ku. Bagaimana pun juga kau adalah wanita yang paling berharga di hidup ku” Yoona tertegun, Luhan adalah namja yang baik dan sangat menyayangi nya walau sedikit menyebalkan.
Luhan menegakan tubuh nya, kemudian memegang kedua bahu nya dan menatap nya secara intens, Yoona bisa melihat raut ketegangan di wajah tampan nya.
“Yoong!” Lirih Luhan, Yoona menautkan alis nya melihat perubahan sikap suami nya itu.
“Aku ingin memutuskan perjanjian kita” Yoona merasakan nafas nya tercekat mendengar ucapan Luhan yang belum sepenuh nya ia mengerti.
“Maksud mu?”
“Sebelum kita menikah kau kan membuat perjanjian bodoh mu itu”
“Mwo? Perjanjian bodoh? Apa yang sebenar nya kau katakan oppa”
“Maksud ku aku ingin melanggar salah satu nya” Luhan menatap Yoona sedikit menahan tawa nya melihat ekspresi kebingungan istri nya.
“Kau harus Hamil!”
“MWO????”




Kris masuk ke dalam kamar dengan wajah kacau, namja itu langsung merebahkan tubuh nya di kasur mengabaikan panggilan Jessica.
“Oppa ingin mandi? Biar aku siapkan air panas ya”
Kris tak mendengarkan semua kalimat yang terlontar dari mulut gadis yang berstatus sebagai istri nya itu, dia lebih memilih diam sembari menutup mata nya berusaha melupakan pertemuan nya yang menyesakan dengan Yoona tadi siang.
Ia memang sudah tidak ada harapan lagi untuk berada di sisi gadis yang sebenar nya paling ia cintai itu, langkah yang di ambil untuk memilih menerima perjodohan itu membuat nya menyesal setengah mati, bagaimana pun juga Yoona adalah satu-satu nya wanita di hati nya, tapi mungkin Luhan adalah yang paling beruntung dan dia harus menerima nasib nya, cinta yang mengambang untuk selama nya.
“Oppa!!” Kini Kris memfokuskan penglihatan nya pada wanita di depan nya.
Ia mendelik pada wanita itu sebelum beranjak menuju kamar mandi.
“Oppa kau mengabaikan ku? Ada apa sebenar nya”
BRAK
“OPPA!! Aishhh….”




“Yoong…”
Dengan selimut yang membungkus seluruh tubuh nya, Yoona berusaha mengabaikan rengekan suami nya yang sedari tadi merengkek sembari menarik-narik selimut nya.
“Aku anggap saat ini kau belum siap Yoong, tapi untuk ke depan kita akan melakukan nya” pipi Yoona merona di balik selimut. Ia mengerti pasti namja itu sudah menahan gairah nya sejak lama tertahan, tapi bagaimana pun juga perjanjian tetaplah perjanjian yang sama sekali tak boleh di langgar, Yoona tak peduli meski Luhan terus saja merengek meminta sesuatu hal yang bodoh itu, yang penting ia masih belum siap.
“Eomma akan senang jika ada bayi di rumah ini eohh…”
“Andwae, kau hanya mencari alasan saja Oppa”
“Benar, dari dulu Eomma menginginkan cucu, tapi sampai saat ini Jessica tak pernah hamil”
“Tapi sekarang aku belum siap” pekik Yoona di balik selimut.
“Besok?”
“Tidak mau”
“Lusa?” Yoona membuka selimut yang membungkus tubuh nya kasar, kemudian ia menatap Luhan dengan tatapan mematikan.
“Apa kau sedang memaksa ku OPPA, kau ingin MATI EOHH??”
“A-ania, baiklah kau tidur saja” jawab Luhan sedikit ketakutan melihat tatapan membunuh dari Yoona. Dengan cepat ia berlari menuju kamar mandi. Yoona hanya terkekeh melihat itu. Betapa menggemaskan wajah suami nya saat ia marah pada nya.





Sehun termenung di dekat taman kampus, sudah jam 7 pagi tapi ia belum menemukan Yoona, mungkin sebentar lagi gadis itu muncul.
Lalu ingatan namja itu teralih pada kejadian kemarin di luar dugaan, Sebenar nya Sehun sudah menyadari ada hubungan di antara Kris dan Yoona hanya saja Kris pandai menyembunyikan nya.
Sehun menautkan alis nya, Kris mencintai Yoona dan Yoona tidak membalas perasaan Kris, gadis itu lebih mencintai Luhan.
Lalu bagaimana dengan Jessica? Apakah selama ini pernikahan mereka tanpa di landasi cinta? Sehun menggeleng pelan, Tidak! Jessica mencintai Kris tapi Mungkin saja cinta nya bertepuk sebelah tangan.
“Hey!” Seseorang menepuk bahu nya pelan.
Sehun menoleh dan menemukan Yoona tersenyum dengan balutan busana kasual, Sehun tersenyum cantik seperti biasa nya. Entahlah dulu gadis itu menganggap nya dingin dan cuek tapi tanpa gadis itu sadari ia selalu memperhatikan nya.
“Tadi kau ingin menemui ku ya, ada apa?” Sehun terdiam, mendadak ia menjadi gugup, haruskah ia menanyai nya? Namja itu berdehem pelan lalu menepuk tempat duduk di samping nya agar gadis itu duduk, Yoona menurut dan duduk di samping Sehun.
“Kapan kelas mu di mulai” ujar Sehun memulai percakapan.
“Hmmm sekitar dua jam lagi, seharus nya sekarang sudah masuk tapi Dosen nya sedang ada urusan ” Sehun mengangguk-angguk mengerti.
“Yoona..!”
“Wae?” Yoona menoleh langsung menatap mata tajam Sehun.
“Kau..apa kau ada hubungan dengan Kris hyung?” Yoona menatap Sehun tak percaya, tidak ada yang tahu tentang hal itu kecuali Jessica. lalu bagaimana namja yang bahkan baru akrab dengan nya itu tahu tentang hal itu? Lidah Yoona terasa kelu sementara mata Sehun mendesak meminta jawaban.
“Mwo? Ten..tentu saja, Kris adalah kakak ipar ku”
“Bukan_bukan itu maksud ku” tiba-tiba Sehun menjadi lebih bersemangat hingga namja itu menekan bahu nya kencang. Yoona berusaha mengendalikan tubuh nya yang bergetar menatap Sehun, kenapa namja itu bisa mengetahui masalah nya dengan Kris?
“Kau dan Kris hyung kalian saling mencintai?” Yoona langsung menggeleng cepat.
“Ani-a, Kris…Kris oppa memang menyukai ku” Sehun tertegun ia menatap Yoona yang tertunduk.
“Tapi kau tau aku lebih memilih Luhan, aku hanya menganggap Kris sebagai kakak ku tidak lebih”
“Tapi apa Luhan tahu semua ini?” Yoona kembali menggeleng dan langsung menatap Sehun panik.
“Tidak dia tidak tahu semua ini jadi aku mohon Sehun jangan bilang pada siapa-siapa tentang hal ini” Sehun menghela nafas pelan, setidak nya Yoona sudah menjelaskan nya.
“Oke, aku hanya ingin memastikan nya saja”
“Memastikan apa?” Sehun mengangkat satu Alis nya.
“Memastikan bahwa kalian tidak saling mencintai dan mengkhianati Luhan hyung” Sebenar nya Sehun merasa kalimat itu juga pantas di tunjukan untuk diri nya sendiri.
Yoona menghela nafas pelan, Sehun adalah namja yang sulit di tebak. Kadang dia baik, kadang terlihat dingin dan cuek kepada nya tapi tanpa di sadari namja itu juga selalu tahu segala nya tentang diri nya. Dulu saat pertama kali bertemu Sehun, namja itu sama sekali tak menganggap nya ada dan cenderung cuek meski tanpa ia sadar selama ini Sehun memperhatikan nya.
Sehun tersenyum miring, ia mendekat untuk mengacak rambut Yoona.
“Kau tau, banyak cinta yang menghampiri mu” usai mengatakan hal itu, Sehun berlalu pergi meninggalkan Yoona yang masih terdiam.
Gadis itu sama sekali tak mengerti apa yang namja itu ucapkan, sebelum larut kedalam lamunan nya. Hyejin memanggil nya di ujung koridor dan dengan cepat ia menghampiri gadis itu.




Aroma kopi menyeruak di ruangan yang terletak di paling ujung kantor. Namja itu dengan penuh kemampuan meracik semua bahan kopi di padukan menjadi kopi yang berkualitas tinggi. Beberapa orang sibuk di sana, tetapi namja itu tak menghiraukan kesibukan orang-orang yang berlalu lalang di belakang nya. Yang ia fokus kan hanyalah membuat kopi.
“Sangjanim, produk kopi sudah di luncurkan dan kita hanya perlu mempromosikan nya lebih luas. Ada beberapa perusahaan yang ingin membeli produk kopi kita tapi masih belum di tanggapi, anda juga harus menghadari acara promosi itu jam lima sore. Jadi untuk beberapa jam kedepan ada lebih baik memeriksa data-data nya dan menandatangani beberapa investor yang ingin berkerja sama” ucap namja 28 tahun yang menjabat menjadi seketaris pribadi nya panjang lebar. Tetapi namja itu masih fokus meracik kopi nya.
“Dan sebaik nya anda menghentikan kegiatan nya membuat kopi”
“Tenanglah Myungsoo kau terburu-buru sekali, aku hanya mengecek dulu hasil nya” jawab namja itu tenang pada sekertaris nya.
“Luhan sangjanim ada rapat mendadak anda harus segera hadir” tiba-tiba yeoja berjas muncul dengan raut wajah panik, membuat kedua pria itu menoleh kearah nya.
“Tuan Xi datang dan melihat proses pelucuran produk tetapi beliau berkata ada beberapa kesalahan sehingga kita harus segera mendiskusikan nya.” Pada akhirnya Luhan meninggalkan kegiatan nya, memakai jas nya kemudian segera pergi dari ruangan yang bisa di sebut Dapur. Kedua orang yang merupakan bawahan nya itu mengekor mengikuti langkah panjang Luhan yang tergesa.
“Kenapa terjadi hal semacam ini, apa kalian tidak teliti melihat proses nya? Aisshhh…” gerutu Luhan sepanjang perjalanan menuju ke ruang rapat. Setelah beberapa menit melewati koridor dan naik ke lift akhir nya mereka sampai dan Luhan langsun mendapati tatapan tajam Appa nya di dalam.
“Bagaimana kau menyetujui semua pengiriman itu, kau tidak sadar apa yang telah kau perbuat?” Luhan mematung, ia tidak sepenuh nya mengerti. Apa yang salah?
“Appa aku tidak mengerti” Tuan Xi memdesah seraya memijat pelipis nya.
“Kau menyetujui permintaan pengiriman produk pada perusahaan yang merupakan musuh kita, kau tidak berfikir hah? Mereka akan meniru nya dengan mengubah sedikit hal. Lalu mereka akan mengklaim bahwa produk kopi itu adalah buatan mereka”
“Maksud Appa, Kim coffe group?”
“KAU MASIH BERTANYA???” Luhan tertegun, ini pertama kali nya ia membuat kesalahan.
Sialan batin Luhan. Kenapa ia bisa seceroboh itu.
“Lalu apa pengiriman produk itu tidak bisa di batalkan?”
“Bagaimana bisa di batalkan jika mereka membeli nya dua hari yang lalu sebelum pelucuran produk nya?” Luhan menutup mata nya frustasi. Ini sudah kesalahan fatal jika menyangkut ‘Kim coffe group’ satu-satu nya perusahaan kopi yang bersaing dengan perusahaan kopi milik nya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan Appa?”
“Kita harus segera meluncurkan produk nya kepada publik sebelum mereka bertindak hal yang sama.” Luhan mengangguk lalu dengan cepat memerintahkan sekertaris nya untuk mengumumkan nya kepada pegawai lain tentang hal ini.




Chorong menatap Jessica yang tengah sibuk membereskan pakaian nya di lemari. Beberapa pakaian mahal dan bermerk tergantung rapi di lemari sebagian nya di lipat.
‘Yeoja ini ingin pamer atau apa’ batin Chorong menatap geram Jessica yang masih tak menghiraukan nya sejam 30 menit yang lalu saat ia masuk ke dalam kamar yeoja itu.
“Kau tau, aku semakin geram pada Im Yoona bodoh itu, apa eonni tidak punya rencana sesuatu?” Ujar Chorong setengah kesal.
Jessica merapikan perhiasan-perhiasan nya yang bernilai jutaan dolar ke dalam laci, kemudian berbalik menatap Chorong dengan wajah datar yang memancarkan aura cantik namun dingin.
“Tentu saja ada, kau sebagai parter ku dalam menghancurkan Im Yoona seharus nya membantu ku, aku lihat kau hanya bermalas-malasan saja”
“Hey, aku tidak bermalas-malasan. Otak ku penuh dengan rencana untuk mengahancurkan Gadis itu” Jessica melipat tangan nya di dada dengan gaya angkuh nya.
“Lalu apa rencana di otak bodoh mu itu eoh?”
Chorong menggeram, Jessica masihlah gadis dingin yang sombong meski mereka sudah menjadi parter atau setidak nya mereka adalah adik kakak bukan?
“Kita bisa membuat dia membenci Luhan dan memilih pergi dari rumah ini atau kalo bisa melenyapkan nya!”
Ujar Chorong berambisi, seperti seorang pembunuh bayaran yang mencari korban nya sembari membawa pisau lipat. Jessica tersenyum manis, meskipun Chorong yakin senyum manis itu adalah sebuah ejekan.
“Rencana mu terlalu berat untuk kita lakukan, aku tidak mau repot-repot. Jadi, kita pakai rencana ku” Jessica mendekat kemudian membisikan sesuatu ke telinga Chorong, setelah mengetahui apa rencana Jessica, gadis itu tersenyum.




Yoona berjalan santai menyusuri trotoar jalan, ia baru beberapa langkah meninggalkan kampus nya namun tanpa ia sadari seseorang memperhatikan nya dari jauh.
“Im Yoona!” Sedikit terlonjak saat tiba-tiba seseorang memanggil nama nya dari arah belakang. Ia menoleh kemudian mengangkat satu alis nya melihat siapa yang kini berjalan mendekat kearah nya.
“Berjalan kaki?” Lirih orang itu, memasuki kedua tangan nya ke dalam saku sembari berjalan santai kearah nya.
“Kau juga, mana motor mu?” Jawab Yoona, merasa heran karena biasa nya orang itu selalu bersama dengan motor ninja hitam nya.
“Motor ku di bengkel Kai” Yoona mengangguk-anggukan kepala nya sebelum kembali berjalan menyamai langkah lelaki berwajah dingin itu.
“Luhan hyung tak menjemput?”
“Tidak, dia menghubungiku karena di kantor sedang banyak masalah. Kau tau, Luhan Oppa meluncurkan produk kopi terbaru nya tapi ada beberapa kesalahan karena salah satu perusahaan meniru hasil produk kopi nya.” Yoona menghela nafas sejenak.
“Pasti dia sangat sibuk”
“Itulah resiko nya”
“Tapi jika Kris membantu nya pasti tidak akan ada masalah, seharus nya kau juga membantu nya Sehun” Namja itu_Sehun menghentikan langkah nya.
“Kris dan aku tidak pernah suka hal-hal yang rumit, seperti memimpin perusahaan besar itu” Yoona mempoutkan bibir nya, menatap sinis kearah Sehun.
“Ini tidak adil, kalian melimpahkan semua beban pada suami ku” Sehun terdiam merasakan bahwa kalimat yang di ucapkan Yoona sedikit menyakitkan, miris rasanya. Kemudian tangan putih nya menggenggan tangan Yoona erat sehingga gadis itu menatap nya bingung. Yoona baru menyadari bahwa mereka akan menyebrang. Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, dengan perlahan Sehun menggandeng nya hingga ke ujung sebrangan.
“Ini bukan tentang adil atau tidak adil, memang harus nya seperti itu” ucap Sehun setelah lama terdiam. Mereka kembali berjalan dengan tangan yang masih bertautan, merasa tak nyaman Yoona melepaskan genggaman nya perlahan sehingga Sehun menoleh menatap nya tajam.
“Wae?” Yoona gelagap saat di tatap seperti itu oleh Sehun, ia hanya menggeleng gugup kemudian kembali berjalan meninggalkan Sehun yang masih terdiam. Namun belum sempat Yoona menjauh dari Sehun, sebuah mobil ferrari hitam mengkilat berhenti tepat di samping mereka. Lantas kedua nya terdiam melihat seseorang menyembul dari balik kaca jendela mobil.
“Kalian berdua, naiklah” lirih orang itu dingin, tanpa menunggu lama Sehun menuruti nya diikuti dengan Yoona yang langsung duduk di samping Sehun.
Perjalanan mereka di lewati dengan keheningan yang kentara lalu kemudian berakhir setelah mobil hitam mengkilat itu masuk ke gerbang rumah mewah keluarga Xi.
Sehun yang pertama kali keluar dari mobil di susul Yoona dan yang lain, tanpa menyapa lagi Yoona langsung pergi masuk ke rumah tanpa menghiraukan kedua pria yang hanya menatap kepergian nya dengan tatapan yang berbeda.




Yoona menjatuhkan tubuh nya di ranjang, mengambil nafas sebanyak mungkin untuk melepaskan segala kegundahan nya. Entah kenapa semua ini terasa melelahkan bagi nya. Ia tahu Kris belum benar-benar menjalankan apa yang ia ucapkan tentang berusaha melupakan diri nya, ia tahu itu karena sorot mata Kris sama sekali tidak berubah saat menatap nya dan tadi ia merasakan sorot mata cemburu saat ia bersama Sehun.
Kemudian Yoona berdiri untuk membuka kemeja putih nya, ia harus mandi karena tubuh nya terasa gerah dan lengket karena keringat. Tanpa ia sadar saat ia sibuk membuka kancing kemeja nya, seseorang mengendap-endap masuk dengan wajah lelah nya namun masih bisa tersenyum. Kemudian orang itu melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Yoona hingga gadis itu menjerit kaget.
“Ya! Apa yang kau lakukan”
“Hanya memeluk mu sayang”
Yoona mendengus saat menyadari siapa orang yang telah menganggetkan nya. siapa lagi yang jika bukan Luhan_suami nya.
“Bisakah kau tidak menganggetkan ku”
“Maaf, kau baru pulang?” ujar Luhan sembari menenggelamkan wajah nya di leher istri nya.
“Hmmm…” jawab Yoona bergumam pelan.
Luhan melirik pelan Yoona yang hanya terdiam sembari mengelus tangan nya yang melekat di pinggang ramping nya.
“Kenapa diam?”
“Eohh?”
“Kau tidak melanjutkan nya”
“Melanjutkan apa?” Ujar Yoona kesal sementara Luhan hanya tersenyum jahil.
“Membuka kancing baju mu, atau biar aku yang melakukan nya” Yoona langsung panik dan melepaskan tangan Luhan yang mendekap nya. Gadis itu menutup bagian dada nya yang sedikit terbuka menampakan bra hitam yang ia kenakan.
“Aisshh… Oppa pikir ini lucu?” Luhan mengangkat satu alis nya kemudian membalikan tubuh Yoona.
“Wae? Kau sedang kesal?” Tanya Luhan, ia tahu bagaimana jika istri nya itu sedang kesal, Yoona akan marah jika ia menggoda nya jika sedang kesal. Yoona menggeleng pelan, ia malah menunjukan reaksi yang sebelum nya tak pernah Luhan duga. Yoona memeluk tubuh nya erat membiarkan baju nya yang sedikit terbuka menempel pada tubuh Luhan.
Sedangkan namja itu tak tau apa yang harus di lakukan selain membalas pelukan istri nya. Ia berfikir mungkin Yoona sedang merasa tertekan oleh ibu nya, Jessica dan Chorong yang selalu menganggu.
“Bagaimana pekerjaan mu?” Tanya Yoona sembari menenggelamkan wajah nya di dada Luhan. Ia merasa sudah lama tak memeluk Luhan seerat ini, mendadak ia merindukan masa Indah mereka berdua sebelum masalah muncul merusak segala nya.
“Sedikit ada masalah tapi akhir nya aku bisa menyelesaikan semua nya”
“Benarkah?”
“Ya, kami sudah melucurkan produk sebelum perusahaan itu mengklaim apa yang bukan mereka miliki. Dan sekarang tinggal menunggu hasil nya” Luhan tersenyum saat semua itu sudah selesai, Appa dan dirinya bekerja keras dan sedikit di bantu oleh kakek nya. Ia hanya menunggu hasil dari kerja keras nya.
“Kalau begitu bagus” lirih Yoona pelan. Luhan melepaskan pelukan nya kemudian menangkup kedua pipi Yoona.
“Setelah pekerjaan ku selesai, aku akan mengurus kebagahagian kita” Yoona mengerenyit menatap Luhan bingung.
“Kebahagian kita? Apa yang kau maksud”
“Kita akan pindah dari sini” Yoona tertegun, apa Luhan benar-benar serius dengan ucapan nya?




“Apa semua nya sudah selesai, bagaimana dengan peluncuran produk nya yeobo?” Ujar Ny.Xi sembari menuangkan sup rumput laut ke mangkuk suami nya. Tuan Xi melirik Luhan sekilas dengan senyum bahagian nya.
“Kami tinggal menunggu hasil nya nanti di kantor dan mulai mempromosikan produk nya lebih luas” Luhan ikut tersenyum mendengar hal itu, ia dan Appa nya benar-benar bekerja keras untuk ini.
“Bagus dan kita harus merayakan ini!” ucap Ny.Xi bersemangat, wanita paruh baya itu menatap suami nya penuh harap.
“Sudah lama kita tak berlibur yeobo”
“Bukankah minggu lalu kita baru saja dari China” Ny.Xi mendengus pelan.
“Itu berbeda, kemarin adalah perjalanan bisnis dan sama sekali bukan liburan. Ayolah!” saat ini wanita paruh baya itu lebih mirip seperti anak kecil yang sedang merengek pada ayah nya.
“Berhenti merengek seperti anak kecil, apa kau tidak malu di lihat oleh mereka” bisik Tuan Xi yang masih terdengar jelas di telinga anak-anak nya.
“Luhan dan Kris memang sudah biasa bukan melihat kita seperti ini”
“Ya eomma kami sudah biasa jadi jangan mempermasalahkan nya” ujar Luhan dengan kekehan nya. Ny.Xi tersenyum menatap putra bungsu nya.
“Kau sudah bekerja keras anak ku jadi Eomma patut memberikan mu hadiah, benarkan! Jadi ayo kita berlibur, eomma akan memanjakan mu”
Kris hanya tersenyum sinis melihat ibu dan adik nya berbicara, bukankah mereka sedang menyindir nya ahh…. Benar, yang terbaiklah yang harus kau puji.
“Tidak usah eomma, menyelesaikan pekerjaan sudah sangat cukup untuk ku”
“Tidak, kau harus di bayar dengan kesanangan jadi mari kita bersenang-senang. Ya kan Yeobo” Ny.Xi kembali menatap senang suami nya sedangkan yang di tatap hanya mengangguk pasrah namun tak menghilang senyuman nya di wajah tampan yang mulai berkeriput.
“Eommonim bagaimana jika kita ke Paris, aku tahu tempat-tempat wisata menarik di sana” ujar Chorong bersemangat, yang di balas gelengan oleh Jessica.
“Tidak, kita ke California atau New York. Kesana lebih asyik” balas Jessica membuat Chorong mempoutkan bibir nya.
“Bukankah eonnie sering kesana?”
“Apa salah nya? aku akan mengajak kalian ke rumah ku”
“Benar, kita hanya sekali mengunjungi orang tua mu Sica-ah” ujar Ny.Xi mulai tertarik dengan saran wanita berambut pirang itu.
“Tapi apa bagus nya hanya mengunjungi rumah Jessica eonnie”
“Yak!! Kau, tidak sopan sekali, siapa kau di rumah ini”
Mendadak suasan menjadi sedikit tegang akibat pertengkan Chorong dan Jessica. Gadis itu menggeram kesal karena seharus nya Chorong tidak berkata seperti itu karena di bukan siapa-siapa di rumah ini.
“Mianhae” ujar Chorong menunduk.
“Aisshh dasar gadis menyebalkan”
“Hey sudahlah, mari kita diskusikan lagi tentang ini nanti, sekarang habiskan makan kalian” ujar Tuan Xi menengahi perdebatan mereka.
Luhan melirik Yoona yang hanya terdiam dan menikmati makanan nya, berbeda dengan wanita di meja makan ini yang sangat cerewet membicarkan hal-hal yang nanti nya akan mereka perebatkan. Luhan merasakan sendiri tiap kali di meja makan, Yoona selalu bersikap kaku dan pendiam, eomma nya serta yang lain nya juga selalu menganggap Yoona tidak ada di antara mereka. Setiap kali merasakan hal itu, Luhan selalu diliputi rasa sedih. Ia gagal membahagiakan Yoona dan ia juga gagal membangun keluarga kecil yang hangat.
Jadi ia bersumpah pada dirinya sendiri, ia harus membahagiakan Yoona dan membangun keluarga hangat dan sederhana yang selama ini ia inginkan.
Jauh dari kemewahan yang menonjol dan hidup dalam kesedarhanaan yang bahagia.

 

TBC

LAMA POST YA? MIANHAE!
Aku baru nyadar gak ngpost FF selama itu, maaf sekali readers ku yang tercinta. Banyak beberapa faktor kendala yang menghambat pertumbuhan ekonomi di indonesia aku nulis beberapa fanfic yang udah aku ciptain.

Pertama, sebenarnya ff nya udah setengah jadi tapi karena penyakit malas ku dan imajinasi ku yang nggantung merusak semua nya.

Kedua, Kalian pasti tau jika kalian masih pelajar tentang kurikulum 2013 yang memuakan. banyak tugas sekolah dan penambahan jam KBM yang membuat ku Down menulis ff tak ada waktu.

Ketiga, Aku kurang yakin sama cerita part ini yang menurut ku agak-agak gak nyambung,membosankan dan Gaje. serta laur cerita dan konflik nya yang belum tentu. bagaimana menurut kalian?

Jadi dari semua Faktor-faktor di atas aku harap Readers memaklumi nya, dan dari semua itu aku minta saran serta kritik nya yang memotivasi ku untuk melanjutkan cerita picisan karya ku, yang tak sebagus para author di muka bumi ini. TERIMAKASIH!! :*

121 thoughts on “My Love, My Coffee [7]

  1. OMG jadi ini beneran cinta segiempat ? Tpi sama aja klau ujung2ny yoona tinggal jga dirumah itu -_- sama2 menderitany.. Luhan sma Yoona klau lgi debat lucu jga.. Duh jgn smpai liburan itu jadi kyk dicina :3
    Keep writing n FIGHTING thor !!! ^^

  2. Ya q setuju banget dg ide luhan, lebih baik pindah dari pada nanti yoona terus tertekan.
    Kali ini q mulai bangga dg sikap luhan

  3. Ayooolaah luhaan kau harus membahagiakan yoona,,cepet2 bangun keluarga kecil yg bahagia and hangat,,okkee ituu sii ny xi mau bikin rencana apa siih??penasarann..

  4. udahh luyon pindah ajah, dari pada ngebatin tinggal disitu ..
    kalo yoona hamil gmana ya ? trus ngidam” gitu:D lucu kali yaa ..
    next thor ..

  5. Akhirx ni ff muncul jg setelah penantian yg lama..makin seru ceritax..Q mau bgt klo mereka pindah rumah aja..ato klo ga pindah! Ya yoona hamil aja dah, mungkin dgn itu ommax luhan bisa berubah sikapx ama yoona

  6. Kurikulum 2013 memang geselin ,bikin kepala tambah mumet -_-
    Aissh chorong geselin hidupnya.Jessica apa sih maunya sama apa rencana mereka berdua?
    Akusih berharal next chap yoona lagi hamil biar kalau di apa-apain sama tiga yeoja yebelin diatas ,apa lagi chorong jessica mereka jadi kaya dipojokin (?)
    next ditunggu ya figthing :))

  7. Kipas-kipas sendiri bacanya. seru sih ceritanya..tapi masa Yoona menderita mulu. kasihan, thor :3 Btw, Luhan kayanya udah ngga bisa kontrol diri tuh ya… GAAAA KUAAAAATT wkwkwkwk~ Terus gimna tuh nantinya. ada motif apa si Nyonya Xi tuh… cepetan update ya, thor. Hwaiting🙂

  8. q udah baca lewat hp dari kemren”, tpi koment q g pernah muncul,,
    dan skrang q bingung mau ngasih koment apa,,,
    nurut ja deh ma authornya mau dbawa kmna critanya, yg penting kelar nih cerita

  9. Aku sampe teriak”an gara-gara ff ini udah dilanjut. Yaampun udah nunggu berapa tahun nih eon /gak.

    Sumpah ya ceritanya tuh makin keren, aku ada saran gimana kalo anak dari yang punya perusahaan musuhnya luhan suka sama yoona kan jadi tambah greget:D

    Btw, lanjutannya jangan lama-lama eonnie!!!^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s