Time Boils The Rain

Time 

Kris Wu – Exo Member – Im Yoona

||

Note : Di sini peran Yoona gak banyak. Maaf ya

Kita berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain

Kita mengatakan bahwa kami akan menjelajahi dunia bersama-sama

Pria berambut blonde itu menatap langit-langit kamarnya, – ini sudah bulan ke-4 saat dia memilih meninggalkan semua keluarganya di Korea. Meninggalkan adik-adik yang begitu dia sayangi dan menyayanginya. Ya, tidak ada yang bisa menebak bagaimana kini perasaannya. Mungkin ia seperti telah musnah- remuk- dan tak berbentuk. Lalu apa yang harus dia lakukan setelah ini? Matanya terpejam begitu rekat, saat berbagai memori mulai menyeruak memenuhi pikirannya. Matanya terbuka, tidak seperti tadi. Menyayu dan memerah, sakit. Seperti itulah kelihatannya. Nafasnya terengah saat mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat dia memutuskan untuk bergabung bersama ke-sebelas pria muda menjadi Traine di Sebuah Perusahaan Musik terbesar di Korea. SM Entertainment.

            Flashback,

            “Kau Yakin Honey?” dia mengangguk saat suara berat milik wanita paruh baya di ujung telfonnya terdengar. Kemudian dia berdehem karna tau wanita paruh baya itu- Ibunya- bertanya padanya. Setelah mengakhiri pembicaraan dia memasukkan handphone ke dalam sakunya. 2 hari yang lalu, dengan izin kedua orang tuanya dia berangkat menuju Negara yang sedang banyak di bicarakan dalam Industri Musik. Korea Selatan. Dan kini disini ia berdiri. Di sebuah gedung besar nan mewah terletak di Pusat Kota Besar. Didepan gedung itu ada papan besar bertuliskan SM ENTERTAINMENT. Dengan menarik nafas pelan, dia mulai melangkah masuk.

            “Selamat siang, Kau Yi Fan?” Seorang Pria paruh baya dengan tampilan yang berwibawa tersenyum menghampirinya. Dia sedikit gugup saat melihat dua orang pria yang mungkin lebih muda darinya baru saja keluar dari ruangan itu. “Bagaimana perjalananmu? Kau sepertinya kelelahan?”

            Ia tersenyum tipis. “Aku ingin menjadi seorang Idola”

Pria paruh baya itu tertawa pelan lalu mengangguk. “Sebab itulah alasan kau berada di sini. Kau akan bergabung dengan 9 orang yang baru saja menandatangani kontrak dengan perusahaan kami”

            Tangannya gemetar saat ia memegang bolpoint itu. Kemudian sesekali dia menghela nafas dan membuat sebuah ukiran diatas sebuah kertas yang dipenuhi banyak kata-kata berbahasa korea. Untung sebelumnya dia sudah mempelajari beberapa kosakata Korea di China. “Senang bekerja sama denganmu Yi Fan”

            Dia membungkukkan badannya dan berjalan keluar dari ruangan itu. Inilah mimpinya, dia akan memulai segalanya dari sini. Ia kembali memejamkan matanya. Membayangkan saat para fans meneriaki namanya, mengatakan mencintainya. Dia sudah tidak sabar akan mendapatkan itu semua.

            Flashback End

Matanya memanas, kini semua berbeda. Dia merasakan semua hal menyakitkan itu adalah yang terbaik. Yang terbaik ketika ia harus meninggalkan mereka.

Untuk Suho – Lead terbaik bagi EXO

Bagaimana kabarmu? Sepertinya kau semakin sibuk dengan Konser The Lost Plannet bersama EXO dimana-mana. Hei- aku sering melihatmu saat kau mencoba untuk tertawa, padahal aku tau kau menyimpan penat yang bahkan tidak mereka mengerti. Jika kau adalah Umma- bagi mereka. Apakah kau masih menganggapku sebagai Appa-nya?

Dia mengepalkan tangannya saat sebuah kata-kata yang baru saja dia rangkai menjadi kalimat terasa menyakitkan ketika di bacanya. Dia tidak bisa untuk tidak menangis karna, memang dia ingin sekali menangis.

            Flashback

            Tahun pertama EXO- boyband yang beranggotakan 12 orang besutan SM Entertainment menginjakkan kakinya di panggung Music terpandang di Korea. M-Net Music Award (MAMA). Mereka saling merangkul membentuk sebuah lingkaran. Suho- Lead EXO gabungan menyemangati mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja. “Dengarkan aku! Disini bukan aku yang akan melewatinya tapi kita. Semua dari diri kalian sendiri. Kalian harus mensugestinya dengan baik. Bahwa kita akan melewati ini semua. Okey?”

            Ke 11 member EXO termasuk pria berambut blonde itu mengangguk. walaupun jantung mereka terus berdebaran meronta-ronta seperti ingin bebas. “Oke giliran kalian”

            Mereka berdiri diatas sebuah panggung megah, di saksikan oleh beribu-ribu penonton dan beberapa sunbae mereka. Ketika musik alunan lagu debut mereka MAMA menggema, riuh tepuk tangan penonton menenangkan mereka. Kris, salah satu dari mereka tersenyum dengan bercucuran air mata melihat antusias penonton. Sekitar satu jam lebih mereka bergerak mengitari panggung megah itu. Mempersembahkan 2 lagu andalan mereka. Kini EXO mulai menuai sejarah dengan tampil di acara spektakuler seperti MAMA Awards.

            Flashback End

Jujur dia merindukkan sosok itu. Sosok yang selalu di kaitkan fans sebagai Umma dari member EXO. Lantas apakah dia masih bisa menjadi Appa-nya setelah yang sudah dia lakukan belakangan ini?

Untuk Luhan – sahabat baikku. Pria imut nan cantik itu.

Hey, apa kau masih suka tidak mood? Bagaimana bisa kau dipuja banyak orang tapi kau memiliki mood yang buruk? Ingat aku Lu- Ketika kau sedang tidak mood. Jangan pernah membawa-bawa ke orang lain. Cukup aku saja dulu, menjadi korban ke-tidak mood-an mu. Aku telah mempercayakan Member EXO-M padamu. Jadi maukah kau berjanji untuk menjaga mereka. Menjadi Lead yang baik bagi mereka saat aku tidak ada?

Kedua tangannya bergetar mencoba menutupi seluruh wajahnya. Ah-tidak hanya kedua tangannya. Bahkan seluruh tubuhnya bergetar, dia menggigit bibirnya keras-keras. Hatinya menjerit kesakitan. Tapi, tidak ada seorang pun di sisinya. Berbeda dengan dulu, di saat matanya memerah seseorang selalu ada dan menguatkannya.

            Flashback

            Ini sudah bulan ke-5 sejak EXO debut. Semua member merasa tidak ada yang berubah. Hanya saja, mereka terlihat lebih sibuk kali ini. Menghadiri berbagai acara, tidak ada satupun yang mengeluh kelelahan. Mereka melakukannya dengan senang hati. Kris- salah satu member EXO-M lebih memilih menjauhi keramaian saat member yang lain asik menonton televisi dan bermain game. Dia pergi menuju balkon menatap bintang terang, bintang yang entah mengapa menurutnya begitu terang dan mampu membuatnya tenang. Jujur saja, dia merindukkan keluarganya di China. Dia merindukkan makanan buatan Ibunya, dia merindukan dukungan dari Ayahnya. Air matanya meluncur begitu saja tanpa bisa dicegahnya. “Kau menangis?”

            Dia segera menghapus air matanya, mendapati pria imut berdiri di belakangnya. Itu Xi- Luhan. Dia sudah memiliki banyak fans sekarang. Luhan tersenyum manis dan berdiri di sebelahnya. “Jika kau menangis karna merindukan Keluargamu, berarti kau sama denganku”

            Kris menoleh menatap Luhan yang tersenyum memandang bintang-bintang. “Tapi aku tidak pernah khawatir, karna kau tau mereka akan selalu berada di belakangku kapanpun. Kris, ingatlah. Kau punya keluarga juga disini, jadi apapun. Apapun yang kau rasakan saat kau merasa itu sangat menyakitimu atau membuat perasaanmu berubah. Ceritalah, pada seseorang yang menurutmu bisa kau percaya. Jangan pernah menampungnya sendiri. Kau mengerti maksudku bukan?”

            Kris tidak percaya dengan apa yang Luhan ucapkan, pria itu. Bahkan dia masih bersikap kekanakan menyaingi Sehun magnae mereka. Tapi dengan mudahnya dia bisa mengucapkan segelintir kalimat untuk menyemangatinya. “Terima kasih Lu”

            Luhan tersenyum lalu menatapnya. Kemudian dia menepuk bahu Kris. “Ayo, kau pasti tidak ingin melewatkan acara musik SM-Town kan? Mereka bilang SNSD’s Sunbae cantik-cantik”

            Kris tertawa lalu merangkul Luhan dan kembali masuk bergabung dengan member lainnya.

            Flashback End

Baginya, kini tidak ada yang bisa mengucapkan segelintir kalimat ampuh menyemangatinya. Tidak ada keluarga yang menjadi sandarannya. Tapi dia tau, dia harus bisa menunjukkan pada keluarganya, jika ia baik-baik saja.

Untuk Baozi Ge- Xiumin yang menggemaskan.

Bagaimana nafsu makanmu? Ku dengar EXO sangat sibuk belakangan ini. Apa makanmu teratur? Tidak ada yang kupikirkan selain apakah kau makan teratur atau tidak. Ingat kau selalu menyuruhku untuk makan teratur? Kau juga harus melakukannya. Aku tidak ingin mendengar atau melihat berita jika kau menjadi kurus karna jadwal padatmu itu.

            Dia terkekeh membaca surat itu, haruskah ia memberikan kalimat itu pada Xiumin? Apakah tidak terlihat seperti ejekan? Dia menelungkupkan kepalanya, rasa kantuknya muncul tiba-tiba membuatnya harus meneguk coffe yang dipesannya tadi. Semua kesusahan, kesedihan, kebahagiaan, sudah ia lewati dengan baik. Tapi itu dulu, sekarang dia harus melewati semua kesusahan, kesedihan kebahagiaan itu seorang diri. Bukan bersama-sama lagi.

            Flachback.

            “Hei Kris-” Kris menoleh melihat Xiumin yang sedang menggembungkan mulutnya. Tidak- maksudku yang mulutnya sedang di penuhi oleh bakpau kesukaannya. Dia menatap Kris bingung dengan sebelah alisnya naik. “Ada apa Baozi?”

            “Kau kenapa? Sudah makan belum?” Kris menggeleng. “Aku belum lapar Xiumin-ah”

Tanpa di duga Xiumin memberikan sesuatu yang berada dalam kantong yang ia pegang. Sebuah burger ukuran besar yang sepertinya hanya Xiuminlah yang mampu melahapnya. “Untukmu, bagaimanapun kau tidak laparnya. Kau harus tetap memberi asupan untuk perutmu. Kau ini kan dancer, tidak akan bisa kau bergerak sempurna jika perutmu lapar” jelas Xiumin.

            Kris dengan malas mengangguk. Xiumin mendesah kesal. “Aish, kau ini kan Leader. Mengapa kau manja seperti ini huh?

            Xiumin berjalan meninggalkan Kris setelah memberikan Burger itu pada Kris. Hingga punggungnya menghilang dari pandangan Kris. Ia masih bisa mendengar Xiumin terus mendumel padanya. Kris tersenyum dan memandang burger itu, biarpun dia tidak terlalu dekat dengan Xiumin, rupanya dia melihat ada sosok Ibunya di diri Xiumin yang selalu mengingatkannya untuk makan

            Flashback END

            Mulai sekarang dia harus bisa sendiri, tidak ada Xiumin lagi yang mengingatkannya untuk makan. Bahkan dia lupa jam berapa tadi terakhir dia makan. Sudah berapa kali dia makan. Kris mendesah, melirik jam yang sudah menunjukkan waktu tengah malam. Bagaimana dengan di Korea? Apa para member sudah kembali ke dorm? Apa mereka sudah makan? Kris menggelengkan kepalanya. Dia harus kuat.

Untuk Zhang Yi Xing – Lay My unnicorn. Si pencipta lagu indah dari EXO

Apa kau masih mudah terharu dan menangis? Ingat pertama kali kau menangis di depan kamera saat Kita memenangkan posisi pertama Music Bank? Kau menangis begitu terisak membuat hatiku sedikit teriris. Yi Xing, kau harus bisa mendekat lagi dengan yang lainnya. Jangan selalu berfikir kau sendiri. Ada aku tentunya dan mereka. Yi Xing, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu

Kris tersenyum, mengingat saat Lay menangis, dia berfikir hanya Suho yang menangis terisak seperti itu. Tapi nyatanya Lay sama saja. Dia mulai menerawang pikirannya, mengingat moment yang bahkan tidak bisa ia lupakan.

            Flashback

            “Peringkat satu dalam acara MBC Music Bank kali ini adalah..” sebuah layar besar menunjukkan foto member EXO dengan lawannya. Semuanya hanya bisa menunduk sedangkan Suho terus memasang senyumannya. Kangin- MC saat itu berteriak saat penghitungan point selesai. Menunjukkan bahwa point EXO lebih banyak dari lawannya. “Selamat EXO”

            Semua member EXO menampakkan wajahnya tidak percaya. Suho yang di beri kesempatan untuk mengucapkan kata sambutan hanya bisa terisak mengucapkan sepatah-demi sepatah kata. Kris merangkulnya mencoba untuk menyemangatinya. Setelah itu acara selesai semua member EXO kembali ke backstage. Beberapa kamera bermaksud untuk meliput kegiatan mereka setelah memenangkan penghargaan MuBank ini. Tapi pemandangan yang terlihat adalah seluruh member masih menangis terharu. Lay paling parah, dia sampai sulit mengucapkan kata-kata karna masih terisak.

            Flashback End

Masih ia ingat jelas suara tangisan itu, riuhnya member EXO saling berpelukkan. Bagaimana Lay mati-matian menahan isakannya. Dia tidak akan pernah lupa dengan mimpinya. Menjadi seorang idola.

Untuk Kim Jong Dae – Chen si pecinta Donald Duck

Aku merinding saat kau menyanyikan lagu moonlight kemarin. Kau pasti sangat menjaga pola makanmu bukan? Aku tidak tau harus berkata apa padamu. Hanya Chen, tetaplah selalu menjaga mereka. Aku tau bagaimana mati-matian usahamu melindungi mereka. Chen, tetaplah menjadi Chen yang selalu aku kenal. Terima kasih atas semua yang telah kau ajarkan padaku. Kau memang (translater) terbaik untukku. Saranghae

Kris mengambil pigura di ujung mejanya. Foto 12 orang pria memakai pakaian tuxedo hitam dan Suho memegang piala. Kris melihat semua membernya tersenyum manis. dia merindukan mereka. Begitulah yang selalu dia rasakan.

            Flashback

            “Aku hanya berpesan, apapun yang akan kita dapatkan nanti, jangan pernah kalian berkecil hati” Ucap Suho menyemangati ke-sebelas membernya. Semuanya mengangguk seketika. Malam ini EXO akan datang pada acara Music yang biasa diadakan tiap Tahun. Mereka masuk kedalam nominasi sebagai band rookie pendatang baru. Sesuatu yang selama ini ingin mereka wujudkan. Sehun menarik lengan Kris saat melihat sebuah meja kosong bertuliskan nama EXO, di sebrang meja mereka. Milik SNSD – Grup satu agensinya. Kris menegang saat melihat ke-sembilan perempuan cantik itu berjalan melewati mejanya menuju meja mereka. Saat itu tanpa sadar tatapannya terhenti pada gadis cantik pemilik iris madu itu. Jantungnya berdebar begitu kencang, dan Kris tidak mengerti apa yang terjadi. Sampai Luhan menepuk bahunya saat MC- mengumumkan siapa rookie terbaik tahun ini.

            “EXO!” Seluruh fans menjerit bahkan ada yang menangis, namun tidak ada yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya member EXO setelah apa yang mereka lewati belakangan ini. Ini salah satu mimpi mereka. Menjadi yang terbaik dari yang paling baik. Suho yang paling pertama bicara, sedikit gemetar namun ia mampu “Terima kasih, ah-kurasa terima kasih saja tidak cukup. Tapi berkat kalian, yang telah memberikan dukungan pada kami selalu membuat kami amat-sangat merasa seperti kami berharga. Ini adalah salah satu impian kami, dan karna kalian kami mampu mewujudkannya. Saranghamnida”

            Diikuti Oleh Chanyeol, Baekhyun dan Kai. Yang lain hanya bisa terus memasang senyumnya. Sampai saat itu sebuah penghargaan buah kesuksesan yang di raih oleh EXO masih di simpan dengan baik oleh mereka.

            Flashback End

­­-

Untuk ChanYeoli, Si Happy Virus.

Kerja mu sangat bagus Yeol, kau membuat mereka masih bisa tertawa saat kalian dalam masa yang sulit- karna perbuatanku- Yeol, apakah aku masih kau anggap sebagai couple mu? Apa aku masih kau anggap sebagai salah satu orang yang sangat berharga bagimu? Aku hanya ingin kau tetap membuat mereka bahagia Yeol, sebarkan terus virus bahagia buatanmu agar mereka tidak terlalu tertekan. Kau tau maksudku kan? Dan lagi, kemampuan rapp mu semakin membaik. Kau memang rapper sejati Yeoli, aku mencintaimu.

Kris tersenyum tipis, dia bahkan masih ingat lelucon yang tampak tidak lucu bagi member lain tapi selalu ChanYeol gunakan untuk menghibur.

            Flashback

            “Hei kalian kenapa?” Tanya Chanyeol saat melihat member EXO begitu lesu siang itu. Luhan mengindikkan bahunya. D.O menatap Chanyeol tak peduli, dan lagi Baekhyun malah menguap terus-menerus. Sampai akhirnya Kris bersuara. “Kami lelah”

            Chanyeol menganguk paham. Dia harus memutar otakknya berusaha menghibur teman-temannya. “Hei- kalian mau dengar ceritaku?”

            “Hyung, kalau tidak lucu. Aku akan merebusmu” celetuk Kai. Di ikuti anggukan Sehun. Mereka berdua memang evil. Chanyeol tertawa garing sembari menatap mereka. “Baiklah dengar ya.. kalian tau apa warna pakaian dalam yang selalu di pakai oleh Lee Ahjussi?”

            Mereka menggeleng, Chanyeol tersenyum iseng. Lalu berbisik, “Ku dengar dia selalu memakai warna dan gambar kesukaannya. Yaitu, warna merah dengan gambar. Spiderman. Hahahahahaha” Chanyeol tertawa heboh di ikuti tatapan aneh oleh member lain. Ketika menyadari tidak ada yang tertawa karna nya Chanyeol menghentikkan tawanya. “Hyung!”

            Kai dan Sehun kompak melangkah kearahnya, kemudian mulai mengelitiki pria jangkung itu. Dan diikuti oleh member lainnya. Alhasil mereka malah membully Chanyeol. “hei sudah ahaha hentikan”

            Flashback End

Kris tau lelucon pakaian dalam itu memang andalan Chanyeol. Dia memang tidak berbakat dalam melawak tapi dia mampu membuat yang lainnya tertawa. Kris merindukan pria jangkung itu, merindukan lelucon pakaian dalamnya. Dia tersenyum

Untuk Byun Baekhyun, Byun- aegyo

Hei- bagaimana hubunganmu dengan Kim Noona? Kau telah melewati masa-masa sulit kemarin, tapi aku tau Baekhyun ah- kau sudah dewasa. kau bahkan bisa melewati situasi itu. Byun Baekhyun-ah kita bahkan selalu bertengkar memperebutkan Chanyeol, kau selalu memukulku ketika Chanyeol lebih memilihku dari pada kau. Baekhyun ah- ingat saat Konser di Shanghai itu? Tanpa kau tau itu adalah konser terakhirku bersama kau dan yang lainnya. Kau memelukku dengan erat ketika di backstage dan mengatakan bahwa aku sudah melakukannya dengan baik- tidak Baekhyun aku tidak melakukannya dengan baik. Aku melihatmu diam-diam menangis saat kau tau aku tidak ikut kembali ke Korea bersama kalian. Aku membuatmu menangis padahal kau jarang sekali menangis. Maafkan aku Baekhyun-ah maafkan aku.

Kris sangat ingat bagian itu, Kris bahkan tidak mampu menahan isakannya ketika melihat Baekhyun yang selalu tertawa menangis karnanya.

            Flashback

            “Kita akan kembali ke Korea nanti malam” Seru Manajer Kim. Beberapa member EXO mengangguk tapi tidak dengan pria berambut blonde itu, dia terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu. Sampai Baekhyun menepuk bahunya. “Kris Hyung?”

            “Ah- ” saat dia hendak mengucapkan sesuatu, dia mendapat telfon dari Young Min- Ceo SM yang baru. Dia menghela nafas dan mengurungkan niatnya mengucapkan yang ingin dia katakan. Lima belas menit dia berbicara dengan pria paruh baya itu, beradu argumen membuat kepalanya mendadak sakit akhirnya dia berhasil memutus sambungan telfonnya sepihak. Saat kembali ikut berkumpul dia melihat tatapan aneh member EXO lainnya.

            “Kalian kenapa?” tanyanya. Baekhyun yang pertama berdiri, dia menatap Kris begitu dalam. tapi Kris tau tatapan itu, tatapan yang berbeda dari biasanya. Tatapan mata kecewa seperti member lainnya. “Baekhyun-ah?”

            “Kami sudah tau soal Kau Kris. Kau akan benar-benar melakukkan ini?” Kris mematung saat Xiumin bertanya segelintir hal yang ingin dia katakan tadi. Dia melihat Baekhyun melangkah mundur menjauhinya. Lidahnya mendadak kelu- saat semua member menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya. Dia tetap diam. Kemudian melangkah pergi. lalu samar-samar dia mendengar seseorang terisak. Dia melihatnya, Byun Baekhyun pria itu menangis sesegukkan sambil menahan agar suaranya tidak terdengar. Kris menyenderkan bahunya, hatinya sakit. Melihat tatapan kecewa itu jauh lebih sakit dari saat dia memilih meninggalkan keluarganya di China untuk mengejar impiannya menjadi seorang idola.

            Flashback End

Kris sontak memegang dadanya yang terasa sakit. Andai dia bisa, andai dia bisa memperbaiki apa yang telah dia lakukan. Dia akan melakukan apapun agar bisa menukar waktu, dan meminta untuk tidak melihat air mata itu. “Maafkan aku Baekhyun-ah”

Untuk D.O KyungSoo – Juru Masak EXO-K

Kyungsoo ah, apa kemampuan masakmu sudah lebih baik? Ku dengar kau telah belajar banyak dari Ryeowook Hyung soal memasak untuk member yang lain. Ingat kau pernah berjanji untuk membuatkan aku Jjangmyeon spesial untukku? Aku tau mungkin aku tidak akan penah mendapatkan itu Kyungsoo ah, tapi tak apa. Oh – Hei Kyungsoo ah, kau ingat malam itu? Saat tiba-tiba aku lapar, aku membuka lemari pendingin dan tidak ada apa-apa. Kemudian kau bangun dan melihat aku, lalu kau membuat makanan enak untukku. Kau tau, tidak ada masakan yang seenak buatanmu Kyungsoo ah- aku merindukanmu

Grrr-grrrr Kris memegang perutnya yang tiba-tiba berbunyi, kemudian ia melirik jam dinding yang menandakan sudah menjelang pagi. Lalu ia pergi ke dapur membuka lemari pendingin dan hanya mendapati sebungkus roti gandum makanan cepat saji yang bisa ia makan, air matanya meluncur tanpa sadar. Ia benar tidak ada masakan yang lebih enak dari pada buatan Kyungsoo

            Flashback

            Pria berambut blonde itu membuka matanya yang terasa berat. Tadi saat dia bermimpi indah tiba-tiba ia merasa perutnya terus mengeluarkan alarm alami. Ia membuka pintu kamarnya, kemudian melirik jam ternyata tengah malam. Ia mendengus, lalu membuka lemari pendinginnya. Dan mendapati bahwa isinya kosong.

            Cklek! Dia sedikit terkejut dan mendapati Kyungsoo yang keluar dari kamarnya. “Oh- Hyung apa yang kau lakukan?”

            Kris tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya. “Aku tiba-tiba lapas Kyungsoo ah, lalu aku membuka lemari dan ternyata kosong. Apa kita tidak membeli persediaan makanan kemarin?”

            Kyungsoo tersenyum manis lalu membuka sebuah lemari di bawah- dia mengambil beberapa sayuran dan mie ramen. Kemudian mulai memasaknya. “Kau duduk saja hyung, aku yang akan memasaknya untukmu”

            Mata Kris berbinar. “Benarkah?”

            Kyungsoo mengangguk. Selama hampir 10 menit Kyungsoo memasakan mie ramen untuk Kris. Meski sederhana namun Kris merasakan begitu kenyang setelahnya. Kyungsoo hanya tersenyum melihat Kris makan dengan begitu lahapnya. “Hyung apa makanan kesukaanmu?”

            “Aku suka spagethi tapi jika makanan korea aku tidak tau apa yang enak. Menurutmu?” Kyungsoo tersenyum. “Jjangmyeon?”

            “Apakah itu enak?” Kyungsoo masih tersenyum. “Aku akan membuatkannya spesial untukmu Hyung. Kau tau itu makanan kesukaan Sehun”

            Kris mengangguk lalu menepuk bahu Kyungsoo. “Tidak ada makanan yang seenak buatanmu Kyungsoo ah”

            Flashback End

Untuk Tao – Panda kesayanganku.

Hai Tao, bagaimana kabarmu? Tidak bertemu denganmu beberapa bulan ini terasa seperti tidak pernah lagi bisa melihatmu seumur hidupku. Apa kau merasakan hal yang sama Tao? Apa kau merasakan rindu yang besar ketika mengingatku? Ah- aku tidak yakin kau masih mau mengingatku setelah apa yang telah kulakukan padamu. Terima kasih kau telah mengajarkanku bahwa aku memiliki banyak cinta di sekitarku beberapa tahun ini. Kau yang terbaik Tao, jujur aku tidak tau harus menulis apa untukmu. Melihatmu menangis ketika mc- membahas soal kepergianku. Itu sangat menyakitkan, jadi Tao. Bisakah kau tidak terus-menerus meratapi kepergianku? Bisakah kau tidak menangis diam-diam ketika merindukanmu. Kau tau, aku juga merasakannya Tao. Merasakan sakitmu, dan Tao. Maafkan aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk menjadi Gege yang baik untukmu. Aku bukanlah orang yang pantas untuk ku tangisi. Maafkan aku. Tao

Lagi – dan lagi dia tidak mampu menahan air matanya. Untuk yang satu ini, dia begitu merasa teramat sangat hancur. Dia bahkan masih ingat bagaimana Tao bermanja-manja dengannya. Mengadu padanya ketika member lain membully-nya. Masih jelas di ingatan Kris saat itu, bukan hanya Baekhyun yang menunjukkan tatapan terlukanya. Tapi ada satu orang yang lebih terluka. Orang yang lebih memilih duduk di pojokkan dan memasang headset di telinganya. Orang yang lebih memilih diam ketika semua member menghakiminya. Kris tidak bisa melupakan itu. Tidak akan bisa

            Flashback.

            “Kris..” Chanyeol mendesis. Kedua tangannya terkepal hendak memukul wajah dingin itu. Chanyeol tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Kris. Setelah semua yang telah mereka lewati. Saat mereka berjanji meraih bintang bersama-sama inikah akhirnya jalan yang Kris ambil. Memupuskan satu-persatu harapan orang –orang yang mencintai EXO, memupuskan hati para fansnya. Saat EXO resmi memiliki fandom, lantas mengapa Kris pergi?

            “Maafkan aku Yeol” gumam Kris. Chanyeol maju selangkah. Namun lengannya ditahan oleh Suho. Akhirnya Lead itu angkat bicara. Dia menatap Kris sama seperti yang lainnya. “Aku merasa seperti orang bodoh Kris. Selama ini kau anggap kami apa? Kau anggap aku apa? Hanya inikah, hanya ini kah batas kemampuanmu? Hanya sampai disinikah impianmu?” Pekik Suho.

            Kris memejamkan matanya. Kemudian membuka matanya lagi. Dia memperhatikan satu-persatu member hanya minus Baekhyun dan – tatapannya terhenti pada pria jangkung di pojok ruangan yang lebih memilih menatap dunia luar dengan telinga yang di sumbat. Kris tau, pria itu sengaja tidak mendengarkan semuanya. “Jawab aku Kris!”

            Suho hilang kendali, dia mengguncangkan bahu Kris berkali-kali berharap pria itu tersadar dan segera menarik keputusannya. Namun Kris tetap diam, masih memandang pria di sudut ruangan itu. “Maaf, maafkan aku..”

            Flashback End

Sampai saat ini dia tidak pernah menceritakan pada member lain alasannya pergi. Termasuk pada Tao member yang paling dekat dengannya. Hanya pada gadis itu, hanya pada gadis itu ia menceritakan alasannya pergi.

Untuk Kim Jongin- Kai Dance Machine.

Hai Kai, bagaimana kemampuan dance-mu? Sepertinya kau ini semakin pandai meliuk-liukan tubuhmu ya. Kai, aku sangat berterima kasih padamu saat kau meminta Kim Young Min membatalkan gugatanku. Tapi harus kau tau Kai, itu semua bukan salahnya. Dia hanya menjalankan sesuai dengan permintaanku. Aku yang meminta Kai, kau mengerti maksudku kan. Kau sepertinya lebih dewasa dibandingkan Tao dan Sehun, jadi bisakah kau menjaga mereka dengan baik Kai? Kita memang tidak dekat satu sama lain, tapi kau harus tau. Aku sangat menyayangimu Kai, seperti aku menyayangi Tao, Sehun dan member lainnya. Kau orang yang spesial bagiku, alasan mengapa aku tidak terlalu dekat denganmu karna kau lebih dewasa dibanding magnae itu. Tidak seperti Tao yang mudah menangis dan tersentuh. Kai- Kai, kau harus bisa menjadi dancer hebat. Kelak aku akan menantangmu beradu dance. Aku akan menjadi dance machine sepertimu. Jadi siap-siap saja kau merasa tersaingi. Sampai jumpa Kai, aku menyayangimu.

 

Kris tersenyum, saat mengingat kejadian tahun lalu. Ketika EXO akan mengeluarkan repacked album Growl. Pria itu bahkan rela begadang semalaman untuk memikirkan coreographer yang bagus untuk EXO. Dan pria itu rela bersusah payah mengajarkannya menari padahal tubuhnya begitu kaku.

            Flashback

            “Five, six, seven.. argh!” Kris menghentikkan langkahnya saat mendengar teriakan dari ruang dance EXO. Dia memundurkan langkahnya perlahan, kemudian membuka pintu itu. Senyumnya mengembang saat melihat Kai – member EXO sedang menggerakkan badannya begitu cepat. Mencoba membuat Koreo. Dia memutuskan untuk masuk dan duduk di pojok ruangan. Lagu Growl terus mengalun, namun Kai masih belum menemukan gerakan yang pas. Kemudian dia mematikkan lagunya.

            “Jadi ini rahasianya ya?” Kai melompat saat mendengar suara berat Kris. Dia menoleh dan mendapati Kris duduk di pojok sana tersenyum sambil menatapnya. “Kris Hyung!”

            Kris mulai berdiri dan berjalan mendekati Kai, “Kau ini benar-benar em, daebak! Kai. Maukah kau mengajarkan aku agar aku bisa menari sepertimu?”

            Kai tersenyum aneh menatap Kris. “Kau mau belajar dance denganku Hyung? Kau bahkan hampir mengacaukan dance growl saat itu. Aish aku bisa gila”

            “Ayolah Kai-ssi”

Kai menghela nafas lalu mengangguk. Kris memekik kencang lalu memeluk tubuh Kai begitu erat. “Hy-hyung! Lepaskaaan”

            Kris tertawa dan melepaskan pelukannya. Kai mendengus lalu ikut tertawa. Mulai malam itu Kris dan Kai berlatih bersama. Pada awalnya badan Kris begitu kaku mengikuti gerakan Kai. Namun semakin lama-semakin lentur Kris menggerakkannya.

            Flashback End

            “Terima kasih Kai” gumamnya. Dia menatap foto di handphone-nya yang diam-diam diambilnya saat dia kebagian membersihkan kamar member EXO. Foto Kai yang sedang tidur begitu lelahnya dengan mulut yang menganga. Kris sangat menyayangi pria itu. Sangat menyayanginya.

Untuk Sehun – Magnae Evil

Sehun ah, bagaimana kabarmu? Apa kau melakukan perawatan hingga kulitmu semakin putih seperti itu? Aku mendengar beritamu belakangan ini, kau terlalu keras berlatih hingga kaki mu harus terluka begitu Sehun-ah. Jadi kumohon, jangan terlalu di forsir oke! Tapi satuhal yang harus kau tau, trend mu memakai sendal jepit kini mulai menjadi topik yang menurutku sangat aneh. Kau tau? Saat aku pergi ke sebuah warung, aku ingin membeli sandal dan penjual itu bertanya “Apa kau ingin sandal yang seperti Sehun EXO? Aku menjualnya 2000 dollar”

Sehun ah, pastikan ada orang yang selalu menggenggam tanganmu ketika kau berada di kerumunan ya! Aku akan meminta Suho atau Luhan melakukkan itu. Karna aku tidak ingin kau hilang seperti dulu. Sehun-ah bisa aku meminta sesuatu padamu? Bisakah kau tetap berada di samping Tao, kurasa dia sangat nyaman berada didekatmu. Saranghae Sehun-ah aku sangat mencintaimu

Suara tawanya perlahan terdengar, sungguh dia ingin tertawa mengingat hal itu. Ketika dia pergi keluar dari apartemennya dan menuju sebuah warung. Penjual itu benar-benar menawarkan sandal yang persis di pakai oleh Sehun magnae EXO itu. Tapi dia masih sangat mengkhawatirkan Sehun yang tidak bisa berada di tempat keramaian, apakah seseorang ada di sampingnya? Dulu dia yang selalu melakukan itu,

            Flashback

            “Sehun!” Kris berteriak sangat kencang. Bahkan fans yang sedang berada di Airport terkejut mendengar teriakan Kris. “Oh Sehun!”

            Oh – kini tidak hanya Kris, tapi juga Luhan dan Suho yang mulai panik. Member EXO mulai merasa kehilangan Sehun saat mereka berusaha menerobos fans yang menghalangi jalan mereka. Kai dan D.O memutar arah mencari Sehun. Lalu Tao, Baekhyun dan Lay pergi ke arah yang lain. Chanyeol, Xiumin dan Chen menuju van menaruh barang- milik EXO. Kris yang terlihat paling panik. Dia memencar sendiri mencari Sehun.

            “Sehun..” suaranya melunak saat melihat pria yang sedang menekuk kedua kakinya menyembunyikan wajahnya di dekat toilet. Kemudian dia menghampiri pria itu dan berjongkok mensejajarkannya. “Hei-”

            Pria itu mendongak, matanya berkaca-kaca. Dugaan Kris benar- itu Sehun. “Kris Hyung..”

            Kris menarik lengan Sehun agar pria itu berdiri. Saat Sehun merintih dia terkejut, melihat bekas luka cakaran di lengannya. “Siapa yang melakukannya?”

            Sehun menggeleng lemah. Persis seperti bocah 5 tahun yang baru saja bertemu dengan ibunya. Kris merangkul Sehun dan membawanya menuju van EXO. Luhan berlari menuju van saat Kris memberi tahu Sehun sudah ditemukan.

            “Sehun-ah kau baik-baik saja?” tanya Luhan. Sehun hanya mengangguk. Kris berdehem. “Aku menemukannya di dekat toilet tadi. Lengannya terluka. Sepertinya dia terkena cakaran fans tadi. Aku harap kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi”

            Mereka mengangguk. “Ya, jika bisa seseorang harus ada di sisinya ketika kita berada di tempat ramai seperti tadi” tambah Suho.

            “Aku yang akan ada di sisinya” ucap Kris membuat member EXO yang lainnya sedikit terkejut.

            Flashback End

Ia memperhatikan lembaran – demi lembaran kertas. Memandang coretan yang baru saja dia buat untuk member EXO yang sangat dirindukannya. Tapi tunggu, dia masih merasakan ada yang kurang, tapi apa?

            Ah- mulutnya melebar diatas kepalanya seperti ada sebuah lampu yang memberikannya ide. Harusnya dia sadar, bukan hanya member EXO yang berada di sisinya beberapa bulan yang lalu. Tapi ada seseorang yang selalu mensupportnya. Seseorang yang selalu mendukungnya apapun yang dia lakukan, tapi hari itu. Seseorang itu marah padanya dan memilih pergi meninggalkannya.

Untuk Im Yoona – Seseorang yang pernah menjadi gadisku.

Dulu, hatimu adalah tempat hatiku pulang. Masih bisa aku ingat Im bagaimana tawa renyahmu seolah menggelitik telingaku. Kau selalu marah saat aku memanggilmu dengan panggilan Im bukan? Aku tidak pernah memberikan alasannya karna apa. Tapi kali ini aku akan memberitahumu. Im, yang dalam bahasa inggris artinya Saya/ Aku. Saat aku memanggilmu dengan nama itu, aku seolah menyebut diriku sendiri. Dan itu berarti kau dan aku memanglah sama, keke J. Im bagaimana hubunganmu dengan Seunggi Hyung? Kuharap dia pria yang baik yang bisa membahagiakanmu. Membuatmu tersenyum dan tidak bersedih sedikitpun. Ingat hari itu, hari pertama kita bertemu. Kita semakin dekat dan akhirnya kita memutuskan untuk melangkah bersama. Lalu dihari itu juga, kau memutuskan untuk pergi. Tanpa mendengar alasanku. Kau pergi meninggalkan aku yang terluka. Baru tahun lalu, kau mengatakan kau mencintaiku. Lalu apa benar cintamu untukku telah terhapuskan?

            Flashback

            Kris mendengus, tadi Manajer Kim mengatakan ia harus banyak berlatih agar kemampuan dancenya semakin bagus. Dia membanting pintu ruang dance, memangnya selama ini dia tidak bagus dancenya? Aish! Batinnya. Kemudian dia membanting tubuhnya ke lantai. Memejamkan matanya, saat itu juga dia mendengar suara langkah kaki mendekat padanya. Perlahan dia membuka matanya, jantungnya berdegup kencang mendapati seorang gadis sedang membungkuk menatapnya. “Kau baik-baik saja?”

            Kris hendak bangun dan saat itu dahi mereka saling berbenturan. Pria itu benar-benar salah tingkah rupanya. Jantung Kris semakin berdetak tidak karuan. Mereka berdua saling jatuh terduduk kemudian tertawa keras-keras. “Apa ada masalah?”

            Kris menghembuskan nafas. “Begini Sunbae..”

Gadis itu bertolak pinggang kesal. “Sudah kubilang jangan memanggilku sunbae. Panggil aku Yoona. Mengerti!”

            Kris hanya mengangguk. Yoona tersenyum manis. “Aku di suruh Manajer Kim untuk banyak berlatih karna menurutnya aku sangat kaku Yoona.”

            Gadis itu menahan tawanya dan itu membuat Kris jengkel. “Apa ada yang lucu?”

Ia menggeleng, kemudian menatap Kris lekat-lekat. Kris terkejut, karna iris madu itu berusaha mengunci pandangannya. Jantungnya sudah seperti ingin melompat keluar. Kris memegang dadanya seketika. “Jadi soal dance ya? Em, baiklah bagaimana jika aku menjadi tutormu hingga kau bisa? Kau tidak perlu membayarku dengan uang. Hanya traktir aku makan setiap kita bertemu. Mau?”

            Kris tersenyum simpul. Gadis dihadapannya ini memang benar-benar suka makan. Tapi anehnya tubuh itu tidak pernah menggemuk. Selalu kurus membuatnya mempunyai daya tarik sendiri. Kris tanpa sadar mengangguk. “Ah- oke. Sampai jumpa, em Kris Oppa”

Wajah itu bersemu merah kemudian ia berlari meninggalkan Kris yang terkejut lagi. Gadis itu baru saja memanggilnya Oppa? Yoona memanggilnya Oppa?

            Sejak saat itu mereka semakin dekat, bahkan dari pihak member EXO dan SNSD sudah mengetahui kedekatan Kris dan Yoona. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama saat ada kesempatan, sampai saat bertemu di tanggal yang sama seperti mereka bertemu. Kris menghela nafas berat sebelum mengungkapkan semuanya pada Yoona.

            “Im, aku mencintaimu..”

Gadis itu mematung, dia menatap Kris dengan tatapan tak percaya. Bibirnya terkunci rapat, kemudian ia berlari ke pelukan Kris. Kris tersenyum manis. gadis itu memiliki perasaan yang sama dnegannya. “Aku juga mencintaimu Kris!”

            Yoona selalu mendukung apapun yang Kris lakukan, mulai dari Kris menjadi member yang berkelakuan aneh saat EXO Showtime dan ketika Kris melakukan skinship dengan artis China ketika konsernya. Yoona tidak pernah cemburu ataupun marah pada Kris. Karna mereka saling mencintai. Jawab Yoona mudah. Tapi malam itu, tepat di hari jadi mereka hampir ke 2 tahun. Kris mengucapkan sebuah kata yang seolah menusuk jantung Yoona. Menyayat perasaan gadis itu.

            “Aku akan melakukan gugatanku ke SM setelah konser terakhirku di China” Yoona mematung. Gadis itu hanya diam memandang jalanan. Kris menyentuh bahu itu, bahu yang mulai bergetar. “Bukankah kau akan selalu mendukung keputusanku Im?”

            “Aku kecewa denganmu Kris” ucapnya dingin. Yoona berdiri membuat Kris terkejut dan bingung. “Kau memilih meninggalkan keluargamu dan Aku. Kau memilih melakukan hal bodoh itu? Lalu kau anggap apa hubungan kita selama ini?”

            “Im, aku juga masih memikirkannya. Ku mohon, bukankah kau selalu mendukungku?”

            Yoona menggeleng. “Tidak kali ini, kau bukan Kris yang kukenal”

            Yoona terpuruk dengan kuputusan Kris. Tapi pria itu jauh lebih terpuruk. Ia tidak menyangka setelah itu Yoona memilih menjauhinya, menghindarinya. Dan akhirnya pada tahun ke-2 Kris merasa bagai sampah saat SM mengkonfirmasi hubungan gadisnya dengan Lee Seunggi, pria yang selalu mengejarnya. Tidak ada Yoona lagi di sisinya. Gadis itu marah dengan keputusannya, Kris sungguh menyesali keputusannya.

            Kris memejamkan matanya, kini dia sedang berdiri diatas panggung megah. Biasanya dia selalu bersama, namun kini hanya dia seorang. Mendengar penonton yang berteriak menyerukan namanya. Musik mulai mengalun memainkan lagunya Time boils the rain. Semua yang telah dia lewati, semuanya kini hanya bisa di ingatnya. Menjadi kenangan yang tidak pernah bisa dilupakannya.

Air hujan yang ditiup oleh angin menjadi bunga
Waktu Mengalir tidak bisa mengejar ketinggalan dengan kuda putih
Kata-kata konyol tertulis di telapak tanganmu
Apakah kamu masih menahan mereka erat?
Awan bergulir naik dan turun di musim panas
Air mata menguap dengan mengalirkan waktu
Semua dari kita sepanjang jalan,
adakah yang tersesat?

Kita berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain
harus selalu bersama-sama
meskipun kita harus berjuang melawan waktu
meskipun seluruh dunia berbalik kepada kita
Kepingan salju yang bersinar tertiup oleh angin
Rambut kita memutih
Kita mengatakan bahwa kami akan menjelajahi dunia bersama-sama

Apakah kamu masih ingat itu?
Di musim panas itu,
Kita membuat keinginan besar tak terhingga
Bergandengan tangan menuju ke dalam perahu
membawa kita di seberang sungai dari kesedihan
Kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan berpisah denganku,
dan bahwa kita akan bersama selamanya

Sekarang aku ingin bertanya
Apakah itu hanya sebuah celotehan?
Aku tidak tega menipumu di hari-hari hijau kami
Begitu pula aku mengkhianatimu di usia muda & bodoh kami

Oh, salju yang tebal, jangan menghapus
jejak masa lalu kita
Oh, salju yang tebal, tidak mampu menghapus
memori kami meninggalkan satu sama lain

Tanggal berapa hari ini?
Hijau rumput tebal
Bulan terang menyertaimu ribuan mil jauhnya

Untuk yang Spesial – Keluargaku EXO-L

Aku tau kalian begitu terkejut dengan berita-berita beberapa bulan kemarin. Aku hanya ingin mengucapkan hal yang sangat ingin ku ucapkan. Aku begitu beruntung memiliki kalian, yang selalu mendukungku apapun yang kulakukan. Aku berharap semuanya bisa baik-baik saja. Biarkan EXO berjalan meski kehilangan galaxynya sama sepertiku. Biarkan aku berjalan meski aku kehilangan duniaku. Untuk EXO L, begitu banyak aku ingin bercerita tapi aku tidak bisa mengungkapkannya. Begitu sulit dan pasti akan membuatku menangis. Aku hanya ingin bertanya, apakah aku masih kalian anggap sebagai galaxy-nya EXO? Kita tetap keluarga bukan? EXO we are one! saranghae

tumblr_inline_n5p3yjmbdv1ra4oyl

 

The End

Cerita absurd, gajelas dan bukti kalo aku lagi frustasi mikirin Kris.

oiya ini murni pikiran aku. jadi jangan ngira ini real ya😀

see ya! :*

30 thoughts on “Time Boils The Rain

  1. HUWEEE~ Luka hati ku kembali terbuka/? :v apa lagi pas baca sambil denger lagunya yg bikin galau setengah hidup/? ._.
    keren bgt ff nya sumpah :”v

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s