(Freelance) Addicted

flyers-copy

ADDICTED

By FLYers

***

Casts

Xi Luhan // Im YoonA

Genre

Romance-Fluff

Rating

15+

Poster by Ladyoong ^^ Thanks~

 

Happy Reading J

***

Detik demi detik terus berlalu. Tanpa disadari tubuh tegap itu telah berdiri sekitar sejam di sana tanpa bergerak sedikitpun. Alunan music perpaduan pop dan hip-hop mendominasi di sana –atau lebih tepatnya ruangan yang ada di hadapannya.

Matanya masih dengan setia memperhatikan apa yang terjadi di ruangan itu melalui celah kecil pada pintu yang tak tertutup rapat. Menyaksikan dengan seksama gerakan demi gerakan para gadis semampai di dalam ruangan berdinding cermin –practice room –di sanalah ia kini.

Tidak! Ia bukanlah penguntit! Bukan pula pria hidung belang yang matanya akan langsung membesar ketika melihat gadis-gadis macam mereka. Ia bukanlah lelaki bejat yang akan mengambil kesempatan dari sebuah kelengahan. Dan ia bukanlah pria bodoh yang akan sudi melakukan hal semenjijikan itu.

Dan lagi, jika diperhatikan dengan jelas lelaki yang telah dikenal hampir seantero dunia itu hanya tertuju pada satu dari Sembilan gadis di dalam sana. Ya, lelaki itu Xi Luhan –member dari boy grup Exo yang saat ini tengah memuncaki karirnya.

Matanya terus saja mengikuti gadis dengan kaos putih kebesarannya yang tengah bermandikan keringat itu. Entah kenapa sulit sekali untuknya mengalihkan fokus matanya dari gadis yang selama bertahun-tahun ini dikaguminya secara diam-diam. Gadis itu, anggota dari salah satu grup wanita bentukan agensi raksasa yang menaunginya –girls’ generation-

“Taeyeon-ah, aku lelah. Istirahat sebentar yah” suara dari salah satu gadis itu terdengar setelah sekali lagi menyelesaikan koreografi lagu comeback mereka. Itu Tiffany, dengan T-shirt pink mencoloknya ia melangkah gontai ke sisi ruang latihan –mendudukkan dirinya di sana dan lantas menyambar sebotol air mineral di sampingnya.

“Baiklah, 15 menit kurasa cukup….” Taeyeon selaku leader dalam grup besar itu berujar pada membernya yang terlihat terengah-engah akibat latihan keras yang mereka jalani hari ini.

Tak butuh lama, para gadis itu kini telah mengambil posisi yang nyaman untuk sekedar melepas penat dan melemaskan otot-otot mereka yang terasa kaku. Namun hal itu tak berlaku bagi sigadis berkaos putih. Keringat terlihat bercucuran dari pelipisnya, rambut kecoklatannya bahkan Nampak lepek oleh cairan asin yang keluar dari pori-pori kulit putih miliknya. Gadis itu masih saja setia dengan apa yang kini tengah dijalaninya bersama alunan music yang menghentak.

“Berhentilah dulu Yoona, kau sudah menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk menari tanpa henti. Kau bahkan sudah memulai sebelum kami Yoong” tegur Yuri sesaat setelah ia bersandar pada salah satu sisi ruangan yang dinilainya cukup nyaman. Ia menatap khawatir pada adik kesanyangannya –Yoona –gadis berkaos putih.

“comeback tinggal menghitung hari eonni. Dan akan sulit bagiku untuk ikut latihan di tengah jadwal individu yang memadat. Tak mungkin bukan aku naik panggung dengan gerakanku yang kacau ini” sanggah Yoona dengan nafas tak teratur akibat tarian yang dilakoninya tanpa henti. Ia kembali menggerakkan badannya mengikuti alunan music yang dipersiapkan untuk kembalinya mereka ke ranah music K-pop setelah menyelesaikan Tour dunia ke dua mereka beberapa saat lalu.

Dan harus Luhan akui, ia benci melihat gadisNYA bekerja terlalu keras. Meski ia tahu hal itu adalah sebuah keharusan tetapi bukankah iapun butuh istirahat? Dan ia lebih benci lagi ketika menyadari bahwa ia bukanlah siapa-siapa, ia tidak sedekat itu dengan gadis incarannya untuk sekedar memberinya nasihat bahwa istirahat itu penting. Lelaki itu meremas kuat pada kertas di tangan kirinya, kenapa ia tidak terlahir sebagai Sehun yang selalu berada di dekat gadis itu? Meski ia tahu sendiri bahwa magnae dalam grupnya itu telah memiliki kekasih dan hanya menganggap Yoona sebagai senior sekaligus kakaknya, namun tetap saja Luhan cemburu. Satu lagi hal yang dibenci pria berdarah China itu. Ia benci Sehun yang terkadang selalu berada di sekitar Yoona-nya.

“ck salahkan manager oppa! Mengapa ia tak mengosongkan jadwalmu, bukankah seharusnya tak ada kegiatan individu selama mempersiapkan comeback? Takkah ia memikirkanmu yang juga butuh untuk bernafas tanpa beban pekerjaan darinya? Menyebalkan sekali” dengus Jessica, cukup keras hingga bahkan perkataannya terdengar jelas di tengah teriakan music dari tape recorder di sampingnya. Bahkan Luhan mendengar hal itu. Beberapa detik ia memperhatikan seniornya yang nampak dingin di matanya. Melihat dengan jelas raut kesal pada wajah lelah gadis balasteran itu. Setidaknya Yoona-nyamemiliki member yang menyayangi dan akan selalu melindunginya bukan? Luhan mungkin dapat bernafas lega dengan hal itu. Dalam hati ia menyuarakan persetujuannya terhadap apa yang disampaikan Jessica. Manager mereka tidak memikirkan kondisi gadis kesayangannya!

“Jangan salahkan dia eonni, kontrak sudah di tandatangani jauh sebelumnya. Agensi tak akan mungkin mau menerima denda hanya karena pembatalan kontrak untuk persiapan come back” Yoona memandang sendu pada gadis pirang itu. Dan dari celah pintu Luhan dapat melihat dengan jelas raut lelah pada air muka gadisnya.

Bukankah Yoona nampak begitu hebat? Ya, gadis itu memang hebat. Mungkin itu yang dipikirkan orang luar akan gadis bermarga Im itu. Ia selalu berlatih keras hanya agar tak mengecewakan ribuan orang yang menyayanginya di luar sana. Dan mungkin seorang Luhan berada diantaranya, maniak seorang Im Yoona tanpa diketahui gadis itu.

Luhan merasakannya. Sebagai entertain iapun terkadang memusingkan jadwal yang menumpuk. Drama, iklan, pemotretan, belum lagi persiapan comeback, itu sungguh melelahkan. Dan Luhan dapat menilai dengan jelas bahwa pada kenyataannya gadis kesayangannya lebih kuat darinya. Gadis itu bahkan tak pernah sekalipun didengarnya mengeluh meski hampir setiap hari ia mengawasi gadi itu. Entah di ruang latihan ataupun di tempat-tempat yang dapat di jangkaunya dalam gedung SMent. Luhan bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana ia mengeluh pada seorang Xiumin beberapa waktu lalu saat ia dengan lelahnya menjalani jadwal individunya yang begitu memadat. Membolos pada saat syuting drama perdananya yang mengambil waktu pada pukul tiga pagi. Astaga, bayangan kemurkaan Kim Youngmin kala itu bahkan masih terekam dengan jelas. Luhan bergidik ngeri di tempatnya.

Seorang Im Yoona memanglah seorang entertain yang hebat. Orang-orang menyebutnya seperti itu terlepas dari segala kekurangannya. Namun tidak bagi seorang Xi Luhan. Lelaki berdarah China itu lebih senang menyebutnya gadis istimewah. Im Yoona yang istimewah dalam segala hal, tak ada celah. Sesuatu yang dinilai orang banyak sebagai kekurangan pada gadis itu akan berubah menjadi kesengan tersendiri baginya.

Ya, Yoona sempurna di mata Xi Luhan!

Ia bahkan tak mampu mengahalangi bola mata rusanya untuk mengarah pada gadis bersurai kecoklatan itu.

Im yoona, segala hal yang ada pada dirinya mampu untuk membuat Xi Luhan merasakan bagaimana candu itu. Nafas yang tak terkontrol hanya karena sehari tak memandangi wajah ayunya, kepala yang terasa berdenyut hanya karena tak mendapat senyum darinya. Xi Luhan kecanduan –kecanduan akan apa saja yang ada di diri gadis kelahiran Seoul itu. Awal tahun 2014 lalu bahkan hampir membuatnya mati terkapar dengan mulut berbusa akibat kabar bahwa gadisnya telah memiliki kekasih. Namun rupanya Tuhan masih menyayanginya dengan menyelamatkannya dari tindakan bodoh yang dilakukannya di apartement pribadi milik salah satu anggota grupnya -Chanyeol. Bodoh bukan, ia bahkan mencoba bunuh diri di tempat yang sudah pasti akan terlihat oleh teman-temannya.

Luhan kembali merasakan surga itu ketika sebulan kemudian tersiar kabar bahwa Yoona berakhir bersama lelaki itu. Demi memastikan kebenaran yang didengarnya dari artis-artis seagensinya, ia bahkan merelakan diri untuk berlutut di hadapan seorang Oh Sehun. Memintanya untuk bertanya langsung pada Yoona akan hal ini. Dan tentu saja ia terlebih dahulu dikerjai habis-habisan oleh magnae grupnya itu demi hal yang bahkan akan lebih mudah jika dilakukannya sendiri.

Luhan kembali memfokuskan matanya pada gadis kesayangannya.

Yoona!!!

Itu Yoona-nya! Dan ia bersumpah bahwa ia akan menjadi pengganti dari lelaki yang ternyata memutuskan Yoona hanya karena gadis lain. Ia benci lelaki itu!

Yoona … Yoona … dan Yoona …

Bagai heroin yang meracuni para penggunanya, membuat siapa saja terus menerus menginginkannya dalam beberapa kali percobaan. Namun tidak! Yoona bukanlah heroin atau semacamnya. Obat-obatan terlarang semacam itu terlalu menjijikkan untuk disandingkan dengannya. Dan itulah mengapa Xi Luhan menyebutnya sebagai gadis istimewah.

Yoona bukanlah heroin, namun gadis itu mampu membalikkan dunianya. Membuatnya melayang bersamaan akal sehat yang terasa enyah dari permukaan bumi. Yoona mampu membuatnya tersenyum tanpa henti sepanjang hari dalam kegilaan yang fana. Itulah Im Yoona dengan segala daya tariknya yang tanpa disadari berdampak adiksi pada Xi Luhan.

Im Yoona … Im Yoona …

Im Yoona mungkin tak sehebat Kim Taeyeon dalam bernyanyi, tapi Luhan bersumpah bahwa apapun yang keluar dari bibir gadis itu akan terasa begitu merdu di telinganya.

Im Yoona mungkin tak sekeren Kim Hyoyeon dalam menari, tapi Luhan bersumpah bahwa apapun gerakan yang dihasilkan dari organ tubuh gadis itu mampu membuat matanya berbinar indah tanpa berkedip.

Im Yoona mungkin tak sehumoris Choi Sooyoung, tapi Luhan bersumpah bahwa apapun yang dilakukan gadis itu mampu membuatnya tersenyum bahagia.

Im Yoona mungkin tak semanis Tiffany Hwang ketika tersenyum, tapi Luhan bersumpah bahwa gadis itu mampu meng-abnormalkan detak jantungnya ketika pelangi terbalik itu hadir di bibir ranumnya.

Im Yoona mungkin tak secantik Jessica Jung yang digadang-gadang mirip sebuah Barbie, tapi Luhan bersumpah bahwa gadis itu mampu membuatnya memerah hanya karena bertatap muka dengannya.

Im Yoona mungkin tak seimut Lee sunny, tapi Luhan bersumpah bahwa gadis itu mampu membuatnya acap kali menggigit bibir bawah demi menahan gemas akan tingkahnya.

Im Yoona mungkin tak se-eksotis Kwon Yuri, tapi Luhan bersumpah bahwa gadis itu mampu membuatnya menelan saliva dalam–dalam akan kulit putihnya yang selalu bercahaya.

Dan ..

Im Yoona mungkin tak secerdas Seo Joohyun, tapi Luhan bersumpah bahwa gadis itu selalu menemukan beribu cara yang mampu membuatnya terjatuh pada pesonanya.. lagi dan lagi…

Im Yoona … Im Yoona … dan Im Yoona …

Nama itu selalu hadir di setiap hembus nafasnya. Menghadirkan sensasi tersendiri ketika interaksi terjadi diantara mereka.

Xi Luhan tak membutuhkan beribu-ribu kertas untuk menulis nama Im Yoona … ia tak membutuhkan berlembar-lembar foto untuk mengabadikan moment-moment yang ada.

Kenapa?

Karena ‘Im Yoona’ sudah terukir dengan indah di hatinya secara permanen. Karena setiap moment yang hadir telah terekam sempurna di memori otaknya.

Im Yoona yang selalu menjadi candu baginya. Ya, seperti itulah keadaannya.

“Luhan-ssi apa yang kau lakukan di sini?” Luhan tersentak kaget dengan suara itu. Matanya membulat menyadari bahwa gadisnya tengah berdiri di hadapannya –memegang gagang pintu –dengan tatapan heran tetuju untuknya. Bodoh! Ia bahkan tak menyadari sejak kapan gadis itu melangkah ke arahnya. Matanya sedikit beralih ke dalam ruangan, ke-8 gadis di sana pun melayangkan tatapan yang sama seperti milik Yoona.

‘ini sungguh di luar dugaan’ rutuknya dalam hati yang menyesali keteledorannya yang terlalu asyik melamun hingga tak menyadari langkah yang mendekat ke arahnya.

“Luhan-ssi” Yoona kembali mengalihkan pandangannya. Memandang iris madu yang menatapnya polos. Dan Luhan menyadari bahwa gadis itu nampak lebih sexy dengan keringat yang membanjiri tubuhya. Luhan mendesah pasrah dengan detak jantungnya yang mulai tak terkontrol. Ia menelan salivanya lamat-lamat.

“hei, ada apa denganmu?” untuk kesekian kalinya Yoona bersuara tanpa mendapat jawaban. Detik berlalu dan ia mulai merasa kurang nyaman terhadap tatapan Luhan.

Yoona menarik nafas.

“Baiklah jika tak ada perlu biarkan aku lewat” Yoona mulai melangkah namun secepat kilat sebuah tangan menggenggam pergelangannya. Gadis itu berbalik memandang bingung pada sang empunya –Luhan.

“Ada apa?” Yoona tersenyum canggung.

“Tak ada. Hanya ingin memberimu ini” Luhan menyelipkan kertas yang sedari tadi di genggamnya ke telapak Yoona. Ia lantas tersenyum guna menutupi wajahnya yang mulai nampak memerah.

“Sampai jumpa!” lelaki itu berseru lantas berlalu begitu saja. Menyisakan Yoona yang menatap bodoh pada selembar kertas bertuliskan kalimat yang sulit di mengerti otaknya.

“Apa itu?” Yuri menghampirinya bersama member lain. Merebut dengan asal kertas yang menggantung di ujung jari Yoona. Yuri mengernyit bingung usai membaca 3 kata yang begitu aneh baginya.

“apa maksud rusa bodoh itu memberi kertas yang sama bodohnya dengannya?” Sooyoung berkomentar setelah mengintip isi kertas berwarna biru langit yang kini berpindah tangan ke leader mereka.

“Karena kau canduku” Taeyeon membacanya, ia lantas menatap Yoona yang menampilkan wajah bodohnya.

 

-FIN-

Hai hai, ini fanfic pertama yang aku kirim ke YoongExo. Castnya couple favorite nih … heheh. Ceritanya emang simple trus juga udah mainstream –suka diam” gitu. Iyakan? Fanfic ini terinspirasi dari temen aku, jadi kalau misalnya ada kesamaan itu murni ketidaksengajaan. Oh iya di sini aku nulisnya world tour yang kedua, bukan maksud apa-apa sih , kan lumayan Do’a heheheh. Trus sorry juga yah buat seunggi, yang satu ini gk maksud ngedoain kok akupan juga setuju ama hubungan mereka😀 Cuma buat seru aja, tuhkan nama juga gk disebut😄. Oke Jangan lupa coment yah ^^

68 thoughts on “(Freelance) Addicted

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s