(Freelancer) Remember That I Love You [Ch II]

Author : Shuangludeer [SLD]

Tittle : Remember that I love you [Chapter 2]

Main Cast : Im Yoon Ah , Oh Sehun & Byun Baekhyun

Other Cast : find by yourself

Genre : School life, Romance, Sad, hurt

Length : Chapter

Rating : PG 13

Desclaimer : This Story is MINE. Cast hanya milik Tuhan, keluarga, dan agensinya.       Warning!! Typo bertebaran

 

 

 

Happy Reading ^^

 

 

Yoona POV

 

Hei, aku menyukaimu yoona-ssi”

Apa – apaan dia?!

 

Apa dia gila? Boleh kah aku menamparnya?

Apa perlu kubalas pesannya? Tidak ‘kan? Yuri-ya! Aku harus bagaimana?

 

 

( … )

Yoona’s High School

“Morning deer! Chakkaman!” Teriak Yuri dari kejauhan. Ahh– bagaimana ini? Harus bilang apa aku.

“Ne Yul-ah. Waeyo?” suasana menegang. Yayayaya apa yang harusku katakan. Tolong berikan aku saran, berkata jujur pada Yuri atau Diam?. dia memandangku aneh.

“Apa ada yang salah?” tanganku berkeringat deras. Ralat. Bukan berkeringat tapi mengeluarkan cairan seperti air. Beberapa detik kemudian dia memulai pembicaraan.

“Apa Dia mengirim pesan kepadamu?

“Maksudmu?”

“Luhan”

..

..

..

“Ani” Jawabku singkat setelah beberapa detik memikirkan apa yang harus ku jawab.

“Jeongmal? Kemarin Ia bilang kalian saling bertukar pesan”

“ Yuri-ya, apa aku boleh meminjam namjachingu-mu untuk sementara?” Tanyaku lembut padanya.

“Untuk apa?” Ya! kenapa ia berbalik bertanya?! Kutarik nafas dalam – dalam lalu menceritakan apa yang ku maksud kepadanya.

Yul, Aku ingin mereka maksudku Sehun dan baekhyun berhenti menggangguku. Tepatnya Sehun. Apa boleh aku meminjam Lu Han?” ucapku panjang lebar. Ia hanya tertawa ria di depanku. Aku hanya begidik ngeri melihatnya dari pertama tertawa lalu diam tak berkutik. Sangat bahkan mungkin seperti kuntilanak. Tunggu apa di Korea Selatan ada kuntilanak? Lupakan ini.

“Apa menurutmu itu tak menyakitiku? Hm?” Ia menaikan alis kirinya. Haha itu mengerikan

“Aku hanya meminjamnya untuk sementara yuri-ah, Aku janji tak akan menyukainya” Jika kau bisa membaca mimik wajahku saat ini, aku yakin kau akan tertawa. Sedikit melembutkan suara dan membuat wajahku terkesan seperti orang ‘melarat’.

“Hahahah, Ne Yoongie. Aku hanya bercanda. Selama kau menepati janji dan ia dapat membantumu, mengapa tidak? Tunggu aku mau menelpon sebentar. Kau tetap disini” Aku lega mendengar jawabannya. Kukira ia tak akan membolehkan ku. Ia berjalan menjauh dari tempat kami duduk dan tak berselang lama ia kembali.

“Kajja pergi ke kantin” Kami berdua berjalan menuju kantin sekolah. Ku pikir hari ini hari yang cerah, Tapi tebakanku salah. Aku bertemu mereka lagi. Oh sehun dan satu – satunya sahabat namja yang kumiliki, byun baekhyun. Sehun duduk sendiri di bangku kantin sambil sibuk memainkan handphone-nya. Sedangkan baekhyun, Dia asyik bercengkrama dengan Suho dan Chanyeol.

“Yoong”

 

“Yoong”

 

“YOONG! Dia ada disini” Teriak Yuri tepat di telingaku.

“Aku tau. Sehun dan baekhyun ‘kan?” Jawabku sambil Menutupi wajah ku menggunakan manga anime Jepang milik Yuri.

“Ishh! Bukan mereka maksudku.Tapi Luhan ada di sini” Ntah aku budek , tuli atau apa lah. Lu Han? Benarkah aku harus bertemu 3 namja menyebalkan di waktu yang bersamaan?

“Lalu?” Jawabku singkat. Yuri hanya bengong menatapku aneh.

“Nuna kembalikan sapu tanganku sekarang” Haiya! Kenapa namja ini muncul secara tiba – tiba?! Dan kenapa aku tidak ingat mengembalikan sapu tangannya.

“Sehuna yang manis, tampan dan juga pandai menabung, Aku lupa membawanya. Jadi, bisakan aku kembalikan besok?” Jawabku enteng.

“Lalu? Mau sapai kapan kau menyimpannya?” ia memicingkan sebelah alisnya. Ku beri dia deathglare tapi ia terlihat biasa saja dan tak merespon. Namja sialan.

 

“Hi Yul, Yoong, dan– ” sapa baekhyun menghampiri kami dan menggantungkan kata terakhirnya.

“Sehun. Oh Sehun” Pekik Sehun lalu tersenyum miris kepada baekhyun. Baekhyun tak mengandai ucapan sehun, ia malah mengajakku pergi dan menggenggam tangan tanganku.

“Yuri-ya! kami pergi dulu!” Teriak baekhyun. Tapi sialnya Ada Seseorang yang menghalangi kami.

“Kalian mau kemana? Yoona-ssi, ikut aku sebentar” Main senonoh, Dia langsung mengambil alih tanganku dari genggaman baekhyun.

“YA! mau kau bawa kemana Temanku hah?” Teriak baekhyun dan berlari mendekati kami

“Dia yeojachinguku. Jadi wajar, terserah apa yang akan ku lakukan kepadanya. Lagi pula hanya mengajaknya pergi sebentar”

“MWOYA? Hei Xi Luhan! Lepaskan tanganmu yang kotor dari tanganku” Pintaku pada Luhan yang terus menggenggam erat tanganku. Ia mendekatkan wajahnya ke samping telingaku, Lantas aku menutup mataku.

“Yoona-ssi, bukan kah kau menyuruhku melakukan sandiwara ini untukmu? Dan– kau tak perlu menutup matamu.” Bisiknya lalu menebar wink menggelikannya padaku. Ahh itu sangat memalukan. Mataku beralih melihat baekhyun. Tatapannya sendu seakan – akan menyatakan dia sedang sedih. Mianhe baekhyun-ah

baekhyun-ah, Aku pergi dulu. Nanti aku akan menemuimu lagi” Kami berdua saling memandang satu sama lain. Anggukannya mengisyaratkan iya. Lalu ia menghilang pergi menyisakan punggungnya yang semakin lama semakin menjauh.

“Nah, aku telah melakukan apa yang dapat ku bantu sesuai permintaanmu. Ada lagi?” bisiknya sekali lagi.

“Pabo-ya! jangan keras – keras! Kau tahu disini ada Sehun” ocehku lalu menjitaknya. Ia merintih kesakitan.

“Hei! Appo! Tak perlu menjitakku juga! Apa perlu aku menciummu agar kau bisa tenang hah?”

“YAK! DASAR RUSA PERVERT!” Teriakku lalu menjitaknya untuk kedua kali.

“Kau lupa atau pikun? Kau itu juga rusa yoona-ssi” Luhan memutar bola matanya dan menjitak balik kepalaku. aku tak mengubrisnya dan malah sibuk memandangi sehun yang berdiri tak begitu jauh dari diriku dan luhan.

“Nuna aku pergi dulu. Ahh ne, jangan lupa nanti kutunggu kau di Sungai Han jam 8 malam. Dan jangan lupa bawa sapu tanganku” Ucap sehun lalu meninggalkan kami berdua disini.

“Aku pergi dulu Yoona-ssi, sampai jumpa” Tambah luhan dan meniggalkan ku juga sendiri di sini. Hei? Bagaimana dengan baekhyun? Kuambil ponselku dari saku rokku dan menekan nomor telpon baekhyun. Sial, ia tak menjawabnya. Kucoba menelponnya lagi, namun tetap saja tak dijawab. Aku telah mengulangnya berkali – kali, dan hasilnya pun nihil.

To : baekhyunee

“Kau ada dimana? Bisakah kita bertemu?”

 

Ku tekan tombol send dan menunggu balasan dari baekhyun. Aku bermain game untuk mengisi waktuku menunggu balasan baekhyun. Ini sudah lewat 5 menit aku menunggu pesan darinya, namun ia tak kunjung membalasnya. Akhirnya dengan muka kusut aku berjalan sendiri ke koridor atap sekolahku.

 

“Yuri-ah. Kenapa dia tak mengaku padaku jika dia sudah memiliki namjachingu?” tak sampai ku duduk di atap, ku dengar seseorang sedang berbicara dari sana. Baekhyun dan yuri sedang duduk bersama. aku menguntit pembicaraan mereka dari pintu dekat tangga.

“benarkah? Aih! Dia menyusulku ternyata. Memangnya kenapa?” Tanya yuri memancing jawaban dari baekhyun. Pandai kau yul

   “Aniyo. Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Antara menyukainya atau tidak” perasaannya? dia punya perasaan? Maksudku siapa yang baekhyun maksud? .

 

“Dorr! Sedang apa kau?” Ya tuhan, apa salahku? kenapa anak ini muncul lagi. Ku tutup mulutnya dengan susah payah. Kau taukan perbedaan tinggi kami lumayan jauh? Karena itu aku harus bersusah payah menutup mulutnya.

“Diam kau anak kecil! Atau ku sumpal mulutmu pakai–“

“Menyumpal mulutku? Kau yakin? Menjangkau mulutku saja kau susah” ledeknya . Tanpa ampun ku injak kakinya. Heran, iya tak mengeluarkan ekspresi apapun atau berteriak. Menyebalkan.

“Apa ada orang disana?” Tanya baekhyun tiba – tiba dan menoleh kebelakang. Sontak aku dan sehun bersembunyi di belakang pintu. Lalu ia kembali meneruskan pembicaraannya dengan yuri.

“Aku menyukai yoona. Tapi aku takut melakukan kesalahan. Kau tau kan dia pernah menangis karenaku? Dia pernah terluka saat ada rumor aku dan taeyeon nuna? Aku tak ingin ia kembali menangis.” Tak terasa, air mataku menetes. Sehun memandangku aneh

“Waeyo? Kenapa kau menangis? Ya,Uljimayo” Sehun menghapus air mataku dengan tangannya.

“Diam kau anak kecil .hiks hiks” aku langsung berlari menuruni anak tangga dan meninggalkan sehun yang mulai tadi berteriak memanggilku dan menyuruhku berhenti menunggunya.

(…)

 

“Sehuna, aku harus bagaimana? Hiks hiks” Saat ini kami duduk di bangku dalam aula. Meninggalkan waktu pelajaran hanya untuk bersama sehun disini. Setidaknya orang yang menyebalkan ini berguna sebagai tempat curahan hatiku. Wahaha

 

“Aigoo, Mau sampai kapan kau menangis? Dan mau sampai kapan kau menyimpan sapu tanganku? Dan kenapa kau memanggilku anak kecil? Apa aku harus membuktikanku bahwa sudah dewasa? Dan– kenapa kau mengajakku bukannya bersama namjachingumu itu?” Tanya sehun mencerca pertanyaan bertubi – tubi padaku tanpa menatap langsung wajahku malah memandang lurus kedepan. Sifatnya kembali lagi oh tuhan.

“oh sehun– DALAM WAKTU BEGINI KAU MASIH MEMIKIRKAN SAPU TANGAN ITU?! APA KAU TAK MELIHAT KEADAANKU SAAT INI HAH? Dan soal namjachinguku– itu bukan urusanmu!” Protesku padanya. terdengar sekali ia menelan sulit salivanya.

“Hei, tak perlu membentakku seperti itu” Jawabnya singkat. Setelah itu Ia tak merespon dan kami bergelut dalam keheningan selama beberapa menit.

 

 

“Aku tau kau hanya bersandiwara”

 

TBC

 

Hai haii~ SLD kambek egen/? Dengan Chapter 2 ff ini. Maaf kalo lama nunggu C2nya :”D ini efek K13 -_-“ . lupakan xD

SLD mau makasih sama reader sekalian yang udah mau comment dan ngasi saran😀 . Sekalian juga mau minta maaf kalo chapternya kependekan, bertebaran typo, alurnya kecepetan , bahasanya gak baku, dan sebagainya :’D. Maaf juga Aku gak bisa bales commentnya satu – satu ‘-‘)V

ciee ciee yang pada kepo sama namjachingunya yuri dan 99% tebakannya salah😀 pada

ngira sehun yah?😀 Maap bikin kalian kepo xD wks.

Tunggu next chap yahh~ juga Jangan lupa Comment yahh~ Palingan ffnya cuman bertahan 3/4/5 chapter doang ‘-‘ yahh~ xD

Kamsa~ :* /bungkuk3600/

48 thoughts on “(Freelancer) Remember That I Love You [Ch II]

  1. aigoo sehun ga bisa liat situasi, masa yoona lagi nangis ttep nanyain sapu tangan😀
    kependekan author, next chap harus lebih panjang lagi^^

  2. Ya! Ya! Ya! Sehun di panggil anak kecil?! Yoona eonnie.. Q rasa mata mu katarak -,- sehun yg begitu manly, ganteng, tinggi, dewasa (´▽`ʃƪ) di bilang anak kecil?! -,- hhhh.. Pls donk thor berikan sedikit belas kasihan agar kemungkinan ini end x dengan sehun-yoona ada… Plsssss

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s