Breathe

Breathe

 

Title    : Breathe

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Vignatte

Rating  : PG-13

Genre  : Romance

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Luhan EXO M

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan atau hanya terinspirasi.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow* Maaf karena udah lama gak update FF yang baru. Author lagi sibuk kuliah dan tida-tiba inspirasi hilang entah kemana. Ini aja makasih banget karena pas lagi dengerin lagu tiba-tiba dapet aja ni story.

Maaf ya ceritanya jelek dan gak jelas banget apa daya selesai dalam 30 menit ni cerita -__-.

Got the inspiration from song Breathe by Taylor Swift ft. Colbie Caillat.

Please Don’t Bash ya, Sorry For the TYPO and Don’t Be A Plagiator.

Dengan sangat, author mohon tinggalin jejak ya

Happy Reading!!!

Visit my personal Blog :

Cocoafanfiction.wordpress.com

***

Aku tidak pernah melupakanmu…

Sedetikpun tidak pernah hatiku tidak mengingatmu…

 

Bisakah aku mengulang waktu ?

Bisakah aku mendapatkan maafmu ?

 

Maafkan aku yang tidak mempercayaimu.

**

Aku terus melihat wajahmu dimanapun aku berjalan

Merindukan dirimu dan senyuman hangatmu yang selalu dapat membuat segalanya terasa mudah…

Terkadang aku berpikir

 

Bisakah aku mendapatkanmu kembali ?

 

Setelah semua yang kukatakan padamu…

Penyesalan selalu datang terlambat…

Mengapa ?

Karena kebenaran selalu datang di paling akhir

 

Dan setelah semua kebenaran itu terungkap…

 

Mengingat kembali…

Melihatmu yang pergi dari sisiku terasa begitu menyiksa

Membuatku sulit untuk bernapas…

**

Lagu ini terus terngiang ditelingaku…

Bagaikan bagian akhir dari sebuah cerita sedih…

 

Bagian akhir yang tidak pernah ingin ku lihat…

Sebuah tragedi yang membuatmu merasa begitu kesepian…

 

Mengingat kembali…

Kehadiranmu yang selalu menemaniku…

 

Aku ingin kau ada disisiku saat ini…

Yang nyatanya hanya kenangan di dalam ingatanku yang memiliki dirimu saat ini

**

Sulit rasanya untuk bernapas tanpamu…

Tidak ada oksigen di dunia ini yang dapat menyelamatkanku…

 

Haruskah aku bernapas kembali untuk dapat melihatmu ?

 

Bernapas tanpamu adalah suatu hal yang sangat sulit…

Tapi aku harus melakukannya…

Untukku demi dirimu…

 

Aku sangat merindukanmu…

Melihatmu, menyentuhmu, mendengar suaramu…

 

Kembalikan semua itu padaku…

**

Bisakah kau memaafkan semua yang telah kulakukan ?

 

Maafkan aku yang tidak percaya ?

Maafkan aku yang tidak ingin mendengarmu lagi ?

 

Maafkan aku untuk menuduhmu ?

Maafkan aku yang mengatakan kau bersama lelaki lain ?

 

Maafkan aku yang hanya percaya itu semua dari orang lain ?

 

Maafkan aku…

Maafkan aku…

 

Maaf…

 

Bisakah aku melihatmu kembali ?

Mengucapkan segala hal yang tidak pernah bisa kukatakan…

 

Maukah kau memaafkanku ?

Bisakah kau memaafkanku ?

 

Dan……

 

Aku mencintaimu…

**

Aku terus mendatangi tempat-tampat dimana begitu banya kenangan antara aku dan Yoona…

 

Berharap untuk dapat melihatnya tanpa sengaja

Yang tentunya itu adalah hal yang tidak mungkin…

 

Bodohnya aku untuk memikirkan hal itu

 

Siapa yang akan memaafkanmu jika kau menuduh pasanganmu yang tidak-tidak…

 

Selingkuh.

 

Bagaimana bisa kau beranggapan kalau Yoona berselingkuh dengan lelaki lain bodoh…

Itu membuktikan kalau kau masih belum percaya dengan rasa cintanya padamu…

 

Dasar kau manusia paling bodoh di dunia ini…

 

Kau bahkan tidak menahannya ketika dia pergi…

Dan setelah semua yang telah kau lakukan, kau masih ingin Yoona kembali padamu.

 

“Hahahaha bagaimana bisa ada orang sebodoh dirimu, Luhan” tawaku dan berhasil dilihat semua orang. Mereka pasti berpikir kalau aku sudah gila.

 

Apa peduliku ?

 

**

Tanpa kusadari sekarang aku telah berada di bawah pohon sakura…

 

Musim semi pertama tanpa dirimu…

 

Aku menghela nafas panjang “Aku merindukanmu Yoong”

Disini tempat dimana aku mengungkapkan cintaku padanya. Dengan segala kegugupanku, akhirnya kata-kata itu berhasil keluar dari bibirku.

 

-FLASHBACK-

“Im Yoona… A-aku… aku..” ucapku terbata-bata, ini musim semi dan aku berkeringat seperti sedang musim panas. Memalukan.

“Kau tidak apa-apa Luhan-ah ? Kau berkeringat banyak sekali, apa kau sakit ?” tanyanya dengan wajah cemasnya. Kini tangannya telah berada di dahiku dan berhasil membuat mukaku bertambah merah.

“Luhan-ah ? Luhan ? Lulu ?” aku berhasil tersadar dari lamunanku begitu mendengar panggilan terakhirnya. Aku menatapnya bingung dan sepertinya dia menyadarinya.

“Ah, mianhae. Bolehkah aku memanggilmu Lulu ?” untuk beberapa detik aku hanya terdiam, begitu tersadar aku menganggukkan kepalaku tanda setuju dan aku tersenyum bahagia atau mungkin konyol (?).

Dia hanya diam untuk beberapa saat dan kembali bertanya padaku “Jadi apa yang ingin kau katakan padaku Lu ?”

Kembali aku gugup “Hmm… itu.. aku… a-aku…”

“Ne ?”

“Suka”

“Ne ?”

“Aku menyukaimu, Im Yoona”

 

-FLASHBACK END-

 

Aku merindukanmu Yoong. Bisakah kau kembali padaku ?

Tapi sepertinya itu tidak mungkin…

“Yoona…” bisikku pelan dan mulai melangkahkan kakiku pergi dari tempat yang memiliki kenangan itu.

“Luhan” aku berhenti begitu mendengar suara itu. Tidak kuat lebih seperti bisikan namun aku dapat mendengarnya.

Aku membalikkan badanku dengan ragu dan disana dia berdiri dengan kekagetannya yang sama denganku.

Benarkah yang kulihat ini ?

Seketika dia tersenyum padaku.

Kumohon jangn tunjukkan senyuman itu yang seakan-akan kau telah melupakanku.

“Annyeong Luhan-ah, lama tidak bertemu” ucapnya dan aku hanya mengangguk.

“Apa yang sedang kau lakukan disini ?” tanyaku langsung yang berhasil membuat senyuman indah itu menghilang dari wajahnya.

“Kau sendiri ?” tanyanya kembali.

“Aku…” aku berhenti. Haruskah aku mengatakannya disaat kau telah melupakanku. Haruskah ?

“Aku disini karena…. Karena… ingin bertemu denganmu” bisa kulihat wajahnya kaget.

“Aku merindukanmu Yoong” lanjutku.

“Maafkan ak-“

CUP~

Dia men-menciumku !!!

“Tidak ada yang perlu dimaafkan” ucapnya begitu selesai mencium bibirku.

“Aku tidak pernah membencimu sedikitpun, masa lalu hanyalah masa lalu. Begitu juga denganku. Aku datang kesini berharap dapat melihatmu” ucapnya tersenyum tipis.

“Yoong” bisikku pelan lalu memeluknya erat.

Tidak akan

Tidak akan pernah, lagi aku melepas wanita dalam pelukanku ini…

Sekarang maupun selamanya…

 

“Saranghae, jeongmal saranghae Im Yoona”

“Nado Lu…”

**

Tidak akan pernah aku melepasmu….

Apapun yang terjadi aku akan selalu menahanmu…

Memelukmu erat karena kau hanya milikku…

 

Aku tidak ingin kembali merasakan sulitanya bernapas tanpa dirimu… 

**

Yoona, mungkin suatu hari nanti kau akan bosan denganku yang terus mengatakan aku mencintaimu…

 

-THE END-

 

Follow ask.fm and Instagram : berries_cocoa

Mind to listen my soundcloud : berries_cocoa

Pin BB : Just Ask

57 thoughts on “Breathe

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s