FACE OFF [3]

faceoff

title : FACE OFF

author : FN

main cast : Park Chanyeol, Im Yoona, Mun Joo Won

other cast : Lay, Baekhyun, Seohyun, Sehun and others

genre : action, family, marriage life, little romance, hurt and others

length : chapter

rating : PG 15

poster : Vanilla Milk @HSG

desclaimer : di cerita ini author terinspirasi dari 3 film barat dan 1 drama korea. judul filmya Face Off, Enemy Of The States dan Taken (1 & 2). buat dramanya dari drama Korea judulnya Ghost (drakor favorit author, yang castnya Soo Ji Sub <= salah satu aktor fav author ini xD).

author’s note : di cerita ini mungkin cukup jauh dari kata romance antara main cast tapi romancenya tetep ada dan mungkin agak sedikit lebih fokus ke main cast namjanya. mianhe jika ada typo dan kesalahan teknis lainnya 🙂

“ahh… satu lagi, dasi yang kau gunakan miring” kataku tertawa kecil dan pergi meninggalkannya

Sebenarnya aku sedikit takut menemuinya tadi karena aku takut Chanyeol akan menyeretku ke penjara tengah laut itu. bukan maksudku aku tak mau masuk kesana tapi aku harus menyelesaikan urusan yang disebabkan oleh mereka yang membawa nama baikku

Aku berjalan dengan tempo normal agar tak terlihat seperti aku sedang lari dari kejaran seseorang. Sampai aku berbelok ke sebuah gang aku tak merasakan ada orang yang mengikutiku dan aku kembali melihat ke arah cafe tadi. Chanyeol masih disana, tangannya memeluk cangkir kopinya

‘setidaknya, aku masih bisa membersihkan namaku’ batinku melajukan mobilku pergi.

Aku melajukan mobilku pelan dengan ditemani lagu medley yang benar-benar membuat pikiranku menjadi jernih. Mereka benar-benar sialan, aku pikir setelah kepergiannya mereka tak akan melanjutkan misi mereka tapi—yah—aku salah.

“Seohyun?” gumamku, “apa yang dia lakukan malam-malam seperti ini?”

“EH?! Sialan!” geramku ketika ternyata Seohyun diganggu oleh anak-anak berandal itu. aku langsung menepikan mobilku dan membanting pintu mobilku berlari menghampirinya

Bug! Bug! Braakk

Aku memukul mereka dengan sekali pukul, aku langsung menghampiri Seohyun yang menangis sambil menekuk kedua kakinya. “Seohyun” panggilku

“aniyo, aniyo jangan, jebal jangan lakukan itu!” jawabnya sambil menangis

Seseorang menendangku hingga aku jatuh tersungkur dan mereka menarik tangan Seohyun secara paksa agar mengikuti mereka

“ajhussi!!” teriaknya menangis, aku langsung bangkit dan berusaha menghajar mereka. Aku tak terlalu pandai bertengkar tapi untuk menghadapi berandalan teri seperti mereka itu perkara mudah

“jangan ganggu anakku!” teriakku

Bugg! Brak! Bug! Bug!

Tak butuh waktu lama mereka langsung berlari pergi, aku menghampiri Seohyun yang masih menangis. Aku langsung memeluknya. Aku tak peduli dengan rasa sakitku saat ini, aku merasa benar-benar senang memeluk anak ini

“ajhussi, gwenchana?” tanyanya sesenggukan, aku mengangguk tersenyum, “kajja, ajhussi akan mengantarmu pulang” kataku

Dia membantuku masuk kedalam mobil. Aku menjalankan mobilku pelan, aku yakin saat ini perutku memar, tapi ada Seohyun disini tak mungkin aku merintih. Aku meliriknya sekilas, dia memainkan jari-jari tangannya yang masih bergetar

“kenapa kau pulang sendiri?” tanyaku, “aku baru saja pulang dari rumah temanku untuk mengerjakan tugas kelompok dan aku tak sadar jika aku terlalu malam” jawabnya

“jika terlalu malam seharusnya kau menelpon eommamu atau appamu, supaya mereka menjemputmu” tegurku, “eomma—eomma ada pekerjaan dadakan dirumah sakit sedang appa, aku tak yakin dia akan pulang hari ini” jawabnya

“apa mereka selalu sibuk seperti itu hingga mereka tak memiliki waktu untuk menjemputmu walau hanya sebentar?” tanyaku sedikit emosi

“aku sudah terbiasa ajhussi dan itu tak masalah” jawabnya, “berikan ponselmu” kataku akhirnya

“cepat berikan saja” kataku mengulang karena dia tak segera memberikan ponselnya. Sedikit ragu dia memberikan ponselnya dan aku menekan beberapa nomer dan langsung memberikannya pada Seohyun. “coba telepon nomer itu” kataku, dia melakukannya dan ponselku berdering

“itu nomer telepon ajhussi, jika kedua orangtuamu tak bisa menjemputmu kau bisa menghubungi ajhussi, kapanpun ajhussi akan menjemputmu” jelasku, Seohyun hanya mengangguk mengerti.

“sekarang turunlah, cepat istirahat” kataku, “gumawo ajhussi. Err—ajhussi tak ingin turun dulu? Aku obati lukanya lebih dulu?”

“gwenchana, masuklah, aku bisa kerumah sakit” jawabku, “Seohyun!” panggilku lagi dan keluar dari mobilku. Dia berhenti dan menatapku, wajahnya masih memerah karena menangis

“kau pernah menggunakan pisau?” tanyaku, dia mengangguk, “pisau seperti apa?”

“pisau untuk memasak” jawabnya polos

Aku merogoh sakuku dan mengeluarkan sebuah benda tak cukup panjang dan tipis, aku memberikan padanya, “ini apa ajhussi?” tanyanya memegangi benda itu ragu

Aku menarik kembali benda itu dan menekan tombol kecil diujungnya, dan sebuah benda runcing nan tipis itu muncul, “ini pisau lipat, untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba saja keadaanmu seperti tadi, cukup tusukkan pisau ini ke paha penjahat itu dan putar dengan begitu mereka tak akan bisa melakukan apa-apa lagi” jelasku memberi contoh, dia menatapku takut

“itu hanya sebuah pembelaan diri, kau tak perlu takut, simpan terus ini disakumu jika kau pulang malam seperti tadi” kataku meyakinkannya

Kenapa aku harus khawatir dengan anakmu? Kenapa aku harus menyukai wanita bersuami sepertimu? Ini menggelikan.

Chanyeol pov

Kenapa Seohyun belum pulang? Yoona sudah jelas tadi mengatakan dia pulang larut dan Seohyun? Ayolah dia hanya anak SMP dan sampai sekarang belum pulang itu tak masuk akal bukan. aku merogoh ponselku—ponselku mati, segera saja aku menyalakannya. Banyak pesan masuk dari Seohyun

From : Seohyun

Appa, sudah pulang?

From : Seohyun

Appa, aku ada tugas untuk kerja kelompok bersama temanku mungkin aku pulang sedikit malam

From : Seohyun

Appa, apakah appa masih berada dikantor atau sedang dalam perjalanan pulang?

From : Seohyun

Appa, angkat teleponku

From : Seohyun

Appa, tak bisakah kau menjemputku? Aku terlalu malam dirumah Hyoyeon

From : Seohyun

Tak bisakah appa meninggalkan pekerjaan appa sebentar saja hanya untuk menjemputku, aku benar-benar takut sekarang, appa

15 missed call

Perasaan tak enakku terasa begitu saja, anakku satu-satunya, anak tunggalku. Bodoh! Kenapa tadi kau tak membuka ponselmu dan membiarkannya mengidap di sakumu sampai sekarang. Dengan cepat aku menyambar jas kantor yang masih aku letakkan di sofa ruang keluarga dan juga kunci mobil yang tak jauh dari sana. Aku berjalan tergesa-gesa, aku harap dia baik-baik saja

Cklek

“aku pulang”

Tepat Seohyun membuka pintu aku bersiap juga untuk membuka pintu, dia menunduk tak menatapku dan berjalan pergi. Dia pasti marah lagi tentang ini

“Seohyun” panggilku pelan, dia tak menjawabnya, “tak bisakah kau behenti dan menatap appa yang sedang memanggilmu?” tanyaku manarik nafas

Dia benar-benar berhenti dan berbalik kearahku tapi dengan wajah yang tetap menunduk, aku tetap diam hingga dia menaikkan wajahnya—

“wae? Apa yang terjadi denganmu?” tanyaku mendekat kearahnya. Matanya memerah, wajahnya basah dan sedikit pucat

“tak apa, appa selesaikan saja pekerjaan appa dan tak usah appa nyalakan ponsel appa yang tak penting itu!” ketusnya

“apa yang terjadi? Siapa yang membuatmu menangis seperti ini? nugu? Nuguya? Katakan pada appa!” desakku

“orang itu adalah appa sendiri!” jawabnya, matanya kembali berkaca-kaca emosi sambil menatapku,

“jika ponsel appa tak appa matikan mungkin aku tak akan seperti ini tapi semuanya terbalik dan mereka—aku—aku hampir menjadi korban cabul oleh berandalan di jalanan itu! seandainya saja ajhussi itu tak kebetulan melihatku yang sedang dalam bahaya, mungkin aku akan pulang tanpa nyawa! Aku mencoba menelpon eomma tapi ponselnya sama seperti appa, Huan ajhussi sedang libur dan tentu saja dia tak bisa menjemputku! Aku sudah tertinggal bus terakhir! Puas appa puas? Sekarang aku ingin tidur, selamat malam dan—tunggulah eomma seperti eomma dulu sering menunggu appa meskipun appa tak pulang dan tidur di sofa dengan keadaan mengenaskan!” lanjutnya sarkatis

Tadi Joo Won mengahampiriku, aku kehilangan Lio, Yoona meskipun dia tetap tersenyum dan hangat padaku tapi aku merasa sedikit berbeda dan sekarang anakku satu-satunya membenciku dan tunggu-tunggu ‘ajhussi’? siapa yang dia maksud ajhussi?

Ckleek

Aku mendongakkan kepalaku dan menatap Yoona yang baru saja datang, berbeda—dia masih menggunakan jas dokternya, biasanya jas dokternya akan dijinjingnya.  Sesampainya ditempatku berdiri dia langsung melepas jasnya dan melemparkannya asal

“kau sudah pulang?” tanyanya tersenyum manis. Keadaan lelah pun kau masih tetap tersenyum, Yoong

“sudah 3 jam yang lalu” jawabku, “kajja, kita kekamar” ajakku mengambil tas dan jasnya begitupula dengan tas dan jasku. Dia sudah lelah tak ingin aku bertanya tentang Seohyun, esok hari adalah waktu yang lebih tepat daripada sekarang. Dikamar aku duduk ditepi ranjang sendangkan dia berdiri tak jauh dariku sambil mengikat rambut ikal cokelatnya. Aku berdiri mendekatinya dan memutar tubuhnya agar menatapku. Dia mentapku bingung, aku menyelipkan rambut yang tak sengaja tak terikat itu kebelakang telinganya sambil tersenyum lembut

“waeyo?” tanyanya bingung

Tanganku terangkat dan mengelus wajahnya, bukan hanya satu tangan tapi tanganku yang satunya juga melakukan hal yang sama. Wajah halus ini, wajah cantik ini, wajah wanita yang aku cintai, wajah wanita yang sangat penting dalam kehidupanku selama ini, wajah yang selalu setia menemaniku hingga 14 tahun lebih ini. aku terus mengelusnya hingga aku mendekatkan wajahku dan mendaratkan ciuman hangat disana. Aku tak peduli dengan sikap terkejutnya aku hanya ingin menikmati ini semua, detik berikutnya tangannya mulai menggenggam tanganku yang masih memegangi wajahnya.

Aku melepas ciumanku dan mencium hampir keseluruhan wajahnya. Kedua pipinya, hidungnya, matanya, dahinya dan kembali aku melumat bibirnya lembut

“waeyo?” tanyanya lagi setelah aku menyelesaikan kegiatanku, tak menjawab aku langsung memeluknya erat. Aku mencium puncak kepalanya, aku hirup parfum tubuhnya. Ini, ini yang membuatku semakin benar-benar terbius olehnya setelah pernikahan kami

“saranghaeyo” ucapku, “jangan pernah tinggalkan aku” lanjutku, dia membalas pelukanku, “nado, Chanyeol-ah” jawabnya

Aku melepaskan pelukanku dan kembali menciumnya dalam, tak ingin sebenarnya aku melepaskannya tapi dia mendorong tubuhku, “berhentilah, aku ingin mengganti bajuku—dan seharusnya kau juga melakukan hal yang sama” katanya mengingatkan, aku hanya mendesah kecewa, “kau merusak moment bahagia yang sedang aku buat” runtukku, dia hanya tersenyum simpul dan masuk kekamar mandi.

Author pov

Sepulang sekolah, Seohyun biasa pulang bersama Yonghwa, Suho dan Hyoyeon tapi tiba-tiba saja matanya menangkap seorang lelaki tengah berdiri bersandar pada mobil sport berwarna biru dengan kacamata hitam menggantung dihidungnya. Mengetahui Seohyun menatapnya, Joo Won tersenyum simpul dan melambaikan tangannya pada Seohyun

“nuguya?” tanya Suho menatap Seohyun, “ajhussiku, mau aku kenalkan?” tanya Seohyun, mereka bertiga mengangguk kompak. Mereka bertiga berjalan mendekati Joo Won yang berdiri seperti teko teh dengan senyuman yang menggantung diwajahnya

“annyeong, ajhussi” sapa Seohyun tersenyum, Joo Won tersenyum mengangguk, “ajhussi, ini teman-temanku” kata Seohyun memperkenalkan ketiga temannya pada Joo Won. Joo Won tersenyum dan mengulurkan tangannya

“Joo Won, panggil saja aku ajhussi seperti Seohyun memanggilku” kata Joo Won ramah

“annyeong, Jung Yonghwa imnida”

“Kim Hyoyeon imnida”

“Kim Suho imnida”

Joo Won tersenyum melihat mereka bertiga, “kau—” kata Joo Won menggantung pada Yonghwa yang terkejut karena Joo Won menunjuknya, “kekasih Seohyun?” tebaknya

Yonghwa langsung menghembuskan nafasnya lega, dia kira dia telah melakukan sesuatu yang menggangjal ajhussi didepannya ini. “ne, ajhussi, aku kekasih Seohyun” jawab Yonghwa

“pantas saja” kata Joo Won, “memang kenapa?” tanya Seohyun, “aniyo, dari gelagatnya terlihat” jawab Joo Won

“kalian pulang naik bis?” tanya Joo Won, mereka berempat mengangguk, “aku ingin mengajak Seohyun makan siang, apa kalian mau ikut? Aku juga akan mengantarkan kalian pulang nanti?” tawar Joo Won. Mereka bertiga sebenarnya sedikit ragu tapi karena Seohyun mengatakan jika ajhussi didepan mereka ini adalah pamannya maka dari itu mereka bertiga mengangguk menyetujui.

From : eomma

Seohyun, apa kau sudah pulang?

To : eomma

Belum eomma, aku tadi bertemu dengan Joo Won ajhussi dan dia mengajakku, Yonghwa, Suho dan Hyoyeon makan siang bersama

From : eomma

Mwo? Jinjayo?

To : eomma

Ne, wae? Tak bolehkah, eomma?

From : eomma

Aniyo, tak apa, setelah makan bersama ajhussi cepat pulang ne? Tadi Lee ajhumma mencarimu karena sampai sekarang kau belum pulang

To : eomma

Arrasheo!!

“eommamu?” tanya Joo Won yang tahu Seohyun tersenyum-senyum menatap ponselnya, “ne, katanya Lee ajhumma mencariku gara-gara aku belum pulang” jawabnya tersenyum.

Seperti Seohyun saat pertama kali bertemu dengan Joo Won, ketiga teman Seohyun juga sama, mereka langsung akrab dengan Joo Won yang ramah itu. bahkan Hyoyeon sempat mengeluarkan leluconnya yang membuat mereka berlima terbahak-bahak.

“gumawo, ajhussi, sudah mentraktir aku dan temanku makan siang” kata Seohyun setelah Joo Won mengantarkannya pulang, “tak masalah” jawab Joo Won tersenyum.

Joo Won kembali melajukan mobilnya. Dering ponselnya tak dihiraukannya karena dia sedang malas berbicara dengan siapa-siapa tapi karena ponsel itu terus bersuara itu membuat Joo Won risih dan langsung mengangkatnya

“Wae?” ketusnya, “mianhe hyung, menganggumu, bisakah kau pulang sekarang? Aku punya beberapa informasi” jawab Baekhyun

Joo Won tak menjawab, langsung memutus teleponnya begitu saja dan memutar mobilnya cepat. Jika Baekhyun sudah berkata seperti itu maka ada hal penting yang harus dia beritahukan pada Joo Won. Mungkin terkait polisi itu, piranti yang coba dibukanya dan juga pasti ada kaitannya dengan orang yang sudah mati itu.

Joo won pov

“wae?” tanyaku tanpa basa-basi, “bacalah ini” jawab Baekhyun

“aku terpaksa harus menggunakan cara kotor agar bisa membuka milik mereka—aku menggunakan piranti sederhana pribadimu yang bisa aku crack karena aku yakin hanya itu yang bisa kugunakan. Jadi aku mencurinya tadi dan mengcrack jaringan mereka dan yang aku temukan—” terang Baekhyun mengetik-ngetik sesuatu dan muncullah beberapa gambar dan juga tulisan

“BOM! Mereka akan meledakkan beberapa tempat di negara ini dengan sekali klik, sebenarnya ini hanya copian dari data milik mereka tapi jika polisi dan detektif itu berhasil memecahkan kodenya maka itu berarti sama saja mereka meledakkan Korea dengan tangan mereka sendiri” lanjutnya melipat kedua tangannya

“sudah mendapatkan tempat dimana mereka akan meledakkan bom mereka?” tanyaku, Baekhyun menggeleng, “aku sedang berusaha mencarinya”

“sialan!” desisku, “kau lanjutkan saja apa pekerjaanmu, aku akan memikirkan hal yang lain dan aku akan mengcrack lebih jauh daripada yang kau lakukan” kataku, Baekhyun hanya mengangguk

“ah… hyung” panggilnya ketika aku beranjak, “apa yang kau lakukan selama ini? aku jarang melihatmu berkutat pada laptopmu dan kenapa kau tak mengganti passwordnya? Biasanya setelah memakainya kau akan langsung mengganti passwordnya?” tanya Baekhyun

Sialan, kenapa juga aku tak memikirkan tentang hal itu. selama ini aku sibuk dengan dunia baruku, dunia tentang perasaanku yang terbuka kembali pada milik orang lain. Aku belum mencari tentang dirinya, yang aku tahu masih tentang dirinya, anak perempuannya dan suaminya (yang tak aku ketahui namanya karna aku memang sengaja tak bertanya). Pekerjaanku benar-benar terbagi dua

“hyung?” panggil Baekhyun lagi yang membuatku menatapnya datar, “tak apa—aku akan kembali” jawabku melenggang pergi, “Baekhyun” panggilku lagi dan dia menoleh mentapku, “aku akan mengirimu sebuah foto nanti dan aku ingin kau mencari tahu informasi tentangnya” lanjutku, dia hanya mengangguk sebagai jawaban.

Aku kembali kekamar dan membuka laptopku, segera saja aku mencari folder Yoon Jaeyoung, aku masih penasaran terhadapnya. Teman masa kecilku sekarang menjadi musuh terbesarku bahkan keinginannya adalah menjebloskanku ke penjara terkutuk itu. kami dulu hidup bersama, rumah kami bersebelahan tapi eommaku menyuruhku agar aku menyusul appaku ke London dan bersekolah disana tapi ketika aku kembali ke Korea, dia sudah pindah ke Seoul dan aku mencarinya tapi tak ada satupun identitas bernama Yoon Jaeyoung yang mirip dengannya dan sekarang aku telah menemukannya dengan identitas lain—orang sialan itu—Park Chanyeol.

Author pov

“nona Park, sudah makan?” tanya Lee ajhumma yang menyambut kedatangan Seohyun, “aigo, ajhumma panggil aku Seohyun saja jangan menggunakan nama appa didepannya, ajhumma sudah bertahun-tahun bersamaku” jawab Seohyun, Lee ajhumma hanya tersenyum mengangguk, “apa Shin ajhussi sudah kembali?” tanya Seohyun celingukan, “dia sedang mencuci mobil dihalaman belakang” jawab Lee ajhumma, “ohh… aku kekamar dulu ajhumma, aku ingin tidur” kata Seohyun berjalan pergi

Cklek

Yoona yang baru saja pulang itu juga disambut senyuman oleh Lee ajhumma yang belum beranjak dari tempatnya tadi. Melihat itu Yoona sedikit bingung, pasalnya Lee ajhumma tak pernah melakukan hal ini. menyambutnya ketika pulang

“waeyo ajhumma?” tanya Yoona, “aniyo, nyonya, tadi baru saja nona Seohyun pulang” jawabnya tersenyum

Yoona hanya mengangguk dan kemudian pintu besar itu kembali terbuka menampakkan sosok tubuh tinggi itu masuk sambil melonggarkan dasinya. Rambutnya sedikit acak-acakan tapi dengan penampilannya yang seperti itu, dia masih terlihat sangat cool

“kau sudah pulang?” tanya Yoona tak percaya yang melihat suaminya baru datang

Chanyeol mendongak melihat istrinya bersama Lee ajhumma menatapnya lekat. Oh! Dia tahu alasannya, “wae? Kenapa kalian seperti melihat keajaiban?” tanya Chanyeol tertawa kecil

“ehm—tuan, nyonya, saya kebelakang dulu. Saya akan menyiapkan makan malam” pamit Lee ajhumma ikut tersenyum senang melihat keluarga ini utuh berada dirumah pada waktu yang bersamaan.

“pekerjaanmu selesai cepat sekali” kata Yoona lagi, “aku sengaja membawanya kerumah, aku pegal duduk di kantor terus menerus” jawab Chanyeol

“ehm—kau sudah diberitahu Seohyun tentang kejadian kemarin?” tanya Chanyeol pelan

Yoona menoleh bingung, “memangnya ada apa?” tanyanya

“dia marah lagi padaku karena kemarin aku tak menjemputnya pulang selesai tugas kelompoknya” jawabku, “lalu? Kenapa dia harus marah? Bukankah biasanya dia pulang sendiri?” tanya Yoona tak mengerti

“ne, tapi dia pulang terlalu larut, dia menghubungi ponselmu dan ponselmu mati begitupula dengan ponselku. Ketika sampai dirumah dia menangis dan mengatakan padaku jika dia hampir menjadi korban cabul” jelas Chanyeol

“mwo?!” tanya Yoona tak percaya, “aku harus menanyakannya langsung” kata Yoona lagi berjalan keluar dan memasuki kamar Seohyun.

Ketika Yoona masuk kedalam Seohyun sedang mandi jadi Yoona terpaksa menunggunya hingga Seohyun keluar

“apa yang eomma lakukan disini?” tanya Seohyun mengusap-usap rambutnya yang basah karena dia baru saja keramas

“apa benar kau kemarin hampir diperkosa karena pulang terlalu larut?” tanya Yoona.

Yoona duduk manis disebuah cafe yang cukup jauh dari rumah sakit tempatnya bekerja, sesekali memutar-mutar sedotan dari jus jambu merahnya yang kental dan dingin itu ditambah dia sedikit melirik ke seorang pianis yang tengah memainkan piano diujung cafe itu. suaranya benar-benar sangat indah

“annyeong”

Yoona menoleh ke sumber suara dan melihat orang yang sedang ditunggunya datang dan duduk didepannya. Sambil menyunggingkan senyum merekahnya Yoona memberikan sebuah kotak kecil yang sudah dibungkus dengan kertas motif dan ada sebuah pita merah diatasnya sebagai sebuah pelengkap agar terlihat manis

“untukmu” kata Yoona, “untukku?” tanya Joo Won bingung, “ne, itu untukmu dari Seohyun” jawab Yoona

“mwo? Aku tak sedang ulang tahun hari ini, kenapa Seohyun memberiku hadiah?” tanya Joo Won

“itu ucapan terima kasih karena kau menyelamatkannya kemarin” jawab Yoona tersenyum, Joo Won mengangguk dan mengambil kotak kecil itu dan memasukkannya kedalam jas hitamnya, “sampaikan terima kasihku pada Seohyun” kata Joo Won akhirnya

“gumawo” kata Yoona yang membuat dahi Joo Won mengkerut, “untuk?”

“jika kau tak menyelamatkannya malam itu mungkin aku akan benar-benar sangat depresi sekarang” jawabnya

Joo Won tahu apa yang dimaksud Yoona jadi dia hanya mengangguk, “tak masalah tapi—terima kasihku mahal lho” kata Joo Won tersenyum smirk

“maksudmu?”

“tanda terima kasih untukku itu mahal” jawab Joo Won

“apa yang kau inginkan?” tanya Yoona sedikit menyelidik

“traktir aku makan siang hari ini” jawab Joo Won, Yoona langsung tertawa lepas mendengar jawaban itu. hanya mentraktir tak ada yang sulit bukan?. yoona mengangguk, “pesan saja apapun yang kau inginkan, aku akan mentraktirmu” kata Yoona menyetujui.

Semakin hari Yoona dan Seohyun semakin dekat dengan Joo Won bahkan kadang juga Joo Won sering mengajak pergi Seohyun dan ketiga temannya berjalan-jalan. Bagi Joo Won jika dia tak bisa mendapatkan ibunya minimal dia bisa dekat dengan anaknya karena selain itu Seohyun memang benar-benar mirip dengan kepribadian Yoona

Yoona yang mengetahui hal itu hanya diam saja dan membiarkan anaknya dekat dengan Joo Won. Menurut Yoona Joo Won tak akan berbuat macam-macam karena sejauh ini ketiga teman Seohyun juga merasa nyaman ketika mereka pergi bersama Joo Won. Sebenarnya Yoona merasa tak enak dengan Chanyeol, Yoona takut jika Seohyun akan lebih dekat dengan Joo Won daripada dengan appanya sendiri. Dia tahu Chanyeol sangat sibuk dan jarang ada waktu untuk mereka berdua tapi perasaan takut itu tiba-tiba saja menghampiri Yoona. awal Joo Won mengajak Seohyun pergi jalan-jalan Yoona merasa senang tapi lama-kelamaan berubah menjadi khawatir

Braak

Sedang hening memikirkan tentang Joo Won yang dekat dengan Seohyun tiba-tiba buyar begitu saja ketika pintunya terbuka keras hingga menghantam tembok rumahnya. Itu Chanyeol dan Seohyun tapi berbeda tatapan mata Chanyeol marah sedangkan Seohyun menangis karena tangannya ditarik paksa oleh appanya

“Chanyeol, wae? Apa yang terjadi?”

tanya Yoona beranjak mendekat, Chanyeol menghempaskan tangan Seohyun kasar dan mendorongnya kearah Yoona. yoona langsung memeluk Seohyun yang menangis sesenggukan

“jangan pernah lagi appa melihatmu pergi bersama lelaki tadi!” ancam Chanyeol marah, “wae?! Apa salah ajhussi itu?! dia hanya mengajakku jalan-jalan tak ada yang lain, appa!” jawab Seohyun

Plak

Yoona menahan nafasnya ketika dia mendengar tamparan keras itu mendarat di pipi putri satu-satunya. Seohyun menatap appanya tak percaya begitupula dengan Yoona yang kaget dengan perbuatan Chanyeol. Baru kali ini Chanyeol melakukan hal seperti ini, Chanyeol tak pernah menggunakan kekerasan dalam keadaan apapun. Yoona menatap Chanyeol tajam, matanya memerah panas melihat perlakuan Chanyeol tadi

“kau menampar Seohyun?!” tanya Yoona tak percaya, nafas Chanyeol naik turun menatap Yoona yang berada didepannya

“siapa lelaki yang pergi bersama anakmu ini?!” tanya Chanyeol geram, “wae?! Apakah itu penting?!” tanya Yoona tak kalah geramnya

Chanyeol menarik tangan Yoona kasar, “nugu?! NUGUYA?!” teriak Chanyeol tak sabar

“dia temanku! Wae?! Kau keberatan jika Seohyun pergi bersama untuk bersenang-senang bersamanya?!” tanya Yoona tak kalah berteriak dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Chanyeol yang membuat pergelangan tangannya kesakitan

“teman?! Kau berteman dengan bajingan sepertinya?! kau diluar batas, Yoong! bahkan kau memberi izin pada lelaki bajingan itu membawa Seohyun pergi!”

“Tahu apa kau tentang Joo Won?! Kau bukan teman Joo Won! Jangan sembarangan kau bicara! Bukankah kau hanya peduli dengan kasus-kasusmu itu?! apa pedulimu?! Apa selama ini kau peduli tentang siapa teman Seohyun, ha?! wajar, jika dia dekat dengan semua orang terutama dia! Setidaknya dia bisa membuat perasaan Seohyun sedikit terhibur dengan dia yang mengajaknya pergi jalan-jalan! Tidak seperti dirimu yang selalu beralasan sibuk dengan kasusmu!”

“mwo?! ohh… Apa dia selingkuhanmu, ha?! Apa kau berselingkuh dengannya dan membiarkan Seohyun dekat dengannya agar kau bisa dengan mudah dekat dengannya?!” tanya Chanyeol sarkatis

“mwo?! Kau menuduhku?! Kau menuduhku selingkuh?!! Justru seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu Park Chanyeol! Kau hampir setiap hari tak pulang dengan alasan kau mengerjakan kasusmu! Tapi aku tak tahu bukan jika dibelakangku kau pergi bersama wanita lain?!”

PLAK!

“eomma!!!” teriak Seohyun semakin menangis ketika melihat eommanya ditampar jauh lebih keras daripada dia tadi. Seohyun menangis memeluk tubuh Yoona yang bergetar hebat karena tamparan Chanyeol tadi. Itu benar-benar diluar dugaannya selama 14 tahun lebih ini, ini pertama kalinya Chanyeol menamparnya. Lee ajhumma dan Shin ajhussi yang melihat itu dari dapur hanya terdiam, Lee ajhumma ikut menangis melihatnya

“aku—aku membencimu!” kata Yoona marah tapi air mata diwajahnya terus bergulir turun, Yoona langsung menarik tangan Seohyun kekamar Seohyun dan mengunci pintunya.

Chanyeol masih terdiam diruang tamu, dia masih berdiri dengan tangan mengepal. Bisa-bisanya istrinya membiarkan anaknya pergi dengan Mun Joo Won, lelaki yang selama ini menjadi buronannya bahkan tadi Yoona membela Joo Won didepannya.

Chanyeol pov

Nafasku terus-terusan naik turun, aku benar-benar marah sekarang. Dia mengatakan jika aku selingkuh!? Justru aku yang harusnya berkata seperti itu! aku tak pernah pulang dan dia bisa pergi bersama lelaki lain!

“arrgh!!” teriakku frustasi melempar vas bunga yang ada disana dan bergerak mengambil kunci mobilku. Pergi! Aku ingin menenangkan amarahku meskipun aku tak yakin akan benar-benar hilang 100%.

Flashback

Aku baru saja pulang, hari ini tak ada yang menarik dengan pekerjaanku, Lay masih sibuk dengan kode-kode itu sedangkan aku terus berusaha mencari informasi dengan membongkar berkas-berkas lama yang mungkin ada kaitannya dengan Joo Won tapi langkahku terhenti ketika aku melihat Seohyun baru saja turun dari mobil dan—Mun Joo Won?!

Seketika saja aku langsung berjalan cepat kearahnya tapi lelaki itu sudah pergi terlebih dulu sebelum aku berhasil mencapainya

“darimana saja?!” tanyaku dingin

“jalan-jalan” jawab Seohyun singkat, “siapa laki-laki tadi?” tanyaku

“Joo Won ajhussi, dia teman eomma” jawab Seohyun polos

“jangan pernah bertemu dengan lelaki tadi! Atau jika tidak appa akan mengurungmu dikamar dan memberimu home schooling!” ancamku

“mwo?! Apa yang baru saja appa katakan?! Appa tak bisa melakukan itu! apa salahnya aku dengan dengan Joo—”

“jangan membantah!” potongku tajam dan menarik tangannya paksa. Aku tak peduli jika dia kesakitan, aku tak peduli jika dia merintih, aku tak peduli jika dia mulai menangis, yang aku pedulikan hanya dia menuruti perkataanku. Dia memang boleh tak mendengarkanku karena aku hampir tak pernah bersamanya tapi untuk yang satu ini aku tak akan membiarkannya. Tak akan pernah!.

Flashback off

Tempat terakhirku? Tentu saja club malam, sebelum kemari aku melepaskan semua lencanaku dan melemparnya asal kedalam mobilku. Dua botol bourbon tak mampu membuatku kembali berpikir jernih. Aku sudah pusing dengan Joo Won yang selalu berhasil kabur dan sekarang muncul masalah baru, Seohyun anakku dekat dengan lelaki bajingan itu dan Yoona istriku juga dekat dengannya.

Eottoke? Bagaimana ini semua bisa terjadi seperti ini? wae?! Waeyo?! Kenapa harus keluargaku?!!

“tolong beri aku satu botol lagi” pintaku, “tapi tuan—anda sudah terlalu ban—”

“aku membayar disini!” bentakku tajam, pelayan bar wanita itu mengangguk dan memberiku sebotol bourbon lagi. Aku tak peduli dengan bisik-bisik mereka yang aku pedulikan hanyalah lelaki itu, lelaki yang berhasil merebut hati keluargaku

Apa yang dia rencanakan? Apa dia sengaja melakukan ini agar dekat dengan keluargaku dam membunuh mereka lagi? Tak puas dengan Lio?!

Brrukk. Hitam.

Aku membuka mataku perlahan dan dengan mataku yang masih buram aku mendapati seseorang tengah berdiri menatapku yang aku yakini tak ada senyuman merekah sedikitpun

“sudah bangun?”

Oh… aku tahu suara ini. “Lay?” tebakku, setelah semenit aku menetralkan pandanganku aku berhasil melihat Lay dengan jelas tapi tunggu? Bagaimana bisa dia berasa disini?

“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku

“kau mabuk bos, dan pelayan bar itu menelponku agar menjemputmu” jawab Lay duduk dipinggir kasur, “ini apartemenmu?” tanyaku, dia mengangguk tersenyum kecil

‘bodoh, seharusnya dia yang bertanya seperti itu padaku’ batinku

“kau sedang dalam masalah?” tanyanya, aku menggeleng pelan, “tidak, aku hanya ingin minum saja semalam” jawabku, “minum hingga mabuk seperti itu?” tanya Lay terdengar menyindir

“sudahlah, masalah ini sedikit pribadi, aku bisa melakukannya sendiri” jawabku tersenyum dan beranjak keluar dari apartemennya

“ah—gumawo Lay, aku akan berangkat kekantor sekarang” kataku lagi tak ada niatanku untuk pulang pagi ini, mungkin sepulang kerja saja aku pulang.

Author pov

Seorang lelaki paruh baya tengah tergesa menuju tempat tuannya sambil membawa sebuah amplop berwarna kuning gading dengan pola merah yang cukup menarik. Lelaki paruh baya itu mengetuk pintu tuannya pelan, setelah mendapatkan izin masuk dia masuk dan memberikan amplop itu

“apa lagi ini?” tanya Joo Won menatap lelaki paruh baya itu, “saya menerimanya dari kotak surat didepan, tuan” jawabnya, “baiklah, anda boleh keluar” kata Joo Won, lelaki paruh baya itu membungkuk singkat kemudian kelaur dari ruangan Joo Won

Joo Won memandang undangan berwarna cerah didepannya ini dengan wajah mengkerut. Siapa lagi yang mengundangnya? Setelah kedua orang tuanya pergi, dia memang jarang mendapatkan surat kecuali saja itu surat penting untuk perusahaan. Tanpa berpikir lebih panjang Joo Won membuka surat itu

“undangan pernikahan Kang Minhyuk dan Jung Soo Jung?” gumam Joo Won mengkerut, pasalnya dia tak mengenal kedua pasangan ini sama sekali, mendengar namanya saja tak pernah, justru ini pertama kali dia mendengarnya

“tuan Jung Min Wook?” gumam Joo Won lagi, “apa aku mengenalnya?”

 

 

to be continued

🙂

28 thoughts on “FACE OFF [3]

  1. Lama-lama gue sebel juga ama si Chanyeol,knapa juga gak langsung ngash tau klo buronannya itu Joo Won ke Yoona sma Seohyun.Greget.
    Next chap,jangan lama-lama ya thor *bbuing bbuing

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s