[1] Who’s The Better?

who's the better cover

Who’s The Better? – 1

written by loyalslatte // Im Yoona – Kim Jongin – Xi Luhan // romance and little bit school life // Teen // Chaptered – 1 // Inspired from Dream High 2 // previous Prologue

This fanfict is mine, do not copy paste without my permission. Plagiator? Go away. Siders? Thanks for reading my fanfict, but i’m disappointed with you!

Siang hari ini cuaca nampak sangat panas. Seluruh murid The Art Land berlomba-lomba mendapatkan jus gratisan yang selalu ada tiap istirahat kedua. Berbeda dengan Im Yoona yang tengah sibuk memainkan bola basketnya. Tampaknya ia sangat siap apabila kulit putih cantiknya menjadi coklat –atau yang lebih parah lagi.

“Yoon, kau tidak lelah?” tanya Jessica penasaran, “kau ingin memuaskan diri selama masih bisa disini, ya?”

Yoona mengerutkan kening. “Selama masih bisa disini? Maksudmu?” tanyanya yang mendapat tatapan aneh Jessica yang seolah-olah mengatakan ‘kau bercanda’.

“Kau tidak tahu? Sekolah kita ini sudah dibeli NS Entertaiment! Besok kita akan disekolahkan di NS-School dan menjadi trainee disana. Tapi hanya murid dibidang entertain, sih.” Jelas Jessica panjang lebar, tidak membiarkan Yoona yang sudah keheranan setengah hidup itu menyela.

“Jadi, secara otomatis kita menjadi trainee disana? Hah, yang benar saja! Memangnya kita tidak boleh menolak?” ungkap Yoona sarkastis.

“Kau tidak senang? Masuk menjadi trainee di NS itu tidak mudah, dan sekarang kita bisa masuk tanpa tes!” heboh Jessica. “Tapi kalau mau menolak, sih, katanya boleh. Syaratnya, sekolahnya gak bisa di NS-School yang hanya khusus artis dan trainee NS. Padahal kan, cari sekolah zaman sekarang itu gak mudah, loh.”

Sebenarnya dalam hati, Yoona membenarkan kalimat terakhir yang diucapkan Jessica. Tapi, yang namanya Im Yoona mana mau mengalah. Ck.

“Sudahlah, aku mau masuk. Nanti tunggu pengumuman lanjutnya saja.” Ucap Yoona enteng, membuat sahabatnya mendengus.

“Eomma… jaketku dimana?” teriak Yoona sambil mengubrak-abrik lemari bajunya, umpatan kesal terus terlontar dari bibir mungilnya karena kesal terhadap keberadaan jaket miliknya yang entah dimana. Sementara sang eomma –nyonya Im hanya mendengus melihat kelakuan putri semata wayangnya.

“Yang ada diatas tasmu itu jaketnya Sehun, ya?” ucap nyonya Im kesal. Yoona segera mengalihkan pandangannya ke tas berisi pakaiannya, sesaat kemudian ia menunjukkan cengiran bodoh di depan eommanya.

“Oh Sehuuunnn! Kau yang mengambil sikat gigiku, ya?” lagi, teriakan cempreng milik seorang Im Yoona.

Sehun muncul dengan muka sebal. “Aigoo…, untuk apa? Noona kira sepupu noona yang paling tampan ini tidak punya sikat gigi, huh? Sikat gigi noona kan, tadi noona jatuhkan ke tempat sampah dekat dapur. Jadi, noona harus membeli sikat gigi yang baru lagi.” Yoona menepuk dahinya.

“Eomma punya sikat gigi cadangan, ambil saja.”

“Kau ikut juga akhirnya.” kekeh Jessica, senyum kemenangan itu tercetak jelas di bibirnya. Melambangkan kekalahan Yoona yang sejak kemarin terus berdebat mengenai kepindahan mereka dan juga menjadi trainee dadakan. Sementara yang ditertawakan hanya memasang muka cuek –tentu saja pura-pura.

“Oh, ya, menurutmu, apakah para trainee disana tampan? Kyaaaa!” ini yang Yoona tidak suka dari Jessica, gadis ini terlalu heboh jika menyangkut dengan pria.

“Menurutmu? Tentu saja, bodoh. Paling tidak wajah mereka itu masuk rata-rata.” gerutu Yoona.

Jessica mengangkat bahu, beberapa detik kemudian ia melihat bus berhenti di depannya. Dengan segera, Jessica menarik Yoona masuk kedalam bus itu. Beruntung, bus tidak sesak karena mereka masuk paling dahulu diantara murid lain yang juga bertujuan ke NS Entertaiment.

Mayoritas para murid masih memperhatikan kemegahan gedung yang bertulisan ‘NS Entertaiment Center’ tak terkecuali Yoona. Namun, belum sempat berlama-lama, Jessica sudah menggeret Yoona masuk.

“Yaa… babo! Memangnya sudah diperbolehkan masuk?” umpat Yoona tak terima, sementara Jessica hanya diam sambil mengeluarkan sebuah kartu. Petugas yang berjaga dengan mudah memperboleh Jessica masuk setelah melihat kartu yang bertuliskan “FREE ACCESS” dengan tanda tangan Krystal Jung – NS Artist dibawahnya. Yoona lupa kalau adik Jessica seorang model dari NS Entertaiment.

“Nah, kita yang akan menyuruh resepsionis membiarkan mereka masuk. Aku juga mau menengok Krystal, kau ikut tidak?” tanya Jessica setelah mereka masuk. Yoona mengangguk sambil memandangi interior dalam gedung agensi berkelas ini. Modern dan mewah sepertinya sangat cocok untuk menggambarkannya.

“Baiklah, let’s go!”

“Yaakkk, Jung Sooyeon! Pelan-pelan!”

Jessica masih asyik mengobrol dengan Krystal, membuat Yoona merasa terabaikan. Iris mata madu Yoona berkelana menjelajahi ruang latihan ini, pengelihatannya melihat kebanyakan dari mereka yang berlatih disini adalah laki-laki. Sepertinya yang perempuan hanya ada Krystal dan tiga orang temannya.

Mata Yoona berhenti ketika menemukan suatu objek yang menurutnya sangat tampan. Tanpa sadar, pandangan Yoona tidak bisa beralih kemanapun sampai Jessica menyadarkannya dengan sebuah tepukan keras dibahunya.

“Sudah belum? Kita harus ke lobi lagi seperti kata resepsionis yang tadi.” ucapan Jessica membuat Yoona mendengus. “Seharusnya aku yang bertanya begitu.”

“Kau bahkan sudah memandangi dia selama sepuluh menit.” Yoona membelalakkan matanya. Selama itukah?

“Bodoh. Ayo cepat! Ah, kata Krystal, namanya Kim Jongin. Uh, apakah Yoona sudah merasakan cinta?” goda Jessica yang membuat semburat merah dipipi Yoona muncul. Sebuah jitakan kecil mendarat di kepala Jessica, disusul teriakan indah tak terima dari korban.

Yoona berjalan memasuki kelasnya dan segera duduk disebelah Jessica. Sudah seminggu ia disini, dan sudah seminggu pula ia menjadi fans tersembunyi Kim Jongin. Yoona tahu semua yang menjadi kesukaan Jongin, begitupun hal-hal yang Jongin benci. Yoona tahu siapa saja trainee yang dekat dengan Jongin, dan juga teman-teman perempuannya yang terkadang membuat Yoona cemburu.

“Yoon, tadi direktur mengatakan aku akan didebutkan beberapa bulan lagi.” ungkap Jessica ceria.

Heran? Sejak pertama masuk ke NS Entertaiment, Jessica berhasil menyedot seluruh perhatian sang direktur karena suara emasnya, ditambah fakta bahwa ia kakak Krystal membuat direktur segera mempersiapkan single terbaru untuk Jessica.

“Hm,” sahut Yoona seadanya.

“Yaa! Kenapa kau jadi lembek begini, huh? Apa kau baru ditolak Jongin?” canda Jessica, berusaha mencairkan suasana.

“Aniyo.” gagal, Jessica berusaha berpikir keras apa yang bisa membuat sahabatnya tidak lagi mengacuhkannya. Dan satu-satunya yang terpikir di otak Jessica hanyalah Jongin.

“Kau tahu, kurasa Jongin seorang playboy.” ucap Jessica santai tanpa memperhatikan perubahan ekspresi Yoona.

Jessica tidak sedang berbohong, sifat playboy pada Jongin memang kerap kali ditunjukkan kepadanya maupun para trainee atau artis lainnya. Beberapa kali, Jessica menangkap basah Jongin sedang menggoda seorang perempuan bahkan mengedipkan sebelah mata kepadanya. Jessica hanya mampu bergidik ngeri melihat kelakuan Jongin .

“Hei, bagaimana bisa kau tahu kalau dia seorang playboy? Kau mengarang, ya? Lagipula, aku tidak pernah tahu Jongin berpacaran. Atau jangan-jangan… kau sudah mendekati Jongin tanpa sepengetahuanku, huh? Kau mau mencuri start? Kau benar-benar mencurigakan, Jess!” sifat Yoona yang ceriwis kembali lagi, dasar!

Jessica Jung menggeleng-gelengkan kepalanya, menghela nafas pendek sambil menatap Yoona aneh. “Bisakah kau mengurangi kadar kecerewetanmu tentang Jongin, Yoona-ya? Pantas sampai sekarang kau belum punya pacar, sifat bawelmu sudah terlalu parah.” gerutunya. “Jongin pernah berpacaran meskipun hanya dua kali –itu yang kudengar.”

“Mwo? Parah? Kau mengejekku, ya?” mata Yoona membulat tak terima. “Apa tidak ada julukan yang lebih bagus lagi setelah ‘rusa gila’? Julukan darimu itu yang sudah terlalu parah! Lalu, kau yakin dia pernah berpacaran?”

“Itu sih menurutmu, bukan menurutku. Dan, aku bilang aku hanya pernah mendengarnya, pabo!” tanggap Jessica malas. Ia lebih memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain, seolah enggan melihat muka menyebalkan Yoona.

“Eh, bagaimana jika aku mendekatinya saja? Siapa tahu dia juga akan menyukaiku.” kata Yoona dengan cengiran lebar dan konyolnya.

Jessica buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah Yoona dengan mata membulat. “Kau? Mau mendekati pria itu? Maksudmu.., Kim Jongin?” tanyanya tak percaya dengan ucapan sahabatnya barusan. “You are kidding, crazy deer. Konyol sekali, sejak kapan pemikiran itu ada di otakmu?”

Since now. Tentu saja sejak sekarang.” jawab Yoona enteng. Gadis itu mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya, tampak berpikir bagaimana cara mendekati Kim Jongin. Karena ini pertama kali dirinya jatuh cinta, jelas kalau Yoona belumlah berpengalaman.

“Memangnya apa yang akan kau lakukan?” tanya Jessica lagi, tampak penasaran. Yoona tersenyum misterius.

“Ceritakan saja lagi soal Jongin.”

“Cerita soal apa? Hanya itu yang kutahu. Hoamm…” Jessica menguap, tampaknya ia sudah lelah mengikuti pelajaran sejak tadi pagi. Ia masih harus bersabar dengan satu pelajaran Kyo seongsaenim yang tidak suka suara berisik dikelasnya, bahkan mungkin suara semut berjinjit sekalipun.

Yoona mendengus. “Kau bilang tadi, dia itu playboy, kan? Lalu dimana sisi playboynya? Bukankah dia hanya berpacaran dua kali? Itu membuktikan dia cukup setia.” celotehnya tanpa ampun.

“Pria suka berselingkuh, kau tidak tahu? Dia banyak sekali merayu gadis lain. Aku tidak tahu bagaimana mantan Jongin bisa terlalu bodoh. Sudah tahu Jongin sering mempermainkannya, bukankah itu tanda Jongin tidak mencintainya?”

Bahu Yoona melemas. “Kurasa kau benar.” Gadis itu lantas menunduk kecewa. “Tunggu, bagimana jika nanti aku menjadi kekasihnya dia akan berhenti mempermainkan hati wanita? Dia hanya akan mencintaiku saja, haha! Pasti itu akan sangat menyenangkan!” Yoona tertawa kencang, membuat beberapa orang disekitar mereka menoleh.

Jessica terdiam. Kelihatannya sahabatnya sudah benar-benar terjangkit virus Kim Jongin. “Terserah kau, yang penting aku sudah memperingatkanmu dari awal, Yoong.” Kalau sudah begini, Jessica hanya berharap yang terbaik.

“Ne, tentu saja.”

Yoona keluar kelas dengan muka suntuk. Pandangan matanya memburam, saking mengantuknya ia. Sampai ia tak sadar akan menabrak seseorang didepannya.

Brukk!

“Aw!” Yoona terjetuh dengan posisi bibir mencium lantai, keningnya memar. Sontak, suara tawa membahana di sekitar Yoona. Dengan wajah yang sudah memerah akibat menahan malu, Yoona berusaha bangkit. Aish.. kakinya sakit sekali.

“Butuh bantuan?” Sebuah uluran tangan serta suara hangat menyapa Yoona. Yoona mendongak, menatap sang pemilik tangan yang ternyata seorang pria manis. Yoona meraih uluran tangannya dan berdiri, senyuman malu terpampang di wajahnya.

Pria itu tampak berusaha menahan tawa melihat kening Yoona yang terlihata sangat buruk. Senyuman manis itu tak pernah lepas dari wajahnya. Pria itu cantik. Aneh bukan?

“A-aku, pergi dulu. Terima kasih atas bantuanmu.” Yoona langsung ‘ngeloyor’ pergi, tak tahan dengan tatapan mengejek disekitarnya. Siapa sangka, ia malah bertemu Jongin.

“Omo! Kim Jongin!” Yoona langsung ribut sendiri, berusaha menutupi memar yang didapatinya dengan poni rambut. Setelahnya, baru gadis itu menghampiri Jongin.

“Hai, Kim Jongin.” sapa Yoona, beberapa gadis di samping Jongin tampak berbisik-bisik melihat kedatangan gadis yang tidak mereka kenal.

“Ah benar, kau yang tadi mencium lantai, kan? Kau tidak punya hal yang lebih pantas untuk dicium, huh?” salah seorang dari kumpulan penggemar Jongin meledeknya. Pipi Yoona langsung memerah malu –lagi.

“Benarkah? Memalukan sekali.” sahut Jongin.

Sial. Yoona tidak bisa menciptakan kesan yang baik untuk pertama kali berhadapan dengan Jongin.

.

.

.

continued.

36 thoughts on “[1] Who’s The Better?

  1. Yoona eonnie sama luhan aja
    Drpd sama kai nanti diselingkuhin
    Masa Thor jatuh sampai mencium lantai?
    BTW, ditunggu ya Thor, chap 2 nya
    Keep writing Thor!^^

  2. yeaay akhirnya ada juga chapter satu nya.. setelah sekian lama menunggu *cie ilah*

    cowok cantik? langsung kebayang lulu oppa :’)
    pokok nya ditunggu LuYoon moment nya😀

  3. oh udah ada ya part 1nya hahaha berarti aku kudet banget ini😀 #jadi malu

    ffnya… daebak!! tapi kependekan menurut aku.. entar part 2nya dipanjangin lagi ya
    dan omo.. itu yoona yang nolongin luhan kan? aigoo jadi pengen luyoon ketimbang yoonkai nih.. soalnya kai udah playboy terus kayaknya ketus gitu huh aku jadi kurang suka😦 #justmyopinion
    next ditunggu secepatnya part 2nya authornim
    FIGHTING😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s