1st Unperfect

.

UNPERFECT

by chiharu

Main cast

Im Yoona | Xi Luhan | Annalise Dync (OC)

Support cast

Oh Sehun | Kim Jongin

Genre

Psycho | School-life | Romance | Friendship | Family | Drama

Rating

PG15

Disclaimer

Pure mine, don’t claim this as yours.

copyright 2014 chiharu

..

Semua yang ada di dunia ini bahkan terasa tidak cukup untuknya.

Kenapa?

Ia juga tidak tahu mengapa.

Namanya Yoona, gadis berumur 18 tahun yang sebentar lagi akan lulus SMA. Ia berniat dan sangat terobsesi untuk masuk ke fakultas Seni dan Teater di salah-satu Universitas ternama di Korea.

“Yoong!”

Satu pekikan keras dari ibunya itu berhasil membuat posisinya yang tadi terjaga menjadi sigap. Bagaimana tidak, ibunya datang dengan seorang gadis yang Yoona tidak sukai.

Yoona benci gerak-gerik gadis itu. Tapi… Semua itu bukan tanpa alasan. Anehnya, hanya ia yang dapat merasakan alasannya, orang lain terkadang menyudutkannya karena gadis itu. Semuanya berubah semenjak gadis itu datang, Annalise Dync.

///

“Apa kau melihat Anna?”

Yoona tersenyum tipis pada gadis di depannya. Ia rasa hanya itu yang harus ia tunjukkan, tidak perlu berbasa-basi dengan kata lain. Lagi… Semuanya karena gadis itu.

“Kau melihatnya atau tidak?” Suara bernada agak kesal itu kini yang terdengar.

“Aku tidak melihatnya, Seulgi.” tukas Yoona pendek. Ia kembali lagi memasangkan dua bendulan headset di kedua telinganya—sebelum Seulgi akhirnya pergi dengan tidak mengucapkan sepatah kata pun padanya.

Yang benar saja, hampir semua orang di sekolah ini menanyakan Anna (panggilan akrab Annalise) padanya. Ia sudah bosan seribu kali mendengarnya. Tidak di rumah, di sekolah, gadis itu lagi yang merepotkannya. Mungkin ini terdengar jahat dan egois, Yoona memang tidak ingin direpotkan—terlebih oleh orang yang seolah-olah ‘merebut’ hal-hal berharga darinya.

Semua orang pasti menyangka kalau Yoona egois dan pendengki, iri hati, dan sebagainya. Tapi… Mereka tidak tahu bagaimana perasaannya, mereka tidak tahu bagaimana Annalise tergambar dalam dirinya dan bagaimana Annalise sebenarnya.

///

“Bu, aku aneh kenapa seorang anak majikan di bawa pulang ke kampung halaman pembantunya.”

“Jaga omonganmu, Im Yoona!”

Yoona sukses bungkam. Tapi tidak menutup kemungkinan jika ia akan mengungkit hal ini di lain waktu.

Tiba-tiba pikirannya melayang kesaat waktu itu, saat tiga bulan yang lalu.

Saat itu, sepulang sekolah. Ia masuk kedalam rumah dan betapa terkejutnya ia saat ada seorang gadis ‘bule’ seumuran dengannya ada di dalam rumah. Tidak lama, ibu datang dan menyuruhnya duduk. Yoona sama sekali tidak mengerti akan kejadian waktu itu.

Setelah beberapa lama, gadis yang memakai dress pink itu tersenyum padanya dan mengulurkan tangan. Yoona dan Anna berkenalan satu sama lain.

Ibu bilang, gadis itu adalah anak majikannya di London. Yoona baru ingat, kalau Ibu pernah bilang dia akan membawa anak majikannya ke Seoul. Anna pun mengiyakan pernyataan Ibu, ia bilang, ia ingin berlibur di Korea.

Ya… Berlibur, tapi Yoona sudah merasakan efeknya—efek tidak baik dari liburan gadis berambut pirang itu.

///

“Sedang apa kau disini?”

Mata abu-abu itu sukses menatap Yoona dengan tatapan terkejut. Barang-barang di atas nakas tiba-tiba jatuh berantakan karena decitan dari punggung Anna. Gadis itu terbangun dan berusaha menatap Yoona dengan tatapan sesantai mungkin.

“Tidak. Aku tidak melakukan apapun.” ucap gadis itu dengan senyuman kaku. Sorot matanya terlihat lebih banyak bergerak kearah kiri.

Uhm… Yoona tidak suka seseorang sembarangan masuk ke dalam kamarnya tanpa izin. Apalagi itu adalah Anna.

“Lalu, apa yang sedang kau pegang?” gertak Yoona.

“Tidak…” umpat Anna sambil menyembunyikan sesuatu kebelakang punggungnya.

“Sini, biar kulihat.”

Anna tidak bisa mengambil balik benda itu, benda itu kini sudah berada di tangan Yoona. Sebuah Diary, diary milik Yoona.

Sudah berapa kali Yoona dibuat kesal oleh gadis ini. Berani-beraninya dia masuk ke kamarnya dan lancang membuka diary nya.

“Kau melihat apa di dalam ini?” ucap Yoona sembari mengacungkan diarynya.

“Aku…. Tidak—”

“Cepat katakan.” potong Yoona dengan dingin. Melihat sorot mata Yoona yang dingin dan menusuk, Anna tidak bisa berbicara banyak lagi, ia tidak bisa menyangkal. Rasa penasarannya terhadap Yoona yang mengantarnya kesini… Dan membaca buku diary itu.

“A…aku melihat tulisanmu.”

“Apa?”

“Ternyata kau… Menyukai Luhan juga?” ucap Anna dengan mimik wajah yang berubah, tapi tidak meninggalkan kesan kaku dalam gerak-geriknya.

Yoona terdiam, menatap Anna tajam. Ia tahu penyebab semua ini, ia menjadi dingin karena Anna.

‘Kau menyukai Luhan juga?’

Uh. Yoona tahu, Anna menyukai Luhan, sama seperti dia.

///

Yoona berlari di tengah lorong sekolah. Ia tidak henti-hentinya gelisah karena kaget akan pengumuman yang terpampang jelas di majalah dinding.

Saat sudah sampai di depan mading, siswa yang ada disana menatapnya dengan heran dan tertawa-tawa. Ada sebagian siswa yang menyingkir dari sana karena Yoona. Mungkin mereka ilfeel dengannya.

Aku menyukaimu Xi Luhan…

Sungguh, saat pertama kali bertemu denganmu, aku telah jatuh hati padamu. Aku jatuh hati pada kebaikanmu dan keramahanmu. Kau juga tampan dan aku sangat menyukai itu. Aku tidak bisa memungkiri kalau aku menyukaimu, setiap malam aku selalu memikirkanmu.

Aku yang mencintaimu,
Im Yoona.

“Apa-apaan ini?!” pekik Yoona dengan keras. Ia tidak bisa mengalihkan pandangan dari selembar kertas yang terpampang di dinding—yang menjadi perhatian pagi ini.

Siapa yang telah menempelkan selembar kertas dari Buku Diary miliknya?

Siapa orang yang berani menduplikat tulisan pribadi miliknya?

“Apa kalian tahu siapa yang menempel ini?” tanya Yoona pada sebagian siswa yang ada disana.

“Bukankah kau sendiri yang menempelkannya? Mana mungkin ada orang lain yang menyebarkan tulisan pribadi orang lain?” jawab salah-seorang siswi dengan nada meremehkan.

“Mana ada seseorang yang menyebar luaskan tulisan pribadinya sendiri?!” sanggah Yoona dengan sedikit kesal. Nafasnya semakin memburu dan menatap sebagian siswa/i disana dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Ia benar-benar kesal dan marah pagi ini.

“Ow! Rupanya anak pembantu sudah mulai berulah, ya? Kau tidak bersama majikanmu, Anna?” celoteh salah-seorang siswi lagi.

Yoona terdiam sejenak. Tapi nafasnya masih memburu dan matanya masih berair.

Anna.

Yoona yakin bahwa jawaban dari semua ini adalah Anna.

///

Tidak bisa dipungkiri, tulisan itu memang Yoona yang menulisnya. Tulisan di mading itu memang benar asli tulisan tangannya, kertasnya, penanya… Sama seperti yang ia gunakan saat menulis pada saat itu.

Ia benar-benar kesal… Siapa lagi dalang dari semua ini kalau bukan Anna? Berani-beraninya gadis itu mengambil kertasnya bahkan menempelnya di mading sekolah!

Kalau saja gadis itu ada dihadapannya, ia ingin sekali marah… Mengusirnya jauh-jauh dari hidupnya. Sayang, saat Yoona mencari gadis itu tadi, dia tidak ada di sekolah, gadis itu sedang mengadakan pameran dance di Hongdae.

Benar-benar! Yoona kesal sekesal-kesalnya. Anna telah merubah pandangan murid di sekolah ini padanya. Dulu, semua murid tidak ada yang menyebutnya anak pembantu, walaupun mereka tahu kalau ibu Yoona adalah seorang pembantu di luar negeri. Tapi setelah Anna datang, mereka menjauhinya dan tak jarang Banyak yang mencerca Yoona. Gadis itu yang telah merubahnya menjadi orang tertutup di sekolah, menjadi pemarah, bahkan Yoona merasa ibu telah di rebut oleh Anna.

Gadis itu baik di hadapannya, tapi nyatanya Anna berbahaya. Yoona tahu siasat gadis itu.

“Sedang apa kau disini?”

Yoona menoleh kearah pintu yang baru saja dibuka. Ia buru-buru menghapus air matanya. “Lu…luhan?”

“Kutanya sedang apa kau disini?” ulang lelaki itu sekali lagi.

Yoona sama sekali tidak bisa langsung menjawab. Ia merasakan perubahan setelah tulisan itu ditempel di mading sekolah. Pasti Luhan sudah melihatnya, pasti lelaki itu marah dan malu sekali karenanya, dan pasti lelaki itu ilfeel padanya.

“Kenapa kau tidak menjawab?” Luhan duduk di sebelah Yoona, menghadap sebuah piano yang masih tertutup.

“Maaf.” ucap Yoona sambil menunduk.

“Maaf karena apa?”

Yoona kembali mendongkak menatap Luhan untuk pertama kalinya—hari ini. “Aku…”

“Kau menangis?”

“Ti..tidak.” potong Yoona cepat dan langsung menglihkan pandangannya dari wajah Luhan. Ia menunduk dan menghapus bekas air mata yang ada di pipi dan sekitar matanya.

“Aku sudah melihatnya.”

“Apa?”

Luhan mengangguk dan tersenyum lembut padanya. “Ya, aku sudah melihatnya.”

“Maafkan aku Luhan, aku meminta maaf karena itu. Kau pasti sangat terganggu dan marah padaku, kau pasti sangat malu. Tapi sungguh itu bukan ulahku… Jika kau ingin marah, kau boleh marah padaku. Tapi kau jangan pergi, jangan berhenti untuk jadi temanku.” ucap Yoona bagaikan hujan yang turun deras tanpa ampun.

Luhan tidak merespon perkataan Yoona barusan, dan itu menyebabkan Yoona terdiam untuk sesaat. Ia menunduk dan merasa bodoh, sangat bodoh.

Beberapa saat kemudian, Luhan tertawa… Tidak jelas dan menatap Yoona dengan pandangan menggelikan. Jelas, Yoona menatap Luhan dengan aneh—ditengah pipi dan matanya yang merah bekas air mata itu.

“Aku heran mendengar ucapanmu yang begitu panjang lebar. Tenang saja, aku tidak akan marah padamu, atau bahkan berhenti jadi temanmu.” ucap Luhan setelah tawanya. Tapi ia masih terkekeh disela-sela perkataannya barusan.

“Kau sama sekali tidak marah?”

“Tidak, Im Yoona. Harus berapa kali ku ulang maksudku? Kenapa kau menjadi ‘telmi’ seperti ini?”

“Kau ini, bisa saja.” ujar Yoona sambil sedikit mendorong bahu Luhan pelan. Kini ia bisa tertawa lagi, berkat Xi Luhan.

“Mau bernyanyi?” tawar Luhan dengan senyum menggodanya.

“Tersera kau saja.” jawab Yoona setengah antusias. Gadis itu terkekeh sambil menangkupkan kedua tangan di pipinya.

“Baiklah, kita bernyanyi lagu yang sangat menyenangkan, oke sekarang kit—”

“Hei kalian! Yoona!”

.

.

To be continued

.

.

Hi😀 aku balik lagi sama ff baru! Sekarang castnya LuYoon, walaupun gak ngeship sih, tapi mereka keliatan cute banget kalo barengan hehehe😀

Agu gak tau nih dapet ide ini dari mana, yang jelas langsung muter aja di otak. Sori ya banyak banget efek dramanya atau bahkan sinetronnya… Aku tahu ini ff aneh, tapi menurut aku gak pasaran sih idenya ‘ya jelas lah! aneh bgt! kek sinetron tau wkwkwk’ hehe maaf lah kalo lebay.

Dan sori ini pendek, tapi aku takut kalian bosen sm yg panjang2, jadi aku bikinnya pendek bangeeet, biar penasaran juga. Dan ya, mood aku lagi bagus nih… Trs besok UTS sekali lagi, jadi agak free dan relaks kalo nulis😀

Kalo banyak yg suka nih, aku lanjut deh dan kalo emg dikit… Tidak menutup kemungkinan aku bakalan lanjut juga kekeke, tp beneran lho, ditunggu komennya bahkan review atau saran buat ff ini, biar ada gambaran gitu buat aku kedepannya.

Udah ah, berbusa nih gue lama-lama… Selamat malam ya😀

60 thoughts on “1st Unperfect

  1. oh jadi awal ceritanya gini. hehe:D
    kemarin liat liat ff disini thor,eh ketemu deh sama FF 6th unperfect. dari posternya ada Luhan sama Sehun jadi yaudahlah saya buka aja^^. saya bacanya bingung thor,makanya saya baca aja dari 1th. ijin baca yang chapter selanjutnya yah thor^^
    keep writing and fighting^^

  2. Yeee luyoon I like this pairing. Ishhh anna ngeseln beudd dah-,- endingnya luyoon haruss bersatu ne thor ceritanya ga pasarann ko keren ijin baca next part ne hihi

  3. Aku udah komen disini apa belum ya? ‘-‘
    Yaudah komen lagi aja😀
    ffnya keren, bagus, dan lain lain😀
    Dan, YoonAnya jangan dibuat jahat thor :3

    Sekian~🙂
    #telat

  4. aku sukaaaa<3 dari awal baca udah suka. bikin penasaran.
    tapi sayangnya kurang panjang:( banyak adegan yang kaya di potong2
    next chapter panjangin lagi ya:p jangan lama-lama, oke? hwaiting^^~

  5. thor,, kebiasaan deh bikin penasaran-_- lagi enak2 baca juga ceritanya seru,,alah tbc-___-,,, next chap thor jangan lama2 okee><

  6. uda terasa banget konfliknya di chap awal ini.. thor buat dong konfliknya yg makin seru, yang ada rasa nyesek gtu pas bacanya…#banyakomongloe
    luhan suka sama yoona eonni juga gak ??
    thu si anna knp gak pulang ke rumahnya aja shi… liburan koq ya lama bgt… ngejengkelin…

    d tunggu klnjutannya, jangan lama2 ya thor ngepost next chap.a… d tunggu ^^ fighting

  7. Baguss thor! Ceritanya agak ‘menantang’. Ya.. walopun Yoona agak di nistain/? disini*hiks banget

    Aku suka kok sama ff nya. Nggak mainstream kalau di liat liat. Kan jarang Yoona jadi anak pembantu*wew*. Kalau bisa chap depan di panjangin ya thor! Keep writing ^ ^

  8. Anjirr anak pembantu ._. gitu amat thor😄
    Aku tertarik sama ni ff pas liat genrenya psycho ‘-‘ kalo bisa panjangin lah thorr. ini palingan cuman seupil/? banget(?) ._.V
    Next thorr, Fighting!😉

  9. yah….. uda tbc…. kurang panjang thor…
    seru dan menjengkelkan… apa luhan juga suka sama yoona eonni ??

    d tunggu klnjutannya..jgn lama2 ya thor ngepost next chapnya…^^

  10. Aduhhhh.. Ap”an ini -_- aq nggk seneng klo yoona di gini’in.. Jd anak pembantu lah di ejek jd miskin.. Kurang seneng sm cerita x ._.

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s