(Freelance) Unrevealed Story [5-END]

poster-unrevealed-story-2

Poster :  Cicil Art  {Thanks!}

Unrevealed Story

Written by Nikkireed

Casts

Lu Han and Im YoonA

Kami sudah berada di dalam rumah. Aku berjalan menuju meja pantry untuk meletakkan beberapa barang bawaan kami tadi.

“Lulu-ah.” Panggil Yoona, aku reflek menghentikan segala aktifitasku dan langsung berbalik ke arah Yoona. Ia masih berdiri di dekat pintu dengan membawa travel bag.

Aku berjalan menghampirinya dan mengambil travel bag itu dari tangannya. “Waeyo, Yoong?”

Yoona mendongak memandangku, matanya lemah seperti INGIN menangis. Tapi ia malah tersenyum, padaku.

“Kau sakit? Perutmu?” tanyaku panik melihat air matanya tumpah. Terburu-buru aku menyeka air matanya di pipi dengan tanganku.

Yoona menahan tangisnya dengan tersenyum padaku dan ini membuatku gila.

“Aku merindukan Appa.” Yoona menjawab dengan lemah.

“Kau ingin pulang ke Korea?” tanyaku, menahan wajahnya agar ia menatapku.

Yoona terdiam. “Aku hanya ingin Appa mengantarku ke Altar saat kita menikah.” Jawaban yang tidak terduga bukan?

Pertama, Appa-nya di penjara. Sedikit susah untuk meminta Appa-nya menjadi bestman Yoona.

Kedua, pernikahan. Aku belum menjawab ‘ya’ pada pernyataan menikah yang Eomma ajukan tapi sekarang Yoona seakan memburu-buruiku untuk menikah.

Sekarang aku yang terdiam menatap Yoona, “Kau.. kau serius dengan hal menikah?” tanyaku.

Yoona membalas tatapanku dan tersenyum bingung, air matanya sudah berhenti mengalir. “Kau tidak ingin?” ia malah berbalik tanya kepadaku. Ekspresinya tidak bisa ditebak, seperti merasa terluka karena pertanyaanku.

“Aku menunggu hal itu terjadi.” Dengan menggenggam tangan Yoona, aku berlutut di hadapannya dengan satu kaki. Menatap ke dalam matanya, tersenyum membalasnya.

Yoona sedikit terkesiap melihatku yang berubah seperti ini.

“Im Yoona-ssi. Aku diberikan sebuah kehormatan besar untuk mencintaimu. Apa kau bersedia menikah denganku?” tanyaku, sedikit tegang. Aku menatap lurus-lurus pada mata Yoona.

Yoona yang masih kaku melihatku dan mencerna kalimatku barusan tersenyum lebar sampai matanya mengeluarkan cairan bening.

Akhirnya Yoona hanya mengangguk sekali dan menyeka wajahnya dengan punggung tangan kirinya, “Ya.”

“Hanya itu jawaban yang ingin aku dengar.” Aku bangkit berdiri dan memeluknya erat sebentar. Lalu melumatkan bibirku ke bibirnya.

Bisa dibayangkan kelanjutannya bukan?

Ahjussi meminta tolong kepada kepolisian untuk melepaskan tahanan Mr. Im sehari, hanya untuk menjadi bestman Yoona. Dengan jaminan, dalam waktu 1×24 jam tersebut, Mr. Im harus kembali ke Korea, tepatnya ke tempat tahanannya.

Aku menilai Mr.Im, sebagai tahanan aktif, seperti setengah merelakan putrinya menikah denganku. Dengan sedikit bantuan Eomma, akhirnya Mr.Im tidak memarahiku. Jelas sekali ia berhak marah karena putrinya hamil karenaku.

“Mereka saling mencintai. Percuma saja jika kau marah, toh tidak mengubah keadaan Yoona hamil karena Luhan. Sudahlah, kau hanya perlu merestui mereka.” Dan akhirnya Eomma berhasil membujuk Appa-nya Yoona.

Mengenai tanggal pernikahan, Eomma mengambil alih semuanya. Ia mengurusi resepsi, undangan, tamu, tempat, sampai wedding dress Yoona, Eomma yang pilih.

Karena Yoona sudah hamil sekitar 3 bulan dan perutnya sudah tidak bisa disembunyikan, terpaksa wedding dress yang ia kenakan tidak seperti wedding dress perempuan lain pada umumnya.

“Ingat, kau sedang hamil, Yoona-ya. Mana mungkin aku memaksamu mengenakan wedding dress yang sempit dan ketat dibagian pinggang.” Eomma tersenyum menenangkan Yoona saat ia mengomel tentang wedding dress-nya yang terkesan terlalu simple.

“Dan ingat, tidak ada high heels.” Eomma kembali mengingatkan Yoona seakan Eomma sudah membaca pikiran Yoona karena wedding dress yang terlalu sederhana dan tidak ada high heels indah yang menghiasi kakinya.

Aku dan Yoona hanya menerima apa adanya. Menunggu hari indah itu tiba dan tersenyum.

“Luhan Xian Sheng, tolong ikuti kalimat barusan.” seorang pastur berkata kepadaku.

“Saya, Luhan, memilih Im Yoona sebagai istriku, pendamping dalam hidupku, berjanji akan saling mencintai, saling mendukung dan saling menghargai dalam suka dan duka, miskin dan kaya, sehat dan sakit. Dan untuk selamanya, selama kami berdua masih hidup.” Aku menarik nafas pelan, “Ya, saya bersedia.”

“Ya, saya bersedia.” Yoona mengucapkan kalimat sempurna itu dihadapan Gereja Tuhan dan semua orang terlihat bahagia dalam pemberkatan pernikahan tersebut.

Aku merangkul leher Yoona sehingga ia mendongak padaku. Aku menyambut wedding kiss itu dan semua orang bersorak gembira.

Appa harus baik-baik, eoh?” Yoona sudah mengganti wedding dress nya dengan dress formal berwarna pink tua, rambutnya sudah dilepas dan tergerai dibelakang punggungnya. Ia sedang mengucapkan perpisahan dengan Appa-nya, karena Appa-nya harus kembali ke Korea untuk menjalani masa tahanan berlanjut.

Aku berdiri disisi Yoona, menahan pinggangnya. Mata Mr. Im tertuju dalam-dalam padaku.

“Luhan-ah, aku menitipkan Yoona kepadamu. Jaga dia baik-baik sesuai janjimu. Dan jadilah Appa yang baik untuk anak kalian.” Mr. Im berkata kepadaku dengan pelan, lalu ia beralih pada Yoona, “Yoongie-ah my dear sweetheart, live your life here with Luhan, eoh? Appa love you so much.” Ia memeluk Yoona yang sudah terisak dan mencium keningnya.

Lalu Ahjussi harus mengantar Mr. Im untuk kembali ke Korea dan menjalankan tugasnya kembali sebagai polisi. Sekarang aku mengetahui kenapa Ahjussi sangat membantuku, karena ia menjadi teman ibuku yang menyelamatkan ibuku dari bunuh diri. Dan aku sangat berterimakasih padanya.

Dan Eomma, wanita yang mencintaiku pertama kali. Tentu saja aku mencintainya karenanya aku ada di dunia ini.

“Hadiah untuk kalian.” Eomma menyerahkan padaku 2 lembar tiket menuju Bali, Indonesia. Aku menerima dengan dahi berkerut.

“Bulan madu. Hadiah pernikahan untuk kalian. Dari aku dan ayah tirimu.” Oh tentu saja! Tentu saja ayah tiriku hadir, dan memberikanku tiket gratis menikmati liburan di Bali, Indonesia.

Dengan keadaan Yoona yang lemah karena sudah hamil 3 bulan, rasanya tidak terlalu memungkinkan untuk pergi berlibur ke Bali. Tapi sejak Yoona mengetahui ia mendapat tiket gratis dari Eomma, dengan girang ia memaksaku untuk pergi.

Dan kami pergi. Menikmati alam Indonesia. Menikmati pantai-pantai indah. Berjalan bersama menyisir pantai. Melihat matahari tenggelam. Naik perahu. Kami melewatinya bersama. Dalam kebahagiaan.

Yoona mengenalkanku apa itu kebahagiaan. Kami mengenal dari insiden paket itu. Untuk pertama kalinya aku melanggar aturanku sendiri, demi seorang yeoja yang suaranya tiada tandingannya. Dan untuk pertama kalinya aku membawa seorang yeoja masuk ke apartmentku.

Membantu Appa-nya yang ternyata seorang buronan polisi dan berencana membawa putrinya kabur dari Korea karena kalah taruhan judi.

Tapi pada akhirnya, Appa-nya malah mempercayaiku dengan menitipkan Yoona denganku. Sesuatu yang tidak terduga terjadi saat kami berdua memulai hidup baru di Beijing, China!

Namun berawal dari pertemuanku dengan Yoona-lah yang mengantarku sejauh ini. Mengajarkanku apa itu mencintai dan dicintai. Semua ini karena Yoona hadir merubah segalanya menjadi lebih indah.

Gumawo, Yoona-ya.” Kataku, menggenggam tangannya lembut. Tanganku sudah melingkar di pinggangnya. Sambil menikmati angin sore yang berhembus, kami berjalan menuju kebahagiaan yang Tuhan berikan untuk kami. Selamanya.

Dear all the readers, ini ending dari serial Unrevealed Story : Transporter.
Maaf kalo ending nya begini ya. Aku udah mentok banget… apalagi dapet kabar doi keluar dari boiben na…. kalian pasti tau kan.
Aku lagi masa galau sedih susah move on haha. Aku sedih banget sampe sedihnya bikin aku mau un-stan EXO. Dan aku juga kepikiran buat berenti nulis.
Hampir sama kayak yang Elevenoliu bilang : “Inspirasi aja udah engga ada, gimana mau nulis.”
Ya, I lost my inspiration after all. Apalagi mengingat doi sakit kan. Makin susah buat nulis.
Buat janjiku untuk ff oneshoot yang panjang sekarang masih dalam proses. Dan mungkin itu bakal jadi project ff terakhirku. Aku sedih banget sama keputusanku yang begini beneran😥

Tapi beruntung Unrevealed Story nya udah selesai ya. Big thanks to my old editor Elevenoliu, my new editor qintazshk and also for the great posters from the poster-maker, I love you guys.

And for the readers, thanks for the comments and the supports. I’ll made my decision as soon as possible.

XOXO, nikkireed

76 thoughts on “(Freelance) Unrevealed Story [5-END]

  1. Kalo semua authornya hilang gak ada bias EXO terus bias yang lainnya gimana? Kan masih ada yoona eonnie
    Ayo semangatlah

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s