Roxanne Chapter 2

roxanneROXANNE

Chapter II

Cerfymour a.k.a Quorralicious

PG17+ || Romance

Yoona SNSD as Roxanne (Yoona’s english name) dan Tao EXO as Edison (Tao’s english name)

It’s my imagination, MINE! so don’t be ridiculous say that my fanfic is yours the cast is belong to their parents,agencies, and god.

Kay at shinelightseeker.wordprees.com

WARNING NO PLAGIARISM, DON’T BASH, DON’T COPY without my permission. Typo bertebaran

a.n: Ada yang kangen FF ini? Maaf lama update, kebetulan laptop mati total and berencana hiatus lama tapi tetep aja kangen buat nulis. Ide cerita Roxanne ini pun berubah 100% konfliknya makin banyak, semoga suka😀

Previously

“Edison!”

“Sadarlah Edison!” seru Roxannne yang tangannya tengah ditarik paksa oleh Sehun.

“Ayo ikut denganku. Kembalilah.” Geram Sehun dengan sekuat tenaga menarik tangan Roxanne yang sedang menangisi pria lain.

“Kau-“

“Kau menangisinya?”

Hati Sehun terasa tercabik melihat wanita yang dicintainya benar-benar menangisi lelaki lain.

“Apa kau mencintainya?”

Chapter II

“Hentikan omong kosongmu itu Sehun!” seru Roxanne. Dia tak pernah habis pikir Sehun dengan berani melukai seseorang yang sudah membantunya selama ini. Sehun terlihat mengerjap mendengar seruan Roxanne padanya. Hatinya benar-benar tidak akan pernah siap melihat Roxanne mulai membuka hatinya untuk lelaki yang baru saja memasuki kehidupan percintaan mereka berdua.

‘Sial. Krystal yang akan pertama kali kubunuh jika sampai semuanya berakhir lebih buruk,’umpat Sehun dalam hati, meski begitu tangannya tetap menggenggam erat pergelangan tangan Roxanne.

“Aku tidak mencintainya. Tapi aku mohon jangan lukai dia lagi Sehun-ah,” ucap Roxanne lagi ditengah kekalutan hati Sehun.”Karena itu, kau harus kembali padaku. Ayo pulanglah!” pinta Sehun kembali menarik tangan Roxanne yang terpaksa mengikutinya dengan rasa khawatir akan Edison yang tergeletak begitu saja. Hanya satu orang yang bisa membantunya. Dengan lincahnya jari jemari Roxanne mulai menari mencari nomor handphone lelaki berkulit lebih gelap, untuk memastikan bahwa Kai bisa membantu Edison untuk memberikan pengobatan lebih cepat.

Di sisi lain,  Edison masih terlihat meringis dengan rasa aneh yang menghampiri hatinya, sesuatu yang menyakitkan yang melebihi rasa sakit pada sekujur tubuhnya saat ini. Rasa yang tidak lagi ingin dia ingat, rasa yang sama seperti saat dia mendengar bahwa Tiffany divonis memiliki penyakit kanker. Hatinya belum bisa menerima semuanya hingga saat dia bertemu dengan Roxanne.

Sehun hanya bisa terdiam melihat Roxanne begitu sibuk berbicara dengan seseorang dan mengacuhkannya. “Iya, Edison masih di dekat parkiran Mart dekat apartmentnya.”

“Thanks a lot Kai.” Ucap Roxanne memungkas sambungan teleponnya pada Kai. Sehun sesekali melirik wanita yang sudah sangat dirindukannya itu. ‘Kau masih terlihat cantik sayang. Aku tak tahu akan seperti apa jika harus kehilanganmu untuk kedua kalinya. Dunia ini seakan tak berarti tanpa dirimu disisiku, menemani hariku,’ ucap Sehun dalam hati dengan senyuman manis tersungging dibibirnya.

“Kenapa kau tersenyum?” tanya Roxanne yang terlihat masih marah.

“Aku merindukanmu,”

“Rindu? Rindu memukulku dan berselingkuh dibelakangku?”Sehun menggeram mendengar ucapan ketus dari Roxanne yang memperlihatkan emosinya yang kembali tersulut.

“Dengarkan aku.” Ucap Sehun sembari memegangi tangan Roxanne yang terlipat diatas pahanya dengan menggunakan tangan kanan yang tidak digunakannya. Tangannya terasa hangat memegangi tangan Roxanne yang enggan untuk digenggam. “Aku senang kau mau untuk ikut kembali bersamaku. Karena itu berikan aku waktu untuk menjelaskannya lagi,” Sehun mengucapkannya dengan lembut, bahkan sesekali dia melihat kearah kanan dimana Roxanne berada.

“Baiklah,”

Senyuman Sehun benar-benar terlihat manis saat mendengarnya. Iris mata Hazelnya kembali berbinar mendengar Roxanne yang mengijinkannya untuk berbicara kembali.

“Semuanya terjadi begitu saja. Saat itu aku masih dalam pengaruh obat perangsang yang Krystal berikan diam-diam. Bisakah kau memaafkan aku? Tidakkah kau tahu hanya kau satu-satunya yang akan selalu aku cintai? Aku akan menganggap angin lalu saat melihat kau tengah mencium Kai dengan sengaja. Aku akan menganggapnya sebagai bentuk pemberontakanmu dan pembalasanmu padaku, ya walaupun aku tidak sepenuhnya salah.” Jelas Sehun pada Roxanne yang mendengarkan dengan seksama.

“Sakit itu masih ada.” gumam Roxanne.

Sehun yang tidak mengerti dan masih membaca perasaan Roxanne saat ini hanya bisa terdiam menunggu kalimat selanjutnya yang akan dikatakan Roxanne. Mencoba mengerti sepenuhnya dan memaklumi apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua. Sehun sepenuhnya mencintai Roxanne, karena itulah dia marah saat Roxanne mencium Kai dengan sengaja, karena juga dia merasa sangat kotor saat teringat bahwa dia telah tidur dengan Krystal meski semuanya terjadi diluar kesadarannya. Oleh karenanya, saat Roxanne pergi dan memberikan kehampaan dan kekosongan pada hari-hari Sehun, Sehun mulai berani berjanji untuk selalu mengikuti keinginan Roxanne.

“Ini dan ini masih terasa sakit, Sehun-ah.” Ucap Roxanne lagi, tidak didalam keheningan namun kini airmata wanita dengan mata rusanya itu mulai menggelayuti, membuat matanya yang indah itu mulai terlihat berkaca-kaca sembari menunjukkan dada dimana letak jantungnya berada dan mengelus pipinya sendiri. Sehun yang baru menyadari maksud Roxanne langsung memegangi pipi Roxanne dengan lembut.

“Maafkan aku yang bodoh ini, aku tidak bisa mengendalikan emosiku ini hingga menyakitimu sayang. Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi, sayang. Bisakah kau memaafkan aku? Bisakah kita memulai kembali lembar baru?” ucapnya yang kemudian menghentikan laju mobilnya setelah mobilnya berada dibahu jalan sehingga tidak mengganggu lalu lintas kota London.

Sehun menghapusi setiap airmata Roxanne dengan penuh rasa sesal. “Apa yang harus aku lakukan untuk menghapus rasa sakit itu?” ucapnya dengan ibu jarinya yang masih menghapusi dan membelai wajah Roxanne saat Roxanne hanya menangis dalam diam mendengarkan setiap kata yang terucap dari bibir tipisnya.

Bibirnya mulai mengecupi setiap bagian wajah Roxanne dengan lembut, berharap rasa sakit yang dirasakan yeojachingunya itu mulai memudar. Sehun dengan hati-hati menarik Roxanne kedalam dekapannya. Sudah terlalu lama dia tidak merasakan rasa seperti ini, kehangatan yang hanya bisa dia rasakan ketika Roxanne berada didekatnya, hanya Roxanne seorang yang bisa memberikan kehangatan itu. Cukup lama kedua insan ini larut dalam dekapan tubuh masing-masing, mengirup aroma tubuh pasangannya membiarkan rasa rindu yang ada terbayarkan.

“Aku memaafkanmu Sehun-ah. Kau juga harus tahu betapa aku tersiksa tanpamu,” jujur Roxanne pada Sehun ditengah isak tangisnya yang semakin pelan.

“Bolehkah aku meminta sesuatu?” tanya Roxanne sedikit menarik dirinya dari dekapan Sehun.

“Apa yang kau inginkan?”

“Bisakah kau meminta maaf pada Edison? Dia lelaki baik, dia sama sekali tidak menyentuhku dan membantuku saat kau tidak ada disampingku bahkan dia mengijinkan aku untuk tinggal di apartmentnya.” Mendengarnya rahang Sehun mulai mengeras menahan amarah dan dirinya mulai kembali terbakar oleh api cemburu. Namun dia baru saja ingin memenuhi janjinya untuk selalu memberikan apa yang Roxanne inginkan selama Roxanne berada disisinya. Karena itu dengan enggan dia mengangguk pelan.

“Besok aku akan meminta maaf padanya.” Ucapnya dengan dingin dan suaranya yang rendah. Roxanne tersenyum mendengarnya, Sehun yang melihatnya pun merasa tidak akan menyesali keputusan yang dia buat.

“Aku akan selalu membuatmu tersenyum seperti ini.”

“Asal kau selalu disampingku,” Sehun melanjutkan kalimatnya dengan penuh ketegasan. Roxanne pun mengecup bibirnya dengan singkat.

“Baiklah, cukup dengan kemesraan ini. Aku ingin makan malam di restoran Italia yang biasa kita datangi. Aku merindukan pasta lezat buatan mereka.” rajuk Roxanne dengan penuh aegyo yang menggemaskan, Sehun terkekeh melihatnya. “Baiklah, My Princess.”

‘Aku harap ini akan menjadi awal yang indah setelah semua kekacauan yang terjadi. Semoga tidak terjadi hal yang parah pada Edison. Aku yakin aku masih mencintai Sehun, dan untuk cinta pada pandanga pertama yang disebutkan Edison akan tumbuh seiring dengan waktu aku tak mempercayai cinta seperti itu benar-benar ada.’ Suara-suara hati Roxanne menyeruak didalam pikirannya, menimbang-nimbang setiap langkah yang akan dia pilih dan untuk saat ini, hatinya masih mengarah pada lelaki yang kini berada disampingnya, Sehun.

“Kenapa kau melamun? Sudah sangat laparkah?” tanya Sehun dengan wajah penuh kekhawatiran melihat Roxanne yang hanya melamun sepanjang perjalanan mereka menuju restoran Italia kesukaan Roxanne. Roxanne menggeleng pelan, “Tidak apa-apa.” Sehun pun kembali memfokuskan dirinya pada jalanan London yang mulai dipadati kendaraan lain.

.

.

.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kai dengan panik saat melihat Edison mulai sadar kembali.

“Dimana ini?”

“Kau dirumah sakit dekat apartmentmu.”

“Rumah sakit tempat aku bekerja?” tanya Edison seperti orang linglung berkat efek obat yang bekerja dengan baik. Kai mengangguk malas. “Sehun harus diberi pelajaran.” ucap Kai dingin dengan tangan yang terkepal, mengingat betapa dia terkejut mendengar dan melihat sendiri keadaan kakak sepupunya saat diparkiran tadi. “Jangan membalasnya,” ucap Edison dengan lemah dan suara yang parau.

“Kau ingin minum?” tanya Kai berpura-pura tidak mendengarkan ucapan Edison barusan, dia pun menyodorkan segelas air putih yang sudah dia sediakan saat Edison tertidur.

“Terima kasih,” ucap Edison saat menerima gelas dari tangan Kai dan langsung meminumnya. “Apakah luka jahitannya terasa sakit?” tanya Kai lagi khawatir melihat luka jahitan Edison disekitar dahinya dan terlihat belum kering.

“Aku mendapat jahitan?” tanya Edison baru menyadari seberapa parah dirinya. “Rupanya Sehun akan sangat menyeramkan jika dia sedang mengamuk, pantas saja saat itu dia sampai hati menampar Roxanne,” gumam Edison setelah tenggorokannya tidak terlalu kering berkat segelas air putih pemberian Kai.

“Dia memang tidak bisa mengendalikan amarahnya. Dan itu sangat menyebalkan. Terlebih saat dia merasakan api cemburu. Lelaki manapun yang mendekati Roxanne akan langsung mundur jika tahu resiko apa yang akan mereka dapat jika terus mendekati Roxanne.”cerocos Kai dengan bersungut-sungut.

“Tapi aku tidak.”

“Tidak apa maksudmu?” Kai sedikit mencondongkan badannya kearah Edison, agar kalimat Edison tedengar lebih jelas.

“Aku tidak akan mundur begitu saja. Tidak, setelah Roxanne mengambil separuh hatiku bersamanya.” Ucap Edison kembali, dan berhasil membuat Kai berseru,”Sadarlah! Aku tidak ingin melihatmu lagi tergeletak seperti hari ini.”

Edison hanya tersenyum dengan sedikit meringis merasakan perih di dahinya yang merupakan kenang-kenangan dari seorang Sehun yang pemarah.

.

.

.

“Maaf, tidak ada kursi yang kosong.” Tolak halus pelayan restoran yang memang terlihat penuh itu.

“Aku Oh Sehun.” Ucap Sehun dengan angkuh, terlebih setelah setelan jas yang berada dimobilnya sudah dia kenakan. Pelayan yang mendengarnya tidak mengerti, bahkan hanya menatapnya dengan tatapan ‘Lalu kenapa?’ tapi syukurlah beberapa saat kemudian manager restoran tersebut yakni Park Chanyeol dengan segera menemui Roxanne dan Sehun yang berada diambang pintu.

“Tuan Sehun, masuklah.” Ucapnya sembari tersenyum dan membukakan pintu ganda restoran yang bercatkan warna emas.

“Maafkan pelayan Hwang, dia sama sekali baru bekerja hari ini. Dan maafkan saya juga yang lupa memberitahunya bahwa anda lah yang selalu membooking tempat khusus direstoran kami ini,” ucap manager Park dengan penuh santun, senyum manisnya tak hilang dari wajah pemuda yang umurnya jauh lebih tua dari Sehun.

“Baiklah, tidak apa-apa. Namun tidak ada kesempatan untuk kedua kalinya. Hari ini mood ku sangat bagus.” Ucap Sehun yang langsung menatap kearah Roxanne dengan senyuman penuh kharismanya.

“Saya akan antar anda ke meja favorit anda dan Nona manis ini,” meskipun maksud manager Park dengan mengatakan Roxanne manis itu hanya sebuah tanda penghormatan, tetapi Sehun tidak suka mendengarnya dan terbukti dari rahangnya yang sedikit menggertak. Roxanne pun meliriknya, “Cobalah untuk rileks.” Ucap Roxanne saat menyadari pacarnya yang pencemburu itu tengah berusaha keras mengendalikan perasaannya.

“Sehun?” seseorang wanita memanggilnya. Dan tidak perlu ditebak siapa yang telah memanggilnya itu. Krystal terlihat elegan dengan dress yang dikenakannya malam ini di restoran yang cukup terkenal di London, matanya seakan tak percaya melihat Roxanne dan Sehun yang kembali bersama.

“Kau masih bersamanya?” ucap Krystal masih dengan pandangan meremehkan, membuat Sehun tidak nyaman dan mengusir manager Park dengan menggumam,”Kau tak perlu lagi mengantar kami.”

Roxanne bisa melihat perubahan air muka Sehun.

“Kau benar-benar berhati baja, Roxanne.” ucap Krystal tiba-tiba pada Roxanne yang mencoba memperlihatkan rasa tenangnya.

“Setelah kau kuberitahu bahwa namjachingumu telah meniduriku, kau masih mau memaafkannya? Peran apa lagi yang sedang kau lakoni, seorang wanita baik dan bersahaja yang mau saja diselingkuhi.. hmm rupanya kau sudah bosan berperan sebagai wanita penghibur nan murahan.” Kalimat demi kalimat pedas dari Krystal meluncur begitu saja tanpa ampun, tidak lagi memedulikan teman lelaki yang membawanya ke restoran tersebut, Krystal bergeming menghadapi sejoli yang baru saja berbaikan itu.

“Jaga mulutmu itu!” seru Sehun sambil mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih menahan amarah, diremasnya ujung jas putih yang sedang dikenakan. Sementara Roxanne memegangi tangan Sehun yang sudah panas dingin ingin segera meluapkan kemarahannya dengan menampar Krystal.

Krystal menunduk marah melihat tangan Sehun yang terkepal saat dirinya dengan berani menghina Roxanne dihadapan Sehun, “Apa! Kau berniat menamparku, hah?! Tampar saja!” tantang Krystal dengan memperlihatkan wajahnya sengaja kearah Sehun yang sudah bergetar hingga giginya pun terdengar bergemeletukan menahan amarah.

‘Coba saja kalau kau berani menampar ibu dari janinmu sendiri!’ teriak Krystal dalam hati. Senyuman yang lebih mirip seringaian kembali menghiasi wajah cantik nan manis miliknya. Tetapi sayangnya tamparan Sehun yang dia inginkan tidak segera dia dapatkan karena Roxanne sudah berhasil membuat Sehun mendinginkan perasaannya.

Krystal yang melihat bagaimana Roxanne membisiki sesuatu ditelinga lelaki yang sudah merah padam penuh dengan amarah, hingga bisa membuat Sehun mengendalikan amarahnya sendiri bisa merasakan sesuatu yang memenuhi hatinya, hingga bisa membuat rasa sesak yang mendorong paksa airmatanya yang sedari tadi dia tahan ingin segera meluap berjatuhan. Tapi tidak didepan wanita jalang itu.

“Sudahlah jangan kau tanggapi,” bisik Roxanne samar-samar masih terdengar mengucapkannya berulang kali hingga keduanya berhasil melangkah menjauh tanpa menghasilkan keributan yang lebih parah lagi.

“Awas kau Roxanne!” ucap Krystal yang melihat keduanya memunggungi dirinya yang sudah sendirian karena rupanya pasangan makan malamnya sudah tidak sabar dan meninggalkannya sejak dia memulai keributan.

.

.

.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Sehun setelah keduanya duduk dengan tenang dan saling berdampingan bersebelahan. Tangan kanan Sehun dengan erat memegangi tangan kiri Roxanne yang terasa lebih dingin dari sebelumnya. “Aku kira kau tidak akan marah. Ternyata kau manusia yang bisa marah juga,” ledek Sehun terkekeh saat menyadari tangan yeojachingunya itu terasa lebih dingin. Sehun sangat hapal kebiasaan tubuh Roxanne yang selalu terasa lebih dingin saat marah dan terasa lebih panas saat tubuhnya terbakar gairah ditengah pergumulan biasa mereka diatas ranjang.

Roxanne hanya menatap kearah Sehun.

“Aku senang tadi kau sangat membelaku,” ucap Roxanne singkat diakhiri dengan kecupan pelan Sehun pada tangan Roxanne. “Ayo kita makan saja,” ajak Sehun mengangkat tangan kiri Roxanne dan memberikan garpu untuk Roxanne. Tanpa ada sepatah katapun lagi yang membahas mengenai kejadian sebelumnya, Roxanne dan Sehun terlihat begitu lahap menghabiskan makanan mereka terutama hidangan utama yang sudah lama mereka nantikan bersama.

“I Love you more than anything in this world,” gombalan Sehun melengkapi makan malam romantis pertama sejak keduanya berbaikan kembali.

.

.

.

“Apa yang kau lakukan Hyung!” seru Kai kaget saat melihat Edison mencabuti selang infus yang masih terpasang dengan baik pada pembuluh darahnya. “Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini saja. Aku harus bisa merebut Roxanne,” ucapnya.

“Kau gila. Apa kau tahu siapa sebenarnya pacar Roxanne itu? Bahkan aku pun tak berani lagi mengganggu Roxanne setelah tahu asal usul lelaki yang bernama Sehun itu,” ucapan Kai membuat Edison berhenti sejenak mengurusi pakaian yang dibawakan Kai. Lalu hanya tiga kata yang terucap dari mulutnya dengan tatapan yang tajam, Edison bergumam “ I Don’t care”

Kai yang baru pertama kali melihat ekspresi yang Edison berikan padanya barusan terkesiap dan menatap Edison dengan pandangan tak percaya. “Dia anak haram Perdana Menteri Korea yang sengaja dibuang ke London. Jika kau berani mengusiknya, bukan hanya Sehun yang akan kau hadapi tetapi ayahnya juga yang mempunyai kekuasaan lebih.”

To be continue-

Ps: Semoga masih ada yang inget FF ku yang abal-abal ini. Maaf jika ini terlalu pendek ya.

38 thoughts on “Roxanne Chapter 2

  1. Yaaa ampuun trmyata roxanne msh cintaa sama sehuun tohh .. Ak kira sehun tuh bukan orng kaya .. Pnsaran sama masa lalunya roxanne yg wnita pnghibur .. Dan sehun cuma anak haram toh tp kok klakuannya angkuh banget ..

  2. Padahal lebih suka yoonhun di ff ini. Hihi di tunggu kelanjutanya nyaaa
    Cerita nya makin menarik author

    ^_^ fighting *peluk yoonhun*

  3. ishhh karatan nunggu nih ff thor, next chapp agak dicepetin ya. soal aku suka + nunggu bgt ini ff😀

    knpa krystal harus hamil? ishh gk suka ama karkter krystal :3
    pengennya si yoona ama sehun, tp tunggu aja kelanjutannya kkk😀

    next chapp ditunggu sekali thor😉

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s