(Freelance) Vie De Represailles (Chapter 1)

vie-de-represaillesPoster by D.A’Grace Young  @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Title            : Vie De Represailles (part 1)

Author        : Mrsdeer

Genre          : Romance

Main cast    :

Im Yoonah

Xi Luhan

Kim Min Seok

Support cast:

Oh Sehun

And Other

Disclaimer : This story is mine, pure from my imagination, this cast is belong they god, they parent, and they fans

Note : Hallo!! Lama udah gak ngepost ff lagi saya, karna banyaknya halangan ;-; untuk yang ff My Love tunggu sebentar lagi ya, ide datang tergantung mood ;-;

***

“New News!! Kapal yang mengangkut 1000 ton solar meledak pada dini hari ini pukul 02.27 waktu setempat, ledakan yang diduga terjadi karna adanya pihak lain yang dicurigai telah sengaja menyabotase kapal milik pemerintah ini, menyebabkan sebuah kapal Ferry yang berada pada jarak 6 km dibelakang kapal tersebut ikut terbakar, salah satu korbannya adalah komisaris Choi Gun Hae dari Rachless company,menurut saksi yang ada ditempat, tuan Choi terpental sejauh 5 meter kearah bibir laut dengan tubuh penuh luka bakar, saat ini pertanyaan yang sangat mengganjal adalah, siapa dalang dari ini semua?benarkah ini rencana pihak lain? Sae In Gyun, Pelabuhan Busan”

*Klik*

Luhan menekan tombol power berwarna merah pada remot controlnya, seketika layar LCD itu berubah hitam, Luhan berjalan kesisi ranjang untuk mengambil kemeja putih bergaris biru tua dengan sedikit aksen squel shape pada keranya, kemudian ia mengaitkan kancing baju satu demi satu seiring kakinya berjalan menuju intercom

“Beri akses pada Kim Jongin untuk membuka file tersegel milik Rachless company!” Luhan sengaja membuat intercome pribadi dengan bantuan Prof Chan yang dengan khusus tidak dapat dilacak siapapun,meski hacker atau bahkan polisi, intercome ini hanya tersambung pada intercom milih Tn Xiying, asisten sekaligus sepupunya

Luhan menarik simpul dasi dan kemudian jas hitam yang telah dianggurkannya beberapa lama digantungan lemari, akhirnya dengan rapi membalut tubuh pewaris tunggal perusaan nomor 1 sekorea Deluxe Crouse Company, Jabatannya sebagai pewaris tunggal membuatnya harus membangun kembali perusahaan milik orang tuanya yang telah tiada.

IaTumbuh mandiri sejak berusia 10 tahun, dimana pada saat hari ulang tahun kakak perempuannya Xi Zhe In mereka sekeluarga sedang berlibur keSeoul, Namun pada saat kembali keChina, pesawat pribadi yang mereka tumpangi gagal lepas landas yang merenggut nyawa, ayah ibu dan kakaknya, entah apa penyebab kecelakaan pesawat tersebut, maka tujuan ia hidup dan dibesarkan bersama sepupunya xiying di Paris untuk membuat keluarganya tersenyum disurga loka.

Ia terkenal dengan wajahnya yang tampan tak bercacat, pesona dan aura yang menggoda dengan senyum bagai seorang malaikat pencabut nyawa yang siap membuat nyawa wanita siapapun menghilang, hanya dengan melihat senyum dan bola mata coklatnya yang teduh dan menusuk, namun siap juga menghantarkan mu keneraka jahanam bila kau berani berurusan dengan Xi Luhan.

“Drama apa yang kali ini kau rencanakan teman?” Luhan tersenyum, senyuman yang terkesan mengejek lebih tepatnya,menampilkan betapa sempurnanya dia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Luhan berjalan melewati koridor apartemen, dimana sudah ada dua orang berbadan kekar yang tengah berdiri diambang pintu masuk, Luhan menyerahkan tas kulit berwarna hitam kesalah satu pegawainya, kemudian ia merogoh-rogoh saku celana untuk menemukan benda yang disebutnya earphone, luhan masuk kedalam mobil audi hitam sembari membenarkan letak earphone ditelinganya.

“Kai, kau buat softcopy pada data-data milik perusahaan rachless yang kau temukan, buat serapi mungkin, agar tidak ada seorang pun yang mengetahui aktivitas kita, aku akan sampai 15 menit lagi”

“Baiklah hyung, aku menunggumu segera”

Pada detik kedua, mobil audi tersebut melesat dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota paris yang sebagian basah akibat hujan yang turun tanpa henti dari pukul 05.00 hingga pukul 06.12 pagi ini.

.

Marcerdes Ban keluaran terbaru terparkir dengan rapi, tepat 3 meter didepan pintu masuk tempat pemotretan brend ternama AceGuesst, mobil mewah dengan polesan yang tentunya sangat mahal untuk mendapatkannya, benar-benar menunjukan kedudukan sang empunya.

Seseorang berbadan sedang dengan tinggi 180 keluar lebih dulu, tatapan mata yang datar seperti kehilangan jiwa, lengkap dengan kulitnya yang putih pucat membuat siapapun tertegun, untuk memikirkan ‘mereka rela tidak melakukan apapun demi menikah dengan pria yang entah sejak kapan biodatanya tersebar diinternet dengan nickname Oh Sehun’, tak lama muncul pria dengan tinggi yang hampir melebihi rata-rata dengan wajah konyol dan tatapan menusuk yang menjadi cirikhas pria yang dipanggil Park Chanyeol. Satu-satunya pria yang bersama mereka, senantiasa mentenggerkan kacamata hitam dengan balutan jas abu-abu dimana ada tambahan pita mawar dibagian saku, benar-benar menampik segala kekurangan pemimpin organisasi illegal terbesar dikorea, pria yang biasa disebut “Tangan kiri malaikat kematian” hanya dengan mendengar sebutannya, tiap orang pasti akan takluk dan merengek seperti bayi saat dihadapan Kim Min Seok.

Dartus, begitulah nama organisasi yang dipimpin oleh Min Seok, mereka bertiga masuk melewati lorong-lorong studio khusus pemotretan,dan berhenti tepat didepan pintu berdesain ukiran zaman romawi kuno, tempat ini sangat kental dengan art, terutama yang berhubungan dengan ‘romawi kuno’ entah apa alasan mereka mendesain sedetail ini, tapi mereka berhasil menciptakan nuansa nyaman dan lembut

Min Seok memutar knop pintu, ia berjalan beberapa langkah menyusuri ruangan tentunya diekori oleh Sehun dan Chanyeol “Young Ji” Min Seok menepuk bahu gadis berkaca mata dengan rambut hitam yang terus tergelung, bola matanya bergerak gerak menangkap sosok bayangan Min Seok

“Oh, tu..tuan, ada ap..pa an..anda ke..mari?”Young Ji gugup. Ia membenarkan posisi berdirinya, kedua telapak tangannya mulai mengeluarkan keringat basah, bibir mungilnya berusaha menutup rapat-rapat agar tak mengeluarkan kata-kata yang membuat keluarganya terkirim keneraka

Min Seok menghembuskan nafas pelan, ia berdecak kesal, ya, diruangan ini hanya ada 4 orang, jadi tidak perlu takut melakukan kekerasan terhadap seorang perempuan “Young Ji, ku mohon ikut lah kami” Min Seok menatap tajam manic mata yang tengah bergerak-gerak mencari perlindungan

“U..u..untuk?” pertanyaan bodoh macam apa ini? Pikir Min Seok

“Oh ayolah, anak seorang perakit bom, sepertimu harus melihat,seberapa hebat ayahmu itu, membunuh ribuan nyawa tak berdosa,termasuk Ming San, kekasih mu, yang masih menjabat ‘trainer’ di Dartus dan komisaris Choi Gun Hae” Min Seok memberikan intonasi disetiap potongan kalimat-kalimat yang ia ucapkan,bagaikan naga yang siap membakar apapun disekitarnya hanya dengan membuka mulut

Blitz kamera memenuhi cahaya di salah satu ruang redup, tampak model cantik berdarah korea yang cukup akrab disapa Im Yoona,dengan ahli menampakan pose-pose yang sangat pas dengan gambaran Micky San, pengembang busana tersukses diParis.

“Yup, Bagus” Micky bertepuk tangan tanda acara pemotretan telah selesai

Yoona membungkuk dan tersenyum kearah staf yang berada diruangan yang sama dengannya, mereka sangat berperan penting untuk Yoona karna telah membantu pekerjaannya sebagai model menjadi lebih mudah

“Mic, kau tau dimana Young Ji, dia belum kembali sampai saat ini” Yoona menatap jam tangan buatan designer Rowless Hilton,disigner nomor 1 diparis, bahkan menjadi urutan nomor 7 didunia, jarum panjangnya menunjuk pada angka 7 dan jarum pendeknya berada diantara angka 11 dan 12, 11:35

Micky mengambil beberapa pakaian dilemari gantung, Micky pindahkan 1 pakaian pengantin dan 4 pakaian summer ketroly, tentu pakaian itu yang akan dipakai Yoona pada pemotretan 2 hari kedepan “Mungkin dia masih bingung mencari dimana sepatumu”

Yoona mengerutkan dahinya “Yang benar saja, Young Ji sudah terlalu sering mengambil sepatu ku, mana mungkin dia lupa tempatnya, aku selalu meletakannya dietalase”

“Yasudah, kau susulah dia, mungkin terjadi sesuatu” Yoona memperhatikan Micky berjalan kesana-kemari hanya untuk merapikan sedikit kekacauan , padahal Micky bisa menyewa 3 orang pekerja lagi, entah melihat tingkah Micky,ia jadi bingung pada jalan pikiran gadis berdarah campuran Paris-Jerman, Micky San

Yoona mengerakan kaki keluar dari ruang pemotretan yang kedap suara , entah mengapa Micky benar-benar sekreative itu agar para pekerjanya yang lain tidak tergangggu dengan suara menggelagar ‘Blitz camera’ Yoona mempercepat langkahnya menuruni anak tangga tanpa alas kaki, ia lebih menyukai kulit putih itu menyentuh permukaan keramik yang dingin, Yoona membuka pintu ruang pakaian, ia tercengang melihat Young Ji yang duduk terpojok disamping etalase

“Kalian apakan Young Ji” dingin, tajam dan menusuk itu lah kata-kata yang terluncur.Dartus, siapa yang tidak menggenal organisasi terkejam didunia,organisasi yang dengan mudah memainkan peran,spionase bahkan membunuh, Setiap anggotanya dilatih dengan keras,sangat cermat dalam hal menyamar,Yoona pernah mempunyai sisi tergelap dengan Dartus

“Sepertinya aku tak mempunyai urusan dengan mu Im Yoona” Min Seok melepas kaca matanya, kemudian melipat dan meletakan pada saku jas “Sepertinya ini bukan bagianku,Sehun Chanyeol seret Young Ji”

“Kau tak bisa memasukan orang kedalam api nerakamu” Yoona menatap lekat bola mata Mix color milik Min Seok “Berhenti kalian! Selangkah lagi kalian mendekati Young Ji akan ku pastikan kalian memuntahkan darah” dengan tatapan yang angkuh ia berhasil membuat Sehun Chanyeol diam ditempat

“Aku tak cukup yakin kau bisa membuat ku memuntahkan darah” Sehun memiringkan senyumnya, tatapan matanya yang kosong benar-benar membuat pikiran orang lain mengatakan kalau otaknya telah dicuci, buktinya tak pernah ada kata-kata lain yang bisa memerintah Sehun selama ini selain Min Seok.

Sehun benar-benar telah menutup telinga, ia menarik paksaYoung Ji dibantu Chanyeol yang mengenggam erat pergelangan kiri Young Ji hingga muncul sembuat merah “Lepaskan!! Yoona tolong aku,kumohon tolong aku” Air mata gadis itu tidak dapat dibendung,semakin deras ia menangis memohon pertolongan Yoona, tapi tak ada respon dari yang dipanggil, Yoona diam membatu, hatinya seperti terkikis melihat asisten yang juga sahabatnya digeret paksa oleh 2 orang pria keparat

Perlahan dibalik matanya yang mulai basah, Young Ji menghilang dari pandangan Yoona, perempuan ini sungguh menyesali sikapnya yang tidak bisa tegas dihadapan Dartus,terutama MinSeok dan Sehun, bagai disihir menjadi patung, sendi-sendinya kaku,Yoona berfikir bahwa ia bukan sahabat yang baik,bahkan kata sahabat tidak ada dalam kamus hidupnya saat ia tak bisa membantu Young Ji sekecil pun.

.

Yoona memasukan gerigi kunci pada lubang yang pas, ia jalankan mobil putih yang baru menghiasi jalanan paris 1 minggu yang lalu, Yoona menginjak pedal gas ia maju dengan kecepatan 60 km perjam. Yoona memposisikan mobilnya disamping gedung putih besar yang lumayan jauh baik dari rumah maupun pusat AceGuesst

Yoona berjalan masuk lebih dalam pada bagian gedung, ia memilih menaiki lift agar cepat sampai pada lantai ke15 tempat direktur Im San Ah mengistirahatkan dan mengoyak pikiran

“Appa”

“Yoona, ada apa?” San Ah berdiri dari singahsana,berlalu duduk diatas sofa putih empuk yang kemudian berhadapan dengan wajah putrinya Yoona yang nampak ceria seperti biasa, namun tak cukup menutupi kegelisahan dimanik mata hitam menusuk bak silet

“Appa, kau menggenal direktur Xi? Lebih lengkapnya Xi Luhan”

“Direktur Xi? Ya, aku mengenalnya ia pengusaha terhebat didunia, ia bisa membangun perusahaan hanya dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun” point itu Yoona tau, hanya dalam waktu 1 tahun 8 bulan, Luhan berhasil membuat kiblat kehidupannya sendiri, dimana perusahaan-perusahaan lain sangat segan pada pria tersebut. Dari mana lagi iya tau kalau bukan dari internet, ya itulah kenyataannya

“untuk apa kau menanyakannya yoong?” San Ah berhasil membubarkan lamunan putrinya tentang sosok Luhan

“Ak.. Aku..” Yoona berfikir sejanak, ia tak mungkin memberi tahu alasan yang sebenarnya, terlalu bodoh untuk menjadi sejujur itu, Yoona mengerutkan dahinya, bibirnya yang digulung mungil membuat San Ah menautkan sebelah alisnya,aneh, itu yang dipikirkan pria tua usia 50 tahun ini

“Aku mengaguminya appa! Ya kagum, hanya itu saja, aku baru sadar bahwa Luhan sangat mempesona!” Yoona tersenyum menampakan deretan gigi putihnya, alasan koyol yang entah dari mana datangnya membuat ia mual.kata-kata mempesona sunggu tak ada dalam kamus hidupnya, Yoona rasa ia telah salah memakai kata tersebut

San Ah tertawa geli, rahang-rahang tua itu telah jarang bergerak dan menunjukan sisi muda 4 tahun belakangan ini,tentu ayah Yoona ini disibukan dengan berbagai persoalan kerja, sangat jarang Yoona melihat ayahnya tertawa geli seperti ini, garis-gari keriput yang semakin berlipat, membuat Yoona tersenyum miris, sungguh ia rela melakukan apapun hanya untuk membuat ayahnya tertawa dan menghilangkan beban yang bertengger dipundak ayahnya. Miris memang

“Ahaha, kau benar-benar putriku” San Ah mengelus pucuk kepala Yoona”Dia bekerja di Deluxe Crouse Company kantor pusatnya ada didekat Arch De Triomple, Kau mau kesana? Mari appa antar”

Yoona menepis dengan cepat”Tidak perlu, aku tidak akan kesana sekarang, mungkin lain kali” lagi-lagi senyum bodoh yang terlihat, Yoona beranjak dari sofa, tas Louis Vottion berwarna pink rose segera disambarnya keluar pintu”Appa aku pergi dulu, ya, jangan lupa jaga kesehatanmu aku mencintaimu” Yoona melambaikan tangan dibalik pintu, hanya pucuk rambut berwarna hitamyang tersisa, sekali kedip kemudian, lenyap. Ya tingkah gadis usia 24tahun ini sama seperti usia anak umur 8 tahun

Yoona berlari kecil menuju mobilnya, dengan gerakan gesit ia menyalakan sambungan earphone wireless dari smartphone. Yoona duduk didepan stir dan langsung memajukan perseneling.

Sekelebat bayangan tadi pagi membuatnya terpaku,itu adalah satu alasan mengapa Yoona menayakan masalah Luhan pada ayahnya

“Noona!! Noona!! 14426 Lee Byung Hun!! Noona apa kau mendengarku?” Suara gemrecik terdengar pelan pada earphone Yoona “Noona!! Dartus 144426 Lee Byung Hun! Kau mendengarku hoh?” Saluran yang payah!

“Tidak jelas! Ini Ljoe?” Yoona membenarkan earphonenya , sembari tangan kanannya memutar stir,walaupun dahinya berkerut namun padangan mata Barbie nya tertuju lurus pada jalanan klasik didaerah Brittany Prancis

“Benar, aku membawa kabar untukmu”

“Kabar apa?”

“Salah satu atasan ku Oh Sehun berencana membuat seseorang yang bernama Xi Luhan menjadi takdir ke25-nya atas perintah Kim Min Seok”

“Lalu?”

“Ia membunuh Xi Luhan dengan alasan kau. Kau adalah pilar penghubung antara Kim Min Seok dengan Xi Luhan,yang aku tahu ia adalah pengusaha tersukses urutan ke3 sedunia, ia adalah rekan bisnis ayahmu noona, namun ntah apa alasan sebenarnya ia ingin membunuh Xi Luhan” dahi Yoona semakin berkerut, alasan yang tak masuk akal, Yoona bahkan tidak mengenal siapa itu Xi Luhan sebelumnya

“Kau tak berbohong?”

“Untuk apa aku berbohong padamu noona,kau tak mempercayaiku? akanku kirim VN rapat tadi malam pada mu, aku tutup noona,selamat sore” dia Lee Byung Hun,Yoona lebih suka memanggilnya Ljoe,ia adalah sahabat dekat Yoona saat diKorea selain Young Ji, Ljoe adalah trainer didartus. Yang benar saja,Ljoe menghubungi Yoona dengan suara yang teramat pelan dan mencari tempat rahasia yang paling aman dengan jaringan 3GS, jaringan yang tak bisa dilacak, yang membuat siapapun tak curiga dengannya, dia didartus hanya sebagai mata-mata, namun karna ia telah memilih memasuki lubang harimau, maka ia rela mengasingkan seluruh keluarganya dan memalsukan kematian 2 orang adiknya yang tinggal diaustralia saat ini,didartus semua anggota yang mempunyai saudara harus dibunuh, dengan alasan yang cukup aneh ditelinga orang awam

.

Yoona menggigit pelan bibir bawahnya yang berbalut lipstick sensasi peach,ia memarkir mobil dijarak 3km dari Arch De Triomple, tepat didepan gedung mewah bernuansa gold berbentuk lingkaran sempurna dengan arsitektur eropa modern, air mancur yang menguak dari tepi lingkaran patung Napoleon Bonaparte menambah kemewahan walaupun belum memasuki bagian dalam gedung, ini baru halaman depan.

“Saya Im Yoona, anak direktur Im San Ah dari Savaner Loyality, saya mencari Xi Luhan, apa dia ada dirungannya?” Yoona menatap pria dengan tinggi 180 dengan jas hitam tepat dibalik pintu masuk

“Maaf noona, tuan Xi saat ini tidak ada dirungannya”pria tersebut melirik jam tangannya sekilas “Em, namun saat ini ia berada diruang latihanya, kalau anda sudah membuat janji, mari saya antarkan”

**

Keringat bercucuran diruangan unik, ya unik, dirungan yang berdasarkan fondasi kayu, fentilasi sangat banyak disetiap sudut ruangan yang luasnya hampir sebesar lapangan golf, banyak barang-barang elit yang terpajang disetiap dinding,ada busur dan juga beberapa panah, belatih, pisau, bahkan pedang,mulai dari yang paling antik hingga 100% buatan mesin

Pelepuh Luhan keluar dari pori-pori kulitnya, membasahi kemeja putih yang memperlihatkan otot-otot perut yang pastinya mempunyai daya tarik yang luar biasa besar, takkan ada seorang wanita pun yang tak ingin meraba,bahkan hanya sekedar melihat betapa sempurnanya makhluk tuhan yang satu ini, penuh karisma yang luar biasa mempesona

“Tao, lemparkan belatih ku” sore ini Luhan memilih berlatih bersama salah satu anggota perusahaannya Hwang Zi Tao, hampir tiap hari libur atau ada sedikit waktu senggang ia pasti menyempatkan berkeringat basah diruang latian bersama Tao yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri

Tao mengambil 1 buah belatih berwarna perak metalik “Tangkap ini ge”Tao lempar tepat lurus kearah mata luhan memandang,satu kali lemparan dan tanpa meleset belatih itu sudah ada ditangan Luhan,namun pada 2 detik berikutnya pandangan Luhan tertuju pada intercom buatannya, Luhan melirik Tao sekilas “Ge,sepertinya ada yang datang”

“Aku tau” Luhan lebih meletakan perhatian pada intercomnya yang menampakan 2 bayangan hitam, berjalan menuju ruangan ini

Luhan tengah bersiap dengan belatih yang berada ditangannya jadi tak mungkin ia menganggurkan belatihnya begitu saja, “Apa yang ingin kau lakukan ge?”

“Memberikan ucapan selamat datang untuk dua orang tamuku”

Luhan memposisikan tubuhnya tepat beberapa meter dari pintu masuk, ia memfokuskan pandangan pada pintu berdisen bunga sweet pea,Luhan memicikan satu matanya, ia sangat serius untuk melenyapkan orang yang akan membuka pintu tersebut

“Hitung” Luhan berseru!

1

2

3

*shet* belatih tersebut tepat sasaran, namun Luhan tak menyangka bahwa sasarannya adalah seorang gadis yang mempunyai S line, sungguh gadis itu pasti mempunyai sex appel yang fantastic. Belatih yang menancap tepat disebelah Kiri lengan Yoona hanya berkisar setengah inci dari kulit susunya, belatih yang berhasil membuat Yoona diam ditempat dengan memasang mimik tegang, bagaimana tidak lengan pakaiannya menacap pada dinding kayu akibat belatih sialan

Sesegera mungkin Yoona merubah mimik wajahnya, Yoona mencabut paksa belatih dari lengan pakaiannya dan melempar balik kearah Luhan “Ini salah satu caramu menyambut tamumu Xi Luhan?” Belatih itu melesat, namun tak menggores seinchipun kulit orang nomor 1diAsia-Eropa ini, tak tepat sasaran

“Maafkan aku nona,aku tak mengetahui bahwa kau yang datang,masuklah apa yang ingin kau bicarakan?” Yoona berjalan beberapa langkah untuk sampai dihadapan Luhan, sungguh ia mati-matian melawan hawa nafsunya untuk menyentuh pria tersebut, tetesan keringan yang mengalir pelan dipelis luhan membuatnya benar-benar terlihat sangat errr.. sexy dan menggairahkan, demi dewa Lucifer ia rela menukar jiwa padanya. Yoona berusaha membuang jauh-jauh mengenai hayalannya tentang Luhan

“Bisa kita bicara hanya berdua? Kau tentu mengenalku bukan?”

“Tentu, kau Im Yoona, mau keperjelas?” Luhan mengulas senyum miringnya

“Tidak” cukup dengan tatapan yang berubah kelam dari iris mata Yoona , Luhan cukup tau dengan mood lawan bicaranya

“Baiklah, aku mandi dulu, kau tunggulah dikantorku, Tao, antarkan dia”

**

“Ini” Yoona melempar selembar kertas yang terlipat menjadi empat bagian, Luhan memandang sebentar, kemudian mengambil kertas tersebut”Itu adalah pesan dari temanku, aku tak tau alasan apa yang sebenarnya,namun ketika pria licik itu menyebut-nyebut namaku sebagai alasan mereka, maka mereka terlihat sangat koyol, cih” Yoona menyandarkan kepalanya dibahu sofa, ia menunggu reaksi apa yang diberikan Luhan, namun nihil sampai saat ini ekpresi laki-laki tu masih saja sama, datar namun terlihat santai

“ini bukan karna kau” Luhan melempar kasar lembaran tersebut keatas meja kaca

“Lalu, bagaimana kau bisa tau?”

“Kau tak perlu tau”

“Bagaimana bisa, aku telah terseret dalam masalahmu, aku pasti membantumu, tak mungkin aku membiarkan orang lain menderita hanya karna aku, itu semua tak ada dalam ajaran hidup ku Xi Luhan” Yoona menekankan intonasi disetiap bentuk kalimatnya, tatapan matanya yang mulai kelam beradu dengan bola mata chocho chip milik luhan, yang teramat manis dilihat dan juga warna hitam yang lembut

“Kedua orang tua ku meninggal beserta kakakku dalam kecelakaan 15 tahun yang lalu diSeoul,entah apa penyebab kematian keluarga ku namun polisi mencurigai adanya kerusakan mesin ulah seseorang, dari situ 2 tahun belakangan ini aku mulai menggali ulang tentang kematian ibu, ayah dan kakakku namun hasilnya nihil, aku hanya mengira Kim Min Seok pelakunya” Luhan menajamkan tatapannnya pada Yoona, jujur saja gadis itu hampir berhenti bernafas karna kurangnya oksigen yang menjalar ditubuhnya. Luhan adalah penghalang oksigen-oksigen itu masuk ketubuhnya.

“Kim Min Seok adalah teman sekolah ku saat disekolah dasar, aku selalu menolongnya namun entah setan keparat macam apa yang telah merasuki jiwanya hingga ia ingin merebut seluruh harta kekayaanku, hanya itu berita terakhir yang ku tau dari sahabatnya 2 bulan yang lalu” Menggelikan. Ya kata-kata menggelikan lah yang berlayar-layar pada pikir Luhan

“Lalu, kita harus apa? Selesaikan masalahmu sebelum nyawamu melayang”

Huff~ raut wajah lelah akhirnya dapat dengan jelas Yoona perhatikan, mata itu, hidung, itu dan mulut itu kini tengah menyatu dengan pikiran Luhan pasti, Yoona benar-benar akan jatuh kedalam pesona pria kuat dihadapnnya bila ia tidak segera menghancurkan hayalan tentang Luhan.

“Aku telah mendapat percobaan pembunuhan hampir setiap minggu” Luhan tertawa kecil, kemudian suaranya menjadi lebih berat”bagaiman kalau kita menyelidiki kembali kasus kematian keluargaku di Incheol besok lusa? Ingat dengan janjimu yoon, kau berjanji akan membantuku kan?” Luhan tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi, demi ice cream strowbery berlapis coklat batangan, Luhan benar-benar sangat tampan, tak mungkin tak ada seorang wanita yang tak akan jatuh dipelukan Luhan, termasuk Yoona.

Yoona mengangguk-anggukan kepalanya “Komputer hidup” Luhan memberikan perintah pada computernya untuk memunculkan program-program” Yoon, kau bisa tutup semua akses jaringan lebel A1 B1 D1 dan E1?buat pula jaringan pelindung,bisa?”

“Untuk apa?” Yoona mulai bangkit dari duduknya

“Aku akan membongkar file tahun 1999-an illegal milik Jet Rock Inc, aku ingin melacak penerbangan terakhir dan siapa saja yang bertemu dengan staf bandara sebelum kecelakaan” Luhan dengan segera menyambar kursi hitam hangat tepat didepan meja kaca computer intel

Yoona mengangguk “baiklah ada waktu 2 jam untuk menemanimu” Yoona segera masuk diarea pengaman computer induk Luhan, ia duduk sembari memasang earphone yang terhubung dengan pusat jaringan diseluruh kota Paris Perancis, kali ini Yoona dihadapkan bukan pada lensa kamera namun, angka bineral yang rumit demi membuat pengaman dengan sandi dan perlindungan tingkat A+

Luhan mengetik huruf-huruf yang dihafalnya diluar kepala, dengan cepat dan cekatan ia memasuki jaringan B 3 milik Jet Rock Inc.

*tok tok tok* pintu ruang kerja terketuk, membuat Luhan yang semula focus akhirnya buyar “Masuk lah! Siapa?” terdengar sedikit nada kesal dari kata-katanya yang terucap

“Aku Kim Jong In” Kai masuk, ia melihat seoarang perempuan disebelah Luhan, siapa dia? “Luhan, apa kau sedang membuat jaringan pengaman?”

“Ya, dia yang membuatnya, jadi jangan mengganggunya” Luhan melirik sekilas Yoona dengan ekor matanya, memberika Kai sedikit kode. Tunggu kode?

“Biar aku bantu, aku tau apa yang sedang kau cari, aku juga membawa dokumen baru yang kudapat dari file tahun 2006 milik Jet Rock Inc”

“Bagus sekalih Kai, kau bantu Yoona memperkuat keamananya” Luhan kempali memfokuskan pandangan kelayar 14 in, layar yang comfortable dengan sikap kasarnya, Kai duduk dan langsung menyambung pusat-pusat angka bineral yang sedang Yoona buat

Tak butuh waktu lama, Luhan mulai menyaring berbagai Informasi tentang Park Min Hyo, salah satu pemegang mesin pesawat pribadi milik keluarganya, bio data dan foto yang baru saja diperbarui 3 hari yang lalu

“Print Out” perintahnya sekali lagi pada perangkat otomatis

Kertas-kertas tersebut sesuai dengan gambaran Luhan, Luhan segera menghapus jejak agar tak ada yang mengatahui tindakan diam-diam nya, Luhan menyesap kopi nya yang telah menguap hawa hangatnya beberapa menit yang lalu

“Sudah dapat, komputer mati”

“Bagaimana hasilnya?” Kai berjalan mendekat kearah Luhan, ia mengintip hasil print out tersebut dari bahu kanan Luhan

“Aku benar-benar tak menyangka seseorang berwajah polos seperti tuan Min Hyo bisa bekerja sama dengan banyak orang berpengaruh didunia” Luhan berdecak kecil, ia kembali memainkan jarinya pada bibir gelas

“Kita besok akan mendatangi Louvre. bagaiman dengan sedikit kemeriahan pada acara yang akan dihadri oleh Angle Town, Oh Sehun, Park Chanyeol, dan Kim Ji Woo, menarik bukan?”

“Mereka bertiga akan datang?” Yoona memasukan telapak tangannya pada mantel biru, cuaca paris saat ini sedang turun walaupun sudah ada penghangat diruangan

“Ya, ku jemput kau jam 7 malam, tampilah semenggoda mungkin” Luhan menunjukan evil smilenya, Kai yang mendengar ucapan konyol direkturnya hanya bisa menahan tawa dengan muka memerah

“M.. m.. maksudmu?” Yoona menunjukan tatapan paling mematikan, seperti ia akan memakanmu hidup-hidup.

TBC

Hehe.. hello gimana kabar para reader, masih mau baca ffku? Kkkk~ maf ya postnya lama banget,tugas sekolah numpuk, apalagi kalo mood gak jalan, jadi ngepost ff ya tergantung mood dan waktu luang /plakk wkwk, gimana sama ff terbaruku ini? Komen yah, kalo responnya banyak chapter selanjutnya pastisegera dipost, untuk yang My Love sama Blue Blood masih mau dilanjutin? ‘_’ saya kehilangan ide.. diff ini gak ada feelnya kah -_- dh maaf ya

Hehe, maaf ya, sekian aja celometannya😀, ditunggu balesannya thanks

32 thoughts on “(Freelance) Vie De Represailles (Chapter 1)

  1. Keren keren kereen bngt..aku ska
    Cman aku msih agk bngung sma alur crita ny dan krakter serta peran tokohny..
    But aku ska bngtt..lnjutny jngn lma2 ya thor
    Fighting

  2. AAahhhh!! Lanjut donkk!! Lanjut thor!! Lanjutttt Σ(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ƪ emang bngt klo ff blue blood sm my love gak di lanjut!! Apa lg blue bood Σ(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ƪ #nangiskejer suka kok aq sama ff inii^^ bagusssss! Chap depan update x jgn lama” yaaa

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s