(Freelance) Drabble : Crying of A Fangirl

Crying Of A FangirlCrying Of A Fangirl

Artposter and Story by Nawafil

PG-15+

 Drabble

Sad, Angst

Starring by GG’s Yoona – EXO’s Sehun

Disclaimer : All cast belong to God , the plot of this story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash Please. This is just a fiction and forever will be a fiction.

A/N : Di sini, Yoona sebagai fangirl (EXO – L). Aku harap readers bisa ngerti fanfic ini. Ini tentang Luhan lawsuit. Berita gak menyenangkan yang lagi kita hadapi. Aku cuma pengen mencurahkan apa yang ada dipikiranku lewat tulisan. Hope you enjoy it guys^^

[Maybe I’m just hoping for something impossible to happen. But, please, stay..]

2014 October 12th, Sunday, Korean time 07.30 pm, 46 seconds.

Aku berjalan gontai menyusuri jalanan sepi tengah malam begini. Ya, aku baru saja menyelesaikan sekolah. Tak seperti biasanya, aku hanya berjalan pelan dengan tatapan kosong ke depan. Menatap jalanan sepi di depanku.

Yoong, Luhan mengajukan pengunduran dirinya dari EXO!

Kalimat itu terus terngiang – ngiang ditelingaku.

Idolaku.

Dia sudah tak ada di EXO lagi.

No more.

Entahlah, rasanya duniaku sudah tak ada. Aku tak bisa bernafas dengan tenang, dan pikiranku, aku bahkan tak bisa mengendalikannya.

Oppa, ku mohon jangan lakukan ini.

Katakan padaku ini semua hanya mimpi.

Katakan bahwa ini semua tidak benar!

Ya, aku berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk yang menghantuiku saat aku tidur. Bahwa yang semua orang bicarakan adalah kebohongan.

Tapi, sayangnya bukan.

Sadarlah, Im Yoona!

Aku menghela nafasku pelan, memejamkan mata ini sangat erat—berusaha menahan air mata yang selalu hampir lolos sedari tadi.

Sesak sekali.

Rasanya, baru saja beberapa bulan Kris mengajukan pengunduran dirinya dari EXO. Baru saja, bahkan rasanya luka dari 5 bulan lalu itu belum sembuh.

Saat EXO memulai konser pertamanya tanpa sang leader M. Saat aku harus membiasakan diri ketika melihat EXO yang dulunya 12 menjadi 11 orang. Saat aku harus melihat angka 11 lah yang kini harus ku banggakan.

Maksudku, hingga sekarang untuk terbiasa mengucapkan kata 11 itu saja masih sulit. Masih sangat sulit.

Dan kini, dalam jangka waktu yang sangat singkat, angka 11 itu harus berubah lagi. Tidak, semuanya tak semudah itu. Aku tak pernah mengira hal ini akan terjadi.

I lost my hope.

Semua orang sudah mengetahuinya.

IM YOONA MENYUKAI EXO!

IM YOONA ADALAH SEORANG EXO – L!

DAN LUHAN ADALAH MEMBER FAVORITENYA!

Dulunya semua itu adalah kebanggaanku. Tapi kini, apa yang harus aku lakukan?

Saat tumpuanku selama ini pergi.

Saat Luhan pergi.

Akankah ada lagi yang pergi?

Aku menghembuskan nafasku pelan. Kembali melanjutkan langkah demi langkahku menuju rumah. Satu – satunya tempat yang ingin ku tuju adalah kamarku.

“I just want all of you to know, I love you”

Luhan meninggalkan pesan itu di Instagramnya.

Air mataku menetes, hatiku tertohok sangat dalam.

And that’s what make me hurt the most.

Your words oppa.

“Selamat jalan kawan.”

Ayolah Lay oppa, Luhan juga pasti akan kembali kan? Jangan berkata seperti itu. Dia pasti kembali.

Meskipun aku tak yakin.

Crying for the moon.

Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi.

Aku meng-scroll down dan melihat beberapa berita tentang Luhan lawsuit against SM Entertainment.

Dan oh, sungguh aku sangat kesal! Aku mencengkram tab yang berada ditanganku. Karena ini! Inilah yang membuat Luhan memutuskan untuk meninggalkan EXO.

Meninggalkan keluarga keduanya.

Akhir – akhir ini kesehatannya memburuk, dan aku sangat tahu itu. Ia mungkin kelelahan dengan jadwal yang harus ia lakoni.

Tubuhnya bukan terbuat dari mesin, kan? Dan dia juga bukan robot yang tidak punya perasaan. Dia hanyalah manusia biasa yang juga akan lelah jika tenaganya dikuras terlalu banyak. Dia juga pasti merindukan keluarganya yang jauh di China.

Ya tuhan, betapa malangnya dirimu Oppa.

Kau pasti mengalami masa – masa yang sangat sulit.

Dan aku yakin, berada disisi keluargamu adalah hal yang terbaik untuk sekarang.

Tapi, jangan lupa untuk kembali.

Hari ini aku ingin keluar untuk menghirup udara segar. Ah, rasanya sedikit membosankan berada di dalam kamar terus menerus.

Aku memang sedang berjalan – jalan keluar, tapi pikiranku tidak di sini—Dia masih terikat.

Sepintas terbesit bayangan tentang moment – moment EXO—OT12— Saat EXO Showtime. Betapa lucunya mereka, betapa bahagianya mereka, betapa indahnya melihat kebersamaan mereka.

Aku terus tersenyum membayangkannya.

But now, he’s not here.

Everything has changed.

BRAK!

Aku menabrak seseorang yang berjalan searah denganku. Im Yoona, kau terlalu cepat berjalan.

“Ah, Jweseonghamnida, Jweseonghamnida agasshi” berulang kali aku membungkukkan tubuhku kepada seorang gadis yang baru saja aku tabrak. Kau benar – benar teledor Im Yoona, Untung saja tak terjadi apa – apa padanya.

Gwaenchasseumnida” Ia tersenyum manis dan membersihkan pakaiannya yang agak kotor.

“Maafkan aku. Seharusnya aku tidak melamun saat berjalan” Aku membantu membersihkan pakaiannya berulang kali.

“Tenang saja. Aku juga tak mempermasalahkannya” Ia tersenyum manis.

Ramah sekali.

“Ah ya, siapa namamu?”

Aku terdiam sejenak. Mencerna perkataannya. AH! Nama, namaku.

“Im Yoona imnida” lagi, aku membungkukkan tubuhku.

Dia juga membalasnya dengan membungkukkan tubuhnya “Aku Kim Haneul”

Akhirnya kami berjalan bersama. Sedikit berbicara tentang diriku, dia juga membicarakan banyak hal tentang dirinya.

“Sepertinya tadi kau melamunkan sesuatu saat menabrakku. Apa yang kau lamunkan?” Aku tersenyum dulu menanggapi pertanyaannya.

“EXO” Satu kata itu terlontar dari bibirku.

“Tentang Luhan” jawabku singkat—Tak ingin membahas terlalu dalam tentang masalah ini.

1.

2.

3.

Hening.

Haneul tak mengucapkan sesuatu lagi. Aku pun menoleh melihatnya. Raut wajahnya berubah muram, dan sepertinya ia juga dalam keadaan yang tidak baik.

“Kau tak apa?” Perlahan aku memegang pundaknya.

“EXO – L. Aku juga salah satu bagian dari fandom itu” Keningku mengkerut. EXO – L? Apa mungkin dia juga menyukai EXO?

Tentu saja!

Ya tuhan, kau benar benar lamban Im Yoona.

“Kau tahu, aku sangat kecewa” ucapnya.

Aku juga, Haneul.

“Terlalu banyak moment mereka bersama. Rasanya sakit saat menyadari bahwa keadaannya sudah tidak sama lagi” Haneul tersenyum miris dan menunduk “Bahkan aku masih menganggap that EXO still 12 until now

“Of course. From the start EXO is 12 and forever will be the same, right?” Ku lihat air matanya meluncur bebas dari kedua matanya.

Yeah, we keep 12 of them in our heart”

Dan entah sejak pertama kali aku memperkenalkan diriku, atau saat aku menabraknya. Rasanya aku nyaman berada di sekitar Haneul.

Semenjak Haneul ada. Aku bisa berbagi pikiran, berbagi apa yang sedang aku rasakan. Dia pendengar yang baik, dan aku suka itu.

Aku baru saja menjemputnya dari rumahnya, dia akan menginap di rumahku malam ini. Dan, aku rasa akan sangat menyenangkan, bukan?

Okay, kita sampai” Aku membuka pintu rumah dan langsung menuju dapur.

“Kau langsung saja ke kamarku, ada dilantai 2” Haneul langsung melangkah menuju kamarku.

Setelah aku selesai menyiapkan minum dan cemilan kecil, aku juga berjalan ke kamarku.

“Hai, bagaimana kamarku?” tanyaku ketika aku sampai di dalam.

Dia terlihat berpikir sejenak “Hm, not bad

“Bilang saja kamarku ini sangat bagus. ‘Oh my god, This is amazing!’. You should say that” Haneul tertawa melihatku berbicara seperti itu.

“Baiklah, sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanyaku.

“Kamarmu penuh dengan segala sesuatu berbau EXO ya” Ia melihat sekeliling kamarku.

“Ya, terutama Luhan” jawabku.

“Mau mencoba serius?” Ia menatapku dan menunggu jawaban dariku.

“Maksudmu?”

Ia membenarkan posisi duduknya. “Bagimu, EXO itu apa?” ia memulainya dengan bertanya satu hal itu padaku.

Aku mengalihkan pandanganku padanya “For me, EXO isn’t just an idol. They are my inspiration. Dan kau?” Aku balik bertanya pada Haneul, aku juga penasaran.

Haneul mengalihkan pandangannya ke depan, aku sempat menunggu beberapa saat untuk jawabannya itu.

Same for me. They’re not just an idol. EXO is my family, too. They’re my brother” Mendadak suasana menjadi canggung dan sungguh aku tak nyaman dengan ini.

“Sejak kapan EXO jadi kakakmu, huh?”

BUG!

“AW! Sakit!” aku berteriak saat tangannya itu memukul bahuku. Dasar.

And EXO – L is our family, Yoong” Haneul menunjuk angka yang terpampang di dinding kamarku.

05.08.2014

Aku ingat. Angka itu aku tulis saat EXO fans akhirnya mendapat nama fandom yang resmi. Bahkan aku juga masih ingat kebahagiaan saat itu.

Meski ada yang hilang karena Kris tak ada.

Haneul berdiri dan berjalan mendekatinya. Menyentuh tulisan itu pelan, tatapannya nanar.

“Hari dimana fandom EXO diresmikan. Fandom kebanggaan kita” ucapnya.

EXO – L.

L stands for LOVE.

L is the letter between K & M which means that we’ll always be with them.

L is the 12th alphabet which corresponds to the 12 members.

Aku termenung. EXO – L, aku menyadarinya.

“Tahun ini, banyak sekali masalah yang menerpa EXO. Menerpa kita. Tapi apapun itu, kita akan tetap bertahan, bukan?” Haneul menunjuk satu persatu foto ke – 12 member yang terpajang di dinding kamarku.

Yeah. We’ll always be with them no matter what” Aku menghampiri Haneul.

And we’ll be with them till the end, right?” Dia melanjutkan perkataanku sambil tersenyum padaku.

“Kau benar. Kita bukanlah fandom yang lemah. Kita harus kuat untuk EXO, maka EXO akan kuat demi kita. EXO – L” Haneul memelukku erat. Sangat erat.

Alright. It’s not easy to be in this situation, and it’s hard for being a fangirl. But if we together, we will go through it. Together with our family, EXO and EXO – L”

Dan pada saat itulah aku benar – benar menyadarinya.

This is not about you and me.

 

This is about us.

 

END

Okay, kayanya bakal ada sesi curhat diakhir. Hehe.

Pertama, tujuanku untuk buat fanfic ini adalah mencurahkan apa yang ada diotak aku tentang masalah ini. Kedua, pengen berbagi pendapat tentang masalah yang lagi kita hadapi.

Sebenernya ini gak mudah. Susah banget. Aku kaget dan super sedih pas tau berita ini, apalagi aku ada exam dan ini bikin aku down banget awalnya. Kenapa? Kalian tahu lah—mungkin, Luhan is my bias. Dan aku gak pernah nyangka ini bakal terjadi. Sampe sekarang aku masih berharap Luhan balik ke EXO. Jangankan Luhan, Kris aja aku masih ngarep._.

Banyak rumor bilang EXO will promote as whole group in the future, and there’s no K and M. Pokoknya banyak rumor banget. Tapi aku Cuma mau nyampein pendapat aku, kalau kita EXO L ga boleh nyerah! Kita harus ada buat EXO sampe akhir! Don’t leave EXO. Remember, EXO need us.

Dan masalah Luhan, aku pribadi always support what he do and respect his decision. Pasti dia tau yang terbaik buat dia. Tapi aku tetep jadi EXO – L, karena aku suka EXO bukan hanya karena Luhan. But I love EXO as EXO. They’re 12 and I love all of them.

 

Maaf karena banyak curhat -_- see you di next ff yaa

24 thoughts on “(Freelance) Drabble : Crying of A Fangirl

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s