(Freelance) Twoshot : Chance (1/2)

Chance ff yoonhun

Author : Floklemond Vifasha

Main Cast : Im Yoona, Oh Sehun, Xi Luhan, Tiffany Hwang

Genre : Married Life, Romance, AU

Length : Twoshoot

Disclaimer : The Cast Is Belong To God. I Just use Their Name to My Story. The Story is PURE Mine. It is PURE from my IMAGINATION. DON’T PLAGIAT THIS STORY WITH MY PERMISSION!!!.

DON’T BE SILENT READERS! LEAVE A COMMENT! Your Comment is My Vitamin.

LUHAN AND TIFFANY IN THIS FANFICTION NOT A PAIRING.

Sorry for Typo(s). Kesalahan tanda baca, dan mungkin alur cerita yang kurang disukai readers.

Happy Reading….

“There is A Chance”

 

“I Will take that girl from you”

 

“I Will take that Man from you”

 

“The Girl is Mine”

 

“Forever be Mine”

 

“The Man is Mine”

 

“Forever be Mine”

 

.

.

.

Tiupan angin semilir di pagi itu menggoyangkan pepohonan. Kala itu, mentari pun mulai mengusik embun yang enggan berpisah dengan dedaunan yang hijau ranau. Burung-burung bernyanyi dengan riangnya. Langit berwarna biru cerah ditemani awan-awan putih. Pagi yang cerah.

Seorang gadis cantik sedang dirias di ruang Make Up oleh seorang tukang Make Up yang terkenal di negeri gingseng ini karena kehebatannya dalam merias wajah. Oh! Jangan lupakan tatanan rambut super mewah karena bakat merias dan menata rambut Jungmi. Jungmi, ya nama perias dan penata rambut yang kini sedang sibuk memoleskan lipstik pada bibir tipis Yoona.

Senyuman manis terukir indah di wajahnya. Gadis itu memakai gaun putih panjang nan mewah. Lengkap dengan berbagai aksesoris menempel di tubuhnya. Tak Lupa, Sepatu putih berhak 7 cm menempel di telapak kakinya.

Hari ini adalah hari yang sangat istimewa baginya, Oh Sehun dan seluruh Keluarga dan teman-temannya. Karena hari ini adalah hari dimana seluruh keluarga dan orang yang disayanginya menyaksikan peristiwa yang sangat penting. Yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.

Ya……

Hari ini adalah hari yang sangat ia tunggu-tunggu. Setelah 3 Tahun lamanya bersama Sehun. Tentu saja ia sangat bahagia. Hari ini adalah Hari Pernikahannya dengan pria yang sangat dicintainya. Sehun.

Setelah waajah cantiknya selesai dirias, Yoona keluar dari ruang rias. Ia tersenyum melihat appanya sudah menunggu di luar ruang riasnya. Yoona memberikan senyuman simpulnya kepada appanya. Dan appanyapun tersenyum manis. Yoonapun memeluk lengan appanya pelan dan lekas menuju ke Gereja untuk mengucapkan janji suci pernikahan bersama Sehun.

.

.

.

Jutaan detik telah berlalu. Ribuan menit telah terlewati. Ratusan jam telah selesai. Puluhan Hari telah berganti. Dan belasan minggu sudah mereka lewati. Hari ini, tepat 5 bulan pernikahan mereka. Telah 5 bulan mereka bersama. Tapi, entah mengapa sampai saat ini mereka belum dikaruniai seorang anak. Entahlah, Mungkin takdir Tuhan memang begitu.

Hari berjalan seperti biasa yang mereka lewati. Sebelum berangkat kerja, Yoona selalu menyiapkan sarapan setiap paginya. Yoona bekerja sebagai manajer di sebuah butik. Tentu saja butik itu punya ia sendiri. Butik itu pemberian dari orangtuanya.

Sedangkan Sehun, Ia bekerja sebagai CEO di sebuah perusahaan. Perusahaan Appanya ‘Oh Corporation’.

“Yoong, Aku ingin berbicara sesuatu padamu” Ucap Sehun setelah selesai sarapan.

“Apa itu penting??” Tanya Yoona sambil melirik Sehun sekilas kemudian melanjutkan aktivitasnya yang sedang membersihkan meja makan. Ia terlihat kurang tertarik.

“Bahkan sangat penting” Ujar Sehun. Setelah ia berbicara, Ia memasang raut wajah serius.

“Apa? Katakan saja” Ucap Yoona tenang kemudian, ia duduk di hadapan Sehun. Memandang Sehun datar tanpa ekspresi.

“Ehm…. Aku tau ini mendadak. Tapi, ini sangat penting. Aku akan ke luar negeri besok. Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan besok. Aku akan ke Jepang. Aku akan kesana selama 1 tahun. Ini tidak bisa ditolak. Kau tak apakan?”

DEG

Saat itu juga raut wajah Yoona berubah. Raut wajahnya menunjukan raut wajah shock dan takut. Saat itu juga, Jantungnya berdetak 2x lebih cepat. Dan pikirannya kalut kemana-mana. Entah mengapa, Perasaannya mendadak tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu yang sangat buruk yang akan menimpa ia dan Sehun.

Mungkin, Ini juga karena kekhawatiraanya pada sang suami. Apa yang membuatnya khawatir? Tentu saja ia khawatir, Karena nanti di Jepang sana, mungkin saja ia akan tergoda oleh wanita-wanita Jepang yang cantik dan kulitnya putih nan mulus. Dan yang menjadi pusat kekhawatirannya-selain wanita-wanita Jepang- ialah karena adanya seorang Hwang Tiffany atau Tiffany. Ia sedikit membenci wanita itu.

Penyebabnya? Karena ketika mereka belum menikah ( masih pacaran ) orang itu sempat mengganggu mereka. Dulu, Tiffany sangat mencintai Sehun. Namun, Sehun tak pernah sekalipun meliriknya. Yoona khawatir, jika Sehun bertemu Tiffany dan Tiffany kembali mendekati Sehun. Seperti yang dilakukannya dahulu sewaktu mereka masih pacaran. Ia takut, jika Sehun akan mencintai Fany dan melupakannya. Terlebih, Tiffany itu sering memperhatikan Sehun dan suka mencari perhatian Sehun. Tapi, apakah semua yang Yoona khawatirkan akan terjadi? Apakah Sehun akan melupakannya?

“Yoong kau baik-baik saja? Gwenchana?” Sehun berulang kali melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Yoona yang sedang memandang kosong sedang melamun, namun tak kunjung direspon oleh Yoona. 5 menit kemudian, barulah direspon oleh Yoona.

“Ah Iya…. Ada apa oppa?” Yoona baru tersadar dari lamunannya.

Gwenchana?

Nde

“Kau melamun? Melamunkan apa?”

Aniyo…. Aku tidak melamun” Bohong Yoona

“Kau bohong!”

Ani... Aku tidak berbohong. Oppa lihat! Sebentar lagi jam 7 kau akan terlambat berangkat kerja” Ucap Yoona mengalihkan pembicaraan.

“Iya… Tapi bagaimana dengan yang tadi?”

“Memangnya sama sekali tidak bisa ditolak?” Yoona berkata dengan hati-hati

“Jika aku menolaknya, aku akan kehilangan pekerjaanku. Kau tidak ingin aku menjadi pengangguran kan?” Jawab Sehun sarkatis.

“Tentu saja tidak. Aku akan memikirkannya nanti” Yoona beranjak pergi meninggalkan Sehun, tapi lengannya ditahan oleh Sehun dan ia menarik lengannya agar ia duduk kembali. Alhasil, Yoona tidak jadi beranjak pergi dan duduk kembali di kursinya yang tadi ia tempati.

“Aku belum selesai berbicara”. Sehun menatap Yoona.

“Apa kau memikirkan tentang Tiffany?” Lanjutnya

Tidak ada respon dari Yoona.

“Yoona dengar,” Sehun menyentuh kedua pundak Yoona dan menatap Yoona dalam.

“Aku tidak akan pernah mencintai Tiffany. Aku hanya akan mencintaimu selamanya. Di hatiku hanya terukir namamu untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun termasuk Tiffany. Nanti, jika aku bertemu dengannya, aku akan mencoba menghindarinya sebisa mungkin dan mencoba mengabaikannya. Tapi, kau juga harus ingat! Ia juga pernah menolongku dan membantuku. Aku akan membalas semuanya dan setelah semua itu sudah kukerjakan, Aku akan menghindarinya sebisa mungkin. Bukankah ia juga sudah tahu jika aku dan kau sudah menikah? Aku yakin ia akan mengerti. Dan tidak akan terlalu mendekatiku seperti yang dulu. Mungkin ia hanya menganggapku sebatas teman biasa.”

“Tidak Oppa… Ia tidak tahu” Ucap Yoona sambil menggeleng lemah.

Sehun mengernyitkan keningnya. Mengambil nafas sejenak dan melanjutkan bicaranya lagi.

“Kuharap kau bisa mengerti Yoong….. Ingat! Ini demi kelangsungan hidup kita. Kau tenang saja, aku akan mengirimimu uang setiap bulan, disana aku juga mendapat gaji setiap bulannya”

Sehun melirik jam tangan hitamnya sekias dan berdiri.

“Baiklah aku berangkat dulu. Hati-hati di jalan saat kau berangkat ke kantor dan pulang dari kantor. Jangan lupa makan. Aku akan pulang jam 5 sore nanti. Aku harap kau bisa mengerti Yoongie” Sehun mengacak rambut Yoona pelan lalu mengecup keningnya lembut. Lalu, ia melangkah menuju mobilnya. Dan berangkat ke Kantornya.

“Apa yang harus kulakukan?” Lirih Yoona.

Di satu sisi, Ia khawatir sesuatu akan terjadi pada suaminya. Tapi di sisi yang lain, ia juga tidak ingin suaminya sedih karena kehilangan pekerjaannya. Zaman sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Harus membutuhkan banyak tenaga dan kesabaran.

^

^

^

^

‘Baiklah Aku mengizinkanmu Oppa’

Begitulah Isi teks pesan yang baru saja diterima Sehun. Sehun tersenyum sendiri sambil menyetir mobilnya

Aku tau kau menyayangiku Yoongie

#

#

#

#

04.55 KST

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya pelan. Ia bangun dari tidurnya dan segera duduk. Ia mengusap-usapkan matanya. Bahkan ia masih menguap. Kakinya mulai ia turunkan ke tepi kasur. Pertanda ia akan segera bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.

Good Morning, Princess” Sebuah suara membuatnya terkejut. Kini mataya sudah terbuka sempurna. Ia pun sudah sepenuhnya sadar. Segera ia menoleh ke suara yang tadi mengagetkannya. Ternyata suaminya yang berkata seperti tadi.

Pipinya sedikit bersemu merah mendengar kata Princess.

Suaminya sudah rapih dengan balutan Jas Hitam Dan kemeja putih. Kini, Ia sedang berkaca memasang dasinya.

“Oppa? Kau sudah bangun? Ah, Aku harus membuat sarapan” Yoona segera beranjak dari kasurnya dan ingin menuju dapur. Namun, suara suaminya menahannya.

“Kau tidak perlu repot-repot menyiapkan sarapan. Aku sudah bilang ke Bibi Han untuk membuatkan sarapan kita sejak tadi malam. Karena aku tahu kau tidak akan bangun Jam 04.20 KST. Tepat jam 04.20 KST aku bangun”

“Kenapa oppa bangun sepagi itu?” Ucap Yoona yang kini sudah duduk kembali.

“Apa kau lupa? Hari ini adalah hari keberangkatanku ke Jepang. Aku ada tugas disana selama 1 tahun”

“MWO???!!! 1 TAHUN? Itu artinya aku tidak akan bertemu denganmu selama 1 tahun?” Yoona refleks berdiri dan memasang raut muka cemas.

“Bukankah aku sudah bilang kepadamu?” Ucap Sehun yang kini sudah menoleh dan menghadap ke Yoona.

“Iya… Aku tau tapi aku lupa…..”

Sehun tersenyum kecil melihatnya.

“Baiklah Aku harus sarapan sekarang. Setelah sarapan, aku akan langsung berangkat menuju bandara. Taksi sudah menungguku diluar. Jadi kurasa aku harus cepat” Sehun kini sudah mulai berjalan ke luar kamarnya.

“Tunggu!” Yoona menahan Sehun dengan perkataanya. Sehun pun sedikit menoleh kepadanya.

“Jika aku melupakanmu, Kuharap kau masih mencintaiku oppa. Jika aku secara tidak sadar meninggalkanmu, kuharap kau akan berusaha mengembalikan aku ke dalam pelukanmu”

DEG….

Leher Sehun terasa tercekat mendengar penuturan istrinya. Jantungnya berdegup lebih cepat. Apa maksud perkataan istrinya tadi?

Sehun yakin. Pasti ada makna di balik setiap katanya.

“Apa maksudmu?” Sehun menghentikan langkahnya dan menoleh ke Yoona. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum tipis kemudian menatapnya dengan tatapan sendu. Ada sedikit raut kesedihan terpancar di wajahnya.

“Hati-hati Oppa. Jaga dirimu baik-baik disana” Yoona tidak menjawab pertanyaanya.

“Baiklah. Kau juga jaga dirimu baik-baik, Yeobo

Pipi Yoona bersemu merah. Ia segera menundukkan kepalanya agar merah pipinya tidak terlihat suaminya.

Perlahan tapi pasti, Sehun mendekati Yoona. Lalu mengusap kepala istrinya lembut. Jantung Yoona berdebar sangat kencang sekarang.

“Oppa, Maukah kau berjanji padaku?”

Yoona akhirnya mengangkat kepalanya. Menatap tepat di manik mata Sehun.

“Janji apa?” Tanya Sehun dengan kening yang berkerut. Terlihat bingung.

“Selama kau di Jepang, jangan pernah mendekati satupun wanita disana. Dan jika kau bertemu dengan Tiffany, janganlah tergoda oleh rayuannya. Kumohon Oppa… Jadilah pria yang setia. Pria yang seumur hidup selalu berada di sampingku. Sampai akhir hayatku…”

Yoona berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Menahan bulir-bulir airmata yang sudah siap untuk ia jatuhkan.

Sehun menatap Yoona lekat-lekat. Sedetik kemudian, ia merengkuh tubuh mungil istrinya.

“Tentu. Pasti Chagi. Tanpa kau mengatakannya, aku sudah berjanji di dalam hatiku. Hanya kaulah satu-satunya wanita di dalam hatiku. Selamanya.. Dan tak pernah tergantikan oleh siapapun”

Sehun memeluk Yoona lembut. Membiarkan Yoona menumpahkan airmatanya di pundaknya. Tak peduli kemeja putihnya akan basah. Toh nanti juga dibalut dengan jas hitam mewahnya.

Sehun melepas pelukannya. Ia menatap manik mata Yoona dalam. Kemudian mencium bibir mungil istrinya

Tak perlu berlama-lama. Sehun mengakhiri ciuman singkat itu. Sadar akan waktu yang terus berjalan.

Sehun melirik jam tangan hitam yang melingkar di tangan kirinya. Matanya refleks membulat.

OMO! Aku sudah terlambat aku harus segera sarapan kemudian berangkat menuju bandara. Supir taksi itu pasti sudah menunggu lama!”

“Yoona, Aku berangkat dulu nde…. Ingat! Jaga dirimu baik-baik selama aku pergi! Jangan lupa makan. Aku akan mentransfer uang lewat rekenig atau akan kukirim melalui wesel setiap bulannya. Hati-hati di rumah nde!” Sehun mengecup kening istrinya singkat kemudian berlari menuju ruang makan. Yoona hanya tertawa kecil melihat tingkah suaminya.

‘ Semoga kau membaca suratku Oppa ‘

.

.

.

Seorang gadis berkacamata hitam dan berpakaian casual sedang berjalan santai di area Bandara. Gadis itu tampak menarik sebuah koper berukuran besar dan membawa tas tangan berwarna putih sewarna dengan kemeja

Drrrtt….. Drrtt”

HP gadis itu bergetar. Gadis itu tampak meraih sesuatu di dalam tas putihnya.

Yeoboseyo

“……….”

Nde, Aku sedang di Bandara”

“……..”

“Baik Appa. Setelah sampai di Jepang nanti, Besok aku akan ke Starlight Restaurant untuk bertemu dengan Oh Corporation

“…..”

Nde. Annyeong “

“Sebentar,” Yeoja itu menghentikan langkahnya. Seperti teringat akan sesuatu.

Oh Corporation?”

“Aku tidak tahu perusahaan siapa itu”

“Tapi mengapa perasaan ini……”

“Apa Jangan-jangan???”

“Oh….Oh…. Iya OH SEHUN!!!”

“Aku ingat ingat!”

“Dulu sewaktu kami masih kuliah, ia pernah bilang jika appanya mempunyai sebuah perusahaan. Pasti itu perusahaan appanya! Namanya pun sama persis.”

“Aku masih punya kesempatan….” Sebuah seringai kecil terlukis di wajah cantiknya. Tak lama kemudian, Ia melanjutkan langkahnya tanpa menghilangkan smirk yang ada di wajahnya.

|

|

|

|

“Drrrttt….. Drrttt”

HP Sehun bergetar. Namja itu tampak meraih sesuatu di dalam tas kerjanya.

Yeoboseyo

“……….”

Nde, Aku masih dalam perjalanan”

“……..”

“Baik Pak. Setelah sampai di Jepang nanti, Besok saya akan ke Starlight Restaurant untuk bertemu dengan Hwang Corporation

“…..”

Nde. Annyeong

Hwang Corporation?”

“Aku tidak tahu perusahaan apa itu”

“Tapi mengapa perasaan ini……”

“Hwang….. Siapa orang yang bermarga Hwang” Sehun terlihat berfikir

“Apa Jangan-Jangan……”

“Hwang…. Hwang…. ya TIFFANY HWANG!!!”

“Aku ingat ingat!”

“Dulu sewaktu kami masih kuliah, ia pernah bilang jika appanya mempunyai sebuah perusahaan. Pasti itu perusahaan appanya! Namanya pun sama persis.”

“Ya Tuhan Semoga dugaanku salah……..”

-(( ))-

Pintu kamar mandi terbuka. Yoona keluar dari dalam kamar mandi dengan baju mandi dan handuk yang melingkar di kepalanya. Ia baru saja selesai mandi.

Ia sedikit menyipitkan matanya saat melihat sebuah amplop berwarna kuning di atas meja riasnya. Ia melangkah pelan menuju meja rias. Hendak mengambil amplop berwarna kuning itu.

“PRANGGGG”

Tangannya tidak sengaja menyenggol gelas yang berisikan air putih yang terletak di pinggir meja rias sehingga gelas itu jatuh dan pecah. Menimbulkan bunyi nyaring pecahan gelas itu. Amplop kuning itu mulai basah karena air yang tumpah dari gelas itu.

Entah mengapa perasaanya menjadi tidak enak. Ia segera mengambil amplop kuning yang dihiasi pita merah muda di sudut kanan atas amplop itu, dan membiarkan pecahan gelas kaca itu tanpa berniat membereskannya. Kemudian, Ia berjalan perlahan ke pinggir ranjangnya dan duduk disitu.

“Tokkk….Tok…Tok”

Suara ketukan pintu kamarnya membuat Yoona menoleh.

“Masuk”

Cklek

Pintu segera terbuka. Menampilkan Bibi Han yang menatapnya dengan tatapan khawatir.

“Nona gwenchana?” Yoona hanya mengangguk pelan dan tersenyum kecil. Bibi Han segera mengalihkan pandangannya ke arah pecahan gelas kaca.

“Sebentar Nona, Saya bersihkan dulu” Bibi Han kemudian berlalu keluar. 3 menit kemudian ia kembali membawa peralatan untuk membersihkan pecahan gelas kaca itu dan lekas membersihkan pecahannya.

Yoona hanya memandangi Bibi Han yang sedang sibuk membersihkan pecahan kacanya. Ia memegangi dadanya yang terasa sesak. Bahkan sangat sesak saat ini. Perasaanya tidak enak. Tak lama kemudian, ia teringat oleh suaminya. Kemudian, ia teringat lagi dengan Tiffany. Apakah Sehun akan bertemu dengan Tiffany???

Yoona menunduk. Takut kekhawatirannya akan menjadi kenyataan. Tapi, Disaat ia menunduk ia melihat sebuah amplop kuning lengkap dengan pita merah muda kecil yang terletak di sudut kanan amplop. Yoona tersenyum tipis melihat amplop itu. Dan dibagian depan amplop itu terdapat tulisan “Im Yoon Ah SARANGHAE” Senyumnya semakin lebar melihatnya. Tapi, di saat ia ingin membuka amplop itu, Handphonenya tiba-tiba bergetar.

“Drrtt….. Drrt….”

“Yeoboseyo”

“…….’’

“Nde… Hyemin-Ah Aku akan segera kesana”

“……..”

“Tunggu Aku nde. Baik aku siap-siap dulu. Annyeong”

“……..”

Setelah panggilan itu terjawab, Yoona segera beranjak pergi dari kasurnya. Amplop kuning itu pun belum sempat ia baca. Ia meletakkan di dalam laci meja riasnya. Dan ia segera bersiap-siap menuju butiknya.

‘Mungkin aku akan membukanya nanti’

#$$$#

22.00

Matahari sudah tergantikan oleh sang Rembulan ditemani bintang-bintang yang berkelap-kelip. Langit menjadi gelap. Hitam. Hembusan angin malam saat itu cukup kencang. Membuat beberapa orang menggigil merasakannya.

Pesawat yang Sehun tumpangi sudah sampai di Bandara Jepang. Setelah turun dari pesawat, perut Sehun terasa lapar. Bersama dengan rekan-rekan kerjanya, Ia segera menuju ke sebuah restorant untuk makan malam. Tak peduli walaupun waktu sudah menunjukkan malam yang cukup larut. Yang ada dipikarannya saat ini adalah mengisi perutnya yang sudah meronta-meronta meminta makanan.

Tiffany Pov

Malam ini aku sudah sampai di Jepang. Tepatnya jam 22.00. Aku penasaran apakah ‘Oh Corporation’ adalah perusahaan Appa Sehun Oppa atau bukan. Jika itu benar, Maka aku sangat bahagia. Tapi, jika itu bukan perusahaan Appa Sehun Oppa, maka….

Kudengar, beberapa jam sebelum pesawatku sampai ke Jepang, ada pesawat lain yang sudah sampai terlebih dahulu di Bandara ini. Apakah itu Pesawat yang ditumpangi Sehun oppa?

Kakiku membawaku melangkah ke arah timur bandara ini. Kebetulan, aku juga ingin ke toilet wanita yang berada di sebelah timur bandara ini juga. Tanpa sengaja, Mataku menangkap sesosok pria yang sudah sangat kukenal sejak lama. Pria yang dulu pernah aku cintai. Sampai sekarang, perasaanku padanya tetap tak berubah.

Apakah ia sudah beristri? Siapa perempuan yang beruntung bisa menjadi istrinya jika ia sudah menikah? Apakah dirinya sudah ada yang memiliki? Entahlah aku juga tidak tahu.

Aku tersenyum simpul. Melihatnya yang sedang asyik mengobrol ria dengan teman-temannya. Aku memandanginya. Dengan tatapan penuh kebahagiaan karena apa yang aku harapkan selama ini benar-benar terjadi. Namun, ia sama sekali tidak menyadari keberadaanku. Setelah memandanginya cukup lama, Aku memutuskan untuk berjalan lagi menuju Toilet Wanita.

Tiffany POV End

~

~

~

Kaki jenjang itu tak pernah berhenti bergerak. Terus melangkah dan melangkah. Rambut coklatnya bergerak-gerak karena tertiup angin. Senyum tipis tak pernah hilang dari wajah cantiknya. Berjalan layaknya seorang bintang model menuju halte bus.

Sebenarnya ia sedikit kesal hari ini. Mobil pribadinya entah mengapa mogok tidak bisa dijalankan. Terpaksa ia menggunakan kendaraan umum untuk bisa sampai ke butiknya.

Sudah berulang kali matanya melirik jam tangan putih yang melingkar di tangannya. Sedikit berdecak karena bus yang tak kunjung datang juga.

Tiba-tiba sebuah mobil BMW silver berhenti di depan halte bus itu. Seorang pria tampan keluar dari mobil itu.

Hey, Tunggu! Ia merasa tidak asing dengan wajah itu. Matanya sedikit menyipit memastikan tebakannya akan pria itu tidak meleset.

Rambut pirangnya…

 

Wajah Chinese…

 

Flower boy….

 

Oh benar… Tebakannya sama sekali tidak salah.

Xi Luhan…

 

Ya benar pria itu

 

Ya Tuhan mengapa Kau harus mempertemukanku lagi dengannya…

 

#

#

#

Pria itu berjalan menuju ke arahnya. Senyum kecil terlukis di wajahnya. Membuat beberapa yeoja terpesona akan ketampanannya.

“Hai Yoona! Lama tidak bertemu. Apa kabar?”

Luhan berada di depannya sekarang. Rasa gugup mulai menjalari sekujur tubuhnya.

“Ha…Hai Sunbae. Aku baik. Ya cukup baik… Sun.. Sunbae sendiri?” Yoona sedikit meruntuki kegugupannya.

“Ya aku juga” Jawab Luhan sambil sedikit terkekeh.

Hening. Tak ada yang memulai perbincangan lagi.

“Kau mau kemana?” Suara Luhan memecah keheningan.

“Aku ingin ke butik. Aku bekerja disana sekarang”

“Waw… Butik. Kau bekerja menjadi apa?”

“Manajer. Butik pemberian orangtuaku”

“Hebat!” Luhan mengancungkan 2 jempolnya. Yoona hanya tersenyum kecil.

“Mau kuantar? Kelihatannya kau sudah menunggu cukup lama. Menurut jadwal yang kutahu, bus akan sampai sekitar 15 menit lagi. Kau masih mau menunggu? Bagaimana jika kau terlambat? Lebih baik bersamaku saja. Aku tidak keberatan mengantarmu”

“Tidak perlu Sunbae… Aku-”

“Oh Ayolah… Kapan lagi kau bisa diantar dengan pria setampan aku?” Luhan memotong kalimat Yoona dnegan cepat. Yoona terkekeh.

“Baiklah..”

“Jangan panggil aku Sunbae ok? Panggil Luhan saja okay?”

“Lu…Luhan? Tapi bukankah itu-”

“Ah tidak apa-apa. Ayo naik ke dalam mobil”

Luhan membukakan pintu untuk Yoona. Kemudian ia berlari kecil menuju pintu kemudi supir.

.

.

“Selamat pagi Tuan Oh”

“Mr. Hwang? Selamat pagi..”

Seorang pria paruh baya datang menghampiri Sehun. Ya… Pria itu adalah rekan kerja sama perusahaan Sehun saat ini. Tentu saja Sehun mengenalnnya karena pria ini adalah ayah dari teman lamanya. Tiffany Hwang.

Teman lama?

 

Aku lebih suka menyebutnya sebagai ‘Teman yang sangat terobsesi’ denganku

 

Dugaanku benar…

 

Sebentar lagi aku akan bertemu kembali dengan Tiffany…

 

Kukira gadis itu telah hilang ditelan bumi…

 

Tak kusangka akan muncul kembali di hadapanku

 

Sebentar lagi

 

“Lama tak bertemu. Tak kusangka kau sudah jadi CEO sekarang… Bagaimana kabarmu?”

“Sama seperti dulu… Aku tetap Oh Sehun yang dulu… Tetap tampan Hahaha”

Mereka tertawa bersama.

Ini yang kusuka dari Oh Sehun

 

Ia memang tampan dan hatinya lembut

 

Dan sangat berbakat dalam hal berbisnis dan mengelola perusahaan

 

Kurasa ia cocok bersanding Dengan Tiffany di pelaminan nanti…

 

Dan menjadi suaminya tentu saja

 

Tapi, akan kubicarakan nanti

 

Sekarang fokus ke dalam kerja sama Perusahaan kami

 

 

“Kau semakin tampan Sehun. Tubuhmu juga semakin bagus…”

Hahaha”

Mereka tertawa bersama lagi.

“Apakah Tiffany juga ikut kesini Ahjussi?”

Kuharap jawabannya tidak

 

“Tentu saja”

Melenceng jauh dari harapanku

 

“Aku panggilkan dulu ya supaya kalian bisa berbincang-bincang sebentar sebelum rapat dimulai”

Terlambat! Mr. Hwang sudah berjalan meninggalkannya. Dalam sekejap pria paruh baya itu sudah tak terlihat lagi.

Moodnya sangat tidak mendukung untuk berbicara dengan Tiffany saat ini. Entah mengapa kebencian di masa lalu masih menghantuinya.

.

Seorang gadis berambut pirang datang menghampirinya. Gadis itu berjalan layaknya seorang model yang sedang berjalan di Catwalk. Penuh pesonanya yang anggun.

Tapi entah mengapa itu justru membuat Sehun muak.

Wanita sepertinya tak pantas berjalan seperti itu

 

Wanita yang pernah mencoba merusak hubunganku dengan Yoona

 

Muka campuran Western dan Korea. Kuliat seputih salju. Dengan ciri khas eyesmile. Fashionista. Sangat menyukai warna Pink. Cukup feminim. Bibir tipis. Anggun. Cantik mungkin?

Sehun bahkan mengetahui semua sisi dari Tiffany.

Termasuk sisi buruknya

 

Gadis itu kini berada di hadapannya sekarang. Dengan senyuman mengembang di wajahnya yang cantik.

Ada setitik kilat tajam di mata Sehun saat menatapnya. Beruntung Tiffany tak menyadarinya.

Annyeong Oppa” Gadis itu menyapanya. Dengan raut wajah dan senyuman malu-malu.

Annyeong Fany”

Sekuat tenaga Sehun menahan raut wajah dan suaranya yang dingin. Dengan mengeluarkan fake smile.

 

Namun lagi-lagi gadis itu tak menyadarinya

Gadis itu terlalu bodoh untuk menyadari semuanya

Gadis itu tak sadar jika Sehun sedang tidak ingin berbicara dengannya

Gadis itu tak mengerti bagaimana situasi hati Sehun saat ini

Gadis itu tak melihat kilat tajam di mata teduh pria di hadapannya

Gadis itu tak melihat fake smile yang kini terlukis di wajah Sehun

Gadis itu tak melihat wajah dingin Sehun yang hanya diselimuti oleh topeng tipis

Gadis itu tak ingat kenangan mereka -dan Yoona tentunya- di masa lalu

Gadis itu tak ingat akal dan muslihat liciknya untuk menghancurkan hubungan mereka

Tak ingat? Atau berusaha untuk tidak mengingatnya?

“Apa kabarmu Oppa?

“Cukup baik. Masih sama seperti yang dulu”

Tapi sekarang aku sudah menikah dengan wanita pilihanku

 

Tiffany hanya tersenyum tipis. Tanpa eyesmile yang biasanya selalu ikut mneyertainya.

 

Dia bahkan tak menanyakan kabarmu Fany…

 

Mereka hanya berbincang-bincang selama 5 menit. Sebelum sekretaris pribadi Sehun memberutah bahwa rapat akan segera dimulai.

Tiffany bekerja di perusahaan Appanya. Membantu appanya. Yang jka ia sudah dewasa dan mempunyai suami perusahaan itu akan diwariskan kepadanya.

.

Tak terasa 20 menit sudah berlalu. Mobil Luhan sudah berhenti di depan butiknya.

“Kau pulang jam berapa?”

“Memangnya kenapa Sun.. Maksudku Luhan?”

“Katakan saja”

“Jam 4 sore”

“Aku akan menjemputmu. Tunggulah aku”

“Ta..Tapi”

“Sudah tidak apa-apa. Tunggu sebentar. Aku akan membukakan pintumu”

Ghamsahamida Luhan. Terimakasih atas tumpangannya. Aku merepotkanmu ya? Seharusnya mobiliku tidak mogok tadi pagi. Jadi-“

Cheonma. Sudah, tidak perlu dibahas. Dan jangan lupa! Tunggulah aku. Aku akan menjemputmu”

“Tapi bukankah-“

“Aku belum mendapat pekerjaan. Untuk sementara aku membantu ayahku dengan bisnis cafenya” Jawab Luhan seolah-olah tahu apa yang akan Yoona tanyakan padanya.

“Dan aku tidak ingin mendengar kata penolakan” Lanjutnya disertai senyuman yang… mempesona.

“Baiklah” Akhirnya Yoona hanya bisa pasrah. Sunbaenya itu memang terkenal dengan sifat keras kepalanya. Dan jangan lupakan juga sifantnya ynag suka memotong pembicaraan orang lain.

“Sekali lagi terimakasih… Luhan” ucapnya lagi. Kali ini disertai juga dengan bungkukan badannnya.

Luhan hanya tersenyum kecil meresponnya. Dan ia segera kembali menjalankan mobilnya yang entah melaju ke arah mana.

Kau tahu Yoona? Aku masih mencintaimu. Masih menharapkanmu. Masih mengharapkanmu menjadi pendamping hidupmu. Dan aku akan berusaha agar harapanku terwujud. Sampai kapanpun kau adalah milikku Im Yoona. MILIKKU.

 

#@@@#

 

BMW silver itu sudah menunggunya sejak15 menityang lalu. Terpakir di samping sebuah butik. Dan pengemudinyapun masih setia didalamnya. Lebih tepatnya menunggu seseorang yang sangat special baginya. Seseorang yang sudah lama ia cintai.

Tapi sayang cintanya hanya bertepuk sebelah tangan

Ia sudah menyiapkan rencana spesial hari ini. Rencana yang mengejutkan mungkin?

Senyumnya terlihat mengembang ketika melihat seorang perempuan keluar dari butik. Dengan segera kakinya melangkah keluar dari mobil itu dan menghampri sang gadis.

“Menunggu lama?” Hanya sekedar pertanyaan basa-basi. Jelas-jelas ia yang sudah menunggu cukup lama untuk sang gadis.

“Tidak. Aku baru saja keluar” Jawab Yoona. Tak lupa senyum kecil menghiasi wajahnya. Hal itu semakin membuat Xi Luhan semakin terpesona dengannya.

^

^

“Aku akan mengajakmu makan”

“Tapi aku-“

“Oh Ayolah… Kita sudah lama tak makan bersama. Aku akan membawamu makan ke sebuah restauran favoritku. Aku juga ingin membicarakan sesuatu denganmu”

Yoona hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Ia sudah sangat hafal sifat Sunbaenya itu seperti apa. Dan inilah resikonya yang harus diterimanya karena sudah mau menerima ajakan Sunbaenya. Lebih tepatnya Sunbaenya yang keras kepala itu tidak pernah mau menerima penolakan.

Ia dan Luhan memang sudah cukup dekat sejak kuliah. Lebih tepatnya Luhanlah yang mendekatinya.

.

“Kita sudah sampai” Luhan segera membuka seatbeltnya dan segera keluar dari mobilnya.

Luhan meraih tangan Yoona. Menggenggam jari tangannya lebut. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih. Membuat pipi Yoons bersemu merah. Bahkan beberapa orang terlihat memperhatikan mereka pada saat mereka masuk ke dalam restauran yang cukup mewah ini. Dengan gaya klasik nan modern serta warna yang cukup mencolok. Dan hiasan-hiasan di sekeliling restauran yang memancarkan aura Luxury. Membuat restauran besar ini bisa menyegarkan mata yang lelah.

Luhan memilih kursi yang terletak di paling pojok. Yang disampingnya terdapat taman besar yang dibatasi dengan kaca bening. Sehingga pengunjung bisa melihat langsung beragam tanaman dan bunga yang ditanam di taman itu.

$
$

“Yoona, apa kau masih ingat di kejadian 2 tahun yang lalu?” Luhan bertanya dengan mimik wajah serius.

“Kejadian apa? Aku mengalami banyak peristiwa 2 tahun yang lalu”

Bodoh memang jika seseorang bertanya seperti yang Luhan tanyakan. Tanpa jelas menanyakan kejadian apa. Semua orang pasti mengalami bermacam-macam peristiwa selama 2 tahun. Dan tidak mungkin bukan jika seseorang bisa mengingat semua peristiwa yang ia alami dengan detail bahkan sekecil apapun kejadiannya?

Luhan merutukki kebodohannya sendiri.

“Maksudku pada saat di apartementku. Pada saat kau meminta tolong padaku agar menjauhkanmu dari kejaran Sehun pada saat kalian bertengkar dulu”

Yoona terdiam seketika. Memandang kosong tak jelas kemana.

Dia ingat. Dan kejadian itu tak akan pernah dilupakannya. Saat Luhan berkata sesuatu yang menurutnya…. Gila.

Flashback

2 Year Ago

“Maaf, Aku tak bisa…. Maafkan aku…”

 

“Tapi kenapa Yoongie? Bukankah kau bilang hubunganmu dengan Sehun sudah berakhir?”

 

“Maaf, tapi aku tetap tidak bisa”

 

“Baiklah. Aku akan menunggumu Yoona! Dan kupastikan aku akan mendapatkanmu dengan cara apapun. DENGAN CARA APAPUN YOONA! Karena aku sangat MENCINTAIMU. Dan rasa ini tidak akan pernah berubah sampai kapanpun! Kau harus ingat itu Yoona”

Flashback End

“Kau sudah mengingatnya bukan?”

Yoona hanya mengangguk pelan. Matanya masih tetap memandang kosong. Tak berani menatap mata orang di depannya.

“Itu benar”

Yoona refleks memandang Luhan dengan tatapan bingung.

“Maksudmu?”

“Ya… Perkataan itu benar. Walaupun sudah 2 tahun yang lalu, tetapi aku tidak akan pernah melupakannya. Itu adalah janjiku. Jadi aku harus menepati janjiku” Luhan memandang Yoona dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Yoona tertegun. Hatinya mengatakan sesuatu bahwa ada makna di balik semua kalimat yang baru saja diucapkan pria berambut blonde itu.

“Tapi Luhan aku-“

“Lusa aku akan ke Swiss. Aku akan tinggal disana selama beberapa bulan. Aku akan bekerja disana untuk mengelola cabang perusahaan ayahku. Setelah pulang dari Swiss, kupastikan perkataanku 2 tahun yang lalu itu benar”

Yoona terpaku. Pasti ada arti yang cukup penting di balik kalimat itu. Namun, entah mengapa otaknya berfikir sangat lambat saat ini. Sehingga tak mampu mencerna setiap kata-kata yang dilontarkan Xi Luhan.

#$$$$#

Tak terasa sudah 4 bulan berjalan. Semakin hari Tiffany semakin merasakan kejanggalan pada Sehun. Mulai dari sikapnya yang agak berbeda dari yang dulu, tatapan matanya yang agak tajam jika menatapnya, dan sedikit nada dingin yang tersirat dari setiap perkataan yang dilontarkan untuknya.

Aku baru menyadarinya sekarang

 

Bodoh memang

Tapi Tiffany tidak peduli. Rasa cintanya pada Sehun telah membutakan semuanya. Sehingga ia tidak menyadari bahwa Sehun membencinya. Karena ia pernah merusak hubungan mereka.

Gadis itu seakan tidak pernah merasa bahwa ia pernah membenci Yoona. Pernah menghancurkan hubungan Yoona dan Sehun. Pernah sangat terobsesi dengan pria itu.

Dan sampai sekarang rasa Cinta dan Obsesi itu belum hilang. Belum ada satupun pria yang mencuri hatinya selain Sehun.

He is My First Love

 

Pantas saja tiffany benar-benar mencintai pria itu dengan sepenuh hati.

Ayahnya sudah kembali ke Korea. Lebih cepat darinya. Karena sibuk mengurus perusahaannya yang berada di negeri gingseng itu.

Semenjak ayahnya kembali ke Korea, sikap Sehun menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Berbicara dengannya sangatlah singkat. Dan cenderung tidak peduli dengannya.

.

.

Suatu pagi, Tiffany mencoba berbicara pada Sehun. Berharap bisa memperbaiki sikap dingin lelaki itu.

“Annyeong Oppa!”

“Ada apa?” Jawab Sehun dengan nada yang cukup dingin. Raut wajah yang datar dan juga tatapan matanya yang lurus.

“Mengapa bicaramu dingin sekali Oppa? Bukankah kita sudah lama berteman?”

“Kau bukan temanku”

*

*

To Be Continue

 

Note : Hai! Barangkali ( mungkin ) ada yang tahu ff Forget and Sorry? Karena lama gak aku lanjut dan gak sempet ngelanjutinnya, jadi aku gak lanjutin. Maaf ya… Tapi, tenang aja. FF ini versi twoshootnya dengan judul yang berbeda. Tetapi, beberapa kalimatnya atau pragrafnya ada yang sama dengan yang versi chapter kemarin. Dan cast Jessicanya aku ganti Tiffany disini. Gapapalah ya…

Thanks For Reading ^_^

RCL…. DON’T BE SILENT READER

 

Jika ada yang mau ditanyakan, silahkan^^ Insyaaloh aku akan bales komen kalian ^_^

Maaf jika ffnya masih bad dan jauh dari kata sempurna. Aku masih amatir… Masih perlu banyak belajar. Jadi kritik dan saran kalian sangat diperlukan. Tetapi, jika kritik tolong jangan terlalu tajam dan pedas kata-katanya. Kalian tahu kan ntar akhirnya gimana?

38 thoughts on “(Freelance) Twoshot : Chance (1/2)

  1. Pretty component of content. I just stumbled upon your weblog and in accession capital
    to say that I acquire actually enjoyed account your blog
    posts. Any way I will be subscribing on your augment or even I success you get right of entry to constantly fast.

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s