FACE OFF [5]

req-fn

title : FACE OFF

author : FN

main cast : Park Chanyeol, Im Yoona, Mun Joo Won

other cast : Lay, Baekhyun, Seohyun, Sehun and others

genre : action, family, marriage life, little romance, friendship, hurt and others

length : chapter

rating : PG 15

poster : arin yessy @ indo ff arts

desclaimer : di cerita ini author terinspirasi dari 3 film barat dan 1 drama korea. judul filmya Face Off, Enemy Of The States dan Taken (1 & 2). buat dramanya dari drama Korea judulnya Ghost (drakor favorit author, yang castnya Soo Ji Sub <= salah satu aktor fav author ini xD).

author’s note : di cerita ini mungkin cukup jauh dari kata romance antara main cast tapi romancenya tetep ada dan mungkin agak sedikit lebih fokus ke main cast namjanya. mianhe jika ada typo dan kesalahan teknis lainnya🙂

—-

Joo Won pov

Mun Ji Won”

“namaku bukan Mun Ji Won tapi Oh Sehun” jawabnya menatapku tajam

“aku tak peduli” sahutku

“kau mendapatkan apa yang kau inginkan? sekarang aku akan pergi dan katakan pada kedua orangtuamu jangan mengatakan hal menjijikkan dengan mengatakan bahwa aku anak mereka” katanya sarkatis

“mereka memang orang tuamu” ralatku

“aku tidak memiliki orang tua” jawabnya

“ah… ne, dia bukan orang tuamu melainkan orang tuaku” kataku tertawa kecil

“menyedihkan” desisnya kemudian meninggalkanku

justru kau yang terlihat menyedihkan dibandingkan denganku.

Flashback off.

—-

Apa aku harus menggunakannya? Alat itu? tapi—alat itu berbahaya bahkan badan intel di Amerika pun mengatakan tingkat keberhasilannya hanya 30%. Itu jika berhasil? Jika gagal maka tamatlah sudah negara ini

‘bodoh! Jangan pernah berpikir menggunakan alat itu, sekalipun kau memilikinya dengan title ‘legal’ saat ini dan sisi lain jika kau gagal maka kau akan dipenjara seumur hidup atau bahkan dihukum mati’

Ckleek

“hyung” panggil Baekhyun melongokkan kepalanya keruanganku, aku hanya memberinya kode agar masuk. Selain menjadi bawahanku dalam hal tersembunyi itu Baekhyun juga karyawanku di kantor peninggalan kedua orang tuaku. Dia langsung duduk tanpa aku persilahkan

“waeyo, hyung?” tanyanya, “aniyo” jawabku

“bagaimana dengan detektif itu?” tanyanya lagi, aku menggeleng sebagai jawaban

“aku tak yakin dia akan menerima penawaran kita, kau tahu bukan reaksinya kemarin saat aku menawarkan perjanjian itu?” tanyaku, dia mengangguk dan melipat kedua tangannya, “dia terlalu angkuh” jawabnya, “tapi—”

Aku langsung menatapnya ketika dia berbicara menggantung, “anak buah Oh Sehun, merekat tahu—jika kau dekat dengan Im Yoona tapi mereka belum tahu tentang Yoona adalah istri dari detektif itu” lanjutnya

“maksudmu?” tanyaku

“kau tahu bukan, untuk menjatuhkanmu mereka tak akan menggunakan cara setengah-setengah. Intinya untuk apa setengah jika kau bisa meraup semuanya? Itu yang sedang dilakukan oleh mereka. Aku tak habis pikir dengan mereka padahal Oh Sehun sudah mati tapi mereka tetap saja melanjutkan apa yang Sehun kerjakan” jawabnya

“ada sesuatu yang lain yang mungkin mereka gunakan sebagai alasan?” tanyaku

“bisa saja tapi aku belum menemukan alasan itu”

“dan soal bom—aku harap saja detektif itu segera memberhentikan pencarian kodenya, sudah 3 yang aktif itu cukup berbahaya apalagi jika sampai bawahannya itu mengetahui 8 kode dari 12 kode” lanjutnya

“aku tak bisa memaksa detektif itu, kau tahu sendiri bukan? tapi jika dia menolak bekerja sama dengan kita maka—aku akan gunakan caraku sendiri, apapun itu dan aku tak peduli soal kelicikannya”

Dia manggut-manggut, “aku kembali dulu, hyung, tak enak dengan sekertarismu yang sejak tadi melihat kita dari kaca ruanganmu” kata Baekhyun tersenyum kecil sambil melirik sekertarisku yang ternyata memang benar sedang melihat kami secara diam-diam

Sepeninggal Baekhyun, aku menyandarkan tubuhku ke kursi, jika bawahan Sehun tahu tentang kedekatanku dengan keluarga detektif itu makan mereka akan dalam bahaya. Menjauhi keluarga Park? Jangan bodoh, mereka tak akan mungkin tertipu dengan cara lama yang sudah terlalu sering digunakan oleh orang awam

Aku masih tak tahu apa penyebab Sehun—maksudku Ji Won mencoba membunuh Chanyeol, sejak aku mendarat disini dan setelah itu beberapa bulan kemudian aku tahu kelicikan adikku, aku mulai menyewa orang untuk mengkorek informasi tentangnya tapi dari sekian banyaknya tak ada satupun orang yang tahu tentang motif Sehun ingin membunuh Chanyeol bahkan anak buahnyanya pun juga ikut terbunuh disana

Aku pernah menyandera seorang bawahannya, aku memaksa agar mereka memberitahuku tapi mereka menjawab bahwa mereka tak tahu apa motifnya bahkan ketika mereka aku ancam dengan menggunakan salah satu keluarga mereka tetap saja mereka menjawab tak tahu bahkan ada yang sampai menangis.

Aku memutar ponselku, ya—bisa kalian katakan jika sekarang ini aku sedang merindukan istri orang, tapi rindu saja tak masalah bukan? jangan salahkan aku yang tertarik dengannya tapi salahkan Yoona sendiri yang saat itu berdiri tak jauh dariku dengan memberikan pesonanya yang membuatku terlena karenanya

hahaha, bodoh

Tit tit tit tit tit

“ne?” jawabku tanpa melihat siapa yang tengah menelponku

“annyeong, ajhussi”, aku langsung menjauhkan ponselku, ‘oh, dari Seohyun’

“ne, waeyo? Tumben sekali kau menelponku?” tanyaku

“aniyo, aku hanya ingin menelpon ajhussi saja” jawabnya yang aku rasa sedang tersenyum

“kau merindukan ajhussi?” godaku, dia langsung tergelak mendengarkannya

“mwo? Haha, tidak ajhussi aku hanya ingin menelpon saja sebab aku jarang melihat ajhussi akhir-akhir ini. pasti ajhussi sangat sibuk di kantor” jawabnya

“ne, pekerjaanku menumpuk akhir-akhir ini. bagaimana keadanmu?” tanyaku basa-basi

“gwenchana, aku tetap bersama Hyoyeon, Suho dan Yonghwa” jawabnya, “sudah dulu ya ajhussi aku rasa eommaku sudah pulang”

“ne, sampaikan salamku pada eommamu” jawabku tersenyum.

Author pov

“eomma!!” pekik Seohyun sumringah, “aku baru saja menelpon Joo Won ajhus—”, Seohyun yang semula bersemangat menjadi diam ketika dia melihat appanya sedang mentapnya dari pintu yang tak jauh darinya

“wae?” tanya Yoona lembut, “aniyo, aku kekamar dulu” jawab Seohyun mencium pipi Yoona sejenak dan langsung melenggang pergi

Melihat kelakuan Seohyun, Chanyeol hanya bisa menarik nafas pelan dan mendekati Yoona, “apa dia baru saja menyebut—Joo Won?” tanya Chanyeol bukan menanggapi Yoona malah melempar senyum kearah Chanyeol, “kau, istirahatlah” jawabnya.

Keesokan harinya Seohyun berjalan seperti biasa ke sekolah, hanya sendirian dna dia menggunakan bus. Arah rumahnya dengan ketiga temannya berbeda jadi itu yang menyebabkan mereka berangkat sendiri-sendiri tapi biasanya mereka akan sampai disekolah bersama-sama. Seohyun memang sangat cantik, dengan rambut hitam panjangnya dan juga pipi tembamnya yang menambah kesan imut itu memang memberi daya kecantikan tersendiri yang terpancar dari wajahnya. Sebenarnya Seohyun hari ini memang sengaja berangkat pagi karena dia ada piket

Sraakk

“EUMHH!!!”

Graapp

Brrukk

Sraaak.

“hey!” sapa Yonghwa tersenyum cerah pada pasangan Suho dan Hyoyeon yang tengah berjalan berjejer, mendengar suara sahabatnya mereka menoleh tersenyum—hanya Suho sebenarnya yang tersenyum sedangkan Hyoyeon menatap Yonghwa bingung

“kemana Seohyun?” tanya Hyoyeon, “eh?” kaget Yonghwa

“kau tak bersama Seohyun?” tanya Suho ikut celingukan

“aku pikir dia sudah datang?” tanya Yonghwa balik, “apa mungkin Seohyun membolos?”

Pltaak

“jangan sembarangan, Seohyun tak akan melakukan itu” jawab Hyoyeon kesal, “tsk, tak perlu memukulku” jawab Suho sedikit kesal karena menjadi sasaran jitakan Hyoyeon

“apa dia sakit?” tanya Yonghwa, “mana mungkin, tadi semalam aku baru saja berteleponan dengannya” jawab Hyoyeon

“mungkin saja dia absen karena ada sesuatu mendadak” kata Suho menengahi, “sekarang kita masuk kekelas saja, lihat Kwon sonsaengnim sudah hampir kemari!”

Tanpa memikirkan tentang Seohyun lagi mereka bertiga langsung berlari terbirit-birit menuju kelas mereka, mereka tak ingin mendapatkan konsekuensi dihukum dengan hukuman yang sangat membuat otak ingin pecah.

—-

“ngosh…ngosh…ngosh…”

Seorang lelaki tengah mengatur nafanya yang berderu cepat dan menatap lelaki yang sedang duduk manis dikursi kantornya. Lelaki yang sedang duduk itu menatap lelaki yang sedang mengatur nafasnya ini aneh. Ini masih pagi dan dia sudah datang kemari? Batinnya tak percaya. Masih dengan tatapan dinginnya menunggu agar lelaki didepannya ini segera mengatakan sesuatu, lelaki yang sedang duduk itu meraih gagang teleponnya dan menelpon sekertarisnya yang berada diluar

“Sunkyu, tolong siapkan segelas minuman dingin. Secepatnya” kata lelaki itu

Laki-laki yang masih mengatur nafasnya tadi langsung duduk begitu saja, “aku tak peduli apa yang sedang kau pikirkan tentangku saat ini” katanya kemudian

“aku mau bekerja sama denganmu” lanjutnya

Laki-laki yang sedang duduk itu—Joo Won menaikkan alis hitamnya bingung, bagaimana bisa seorang Park Chanyeol yang saat itu menolak mentah-mentah untuk bekerja sama dengannya tiba-tiba datang dengan berlari (dugaan Joo Won) dan mengatakan bahwa dia mau bekerja sama dengannya

“aku tak sedang bercanda!” teriak Chanyeol tak sabar

“apa yang membuatmu berubah pikiran?”

Tok…tok

Sekertaris Joo Won membawa segelas minuman dan langsung diletakkan dimeja depan Chanyeol. Chanyeol masih saja menatap Joo Won dengan tatapan mengkilatnya. Joo Won masih terdiam dikursinya dan menatap Chanyeol tersenyum licik

“minumlah dulu, selagi masih dingin” kata Joo Won, “aku—”

“aku ingin kau meminumnya dulu!” tegas Joo Won, tangan Chanyeol menyambar kasar minuman seperti jus jeruk itu dan langsung meneguknya dengan sekali teguk

“jadi, apa yang membuatmu berubah pikiran?” tanya Joo Won tersenyum

“mereka menculik Seohyun” jawab Chanyeol

“MWO?!”, kaget Joo Won berdiri, “sialan!” desisnya

Joo Won terus mengumpat kesal, berjalan kesana kemari dia tak menyadari jika sedari tadi Chanyeol terdiam melihat kelakuannya. Kenapa justru Joo Won yang bersikap seperti itu, kenapa bukan dia? Memang tadi dia menjadi gila karena tahu jika Seohyun diculik tapi dia tak akan pernah mengira jika Joo Won justru bersikap lebih dari yang dia lakukan tadi. Chanyeol mulai menyadari jika Joo Won memang menyayangi Seohyun lebih dari dia menyayangi Seohyun

“Baekhyun, cepat kemari” kata Joo Won melalui ponselnya

Chanyeol masih diam ditempatnya, rasa khawatirnya tadi tiba-tiba mulai mengeblur ketika melihat sikap Joo Won, “hey! Kau kenapa?! Kenapa kau justru terdiam seperti ini?!” tegur Joo Won melihat Chanyeol yang diam

Cklek

“waeyo, hyung?” tanya Baekhyun yang langsung masuk, “eh? Detektif Park?” kaget Baekhyun menatap Chanyeol yang duduk tertunduk

“Seohyun diculik!” kata Joo Won, “arrasheo!” jawab Baekhyun langsung bergegas keluar

Joo Won kembali berputar-putar, memainkan ponselnya, menghubungi semua orang yang tak Chanyeol ketahui, mengetik pesan dan entah apa lagi yang dia lakukan. chanyeol, dia diam menunduk

Tit tit tit tit

“ne, yeoboseyo?” jawab Chanyeol terburu

“…”

“nuguseyo?” tanya Chanyeol bingung, Joo Won yang tahu hal itu langsung menoleh menatap Chanyeol tajam

“…”

“kemana dia?!” tanya Chanyeol naik satu oktaf, Joo Won memberi kode agar menggunakan pengeras suara

“hahaha, kau ingin tahu dimana gadis cantikmu ini?”

“apa maumu?!” tanya Chanyeol geram

“tentu saja nyawamu” jawab seorang dari sebrang itu tertawa lepas, “jika kau berikan nyawamu maka, anakmu yang cantik ini tak akan menjadi santapan oleh orang-orangku” lanjutnya mengancam

Tit

Braaak

Mata Joo Won memerah mendengarnya, Seohyun, anak itu, anak yang selama ini sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri sekarang menjadi sandera oleh anak buah dari adiknya sendiri yang bahkan sudah mati sejak 3 tahun yang lalu. Belum selesai masalah bom yang dipasang oleh Sehun dulu dan sekarang Seohyun

“kau benar-benar mau bekerja sama denganku?” tanya Joo Won menatap Chanyeol serius

“ne, dan aku akan menyanggupi semua permintaan yang kau ajukan dulu” jawab Chanyeol

Joo Won membuka lacinya dan mengeluarkan sebuah map dan memberikan pada Chanyeol, “tanda tangani itu, meskipun kau sudah deal bekerja sama denganku tapi aku tak tahu bukan apa yang akan terjadi kedepannya” jelas Joo Won, tanpa menjawab Chanyeol langsung menandatangani berkas itu

“aku harus pergi, aku harus menyuruh Lay untuk mencari informasi” kata Chanyeol beranjak

“jika bawahanmu itu menemukan sesuatu beritahu aku” jawab Joo Won.

Author pov

Chanyeol langsung bergegas ke kantornya, dia lupa memberitahu Lay agar tidak berusaha memecahkan kode piranti itu, pertama kali dia memang tak percaya dengan Joo Won tapi entah kenapa ketika Joo Won memberitahuya tentang adiknya yang bernama Mun Ji Won atau Oh Sehun, itu membuat perasaan Chanyeol mengatakan bahwa dia harus percaya dengan namja itu.

Sesampainya di kantor dia langsung ke bagian laboraturium di lantai dasar, dengan tatapan aneh dari para bawahannya yang bertanya-tanya dia tak mempedulikannya dan tetap berlari.

“Lay!” panggilnya terburu, Lay yang saat itu menggunakan headphonennya dan sibuk dengan kode-kode itu tak mendengar jika dia sedang dipanggil

“Lay!” ulang Chanyeol mendekat kearah Lay dan melepas headphone yang terpasang di telinganya

“b—bos?” kaget Lay

“apa yang sedang kau lakukan?” tanya Chanyeol, mata Chanyeol langsung terarah kearah laptop Lay yang menunjukkan 7 digit angka yang sudah terisi

“apa ini?!” tanya Chanyeol

“kode Joo Won, aku berhasil memecahkan 7 kode dan sebentar la—”

“jangan dilanjutkan!” potong Chanyeol, “mwo? maksudmu?” tanya Lay tak mengerti

“aku bilang jangan dilanjutkan!” bentak Chanyeol, Lay langsung terdiam dan mengangguk pelan

Chanyeol kembali mengatur nafasnya yang terburu dan duduk dikursi samping Lay yang memang kosong. dia memijit kepalanya terus-terusan sedangkan Lay duduk bingung sambil menatap bosnya yang terlihat tak karuan

“jika kau berhasil memecahkan kedua belas kode itu, maka itu sama saja kita meledakkan negara kita sendiri” kata Chanyeol, “aku tahu ini terdengar gila tapi—kita harus berhenti mengejar Joo Won” lanjutnya

“mwo?!” kaget Lay tak percaya, “jangan gila, bos! Kita sudah mengincarnya sejak lama!”

“aku tahu tapi hanya ini satu-satunya cara” jawab Chanyeol, “maksudmu bos?” tanya Lay

“pembuat bom itu bukanlah Joo Won—melainkan adiknya, Ji Won” jawab Chanyeol, Lay menatap Chanyeol tak mengerti

“kau pernah mengatakan padaku jika mungkin saja Joo Won itu memiliki kembaran tapi tidak, dia tak memiliki kembaran, dia memiliki seorang adik dan lelaki itu menggunakan sebuah topeng yang bisa membuatnya berubah persis seperti Joo Won” terang Chanyeol

“kau ingat ketika aku tak masuk kerja sehari? Itu karena Joo Won menyanderaku dan memberitahuku tentang semuanya” lanjutnya, “dan—ini satu-satunya cara agar aku bisa menyelamatkan Seohyun dari mereka”

“dan untuk ini—kita sudah berhasil mengaktifkan mungkin 2 bom yang tersebar dibeberapa tempat di Korea Selatan. Tugasmu aku ganti menjadi pencarian informasi tentang Seohyun bukan mencari kode ini, untuk urusan dengan ketua biar aku saja yang menghadapinya” kata Chanyeol, Lay mengangguk mengerti.

—-

Meskipun hari ini Yoona bekerja tapi tetap saja pikirannya kalut, Seohyun diculik. Siapa yang tega menculik anaknya? Apa ini berkaitan dengan posisi suaminya sebagai seorang detektif hingga ada orang yang menculik putrinya

Tok…tok…tok…

Ckleekk

“annyeong”

Yoona mendongak dan mendapati Joo Won tengah berdiri di ambang pintu, “bolehkah aku masuk?” tanyanya

Yoona menghela nafasnya, “masuklah” jawab Yoona bersikap tenang kembali, “ada apa datang kemari?” tanya Yoona to the point, “tak ada apa-apa, hanya kebetulan tadi aku sedang menjenguk seseorang dan sekalian menyapamu” jawab Joo Won menampilkan senyumannya, Yoona hanya mengangguk sebagai jawaban

“bagaimana keadaan Seohyun?” tanya Joo Won

“mwo? eh? Seohyun? Ah—dia baik-baik saja” jawab Yoona

“jinjayo?” tanya Joo Won meyakinkan

Yoona menggigit bibir bawahnya, seharusnya dia tak perlu bersikap seperti bukan dihadapan Joo Won tapi entah kenapa pikirannya menyuruhnya agar tidak memberitahu Joo Won, bukan karena keterkaitan dengan Chanyeol tapi tetap saja Yoona masih menghargai Joo Won karena saat Seohyun kesepian Joo Won datang dan memberinya hiburan

“kau sedang berbohong bukan?” tebak Joo Won, Yoona langsung gelagapan mendengarnya,“aku tahu, Seohyun diculik dan aku tak tahu siapa penculiknya” jawab Yoona melemas

Joo Won menghela nafasnya pelan dan menatap Yoona, “aku sudah tahu tentang hal itu”

“eottoke?” tanya Yoona tak percaya, “jangan salah, aku sudah menganggap Seohyun seperti anakku sendiri” jawab Joo Won

DEG!

“aku memang belum pernah menikah tapi aku pernah menghamili seorang wanita 5 tahun yang lalu” jelas Joo Won, “maka dari itu aku senang dengan anak-anak, contohnya saja Seohyun” lanjutnya

“lalu kemana wanita itu?” tanya Yoona

“menurut informasi yang aku dapatkan wanita itu sudah mati dan—aku tak berhasil menemukan dimana keberadaan anaknya” jawab Joo Won

Yoona kembali menyandarkan tubuhnya kekursi, memijit keningnya. Tiba-tiba saja dia merasakan sebuah tangan menarik pergelangan tangannya. Joo Won tersenyum menatapnya sambil tetap menarik tangannya, Yoona tak merespon hanya mengikutinya saja. Masih dengan jas dokternya, Yoona duduk di jok mobil Joo Won, sedangkan Joo Won masih asyik dengan kegiatan menyetirnya

“kau mau mengajakku kemana?” tanya Yoona

“ketempat rahasiaku” jawab Joo Won tersenyum misterius

Yoona terdiam sesaat melihat senyuman Joo Won, dia ingat dengan senyuman itu, senyuman seseorang yang sangat dirindukannya dan juga genggaman hangat tangan tadi, genggaman itu terasa seperti pernah dia rasakan. Bukan dengan Chanyeol, suaminya tetapi dengan orang lain. Jangan salah, Yoona menikah dengan Chanyeol karena perjodohan dan itu membuat mereka semakin mencintai hingga sekarang tapi perasaan terkubur itu entah kenapa kembali muncul dan membuat wajahnya terasa memanas.

“hey! Yoongie, kau mau tetap disini?”

“eh?” kaget Yoona, ‘Yoongie?’ batin Yoona, “kau ingin tetap dimobil?” tanya Joo Won yang kedua kalinya

“eh? Tidak” jawab Yoona langsung ikut turun

‘Panti Asuhan’

Sebuah plang papan kayu itu tertulis besar diluar halaman nan besar itu. halaman itu bersih dan terawat serta taman bunga yang indah, sedangkan posisi agak kesebelah kiri ada sebuah taman bermain dan disebelah kanan ada beberapa meja dan kursi yang ditata sangat rapi

Yoona melirik kearah Joo Won yang berdiri menutup matanya sambil menarik nafas panjang, dia tak berkedip menatap Joo Won, lelaki ini sangat mirip dengan seseorang yang dia kenal. Joo Won membuka matanya dan menatap Yoona yang tengah berkerut menatapnya

“wae? Ada yang salah dengan wajahku?”, pertanyaan Joo Won tadi menyadarkan Yoona, dia langsung menggeleng pelan, “ada apa kau membawaku kemari?” tanya Yoona menatap bangunan tingkat tiga didepannya

“ada anak yang sedang sakit didalam dan dia membutuhkan bantuanmu” jawab Joo Won

“mwo? jinja? Kita harus segera masuk tapi bagaimana dengan peralatanku? Aku tak membawa stetoskop atau yang lainnya? Kenapa jika anak itu sakit tak segera dibawa kerumah sakit agar cepat segera diperiksa?” tanya Yoona beruntut

Joo Won menaikkan alisnya tersenyum simpul, “ternyata kau cerewet juga. Kajja, kita masuk, tak usah pedulikan tentang peralatan medismu dirumah sakit” jawab Joo Won kembali menarik tangan Yoona memasuki panti asuhan itu.

“Joo Won ajhussi!!!” teriak anak-anak itu berhamburan memeluk Joo Won yang sedang berdiri sedangkan Yoona hanya melongo melihat anak-anak itu memeluk Joo Won berdesak-desakkan hingga dia terdorong membentur tembok

“hey, pelan-pelan, nanti ajhumma yang disana kesakitan” tegur Joo Won tersenyum

“ajhussi kenapa jarang datang kemari?”

“ajhussi apa yang kau bawakan untuk kami?”

“apa ajhussi membawa makanan?”

“apa ajhussi membawa mainan?”

“apa ajhussi membawa buku bergambar?”

“apa ajhussi membawa pensil warna dan crayon?”

“apa ajhussi akan ikut bermain bersama kami lagi?”

“dimana eomma?” tanya Joo Won tak menjawab pertanyaan tadi, “eomma sedang didapur” jawab seorang anak, Joo Won tersenyum dan kemudian berjalan menjauhi mereka

“aish, kenapa aku ditinggal?” gumam Yoona

“ajhumma, siapa?” tanya seorang anak pada Yoona

“annyeonghaseo, Im Yoona imnida” jawab Yoona memperkenalkan diri

“Wahh… apakah ajhumma seorang dokter?” tanya seorang dari mereka tampak berbinar menatap Yoona

“apakah ajhumma yang sering diceritakan oleh Joo Won ajhussi?”

“ne? Diceritakan?” tanya Yoona

“ne, ajhussi biasanya bercerita pada kami bahwa dia memiliki seorang teman dokter, teman dokternya itu sangaaaatt cantik dan juga sabar” jawabnya

“siapa namamu?” tanya Yoona, “Go Baek Young, aku bisa dipanggil Baek Young” jawab namja kecil itu tersenyum

“benarkah Joo Won ajhussi mengatakan hal itu?” tanya Yoona

“aigooo, jangan dengarkan kata-kata anak kecil. anak-anak sekarang cepat keruang makan, kita makan siang bersama sekarang” kata Joo Won yang tiba-tiba muncul

Yoona menatap Joo Won yang masih melempar senyum pada semua anak yang melewatinya. Yoona tak akan pernah mengira jika Joo Won ternyata memiliki sisi lain, meskipun dia sedikit terlihat seperti manusia acuh tak acuh tapi siapa sangka jika justru Joo Won memiliki sikap manis pada seorang anak?

“wae?” tanya Joo Won lagi

“Aniyo, aku hanya sedikit kaget dengan sikapmu” jawab Yoona

Joo Won terkekeh mendengarnya, “kau hanya menilai dari penampilanku” kata Joo Won, “kajja, kita ikut makan bersama mereka” ajaknya

Hari itu Yoona menghabiskan setengah harinya di panti itu bersama Joo Won, tujuan pertama Joo Won mengajak Yoona kesana sebenarnya hanya alibi agar dia bisa bersama Yoona tapi ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya. Di panti itu ada 3 orang anak sakit demam dan membutuhkan seorang dokter

“omo! Aku lupa memberi kabar pihak rumah sakit!” pekik Yoona ketika dia sedang asyik membuat cemilan didapur bersama Joo Won dan suster Nam, Joo Won langsung menyerahkan ponselnya, “ponselmu di tas bukan? dan tasmu ada dimobilku” jawab Joo Won, Yoona mengangguk dan meraih ponsel Joo Won

“Joo Won, apa dia kekasihmu?” tanya suster Nam melihat Yoona yang berjalan menjauhi meja dapur, “memang tampak seperti apa, eomma?” tanya Joo Won, “dia sangat cantik, sabar dan juga penyayang. Apa benar dugaanku dia kekasihmu?” tanya suster Nam lagi

Joo Won tergelak mendengarnya, “aniyo, eomma, dia bukan kekasihku, dia teman dokter yang sering aku ceritakan” jawab Joo Won, “kenapa kau tak segera berhubungan saja dengannya?” tanya suster Nam menatap Joo Won, Joo Won meletakkan adonan kuenya dan menatap suster Nam tersenyum

“eomma, jika aku bisa, aku sudah melakukannya sejak dulu” jawab Joo Won, suster Nam mengkerut tak mengerti arti ucapan Joo Won, Joo Won yang mengetahui hal itu kembali melempar senyum kearah suster Nam, “eomma, dia wanita bersuami” jelas Joo Won yang mendapatkan tanggapan Oh panjang dari suster Nam

“tapi—kau mencintainya bukan?”

Joo Won tersenyum kecil mendengarnya, dia tak menjawab pertanyaan yang pasti sudah jelas diketahui oleh suster Nam itu. suster Nam mengangguk mengerti dan menepuk pundak Joo Won lembut. “tak baik mencintai wanita bersuami, kau masih tampan, carilah wanita lain. Nikahi dia jika kau mencintainya bukan hanya menghamilinya” kata suster Nam

“jika kau menyuruhku untuk mencari yang seperti itu, jujur saja, aku masih belum menemukannya, justru aku menemukan seseorang yang sudah menjadi milik orang lain” jawab Joo Won

“Tuhan selalu berpihak padamu” kata suster Nam tersenyum sedangkan Joo Won hanya mengangguk

“apa yang sedang kalian bahas?” tanya Yoona yang menatap suster Nam dan Joo Won bergantian karena dia melihat mereka berdua tersenyum-senyum sejak tadi

“tidak ada” jawab Joo Won tetap tersenyum, “cepat selesaikan makananmu, anak-anak sudah menunggu” lanjut Joo Won.

Hari ini Yoona benar-benar telah melupakan masalah tentang hilangnya Seohyun, pikirannya benar-benar terfokus pada anak-anak yang ada didepannya sekarang, mereka tersenyum riang memakan makanan yang dibuatnya bersama Joo Won dan suster Nam. Kepala panti pun juga ikut tersenyum melihat anak-anak disana seceria ini

“Lio!” pekik Yoona berlari menghampiri seorang namja kecil yang duduk di kursi paling pojok dan memakan kue cokelat. Yoona langsung memeluknya sayang, sedangkan namja kecil tadi hanya diam membiarkan Yoona memeluknya erat

“Yoong?” panggil Joo Won menepuk pundak Yoona, “siapa yang kau sebut tadi? Namanya Len” lanjut Joo Won menatap Yoona aneh

Yoona melepaskan pelukannya, menatap namja kecil didepannya itu diam. Dia mengingatkanku pada Lio. Joo Won berdiri disamping Yoona, tangannya menyentuh bahu Yoona dan membantunya berdiri. Ingatan tentang Lio kembali ke pikiran Yoona, dia juga mengingat kata-kata Chanyeol tentang Joo Won yang membunuh Lio. Semua kenangan itu membuat pikirannya benar-benar hancur. Yoona langsung berlari menuju mobil Joo Won, mengambil tasnya dan berlari pergi

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“Joo Won yang membunuh Lio!”

“JOO WON YANG MEMBUNUH LIO!”

“arrggh!!!” teriak Yoona frustasi mencengkram kepalanya yang terasa pening mendadak

Jderrr!!!

Suara menggelegar itu kian terdengar dan kemudian titik-titik hujan itu mulai berjatuhan menimpa tubuh kurusnya itu tapi siapa yang akan peduli? Yoona terus berlari bahkan heelsnya yang tingginya tak seberapa itu dia jinjing

Greep!

“Yoona! waeyo?!” teriak Joo Won agar suaranya bisa didengar oleh Yoona

“lepas!” teriak Yoona sambil menangis, “lepaskan aku, Joo Won!” teriak Yoona menghentakkan tangan Joo Won lebih keras dan berlari

Joo Won langsung mengejarnya dan menarik tangan Yoona lebih keras agar Yoona tak berlari pergi. Mata Yoona memerah karena menangis, tapi tangisannya tertutupi oleh air hujan yang mengalir deras. Joo Won tahu arti tatapan mata seperti itu, Joo Won tahu

“pembunuh” kata Yoona pelan tak menatap Joo Won yang sendang menatapnya intens

‘pembunuh?’

Yoona kembali menghentakkan tangan Joo Won. PLAK!

“seharusnya aku tak pernah mengenalmu!” teriak Yoona berniat lari lagi

“APA KARENA PARK LIO?!” teriak Joo Won yang membuat Yoona terhenti dari jalannya, “apa karena Park Lio yang terbunuh 3 tahun yang lalu?!” ulang Joo Won, “Yoona! jawab aku! apa karena Park Lio?!”

Yoona menoleh menatap Joo Won tajam, “ne! Karena dia! Dan kau—kau—kau pem—”

“AKU TAK MEMBUNUH PARK LIO!” potong Joo Won tajam

“aku tak mengenalmu dan Park Lio sebelum aku bertemu denganmu ketika di Busan waktu itu! aku tak pernah mengenalmu hingga saat itu! saat kau berdiri dibibir pantai!” lanjut Joo Won

“aku—dan laki-laki yang membunuh Lio—BERBEDA!” tegas Joo Won, “aku—sudah menjelaskan ini pada suamimu dan suamimu sudah percaya padaku” lanjutnya

Yoona terdiam ditempatnya sambil tetap menangis, kembali dia teringat dengan Seohyun, setelah hampir setengah hari dia melupakan tentang hilangnya Seohyun sekarang dia kembali teringat. Tangisannya semain sesak, dia berusaha mengusap wajahnya berkali-kali tetapi air matanya selalu berusaha turun dari iris madunya

“Yoona! ayo, aku antar pulang” kata Joo Won tetap ditempatnya tak mendekati Yoona, “Yoona?” ulang Joo Won. yoona menoleh menatap Joo Won, “aku—tak ingin pulang bersamamu—biarkan aku sendiri” jawab Yoona, “tapi in—”

“tolong tinggalkan aku” potong Yoona berlari pergi meninggalkan Joo Won yang masih terdiam ditempatnya.

Yoona pov

Tak seharusnya aku berada disana, tak seharusnya aku melupakan Seohyun, tak seharusnya aku pergi bersama namja itu, aku sudah memiliki seorang suami! Aku bisa dihina sebagai penghianat suamiku sendiri. Andwe! Aku mencintai Chanyeol, aku sangat mencintainya!

“Chan—Chanyeol” panggilku menahan gemelatuk gigiku sendiri

“ne, waeyo?” jawab Chanyeol dari sebrang

Aku merasa ingin menangis ketika mendengar suaranya. Sungguh, aku mencintai pria ini, Ya Tuhan

“Yoona, gwenchana? Apa yang terjadi?” tanya Chanyeol lagi

“bisakah—kau menjemputku?” tanyaku

“kau dimana? Kau tak hujan-hujanan bukan?” tanya Chanyeol yang selalu tepat sasaran

“aniyo, jebal, tolong jemput aku” pintaku lagi langsung mematikan ponselku dan duduk dipinggir trotoar.

Aku menangisi diriku sendiri, apa yang sedang terjadi denganku? Ketika aku sudah mulai melupakannya kenapa sosok lain darinya muncul pada lelaki lain, kenapa perasaanku berbeda, kenapa aku merasakan lelaki itu terasa berada didekatku. Aku sudah tak bertemu dengannya setelah aku menikah dan perasaan itu juga sudah hilang tapi—

Aku menatap langit hitam yang menitikkan air hujan itu secara terus-menerus, aku tak peduli dengan leherku yang kesakitan meminta agar aku tak melakukan hal ini. Park Lio dan sekarang Park Seohyun? Apa kau ingin menghukumku dengan mengambil dua berlian berhargaku Tuhan? Tak cukup Park Lio? Tak cukupkah?

Aku memejamkan matakau berusaha merasakan titik air hujan ini, sakit sebenarnya tapi aku menikmatinya, terasa begitu menyegarkan untuk wajahku yang baru saja menangis. Lio—dia mati tertembak, suamiku mengatakan padaku bahwa pelakunya adalah Joo Won dan tadi Joo Won membantah bahwa bukan dia pelakunya. Aku mengusap mataku yang mulai berair lagi tapi aku sudah tak merasakan titik-titik air hujan menerpa wajahku padahal aku masih bisa mendengar jelas suara rintikan disampingku. Aku menurukan leherku dan membuka mataku pelan

“Chanyeol” gumamku pelan

Aku langsung melompat memeluknya erat, aku menangis dipundaknya, dia masih memakai kemeja hitamnya, bau AC mobilnya masih merekat ditubuhnya tapi yang paling aku sukai adalah parfumnya. Parfum yang sangat bertahan lama, meskipun digunakan sejak kemarin. Aku sesenggukan di bahunya

“kau berbohong padaku?! kau mengatakan padaku bahwa kau tidak hujan-hujanan tapi kenapa kau sekarang hujan-hujanan?! Bajumu semua basah! Bagaimana jika kau sakit?! Bagaimana kita akan menemukan Seohyun jika kau sakit?!”, pertanyaannya menghujamku

“kau—mencintaiku?” bisikku padanya, dia tak menjawabku melainkan hanya diam sambil tetap memegangi payungnya agar aku dan dia tak basah karena air itu tapi setelah beberapa saat, aku mulai merasakan punggungku basah, aku merasakan titik-titik air hujan itu turun mengenai pakaian yang aku gunakan sekarang dan sebuah tangan kekar itu membalas pelukanku, bahkan lebih erat daripada yang aku lakukan saat ini

“tak cukupkah kita hidup bersama selama ini untuk membuatmu percaya jika aku benar-benar mencintaimu?”

TBC

tinggalin jejak ya chingu semua🙂

kelamaan ngepost? mian ne😀

SEE YA!

ang GANBATTE

🙂

35 thoughts on “FACE OFF [5]

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s