(Freelance) Secret Love (Chapter 1)

posterAuthor_Richa Zee

GENRE_Romance | Comedy (?)| Family | School-Life

RATING_Pg-15

LENGTH_Chaptered

CAST

Im YoonA | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung | Other

_Note_

Annyeong..Chingudeul..!!?? #soksemangat# Ini FF pertama buatan aku. Mian kalau mengecewakan..soalnya baru belajar buat FF juga, dan selama ini Cuma jadi Readers aja. Dan maaf juga buat ceritanya yang kepanjangan dan sangat membosankan (karena menurut aku juga gitu)Alur yang gaje, bahasa yang bikin muntah, bahkan typo dimana-mana.. L

Tapi aku mencoba optimis aja..berharap para Readers sekalian dapat terhibur dengan FF yang amburadul ini. Okay kalau begitu selamat membaca dan semoga terhibur!

Happy Reading..!!J

“Kringgggg..!!!!” Suara bel tanda istirahat sudah berdering. Akhirnya aku bisa keluar dari dalam kelas dan mengisi perutku yang sudah keroncongan. Maklum saja, tadi pagi aku tidak sempat sarapan karena sedang kesal pada Eomma. Tapi kini aku bisa menuju kantin Han Ajjuma bersama ketiga sahabatku, Chanyeol, Yura dan Luhan. Sebelum kehabisan tempat kami harus bergegas!

Dan benar saja, kantin Han Ajjuma sudah penuh di isi oleh para siswa yang kelaparan, terkecuali satu meja yang hanya di isi oleh 2 orang saja. Tapi sungguh aku tidak akan mau duduk disana, lebih baik aku tidak makan dari pada duduk bersama 2 orang menyebalkan itu.

“Kita kehabisan tempat, bagaimana ini? Padahal aku sangat ingin makan di sini” Keluh Yura, sepertinya ia benar-benar lapar juga..

“Sudahlah, kita bisa makan disini lain kali. Kita kekantin lain saja Oeh..?” jawabku, sambil menarik tangan Yura. Tapi tiba-tiba

“Eonni..! Yoona Eonni!!” sepertinya ada yang memanggilku? Tapi siapa? Kemudian akupun menoleh, dan ternyata..

“Eonni, kalian bisa makan disini bersama kami! Kemarilah…”

Gadis centil itu? Benarkah? Aku tidak salah lihat? Untuk apa dia mengajak kami makan bersama? Apa dia sedang mengejekku karena kehabisan tempat? Aishh..dasar menyebalkan!

“Dia mengajak kita makan bersama Yoong, tumben sekali..” Ucap Yura tak percaya. Aku hanya mendengus, sudah jelas dua manusia jahanam itu sedang mempermainkan aku dan teman-temanku.

“Kau kira dia serius? Ayo kita pergi saja!” Elak ku tanpa mempedulikan kedua orang itu.

“Yakin tidak mau? Hari ini menunya sangat enak lho….kalian rugi jika tidak makan disini Eonni..”

“Yak, Krystal jung! Untuk apa kau mengajak orang yang tidak sepadan dengan kita? Kau pikir nafsu makanku tidak hilang jika melihat orang-orang seperti mereka!”

Mwo.!? Tidak sepadan? Orang-orang seperti mereka? Yak! Memangnya orang seperti apa kami ini? Dia pikir sehebat apa dirinya? Kata-katanya begitu kasar dan tidak berpendidikan. Aku mencoba menahan emosiku agar tidak keluar, aku tahu ini di tempat umum dan aku tidak mau membuat kekacauan disini.

“Eonni! Jangan dengarkan Sehun, kemari saja !di tempat lain juga sudah penuh, kami..”

“Ck! sudah kubilang jangan mengajaknya ! dia tidak pantas duduk disini, apalagi bersamaku! kau tahu? Dia itu sangat menjijikkan bagiku..”

Sialan! Lelaki serba sok itu benar-benar sudah membangunkan Macan yang sedang tidur! Menjjikkan? Kau pikir kau tidak! Aku benar-benar marah! Kau! Harus terima akibatnya Namja Sialan!!

“Yoong..kau mau apa?”

“Hey..jangan sampai kau membuat masalah disini..”

Aku tidak mempedulikan ucapan teman-temanku. Kesabaranku sudah habis, aku tidak bisa mentolernya lagi! Beraninya mereka mempermalukan aku seperti ini!

“Yak!!” Aku menepuk meja yang sedang mereka tempati dengan kasar. Masa Bodo’ apa kata orang-orang yang sudah memandangku aneh saat ini, yang penting mahluk sial ini harus kuberi pelajaran!

“Eonni ! kau membuat kaget semua orang..” Ucap gadis bernama Krystal itu setengah berbisik. Kenapa? Malukah? “Kau kira aku peduli Oeh? Kalian..benar-benar sudah membuatku hilang kendali!!”

“Yoong, kau diperhatikan semua orang, ayo kita pergi..” Bujuk Luhan sambil menarik-narik tanganku.

“Aishh, lepaskan! Orang-orang ini harus diberi pelajaran!!” Erangku kesal, aku menampik tangan Luhan dengan kasar. Aku benar-benar marah saat ini, jadi jangan menggangguku Xi Luhan!

“Memangnya pelajaran apa yang mau kau beri kepada kami Oeh? Kau bahkan selalu kalah denganku!”

Aku tersenyum sinis mendengar ucapanya, dasar sok pintar “Hey Mr.Oh!, kau pikir aku mau makan bersamamu Oeh? kau pikir aku tidak jijik melihatmu? Kau.!! tidak seharusnya memandang rendah orang lain seperti ini! Aku berada dibawahmu bukan berarti kau lebih pintar dariku!! Kau itu hanya bisa mencari muka saja!”

“Kau tahu? Bagiku kau itu hanyalah pengganggu sialan yang selalu mengusik kehidupan orang lain!! Bagiku, Kau itu tidak lebih dari kutu babi yang menyebalkan!!!”

Habis sudah, aku benar-benar kalap dengan pria sang satu ini. Tapi coba lihat, bahkan ia terlihat biasa saja padahal amarahku sudah luar biasa. Ekspresi tenang yang dibuat-buat itu, sungguh menjijikkan dimataku.

“Kau sudah selesai bicara?”

“Mwo!?”

“Baiklah, gantian aku yang berbicara. Barusan jika aku tidak salah dengar kau sempat mengatakan jika aku penganggu sialan, bukan begitu?”

Dia terdiam sejenak, kemudian melirik semua orang yang ada di kantin dengan pandangan matanya. “Lihatlah, mereka semua takut karena kau berteriak-teriak tidak jelas disini. Kau perhatikan..tidak ada satupun yang makan dan semuanya memandang rendah dirimu, bahkan koki yang sedang masak juga. Mereka semua kehilangan nafsu makan dan berhenti bekerja karenamu!”

“Jadi menurutmu siapakah pengganggu sialan itu? Aku? Huh! Gadis sepertimu, bahkan tidak punya malu sedikitpun! Kau itu hanya bisa membuat kekacauan dimana-mana..”

“Yak..Oh Sehun!!” kini giliran Luhan yang berteriak, sepertinya ia ikutan kesal dengan pria sok bijak bernama Oh Sehun ini. Aku sudah sering dipermalukan olehnya, bahkan sekarang ini aku merasa sudah kehilangan muka di depan mereka semua. Oh Tuhan, kenapa aku harus berurusan dengan pria menyebalkan ini?

“Dengar! Kalau kau tidak mulai, Yoona juga tidak akan membuat kekacauan disini! Jadi jaga ucapanmu Oh Sehun!!”

Ahhh..!!aku tidak mau berada disini lagi! Aku tidak dipermalukan lebih jauh lagi, semua ini sudah cukup! lihat saja kau Oh Sehun akan ku balas kau lain kali!

“Author POV”

Yoona benar-benar tidak punya nafsu makan lagi setelah di permalukan oleh Sehun tadi. Tidak, lebih tepatnya pria menyebalkan yang telah merusak hidup tenangnya semenjak ia hadir 1 tahun yang lalu. Padahal sejak SD Yoona sudah menyandang gelar siswa teladan karena kepintaranya di dalam kelas,Ia selalu berhasil meraih nilai tertinggi di setiap ujian semester.

Tapi tiba-tiba di kelas dua SMA ini ia tidak bisa lagi mensabet nilai tertinggi, dan itu karena kehadiran Sehun. Ia harus puas berada di bawah Sehun dari 2 semester terakhir, dan mungkin untuk semester selanjutnya. Karena hal itu, Yoona jadi benar-benar kesal pada Sehun, belum lagi dengan sifat angkuh dan suka merendahkan yang dimiliki pria berkulit pucat itu, benar-benar membuat Yoona jadi membencinya.

“Kau masih kesal Yoong?” Tanya Luhan, setelah ia menemukan Yoona di atap sekolah. Gadis itu terdiam sejenap, matanya menelusuri beberapa orang siswa yang berlalu lalang di bawah sana.

“Aku heran, mengapa kau selalu berselisih paham dengan Oh Sehun. Padahal kalian sama-sama pintar di kelas..”

“Aku juga tidak tahu. Rasanya, aku begitu membencinya..setelah dia pindah kesekolah kita hidupku seperti berubah begitu saja, dia merebut segalanya dariku Lu..” jawab Yoona Lirih

Luhan tersenyum sekilas mendengar penuturan sahabatnya itu. Ia sangat mengerti perasaan Yoona, karena sudah mengenal gadis itu semenjak mereka masih kecil “ Bukan merebut, itu memang haknya Yoong..dan kau harus terima kekalahan ini dengan lapang dada. Kau tahu kan? Tidak selamanya kita berada di atas..”

“Ya, aku tahu Luhan..tapi sikap nya yang menyebalkan itu benar-benar membuatku muak, sehingga aku sulit menerima kekalahan dari orang seperti dia”

Lagi-lagi Luhan hanya bisa tersenyum, ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Tapi didalam hati sebenarnya Luhan takut, ia takut kebencian Yoona pada Sehun berubah menjadi rasa kagum seperti gadis lainya yang selalu mengelu-elukan nama pria itu. Luhan hanya tidak ingin kehilangan Yoona, ia benar-benar takut Yoona akan meninggalkanya. Karena ia sangat menyayangi sahabatnya itu, Ah..tidak, Luhan mencintai Yoona! Dia sangat mencintai gadis itu.

***

Di dalam sebuah rumah mewah, tampak seorang pemuda tengah berjalan menuju dapur. Oh Sehun- yang sedang mengabil air putih di lemaris es, samar-samar mendengar percakapan Ayahnya dari dalam telepon. Karena kebetulan kamar sang Ayah dekat dengan ruangan dapur, jadi ia dapat mendengar ucapan Ayahnya walaupun tidak begitu jelas

“ kalau begitu kapan kita mempertemukan mereka? Kurasa, lebih cepat lebih baik”

Begitulah yang didengar Sehun, namun ada yang berbeda dengan nada bicara Ayahnya, ia tahu betul bagaimana Formalnya sang Ayah ketika berbicara dengan rekan bisnisnya. Tapi kali ini berbeda, suaranya terdengar lebih santai dan ramah, persis ketika berbicara denganya. Jadi siapa yang menelpon? Begitu pikir Sehun.

“Aku yakin mereka bisa lebih dekat, percayalah mereka pasti bisa menerimanya..”

Lagi-lagi Sehun mendengar sesuatu yang ganjal dari ucapan Ayahnya. ia penasaran, dengan siapa sih Ayahnya berbicara? Lalu siapa pula yang disebut dengan Mereka? Dan harus menerima apa? Akhh..Sehun penasaran sekali. Ia tidak bisa berdiam diri dan hanya mendengar setengah-setengah seperti ini, walaupun tampak tidak sopan menguping pembicaraan Ayahnya, tapi apa boleh buat? Ia benar-benar dibuat penasaran.

Pelan-pelan Sehun berjalan mendekati pintu kamar sang Ayah. Sebisa mungkin ia berusaha agar suara telapak kakinya tidak terdengar sedikitpun. Namun tepat ketika ia bersandar di pintu, Ayahnya tiba-tiba keluar dari dalam kamar. Sehingga mau tak mau Sehun harus menahan keseimbangan agar tak terjatuh. Ia cengengesan sendiri melihat ekspresi sang Ayah yang menurutnya sangat menyeramkan.

“Sehun? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Oh Se joong-Ayah Sehun dengan pandangan menyelidik

Sehun diam, tidak tahu harus menjawab apa. Ia benar-benar seperti seorang maling yang ketahuan mencuri saat ini. Sehun pun mencari kata-kata yang pas agar Ayahnya tidak curiga jika ia berusaha menguping barusan. Ahh..Oh Sehun, mengapa kau begitu bodoh? Rutuknya di dalam hati.

“A..Aku, aku ingin..” Habislah kau Sehun, apa yang harus kau jawab sekarang Oeh?

“Apa? Kau ingin Apa?” Desak Se joong tak sabaran. Sehun menggrutu dalam hati, kenapa Ayahnya harus seperti ini? Tidak mempedulikan bagaimana gugupnya ia sedikutpun..

“Aku ingin pinjam buku! Ne..! aku ingin pinjam buku Appa!” Jawab Sehun girang, setelah berhasil menemukan alasan yang menurutnya pas. Tapi pria paru baya itu tampak tidak percaya, ia memincingkan matanya sambil menatap Sehun curiga.

“Wae?” Tanya Sehun hati-hati, ia tidak boleh membuat curiga Ayahnya. Bagaimanapun Ayahnya adalah orang yang pintar, bahkan jauh lebih pintar darinya. “Geurae? Tapi sejak kapan kau minta izin ketika meminjam bukuku? Bisanya kau langsung mengambilnya.?”

Sehun terbelalak kaget, kenapa Ayahnya harus berpikir sejauh itu? Dan kenapa juga Sehun tidak dapat berpikir jernih ketika berhadapan dengan Ayahnya, kenapa Sehun hanya bisa menyangkal ketika didepan Yoona saja? Eh, tunggu! Kenapa Sehun jadi mengingat gadis sok pintar itu? Aisshh..semua ini membuat kepalanya pusing! Tidak mungkin kan ia mengaku? Karena itu sangat memalukan dan Ayahnya pasti akan marah..

“Ah..Appa, memang kenapa? Bukankah bagus jika aku meminta ijin terlebih dahulu.. berarti aku bertambah sopan!”

“Mwo? Bertambah sopan kau bilang? Aku sangat yakin, kau pasti ingin menguping barusan! kau pikir karena apa aku keluar Oeh?”

Tamatlah riwayatmu Oh Sehun, harusnya kau tidak menguping walaupun kau sangat penasaran, kau tahu sendiri kan bagaimana Ayahmu? Sekarang terimalah akibatnya! Kau harus lembur malam ini untuk mendengar ceramahnya!

“A..aku? menguping? Hahaha..Appa ada-ada saja! mana mungkin itu terjadi, aku tahu Appa sangat membencinya..” Jawab Sehun cengengesan, bahkan yang dia tertawakan sama sekali tidak lucu.

“Kalau begitu kenapa kau lakukan bodoh!” Gertak Se joong, ia jadi kesal sendiri..mengapa putranya yang sudah berumur 17 tahun ini masih bersikap seperti anak SD?

“Aku tidak melakukanya!” Bantah Sehun bersikeras.

Se Joong berdecap sebal, sudah ketahuan masih saja mengelak “Dengar Sehun! kau tahu kan menguping itu tidak baik? Itu artinya..”

“Ah, Appa! aku lupa ada PR yang belum ku kerjakan! Aku harus ke atas, kita bicara lain kali saja Oeh..? Chal chayo Appa!” potong Sehun sekenanya, ia langsung berlalari ke lantai atas menuju kamarnya tanpa mendengar ucapan Ayahnya terlebih dahulu, sungguh ia tidak rela mengorbankan waktu tidurnya malam ini.

“Yak! Oh Sehun! Aishh..anak itu tidak ada sopan-sopanya sama sekali, ia bahkan berani menguping? Ck..jangan-jangan dia dengar semuanya?”

*

Di dalam kamar Sehun mengelus dadanya lega, untuk saja ia bisa kabur kalau tidak ia pasti akan bangun terlambat esok pagi karena mendengar ocehan sang Ayah yang menurutnya tidak penting. Dalam hati ia mengutuk Se Joong yang seperti sudah Gangster itu, atau lebih cocok seperti para Ajjuma yang menyebalkan! Huh! Kenapa ada pria secerewet Ayahnya? Begitulah pikiran anak itu. Namun kemudian pikiran Sehun kembali lagi pada apa yang didengarnya di dapur tadi.

“Tapi..dengan siapa Appa menelpon ya? Benar-benar membuat penasaran..tidak pernahnya ia berbicara selembut itu pada orang lain, Aku yakin pasti ada yang Appa sembunyikan..” Gumam Sehun seorang diri.

***

Pagi ini entah mengapa Yoona berat sekali pergi sekolah. Ia begitu malas memikirkan pelajaran-pelajaran yang membosankan itu, kemudian para guru yang selalu membangga-banggakan Oh Sehun. Ah benar! Oh Sehun! Pria itu adalah alasan utama Yoona menjadi malas menginjakkan kaki di SMA DONGHO itu. Jadi jangan heran jika gadis itu masih berguling di atas ranjang saat ini, walaupun kesadaranya sudah penuh.

“Yak Im Yoona! Apa kau tidak ingin sekolah Oeh? kau tahu sudah jam berapa sekarang?”

Tiba-tiba suara melengking terdengar di daun telinga Yoona. Jelas sekali itu adalah suara ibunya yang sedang mengomel di balik pintu kamarnya. Yoona menghela nafas tak bersemangat, haruskah ia sekolah dan bertemu namja menyebalkan itu lagi?

“Ahh..Eomma..aku tidak ingin sekolah, aku sedang tidak enak badan hari ini” Lirihnya sambil memasang nada suara selemas mungkin.

“Kau pikir aku percaya Oeh! Cepat bangun dan segera berangkat ke sekolah! ini sudah jam setengah 8 kau tahu!”

“Terserah! Pokoknya aku tidak mau sekolah!” Bantah Yoona.

“Yak! Apa begitu kelakuan seorang siswa yang disebut pintar Oeh? kalau begitu, kau memang pantas dikalahkan oleh Sehun!”

Yoona memutar bola matanya, Bahkan ibunya sendiri membela namja menyebalkan itu? Aishh..“Eomma! Aku tidak suka kau menyebut nama si kutu babi itu!! Eomma sudah merusak moodku sepagi ini..”

“Kalau begitu cepat bangun! Atau aku akan menyebutnya terus..Oh Sehun pintar! Oh Sehun tampan dan lebih hebat dari Im Yoona!”

“Eomma!!!”

*

Akhirnya dengan berat hati Yoona akan berangkat kesekolah juga. Bagaimanapun ia tetap berpikir dan berusaha baagaimana caranya agar semester ini ia kembali meraih nilai tertinggi. Ia tidak boleh menyerah hanya karena seorang Oh Sehun yang menyebalkan itu, dan kalau dipikir-pikir Luhan benar juga. Sehun tidak salah apapun atas penuruna nilainya, tentu pria itu ingin menjadi yang terbaik juga bukan? Ahh..tapi tetap saja sikap menyebalkan milik Sehun itu benar-benar membuatnya kesal setengah mati.

“Nah harusnya begitu..masak hanya karena seorang Oh Sehun kau jadi malas sekolah?” Goda Song Ji Hyun -Ibu Yoona selagi menyiapkan sarapan untuk putrinya itu di atas meja.

Yoona langsung cemberut kembali ketika mendengar ocehan sang ibu, sudah berapa kali ibunya menyebut nama pria menyebalkan itu pagi ini? “Sudah kubilang jangan menyebut namanya! Lagi pula Eomma tahu dari mana aku malas sekolah gara-gara dia?”

Wanita cantik itu tersenyum sekilas mendengar pertanyaan putrinya, semua orang yang mengenal Yoona juga tahu jika gadis itu jadi gampang emosian dan marah-marah sendiri semenjak munculnya Sehun di sekolah itu, jadi karena apa lagi ia malas sekolah?

“Kau jangan terlalu galak pada Sehun, bagaimana pun juga kau harus mendekatkan diri dengannya..”

Yoona kaget mendengar penuturan sang ibu, apa maksudnya harus mendekatkan diri dengan Sehun “Mwo? Apa yang Eomma bicarakan? Bagaimana mungkin aku bisa dekat dengan Namja seberensek dia!”

Ji Hyun sendiri juga tak kalah kaget dengan apa yang dia bicarakan, bagaimana mungkin ia bisa kelepasan bicara sebelum waktunya? Bisa-bisa Yoona jadi curiga dan rencananya bisa gagal total, tentu ia tidak mau hal itu terjadi bukan?

*

Yoona sampai disekolah dengan hati gelisah, ia sudah benar-benar terlambat pagi ini. Aishh..ia jadi menyesal sendiri karena sempat mogok sekolah dirumah tadi.. sekarang ia harus terima aibatnya, guru kiler itu pasti langsung mengomel kemudian kembali membanding-bandingkanya dengan Oh Sehun! Uh Yoona sangat benci itu!

“Eonni..!!”

Belum lagi Yoona sampai ke kelas, sekarang sudah muncul gadis menyebalkan ini di depanya. Kenapa ia selalu hadir disaat Yoona sedang Bad Mood? Benar-benar minta di hajar!

“Wae!! Jangan membuat mood ku tambah buruk Krystal jung! Kau tahu aku benar-benar kesal hari ini!”

“Memangnya kapan mood mu pernah baik Eonni?” Balas Krystal cuek, dan itu membuat Yoona semakin tinggi darah melihat pengekor Sehun ini.

“Terserah! Sekarang minggirlah aku mau lewat!” Gertak Yoona. “Minggir? Memangnya aku menghalangi jalanmu? Kau bisa lewat jalan manapun Eonni! kanan,kiri bahkan lewat belakang juga bisa..”

“Aigoo..benar-banar..kau dan si kutu babi itu tunggulah sampai amarahku akan meledak suatu saat nanti Oeh!?” sergah Yoon kemudian berlalu dari pandangan Krystal yang tercengang sendiri melihat tingkah kakak kelasnya itu.

“Bicara apa dia? Untuk apa kami menunggumu meledak, jika kau selalu begitu setiap hari? Dasar sunbae aneh!”

“Kau bicara dengan siapa?”

Krystal terkejut saat tiba-tiba seorang pria muncul dari belakangnya. Ia menatap sebal orang itu karena sudah membuatnya keget.

“Yak! Bisakah kau tidak muncul dengan cara tiba-tiba?” Omel Krystal sambil menjitak kepala pria itu.

Kim Jongin, meringis kesakitan kala tangan Krystal mengenai kepalanya. Ia sangat heran kenapa gadis secantik ini, begitu kasar? Terlebih padanya. Namun saat bersama Sehun tiba-tiba ia berubah menjadi gadis paling lembut untuk pria itu! Dasar tidak adil!

“Kenapa melihatku seperti itu Oeh? makanya jangan membuatku selalu terkejut! Kau seperti hantu jika begitu terus!”

Jongin semakin sebal saja dengan gadis ini, sudah menjitak kepalanya sembarangan, pakai mengatainya segala lagi!, dasar! tidak ada manis-manisnya sama sekali! “ Aku tidak berniat mengagetkanmu Krystal Jung! Lagi pula mana ada hantu setampan aku?”

Krystal tersenyum meremehkan. “Tampan dari mana? Kau bahkan punya keterunan yang jelek semua!”

“Aishh..Gadis ini! Kau kira kau cantik Oeh?”

“Tentu saja! Kalau pun menurutmu tidak cantik, tapi kau sangat menyukaiku kan?” goda Krystal

Jongin terdiam, gadis ini benar kalau pun dia bilang Krystal tidak cantik tapi setidaknya sudah ada 20 kali ia menyatakan perasanya. Aishh..memalukan sekali..

“Tidak perlu memikirkanya, Kau takkan bisa menghitung berapa kali menyatakan perasaanmu padaku..” Kryatal semakin semangat saja menggoda Jongin kala melihat ekspresi wajahnya yang menggemaskan.

“Tapi sayang..aku sudah punya Sehun, lebih baik kau kembali kepada Sulli saja Kim Jongin..kau terlihat menyedihkan jika seperti ini terus..” Lanjutnya, kali ini berhasil mengubah ekspresi wajah Jongin lagi

“Mwo? Menyedihkan? Yak! Sehun bahkan bukan kekasihmu.. Tidakkah kau terlihat menyedihkan juga?”

Kryatal kesal, kenapa pria ini harus mengingatkanya tentang hal itu sih! Dia kan hanya ingin berlagak menjadi kekasih sah Sehun walau hanya sehari! Lihat saja sebentar lagi Sehun pasti akan menerimanya!

“Kau menyebalkan Kim Jongin!” racau Krystal, kemudian pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal sedangka Jongin hanya tersenyum saja melihatnya.

***

“Kenapa terlambat Im Yoona? Kau tahu sudah jam berapa sekarang?”

Yoona hanya bisa menelan ludahnya mendengar pertanyaan Guru Park. Sungguh ia tidak tahu harus menjawab apa, karena selama ini Yoona selalu tepat waktu.

“Jawab pertanyaanku Im Yoona!”

“Tadi pagi ibu Yoona sakit Pak!” Semua siswa yang awalnya hanya melihat kearah Yoona, tiba-tiba menoleh kebelakang dan mendapati siapa yang menjawab. Xi Luhan?

“Sakit? Benar ibumu sakit?” Tanya Guru Park. Yoona yang sempat kebingungan langsung mengangguk semangat. “Ne! Eomma sakit perut tadi pagi, dan saya harus membawanya ke klinik pak, karena itu saya terlambat..”

Belum sempat Guru Park menjawab sudah terdengar suara mengkomplin dari belakang “Pembohong! Jika ibumu memang sakit, kenapa kau harus masuk sekolah? Dan kau terlihat biasa saja! Tidak mungkin kan ibumu sembuh secepat itu?”

Yoona mendengus sebal, kenapa pria ini selalu saja mempersulit dirinya? Apa tidak bisa membiarkanya hidup tenang barang sehari saja? Kau!! Benar-benar menyebalkan Oh Sehun!!

“I..itu karena..”

“Apa urusanya denganmu? Kau tidak tahu apa-apa, jadi kenapa harus berkomentar?Dan apakah ada peraturan yang mengharuskan jika seorang ibu sedang sakit, maka tidak boleh sekolah dan harus selalu menangis?” Tiba-tiba Luhan memotong ucapan Yoona, semua terbelalak karena lagi-lagi Luhan lah yang menjawab, dasar aneh! Yang ditanya siapa yang menjawab siapa..

“Kenapa selalu kau yang menjawab? yang terlambat kan dia, bukan kau!” Kesal Sehun. Sedangkan Luhan hanya tersenyum sinis menatap pria itu. “Kau juga, kenapa selalu ikut campur urusan orang lain?”

Sehun berdecap sebal, ikut campur apanya? Dia hanya mempertegas kebenaran! Dia yakin jika Luhan maupun Yoona sedang berbohong saat ini! “Jangan berlebihan..aku hanya ingin mengungkap kebenaran!”

Apa? Mengungkap kebenaran? Yak Oh Sehun! Yoona terlambat juga sebenarnya karenamu! Jadi jangan banyak bicara dan tutup saja mulut kasarmu itu!

“Kebenaran apa? Kau tidak tahu apapun Oh Sehun! Aku tetangga Yoona..jadi aku lebih tahu darimu!”

“Sudah..Sudah! Im Yoona, untuk kali ini kau kumaafkan! Tapi ingat! lain kali kalau kau sampai terlambat lagi..aku tidak akan bertoleransi ! Arraseo!!” Tegas Guru Park. Yoona mengangguk paham sambil menjawab “Ne! saya berjanji ini yang pertama dan terakhir pak!”

“Kalau begitu duduklah..” Seru Guru Park , kemudian kembali mencatat di papan tulis.Yoona mengerti,dan langsug berjalan menuju tempat duduknya tapi tiba tiba..

“Jangan bilang kau sudah menyerah karenaku?” Tangan Sehun menahan lengan Yoona sambil berkata demikian. Apa-apaan pria ini?

“Yak Oh Sehun..lepaskan sebelum aku berteriak disini” Ancam Yoona kesal. Sehun mendengus, ancaman macam apa itu? “Silahkan saja, yang malu juga kau..”

“Yakk!!!”

“Im Yoona!!”

“Ne!”

Sehun tersenyum remeh melihat reaksi Yoona ketika ditegor oleh guru kiler itu,sudah tahu ini di kelas, apa tidak bisa menyimpan emosi semenitpun? Gadis ini..kenapa hobi sekali berteriak?”

“Awas saja kau Sehun..aku akan membalasmu nanti!” Geram Yoona, kemudian kembali ke tempat duduknya dengan muka sebal. Tapi ada yang lebih sebal dari Gadis itu, siapakah dia? Xi Luhan.

*

“Tadi pagi kenapa kau terlambat Yoong?” pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut teman-teman Yoona setelah mereka beristirahat dan menikmati beberapa menu makanan di kantin. Chanyeol, Yura dan Luhan tampak serius ingin mendengar jawaban gadis itu.

Yoona mendesah napas panjang, haruskah ia membahas pria itu lagi? Kenapa di setiap kesalahan Yoona, sebagian besar menyangkut si menyebalkan itu? “Aku malas” jawabnya singkat

“Mwo? Jawaban macam apa itu? Biasanya kau selalu semangat jika menyangkut sekolah?” Tanya Yura tak percaya, apa gadis ini memang sudah menyerah memperjuangkan nilainya?

Lagi-lagi Yoona mendesah, ia sendiri juga tidak tahu kenapa Mood belajarnya semakin berkurang akhir-akhir ini. “Entahlah..rasanya aku tidak bisa lagi menjadi yang terbaik di kelas, sepertinya aku memang akan selalu kalah kedepanya..”

Luhan yang mendengar jawaban Yoona jadi heran sendiri. Apa Yoona akan benar-benar menyerah hanya karena gagal sekali,dua kali? Lalu apa artinya kemenangan selama ini?

“Sudah kubilang, tidak selamanya kita berada di atas Yoong. Roda itu berputar, dan mungkin kali ini kau sedang berada di bawah, lagi pula menjadi yang kedua tidak buruk bukan? Kami yang di posisi 50 besar saja tidak masalah..”

“ Ne! Tidak buruk jika seandainya yang di atasku itu bukan Oh Sehun!”

“Memangnya kenapa kalau dia?” Tanya Yura bingung “ Karena kalau dia, aku merasa di kalahkan oleh orang yang tidak pantas. Aku yang selalu berusaha, kenapa selalu dia yang memetik hasilnya?”

“Kau ada-ada saja..dia juga pasti berusaha, jika tidak mana mungkin bisa mengalahkanmu..” Gumam Chanyeol menanggapi jawaban sahabatnya itu.

“Aku tidak tahu usaha apa yang telah dia lakukan, yang jelas aku benar-benar malas harus bersaing dengan orang seperti dia!” Teriak Yoona kesal hingga tampa sadar ia menepuk meja dengan cukup keras, sampai mengundang beberapa mata untuk melihatnya.

“Lihatlah..kau melakukan hal yang aneh lagi Yoong, semua orang melihat kita!” Bisik Yura di telinga gadis itu, namun Yoona tampak tidak peduli, malah dengan santai ia menyantap kembali makananya yang sempat terbengkalai.

“Aishh..si rakus ini..” cercah Yura prihatin

*

Setelah jam istirahat berakhir Yoona dan ke 3 sahabatnya kembali kekelas dengan perut kenyang. Namun ketika sudah sampai di pintu, tiba-tiba Yoona merasa perutnya sangat sakit dan seperti akan mengelurkan sesuatu. Yah tentu saja,Gadis itu sedang mules karena terlalu banyak makan di kantin tadi.

“Kau kenapa Yoong?” Tanya Chanyeol yang menyadari keanehan Yoona.

“Aku sakit perut, kalian masuk saja dulu! aku harus ke toilet..” Balasnya, dan sedetik kemudian gadis itu sudah lari terbirit birit.

Chanyeol melongo melihat Yoona yang sudah hilang dari pandangan matanya “ Bagaimana bisa dia lari secepat itu saat perutnya sedang sakit?” gumamnya keheranan.

“Kau ini..seperti tidak tahu Yoona saja..”Kekeh Luhan menanggapi celotehan pria jangkung itu. Kemudian keduanya masuk kedalam kelas, menyusul Yura yang sudah terlebih dahulu masuk dan duduk manis di bangkunya.

“Huh..akhirnya..” Gumam Yoona seorang diri setelah berhasil membuang hajatnya. Ia menepuk-nepuk perutnya yang sudah terasa lebih enakan. Setelah itu Yoona menyempatkan diri merapaikan penampilanya di cermin besar Toilet itu sebelum masuk kedalam kelas

Ia tersenyum meliahat bayanganya dicermin “Kau sungguh manis Im Yoona..” Kekehnya penuh percaya diri “Seharusnya Pria menyebalkan itu tertarik padamu, bukan membuatmu kesal terus..” sambungnya, dan setelah itu Yoona beranjak dari cermin besar itu.

“Omo! Kenapa..kenapa tidak bisa terbuka?”

Yoona terkejut, kala pintu Toilet itu tidak bisa dibukanya. Gadis itu berusaha memutar-mutar gagang pintu tapi tertap saja tidak bisa terbuka. “Aishh..ini terkunci dari luar!” Sentaknyanya sambil menendang sebal pintu itu.

“Chogio! Apa ada orang di luar? Tolong buka pintunya!!” Teriak Yoona. Ia menggedor-gedor pintu itu sekuat tenaganya berharap ada yang mendengarnya. Tapi tetap saja tiada seorang pun yang datang untuk membuakakanya pintu.

“Akh! Menyebalkan! Ini pasti ulah si brensek itu!” Sebalnya. Yoona melihat arloji di tanganya, sudah lewat dari jam 10 “ Pasti Guru Jung sudah masuk, ck..bagaimana ini? Bahkan ponselku ada di dalam loker!”

Yoona terus berusaha menggedor pintu toilet yang terbuat dari aluminium itu sambil berteriak sekencang-kencangnya. Walaupun sebuah kemungkinan kecil ada orang yang datang karena jam istirahat telah usai. Disaat gadis itu sedang sibuk menggedor-gedor pintu ada seseorang yang tersenyum puas di balik tembok, ia bergumam..

“kemampuan berteriaknya , bensar-benar mengagumkan”

To Be continued

“Benerkan pada pengen muntah bacanya? Sekali lagi maaf banget ya semuanya../ Tapi plisss..jangan lupa RCL okey?? Aku butuh banget dukungan dari kalian lohh..hehehe..Emh..ya udah deh, kalau begitu sampai jumpa di chapter selanjutnya.!! (tapi gak janji juga bakal di sambung takutnya gak ada yang suka..) Gomawo..J

51 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 1)

  1. Yoona sama sehun berantem terus awas loh nanti jadi saling suka😀
    Ada sesuatu yg direncanain sma appanya sehun, kayanya berhubungan sama yoona ya/?
    Oh iya mian telat komen ne🙂

  2. Yaaa ampun yoona sama sehun kaya tom and jerry .. Ckckckckc .. Mencurigakan nih ayahnya sehun sama ibunya yoona .. Mreka punya sesuati yg dsembunyIin nih .. Olaahh luhan cintaa sama yoona toh , pntes dia slalu belaiin yoona+gaa suka klo yoona sama sehun trus berantem ..

  3. Aku suka kok jadi, dilanjut aja yaa.

    Waaah Sehun-Yoona jadi saingan ya disini, dan apa ff ini genre nya nanti akan jd marriage life? soalnya ada yg mencurigakan sama appanya Sehun dan eomma nya Yoona. Ok, kalo gitu aku ijin baca chap 2 nya yaa gamsahamnida *bow* ^^

  4. lucu ih ceritanya:D sifat yoona mirip bgt kyk aku/ga. sumpah disini sehun nyebelin bgt, mulutnya kyk cwek ewh >_< tapi dia bias aku u.u
    thankseu thor udh mau bkin cerita segila ini🙂 Fighting

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s