My Wife is a Magician

My Wife is a Magician

my-wife-is-magician

Cerfymour a.k.a Quorralicious

Drabble PG13+ || Romance || Yoona dan Tao

It’s my imagination, MINE! so don’t be ridiculous say that my fanfic is yours the cast is belong to their parents,agencies, and god.

Poster by Pinkeucho at dreamsartgraphics.wordpress.com

WARNING NO PLAGIARISM, DON’T BASH, DON’T COPY without my permission. Typo bertebaran. Sorry kalau judulnya tidak sesuai, sudah lama gak nulis jadi berasa aneh.😄

Ruangan yang cukup megah dengan balkon panggung yang mengitarinya mulai dipenuhi oleh para pengunjung yang menanti dengan sabar penampilan dari pesulap wanita yang sangat terkenal yang baru saja kembali ke negara asalnya Korea. Seorang pria dengan dasi kupu-kupu yang melingkar di lehernya memasuki panggung yang gelap. Sedetik kemudian, lampu dengan cahaya yang sangat terang mulai mengikuti langkah kakinya yang semakin mendekat kearah para pengunjung yang sudah duduk manis dengan tenangnya.

“Apa kalian semua merasa bersemangat?!” teriaknya yang diiringi dengan tepukan tangan penuh semangat para pengunjung.

“Baiklahh! Dengan bangga aku persembahkan penampilan paling spektakuler sepanjang hayat. Mari kita sambut Nona Im…! Yooon…! Ah…!” teriaknya kembali dengan penuh tekanan disetiap penggalan nama Im Yoona.

Seorang wanita pun keluar dibalik tirai berwarna keemasan yang memang sengaja digunakan untuk menutupi sosok wanita yang paling ditunggu para penggemarnya. Bando berwarna merah marun dengan dress manis berwarna hitam melekat dengan manisnya, menambah keanggunan yang terpancar dari dirinya yang memang pada dasarnya sudah sangat cantik.

Im Yoona terlihat mengenakan headshet yang terpasang ditelinganya untuk memudahkannya berkomunikasi dengan para pengunjung tanpa harus menghalanginya untuk memperlihatkan kemampuan bersulapnya. Diangkatnya topi tinggi yang sedari tadi dipakai oleh sang pria.

“Hallo semuanya!” sapa Yoona dengan bersemangat membuat penggemar sulapnya tak mau kalah bersemangat sehingga ada beberapa dari mereka yang memberikan standing applause meski Yoona belum memberikan penampilan apapun.

“Wow, lihatlah Yoona-ssi betapa mereka menunggu dan sangat bersemangat hari ini untuk melihat penampilan sulapmu yang memukau.”

“Tentu saja Xiumin-ssi! aku bisa melihatnya dan semakin bersemangat untuk segera memukau kalian semua!” jawab Yoona sambil memainkan topi milik pria imut yang dipanggil Xiumin oleh Yoona tadi.

“Bagaimana kalau kita mulai saja?” tanya Yoona dengan mimik muka yang dibuat selucu mungkin dengan jari-jari tangannya yang menari dengan indah diatas kepalanya untuk memperlihatkan memang tidak ada apa-apa didalam topi yang rupanya merupakan alat sulapnya itu. Mereka tidak penah tahu kalau Im Yoona menggunakan dua alat headshet dibelakang telinganya untuk memudahkannya berkomunikasi dengan orang yang berada dibelakang panggung yang tak lain tak bukan adalah suaminya sendiri, Tao. “Yoona, bersiaplah.” Instruksi dari Tao pun segera terdengar, Yoonapun segera tersenyum kearah para penonton.

“Ada yang mau membantuku untuk menciptakan keajaiban hari ini?” Yoona menatap keseluruh ruangan, mencari-cari sosok yang memang selama ini membantunya untuk membohongi para penonton.

“Ya! Disana, pemuda tampan nan tinggi. Hey pemuda pucat kemarilah!” ucap Yoona sedikit memekik memperlihatkan betapa bersemangat dirinya. Sehun, lelaki yang memang asisten sekaligus sahabat Yoona pun mengulum senyum dengan senangnya dia segera menaiki panggung dimana dia dan Yoona bisa berkolaborasi untuk membohongi para penonton mereka dengan trik sulap yang sudah mereka pelajari sejak lama. Sedikit kerlingan mata yang secepat kilat terlihat dari mata Yoona.

“Sebelum ini, aku ingin memberikan kalian hadiah manis terlebih dahulu.”

Yoona mengangkat kembali topi Xiumin, “Kalian tadi lihat, di dalam topi ini tidak ada apa-apa kan?” pertanyaannya dengan segera diiirngi anggukan penurut para penonton karena memang bukan hanya skill nya saja yang memukau tetapi kecantikan wajah dan tubuhnya yang seksilah yang berhasil menarik para pengunjung yang sebagian besar adalah penggemar prianya.

“Sim salabim, abrakadabra!”

Sedetik kemudian, topi tinggi yang terlihat biasa itupun mengeluarkan percikan api kecil dan voila! Keluarlah dasi panjang, dengan asal Yoona menunjuk salah satu pengunjung prianya untuk maju kedepan lalu dengan cekatan dia menyimpulkan dengan rapi dasi tersebut dileher pengunjungnya yang kebetulan mengenakan kemeja panjang. “Bagus bukan?” ucap Yoona sembari merapikan dan menepuk pelan pundak pria tersebut yang dibuatnya tergagap dengan aksi Yoona.

“Ayo kita lanjutkan! Pria tampan kembalilah ke kursimu,” ucap Yoona, pria tampan yang bername-tag Kim Jongdae pun segera mengikuti instruksi Xiumin untuk menuruni panggung dimana Yoona akan menampilkan aksinya yang utama.

“Siapa namamu?” Yoona berpura-pura tak mengenal Sehun yang sudah beberapa kali menemaninya menyiapkan aksi sulapnya itu. Tak menjawab, Sehun malah menerbangkan kerlingan matanya yang membuat penonton lain bersorak cemburu melihatnya. “Aku Sehun.”

“Baiklah Sehun-ssi. Apa kau siap mengorbankan nyawamu hari ini?” ucap Yoona, dengan aktingnya yang dibuat-buat Sehun menatap kaget kearah Yoona. “Aku memang penggemarmu sejak lama, tapi hey itu tak adil untukku mengorbankan nyawaku dipenampilan perdanamu di Korea,” dengus Sehun aktingnya membuat penonton lain tergelak. “Jadi apa aku harus melakukan ini agar kau mau melakukannya?” jawab Yoona yang dengan tiba-tiba mendekati Sehun dan mencium bibir pemuda tampan dengan kulit pucat dengan perlahan dan sangat lembut. Improvisasi yang dilakukan Yoona benar-benar membuatnya tergagap tanpa dibuat-buat. Sehun mengerjapkan matanya berulang kali dengan tampang kehilangan setelah beberapa saat bibirnya dan bibir Yoona terpisah.

“Apa itu cukup?”

“Baiklah.” Jawab Sehun yang diiringi dengan teriakan para penonton yang mengatakan Sehun sungguh beruntung itu.

“Jangan lupa kau buka pintu samping kirimu. Kiri.” Bisik Yoona saat Sehun mulai memasuki kotak kematian yang masih saja menjadi hits dalam permainan sulap meski sudah beberapa pesulap yang berkhianat dan memperlihatkan teknik asli dari trik sulap ini. Sehun sedikit mengangguk dan memasuki kota tersebut.

“Kalian pasti tahu apa yang akan aku lakukan setelah ini bukan? Aku akan menusuknya sebanyak tiga kali pada spot yng berbeda, tapi tidak dengan saat ini. Anda semua pasti akan menyaksikan bagaimana aku mencacah pria tampan yang membuatku ingin menciumnya tadi dari semua bagian kotak yang ada.

Xiumin yang cepat tanggap segera menambah properti pedang yang biasa digunakan menjadi dua kali lipat jumlahnya. “Lihatlah!” Yoona dengan tanpa ampun langsung menusukkan pedangnya kedalam kotak. “See?smirk terlihat diwajah Yoona yang melihat wajah kaget dari para penonton yang melihat darah mengalir dari kotak kematian buatan.

“Yoona, darah itu tidak ada didalam script!” pekik Tao pada headshet yang tersambung.

Raut wajah Yoona memucat dengan pasokan darah yang tiba-tiba membeku karena peristiwa yang sama sekali tidak diduga. Meski dengan kaki yang masih sulit digunakan untuk berdiri, Yoona dengan pelan dan lemah melangkah mendekati dimana kotak bersimbah darah itu berada. Kedua tangannya tertangkup didada diiringi barisan doa yang diucapkan dalam hati. ‘Semoga Sehun baik-baik saja Tuhan..’ lirihnya ditengah kekalutan staff lainnya yang mencoba menenangkan para penonton yang sudah panik dan membuat keributan dikursi tempat mereka menonton pertunjukkan.

Derap langkahnya yang terasa berat dan lambat akhirnya sampai pada tempat dimana saat itu juga Yoona langsung menempatkan jari-jari lentiknya diatas kotak tersebut, hendak membukanya.

Tiga…

Dua…

Satu…

.

.

.

TADAAA!

“Happy Birthday Im Yoona sayang!”

Pria yang ada didalam kotak tersebut bukanlah Sehun partner kerjanya, melainkan Tao partner hidupnya selama tiga tahun ini. Tao terlihat sumringah keluar dari kotak tersebut sembari memegangi kue ulang tahun untuk istrinya tercinta. Selang selang kecil dari plastik terlihat disisi kotak pertunjukkan yang selalu mereka jadikan properti, darah palsu pun mengalir dengan lancarnya disekitar ujung selang yang sengaja diarahkan keluar. Para penonton pun turut membeku karena melihat adegan yang seratus persen berbeda dari pemikiran awal mereka yang berpikir dalam hitungan menit akan menemukan mayat Sehun disana, didalam kotak tersebut.

“Yak! Apa yang kau lakukan!” marah Yoona pada Tao yang masih terkikik geli karena rencana yang sudah dipersiapkannya secara matang berhasil dengan sempurna. “Tenanglah sayang. Aku hanya ingin memberikan pesta kejutan untukmu. Tak lebih dari itu. Dan kebetulan Sehun bersedia bekerjasama denganku,” ucap Tao sembari mencari sosok yang dibicarakannya itu. Sehun masih terlihat mencoba berdiri dari tempat persembunyian yang sengaja ditukar agar Tao bisa menggantikannya. Kerlingan nakal nan menggoda dari seorang Sehun tak lantas membuat Yoona bisa berpaling dari Tao. Persahabatan yang terjalin diantara mereka, menyusupkan benih benih cinta diantara dua insan yang kini sudah terikat dalam sebuah hubungan yang lebih jauh lagi.

“Kerlinganmu sudah tidak berguna lagi, Sehun-ah!” teriak Yoona yang masih saja mengomel meski lilin-lilin yang sudah dinyalakan menunggunya untuk segera membuat permohonan di hari istimewanya dimana umur nya bertambah. Ekor mata Yoona melirik kearah Tao yang bersiap menginstruksikan para penontonnya untuk turut menyanyikan lagu pengiring saat Yoona akan meniup lilin.

~Saengil cukhamnida~~~ Saengil Cukhamnida~~ Saranghaneun uri Im Yoonaa~~~ Saengil Cukhamnida~

“Ayo tiup lilinnya, Chagi!” Seru Tao yang tidak sabar ingin melihat Yoona meniup lilinnya sambil membacakan doa didalam hatinya. ‘Semoga aku dan Tao bisa segera dikaruniai anak, Ya Tuhan Kabulkan!’ doa Yoona didalam hati. “Apa yang kau menjadi harapanmu?” tanya Tao dengan mata yang dipenuhi rasa penasaran karena istrinya berdoa dengan singkat.

“Ra-Ha-Si-A” ucap Yoona dengan penuh penekanan dengan bibir yang mengejek ke arah Tao.

“Ayo pungkas acaramu, Eomma sudah menunggu dirumah.” Bisik Tao seakan menyadarkan Yoona bahwa mereka masih berada diantara penonton yang merupakan penggemar Yoona.

“Aku ucapkan terima kasih pada semuanya yang ikut andil dalam pesta kejutan ini. Tanpa kalian aku bukanlah apa-apa. Sekali lagi kamsahamnida yeorobun!” seru Yoona dengan mata yang berkaca-kaca sambil membungkuk hormat kepada seluruh penontonnya itu. Para penonton pun bertepuk tangan dengan meriah untuk terakhir kalinya sebelum musik pengiring pertanda acara sulap telah berakhir benar-benar menyeruak dari segala penjuru arah dimana speaker ditempatkan.

.

.

.

“Kau jangan sekali-sekali mengejutkanku dengan hal seperti itu lagi, arachi?”ucap Yoona disaat keduanya kini berbaring cukup nyaman ditempat tidur mereka. Keluarga yang berkumpul telah selesai menyelenggarakan pesta Yoona dirumah dengan cukup meriah. “Hmm… Baiklah,” gumam Tao masih dengan buku misteri kesukaannya. “Kau sedang membaca apa?” mata Yoona yang penasaran mencuri pandang pada lembaran buku yang tengah dibaca suaminya. “Mempelajari teknik sulap yang lain disertai bumbu cerita yang menegangkan. Banyak yang bilang jika buku misteri bisa banyak menginspirasiku untuk membuat penampilanmu semakin memukau sayang.” Jawab Tao.

“Kalau begitu, kapan kau bisa memenuhi harapanku yang aku panjatkan tadi?” cicit Yoona sambil membalikkan badannya, memunggungi Tao.

“Apa?”

“Aniya,” jawab Yoona ketus.

Tao memandangi punggung Yoona istrinya yang saat ini tengah merajuk. “Aigoo, baiklah apa yang aku lewatkan saat ini? Bukankah aku sudah memberikanmu kado?” pertanyaan Tao membuat Yoona memegangi kalung berlian pemberian suaminya yang dipasangkan Tao sebelum mereka mandi.

“Bukan ini yang benar-benar aku inginkan.”

“Lalu apa?” tanya Tao yang semakin bingung, karena seingatnya sebulan yang lalu Yoona merajuk ingin dibelikan kalung berlian itu saat mereka jalan-jalan.

“Aku ingin anak,” ucap Yoona dengan pelan. Tao yang mendengarnya hanya tersenyum, dengan ide jahilnya dia berpura-pura tidak mendengar ucapan Yoona. “Apa? Aku tidak bisa mendengar ucapanmu,” godanya.

“Aku ingin anak darimu,” ucap Yoona lagi-lagi dengan suara yang pelan.

“Kemarilah. Ucapkan lagi,” pinta Tao seiringan dengan tangannya yang menarik pinggang istrinya agar Yoona tidur berhadapan dengannya.

“AISH! AKU INGIN ANAK!” teriak Yoona yang kesal karena ulah jahil suaminya.

“Baiklah. Sepertinya aku akan bekerja keras setiap malam untuk memenuhi permintaanmu itu. Dan maafkanlah aku yang tidak mengerti keinginanmu, bahkan terlalu sibuk bergelut dengan pekerjaanku.” Ucap Tao diiringi dengan kecupan-kecupan lembutnya yang menandakan permintaan Yoona sebentar lagi akan terpenuhi.

Seulas senyum tersungging dibibir Yoona dan Tao setelah keduanya saling menarik bibir masing-masing untuk sekedar membiarkan oksigen menelusupi rongga-paru-paru masing-masing.

“Kita akan segera mempunyai anak. Aku pasti akan mengabulkan permintaanmu itu dengan senang hati.” Tao kembali membawa Yoona kedalam dekapannya dan mencium ubun-ubun kepala Yoona dengan lembut.

THE END

PS: Anehkah?

22 thoughts on “My Wife is a Magician

  1. daebakk..ska bngtt
    aplgi pas yoona mnta anak..wkwkwk
    smpt kget jga,ada drh saat prtunjukkn slap yoona,,eh,trnyata itu hnya kjutn ultah dri tao..
    kereenn deh

  2. .aigoo daebak thor. Critanya brhasil membwt aku kaget bcanya pd saat trik/kejutan dr Tao. Aku pkir thuc bnaran darah sehun, eh trnyata bkn🙂
    critanya bgs kok n sosweet jg.
    Critanya gk aneh kok, yg aneh thuc yg gk bca nhe+ninggalin jejak bwt nhe ff😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s