(Freelance) Catastrophically (Prolog 1)

requestPark Nukyeon’s present

Catastrophically

staring

Im Yoona, Oh Sehun and Huang Zi Tao

Also

Choi Minho, Wendy Son, Lu Han and Kim Jongin as supported cast

PG17// Chaptered // Fantasy, Romance, Friendship

Thank you to Cassandra Clare for the inspiration and poster goes to imjustagirl @ artfantasy

 

All of the cast are belongs to God // This fanfic isn’t for a sider

Also published in Adara Ambrose

 

Catastrophically

Prolog 1

 Yoona’s side

Winter in 1998

Di musim dingin yang menusuk itu. Im Yoona atau yang biasa disapa Yoona atau Yoong ini sedang asyik bermain perang bola salju dengan sahabat kecilnya, Choi Minho atau Minho.

“Ouch, YAK Choi Minho, akan kubalas kau,” teriaknya.

“Coba saja jika bisa,” ledek Minho.

Mereka tetap saja asyik akan permainan itu tanpa sadar bahwa suhu di sekitar mereka semakin menurun. Tiba-tiba saja seorang ahjumma keluar dari pintu rumah yang berada disamping Yoona. “Tidakkah kalian masuk? Suhu semakin menurun,” ujarnya. Yoona dan Minho menengok ke arah yeoja tinggi itu.

“Tapi, ini sangat seru,” cemberut Yoona.

“Yoona kecilku, ayo masuk suhu semakin menurun, ibu takut kau sakit,” bujuk sang eomma. Yoona tetap tidak menghiraukan kata yeoja yang telah membesarkannya itu.

“Yoona, aku kedinginan, lebih baik kita masuk,” akhirnya Minho mengeluarkan suaranya. Ibu Yoonapun tersenyum pada Minho. Sedangkan Yoona hanya melotot tidak percaya, sejak kapan Minho tidak mendukungnya.

“Dengarkan apa yang Minho katakan? Ayo masuk,” bujuk sang eomma lagi. Kini, Yoona hanya menurutinya. Saat Yoona memasuki rumah itu, ia baru sadar bahwa suhu di luar memang sangat dingin sehingga saat ia memasuki rumahnya, ia merasakan kehangatan yang memeluknya. Yoona dan Minho duduk di ruang keluarga yang cukup besar itu.

“Ini,” ucap ibu Yoona sambil memberikan keduanya cangkir yang berisi hot chocolate.

“Kamsahamnida,” senyum Minho. Yoona hanya menerimanya dengan diam. Inilah, kenapa ia sangat benci berada di ruang keluarga. Disana terdapat foto ayahnya. Ayah yang telah meninggalkan Yoona saat ia masih bayi. Ibunya hanya menjelaskan bahwa ayahnya meninggalkan Yoona karena suatu urusan pekerjaan penting dan tidak pernah kembali lagi. Secara tidak langsung, ibunya mengajarkan Yoona untuk membenci ayahnya sendiri.

“Tidak bisakah aku dan Minho pindah ke kamarku? Aku muak disini,” geram Yoona.

Ibu Yoona sebenarnya tahu foto ayahnya itulah membuat Yoona tidak suka berada di ruang keluarga. Tapi, ibunya sengaja memasangnya karena untuk mengenangnya, “Ani, tidak boleh seorang namja dan yeoja berada di satu kamar hanya berdua,”

“Aish jinjja, kami baru berumur 9 tahun,” gerutu Yoona. Ibunya hanya menggeleng. Minho hanya cekikikan melihat muka Yoona yang cemberut.

“Apa yang kau ketawakan ha?” ketus Yoona.

“Bukan apa-apa,” pekik Minho. “Kalau begitu, aku pulang dahulu ya Yoong. Ahjumma, terima kasih atas hot chocolatenya itu sungguh enak,” lanjutnya. Lalu, ia berdiri. Ia mengambil jaket tebalnya itu dan memakainya.

“Hati-hati,” ujar Yoona. Minho mengangguk dan berpamitan pada sang eomma lalu berjalan keluar.

Saat Minho sudah pergi.

“Eomma, kenapa kau masih memasang foto bajingan itu disini? Itu sungguh membuatku tidak nyaman,” geram Yoona.

“Bagaimanapun juga, ia ayahmu. Dan tolong sekali, bisakah kau menjaga ucapanmu? Kau baru 9 tahun sayang,” ucap ibunya sambil mengelus kepala Yoona.

“Tapi-” ibu Yoona memasang wajah seperti ‘jangan katakan sesuatu tentangnya lagi’ dan itu membuat Yoona berhenti. “Baiklah, aku ingin tidur siang dahulu. Bangunkan aku jika sudah sore,” ujarnya. Ibunya mengangguk. Yoonapun meninggalkan ruangan itu dan berjalan ke kamarnya.

Berantakan

Itulah kata yang tepat untuk mengambarkan kamar Yoona. Yoona yang bersifat tomboy sejak lahir ini, memang tidak bisa berlaga layaknya seorang yeoja. Terkadang, ibunya tidak habis pikir bagaimana saat Yoona besar nanti.

Yoona merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Ya, ia tidak berbohong. Ia memang mengantuk. Pelan-pelan ia memejamkan matanya. Mimpi selalu saja ia bermimpi.

Kau berdarah malaikat. Itu tidak bisa dipungkiri lagi.

Kata-kata dari seseorang yang tidak jelas itu lagi. Lagi-lagi itu.

Tangan Yoona tergerak tetapi matanya tertutup, tetap tertutup. Ia seperti zombie, bergerak lunglai. Ia tertidup masih tertidur. Tangannya mencari sebuah barang diatas meja kecil dekat dengan tempat tidurnya. Dan ia mengambil sebuah spidol hitam. Tanpa sadar pula, ia menggambar sesuatu ditangannya. Sebuah rune, angelic power rune.

[Catastrophically]

“Yoona, Im Yoona bangun,” ketuk sang eomma. Tapi, tidak ada tanda-tanda dari Yoona. Ibunya pun membuka pintunya. Dan melihat Yoona terbaring di lantai. “Aish, jinjja,” gemas eomma Yoona. Ia menarik tangan Yoona yang Yoona timpa. Dan saat menariknya. Ia melihat apa yang ada di tangan Yoona. Ia tercengang. “Maldo andwae,” cemasnya. Dengan keras ia membangunkan Yoona.

“Ouch, apheo,” gumam Yoona yang masih setengah sadar.

“Ayo bangun,” tarik eomma terburu-buru.

“Eodiga?” Tanya Yoona.

“Sudah ayo bangun,” ulangnya. Yoona berdiri tegap. Mereka keluar rumah dengan cepat. Sang eomma bergegas mengunci pintu. Tidak tahu seberapa jauhnya itu, mereka berjalan kaki menuju tujuan mereka yang entah itu kemana.

[Catastrophically]

Tok tok

Ibu Yoona mengetuk pintu itu dengan kencang. Pintu itupun terbuka dan terlihat sesosok namja.

“Dia ingat lagi,” cemas eomma Yoona. Yoona menatap mereka bingung.

“Ada apasih eomma?” Ucap Yoona. Sang namja menatap Yoona dengan seksama dan mengalihkan pandannnya ke arah eomma Yoona lagi.

“Masuklah kedalam Taeyeon,” ucap namja itu. Eomma Yoona yang ternyata bernama Taeyeon itu menarik Yoona dengan paksa.

“Sakit eomma,” keluh Yoona.

Mereka memasuki ruangan yang penuh dengan ramuan.

“Minum ini,” namja itu memberikan Yoona sebuah minuman berwarna merah pekat.

“Tak mau,” ucap Yoona.

“Yoona, minumlah,” senyum Taeyeon.

“Rasanya seperti strawberry,” lanjut sang namja sambil tersenyum. Yoona mau tak mau meminumnya dan lama-kelamaan matanya terasa berat dan iapun tertidur di sofa itu.

“Ceritakan kejadiannya,” ujar sang namja.

“Aku tidak tahu Jinki, tiba-tiba saja saat aku menemukannya terbaring di lantai, ia telah menggambar rune itu,” jawab Taeyeon. Lee Jinki atau yang sering disapa Jinki ini adalah seorang warlock atau setengah manusia dan iblis. Ia adalah seseorang bukan seseorang, tepatnya ia setengah iblis yang sangat dipercaya oleh Taeyeon. Setengah iblis yang mempunyai kekuatan tidak terbatas.

“Tidakkah kau beritahu ia?” Tanya Jinki.

“Aku belum siap,” jujur Taeyeon. “Tolong hapus ingatannya,”

“Baiklah,” jawab sang warlock. Jinki membaca sebuah mantra dan menyetuh kepala Yoona. “Sudah,” ucapnya. Taeyeon mengangguk lega. Jinki pun membantu membawa Yoona yang masih tertidur atau mungkin pingsan ke mobilnya. Ia mengantarkan Taeyeon dan Yoona kerumahnya.

“Kamsahamnida,” ucap Taeyeon.

“Ne cheonmaneyo,” jawab Jinki lalu pergi menggunakan mobilnya itu. Mau tidak mau, Taeyeon harus membopong anaknya ini kedalam rumah. Dibaringkan Yoona di tempat tidurnya. Taeyeon pun menghapus tanda yang ada di tangan Yoona itu. Ia membangunkan Yoona dengan lembut.

“Bangun sayang,” ucap Taeyeon.

Yoona membuka matanya, “Oh, sudah sore ya?” Gumam Yoona. Taeyeon mengangguk dan tersenyum.

Tiap tahun.

Taeyeon membawa Yoona ke Lee Jinki.

Untuk menghapus ingatan Yoona.

Ingatan-ingatan baru Yoona.

Tentang siapa ia sebenarnya.

THE END

P.s : Halo semua, jadi Prolog yang pertama aku fokusin ke Yoona. Nanti pas di prolog ke 2 itu Tao dan prolog ketiga itu Sehun. Dan, ohiya kalau cerita ini mirip mortal instrument ya wajarin ajalah…udah jelas-jelas cassandra clare yang inspired aku. Ini juga FF freelance pertama yang aku kirim ke YoongEXO hoho

29 thoughts on “(Freelance) Catastrophically (Prolog 1)

  1. salam kenall………
    kyak pernah baca critanya ya…
    klau gk salahh novel mortal intrument..
    akuu suka citranya bagus,,,
    ditunggu klanjutanya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s