(Freelance) Secret Love (Chapter 2)

poster

Author _ Richa Zee

GENRE _ Romance | Comedy (?) | Family | School-Life

RATING _ PG-15

LENGTH _ Chaptered

CAST

Im YoonA | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung | Other

 

Happy Reading.. 🙂

 

Sudah hampir setengah jam Yoona berada di dalam toilet dan belum kembali juga. Luhan yang sedang mengikuti pelajaran guru Jung jadi khawatir sendiri. Bahkan ia tidak bisa menyimak dengan baik materi yang diberikan oleh guru muda itu.

Sebenarnya apa yang dilakukan gadis itu sih? Kenapa lama sekali? Jangan-jangan terjadi sesuatu padanya? Berbagai pikiran buruk memenuhi isi kepala Luhan. Sungguh ia tidak bisa tenang sedikitpun.

“Songsaengnim!” panggil Luhan akhirnya, ia memutuskan untuk segera menyusul Yoona ke kamar mandi.

“Ne! ada apa Luhan?” Tanya guru Jung.

“Saya mau minta ijin ke toilet “ Ucap Luhan. Pria itu langsung beranjak dari tempat duduknya.

“Eh..eh..eh..mau kemana? Aku belum memberimu izin Xi Luhan..” Gumam guru Jung. Wanita berusia 30 tahun itu melipat tanganya didada sambil melototi pria berwajah imut itu. Luhan yang tampak bingung, langsung duduk kembali ke bangkunya.

“Kau lihat, Im Yoona saja belum kembali sampai sekarang..Apa kau akan keluar juga?”

“Karena itu lah aku ingin menyusulnya Songsaengnim, aku takut terjadi sesuatu padanya di toilet..” Jawab Luhan jujur, sedangkan guru jung terperangah mendengarnya. Apa ada yang aneh? Begitu pikir Luhan.

“Mwoya? Dari sekian banyak wanita di kelas ini, kenapa harus kau yang menyusulnya Xi Luhan? Apa kau seorang wanita juga? Aku lihat wajahmu cukup cantik..”

“Hahahaha…”

Semua siswa tertawa mendengar ucapan guru Jung, termasuk Yura dan Chanyeol. Apa lagi Oh Sehun, sudah pasti pria itu yang paling keras tertawanya. Luhan berdecak sebal, apa keselamatan Yoona di anggap lelucon oleh mereka? Bagaimana jika benar terjadi sesuatu pada gadis itu?

“Bukan soal laki-laki atau perempuan Songsaengnim. Tapi masalahnya, disini hanya saya yang peduli pada Yoona. Saya hanya takut terjadi sesuatu padanya..”

Chanyeol dan Yura langsung berhenti tertawa setelah mendengar kalimat Luhan. Mereka sadar, jika pria itu pasti sedang menyindir mereka saat ini. Dari pada terkena masalah, lebih baik berhenti bukan?

“Kau yakin dia di toilet? Aku rasa anak itu sudah bolos entah kemana. Tidak mungkin terjadi apa-apa, jika hantu saja takut padanya..” Balas guru Jung cuek seperti menghiraukan kekhawatiran Luhan. Guru menyebalkan ini malah berbicara tak masuk akal sekarang.

“Yoona tidak seperti itu..” Bantah Luhan, ia melirik semua siswa yang ada di kelas. Tidak ada satupun dari mereka yang tampak khawatir pada Yoona, semuanya asyik dengan kegiatan sendiri.

“Songsaengnim..aku mohon sebentar saja, Yoona tidak mungkin berani membolos” Pinta Luhan sekali lagi, tapi guru Jung tak langsung menjawab ia terdiam sejenap memikirkan keinginan Luhan.

“Arraeso..Kim Yura, kau saja yang pergi! “ Seru Guru Jung tiba-tiba, Yura yang tadinya sempat melamun langsung tersadar kembali mendengar perintah Guru Jung. “Ne?”

“Susul Im Yoona ke Toilet, aku takut Luhan punya maksud lain..” Sindir guru Jung.

“Ah..Ne!” jawab Yura cengengesan, ia melirik Luhan tak enak hati yang tampak mati-matian menahan kekesalanya.

 

***

 

Di dalam kelas, Krystal tampak termenung di bangkunya. Ejekan Jongin tadi pagi benar-benar mengusik pikiranya. Kenapa pria hitam itu harus mengatainya menyedihkan? karena tak bisa memikat Sehun?

Lihatlah, karena hal itu Krystal jadi kepikiran Sehun terus. Belum lagi dengan cinta pertama Sehun, yang membuatnya tak bisa memiliki pria itu sampai saat ini.

“Aishh..! Si hitam itu benar-benar sukses membuatku tidak bisa Fokus..!” Pekik Krystal tertahan sembari mencoret-coret kesal sebuah kertas yang ada di atas mejanya.

“Kau kenapa? Apa soalnya terlalu sulit?” Tanya Luna teman sebangku Krystal. Karena sedari tadi ia melihat gadis itu tampak gelisah, dan tak kunjung mengerjakan soalnya.

“Eoh?” Tanya Krystal bingung “Ahh..Anyo!” Sambungnya lagi.

*

“Huh..habis sudah, sepertinya aku harus diet berbicara untuk beberapa hari ini” Desah Yoona pasrah sambil mengelus tenggorokanya yang terasa tercekat karena banyak berteriak.. Namun sialnya tidak ada satupun yang mendengarnya, apa orang-orang disini sudah tuli semua?

“Yoong..kau ada ada di dalam!?”

Tiba-tiba Yoona mendengar suara seseorang dari luar. Tunggu, sepertinya ia kenal suara itu?

“Yoong, ini aku Yura, kau ada di dalam tidak?”

Benar itu suara Yura! Akhirnya..Ia bisa keluar juga dari dalam toilet ini, dan ia bisa segera memberi pelajaran pada pria pucat itu. Tunggulah Oh Sehun..Yoona akan melayani permainanmu ini..!

“Yoong..?”

“Ne! aku didalam..! Yura, tolong buka pintunya! Aku terkuci disini..” Sahut Yoona.

Setela mendengar suara Yoona di dalam, Yura segera membuka pintu yang mengurung sahabatnya itu sedari tadi. Ia memastikan apakah Yoona baik-baik saja? Dan ternyata tidak ada satu lukapun yang tampak dari tubuh gadis itu, hanya saja Yoona tampak ngos-ngosan saat ini.

“Kau kenapa Yoong? Kau tampak kelelahan? Tidak ada sesuatu yang terjadi kan? Tapi bagaimana kau bisa terkunci disini?” Tanya Yura bertubi-tubi.

Yoona menggeleng pelan, ia terlalu malas untuk menjawab pertanyaan Yura saat ini. Bagaimana pun ia harus menghemat suaranya untuk memaki-maki Oh Sehun nanti.

“Ya sudah, ayo kita masuk..Pelajaran Jung Songsaengnim sudah hampir selesai..” Seru Yura kemudian.

 

***

 

‘Tok..Tok..Tok..’ Suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan kerja Oh Sejoong. Sesaaat pandangannya teralihkan dari berkas-berkas gila yang membuatnya pusing akhir-akhir ini.

Dengan gaya bicaranya yang khas, ia menyuruh seseorang di balik pintu itu untuk masuk ke dalam ruanganya. “Masuk..!” Serunya. Dan beberapa detik kemudian, sudah mencul seorang wanita cantik dari balik pintu itu.

Sejoong tertegun ketika melihat siapa yang datang. Ia tersenyum tipis pada wanita yang ternyata adalah sekretarisnya itu.

“Ternyata kau? aku kira siapa..” Kekehnya, yang langsung dibalas dengan senyuman manis oleh wanita itu.

Song Jihyun- Kemudian mendekat ke arah meja Sejoong sambil menaruh beberapa lembar kertas di atasnya “Periksalah..dan setelah itu tanda tangani jika kau sudah setuju dengan isinya..” Ucap wanita itu terdengar santai.

Sejoong mengangguk paham dan langsung memeriksa kertas itu “ Arraseo..Seperti biasa ide-idemu selalu cermelang ” Pujinya, sambil mulai menandatangani kertas putih itu.

“Ahh ya..bagaimana dengan anak-anak? Kapan kita pertemukan mereka?” Tanya laki-laki paruh baya itu tiba-tiba.

Jihyun tertegun sejenak, kenapa pria ini jadi membahas hal itu ketika masih di kantor? Bagaimana jika ada yang mendengar? Bisa-bisa rumor menyebar sebelum rencana berjalan.

“Kita bicarakan lain kali saja, ini masih dikantor..” Jawab Jihyun setengah berbisik, takut juga nanti ada yang mendengarnya.

“Tapi mau sampai kapan? Bagaimanpun juga anak-anak harus segera tahu hal ini. Kau tahu sendiri kan bagaimana mereka ketika disekolah? jika kita biarkan hal ini berlarut-larut, maka mereka akan semakin sulit menerima keputusan kita…” Jelas Sejoong panjang lebar

“Ya aku tahu, tapi..Yoona? Akh..aku benar-benar tidak yakin ia bisa menerima Sehun!” Erang Jihyun Frustasi

Sejoong menghela nafas panjang, tidak hanya Yoona, tapi Sehun juga pasti akan menolak rencana ini..lalu mereka harus bagaimana? Haruskah mereka memaksa si Tom & Jerry itu untuk menerimanya saja?

 

***

 

Setelah bel tanda pulang berdering, Yoona langsung berjalan ke bangku Sehun tanpa membenahi bukunya terlebih dahulu. Ia menatap tajam pria bermargakan Oh itu yang saat ini sedang sibuk mengemas buku-bukunnya kedalam tas. Luhan yang melihat Yoona mendekati Sehun pun jadi bingung sendiri karenanya.

“Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku terlalu tampan?” Tanya Sehun tanpa melirik gadis itu sedikitpun.

Yoona mendecih sebal melihat tingkah pria ini,bukanya merasa bersalah malah memasang tampang sok keren seperti itu! Yoona sampai ingin muntah saja melihatnya..

“Kurasa sudah cukup kau memangangi wajah tampanku untuk saat ini. Minggirlah..aku mau pulang!” Ucap Sehun yang kini sudah beradu tatapan dengan Yoona.

“Aigoo..kau memang benar-benar luar biasa Oh Sehun..” Sindir Yoona sembari melipat tanganya di dada, dengan cekatan ia meghalangi jalan untuk pria itu.

Sehun mendengus sambil mematap Yoona sebal. Apa yang di inginkan gadis ini? Apa dia belum puas memandangi wajah tampanya? sampai-sampai harus berbasa-basi untuk itu. Oh, Ayolah..Sehun tidak punya banyak waktu untuk melayani tikus kecil ini..

“Minggirlah! aku tidak ingin bermain-main denganmu Nona Im..” Perintah Sehun.

Yoona tersenyum remeh, apa pria ini sedang membuat lelucon sekarang? Siapa sebenarnya yang memulai permainan ini Eoh? Jadi di saat ia sudah menerimanya..kenapa harus dihentikan?

“Dengar Oh Sehun, seberapa bencinya pun kau padaku..kau tidak harus melakukan cara rendahan seperti itu! Kau sangat brengsek, kau tahu!” sergah Yoona sengit, membiarkan Sehun yang tampak kebingungan karena tingkahnya.

“Tapi..tidak apa-apa, berkatmu aku bisa menunjukan pada mereka seberapa hebatnya aku dalam permainan ini! Hahaha…” Oke, sepertinya Yoona sudah mulai menikamati permainan ini sekarang..

Namun berbeda dengan Sehun, pria itu tak berniat melayani ocehan Yoona untuk hari ini. Karena ia sendiri tak mengerti dengan apa yang dikatakan gadis ini..Menurutnya itu hanyalah taktik murahan yang gadis itu ciptakan supaya bisa berlama-lama dengannya..Cih Dasar Modus!

“Aigoo..apa kepalamu terbentur sesuatu Im Yoona? Atau kau salah makan apa tadi siang?” Ejek Sehun. Ia melirik ngeri Yoona yang sudah bersiap membalas celotehanya.

“Ne, aku salah makan sampai-sampai harus sakit perut..dan si bajingan Oh Sehun jadi punya kesempatan untuk mengerjaiku..!”

“Mwo??”

*

“Krystal..!”

Gadis itu menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Dan ternyata..Si Hitam? Aishh..Mood Krystal bisa bertambah buruk jika bertatapan dengan pria itu lagi. Dengan segera Krystal memercepat jalanya supaya Jongin tidak bisa mengejarnya.

Jongin yang tadinya ingin menghampiri Krystal jadi kebingungan sendiri sambil menggarut kepalanya yang tidak gatal. “Kenapa dia menghindar? Ahh..aku tahu! Pasti dia mau bermain petak umpet dulu? Hmm..Arraseo, aku akan melayanimu gadis manis..” Kekeh Jongin penuh percaya diri.

Mengetahui Kim Jongin masih mengejarnya, Krystal semakin mempercapat langkahnya bahkan ia sudah berlari-lari kecil saat ini. “Aishh..kenapa anak itu harus mengikutiku sih? Menyebalkan!” Grutu Krystal.

“Hey, Krystal Jung tunggu aku!“ Teriak Jongin, berharap gadis itu mau menghentikan larianya. Tapi coba lihat? Krystal semakin gencar saja berlari menuju gerbang sekolah. Sampai-sampai Jongin sudah tidak sanggup lagi mengejarnya.

“Aigoo..petak umpet sih petak umpet, tapi tidak perlu seperti ini juga! Tidak tahu apa, kalau aku sedang kelaparan?” Rutuk Jongin sambil memegangi perutnya yang terasa keroncongan.

Krystal mengendap-endap memperhatikan gerak gerik Kim Jongin. Takut juga pria itu akan muncul tiba-tiba seperti biasanya. Tapi batang hidung pria itu sudah tidak kelihatan, Ahh..Syukurlah..

“Sepertinya ia sudah tak mengejarku lagi” Gumam Krystal senang. Akhirnya ia bernafas lega, tanpa harus mendengar ocehan pria menyebalkan itu. Dan sekarang ia bisa pulang dengan GEMBIRA!! Ehh..tunggu, sepertinya ia melupakan sesuatu? Apa?

“Omo! Sehun? Aigoo…gara-gara si hitam itu aku jadi melupakannya. Ah..Sehun pasti kecewa karena aku tak menjemputnya di kelas. Ini semua karenamu Kim Jongin!”

*

“Atas dasar apa kau menuduh aku yang melakukanya? Apa kau punya bukti?” Tanya Sehun dingin, setelah mendengar penjelasan dari gadis itu barusan.

Yoona tersenyum tak percaya mendengar ucapan Sehun. Mwo? Atas dasar apa?

“Atas dasar kecemburuanmu padaku! Tidak perlu bukti, tidak butuh saksi..! Semua orang juga tahu, hanya kau yang bisa melakukan trik kotor seperti itu! Cih..apa aku terlalu berat menjadi sainganmu Oh Sehun?” Balas Yoona sengit.

“Yoong..”

“Jangan ikut campur Xi Luhan..ini urusanku dengan bajingan kecil ini!” Tahan Yoona.

“Yoong, kau sudah salah paham..” Seru Luhan , ia benar-benar takut kedua orang ini akan bertengkar lagi nantinya.

“Ck, sudah kubilang berhenti ikut campur ! Atau kau yang akan ku hajar!” Ancam Yoona, entah mengapa lama-lama ia jadi mulai kesal dengan pria berwajah cantik itu.

Sehun memburu nafas sebal. 2 manusia ini benar-benar sudah membuang waktunya dengan percuma. Apa tidak ada hal yang lain yang dapat mereka lakukan selain berbicara omong-kosong seperti ini?

“Hey gadis Sinting, sekarang katakan apa maumu? sungguh..aku tidak punya waktu melayanimu” Balas Sehun akhirnya.

“Mauku? Kau tanya apa mauku Oh Sehun? Jika ku beri tahu apa kau kan mengabulkanya??”

Luhan berdecak frustasi, kenapa sulit sekali memberi tahu gadis ini kalau.. “ Bukan dia Yoong, aku yakin bukan dia yang menguncimu di kamar mandi, bahkan dia tidak keluar dari dalam kelas.” Jalas Luhan cepat sebelum Yoona mengamuk lagi.

Tapai bukanya berhenti, malah Yoona berbalik menyalahkanya “Mwo? kenapa kau jadi membelanya Luhan? Apa kau lupa seperti apa akal busuk si brengsek ini?”

“Aku tidak membelanya, tapi..”

“Mungkin dia memang tidak keluar, tapi bisa jadi kan, ia menyuruh orang lain yang melakukanya..pacarnya itu mungkin?” potong Yoona, ia masih memandang Sehun tajam, seolah akan menguliti pria pucat itu hidup-hidup.

“Ey..Ada apa ini? Ada pertunjukan apa?”

Dengan tiba-tiba suara Krystal hadir di antara mereka. Tapi bodohnya gadis itu malah tidak memahami situasi saat ini. Sehingga ia mengira ada pertunjukan seru yang terjadi di kelas Sunbae nya itu.

Yoona mendengus melihat kedatangan Krystal yang langsung menghampiri Sehun. Seperti biasa, Krystal langsung menggandeng tangan pria itu namun dengan cepat, segera di tepis oleh Sehun.

“Hwah..benar-benar pasangan serasi, kalian sangat cocok! bahkan kepribadian kalian sama persis..!” cibir Yoona

“Benarkah? Kami terlihat cocok Eonni!?” Tanya Krystal girang, yang tentu saja langsung di pandang aneh oleh semua orang. Ada apa dengan gadis ini?

“Ne..sama-sama tidak tahu malu..” Tambah Yoona

Krystal memekik tak percaya atas ucapan Yoona, apa-apaan Sunbae ini? “Yak ! Yoona Eonni..kau pikir..”

“Terima kasih atas pujianmu.. itu artinya aku sudah boleh pergi bukan?” Gumam Sehun tiba-tiba, seolah tidak terjadi apa-apa barusan. Dengan tenang Ia malah kembali menggandeng tangan Krystal dan melewati Yoona begitu saja.

“I..ige Mwoya?? Aissh..bajingan itu, Yak Oh Sehun! Kembali kau..! Kau pikir masalah ini sudah selesai begitu saja Eoh? Yak!!” Teriak Yoona kesal setengah mati.

Tapi tidak dipedulikan lagi oleh Sehun, pria itu langsung pergi meninggalkan ruangan itu. Membiarkan para siswa lain melongo memandangi langkahnya bersama Krystal. Sedangkan gadis itu masih sempat-sempatnya memeletkan lidahnya kearah Yoona.

“Aishh. Jincha!! Tunggu saja kalian Eoh! ini sudah hampir sampai di batas kesabaranku..dan jika saat itu sudah tiba! bersiaplah untuk menggali kuburanmu sendiri Oh Sehun! Krystal Jung!” Ketusnya, sambil melempar pandangan sinisnya ke semua orang yang sejak tadi menonton pertengkaranya dengan Oh Sehun.

‘Hey kalian! Untuk apa masih berdiri disana? Kalian pikir ini Pertunjukkan Teater? Drama musikal? Bubar semuanya!” Amuk Yoona frustasi. Sungguh ia benar-benar kesal sekarang.

“Yoong..” Panggil Luhan lembut, pria itu akan mencoba melerai amarah Yoona. Tapi langsung di tahan oleh gadis itu.

“Chakkaman! Aku sedang marah padamu jadi jangan mendekatiku Xi Luhan..”

“Tapi..”

“Sekali lagi kau melangkah, jangan harap kau bisa menyontek lagi padaku!” potong Yoona.

“Mwo?”

“Kau membela si kutu babi itu kan? Jadi berteman saja denganya! dan untuk hari ini..jangan harap kau bisa main kerumahku!” Ancam Yoona sesaat sebelum pergi meninggalkan Luhan yang tampak bingung seorang diri.

Sepeninggalan gadis itu, Luhan berpikir keras. Apa keputusanya membela Oh Sehun sudah benar? Bagaimana pun juga ia sudah membuat Yoona merajuk, dan ia sangat tahu bagaimana sulitnya mengubah mood gadis itu agar kembali seperti semula.

Tapi ia juga tidak bisa menuduh Oh Sehun sembarangan, sementara selama jam pelajaran Sehun berada di dalam kelas bersamanya. Dan di disisi lain, ia juga bingung siapa sih yang sebenarnya yang menjahili Yoona? Krystal kah? Tapi sepertinya bukan dia juga..Lalu siapa? Entahlah…

 

***

 

“Annyeong..!! Abeonim..! Sehun~ahh..aku datang!”

Suara heboh Krystal langsung menggema ketika memasuki kediaman mewah milik keluarga Oh itu. Senyuman merekah tertera diwajah cantiknya sambil membawa beberapa kantong plastik menuju ke ruang dapur. Ia bersenandung ria, sembari menata lemari Es milik Ayah dan anak itu dengan serapi mungkin.

“Yak Krystal Jung, apa ini rumahmu? Kenapa kau datang setiap hari Eoh?” Cibir Sehun begitu mendapati Krystal tengah menata kulkasnya. Dan tak lama kemudian datang Oh Sejoong – Ayah Sehun yang akan bergabung dengan mereka.

“Wah..sepertinya Krystal sedang banyak uang, kenapa ia selalu membawa belanjaan setiap datang kemari?” Kekeh Ayah Sehun. “ jangan-jangan ia mencuri dari dompet ayahnya..” lanjut pria paruh itu tersenyum jahil.

Krystal menghiraukan perkataan dari Ayah dan anak itu. Ia terlalu sibuk untuk membalas gurauan kedua pria ini..

Memang bukan hal yang aneh lagi, jika Krystal sering berkeliaran di rumah Sehun. Semenjak masih kecil mereka sudah saling mengenal, terlebih Ayah dan ibu Sehun adalah sahabat dari kedua orang tua Krystal.

Dan seperti yang diketahui banyak orang, Krystal akan selalu mengikuti sehun kemana-mana. Bahkan saat Sehun dan ayahnya pindah ke New York dulu, Krystal dengan setia mengikuti Sehun . Dan saat Sehun kembali, ia juga kembali. Jadi tidak usah heran jika Krystal bisa sedekat ini dengan keluarga Sehun, apa lagi semenjak Ayah Sehun bercerai dengan ibunya, dialah yang selalu menghibur pria itu.

Tapi sayangnya, Sehun tidak bisa melupakan sosok Princess kecilnya dulu. Bagi Sehun, jika memang berjodoh pasti ia kan bertemu lagi dengan Princess kecil yang selalu menemani tidur indahnya itu. Dan karena kendala itulah Krystal tak punya kesempatan sampai hari ini.

*

“Sehun~ahh..”

Pria pucat itu menoleh kala pintu kamarnya sudah dibuka oleh sang Ayah. Sudah jelas pasti Ayahnya akan mengajaknya bicara, memangnya apa lagi?. Dan jangan pernah berpikir jika Ayahnya itu akan cukup berbicara dalam waktu 1-2 Jam saja.

Tapi sepertinya, Sehun belum mengerti apa arti nasehat yang selalu Ayahnya berikan kepadanya. Ia hanya beranggapan jika Ayahnya itu hanya melampiaskan Hobby berbicaranya yang tidak cukup jam di kantor, jadi dialah yang menjadi korbannya. Buktinya sang Ayah sering mungungkit-ungkit masalah bisnis, yang tak sedikitpun menarik perhatian Sehun. Begitulah pikirnya.

“Sehun~ah, Kau sedang sibuk?” Tanya Sejoong memastikan, ia melihat Sehun sedang focus pada layar laptop nya.

“Ne..aku sedang banyak tugas Appa, jadi kita bicara lain kali saja Eoh?” jawab Sehun tanpa basa basi.

Sejoong mengangkat alisnya bingung, dari mana anak ini tahu jika ia akan mengajaknya berbicara? Apa Sehun sudah terbiasa dengan hal itu? Atau jangan-jangan Sehun mempunyai indra ke 6? Aigoo..kenapa sekarang ia malah berpikiran tidak logis seperti ini? Pasti karena ia terlalu gugup untuk menyampaikan berita ini pada Sehun.

“Sehun~ah..Appa akan bicara 5menit saja..” bujuk Sejoong, yang masih berada dimbang pintu kamar Sehun.

“Shireo..jika Appa bilang 5 menit pasti akan jadi 5 jam..” Tolak Sehun segera.

Sejoong sendiri terbelalak, apa yang di katakan anak ini? Bagaimana mungkin ia sanggup bicara sampai 5 jam? Ada-ada saja..sepertinya Sehun suka melebih-lebihkan..

“Baiklah..Tidak sampai 3 menit..jadi dengarkan Appa, bicara Eoh?”

“Geurae. Kalau begitu Appa bicaralah..aku akan mendengarkan..” Jawab Sehun, namun ia masih Asyik dengan kegiatanya sendiri.

“Kau dengarkan baik-baik ara!? “ Sejoong menarik nafasnya sejenak “Sehun~ah, Appa…ingin menikah lagi”

*

.”Mwoya?? Me..menikah? Eomma akan menikah lagi!?” Tanya Yoona kaget, sekaligus tak percaya dengan ungkapan ibunya yang sangat tiba-tiba ini. Kalau tidak hati-hati, bisa-bisa ia tersedak karena ibunya memberitahu berita heboh itu disaat mereka sedang makan malam.

“Ne..dia adalah atasan Eomma di kantor..”

“Mwo? Geunde Eomma, ke..kenapa begitu mendadak? Aku bahkan belum tahu siapa orang itu..Eomma, tidak terjadi kecelakaan bukan?” Tanya Yoona menyelidik.

Jihyun mendengus setelah mendengar pertanyaan putriya itu, apa maksudnya terjadi kecelakaan? Anak ini..kenapa suka sekali berpikiran yang tidak-tidak? Memangnya salah jika ia ingin menikah lagi?

“Aku belum sempat mengenalkanya padamu..dan apa tadi? Terjadi kecelakaan? Yak! Kau pikir ibumu ini wanita macam apa Eoh?!” serang Jihyun sambil menjitak kepala gadis itu geram.

“Aw! Eomma..!” Ringis Yoona sebal, jujur ia masih terlalu kaget dengan berita ibunya yang tiba-tiba ini.

Jihyun teriam sejenak, membiarkan Yoona bergulat dengan pikiranya sendiri. Ia mengerti pasti Yoona sangat shook sekarang. Karena selama ini ia tidak pernah mengenalkan siapapun sebagai calon pengganti Ayah Yoona , yang telah meninggal 8 tahun yang lalu.

“Yoona~Ah..apa kau tidak setuju dengan rencana Eomma?” Tanya Jihyun lirih, walalaupun ia sudah yakin pasti Yoona tidak akan setuju jika tahu dengan siapa ia akan menikah.

“Eoh..? ” Yoona tersadar dari lamunanya kala mendengar pertanyaan sang ibu. Tapi walaupun begitu, ia tidak tahu harus menjawab apa. Sebab sebelumnya Yoona tidak pernah berpikir jika ibunya akan mencari pengganti Ayahnya.

“Anyo..hanya saja aku terlalu kaget Eomma..” sambungnya.

 

***

 

Di dalam kamar Sehun menghela nafasnya berkali-kali. Pemuda itu sudah terbaring di atas ranjang, namun belum bisa terpejam karena mengingat pernyataan Ayahnya beberapa waktu yang lalu. Ia menelan ludahnya getir sambil bergumam menatap sebuah ketas berisikan gambar anak-anak.

“Menikah? Itu artinya..Appa tidak akan bisa bersatu dengan Eomma lagi..dan Princess kecil itu? Ahh..mungkin aku tidak akan pernah bertemu denganya lagi.” Lirihnya kecewa, ia mulai mengingat kembali gadis masalanya itu..

*

“Jadi hari ini, kau akan menyusul ibumu ke Amerika?” Tanya seorang gadis kecil setelah mendapat pengakuan dari teman lelakinya yang tak lain adalah Sehun.

“Em..Apa kau mau ikut dengaku?” Sehun balik bertanya, mungkin bagi seorang anak berumur 9 tahun, tidak mengerti dengan apa yang dikatankanya sendiri. Tapi tidak dengan Sehun, ia betul-betul berharap gadis itu akan ikut denganya.

“Kalau bisa aku akan ikut, tapi aku tidak mau meninggalakan Eomma..dia pasti akan merindukanku..” jawab gadis itu sedih.

Sehun juga tak kalah sedih, ia juga tidak mau berpisah dengan teman yang baru di kenalnya beberapa hari itu. Tapi dia harus bagaimana? Orang tuanya bertengkar, dan ibunya kabur ke Amerika. Karena itulah Ayahnya memutuskan untuk menyusul ibunya.

“Jadi kita tidak akan bertemu lagi?” Tanya Sehun “Mungkin” jawab gadis itu.

“Kalau begitu apa aku boleh tahu namamu sekarang?” Tanya Sehun lagi..

Gadis kecil itu ternsenyum manis sambil menatap Sehun dalam “Ani. Jika kau tahu namaku maka aku tidak berhak lagi menadapat sebutan Princess darimu..Bukankah kau memanggilku Princess karena tidak tahu namaku?”

“Ne..tapi..”

“karena itu tetaplah panggil aku seperti itu, aku suka dengan nama itu..” potongnya.

“Tapi jika aku tidak tahu namamu..bagaimana aku menemukanmu suatu hari nanti?” Sehun tampak berpikir.

“Aku tidak tahu..tapi aku punya sesuatu untuk mu?”

Gadis itu kemudian mengeluarkan sebuah gambar dari dalam tasnya, gambar yang sederhana namun sangat luar biasa untuk kemampuan seorang anak berusia 9 tahun. Gambar itu berisikan 3 orang manusia yang saling bergandengan.

“Kau tahu..aku menggambar ini setelah mendengar ceritamu waktu itu, aku berharap keluargamu bisa akur lagi seperti dulu..” jelasnya sambil menunjuk ketiga orang itu “ Ini Ayahmu..ini ibumu..dan ini adalah kau..” sambungnya sengan senyuman ceria.

Sehun tampak begitu kagum melihat gambar itu, keluarga yang seperti inilah yang selalu di inginkanya“Gomawo…kau menggambarnya dengan sangat baik..aku suka sekali” ungkapnya tulus.

Gadis itu tersenyum sekilas, namun kemudian ia melentangkan telapak tanganya untuk meminta suatu juga dari Sehun “Mana hadiah untukku?”

“Ne?”

“Hey..kau kira gambar itu gratis? Aku bahkan tidak tidur semalaman hanya untuk menggambar itu..” Candanya..

“Mwo?”

Gadis itu terkekeh pelan, ia merasa puas karena telah berhasil menggoda Sehun “Hahaha..Aku bercanda..kenapa kau begitu serius Eoh? Ey..wajahmu terlihat merah..” Godanya lagi sambil menyingkul lengan Sehun. Namun pria itu tampak sedang berpikir.

“Hey Princess kecil..”

“Wae?”

“Bolehkan kita bertemu lagi jika orang tuaku sudah akur kembali?”

Gadis kecil itu tampak tak mengerti kemana arah pembicaraan Sehun namun ia tetap mendengarkanya.

“Aku pergi karena orang tuaku bertengkar dan aku kembali karena mereka sudah baikan..Saat hal itu terwujud maukah kau berjanji untuk berteman denganku lagi..”

Oh..jadi itu maksudanya? “Ne..Tentu saja..saat mereka sudah akur kembali..Tuhan akan mempertemukan kita lagi..” jawab gadis itu yakin.

“Kalau begitu kau harus bawa liontin ini, ini adalah liontin milik ibuku..Liontin ini akan menjadi pengenal, ketika nanti kita bertemu lagi..”

Sehun tersnyum getir mengingat masa kecilnya yang telah berlalu begitu saja. Sekarang ia sudah kembali, tapi tetap tak bisa menemukan Princess kecil itu, Apa karena orang tuanya belum akur?

 

***

 

Hari itu Luhan mondar-mandir di depan pintu rumah Yoona. Ini sudah lewat beberapa hari dari kejadian di sekolah itu, di saat Yoona marah padanya. Dan sekarang ia datang untuk minta maaf dan menjelaskan jika sahabatnya itu sudah salah paham.

Tapi lihatlah, apa yang dilakukan oleh Flower boy itu? Dia hanya mondar-mandir tidak jelas sedari tadi..

“Tekan, tidak? Tekan, tidak? Akhh..Aku pasti sudah gila sekarang!”

“Omo! Siapa ini?”

Luhan terlonjak kaget begitu Yoona membukakan pintu rumahnya, sungguh ia benar-benar jantungan saat ini. Gadis ini muncul bahkan sebelum ia menekan bel. Jika begini, apa yang harus dilakukanya? Bahkan kata-kata permohonan maaf yang sempat di hafalnya tadi malam menghilang begitu saja..

“Yoong..Aku, ”

“Eomma! Ada tamu untumu! ” Potong Yoona sekenanya, seolah tak mengenal Luhan sama sekali.

“Nugu!?” Teriak ibu Yoona dari dalam, dan sedetik kemudian wanita cantik itu sudah muncul dari balik pintu.

“Mana tamunya?” Tanya Jihyun, ia melirik-lirik disekitar halaman rumahnya, tapi tidak ada siapapun yang datang.

“Dia!” jawab Yoona, ia menunjuk Luhan namun matanya ia buang jauh-jauh dari pandangan pria itu.

“Aishh…dasar gadis gila!” sahut Jihyun, sambil menonyor kepala Yoona sebal.

“Aww..Eomma!” Ringis Yoona, ia sangat kesal mengapa ibunya hobby sekali bermain kepala sih?

“Luhan, kau mencari dia kan? Bicaralah..dan kau Yoona! Setelah itu bersiaplah karena kita akan pergi” Ucap Jihyun ,yang sukses membuat kedua orang itu kebingungan.

“Pergi? kemana?” Tanya Yoona bingung, karena sebelumnya sang ibu tidak mengatakan apapun.

Sejenak Jihyun tersenyum aneh, kemudian mulai menjawab “Bertemu calon Ayah dan saudaramu..”

“MWO!!?” pekik Yoona dan Luhan bersamaan.

 

To Be Continued

“ Hay..Hay.. semuanya..??# tebartebarsenyum# kembali lagi dengan lanjutan ff yang semakin gaje ini. Maaf banget buat para Readers sekalian yang banyak kecewa dengan ff yang amburadul ini. Jujur, awalnya aku sendiri bingung, apa harus ngelanjutin FF ini atau berhenti aja? tapi setelah dipikir-pikir, apa salahnya mencoba..siapa tahu makin kedepanya makin lebih baik kan?

Dan hal itu cuma dapat terwujud kalau para Redaers selalu setia mendukung Author dengan mengklik Like, dan selalu memberi Kritik dan saran untuk kelanjutan ff ini..dengan begitu Athor bisa lebih semangat nulis tentunya../ Oke dah..kalau begitu selamat beraktivitas kembali dan sampai jumpa di Next Chapter..! / Gomawo sudah mau membaca ff ini Chingu.. J

 

 

43 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 2)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s