(Freelance) Oneshot : Lazy Girl

lazy girl

Author _ Richa Zee

GENRE _ Romance | Fluff

RATING _ PG-15

LENGTH _ Oneshot

Cast

Im Yoona| Xi Luhan | Other

~Note~

Annyeong..!!

Aku kembali dengan FF kedua aku, setelah sebelumnya ada Secret Love yang masih sampai Chapter 2. Makasih banget atas dukungan para readers yang udah RCL di ff sebelumnya..jujur aja aku sebenarnya kurang berbakat dalam menulis. Tapi lagi belajar kok..hehehe…

Jadi maaf banget kalau ceritanya jelek, aneh dan gak sesuai dengan harapan readers. Terutama buat alurnya yang pasaran, dan Typo yang entah kenapa gak bisa aku hindari walaupun udah di edit berkali-kali.. tapi semoga saja para readers suka dan bisa terhibur ya..

Happy Reading 🙂

 

“Aaaaaahh!!!”

Seorang gadis cantik mengeluarkan pekikanya ketika tubuhnya sudah basah di guyuri air. Mengapa bisa? Padahal saat ini ia sedang tidur di ranjangnya, hari juga tidak sedang hujan, dan kalaupun hujan tidak mungkin kan atap kamarnya bocor? Lalu dari mana asal air tesebut?

“Yak Xi Luhan ! tidak bisakah kau membangunkanku dengan cara TERHORMAT!!?” Teriak gadis itu yang sengaja menekan kata TERHORMAT pada pria yang tengah berdiri cuek di hadapanya.

“Aku sudah membangunkanmu lebih dari 10 x Nona Im..jadi tidak salah jika akhirnya air ini lah yang menggantikanku” Ucap Pria itu menyeringai.

“Sudah cepat bangun! setelah itu kita ke kampus sama-sama..” Tambahnya, kemudian berlalu dari kamar gadis yang sedang menatap geram dirinya.

“Aishh jinjja..sebenarnya siapa yang Tuan rumah disini? “ Gumamnya seorang diri, setelah Luhan menjauh dari kamarnya.

Im Yoona- itulah nama lengkapnya. Seorang gadis pemalas yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi di tingkat ke 5. Sebenarnya ia tidak mau kuliah, ia tidak suka ketika pelajaran-pelajaran membosankan itu mengobrak-abrik otaknya.

Namun karena paksaan dari orang tuanya, serta takut jika kekasihnya Xi Luhan di ganggu oleh gadis lain. Akhirnya Yoona terpaksa kuliah hanya untuk mengawasi pria itu, yang memang sangat populer di kalangan Yeoja.

*

“Ayo berangkat!” Seru Yoona yang sudah siap dengan kemeja hijaunya. Gadis itu tersenyum manis ke arah Luhan. Namun pria imut itu malah mengernyit aneh padanya.

“Wae ?” Yoona bertanya sambil memperhatikan bagian tubuhnya yang di pandangi Luhan. Pria itu tampak geleng-geleng kepala setelahnya.

“Kenapa kau cepat sekali? Aku tidak sampai menunggu 10 menit..” Tanya Luhan. Ia menatap curiga gadis itu.

“A..Aku,.., Aku tidak mau kau menunggu teralu lama! Sangat menyebalkan ketika mendengar ocehanmu, makanya aku cepat-cepat..” Jawab gadis itu dengan lantang. Namun Luhan tampak tidak yakin.

“Apa kau tidak mandi?” Tanya Luhan kemudian.

Yoona terkejut mendengar pertanyaan Luhan. Kenapa pria ini bisa tahu? Apa dia terlalu cepat? Pikirnya dalam hati.

“Benar kau tidak mandi?” Luhan mengulang pertanyaanya, ia masih menunggu kekasihnya itu mengeluarkan suara.

Yoona berdehem sebelum menjawab pertanyaan Luhan “Ehmm..Tentu, Tentu saja aku sudah mandi..kau pikir aku semalas itu Eoh?”

“Dengan air yang tadi aku siramkan padamu?”

“Mwo!?” Pekik YoonA gelagapan.

“Ck ck ck..sudah ku duga, cepat mandi sana! Jika tidak, jangan harap kita bisa bertemu hari ini..” Ancam Luhan. Kemudian berlalu dari pandangan Yoona.

“Yak ! Xi Luhan ! mana bisa seperti itu ! Yak !”

Luhan tersenyum puas karena sudah berhasil menggoda si Lazy Girl itu lagi..

 

***

 

Jam sudah menunjukkan pukul 12:30 wib- sekarang sudah waktunya makan siang, tapi Yoona belum juga bertemu dengan Luhan. Tampaknya pria itu serius dengan ancamanya tadi pagi.

“Aishh..si Rusa jantan itu, apa dia pikir aku ini hanya lelucon Eoh? apa pentingnya mandi pagi jika aku selalu wangi seperti ini?” Batin Yoona Sebal. Ia menunggu Luhan di sebuah kantin bernuansa hitam-putih.

“Hey Yoong..” Sapa seseorang.

Yoona tersenyum manis ketika melihat siapa yang datang “Sunbae..!”

Pria itu mengangguk sambil menarik kursi diepan Yoona “Kau sedang menunggu siapa? Luhan?” Tanya pria itu.

“Ne..apa Sunbae melihatnya?” Tanya Yoona berbinar. Berharap pria bernama Lee Donghae itu megetahui keberadaan kekasihnya.

“Em..tadi aku melihatnya di perpustakaan bersama Naen..” Jawab Donghae.

Naen? Sepertinya Yoona pernah mendengar nama itu..

Omo! Naen? Bukankah gadis itu juniornya yang terkenal pandai menarik perhatian para Sunbae? Apa sekarang ia sedang mencoba mencari perhatian Luhan? Kekasihnya?

Aishh…Andweeee! Yoona tidak akan pernah membiarkan gadis genit itu menggoda Luhan, TIDAK AKAN!!

Setelah mengetahui informasi dari Senior yang dekat denganya itu, Yoona langsung lari terbirit-birit menuju perpustakaan tanpa mempedulikan Donghae yang sudah capek-capek menemuinya.

“Awas saja kau Son Naen! Jika sampai berani mengganggu pacarku, akan ku pastikan kau tidak akan pernah menjadi senior tahun depan!”

*

Akhirnya Yoona sampai diperpustakkan dengan nafas ngos-ngosan. Yeoja cantik itu segera masuk sambil mencari-cari keberadan Luhan. Namun namja itu tidak ada disini, begitupun dengan gadis yang bernama Naen itu. Lalu dimana Luhan? Apa Donghae sedang membohonginya?

“Oppa..ayolah..kumohon ajari aku ya? masak kau tidak mau mengajari Juniormu..”

Yoona terperangah ketika melihat dua orang masuk ke perpustakaan itu.Yah- orang yang sedang di carinya. Tapi apa ini? Luhan membiarkan Yeoja centil itu bergelayut manja di tanganya? Namun jika ia yang melakukan itu, langsung di tepis oleh Luhan. Tapi Son Naen..? Luhan…membiarkanya begitu saja?

Tanpa terasa air mata terjatuh di pipi Yoona. Ia begitu kesal melihat adegan itu, mengapa Son Naen yang bukan siapa-siapa bisa melakukan itu? Sedangkan dia yang jelas-jelas kekasih Luhan sendiri, tidak boleh melakukanya.

Ini tidak adil..! Luhan sama sekali tidak penah menganggapnya sebagai pacar! Ia hanya dijadikan mainan oleh pria itu “ Ya, hanya mainan!” Itulah yang dipikirkan Yoona saat ini.

 

***

 

“Yoona~yahh..! Apa kau tidak ingin makan? Cepatlah turun kebawah..kau bahkan tidak makan apa-apa dari tadi siang..!”

Suara teriakan Eomma Yoona menggema di rumah mewah itu, sampai tentangga sebelah juga bisa mendengarnya. Ini sudah kesekian kalinya wanita paruh baya itu meneriaki Yoona agar segera turun dan makan malam bersama.

“Cih..aku akan sangat gila bila masih bisa makan setelah apa yang kulihat tadi siang..” Gumam Yoona, yang tentu saja tidak bisa didengar oleh ibunya.

Tidak makan? Yang benar saja, bahkan saat ini sampah Snack sudah hampir memenuhi ruangan yang dominan berwarna pink itu. Mungkin benar tidak makan nasi,tapi tetap saja perutnya sudah penuh di isi berbagai makanan kecil.

Saat ini yeoja itu tengah asyik bermain game, tanpa peduli jika keadaan kamarnya sudah seperti tempat pembuangan sampah. Astaga…..

“Ck..ck..ck..dasar Lazy Girl”

Tiba-tiba suara umpatan terdengar dari arah pintu Yoona,. Omo! Apa itu Luhan? untuk apa pria itu datang kemari?

“Aku kira benar kau sedang mogok makan,sehingga aku repot-repot datang kemari” Gumam Luhan sambil bersandar di pintu kamar Yoona.

“Tapi setelah melihatmu seperti ini..aku benar-benar setuju dengan orang yang menjulukimu Shikshin” Lanjutnya.

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Yoona dingin, tanpa mengalihkan pandanganya dari game yang sedang asyik di mainkanya.

Luhan keheranan mendengar pertanyaan kekasihnya itu. Tumben sekali Yoona menyambutnya dengan begitu dingin, apa gadis ini sedang merajuk?

“Kau tidak suka? Baiklah aku akan pulang..” Balas Luhan yang hendak akan pergi. Namun langsung di tahan oleh Yoona.

“Chakkaman!”

Diam-diam pria imut itu tersenyum manis. Tapi kembali memasang tampang cueknya setalah bertatapan dengan Yoona.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” Tanya Yoona.

Pertanyaan gadis itu menggangtung, Luhan tidak mengerti apa maksudnya. “Memangnya apa yang harus aku katakan?” Tanya Luhan balik.

Bukanya menjawab, gadis itu malah berdengaus sebal “Aish..Sudahlah !”

Luhan memincing menatap Yoona. Pria itu semakin yakin bahwa memang ada apa-apanya dengan gadis pemalas ini.

“Aku rasa kau yang ingin mengatakan sesuatu..benar bukan? Katakanlah selagi aku masih mau mendengarnya..” Seru Luhan sambil mendekat ke arah gadisnya.

Yoona benar-benar muak melihat tingkah pria ini, wajah seimut itu..kenapa berbalik sekali dengan sifatnya?

“Eobso! pulanglah ini sudah malam..” Ketus Yoona dingin.

“Benarkah? Tidak ada? Aku tidak yakin..”

Yoona semakin sebal saja mendegar ucapan pria asal China itu. Seharusnya dia yang sadar sendiri dan menjelaskan mengapa dia membiarkan Naen- si Junior centil itu bergelayut manja di tanganya. Bahkan dia sendiri tidak boleh melakukan itu.

“Katakanlah..” Luhan kembali bergumam sambil menatap gadis yang tidak focus lagi dengan game nya itu.

“Ada hubungan apa kau dengan Naen?” Yah..akhirnya Yoona akan membongkar segera masalah ini.

“Naen? Siapa dia?” Luhan malah balik bertanya, dan tentu saja hal itu semakin membuat Yoona dongkol. Sudah ketahuan bersalah, masih bisa memasang tampang sok malaikat itu? Menjijikkan.

“Jangan berpura-pura Xi Luhan..aku sudah melihat semuanya dan aku tahu kau tertarik dengan gadis penggoda itu..”

“Hey..apa yang kau katakan? Naen? Gadis penggoda? Memangnya siapa dia? Temanmu kah? Mana mungkin akau tertarik dengan Yeoja macam itu..” Bela Luhan. Ia merasa tidak mengenal perempuan itu.

“Arraseo..biar ku perjelas! Gadis yang bersamamu diperpustakaan! yang memnggailmu OPPA! siapa dia? Mengapa kau membiarkanya bergelantungan di lenganmu Eoh!? ” Teriak Yoona tak sabaran. Ia sengaja menakan kata OPPA agar Luhan segara mengingatnya.

“Ahh..Igeo..” Akhirnya Luhan ingat juga.

Flashback

“ OPPA..!!!” Luhan menoleh ketika melihat seorang gadis cantik berlari kearahnya. Siapa gadis itu? Entahlah, Luhan tak tahu dan tidak mau tahu.

“Oppa..! Kau Luhan Oppa bukan? Sunbae paling populer di tingkat ke 5?” Gadis itu berbicara sambil tersenyum manis kepada Luhan. Namun pria itu tidak berniat membalasnya. Luhan tetap focus pada buku di tanganya.

“Kau tahu aku kan? Aku Son Naen Hoobae di tingkat pertama..kata teman-temanku aku sangat cantik dan menggemaskan..Benarkah itu Oppa?” Tanya gadis itu penuh percaya diri.

Luhan tidak peduli dengan apa yang dikatakan gadis ini sama sekali.Tapi tiba-tiba gadis itu malah menarik tanganya.

“Oppa..aku dengar kau sangat pintar statistic..bisakah kau ajarkan aku? aku terlalu bodoh dipelajaran itu.. kau tahu kan dosenya sangat menyebalkan? Berbeda dengan kau, bisakah Oppa? bisakah?”

“Tidak” Jawab Luhan singkat, kemudian berlalu dari pandangan gadis itu.

Tapi bukan Son Naen namanya, jika ia menyerah begitu saja. Dengan segera ia mengikuti langkah kaki seniornya itu yang akan keluar dari perpustakaan

“Oppa,kenapa kau pendiam sekali? kau juga sangan cuek, tapi kenapa kau sangat populer? Oppa aku termasuk fansmu Lohh..”

“Hey..bisakah kau berhenti mengikutiku? Aku akan ke kamar mandi!” Luhan sangat jenuh dengan tingkah perempuan ini.

“Oh..baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu di depan pintu kamar mandi” Ucap gadis itu sambil melapaskan tangan Luhan.

Ia tersenyum semanis mungkin, tapi bukanya terpesona tapi malh dibalas..

“Menjijikkan”oleh Luhan. Dan tentu saja hal itu didengar Naen, yang langsung mengganti senyumanya dengan raut wajah masam.

*

Luhan keluar dari kamar mandi dengan wajah lega. Namun langsung di kagetkan kembali oleh sosok Naen yang sudah sudah siap menunggunya di depan pintu kamar mandi.

“Astaga..apa kau tidak mempunyai pekerjaan lain Eoh?” geram Luhan pada gadis yang sudah akan menggandeng tanganya lagi.

“Aishh ! lepaskan..” Erang Luhan.

“Shireo..sebelum Oppa bersedia mengajariku statistic..” Gadis itu berkata seolah Luhan adalah miliknya saat ini, Aigoo..

Luhan mendengus frustasi, Sebenarnya kenapa dengan gadis ini? Mengapa sok dekat begitu? Padahal Luhan tidak mengenalnya sama sekali.

“Benar-benar gadis gila..terserah apa katamu ! aku tidak akan pernah menuruti kenginanmu..!” Luhan menepis kasar tangan Naen. Kemudian langsung kembali keperpustakaan.

Tapi Naen terus mengikuti Luhan sambil menggandeng paksa tangan pria itu. “Oppa..ayolah..kumohon ajari akau ya? Masak kau tidak mau mengajari Juniormu..”

Naen terus bersikeras meminta Luhan mengajarinya, tapi Luhan tetap tidak mau memabangi ilmunya. Karena ia tahu bukan itu yang diinginkan Son Naen.

Flashback End

“Kalau begitu kenapa kau membiarkanya menggandeng tanganmu? Sedangkan aku tidak boleh melakukanya..”

“Itu karena dia terus mengikutiku..aku tidak bisa menghentikanya..” Balas Luhan tanpa ada beban sedikitpun.

“Cih..Alasan! kalau begitu aku juga akan mengikutimu seperti Naen dan menggandeng tanganmu bagaimana?” Yoona beranjak dari duduknya dan hendak mendekati Luhan.

“Silahkan saja kalau kau mau mati! ” Jawab Luhan ketus.

“Silahkan saja kalau kau berani..” Yoona sengaja mengikuti nada bicara Luhan, meski dengan kalimat yang sedikit berbeda.

“Yak..lepaskan gadis pemalas..!” Erang Luhan. ketika Yoona sudah bergelantungan di tangannya. Entah kenapa Luhan sangat benci apa bila ada orang yang melakukan hal itu padanya, terutama Yoona.

“Shireo..! kau sudah menjadi milikku sekarang..” Bantah Yoona, sembari mengeratkan tautan tanganya pada Luhan.

Oh..Ayolah..apa si Lazy Girl ini akan terus melakukan hal menjijikkan seperti ini? Luhan benar-benar sudah muak, sungguh….

Dengan tenaga yang Luhan punya, ia mencoba melepas gandengan gadis itu yang semakin erat. Tapi yang terjadi, keduanya malah kehilangan keseimbangan. Dan akhirnya terbaring di ranjang dengan posisi Yoona berada di atas Luhan

“Babo” Desis Luhan lembut.

Jantung keduanya berdetak 3x lipat lebih kecang dari biasanya. Wajar saja..walau pun mereka sudah lama pacaran, tapi dengan posisi terjatuh seperti ini baru pertama kalinya untuk mereka. Apalagi dengan jarak sedekat ini.

Yoona sudah akan bangun dari badan Luhan, mendadak pria itu menahanya. Sehingga membuat pipi gadis itu semakin merona. Ada apa dengan namja ini?

“Hey Lazy Girl..Kau harus ingat, semua ini kau yang memulainya..jadi, jangan pernah salahkan aku Eoh?” Ucap Luhan tiba-tiba sambil mengubah posisi mereka. Kini Yoona lah yang berada di bawah pria itu.

“M..mwoya? Yak Tuan Xi..Apa yang ingin kau..” Belum semapat Yoona menyelesaikan ucapanya, kini bibirnya sudah bungkam karena ditimpa oleh bibir Luhan.

Mata gadis itu membulat, karena terkejut dengan perlakuan Luhan yang tiba-tiba. Ini memang bukan pertama kalinya bagi mereka, tapi dengan posisi seperti ini? Omo! ini baru pertama X nya untuk keduanya!

Nafas Yoona menderu saat Luhan sudah mulai melumat bibirnya dengan ritme lembut. Gadis itu hanya terpejam dan membiarkan Luhan berkuasa atas permainan ini. Tapi tiba-tiba..

“Yak! Apa Yang kalian lakukan Eoh..!!?”

Gertakan kencang mengagetkan keduanya. Melihat siapa yang berteriak, mata Yoona membulat sempurna. Dan sedetik kemudian, tubuh Luhan sudah terbengkalai di lantai.

“Eo..Eomma!” Deru Yoona panik sambil memandang Luhan yang kesakitan karena ulahnya.

“Astaga..jadi seperti ini kelakuan kalian Eoh? Yak ! Im Yoona! Xi Luhan! Kalian harus ikut Eomma sekarang! Cepat!”

Tanpa menunggu basa-basi lagi, Yoona segera turun dari ranjang sambil menatap kesal Luhan. “Aishh..ini semua gara-gara rusa jantan ini!” Batin Yoona, kemudian berlalu tanpa peduli bagaiman raut wajah Luhan saat ini.

*

Omelan bertubi-tubi tak pelak diterima Yoona dan Luhan setelah kejadian satu jam yang lalu. Keduanya tanpak tertunduk dengan ekspresi yang tak bisa d jelaskan. Hal ini sungguh kesialan terbesar bagi keduanya. Bagaiman mungkin ibu Yoona bisa melihat keduanya sedang berciuman di ranjang dengan posisi seperti..Ahh sudahlah..

“Aisshh..benar-benar anak jaman sekarang..dengar ya kalian berdua, mulai hari ini! Luhan tidak boleh datang kemari lagi!”

“Mwo??” Pekik Yoona tak percaya.

“Begitupun denganmu Yoona! Aku tidak mengijinkanmu bermain dirumah Luhan walau sekalipun, terkecuali aku yang menyuruhmu! “ Kecam wanita paruh baya itu.

“Kalian benar-benar sudah di luar kendali..aku menyesal telah mengijinkan Luhan masuk kedalam kamarmu!” Untuk kesekian kalinya ibu Yoona menggrutu memarahi sepasang kekasih itu.

“Eomma..sungguh, semua tidak seperti yang Eomma lihat..aku dan Luhan..Ahh..pokoknya Eomma sudah salah paham! “ Terang Yoona, berharap sang ibu mau memberinya pengertian.

“Salah paham bagaimana? Jelas-jelas aku sudah melihatmu berciuman dengan Luhan! Apa lagi yang salah Eoh!” Bantah ibu Yoona dengan muka sebal karena putrinya itu terus menyangkal.

“Ya..kami memang berciuman, tapi dia dulu yang mulai! Dan kami tidak berniat melakukanya lebih…”

“Mwo!?” Luhan dan wanita paruh baya itu memandang muka Yoona dengan ekspersi berlebihan. Sungguh mereka tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis pemalas ini.

“Yak Im Yoona! jika bukan karena ulahmu semua juga takkan terjadi! “ Bantah Luhan memberi pembelan terhadap dirinya. Bagaimana bisa gadis ini hanya menyalahkan dirinya saja?

“Itu semua karena kau berselingkauh dengan Naen! Kalian bergandengan dibelakangku! Sedangkan aku, tidak boleh melakukanya! “

“Aishh..benar-benar! Kenapa kau mengungkit masalah itu lagi Eoh? Sudah kukatakan aku tidak punya hubungan apa-apa denga gadis itu! Kenapa kau jadi menyalahiku seperti ini!”

“Jadi menurutmu siapa yang salah Tuan Xi? Aku? Hey, dengar ya..”

“DIAMM!!!” Erangan Ibu Yoona berhasil membungkam mulut kedua Rusa itu.

“Aku tidak peduli siapa yang salah diantara kalian..jadi Xi Luhan, cepat pulanglah..dan jangan pernah menemui Yoona lagi! “ geramnya

“Kau juga Yoona! Bersihkan semua sampah dikamarmu! Bagaimana mungkin seorang gadis yang sudah dewasa begitu pemalas dan jorok!” Sekali lagi wanita itu mengomel memperingati keduanya.

Dan akhirnya, mau tidak mau Luhan pun berlalu dari pandangan kedua wanita itu. Begitupun dengan Yoona, gadis itu kembali kekamar dengan raut wajah masam.

 

***

 

Sejak kejadian malam itu hubungan Yoona dan Luhan semakin menjauh. Lebih tepatnya Luhan lah yang menjauhi Yoona. Setiap kali Yoona berusaha mendekati Luhan, pria itu selalu menghindar. Begitupun dengan hubungan melalui ponsel, ia tidak pernah mengangkat atau sekedar membalas pesan Yoona.

Sebenarnya ada apa dengan pria itu? Apa dia tersinggung dengan ucapan Eomma nya? Atau marah padanya karena sempat menyalahkanya.?

Oh..Yoona sangat merindukan Luhan, ia selalu melihat pria itu berlalu lalang. Baik di kampus maupun dirumah, tapi ia tak punya kesempatan untuk menemui kekasihnya itu.

“Yoona..Yoona..Yoona..”

Sebuah bisikan nama Yoona terdengar dalam sebuah ruangan. Namun gadis itu menghiraukannya dan masih betah dengan lamunanya tentang Luhan.

“Im Yoona!!!” Barulah ketika suara kekar itu menggema, Yoona tersadarkan dan seketika bungkam melihat mata dosen yang memandangnya dengan tampang mematikan.

“Nnnde..?” Yoona menyahut sangat pelan, takut jika dosen menyeramkan itu akan menerkamnya begitu saja.

“Sebenarnya apa yang kau pikirkan Eoh? kau tidak mendengarkan penjelasanku Im Yoona?”

Pertanyaan pria tua itu sukses membuat Yoona menelan ludah. Sungguh demi apapun ia tidak tau harus menjawab apa, terlebih jika sampai dosen itu menanyakan apa yang barusan dijelaskanya.

Yoona hanya menatap masam Yuri, teman yang duduk disebelahnya. Sebenarnya Yuri sudah memperingatkanya agar mendengarkan penjelasan dosen kiler itu. Tapi malah otaknya beralih memikirkan Luhan. Dasar tidak bisa berkompromi…

“Ma..maaf M.r. a..a..aku..” Ah..Yoona merasa seperti akan mati sekarang.

“Mr. maaf..aku harus ketoilet sekarang!”

Yoona berlalu tanpa mempedulikan bagaimana reaksi Mr.Bong nantinya. Yang terpenting ia bisa lolos saat ini, atau bahkan nilai semesternyalah yang akan anjlok. Tapi ia tida peduli, toh ia kuliah juga karena Luhan.

*

Yoona menatap iri sepasang kekasih yang sedang bersuap-suapan di kantin. Gadis itu tercengang dan mulai berhayal jika Luhan mau memperlakukanya seperti itu juga. Bahkan mulutnya terbuka menganggumi dua sosok yang sedang bermesraan itu.

“Andai aku bisa seperti itu juga..” Batinya. Namun sedetik kemudian tiba-tiba mulutnya sudah berisi sepotong kimbab. Dari mana datangnya? Ia bahkan belum memesan makanan.

“Kau ingin seperti mereka?”

Yoona menoleh kesamping, dan ternyata Donghae? Ck! Kenapa bukan Luhan saja?

“Apa yang kau lakukan disini? Duduk diam sambil melihat orang pacaran. Huh..kau terlihat menyedihkan Im Yoona..” Goda Donghae.

Menyedihkan? Benarkah dia menyedihkan? Yah..tentu saja..siapa yang tidak menyedihkan jika selalu diangguri kekasihnya seperti ini?

“Mau kusuapi juga?” Tanya Donghae tiba-tiba.

“Ne?”

“Kau berharap di suapi Luhan juga bukan?”

“Ne. Tapi kau bukan Luhan..” Lirih Yoona malas.

“Anggap saja aku Luhan..” Ucap Donghae

Yoona terbelalak, bagaimana mungkin Ajjushi tua ini bisa disamakan dengan kekasihnya?

“Shireo! Kau dan Luhan berbeda..kau jelek dan Luhanku tampan..” Bantah Yoona

Aishh..gadis ini, kenapa bicara terlalu jujur? Dia kan hanya ingin menghibur Yoona saja..

“Kalau begitu banyangkan saja kalau saat ini aku adalah Luhan..”

“Kau pikir bisa!”

“Tentu saja bisa..kau cukup tutup mata, dan aku akan menyuapimu dengan kimbab ini..tapi kau bayangkan yang menyuapimu adalah Luhan..”

“Bernarkah? Geurae..Kalau begitu lakukanlah..” Seru Yoona sambil menutup matanya.

Ia membuka mulutnya untuk segera menerima suapan Donghae. Dan benar saja bayangan Luhan langsung datang sambil tersenyum padanya. Ia juga ikut tersenyum, seraya mengunyah kimbab itu. Tapi tiba-tiba ada Naen di samping Luhan..

“Omo! Kenapa ada lalat itu?” sentak Yoona kaget, ia membuka matanya, dan tidak ada Luhan sama sekali. Hanya ada Donghae yang menatap aneh dirinya.

“Lalat apa? Kau membayangkan Lalat yang menyuapimu?” Tanya Donghae heran.

Yoona menghiraukan pertanyaan Donghae. Gadis itu mengumul tanganya dengan nafas menggebu-gebu “Awas saja kau lalat jelek..jika sampai berani menggoda Luhanku..akan kupatahkan kakimu!” Marah Yoona sambil menepuk meja lumayan keras.

Dan setelah itu Yoona langsung pergi meninggalkan Donghae yang semakin kebingungan. Serta sepasang kekasih yang berhenti bermesraan karena terkejut akibat ulahnya.

“Aigoo..dasar gadis aneh” Cibir Donghae.

 

***

 

Malam itu Luhan sedang mengerjakan tugas kuliahnya di kamar. Ia mengobrak-abrik rak bukunya untuk mencari beberapa jawaban dari salah satu tumpukan buku tersebut. Namun di saat ia sedang membuka halaman dari buku itu, sebuah kertas berwarna pink terjatuh.

Luhan mengambil kertas tersebut dari lantai, dan mulai mebuka isinya. Pria itu tersenyum saat mengetahui ternyata kertas itu adalah surat cinta Yoona untuknya 2 tahun yang lalu. Ia mulai membayangkan kenangan manisnya bersama gadis itu..

*

“Luhan~ssi! Aku menyukaimu!” ungkap seorang gadis yang tak lain adalah Yoona.

Luhan yang saat itu akan pergi kesekolah sangat terkejut. Karena begitu ia membuka pintu rumahnya,ia langsung mendengar ungkapan gadis itu. Luhan tampak keheranan melihat tingkah Yoona, yang saat itu masih di kenalnya sebagai tetangga baru.

“Aku menyukaimu Luhan~ssi..sejak pertama kita bertemu..saat itu aku mengantarkan kue kerumahmu. Dan kau tahu?Aku kira aku sedang melihat pangeran dari surga..saat itu aku merasa kau begitu tampan namun sedikit sexsi dengan celana bokser yang kau kenakan..aku begitu..”

“Chogio..Apa kau sudah gila?” Potong Luhan tia-tiba. Gadis itu langsung menghentikan bualanya.

“Ani..aku tidak gila, tapi aku menyukai Luhan~ssi..maukah kau menjadi kekasihku?”

“Mwo??”

Luhan terkejut dengan pengakuan gadis ini, dalam hati dia berpikir..apa gadis ini tidak punya harga diri?

“Kau pasti berpikir jika aku aneh kan? Ne..aku juga berpikir begitu..aku tidak tahu mengapa aku seperti ini..”

Luhan terperperangah dengan ucapan Yoona. Gadis ini memang polos atau sudah tidak waras? “Maaf Nona, sebenarnya aku sangat menghargai perasaan mu itu..tapi sayangnya aku tidak menyukaimu, karena itu lebih baik..”

“Aku tahu. tapi mau bagaimana? Aku sangat menyukaimu. Maka dari itu aku memberimu kesempatan untuk menyukaiku dulu..dan di saat kau sudah menyukaiku , baru kita akan pacaran..”

“Ne??”

“Selamat berkerja keras Luhan~ssi..Annyeong! ” Seru Yoona, lalu kembali kerumahnya.

“Aigoo..apa aku baru berurusan dengan orang gila?” Tanya Luhan pada dirinya sendiri.

Luhan tersenyum kembali mengingat betapa polosnya Yoona saat itu. Ia tidak menyangka ternyata gadis itu bisa membuatnya jatuh cinta..

Awalnya Luhan kira ia tidak akan pernah menyukai gadis gila yang selalu mengusik hari-harinya. Gadis pemalas yang selalu merepotkanya. Tapi ternyata…karena kepolosan gadis itulah Luhan bisa menemukan sisi tulus dari Yoona. Ia bisa melihat Yoona berbeda dari kebanyakan gadis yang mengelu-elukan namanya.

Setelah cukup lama bernostalgia, Luhan menaruh kembali surat cinta Yoona ke tengah-tengah halaman buku itu agar tidak hilang. Pria itu akan melanjutkan belajarnya kebali, namun tiba-tiba..

Dkrang!!

Jendela kamarnya seperti dilempar sesuatu. Luhan berjalan kearah jendela seraya membuaka gorden bermotif bola-bola itu.

Namun yang terjadi, ia malah melihat Yoona yang tengah tersenyum manis dari sisi jendela kamar gadis itu, yang memang berpapasan langsung dengan kamarnya.

Pria itu menendengus sesaat, kemudian kembali menutup gordenya. Tapi beberapa detik kemudian jendela kaca itu kembali dilempari oleh Yoona.

“Aigoo, dasar si Lazy Girl itu..apa maunya sih?”

Luhan kembali membuaka gordenya. Tak tanggung-tanggung jendela kamarnya ia buka sekaligus agar lebih leluasa memarahi gadis itu.

“Yak Im Yoona! Apa kau..”

“Hust..”

Luhan makin keheranan dengan tingkah Yoona. Sudah menganggu waktu belajarnya, dan sekarang malah melarangnya bicara?

Pria itu akan segera mengomel lagi..namun terhenti ketika Yoona menunjukkan sebuah kertas putih besar berisi tulisan..

“MIANHAE..”

Luhan tertegun dengan tulisan tangan Yoona, lalu sedetik kemudian kertas itu berganti lagi..

“JANGAN MENGHINDARIKU EOH..??” kemudian berganti lagi..

“AKU MERINDUKANMU LUHAN~AH..” Dan terus berganti..

“DAN AKU MENCINTAIMU….”

Luhan tersenyum haru setelah membaca kalimat-kalimat Yoona. Air matanya akan keluar kalau tidak membaca tulisan terakhir Yoona..

“TAPI KENAPA KAU BERSELINGKUH DENGAN NAEN EOH!? KAU HARUS MENJELASKANYA SEKARANG! TEMUI AKU DI BAWAH!”

“MWO??”

*

Gadis itu mendengus kesal, karena Luhan tak kunjung turun. Ia sudah menunggu lebih dari 15 menit tapi pria itu tak muncul-muncul juga.

“Aishh..apa yang dilakukan pria itu? Kenapa lama sekali? Apa dia berdandan dulu?”

“Apanya yang berdandan!?”

Yoona langsung menoleh kebelakang kala menengar suara yang sangat di kenalnya itu. Ia tersenyum Karena akhirnya Luhan menemuinya juga.

“Kenapa kau lama sekali Eoh? Kau mau membuatku mati kedinginan di sini?” Omel Yoona kesal.

Luhan menghela napas berlebihan. Yeoja ini benar-benar sudah membuang-buang waktunya..

“Aku harus berpikir 100 x untuk menemuimu..” balas Luhan cuek. Membiarkan Yoona mendelik tak percaya.

“Sekarang katakan apa yang kauinginkan?” Tanya Luhan lagi.

“Aku ingin bertanya padamu..” Ucap Yoona. Kini wajah gadis itu telah berubah serius.

“Tentang?”

“Kenapa kau menjauhiku?”

Luhan terdiam. Sebenarnya ia tidak benar-benar ingin menjauhi gadis itu. Tapi ini adalah rencananya dengan ibu Yoona. Wanita paruh baya itu ingin agar Yoona berubah menjadi lebih dewasa. Gadis itu sudah harus memikirkan hidupnya dan tak bergantung terus pada Luhan.

Flasback

“Luhan~ahh..”

Langkah luhan terhenti ketika hendak keluar dari pagar rumah Yoona. Ia terkejut karena tiba-tiba ibu Yoona memnggilnya. Bukanya wanita itu masih marah karena kejadian bebarapa waktu yang lalu?

“Aku ingin bicara denganmu..”

“Ne Eommonim…”

“Luhan~ah..kau pasti tahu jika Yoona sangat tidak dewasa bukan?”

“Ne”

“Selain tidak dewasa, anak itu juga ceroboh dan terlalu mengabaikan hidupnya. Ia tidak memikirkan masa depanya sama sekali dan hanya terfokus padamu”

“Ne”

“karena itu aku mohon menjauhlah dari Yoona untuk sementara ini. Biarkan ia berpikir untuk hidupnya dan tidak hanya memikirkanmu saja..mungkin dengan kalian berpisah sementara, ia bisa berubah untuk kedepanya..”

Dan luhan setuju untuk itu, sejujurnya dia juga ingin agar Yoona berubah. Dia tidak mau gadis yang dicintainya terus-terusan menjadi seorang yang pemalas dan tidak peduli akan hidupnya..

Flashback End

“Apa kau sudah bosan karena aku mengikutimu terus?” Lagi-lagi Yoona bertanya dan tak bisa dijawabnya.

“Aku berjanji tidak akan mengikutimu lagi..tapi aku mohon jangan menghindariku eoh…”

Luhan tersenyum tipis mendengar ucapan Yoona “Aku tidak bermaksud menghindarimu..aku hanya ingin kau bertumbuh dewasa..” lirihnya lembut.

“Geure? Tapi..apa aku aku rang dewasa sekarang? Bahkan umurku sudah 20 tahun…”

Luhan terkekeh pelan mendengar pertanyaan Yoona, kenapa gadis ini begitu polos?

“Bukan itu yang kumaksudkan.. Dewasa itu bukan hanya artian bertambah usia saja..tapi juga pandai menyikapi waktu..dan dapat membedakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk..” jelas Luhan

Yoona tampak berpikir, benarkah dia kurang dewasa selama ini?

“Lalu apa hubunganya dengan kau menjauhiku?” Tanya Yoona lagi.

“Karena kalau kau terus bersamaku, kau tidak akan pernah dewasa..karna yang dipikiranmu itu hanya ada aku saja..” balas Luhan percaya diri.

“Mwo? Aishh..”

Gadis itu mendengus sesaat, sebelum akhirnya memeluk Luhan erat. Tidak berhubungan dengan kekasihnya itu beberapa hari ini membuat Yoona sangat merindukanya. Begitupun dengan Luhan, sepertinya ia merindukan Yoona juga..

“Arraseo..aku akan mencoba menjadi lebih baik lagi untuk kedepanya..” Ungkap Yoona tulus

“Harus.Kau juga tidak boleh malas belajar dan membersihkan kamarmu..” Balas Luhan.

Yoona tersenyum mendengarnya “Bogoshipeo..”

“Nado..”

“Geunde..apa setelah ini kau akan menghindariku lagi?” Tanya Yoona seraya melepas pelukannya pada Luhan, tapi kedua tanganya masih melingkar di leher pria itu.

“Tergantung..jika kau masih menjadi Lazy Girl..jangan harap kita bisa bertemu lagi..”

“Mwo??” Pekik Yoona tak terima, kenapa pria ini selalu saja membuatnya sulit bernafas?

Luhan tersenyum gemas melihat tingkah gadis yang sudah mencuri hatinya ini. Begitu polos dan mudah sekali di goda…

“Saranghae..” Bisik Luhan.

Yoona tersenyum bahagia mendengar pengakuan Luhan. Baru kali ini ia melihat Luhan mengakui perasaanya dengan begitu tulus.

“Nado..aku juga sangat mencintaimu! Sangat..sangat..sangat..Mencintaimu!”

Mendengar jawaban kekasihnya yang begitu bersemangat itu. Luhan memberanikan diri mendekatkan wajahnya. Yoona tetap bergeming dalam posisinya, ia sudah tahu apa yang dilakukan oleh Luhan. Dan sedetik kemudian bibir indah keduanya sudah bertemu dalam alunan-alunan lembut. Mata keduanya terpejam menikmati permainan seru yang dibuat mereka sendiri.

“Yak Xi Luhan!! Bukankah aku menyuruhmu untuk manjauhi putriku!”

Baik luhan maupun Yoona terkejut ketika suara melengking itu kembali menganggu aktivitas mereka. Yoona akan segera pergi namun ditahan oleh Luhan.

“Maaf Eommonim..tapi aku sangat menyukai putrimu..” Seru Luhan tanpa merasa bersalah, malah pria itu kembali mencium Yoona. Ck dasar tidak sopan..

“Yak! Kalian tidak mau berhenti Eoh! Tunggulah disitu..aku akan membunuhmu anak nakal!!”

 

~~END~~

Ingat! Seberapapun jeleknya karya Author ini, tetep harus beri kritik dan saran ne? Kalau Readers tetep diam, gimana tulisan Author bisa maju? Dan kalian akan terus membaca FF karya Author yang mengecewakan untuk kedepanya. Maka dari itu dukunglah Author dengan RCL kalian hmm…oke deh..terima kasih sudah menyempatkan diri membaca ff ini Chingu../See you next time..^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

53 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Lazy Girl

  1. Bahahahaha ngakak bacanya sumpah keren tthor sifat luyoon kocak pas bgt kayanya ih daebak sering2 bkn ff luyoon yg begini ya thor hehe

  2. Lucu bgt….. Yoona sama Luhan nakal bgt. … Gak hiraukan omongan eoma Yoona…. tapi kalo cinta sudah bicara yaaaa mau bagaimana…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s