(Freelance) Secret Love (Chapter 3)

secret loveAuthor _ Richa Zee

GENRE _ Romance | Comedy (?) | Family | School-life

RATING _ PG-15

LENGTH _ Chaptered

CAST

Im Yoona | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung

 

Happy Reading 🙂

 

Dari sekian banyak mobil yang berlalu lalang, tampak sebuah jaguar mewah melintas dengan kecepatan tinggi di jalan raya Seoul. Didalamnya berisikan 3 orang pria yang tengah bergulat dengan pikiran masing-masing.

Ada Sehun yang tampak sebal melirik Ayahnya. Karena semenjak mereka berangkat dari rumah tadi, wajah sang Ayah sudah tampak berseri-seri. Padahal ia menyimpan rasa dongkol setengah mati. Tidak adil bukan?

Kemudian ada juga Supir Kang yang hanya berdiam diri sambil menelusuri gelapanya malam. Saat ini mereka sedang menuju ke sebuah Restauran di kawasan gangnam, guna bertemu dengan calon keluarga mereka.

“Apakah Appa begitu bahagia?” Tanya Sehun akhirnya. Ia sangat benci suasana canggung seperti ini..

Pria paruh baya itu mengernyit mendengar pertanyaan putranya “Apa maksudmu Oh Sehun? Tentu saja aku bahagia..memangnya kau tidak?” Tanya Sejoong balik.

“Appa tidak berniat rujuk dengan Eomma lagi?”

Sehun tampak serius menantikan jawaban Ayahnya. Namun Pria itu hanya diam saja.

“Pasti tidak” Jawab Sehun sendiri. Diam ayahnya itu, sudah menjelaskan semuanya. Lagi pula dia juga tidak begitu yakin orang tuanya bisa rujuk kembali.

“Kau tidak perlu membahas yang sudah berlalu Sehun~ah…Bersiaplah, sebentar lagi kita sampai..” Gumam Sejoong akhirnya.

***

“Eomma! Kenapa kau tega sekali mengurungku disini eoh? Padahal aku ingin bertemu calon ibu mertua dan kakak ipar! Aku mohon bukalah..” Teriak Krystal tak terima, karena ibunya itu sudah bersikap tidak adil dengan megurungnya di kamar.

Padahal hari ini Oh Sehun akan bertemu dengan calon keluarganya, dan harusnya Krystal ikut..Gara-gara ulah ibunya, ia sudah melewatkan hari terpenting ini..Dasar menyebalkan!

“Kau tidak tahu? Ayah Sehunlah yang memintamu untuk dikurung anak bodoh..mereka takut kau datang dan membuat kekacauan disana!” Balas ibu Krystal cuek. Wanita cantik itu tetap focus menyiapkan makan malam untuk keluarganya.

“Mwo?? a..anio! Pasti Eomma berbohong! Abeonim tidak mungkin melakukan itu padaku! Eomma sudah memfitnah Ayah mertuaku!”

Ibu Krystal tertekeh mendengar seruan putrinya itu“Apa? Ayah mertua? Hahaha..kau jangan bermimpi Krystal Jung.. Sehun bahkan tak melirikmu sedikitpun!”

“Mwo!? Yak Eomma! Kenapa kau tega sekali berkata seperti itu? Eomma sudah mengurungku dan sekarang menindasku juga? Aku marah! Aku akan laporkan Eomma pada Appa!” Pekik Krystal kesal.

Wanita paruh baya itu hanya tersenyum puas karena sudah berhasil memperainkan putrinya itu. Ia tahu Krystal begitu kekanak-kanakan dan terlalu berlebihan. Karena itulah ia jadi punya Hobby baru dengan menggoda anak semata wayangnya itu..sangat menyenangkan rasanya..

“Silahkan saja..jika sampai Appa mu marah karena hal itu..Aku akan cari suami baru..”

“MWO??”

***

“Aigoo..Sudah berapa lama ini? Calon suami Eomma sangat tidak tepat waktu!” Protes Yoona, setelah beberapa kali melihat arlojinya. Namun orang yang di tunggu belum datang juga.

“Jangan berbicara sembarangan Im Yoona..kita baru menunggu 5 menit..”

“Huh, 5 Menit? Bahkan 1 detik saja sangat berharga untukku..dan Eomma sudah membuang waktuku dengan percuma..” Ucap gadis itu sambil mempoutkan bibirnya sebal.

“Yoona~yah..” Panggil Jihyun pelan. Ia menatap putrinya itu dengan sangat dalam.

“Wae?”

“Kau sudah berjanji kan, tidak akan menolak orang itu siapapun dia?” Tanya Jihyun memastikan. Ia hanya ingin Yoona mengingat janjinya kemarin, yang mengatakan dia akan menerima pernikahan ini, asalkan ibunya bahagia.

“Tergantung.. jika orang itu jelek aku akan lemparkan dia ke laut! “ Seru Yoona asal.

“Mwo!? Aishh..anak ini!” Geram Jihyun sebal. Baru saja ia ingin menjitak kepala Yoona gadis itu sudah mundur dengan gerakan repleks. Sudah terbiasa rupanya..

“Kalian sudah lama menunggu?”

Yoona dan ibunya menoleh kala suara itu menghentikan keributan mereka. Jihyun tersenyum hangat menyambut orang yang sedang mereka tunggu itu.

“Tidak juga. Ah Yoona~yah..beri salam ini Paman Oh Sejoong” Seru Jihyun.

“Annyeonghaseyo..Jeonen Im Yoona imnida..” Sapa Yoona seraya membungkuk sopan. Ternyata calon Ayahnya tampan juga, pantas ibunya ingin cepat-cepat menikah lagi..

Oh Sejoong tersenyum hangat “Ahh..Putrimu sangat cantik dan juga ramah Jihyun~ssi..lebih dari yang ku bayangkan..” Pujinya

“Aku sudah sering mendengar tentangmu Yoona, kata ibumu kau sangat baik dan pengertian..” Tambahnya lagi, entah itu tulus atau tidak. Karena selama ini Jihyun selalu bercerita jika putrinya sangat cerewet dan selalu mengumpat tentang Oh Sehun.

“Ghamsahamnida..” Balas Yoona tersenyum manis.

“Geunde..mana Oh Sehun? Apa dia tidak datang?” Tanya Jihyun tiba-tiba.

DEG

Jantung Yoona berdegup kencang ketika mendengar nama Oh Sehun. Apa maksud ibunya menanyakan namja itu? Apa jangan-jangan…

Yoona memincing menatap ibunya, mencari maksud perkataan wanita itu. Namun Jihyun hanya membuang muka meski sadar dipandangi putrinya.

“Dia datang. Tapi sedang permisi ke toilet..aku rasa dia sangat gugup karena akan bertemu dengan kalian..” Balas Sejoong seraya duduk di kursinya.

Tak lama kemudian pria yang dimaksud itu pun muncul. Yoona membelalakkan matanya ketika melihat siapa yang datang. Begitupun dengan ekspresi pria itu, yang tampak kaget karena melihat Ayahnya duduk di meja yang sama dengan Yoona.

“Eomma? I..ige mwoya?” Tanya Yoona masih dengan kekagetanya. Apa lagi sekarang pria itu sudah berjalan mendekati mereka.

“Jangan banyak bertanya Im Yoona..kau sudah menyetujuinya kemarin” Bisik Jihyun.

“Mwo!?” Pekik Yoona tertahan.

“Appa.!” Panggil Sehun. Ia menatap sang ayah dengan tanda tanya besar.

“Kau sudah selesai?” Sejoong berusaha bersikap biasa meski ia tahu akan terjadi keributan setelah ini.

“Appa..! ke-kenapa gadis itu..”

“Dia akan menjadi calon saudaramu Sehun~ah..Kau pasti sudah kenal dengan Yoona kan?” jawab Sejoong cepat. Berpura-pura tidak mengetahui bagaimana buruknya hubungan kedua manusia itu.

“M..mwoya? Di..dia?” Tanya Sehun tak percaya. Ia meneguk salivanya yang tersa getir.

“Ne” jawab Sejoong pasti. Membuat kedua Tom & jerry itu terkejut bukan main.

“Shireo!!” Tolak Sehun dan Yoona bersamaan. Mereka saling memandang dengan tatapan benci tidak terkira.

“Eomma! Apa maksudmu dia akan menjadi saudaraku! Eomma tahu sendiri kan aku sangat membencinya!” Protes Yoona. Ia tidak mengerti mengapa ibunya malah ingin menikah dengan Ayah seseorang yang sangat ia benci.

“Kau pikir aku mau menyukaimu? Cih, Jangan bermimpi!” Balas Sehun tak mau kalah.

“Bermimpi? Aku bahkan tak menyangka jika ibuku ingin menikah dengan Ayahmu! Babo!”

Sejoong dan Jihyun menghela napas berlebihan. Sebenarnya mereka sudah yakin hal-hal seperti ini akan terjadi. Maka dari itu mereka siap siaga dengan menyewa ruang VVIP agar tidak terlalu malu nantinya..dan yah..seperti inilah sekarang..

“Dengar ya Oh Sehun! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi bersaudara denganmu! Eomma! Ayo kita pulang! Aku tidak menyetujui pernikahan ini!” Seru Yoona garang sambil menarik paksa tangan ibunya. Namun segera di tepis oleh wanita itu.

“Yak Im Yoona! Bukankah kau bilang kau sudah setuju kemarin! Kenapa sekarang malah menolak Eoh?”

“Itu karena aku tidak tahu jika Eomma sangat licik! Jadi Eomma sengaja kan meminta persetujuanku sebelum menunjukkan siapa orangnya? Karena Eomma sudah yakin aku tidak akan merestuinya!” Serang gadis itu bertubi-tubi. Yoona benar-benar marah sekarang..

“Terserah..yang jelas aku dan Ayah Sehun akan tetap menikah dengan atau tanpa restu dari kalian berdua!”

“Mwo!? Yak Eomma!”

“Appa, kau serius ingin tetap menikah?” Tanya Sehun,berhararap Ayahnya itu akan bilang tidak.

“Maaf Oh Sehun..aku juga harus memikirkan kebahagiaanku..”

“Nde?? Appaaa.…”

*

“Luhan~ah!..Luhan~ah! Xi Luhan!!”

Luhan segera membuka pintu ketika mendengar seseorang berteriak memanggilnya. Ia terkejut karena tiba-tiba melihat Yoona sesegukan di depan rumahnya. Kenapa dengan gadis ini? Bukankah seharusnya..

“Luhan~ah..aku sangat sedih sekarang..Hhuuu..”

Luhan terkesiap karena tiba-tiba Yoona berkata demikian sambil memeluknya. Bukankah gadis ini sedang marah padanya?

“Wae? Apa yang terjadi?” Tanya Luhan lembut sambil membalas pelukan gadis itu.

“Oh Sehun..Eomma akan menikah dengan Ayah Oh Sehun!..Aku tidak terima! Hhhuu..” Adu Yoona memperkeras volume tangisnya. Bahkan baju Luhan sudah basah karena air matanya.

Tapi pria itu sendiri,tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Kaget,tak percaya,kasihan dan sedikit senang bercampur jadi satu. Ets..Tunggu! kenapa Luhan jadi senang sekarang?

“Aku sangat membecinya Luhan..aku tidak mau bersaudara denganya!”

“Kau tenanglah Yoong..bisa jadi kau salah paham hmm..” Ucap Luhan lembut, berusaha menenangkan gadis itu.

Tapi bukanya tenang Yoona malah menatapnya horor “Kau ini bagaimana! Mana mungkin aku bisa tenang jika harus bersaudara dengan bajingan itu! Dan..salah paham? Aku tidak sebodoh dirimu Xi Luhan!”

Luhan terdiam. Memangnya ada yang salah dengan kata-katanya? Dia kan hanya berusaha menghibur saja. Kenapa Yoona jadi balik memakinya?

“Sudahlah! Percuma saja curhat denganmu. Kau tidak bisa membantu!” Cercah Yoona sebal. Kemudian berlalu begitu saja.

Luhan mendesah pasrah. Salah lagi..salah lagi..kenapa dia selalu salah dimata gadis ini?

***

Pagi di sekolah Yoona tampak tak bersemangat. Mukanya kusam, penampilanyapun sangat berantakan. Persis seperti orang sedang depresi. Ia memegang buku,namun pikiranya melayang jauh entah kemana. Kejadian semalam benar-benar membuatnya prustasi. Bagaimana mungkin dia dan Oh Sehun bisa bersaudara? Apa kata dunia?

“Yoona~yah! Kau tahu? Ada anak baru di sekolah kita! Orangnya sangat tampan..” seru Yura begitu datang menghampiri Yoona. Namun gadis itu tak menjawab, ia berdecak malas melihat tingkah Yura.

“Hey..kau tak percaya? Aku berkata yang sebenarnya..dia sangat tampan hampir mendekati Oh Sehun!”

Yoona mendengus, jadi menurut gadis ini Oh Sehun tampan? “ Yak.. jika Oh Sehun kau sebut tampan, lalu bagaimana jeleknya?”

“Mwo? Aissh..aku serius bodoh!” kesal Yura.

“Wah..siapa dia? tampan sekali..”

“Omo! tubuhnya sangat tinggi..”

“Aigoo..dia seperti pangeran..”

Seisi kelas langsung heboh begitu murid baru yang disebutkan Yura itu tiba bersama Park Gyuri Songsaengnim, wali kelas mereka. Terkecuali kaum pria dan Yoona yang bersikap biasa saja.

“Lihat Yoong! kau harus lihat..dia sangat tampan! Oh My God senyumnya..” Pekik Yura berlebihan.

“Selamat pagi semuanya..” Sapa Park Songsaengnim

“Pagi..” jawab siswa bersamaan.

“Hari ini kalian kedatangan teman baru. Dia pindahan dari Amerika. Nak, silahkan perkenalkan dirimu..”

Pria itu mengangguk sopan dan mulai memperkenalkan dirinya “Annyeonghaseo..Joenen..Wu Yi fan Imnida..ku harap kita bisa berteman baik semuanya..” Serunya dengan senyuman ramah. Namun setelah itu matanya langsung tertuju pada Yoona..

“Omo..Omo..Yoona~yah..kau lihat! Apa dia sedang menatapku sekarang?” Gumam Yura heboh sambil menggoyang-goyang tubuh Yoona. Gadis itu, tentu saja langsung kesal dibuatnya.

“Ck..jangan berlebihan Kim Yura! Mood ku sedang tidak baik sekarang!” Ancam Yoona.

“Aishh..”

*

“Kau menyetujuinya?”

Yoona mendongkak kala mendengar suara itu. Oh Sehun? Mau apa lagi pria ini?

“Huh! Pertanyaan bodoh..” ketus Yoona

“Aku menyetujuinya” Ucap Sehun tiba-tiba. Sontak, berhasil membuat Yoona tertegun sekaligus kaget.

“Pernikahan itu..aku menyetujuinya.” Ulang Sehun lagi.

Yoona mendengus keharanan “Neo..Micheosseo?”

“Kau tidak?”

“Mwo?? Aigoo..aku rasa otakmu sedang bermasalah sekarang! Apa terlalu memusingkan menjadi saudaraku Oh Sehun?” Sidir Yoona dengan senyuman remeh.

Gadis itu melirik seisi kelas. Tidak ada siapapun, terkecuali si anak baru yang sedang membenahi lokernya. Jadi tidak apa-apa jika mereka membahas hal ini sekarang..

Sehun terkekeh pelan mendengar ucapan Yoona. “ Saudara? Aku tidak menganggapmu saudaraku. Kalau pun orang tua kita harus menikah, aku tetaplah aku..dan kau tetaplah si Im Yoona dungu yang tak bisa mengalahkanku. jadi..kenapa kita harus di sebut saudara?”

“Mwo? Yak Oh Sehun!”

“Kau marah? Dengar..kau dan aku berbeda. Aku tidak seegois kau yang lebih mementingkan diri-sendiri “ Racau Sehun lagi. Sepertinya pria ini benar-benar serius memancing emosi Yoona.

“Ani. Siapa bilang aku tidak menyetujuinya? aku setuju Eommaku menikah dengan siapapun! Asal jangan denganmu namja idiot!” Seru Yoona asal. Bahkan ia tidak yakin dengan apa yang dikatakanya.

“Geure? Kalau begitu kau menyetujuinya?”

Yoona mendesah prustasi “ Ne! aku menyetujuinya! Puas!”

Sehun tersenyum tipis mendengarnya “ Kalau begitu..selamat datang di keluaraga Oh.. My Sister..” Bisik Sehun di telinga gadis itu, sebelum akhirnya berlalu.

My Sister? Apa pria ini sudah tidak waras?

“Hey kutu babi..Bukankah kau tidak mau menganggapku saudaramu? Jadi untuk apa kau memanggilku begitu?”

Mendengar ucapan Yoona, Sehun menoleh kembali “Kalau kau mau..aku bisa merubah pikiranku” Seru Sehun

“Mwo!? Aishh..dasar namja gila!!” Triak Yoona sebal. Berhasil membuat Wu Yi Fan si anak baru itu, menatapnya aneh.

“Apa Lihat-Lihat!” Sergah Yoona sebelum akhirnya pergi juga. Pria itu hanya menatap Yoona tanpa ekspresi.

***

Di kantor. Sejoong menghelanya nafas berkali-kali karena tak kunjung menemukan sisi terang dari masalah perkerjaanya. Ia tidak tahu mengapa ia begitu lamban hari ini, mungkin karena masalah Oh Sehun…

“Belum selesai juga?” Tanya Jihyun,yang tiba-tiba datang membawakan kopi untukknya.

“Ne..aku tidak bisa menemukan hasil yang tepat”

Jihyun tersenyum tipis. Kemudian mendekat ke arah pria itu “ Jangan terlalu dipaksakan, kita bisa mencarinya bersama-sama nanti..” Saran Jihyun sambil menaruh kopi itu di meja Sejoong.

“Apa kau sudah bicara dengan Yoona?” Tanya Sejoong. Pria itu beralih menuju sopa.

“Belum..Yoona tidak mau menemuiku..kau sendiri?”

“Sama..anak itu hanya diam saja ketika ditanya..sepertinya ia masih kepikiran Eommanya..”

Jihyun terdiam kala mendengar Sejoong membahas Eomma Sehun. Pria itu sendiri bingung melihat tingkah sekretaris sekaligus calon istrinya itu, apa Jihyun sedang cemburu? Ey..kekanak-kanakan sekali…

“Kau tidak suka?”

“Ne?”

“Eomma Sehun..kau tidak suka aku membahasnya?” Tanya Sejoong. Berhasil membuat Jihyun tersipu.

“Aigoo..kau pikir aku seumuran Sehun eoh?” Kekehnya. Kemudian mereka sama-sama tertawa setelah itu..

***

“Oh Sehun!”

Sehun memasang tampang tak suka setelah tahu siapa yang memanggilnya. Padahal ia sedang bermain basket bersama teman-temanya. Menganganggu saja..

“Ada apa kau memanggilku?” Tanya Sehun malas.

Xi Luhan- menghela napasnya sejenak. Sebenarnya ia malas mengatakan hal ini tapi..ya sudah lah..

“Bisa kita bicara?”

Sehun mendengus dan menghiraukan ucapan Luhan. Pria itu kembali asyik dengan bolanya..

“Yak Oh Sehun..aku serius ingin bicara denganmu!” Teriak Luhan sebal.

“Kalau aku tidak mau?” Pancing Sehun. “Kau harus mau!” Bantah Luhan.

Sehun terkekeh “Mwo? Memangnya siapa kau? Aku tak punya waktu melayanimu!” Seru Sehun sombong.

Luhan semakin sebal saja dibuatnya. Tapi Luhan harus tenang..ia harus bisa mengontrol emosinya..

“Ini soal Yoona, kumohon sebentar saja..” Lirih Luhan mengalah.

“Kenapa aku harus mau kalau soal dia? Kau tahu kan dia musuh bebuyutanku?”

Luhan mengerang prustasi mendengar jawaban Sehun. Kenapa sulit sekali mengajak pria ini untuk berkompromi? Benar-benar keras kepala..persis seperti Yoona.

“Yak Oh Sehun! Kau..Aishh..jinnja! kau tahu masalah yang sebenarnya! Jadi biarkan aku bicara denganmu sebentar saja! 5 menit sudah cukup..”

“Terlalu lama! kau pikir kau siapa bisa membuang waktuku seperti itu?”

“Arraseo! 3 menit! Aku akan bicara denganmu selam 3 menit! Jadi ayo ikut aku..”

Sehun berpikir sejenak, lalu melempar bolanya asal “Aishh..benar-benar merepotkan! Kau harus bayar untuk itu!” Dengus Sehun kemudian.

*

“Ck..Sehun kemana sih? Seharian ini aku tidak melihatnya?”

Krystal duduk malas di bangku taman sambil melirik kepunjuru sekolah. Ia sudah mencari Sehun kemana-mana, tapi tak menemukanya. Kemana sih pria itu?

“Mau?”

Tiba-tiba Jongin datang dan memberinya Softdrink. Krystal mendengus, apa si hitam ini sedang mencari muka sekarang?

“Tidak, terima kasih!”

“Kau sedang mencari Sehun ya?” Tanya Jongin lagi. Ia melirik gadis disebelahnya itu yang tampak menghiraukan pertanyaanya.

“Kau..berhentilah mengikutinya, aku yakin Sehun tidak nyaman dengan hal itu..”

Krystal berdecak sebal, dasar pria sok tahu! Dari mana dia tahu Sehun tidak nyaman? Ish..dia bahkan jarang sekali berbicara dengan Sehun..

“Krys..kau belum mau berkencan denganku?” ucap Jongin tiba-tiba. Ujung-ujungnya pria ini selalu mengungkapkan perasaanya. Dasar..

“Jangan bermimpi!” Ketus Krystal sambil berlalu meninggalkan Jongin.

Pria itu hanya bisa menghelnapas berlebihan, seraya menatap kaleng Softdrink yang hendak di berinya untuk Krystal tadi.

“Kita sama-sama ditolak..jangan bersedih eoh? Ada aku yang akan meminummu sekarang..”

***

“Yoong..kau belum baikan dengan luhan?” Tanya Chanyeol, sambil menikmati jus jeruknya.

“Tak usah membahas pria itu! Dia tidak bisa di andalkan..” Jawab Yoona ketus.

“Kenapa tidak bisa di andalkan? Selama ini kan dia yang sering membantumu..” Sahut Yura ikut-ikutan.

“Untuk kali ini tidak..!” Bantah Yoona

“Memangnya apa yang tidak bisa dibantunya?”

Baik Yoona, Yura maupun Chanyeol terkesiap karena tiba-tiba Wu Yi Fan si anak baru itu muncul secara tiba-tiba. Bahkan ia ikut berbicara. Yura yang memang dari awal menganggumi ketampanan Yifan mendadak kaku karena sekarang pria itu duduk di sebelahnya.Omo…

“Siapa yang menyuruhmu bergabung?” Tanya Yoona sinis..

“Naluriku..naluriku yang menyuruhku bergabung dengan kalian.”

Yoona dan Chanyeol begitu muak mendegarnya, tapi Yura..gadis itu tampak terharu..

“Yak Kim Yura! Jangan memasang tampang bodoh seperti itu! Atau kau akan ku depak dari sini!” cercah Yoona sebal.

“Aishh..kau apa-apaan sih Yoong!”

“Hey anak baru..kau kenapa sok dekat begitu? Apa kau menyukai Yura? Kulihat..dia sangat menyukaimu”

“Ne?” Yifan tampak bingung dengan ucapan Yoona.

“Yoong! Kau jangan terlalu jujur!” Protes Yura.

“Memang itu kenyataanya.. Hey, kau tahu? Yura..gadis di sampingmu itu, dia sangat tergila-gila padamu..berkecanlah denganya..” Seru Yoona setengah berbisik.

“Yak Im Yoona!!”

Yoona tertegun, Siapa yang beteriak? Yura tampak tersipu malu, dan Yifan hanya diam saja. Lalu..Park Chanyeol?

“Yeol..ada apa denganmu?” Tanya Yoona bingung. Begitupun dengan Yura dan Yifan.

“A..Anio! aku mau ke toilet sekarang!” Gagap Chanyeol, kemudian berlalu sambil menutup mukanya.

“Kenapa dia?” Tanya Yoona pada Yifan. Tapi pria itu hanya mengankat bahu dan tersenyum tidak jelas..

“Ck.ck..ck..kurasa kau sama anehnya dengan Chanyeol..” Cibir Yoona.

*

Di dalam sebuah Apartement mewah. Tampak seorang pria tampan sedang membersihkan pisau kecilnya dengan sapu tangan putih. Pisau itu tampak sangat tajam dan berkilauan. Dengan sangat nekat ia menggoreskan pisau itu pada tanganya..dan errr..berdarah..

Tapi pria itu tidak meringis kesakitan. Ia malah tersenyum sambil menjilat sisa darah dari pisau itu. Sangat mengerikan..Apa maksudnya menyakiti diri sendiri seperti itu?

“Cara bicaranya sangat mengagumkan. Tapi setelah ini..apa dia bisa berbicara omong kosong seperti itu lagi?” Pria itu tersenyum menyeringai.

***

Malam itu Yoona duduk termenung di atap rumahnya. Ia memandangai bintang-bintang yang tampak berkelap-kelip di kegelapan malam. Gadis itu tersenyum mengingat masalalunya..

“Kau..suka bintang?” Tanya seorang pria pada Yoona kecil. Saat itu mereka sedang melihat bintang bersama-sama.

“Ya. dulu sewaktu Appa masih hidup..aku dan Eomma sering berebut bintang paling terang bersamanya..” lirih Yoona sedih mengingat kenangan indah bersama sang Ayah yang telah meninggal.

“Aku juga ingin..”

“Ne?”

“Melihat bintang bersama Ayah dan ibuku.. Aku belum pernah merasakanya..”

Yoona tersenyum hangat pada pria kecil itu “Kau akan mersakanya suatu hari nanti… Sekarang,ayo berebut bintang bersamaku..” ajak Yoona kemudian mulai mencari bintang untuknya.

“Nah aku sudah dapat..aku yang itu! Bintang yang itu, adalah aku!” TunjukYoona semangat setelah menemukan bintangnya.

“Itu terlalu terang..tidak cocok untukmu! Bintang itu lebih cocok untukku..” Ucap pria itu

“Wae? Kalau terlalu terang memangnya kenapa? Kenapa tidak cocok untukku?” Tanya Yoona bingung.

“Karna aku lebih putih darimu..” Kekehnya “ Nah..kau seperti itu! yang paling ujung itu..”

“Yak! Mana ada princess memiliki bintang yang tersisih begitu!” Protes Yoona.

“Ada..itulah kau..”

“Mwo?? Aishh..kau memang selalu kurang ajar ya badut..”

“Sedang apa?”

Lamunan Yoona terhenti begitu saja, kala Luhan sudah duduk disampingnya. Yoona menyengir aneh, Kapan pria ini naik?

“Untuk apa kau kemari eoh? Aku masih marah padamu!” Cercah Yoona.

Luhan tersenyum, mendengar nada bicara Yoona. Ia tahu jika sahabatnya ini sudah tidak marah lagi..

“Mau kuberitahu sesuatu?” Tanya Luhan

“Shireo!”

“Yakin? Ini menyangkut pernikahan ibumu lohh…”

Yoona menatap Luhan aneh. Apa yang ingin dikatakan pria ini? Haruskah ia menanyakanya? Aissh..tapi memalukan sekali..

“Gengsimu besar sekali Nona Im..Mau dengar tidak??” Goda Luhan.

“Arraseo..aku terpaksa mendengarnya..katakanlah.” Pungkas Yoona.

Luhan tersenyum sekilas “Aku berhasil membujuk Sehun untuk berkerja sama..”

“Eoh?” Yoona tampak kaget mendengar penuturan Luhan. Apa maksud pria ini?

“Besok..berundinglah denganya, kalian bisa berkerja sama untuk menggagalkan pernikahan orang tua kalian..”

Mulut Yoona menggangga mendengar penuturan Luhan. Kenapa pria itu jadi mau membujuk Oh Sehun? Dan bukankah Luhan terlalu baik untuk merencanakan trik kotor seperti itu? Tidak biasanya Luhan begini..Apa motifnya? Yoona tampak berpikir keras.

“Tidak perlu heran begitu..apapun akan aku lakukan untukkmu Yoong..” Lirih Luhan lembut.

“Aku tahu kau tidak bahagia dengan pernikahan ibumu..karena itu berusahalah sebelum semuanya terlambat..” lanjut Luhan.

“Tapi..Sehun bilang..dia menyetujui pernikahan ini” KataYoona bingung.

Luhan tersenyum tipis sambil membelai surai Yoona lembut “Dia hanya mempermainkanmu..”

“Mwo!? Aissh..bajingan itu! Kenapa sifatnya tidak dewasa sekali!”

“Kau juga sama saja Yoong..”Sahut Luhan

“MWO!? Yak Xi Luhan!”

Luhan menutup mulutnya ketika sadar ia sudah salah bicara. Pasti gadis ini akan ngambek lagi.. Aigoo..kenapa mulutnya ceroboh sekali?

***

“A..A..Ann..yeong..” Sapa Yoona terbata-bata saat menghampiri Sehun saat jam istirahat. Bukan karena ia gugup atau takut pada Sehun. Tapi karena ia begitu sulit untuk menyapa Sehun walau hanya dengan kalimat “Annyeong” saja. Bahkan ia sempat berpikir beberapa kali untuk menyapa Sehun atau tidak..

Sehun menahan tawanya mendengar Yoona begitu sulit untuk sekedar bicara saja. Namun setelah itu ia berdehem pelan untuk mengembalikan image coolnya di depan Yoona. “Menjijikkan” Gumam gadis itu di dalam hati.

“Ada perlu apa ya?” Tanya Sehun santai. Oke, sepertinya ia terlalu berlebihan kali ini..

Yoona menelan salivanya dengan terpaksa. Ingin rasanya ia mencaci-maki Oh Sehun saat ini juga! Tapi sabar..untuk kali ini, tahanlah Im Yoona..

“Kata Luhan..kau…kita..” Aigoo..kenapa Yoona sangat sulit untuk bicara baik-baik pada pria ini? Terasa janggal dan aneh..

“Ne. .temanmu itu kemarin memohon-mohon padaku..dia meminta agar kita..Ani..kau dan aku berkerja sama untuk menggagalkan pernikahan ini..sebenarnya aku tidak masalah mau mereka menikah atau tidak..tapi sepertinya kau sungguh menderita dengan keadaan ini,sehingga meminta Luhan untuk memohon padaku..”

“Yak Oh Sehun! Aku tidak pernah memohon padamu!” potong Yoona terbawa emosi.

“Mau ku bantu?”

“Ne!”

“Aku bisa saja membantumu..tapi ada syaratnya” gumam Sehun yang kini memandang Yoona licik.

Yoona mendelik tak percaya “Yak Oh Sehun! Kau juga tidak setuju kan dengan..”

“Aku bilang aku tidak masalah..ini hanya tergantung kau saja..mau? jalankan..tidak? ya lakukan saja sesuai caramu..Tapi aku tidak yakin akan berhasil..mengingat IQ mu tidak lebih tinggi dariku..”

“Mwo!?” Astaga..Yoona bisa gila karena berurusan dengan namja aneh ini. Apa maunya sih!?

“Oke..katakan apa maumu Oh Sehun!” ucap Yoona menyerah..

Sehun tersenyum puas. Akhirnya ia berhasil juga mengelabui gadis ini..dasar bodoh! Beginikah bentuk seseorang yang di sebut pintar oleh sekolah ini sebelum datang dirinya? Mengecewakan..

“Arraseo..Dengarkan baik-baik yang kukatakan eoh? Mulai hari ini…”

To Be Continued

“Hallooooo Semuanyaaaaaa!!?? I’m back..!! Gimana kabar para readers sekalian? Sehat-sehat aja kan?? (Mudah-mudahan..)

Gimana? Ceritanya makin gaje ya? Makin ngaur? dan bahasanya pun rada norak, ya kan? yang lebih parahnya lagi..Typo nyangkut di mana-mana.. Mian chingu..aku belum bisa jadi penulis yang baik.. /Tapi sebenarnya ff ini terispirasi dari drama taiwan “Devil beside You” walaupun hasilnya jadi hancur begini..sekali lagi maaf ya?

Ya udah deh selamat beraktivitas aja buat semuanya..dan terima kasih sudah membaca ff ini chingu../jangan lupa RCL oke?? Annyeong…^^

45 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 3)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s