FACE OFF [7]

req-fn2

 

author : FN

main cast : Park Chanyeol, Im Yoona, Mun Joo Won

other cast : Lay, Baekhyun, Seohyun, Sehun and others

genre : action, family, marriage life, little romance, friendship, hurt and others

length : chapter

rating : PG 15

poster : arin yessy @ indo ff arts

desclaimer : di cerita ini author terinspirasi dari 3 film barat dan 1 drama korea. judul filmya Face Off, Enemy Of The States dan Taken (1 & 2). buat dramanya dari drama Korea judulnya Ghost (drakor favorit author, yang castnya Soo Ji Sub <= salah satu aktor fav author ini xD).

author’s note : di cerita ini mungkin cukup jauh dari kata romance antara main cast tapi romancenya tetep ada dan mungkin agak sedikit lebih fokus ke main cast namjanya. mianhe jika ada typo dan kesalahan teknis lainnya 🙂

—-

Joo Won tak menjawab hanya diam mengikuti arah petugas polisi itu pergi. Joo Won dibawa kesebuah mobil ambulans yang berada tak jauh dari sana. Dia melihat seorang anak kecil tengah dibalut selimut dan menunduk diam sambil memainkan kakinya. Joo Won sedikit menyipitkan matanya untuk memastikan siapa lelaki kecil itu

“Len?”

Lelaki kecil itu langsung mendongakkan wajahnya dan menatap Joo Won dengan tatapan polosnya, Joo Won langsung berlari dan memeluknya. “gwenchana?” tanyanya, Len mengangguk pelan

“sekarang kau tinggal bersama ajhussi, ne?”, Len mengangguk. Joo Won langsung menggendong Len menuju mobilnya dan membawanya pergi.

—-

Chanyeol pov

Aku berputar-putar sedari tadi, tentang operasi wajah dengan Joo Won itu masih saja mengganggu pikiranku hingga aku benar-benar tak fokus untuk mencari Seohyun tapi aku tak mau melihat Yoona bersama dengan Joo Won! meskipun kami menikah karena perjodohan, ayolah, siapa yang tak akan mencintainya jika kita sudah hidup bersama bertahun-tahun? Bahkan anak kami dua? Dan Seohyun sekarang sudah hampir remaja?

Cklek

“bos”

Aku menoleh mentap Key dari pintu, “ketua memanggilmu” lanjutnya

Apa lagi ini? ketua memanggilku? Apa karena masalah aku memberhentikan pencarian soal Joo Won?

“ne” jawabku merapikan tatanan kemejaku dan berjalan keluar menemui kepala pusat kepolisian.

Sekarang? Disinilah aku duduk dengan tatapan tajam dari 6 orang petinggiku. Mereka menanyaiku macam-macam, seputar Joo Won tentu saja. Oke ini memang kesalahan karena aku memberhentikan pencarian Lay tentang Joo Won tapi aku sudah menandatangani perjanjian dengannya dan aku bukanlah lelaki yang tidak menepati janji hanya karena gertakan dari atasan. Contoh saja kepala hari ini, dia menggertakku akan memecatku tapi aku bukan detektif sekaligus polisi yang bisa langsung menurut

“mianhe, sajangnim tapi saya bukan memberhentikan tentang pencarian Mun Joo Won, saya memang menyetop Lay untuk melakukannya karena saya yang ingin mencari tentang Mun Joo Won” terangku dengan nada angkuh

“begitukah? Apa yang kau dapatkan selama ini?” tanya seorang kepala Intel dari Korea

“mianhe, sajangnim tapi ini rahasia dari perusahaan kepolisian milik kepolisian daerah Seoul dan saya sudah mengatakan pada atasan saya bahwa saya tak akan membocorkan rahasia perusahaan sebelum saya menemukan tentang hasil akhir dari penemuan yang saya lakukan” jawabku

Kepala Intel dan kepala detektif itu menatapku dengan tatapan mencemooh tapi aku tak peduli dengan mereka, yang pasti aku sudah tahu jika Joo Won tidak sepenuhnya bersalah dan nyawa anakku sekarang berada ditangan Joo Won. bukan sepenuhnya ditangan Joo Won tapi keahlian Joo Won lah yang membuatnya tampak seperti ditangan Joo Won. aku menyesal kenapa dulu aku tak melanjutkan pendidikanku lebih tinggi lagi

Hampir 5 jam aku berada diruangan terkutuk itu, tatapan tajam dan suara-suara mencemooh itu sudah hilang saat ini. jika aku memikirkan lebih dalam lagi tentang ini semua tak ada cara lain selain aku menyetujui apa yang direncanakan oleh Baekhyun

Aku mengambil ponselku dan menelpon Yoona, agar dia sedikit meninggalkan pekerjaannya sekarang meskipun aku tahu ini bukan jam makan siang.

Aku menunggu Yoona 15 menit, aku maklum akan hal itu karena dia memang sibuk (sama sepertiku) hingga akhirnya aku melihatnya berjalan terburu memasuki cafe

“huh…mianhe telat, ada seorang pasien mendadak tadi” kata Yoona, “kau sudah memesan sesuatu?” tanyanya

Aku mengangguk. Tanganku tergerak menyentuh pipinya, dia cukup kaget dan menatapku diam

“kau terlihat sangat pucat, apa kau menjaga kesehatanmu dengan baik?” tanyaku

Dia tersenyum manis menatapku, “tentu saja, aku seorang wanita yang kuat ingat” jawabnya

“aahh… pastikan kau tak akan jatuh sakit, bukankah memalukan jika seorang dokter jatuh sakit?”

“aku juga manusia–ehm, kenapa tiba-tiba mendadak seperti ini?” tanya Yoona

Aku tak menjawabnya melainkan menatap setiap lekuk wajahnya dan juga iris madu miliknya yang membuatku mabuk karenanya setelah kami menikah saat itu. Tak ada yang berubah dari Yoona menurutku, dia tetaplah seorang gadis cantik seperti dulu dan gadis cantik ini adalah milikku

“waeyo?” tanya Yoona

“aniyo, kau percaya padaku bukan?”

dia menatapku aneh, “aku hanya bertanya, jangan menatapku seperti itu” tegurku

Dia menghembuskan nafasnya pelan, “tentu saja” jawabnya tersenyum

“soal Seohyun–tolong kau tetap tenang, aku akan terus berusaha apapun yang terjadi”

Wajahnya langsung terlihat sedikit murung ketika aku menyebut nama anak pertama kami tapi kemudian dia tersenyum menyembunyikan semua perasaan yang coba dia rahasiakan sekarang

“ne, aku yakin kau pasti akan menemukannya” jawabnya.

Setelah selesai menemui Yoona aku dan Lay langsung datang ke gedung tua itu, aku memang belum memberitahu Joo Won dan aku memang belum mengatakan jika aku ingin bertemu dengannya tapi entah kenapa perasaanku mengatakan jika Joo Won dan Baekhyun (mungkin) sedang ada digedung ini

Kraaakk

“detektif Park? Lay-ssi?” kaget Baekhyun yang muncul entah darimana, aku mengangguk dan langsung masuk begitu saja, “Joo Won didalam bukan?” tanyaku, dia mengangguk

“Joo Won” panggilku ketika mendapati dia tengah duduk didepan laptopnya yang menyala dengan gambar-gambar seperti pipa tapi sangatlah tak berbentuk. Dia sedikit teralihkan pandangannya dan menatapku. Jika aku boleh jujur Joo Won aku akui memang—ya—tampan—cool dan sangat jenius, bahkan kejeniusannya melebihiku dan juga seperti adiknya dulu yang menghancurkan software milik negara karena keisengannya

“Chanyeol? Apa yang membuatmu kemari tanpa memberitahuku?” tanyanya memutar kursinya menghadapku

“ayo, kita lakukan operasi pertukaran wajah kita”.

Author pov

2 weeks ago…

Chanyeol sedang berdiri dengan tatapan tajamnya memandang seluruh jalanan di kota Seoul dari sebuah gedung pencakar langit. Tatapannya datar dan dingin menggambarkan seorang polisi kejam tak berperikemanusiaan. Tangannya yang disembunyikannya didalam saku celana hitamnya itu seakan-akan lumpuh karena tak dia gerakkan sama sekali sejak 2 jam yang lalu. Dia menunggu sedang menunggu informasi dari Baekhyun, bisa saja dia mendapatkan informasi dari Lay tapi—Lay juga ada batasan untuk mengkorek informasi sedalam yang Baekhyun lakukan—oke, kalian tak lupa bukan jika Lay juga masih seorang polisi? Maka dari itu dia tak bisa bergerak seenaknya.

Tak lama setelahnya dia mendengar dering dari ponselnya—bukan ponselnya sebenarnya, itu ponsel milik Joo Won. tertera nama lelaki yang tengah ditunggunya sejak tadi. Dalam diam dia mengangkat panggilan itu, dia mengatakan sepatah katapun hanya mendengarkan, beberapa saat kemudian dia mematikan ponselnya dengan wajah penuh amarah yang membara dan meninggalkan gedung itu dengan cepat.

Yoona dia sangat bingung dengan dimana keadaan Chanyeol, sudah 2 minggu dan tak ada kabar sedikitpun dari Chanyeol. Dia sudah menghubungi Lay, bawahan Chanyeol yang Yoona ketahui tapi Lay mengatakan bahwa Chanyeol sedang ada tugas rahasia jadi dia tak memberi tahu Yoona jika dia sedang pergi tapi tetap saja, Yoona adalah istrinya dan seharusnya Chanyeol memberitahunya apalagi Yoona kesepian, keberadaan Seohyun belum ditemukan sedikitpun. Hampir saja dia gila karena sinar hidupnya tak bersamanya lagi

“nyonya Park” panggil Lee ajhumma, Yoona menoleh dari kertas putihnya dan melepaskan kacamata baca yang menggantung dihidungnya

“waktunya makan siang, nyonya” lanjut Lee ajhumma tersenyum, Yoona mengangguk pelan, “panggil Shin ajhussi, kita makan bersama-sama” jawab Yoona, Lee ajhumma mengangguk dan meninggalkan Yoona membereskan barang-barangnya yang berserakan

Mereka bertiga makan dengan diam, hampir dua minggu ini Yoona selalu mengajak Lee ajhumma dan Shin ajhussi untuk makan bersama. Entah itu sarapan, makan siang atau bahkan dinner tapi tak sering juga Yoona memilih untuk tak makan. Lee ajhumma juga sedikit khawatir dengan keadaan Yoona dan dia juga tak habis pikir dengan Chanyeol yang tak pulang selama 2 minggu hampir lebih ini

“nyonya, makanlah yang banyak” kata Shin ajhussi

“aku sudah makan tadi pagi” jawab Yoona menyendok supnya

Tap…tap…tap…

Terdengar suara langkah kaki yang berat mendekat ke arah mereka. Hanya Yoona sebenarnya yang tidak menyadari langkah berat itu, dia sibuk menyendok sup panasnya, Lee ajhumma dan Shin ajhumma menghentikan pergerakan alat makannya dan menoleh kearah tangga di sebrang ruang makan, menunggu siapa yang datang dan yang pasti mereka sudah bisa menebak siapa orang itu. siapa lagi jika bukan Park Chanyeol

Sraaak

Pandangan mereka berdua teralih lagi pada Yoona yang berniat berdiri karena dia sudah menyelesaikan makan siangnya, bersiap kembali ke rumah sakit. Dia tak memiliki kegiatan dirumah jadi dia memutuskan untuk kembali kerumah sakit. Badan wanita ini benar-benar berubah, tubuhnya beanr-benar sangat kurus dan pipinya mulai terlihat tirus, kulitnya tak bercahaya seperti dulu apalagi akhir-akhir ini dia sering memiliki masalah dengan keluarganya dan yang paling parah sekarang semua keluarganya terasa meninggalkannya. Jika saja dia memiliki saudara tapi tidak—Yoona adalah seorang anak tunggal dan kedua orang tuanya sudah meninggal

“Yoona”

Panggilan pelan itu tak mengalihakan pandangan Yoona yang tengah sibuk menata bawaannya, dia tahu seseorang tengah memanggilnya tapi dia takut, dia takut jika itu hanya ilusi semata seperti beberapa hari yang lalu ketika dia mulai gelisah dengan keadaan suaminya dan Seohyun

“Yoona”

Kali ini suara itu terdengar jauh lebih keras daripada yang tadi membuat sang empunya nama tetap tak beralih dan berjalan pergi begitu saja—belum benar-benar pergi, ketika dia melewati lelaki itu, lelaki itu menarik pergelangan tangan Yoona dan menatap Yoona canggung

Mengetahu tangannya ditarik, Yoona mengangkat wajahnya, “Chan—Chanyeol?” gumam Yoona

Praak

Dia langsung menjatuhkan tasnya dan memeluk Chanyeol (Lee ajhumma dan Shin ajhussi sudah meninggalkan tempat itu sejak Yoona beranjak pergi). Air matanya turun deras, dia memeluk Chanyeol erat, dia menghirup wangi suaminya ini terus menerus

Chanyeol, dia senang dengan perilaku Yoona ini tapi dia takut dan dia masih merasa sedikit canggung, apa dia harus membalas pelukan ini atau tidak. Dengan ragu dia mengangkat tangannya dan memeluk Yoona pelan tapi ketika dia mencoba menyandarkan kepalanya kebahu Yoona itu membuatnya semakin mengeratkan pelukannya—ya—dia mencintai wanita ini, sangat mencintainya—wanita yang berdiri dibibir pantai ketika dia berhasil kabur saat itu.

Satu kenyataan, lelaki yang memeluk Yoona sekarang ini bukanlah Chanyeol—melainkan Mun Joo Won. mereka menghilang selama 2 minggu itu karena mereka melakukan operasi, mereka pikir akan berlangsung lama tapi ternyata Baekhyun sudah mempersiapkan semuanya bahkan kelima dokter dari Amerika yang didatangkan olehnya itu sudah dipesan dulu oleh Baekhyun, sehingga ketika Baekhyun menelpon mereka, mereka langsung bergegas datang ke Korea dengan semua persiapan yang sangat matang.

Joo Won pov

Aku tak berniat memeluknya seperti ini tapi ketika aku mencium wangi tubuhnya, itu benar-benar membuatku tergoda—tunggu—tapi aku bukanlah seorang cassanova yang seenaknya dengan wanita, jujur pada situasi lain aku benar-benar mencintai wanita ini tapi bagaimanapun juga dia sudah bersuami dan wajah yang aku gunakan sekarang adalah wajah suaminya

Aku sekarang adalah Park Chanyeol bukan Mun Joo Won (setidaknya hanya sampai aku menemukan diamana keberadaan bawahan Sehun)

Sekarang? Yoona masih tetap memelukku seperti tadi, erat, sangat erat. Sebegitukah dia mencintai suaminya? Tsk, bodoh!

Aku merengganggkan pelukanku dan menarik tangannya yang melingkar di leherku, aku tersenyum canggung menatapnya. Baru kali ini aku bertatapan sangat dekat seperti ini dengannya. Jujur itu membuatku semakin gugup—hey! Kau seorang lelaki tangguh dan dingin! Seharusnya kau tak bersikap seperti ini!

Aku menyeka air mata yang keluar dari wajahnya, “kenapa menangis?” tanyaku

“kenapa kau datang kemari?” tanyanya

Aku mengangkat alisku, “kau tak ingin aku datang?” tanyaku polos

Dia mengkerutkan dahinya menatapku bingung, “ada apa denganmu?” tanyanya

“memangnya ada apa denganku?”

Dia semakin mengkerut menatapku—greep

“aku hanya bercanda” jawabku tersenyum memeluknya

Mungkin ini yang Chanyeol lakukan padanya, aku tak tahu harus bagaimana karena aku belum pernah memiliki seorang istri sejak dulu. Aku tak tahu kepribadian Chanyeol didepan Yoona tapi jika aku harus bersikap sangat hangat seperti ini, jujur saja itu bukanlah sifatku yang sebenarnya

“kau akan pergi kerumah sakit?” tanyaku, dia mengangguk, aku melepaskan pelukannya

“pergilah, aku akan dirumah seharian ini” jawabku

“kau—tak bekerja?”, aku menggeleng dan membuat sedikit senyuman di bibirku.

Aku langsung menuju ke lantai dua, seperti perkataan Chanyeol, kamarnya berada dilantai dua nomer 3 paling ujung. Kamar pertama kamar Seohyun, kamar kedua kamar Lio dan ketiga kamarnya dengan Yoona. aku membuka pintu coklat itu perlahan. Aku langsung duduk disebuah kursi tak jauh dari ranjang dan membuka laptop yang aku bawa, aku melihat lagi informasi yang dikirimkan oleh Baekhyun

Bom yang meledakkan panti itu adalah salah satu bom yang mereka pasang untuk membuat Chanyeol dan aku segera bertindak. Aku menemukan software baru milik mereka tapi aku belum bisa meng-cracknya. Apa mereka menyewa seorang cracker dari luar negeri agar aku tak bisa mengalahkan mereka? Itu tidak mungkin, tetaplah berpikir positif mungkin ini belum keberuntunganmu kau meng-crack software itu dalam waktu 2 hari

Tok…tok…tok

“tuan, ada tamu”, aku terperanjat mendengarnya, tamu? Siapa yang datang kemari mencariku?

“ne” jawabku lantang dan begegas menemui orang itu.

“Lay?” kagetku ketika mendapati Lay tengah duduk rapi di sofa, dia mendongak menatapku serius

“Mun Joo Won?” tanyanya, “ne, aku Mun Joo Won, kau mencari Chanyeol?” tanyaku

“tak penting jika aku sekarang mencarinya karena bagaimanapun juga sekarang kau adalah Park Chanyeol. Kepala intel itu memanggilmu dan itu masih berkaitan dengan masalah Chanyeol memberhentikan pencarian tentangmu” jelasnya

“apa yang Chanyeol katakan waktu itu?” tanyaku

“detektif Park cerdas jadi dia bisa menjawab itu semua dengan sangat tegas” jawabnya

Aku mengangguk, “jika dia bisa menjawab dengan pintar maka aku akan melakukan hal lebih cerdas dari yang dia lakukan” kataku

“tunggulah, beberapa saat lagi pasti agen intel itu akan menelponmu”

Dan tepat dugaan Lay, ponselku berdering dengan nama ‘Choi Siwon’ tertera dilayarnya. Aku tahu siapa Choi Siwon, seorang agen intel yang sangat dibanggakan oleh petinggi di Korea Selatan tapi aku menganggapnya rendahan karena sifatnya yang sangat egois dan selalu mengungkapkan peraturan ‘pertama, aku selalu benar. Kedua dan jika aku salah maka kau harus kembali ke peraturan pertama’. Hey! Apakah dia seorang otaku dan pecinta Death Note? Memangnya kita hidup di dunia anime?

“kau lakukan apa yang diperintahkan oleh Chanyeol, aku akan menghadapi orang sok tahu ini” kataku, Lay mengangguk. Aku kembali kekamarku dan membereskan laptopku, setelah itu segera saja aku menuju tempat pertemuan tadi dan aku harus berusaha pulang lebih dulu daripada Yoona.

Chanyeol pov

Aku duduk diruangan besar ini seorang diri, selain cracker Joo Won ternyata adalah salah seorang dari pengusaha sukses terbesar di Korea—lupakan soal itu, sekarang aku memikirkan istriku, Yoona. apa yang dia lakukan bersama Joo Won? jika sampai Joo Won melakukan perbuatan lebih pada Yoona maka aku benar-benar bersumpah akan membunuhnya secepatnya

Ckleek

Aku mendongakkan kepalaku dan menatap seseorang masuk keruangan ini—anak kecil—dan bersama orang paruh baya dibelakangnya

“mianhe tuan, Len ingin menemui anda karena dia sendirian dirumah” kata lelaki paruh baya itu

“Len?” tanyaku linglung

“ne, Len. Anda—lupa dengannya?” tanyanya

“mwo? eh? Aniyo, tentu saja aku mengingatnya. Len kemarilah” kataku melambaikan tanganku pada lelaki kecil itu seraya tersenyum simpul. Anak kecil—bernama Len itu berjalan mendekatiku pelan dengan miniatur Iron Man ditangan mungilnya. Semakin mendekat dia semakin mirip dengan—Lio

“saya permisi dulu tuan” kata lelaki paruh baya itu pamit, aku hanya mengangguk singkat

Aku mengangkat Len dan memangkunya, aku mengelus rambut hitamnya—aku benar-benar teringat akan Lio—anakku yang meninggal 3 tahun lalu, tapi apa Len anak dari Joo Won? setahuku Joo Won tak memiliki seorang istri? Dan sekarang Len? Apa dia mengadopsi? Jangan bodoh, menurutku Joo Won bukanlah tipe lelaki yang menyukai anak kecil

“appa, aku lapar”

Aku menatapnya diam sesaat, “kau ingin makan apa?” tanyaku, “spagetti!” jawabnya riang, aku mengangguk tersenyum, “appa pesankan dulu” kataku.

Aku pulang bersama Len—pulang kerumah Joo Won tentu saja, tentang pergantian wajah ini hanya aku, Joo Won, Lay, Baekhyun dan kelima dokter dari Amerika itu yang tahu dan informasi ini tetap saja harus disembunyikan bahkan orang terdekat sekalipun. Aku tak tahu akan sampai kapan aku seperti ini tapi jika ini semua dimanfaatkan oleh Joo Won aku benar-benar akan membunuhnya, tak peduli aku akan masuk penjara sedikitpun

Len duduk manis disampingku sambil memainkan Iron Mannya, dia sepertinya tak banyak bicara, sebab sampai saat ini aku hanya mendengar kata ‘appa, aku lapar dan spagetti’ dan tak ada kata-kata lainnya berbeda dengan Lio, Lio adalah anak yang aktif, dia sangat senang berbicara

Tit tit tit tit

“ne, yeoboseyo?” jawabku

“aku Joo Won, kau baru saja mendapat panggilkan dari kepala intel dan aku berhasil membalikkan semua pertanyaan yang dia lontarkan padaku”

“bagus jika begitu. bisakah aku bertanya sesuatu?” tanyaku

“tanyakan saja” jawabnya

“tunggu sebentar”

Aku membelokkan mobil Joo Won ke halaman rumahnya dan menyuruh Len agar masuk lebih dulu

“kau memiliki seorang anak?”

Dia terdengar menghembuskan nafasnya, “bukan, aku mengadopsinya menjadi anakku agar semua pembantuku dirumah tak hanya menganggur” jawabnya

Aku hanya ber-oh panjang, “bagaimana keadaan Yoona?”

“dia baik-baik saja dan dia tadi baru saja bertanya tentang kemajuan kabar tentang Seohyun”

“baiklah, aku tutup teleponnya” kataku.

Yoona pov

Dia benar-benar dirumah ketika aku bekerja, buktinya saat ini aku melihatnya sedang—membaca koran? Sejak kapan dia membaca koran? Dan sejak kapan dia mulai bertingkah lebih berwibawa daripada sebelumnya? Mungkin, dia sedikit mengubah perilakunya

“Chanyeol” panggilku, dia mendongak menatapku dan menutup koran yang sedang dibacanya

“sudah pulang?” tanyanya, aku mengangguk, aku langsung duduk disampingnya

“bagaimana dengan Seohyun? Ada perkembangan bukan?” tanyaku

“tenang saja, aku akan melakukan apapun untuk menemukan Seohyun” jawabnya

Aku mengangguk, “kau benar-benar dirumah seharian ini?” tanyaku

Dia menggeleng, “tadi aku sedikit ada urusan, jadi aku kembali kekantor setelah selesai aku langsung pulang lagi”

Aku menghela nafasku pelan, tentu saja orang sepertinya tak akan mudah berlama-lama dirumah dan tunggu? Sejak kapan dia mempunyai jam tangan seperti itu?

“kau membeli jam baru?” tanyaku

“jam?”, aku melirik jam tangan yang melingkar ditangannya

“ah..ehm—itu—itu hadiah dari Lay” jawabnya tersenyum canggung

“kajja, kita kekamar, kau pasti lelah”

Aku tak menjawabnya, hanya mengikutinya saja. Kenapa perasaanku sedikit berbeda? Kenapa aku merasa sedikit aneh? Dan kenapa perasaanku—menawar? Aish! Jangan berpikiran macam-macam!.

Joo Won pov

Oke dia sedang mandi dan kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang? Tidak! Aku harus segera keluar sebelum dia benar-benar keluar dari sana

Cklek

‘shit!’

“kau mau kemana?” tanyanya

“aku—haus, jadi—jadi—jadi, aku akan kebawah dan minum” jawabku bergegas menutup pintu dengan cepat

Aku tak menoleh padanya tadi, ya mungkin saja dia memakai pakaian handuk tapi tetap saja itu bisa membuatku tergoda. Jika saja dia memang istriku, mungkin itu wajar tapi dia bukan istriku, dia hanyalah sebatas wanita yang aku kenal, lalu kami menjadi cukup dekat hingga aku menyukainya. Benar-benar menggelikan! Ini kali keduaku aku menyukai seseorang. Seseorang pertama, dia bernama Tiffany Hwang tapi dia meninggal setelah melahirkan anaknya—ralat, anakku maksudnya

Drtt…drrtt…drrt

Tak dikenal?

“selamat malam, detektif Park?”

“nuguseyo?”

“ahh… kau melupakanku?”

Aku mengernyit mendengarnya, aku benar-benar tak tahu siapa dia

“kau benar-benar lupa? Bagaimana jika—”

“AAAAAA!!!!!!!”

‘Seohyun!!?’

Glek

Ne, aku ingat—aku ingat suara ini, suara ini pernah menelpon Chanyeol waktu itu dan dia yang mengancam akan membunuh Seohyun. Tidak, jangan sakiti anak itu, dia benar-benar berharga untuk Yoona—dan aku menyayanginya—sungguh

“jangan macam-macam dengannya!” geramku

“hahahaha… atau kau ingin mendengar jeritan yang lebih keras lagi darinya?” tanyanya

“AAAAA!!!! APPPAA!!!”

Teriakan Seohyun membuatku merasa benar-benar ngilu. Dia bukan anakku! Ayolah, Joo Won! tapi tak bisa! Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri

“kau tahu apa yang sedang terjadi tadi?” tanyanya tertawa, aku diam tak menjawabnya, aku berusaha agar nafasku berjalan teratur tanpa memperlihatkan jika kau sedang benar-benar marah

“anak-anakku sedang bermain pisau yang baru saja mereka beli tadi dan aku menyuruh mereka agar mereka mencoba pisau lipat yang mereka beli, apakah pisau itu tumpul atau tidak dan ternyata? Anakmu menjerit ketika pisau itu mengenai kulit putihnya”

“brengsek!”

“hahaha… tak perlu marah detektif. Ah… kau mau berbicara dengan putri tersayangmu ini?”

“ap—appa—je—jebalyo” rintih Seohyun

“Seohyun tenang, appa akan menyelamatkanmu secepatnya, jadi kau tenang saja disana, oke?” kataku

“aigo, sudah cukup drama menyedihkan ini. good bye”

Sialan! Seohyun—dia disiksa—aku tau ini semua akan terjadi karena bagaimanapun mereka pasti membenci Seohyun karena—Seohyun adalah anak dari Chanyeol. Ini benar-benar membuatku pusing, belum sempat aku menemukan titik terang dari alasan Sehun dan sekarang? Sekarang mereka justru membuat Seohyun menjadi bonekanya. Jika aku berhasil menangkap mereka, aku—aku akan benar-benar membunuh mereka dengan tanganku sendiri

“Chanyeol?”

Aku menahan nafasku ketika aku mendengar suara lembut ini memanggilku—aku tahu—ini suara Yoona. dia pasti mendengarkan semuanya tadi, dia cerdas pasti dia mudah menyimpulkan dari perkataan yang aku ucapkan dengan bajingan biadab itu

“apa—Seohyun—dia—dia tak baik—baik saja bukan? apa mereka menyiksanya?” tanyanya, aku melihat matanya mulai berair, aku terdiam ditempatku menatapnya berdiri tak jauh dariku dengan mengepalkan tangan kurusnya

“dia baik-baik sa—”

“jangan berbohong!” bentaknya, “jangan bohongi aku lagi”

Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku tak pernah berada disituasi seperti ini (maksudku bersama seorang wanita di situasi seperti ini), aku mematung memandang Yoona yang berdiri sambil menitikkan air matanya. Kau harus tahu satu hal—melihat wanita menangis itu tak akan mengubah perasaanku—maksudku aku tak akan pernah bisa luluh hanya karena tangisan seperti itu—karena menurutku itu hanyalah air mata akting—sekalipun aku tahu saat ini Yoona benar-benar sedang menangis

“apa yang mereka lakukan pada Seohyun?” tanyanya

Ingin aku membuka mulutku, “katakan dengan jujur!”

Aku menunduk, menarik nafasku dalam dan menatapnya, “ne, mereka menyiksa Seohyun” jawabku menyerah

Aku melihat tubuhnya sedikit oleng, aku langsung berlari dan menangkapnya sebelum dia benar-benar terjatuh di lantai yang dingin malam ini. dia memegangi kepalanya yang aku yakini sangat pening tanpa memikirkan apa-apa lagi, aku langsung menggendongnya naik kekamarnya. Dia masih terus bergumam sejak tadi sambil memanggil nama Seohyun

“tenanglah” kataku khawatir

Ketika aku menidurkannya diranjang dia menarik tanganku, “wae? Kenapa harus Seohyun? Kenapa mereka harus mengambil anak tak berdosa itu?” tanyanya

Aku duduk dipinggir ranjang menatapnya iba, “mianhe” jawabku pelan

“wae?! Wae?! Kau tahu? sejak dulu, aku sudah tak berniat memiliki suami yang berprofesi sebagai seorang polisi ataupun detektif karena aku tahu kejadian seperti pasti akan terjadi! Apalagi posisimu bukanlah posisi polisi rendahan!”

“aku membenci polisi sejak dulu dan sekarang karena masalah kau dengan klienmu itu membuat Seohyun menjadi seperti ini!” bentaknya

Aku menundukkan kepalaku, menyerap semua yang dia katakan tentang suaminya, tapi itu bukan aku—tapi tetap saja, aku bertindak sebagai suaminya sekarang dan harus kalian tahu bahwa meskipun aku mencintainya aku tak mau berbuat lebih seperti dulu

“aku mem—”

Aku langsung membekap mulutnya dengan tanganku, “mianhe, jeongmal mianheyo karena aku belum bisa menjaga kalian sepenuhnya. Mianhe, mianhe, Yoong, mianhe” ulangku terus menerus

Dia semakin menangis, aku menggenggam tangannya dan langsung memeluknya, ‘tak apa untuk kali ini’. dia masih tetap menangis

“sekarang tidurlah” perintahku, dia menurutinya

Kenapa harus sesulit ini mempunyai seorang istri? Aigooo.

Author pov

Keesokan harinya Chanyeol bangun benar-benar sangat pagi bahkan Yoona yang sedang tidur diranjang pun belum memperlihatkan tanda-tanda dia akan bangun. Jadi, dia sedikit bergegas bersiap-siap untuk menemui ketika temannya di gedung tua yang memang biasanya sering mereka gunakan. Sedikit mengendap karena didapur juga sudah terdengar bunyi kehidupan dari Lee ajhumma yang sedang bersih-bersih.

“hyung” panggil Baekhyun ketika melihat Chanyeol (Joo Won) datang

“mereka sudah datang?” tanyanya, Baekhyun mengangguk, “apa yang kau bawa?” tanya Chanyeol melihat dua buah tas kresek ditangan Baekhyun

“sarapan untuk kita berempat” jawab Baekhyun

Tak menjawab, Chanyeol langsung mendahului Baekhyun yang mengikuti dibelakangnya. Meskipun wajahnya bukan Joo Won lagi tapi percayalah, sikapnya masih benar-benar seorang Mun Joo Won, lelaki dingin tak berperasaan.

Mendengar derapan langkah cepat dari sebrang ruangan, itu membuat perhatian Chanyeol (Joo Won) teralih dan menunggu hingga orang itu membuka pintu seng berkarat yang menimbulkan bunyi decit menggelikan ditelinga

“mereka menelponku semalam” kata Chanyeol memulai cerita, “dan Seohyun—dia disiksa”  lanjutnya

“mwo?!”

“aku tak tahu pastinya tapi mereka mengatakan jika mereka menyayat tubuh Seohyun dengan pisau lipat” jawab Chanyeol

Joo Won langsung berjalan mendekat kearah Baekhyun yang berdiri dengan tampang polosnya, dia menarik kerah Baekhyun kasar, “cepat! Cepat temukan dimana keberadaan mereka!” bentak Joo Won yang membuat Baekhyun menatap Chanyeol aneh

“aku hanya menerima perintah dari Joo Won hyung” jawab Baekhyun melepaskan tarikan kerahnya

Joo Won menghela nafasnya kasar dan menatap Chanyeol (yang sedang memainkan wajahnya) tajam. Melihat hal itu membuat Chanyeol mengerti dan menatap Baekhyun malas

“kau harus tetap melakukan apa yang diperintah detektif Park karena bagaimanapun juga dia sekarang sedang menggunakan wajahku. Bos sebenarmu memang aku tapi karena detektif Park sudah terlibat kau harus tetap mengikuti perintahnya dan—ini juga berlaku untuk Lay tapi percuma mengharapkan sesuatu dari Lay, semua keamanan pada Lay sudah dikunci oleh pihak kepolisian” kata Chanyeol

“aku bisa menggunakannya tanpa ketahuan” sahut Lay, “dengan menggunakan teknologi kecilku” lanjutnya mengeluarkan sebuah ponsel berbentuk persegi panjang yang sebenarnya pertama kali bermerek, hanya saja ini dia coret merknya

“aku mengubah sedikit piranti didalamnya, ini sebenarnya ponsel buangan dari tempat sampah elektronik dipinggir kota. Aku sengaja kesana karena aku ingin membuat sesuatu yang berbeda dan aku menemukan ponsel ini. keadaannya sangat baik daripada ponsel yang lain, ya, meskipun layarnya sedikit retak” jelas Lay

“apa yang kita dapatkan dari sana?” tanya Joo Won

“apa saja, seperti yang dilakukan oleh laptop” jawab Lay

“kemarin aku menggunakan laptop dikamarmu dan aku menemukan sesuatu” kata Joo Won, “Oh Sehun memiliki teman dekat bernama Kai dan Tao, mereka pertama kali kenal di panti asuhan dan bisa dipastikan jika mereka berdua adalah ketua pengganti Sehun. mereka melakukan ini karena balas dendam atas kematian Sehun” jelasnya

“daebak!” pekik Chanyeol tersenyum

“maksudmu?” tanya Joo Won

“kita tak butuh piranti lunak untuk di crack, karena aku sudah tahu diamana organisasi mereka berada. Lay, kau membawa barang yang pernah aku titipkan bukan?” tanya Chanyeol, Lay mengangguk. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya dan memberikan pada Chanyeol

“tak salah lagi. Kehebatan seorang eomma yang melindungi anaknya memang sangat luar biasa”.

Chanyeol berjalan pelan kesebuah bangunan tua dipinggiran kota sedangkan Joo Won memilih menunggu di mobil karena ketua panti pasti akan mengenali Joo Won. Keadaanya cukup sepi karena hari memang hampir gelap, tak mungkin bukan jika anak-anak itu bermain diluar dengan hari yang sudah menenggelamkan sinar matahari?

Chanyeol masuk ke dalam dan seorang suster menyambut mereka dengan sangat ramah

“annyeong, ada yang bisa saya bantu?” tanya suster itu tersenyum

“bisakah aku bertemu kepala panti?” tanya Chanyeol, suster itu tersenyum dan menunjukkan jalan ke ruangan kepala panti.

Menunggu beberapa saat akhirnya Chanyeol diizinkan masuk untuk menemui kepala panti paruh baya itu. kepala panti tersenyum melihat Chanyeol datang, dia dipersilahkan duduk dan dia menyuruh salah satu suter disana agar membuatkan minuman untuk Chanyeol

“Annyeong, Park Chanyeol imnida” kata Chanyeol mempernalkan diri

Wanita paruh baya itu tersenyum anggun menatap Chanyeol yang duduk didepannya, “apa yang menyebabkan tuan Park datang kemari?” tanyanya

“saya ingin menanyakan tentang anak yang tinggal disini sekitar 20-17 tahun yang lalu” jawab Chanyeol angkuh

“ne? Silahkan saja tuan, tapi saya tak yakin saya masih bisa mengingatnya dengan jelas atau tidak”

“tak apa, suster, karena saya hanya menanyakan tentang adik saya yang mungkin ada disini. Karena dia dulu diculik oleh seseorang”

Kepala panti itu mengangguk, Chanyeol langsung mengeluarkan selembar foto dan diberikannya pada kepala panti itu. wajah kepala panti itu menatap foto yang ditangannya secara lembut, dia menurunkan kacamatanya dan menatap Chanyeol

“ada apa dengan foto ini?”

“bisakah, kau menyebutkan nama-nama siswa itu?” tanya Chanyeol

Kepala panti itu menatap Chanyeol lembut seraya tersenyum, “ne, tapi mungkin aku akan sedikit lupa” jawabnya

“dari sini adalah Gikwang, Woohyun, ehm—Naeun, ehm—aku lupa lalu Luhan, Dong Woon, ini—Yoona dia gadis yang sedang berulang tahun, lalu ini—ehm—Sehun, selanjutnya—Minho, lalu ini sepertinya Kyungsoo, ini—Tao, aku lupa dan—ehm?—dan—sepertinya yang ini Eunji”

“siapa yang sampai umur 20 tahun tinggal disini?” tanya Chanyeol

“Sehun, Gikwang, Tao, Naeun dan Luhan” jawab kepala panti

“wah… ingatan anda benar-benar masih sangat jelas” puji Chanyeol tersenyum mengejek

Mendengarnya kepala panti hanya membalas dengan senyuman yang sulit diartikan. Keringat dinginnya mulai turuh di pelipisnya, tapi itu tak terlihat sebab dikepalanya tertutup seperti sebuah kerudung

“eomma” panggil Chanyeol tersenyum, “apa anda mendidik mereka dengan baik?” tanya Chanyeol

“apa maksud anda tuan?”

Chanyeol tersenyum kecil, “aku hanya bertanya eomma” jawab Chanyeol

“kami mendidik mereka dengan baik selama ini, jadi, kami mengejari semua yang harus kami ajarkan sesuai dengan ajaran yang Tuhan berikan”

Chanyeol hanya manggut-manggut mendengarnya seraya tersenyum, “semoga saja itu sesuai dengan apa yang eomma katakan”

Suster itu terdiam ditempatnya, Chanyeol masih tetap menatapnya dengan tatapan penuh rasa ingin tahu yang benar-benar besar. Dia sangat tahu jika wanita paruh baya didepannya ini sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar. Dilihat dari gelagat sikap, gerak bibirnya ketika berbicara dan pandangan matanya yang tak fokus itu sudah menjelaskan semuanya

“baiklah, saya harap anda tidak mencoba menyembunyikan sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai polisi” kata Chanyeol

“maksud anda?” tanya kepala panti bingung

Bukan menjawab Chanyeol hanya tersenyum manis, dia membungkukkan badannya sedikit dan kemudian berjalan keluar dari ruangan besar itu. Chanyeol yakin dengan keyakinannya dan dia yakin bahwa dia tak pernah meleset, meleset pun pasti hanya sekitar 5 persen dari 100 persen.

Chanyeol menatap foto anak-anak ditangannya, ada Yoona dan ada Sehun dan disana ada teman Sehun yang menjadi bawahan Sehun untuk melakukan aksi ilegalnya. Chanyeol tahu kepala panti disini sedang menyembunyikan sesuatu, dilihat dari bangunan panti yang seperti dibangun pada tahun-tahun lama, kemungkinan besar ada ruangan rahasia dibawah tanah

Tak mau ambil pusing, Chanyeol langsung bergegas ke mobil sport birunya dan melajukannya dengan penuh wibawa, ‘sudah cukup permainannya anak-anak’ batinnya tersenyum licik.

 

to be continued

halohaa chingguu!!!

aku cuma mau ngucapin terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat para readers tercinta yang udah ngikutin ff (absurd) ini. gumawwoo!!!! #prok #prok #prok

sebenernya akhir-akhir ini aku cukup sibuk sama kegiatan sekolah yang gaada habisnya. pulangnya hampir malem terus *curhatabaikan😀

readers semuaa kritik dan sarannya ya…aku sangat butuh masukan masukan dari kalian semua buat nambah semangat aku biar nulis lagi. apalagi setelah Lulu sama Jessi yang notabenya salah satu bias aku out dari grup mereka masing2.

oke semuaa…see you next timee

annyeongg!!!

😀😀😀

31 thoughts on “FACE OFF [7]

  1. Masih bingung endingnya mereka tukeran wajah lagi apa gak. Terus kenapa kai tadi gak ada di photo yg disebutin ibu panti?
    #kepo
    semangat next chap aku tunggu

  2. wow,,slalu d buat pnsran sma ff ni
    apa rhsia yg d smbunyikn kpla pnti itu ya??
    turs apa bnar kai dan tao yg dlang dri pnculikn seo?
    apa reaksi yoona saat tau itu bkan chnyeol yg sbenarny??..
    PENASARAANN!! eon cpt2 d post ya chap slnjutnya,,next next daebak..
    d tunggu!!

  3. Aaakk face off><
    Udah lama nunggu ini hehehe
    Akhirnya di updated juga😀
    Keren thor critanya…
    Bikin kebawa suasana bgt hehehe
    Ternyata si joowon pinter bgt ya orangnya😮
    Ditunggu klanjutannya ya thor🙂

  4. emm tadi sih ada typo dikit ya. “two weeks ago” itu 2 minggu yg lalu thor. sementara maksud ceritanya itu 2 minggu kemudian yg berarti “two weeks later”.
    oiya ini sih permintaanku aja sih hehehe bisa gak thor chanyeol sama joo won kan mukanya tukeran, itu pas di adegannya dikasih identitas aslinya kayak “chanyeol (joo won)” yg aslinya orang itu adalah joo won. well aku tau itu cukup ribet dan mungkin ada readers lain yg ngerasa keganggu pas bacanya. tapi aku suka gak ngerti pas baca adegannya itu orang sebenernya yg mana -_- hehehe

  5. .aigoo makin ribet ja nhe ff.. Gak ikhlas bnget joo won jd chanyeol coz gak dpt bnget feelnya aku jika pertukarn wajah gtu..
    Anak buah sehun bnar2 daebak, walau sehun ud gak ad tp tetp ja ad yg memblaskn dendamnya😉
    next chap d’tnggu!!
    Nasib kita sama thor, slalu pulng mlm krn sekolah.. 2X1 Sehari dtg sekolah.. #mianCURHAT😀
    keep writting thor!!

  6. Wahhh semakin seru aja nih thor,
    Bagian yoona dibanyakin yaa thor disini terlalu sedikit
    Okee semoga cinta segitiganya semakin memanas
    Next chapter jangan lama-lama dan lebih panjang pastinya
    Keep writing

  7. Jangan sampai Joowon dan Yoong melakukan hubungan suami istri deh :3
    Semoga aja cepat selesai masalahnya dan wajah mereka bisa tukeran lagi..
    Tapi apa bisa dengan mudahnya tukeran lagi ya thor? *plak*
    Next. Fighting! ^^
    ID terdahulu : Im Shanty_

  8. daebakk!!! this story getting more and more intersting ><, hope you'll update and tell more detalis about the story and can you please write more longer? really it was a cool idea

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s