(Freelance) DOremifasolasido

tumblr_l9wmjk6Ju21qdxeg3

 

written by Nikkireed 

DOremifasolasido

[ficlet series]

staring Im Yoona and one of EXO member

Bagaimana perasaanmu jika mempunyai lelaki yang sudah lama kau incar tiba-tiba memandangimu? Kau ketahuan sedang menatapnya dan senyumanmu memudar ketika ia terkikik melihatmu sedang menatapinya?

Bagaimana perasaanmu jika mempunyai lelaki yang bisa saja tiba-tiba datang dan memelukmu tanpa mengeluarkan suara apapun? Hanya pelukan erat dan kau bisa dengan jelas mendengar detak jantungnya yang berdegup kencang?

Bagaimana perasaanmu jika mempunyai lelaki yang selalu sigap menangkapmu ketika kau tidak sengaja tersandung dan hampir jatuh? Bahkan pen yang dengan tidak sengaja kau jatuhkan bisa ia ambil dengan cepat lalu mengembalikannya untukmu?

Bagaimana perasaanmu jika mempunyai lelaki yang bila ia tertawa akan sesuatu yang lucu mengenai dirimu, mulutnya terbuka lebar dan kau merasa sangat ingin mencubit pipinya karena gemas?

Dan..

Bagaimana jika semua perasaanmu itu hanya sebatas teman lelaki?

“Im Yoona!” aku mengenali suara bass itu. Tidak! Tidak terlalu bass, tapi ciri khas suara laki-laki yang sudah dewasa menghantam kedua telingaku dan langsung menyerbu otak belakangku. Aku tetap berjalan semakin memperpanjang langkahku menjauhi arah datangnya suara itu.

“Yak, Im Yoona.” Serunya sekali lagi.

“Kalau kau tidak berhenti, aku akan menciummu!” PANAS! Apa-apaan namja ini! Apa ia pikir ia bisa dengan mudah menciumku?

Aku berbalik dengan reflek dan…..

CUP!

Got it!” ia bahkan tanpa merasa berdosa malah tersenyum malaikat padaku. Kedua matanya membentuk bulan sabit yang sangat membuat iri siapa saja.

“KAU!” aku bisa merasakan rona hangat menjalar dipipiku.

“Yoong, ini untukmu.” Ia mengangkat tangan kanannya, sebuah kotak makan berbentuk lingkaran.

Aku meraba pipiku, “Apa ini?” mencoba melupakan apa yang telah dia lakukan barusan.

Pannacota. Untukmu. Aku membuatnya.” Jawabnya pelan.

“Apa?”

“Aku sedang belajar sendiri membuat dessert, kau tahu. Kuharap kau suka.” Ia tersenyum. Manis. “Bukalah.”

Aku kaget, “Sekarang? Aku boleh mencicipinya sekarang?” tanyaku sekali lagi.

Ia hanya menggangguk, “Tentu. Aku butuh komentarmu.”

Saat aku ingin membuka tali pengait bungkusan tersebut, ia bahkan sudah membantuku membuka kotak makanan berwarna kuning tersebut.

Masshita!” Ujarku begitu mencicipi pannacota tersebut.

“Kau suka?” tanyanya.

Aku hanya menangguk girang, “Ini pannacota terbaik yang pernah aku coba. Jinjja!”

“Memangnya kau pernah makan ini sebelumnya?” tanyanya lagi, pertanyaannya membuatku melototinya.

“Tentu saja. Aku pernah coba pannacota chocolate delight di kedai pizza dekat Gangnam.” Pertanyaannya meremehkanku.

Ia hanya termangut-mangut mendengar jawabanku, “Kau habiskan ini, aku mau menyiapkan untuk Krystal juga. Khantha.”

Ia berlalu. Lalu entah mengapa pannacota yang barusan aku makan menjadi tidak seenak tadi.

Author’s Note

Annyeong, aku kembali dengan Ficlet. Penasaran pannacotanya seenak apa?
Atau penasaran castnya siapa? Hahaha

XOXO, nikkireed

42 thoughts on “(Freelance) DOremifasolasido

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s