(Freelance) Secret Love (Chapter 4)

secret loveAuthor _ Richa Zee

GENRE _ Romance | Comedy (?) | Family | School Life

RATING _ PG-15

LENGTH _ Chaptered

CAST

Im Yoona | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung | Other

 

Happy Reading 🙂

 

Krystal berjalan menuju ke kelas Sehun. Gadis itu berniat mengajak Sehun untuk makan siang bersama di kantin. Sekaligus menanyakan dengan siapa Ayah Sehun menikah? Serta siapa yang akan menjadi kakak iparnya? Begitu pikir Krystal.

Tapi di jalan ia bertemu Luhan yang tampak termenung dengan muka kusutnya. Sepertinya pria itu sedang memikirkan sesuatu. Ah..tapi masa bodo’ memangnya siapa dia? Kenapa Krystal harus peduli? Gadis itu akan beranjak kembali. Namun kemudian ia teringat sesuatu.

“Geunde..apa yang dia bicarakan dengan Sehun kemarin ya? Haruskah aku menanyakanya?” pikir Krystal. Kemarin, disaat gadis itu lelah mencari Sehun. Seseorang mengatakan jika ia melihat Sehun bersama Luhan. Sesuatu yang langka bukan? Baiklah..sepertinya Krystal harus membuang gengsinya untuk kali ini.

“Oy Sunbae!” panggil Krystal. Luhan menoleh dengan ekspresi yang bisa di bilang mengenaskan.

“Kenapa wajahmu seperti itu? Kau seperti mayat hidup” Ejek Krystal terkekeh pelan.

“Bukan urusanmu” sungut Luhan.

“Ya tentu saja..siapa yang peduli padamu? Aku hanya ingin menanyakan..Apa kemarin kau bersama Sehun? Apa yang kalian bicarakan? Kau harus memberi tahuku sekarang”

Luhan mendengus “Siapa kau? Kenapa aku harus memberitahumu?”

“Kau tidak tahu siapa aku? aku gadis tercantik di sekolah ini, sekaligus calon pacar Sehun..jadi beritahu aku sekarang hmm”

“Calon pacar?”

“Ne. Tapi sebentar lagi kami akan jadian..” jawab Krystal percaya diri.

Lagi-lagi Luhan hanya mendengus “ Kau membuang-membuang waktuku nona..” Ujarnya malas, lalu pergi meninggalkan Krystal.

“Yak Luhan Sunbae! Kau harus memberitahuku eoh! kenapa kau pergi begitu saja?”

“Kau tanyakan saja pada pacarmu itu!”

Krystal berdecak sebal. Dasar sunbae tidak sopan. Tapi ia cukup bangga karena Luhan menyebut Sehun sebagai pacarnya. Bukankah sudah jelas mereka sangat cocok? Bahkan Yoona saja berkata demikian..

***

“Mwo?? jadi pelayanmu!!? Yak Oh Sehun ! kau sedang mempermainkanku eoh!” Marah Yoona begitu Sehun mengatakan syarat apa yang harus ia jalani. Apa namja ini sudah tidak waras?

“Kau tidak mau? Ya sudah.” Balas Sehun cuek. Yoona menghela nafas berlebihan.

“Hey namja gila! Kau tahu? Lebih baik aku mati dari pada melayanimu! Kau pikir kau siapa? Pangeran? Cih..wajah dan tingkahmu bahkan tak memenuhi syarat..” geram Yoona sebal.

“Kalau begitu terima saja penderitaanmu nanti..kau tahu kan bagaimana aku? Bayangkan saja jika kita harus tinggal serumah. Bisa-bisa catatanmu hilang..perhatian ibumu hilang..dan bahkan jatah makanmu juga bisa hilang. kau siap?”

Yoona mulai memikirkan ucapan Sehun. Bagaimana jika mereka benar-benar menjadi saudara? Dan Sehun, Yoona tahu seberapa menyebalkanya pria pucat itu. Tapi kalau harus menjadi pelayanya?Ahh Shireo!! Yoona tidak akan pernah sudi!

“Jangan kau kira aku bodoh sepertimu Oh Sehun! kau pikir aku tidak bisa membalasmu?”

“Bodoh? Kau tak salah menafsirkan? Hey nona, tidak kah kau ingat siapa yang sering dipermalukan selama ini? Kau selalu kalah dalam hal apapun. Bagaimana mungkin kau bisa membalasku?” Ejek Sehun.

“Hey..aku hanya kalah satu tingkat darimu namja sialan!” umpat Yoona kesal.

“Kau kira karna kau berada satu tingkat di bawahku kau sudah hebat? Kau, berada di posisi kedua itu karena murid di sini bodoh semua terkecuali aku. Kepala sekolah tidak punya pilihan selain menempatkanmu arra?”

“Mwo?”

“Pikirkanlah sebelum terlambat, lebih baik menderita di awal dari pada harus menderita selama-lamanya..”

“Huh! Kau pikir aku tidak bisa mencari cara lain untuk menggagalkan pernikahan ini? Yak Oh Sehun..penawaranmu? DI TOLAK!!”

“Omonaa! Jadi kau yang akan menjadi calon kakak ipar Yoona Eonni?”

Yoona dan Sehun memandang Krystal dengan tatapan heran sekaligus khawatir. Kenapa gadis ini muncul tiba-tiba? Bagimana kalau Krystal mendengar semuanya? Mereka tahu seberapa embernya mulut gadis ini..

“Yak Krystal jung! Kenapa kau datang tiba-tiba eoh?” Tanya Sehun kesal. Sedangkan Yoona menatap Sehun heran.

“Yoona Eonni..Chukae!! Kau orang yang sangat beruntung karena bisa menjadi kakak iparku.. Sehun~ah..aku tidak menyangka jika hari ini akan datang..” Krystal berseru sambil mendekat ke arah Sehun. Baru saja dia ingin memeluk Sehun, pria itu sudah langsung mundur.

“Berhenti bertingkah gila Krystal jung!” Sungut Sehun. Tapi Krystal tak peduli, gadis itu langsung mendekatinya kembali.

“Aigoo..aku benar-benar muak melihat kalian berdua. Yak Oh Sehun..dengar ya, kita tidak akan pernah menjadi SAU-DA-RA!! Dan kau Krystal Jung! Mwo? Aku menjadi kakak iparmu? Cih..bermimpi saja sana!”

Usai melepaskan uneg-unegnya, Yoona langsung beranjak meninggalkan ke 2 manusia itu. Gadis itu sudah tidak sanggup lagi berlama-lama bersama orang yang menurutnya tidak waras itu.

Sehun hanya tersenyum licik menatap punggung Yoona yang semakin menjauh. Sementara Krystal, gadis itu tampak bingung dengan tingkah Sehun.

“Sehun~ah..ada apa denganmu? Kau benar-benar akan bersaudara dengan Yoona Eonni?” Tanya Krystal manja sembari bergelayut di lengan Sehun. Karena merasa risih, Sehun langsung menepisnya.

“Yak Krystal Jung, sampai kapan kau akan mengikutiku terus eoh? Apa kau tidak bosan?”

“Ani. Kenapa aku harus bosan? Bukankah sepasang kekasih memang selalu bersama-sama?”

“Tapi kau bukan kekasihku bodoh, Kau harusnya mengikuti jongin saja..tampaknya dia sangat menyukaimu..”

“Ish! jangan menyebut nama si hitam itu eoh? aku bisa marah”

“Wae? Kau lebih cocok denganya dari pada denganku”

“Mwo? Aishh..”

***

Luhan terdiam kaku di atap sekolah seorang diri. Biasanya ia akan duduk bersama Yoona disini. Tapi kali ini tidak, gadis itu sedang menyusun rencananya bersama Oh Sehun. Yah- rencana gila yang diusulkan Luhan, yang dia sendiri bakan tidak yakin dengan rencana itu.

“Kau begitu bodoh Xi Luhan.. Kau memberikan umpanmu pada orang lain, bagaimana jika orang itu berhasil mendapatkan ikannya? Kau tidak akan dapat apa-apa..”gumamnya lirih pada diri sendiri.

Pria itu tersenyum getir mengingat betapa pengecutnya dirinya. Ia rela melakukan apa saja untuk Im Yoona walau pada akhirnya ia tidak dapat apa-apa. Tapi ia sadar hal itu bukan kesalahan Yoona. Gadis itu bahkan tidak tahu bagaimana perasaanya. Bagaimana mungkin ia bisa menyalahkanya?

“Rencanamu sangat buruk Xi Luhan. Aku tidak dapat apapun selain dibuat kesal oleh bajingan itu”

Luhan terlonjak kaget begitu melihat Yoona berada di sampingnya. Sangat bodoh, terlalu banyak melamun ia jadi tidak menyadari kehadiran gadis itu.

“Kapan kau naik?” Tanya Luhan.

“Baru saja”

“Kenapa? Apa Sehun berubah pikiran lagi?”

“Berubah pikiran apanya? Sejak awal bajingan itu memang berencana mempermainkanku, kau tahu? dia memberi syarat agar bisa bekerja sama! Gila bukan?” jelas Yoona sambil mengekspresikan betapa kesalnya ia dengan namja bermargakan Oh itu.

“Syarat? Syarat apa yang dimintanya?”

“Dia minta supaya aku menjadi babunya. Huh! Apa-apaan dia itu! Dia pikir dia siapa? Aishh..aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa Tuhan mau menciptakan manusia semacam itu!”

Luhan tersenyum tipis mendengar kalimat Yoona. Apa gadis ini benar-benar membenci Oh Sehun? Atau hanya..

“Lalu..apa kau akan menerima syarat itu?”

“Apa maksudmu menerima? Aku bisa cari cara lain dari pada harus menjadi pembantunya!”

*

Yoona pulang sekolah seorang diri siang itu. Ia tidak bisa pulang bersama Luhan, karena pria itu ada janji bersama temanya. Chanyeol dan Yura juga, mereka sudah meninggalkan Yoona duluan. Dasar sahabat tidak setia!

“Kau pulang sendiri Yoona~ssi?” Tanya seseorang sambil mengimbangi jalanya dengan Yoona. Pria itu tampak sudah siap dengan motor besarnya.

“Huh! Kau lihat ada orang lain disini?” Sungut Yoona terdengar sadis. Entahlah hari ini Mood Yoona kembali tidak stabil.

“Mau pulang bersamaku? Kau bisa naik motorku” ajak pria itu yang ternyata Wu Yi Fan si anak baru itu.

“Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih”

“Kau bisa menghemat ongkos bis untuk hari ini, naiklah..aku akan mengantarmu..”

“Yak..apa kau menyukaiku? Dari kemarin kau menggangguku terus. Dengar ya.. kau itu bukan tipeku! Jadi menjaulah dariku eoh? Arraseo!” Yoona berlalu begitu saja, meninggalkan Yifan yang tampak kesal dengan tingkah gadis itu.

Ketika sampai di kediamanya Yifan melihat seseorang sudah duduk manis di mini bar apartementnya. Seorang wanita yang tampak menikmati winenya. Dia kenal siapa wanita itu. Wanita yang sudah membantu untuk merubah hidupnya selama ini.

“Kau sudah pulang?” Tanya wanita itu.

“Uhm. Kapan kau datang?” Tanya Yifan balik. Pria itu merebahkan dirinya di sopa.

“Sudah ada setangah jam. Bagaimana? Sekolah barumu menyenangkan?” Tanya wanita itu lagi seraya mendekat ke arah Yifan.

“Biasa saja. Gadis itu membuatku kesal terus..”

“Hey..Kau masih mengejarnya?”

“Tentu saja. Kau kira apa alasanku masuk kesekolah itu, dia harus membayar perbuatannya!”

“Ohh..Ayolah Kris..gadis itu tidak sepenuhnya bersalah..” seru wanita itu dengan menyebut nama inggris Yifan yang di pakai ketika masih di Amerika dulu.

Yifan menatap geram seseorang yang berani mengguruinya itu “ Apa maksudmu tidak bersalah? Dia penyebab kematian Ayahku..dan kau tahu kan bagaimana menderitanya aku setalah Appa meninggal? Aku bahkan menjual tubuhku agar bisa bertahan hidup”

“Yak kau sedang menyindirku eoh!”

Yifan tersenyum licik “ Kau harus menyaksikannya Hyuna~ah..bagaimana akhir dari kisah ini. 8 tahun aku menunggu untuk membalaskan dendamku pada si wanita j*l*ng itu. Aku akan membuatnya kehilangan semuanya, kelurga, sahabat, dan orang-orang si sekitarnya, setelah itu barulah aku akan merenggut nyawanya. Bahkan namja masa kecilnya itupun tidak akan bisa membantunya”

***

“Eomma akan pergi berkencan??”

“Uhm. Hey lihatlah apa penampilanku sudah oke?”

Yoona mengeryitkan hidung. Kenapa ibunya bersemangat sekali dengan pernikahan gila ini?

“Anio. Eomma sangat jelek pakai baju itu!”

“Jincha? Aku pikir aku terlihat cantik..” balas Jihyun cuek. Ia tersenyum-senyum melihat bayanganya di dalam cermin. Astaga benar-benar..

“Yak Eomma! Tidak bisakah Eomma berhenti saja? Kenapa Eomma ngotot sekali ingin menikahi Ayah si menyebalkan itu!”

“Ah, aku sudah terlambat. Yoona~ah..jaga rumah ya, Eomma akan pergi sebantar. Annyeong..”

Apa ini? Dia pergi begitu saja? Ibunya bahkan tak mempedulikan ucapanya? Oh..ini tidak bisa di biarkan. Sepertinya Yoona harus turut campur.

*

“Shireo! Kau mau membuatku menjadi penguntit eoh? Yak Im Yoona! Berhentilah melakukan hal-hal yang aneh, bagaimana jika ibumu tahu?”

“Eomma tidak akan tahu. Maka dari itu kau harus membantuku Luhan..tidak boleh terjadi skinship di antara mereka. Huh sudah berumur masih pakai acara kencan segala!”

“Shireo! Jincha Shireo!” bantah Luhan

“Mwo? Yak Xi Luhan..kau bilang kau akan melakukan apapun untukku!”

“Mian Untuk kali ini tidak.”

“Ahh Wae??”

“Sudah malam. Pulanglah, kau bisa belajar atau melakukan kegiatan lain di rumahmu. Jangan bertindak yang aneh-aneh arra?” Setelah mengatakan hal itu Luhan langsung menutup pintu rumahnya.

“Aishh..jinjja! oke Xi Luhan..kau pikir aku aku tidak bisa melakukanya sendiri eoh? Dasar sahabat tidak setia! Huh!”

*

Yoona mengendap-endap mengikuti langkah ibunya yang sedang berjalan menuju gedung teater. Sepertinya sanga ibu akan menonton drama musical. Dan benar saja, wanita itu sudah siap di depan gedung. Yoona akan segera masuk juga, tapi kemudian ia teringat sesuatu.

“Aishh..Aku bahkan tak punya tiket. Bagaimana aku bisa masuk?” gumamya sambil memukul jidadnya sebal.

Sementara di tempat lain tampak Oh Sehun yang sedang memperhatikan gerak-gerak Yoona. Kentara sekali, gadis itu pasti sedang menguntit ibunya. Pria itu tersenyum jahil. Ahh..ini kesempatan mengelabui si gadis bodoh itu.

“Wah..Wah.. siapa ini? Kenapa mengendap-ngendap seperti penguntit?”

Yoona mengelus dadanya lega setelah tahu siapa yang mengejutkanya barusan. Aigoo..pria itu selalu muncul dimana-mana. Tapi tunggu! Aaa..pasti ia sedang membuntuti ayahnya juga. Ck dasar..

“Hey Oh Sehun..kau pasti sedang mengikuti Ayahmu bukan? Huh..sudah bisa di tebak”

“Apanya yang bisa kau tebak? Kau pikir aku sepertimu? Cih..aku tak sudi memakai trik murahan seperti itu”

“Mwo?”

“Aku kesini, bukan untuk menguntit sepertimu. Tapi aku ingin menonton drama musical juga.” Jelas Sehun sambil menujukkan tiketnya. Yoona terbelalak. Namja ini punya tiketnya?

“Tiket itu milikmu?”

“Ne. tapi bukan untuk menguntit, Ayahku memang sengaja memberikanya padaku”

“Yak Oh Sehun. Berikan tiket itu padaku. Aku akan bayar 2x lipat dari harganya. Palli..Palli..” seru Yoona bersemangat, berharap musuh bebuyutanya itu mau membantunya kali ini.

“Mwo? memangnya siapa kau?”

“Aissh..kubilang aku akan membayar mu bodoh.” Umpat Yoona. Memang sangat mustahil jika Sehun mau meladeninya.

“Kau berani bayar berapa? Apa kau kaya? Huh, berapapun kau tawar aku tidak mau memberikanya padamu”

Yah..harusnya Yoona sadar dengan siapa dia berhadapan sekarang. Percuma dia membujuk pria ini, tidak akan mempan sama sekali. Jadi hentikanlah Im Yoona, dari pada kau malu sendiri.

“Hey Nona Im. Kau sungguh ingin tiket ini?” Tanya Sehun saktatis. Yoona mendengus. Kalau tidak berniat memberi. Untuk apa berlagak seperti itu? Pemberi harapan palsu.

“Lupakan”

“Aku bisa saja memberikan tiket ini padamu. Gratis.. dengan satu syarat..”

“Aku harus jadi pembantmu?” Potong Yoona “ Cih Jangan harap!”

“Ya sudah, kalau tidak mau” balas Sehun. Pria itu akan pergi memasuki gedung teater tapi..

“Yak Oh Sehun, tidak adakah syarat lain supaya kita bisa bekerja sama?”

Sehun tersenyum puas. Asa! Gadis ini mulai masuk perangkap. Pria itu berbalik dan mendapati Yoona dengan wajah penuh harap, ck..ck..ck..kasihan kau nak..

Sehun menggeleng pasti “ Ani, hanya itulah cara satu-satunya. Kalau begitu aku permisi masuk dulu nona Im, aku mau melihat Ayah dan Ibu baruku…Ehmm…”

Oke jangan lanjutkan Oh Sehun! Yoona tidak ingin mendegarnya. Hentikanlah eoh..!

“Berapa lama aku harus menjadi pembantumu?” Astaga! Kenapa Yoona jadi menuruti keinginan pria ini?

“Emm..aku rasa satu minggu cukup..”

“Ndeee??”

***

Didalam kamarnya Luhan tampak mondar mandir dan kelihatan gelisah memikirkan Yoona. Pria itu benar-benar khawatir jika sampai Yoona pergi sendiri membuntuti ibunya. Bukan apa-apa, hanya saja Luhan takut Yoona membuat kekacauan lagi disana, dan akhirnya mempermalukan diri sendiri. Ia jadi menyesal kenapa tadi ia tidak membujuk Yoona dulu supaya tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

“Aigoo..gadis itu benar-benar merepotkan. Ck, haruskah aku kerumahnya dan memastikan kalau dia tidak pergi? Akhh..tapi aku yakin anak itu sudah pergi sendiri..” erang Luhan frustasi.

“Luhan~ah.. kau belum tidur?”

Suara Eomma Luhan menggema dari luar kamarnya. Pasti ibunya menangkap kegelisahanya, karena dari tadi ia berjalan menghentak-hentak.

“Ne Eomma..”

“Tidurlah, besok kau harus sekolah..!”

“Ne”

Tidur? Bagaimana Luhan bisa tidur jika perasaanya tak karuan begini. Gadis itu bahkan tak mengangakat telponya.

***

“Kemana anak-anak? Mereka tidak kelihatan?” Tanya Jihyun saat memastikan. Yoona tidak lagi membuntutinya.

Yah..sebenarnya dia tahu Yoona mengikutinya dari rumah tadi. Begitupun dengan Sejoong, ia tidak terlalu bodoh kalau hanya untuk mengetahui putranya punya rencana membuntutinya. Bahkan ia tahu Sehun sengaja membeli tiket drama musical hanya untuk merusak acara kencanya. Huh..kekanak-kanakan sekali..

Tapi..kemana sekarang mereka? Kedua Tom & Jerry itu sudah tidak kelihatan? Apa mereka menyerah untuk merusak acara kencanya dengan Jihyun?

“Entahlah..kurasa mereka sudah menyerah”

*

“Jadi kau tidak menyetujui pernikahan ini, karena Ayahmu?” Tanya Sehun. Pria itu menatap Yoona dengan pandangan yang tak bisa dijelaskan.

“Emm..Aku belum bisa melupakan Appaku. Dan tidak ingin Eomma menggantikan posisi Appa dengan orang lain.. Bahkan dulu aku sempat mencoba bunuh diri karena Appa meninggalkan kami..” jawab Yoona lirih. Saat ini mereka tengah duduk di sebuah ayunan yang ada di taman kanak-kanak.

Bunuh diri? Sehun terbelalak. Ia tak menyangka gadis yang terlihat kuat seperti Yoona bisa melakukan hal itu. Selama ini Sehun melihat tidak ada beban dalam hidup Yoona, selain beban karena dirinya. Ternyata Yoona punya kerinduan yang teramat besar pada sosok ayahnya.

Persis sekali dengan Princess kecilnya dulu, yang pernah mencoba bunuh diri karena kehilangan Ayahnya. Tapi karena tragedi itu Sehun jadi mengenal sosok yang sangat dirindukanya itu.

“Tapi kau jangan percaya diri dulu Oh Sehun.. Kau adalah alasan utamaku menolak pernikahan ini!” ujar Yoona. Memaksa Sehun untuk mendengus, karena sifat menyebalkan gadis ini kembali lagi.

“Gende..kapan kita mulai misi ini?” Tanya Yoona. Ia melirik Sehun yang tampak memikirkan jawabanya. Hari ini mereka sudah gagal memasuki gedung teater karena hanya punya satu tiket.

“Setelah kau siap menjadi pelayanku” seru Sehun semangat. Yoona mendelik, kenapa Sehun harus mengingatkannya tentang hal itu sih? Harga dirinya bisa terluka tahu!

“Besok aku sudah bisa berkerja untukmu TUAN OH SEHUN!”

“Baguslah kalau begitu..selamat bekerja keras PELAYAN IM YOONA!”

“MWO? Aishh..jangan memanggilku seperti itu bodoh!” gertak Yoona tak terima. Sehun tersenyum puas.

***

“Perhatian..perhatian..!! Mulai hari ini Im Yoona adalah pelayanku! Jadi kalau kalian ingin berurusan dengannya, harus meminta persetujuanku terlebih dahulu!!”

Yoona menghela nafas kasar. Haruskah berita memalukan ini diumumkan di depan semua orang? Kau benar-benar bajingan Oh Sehun!

“Yak Oh Sehun! Hentikan eoh! kau mau mati ya!!” gertak Yoona sebal. Sehun hanya memeletkan lidahnya. Yoona mendelik tak pecaya.

“Aissh..jinjja! Yak Oh..”

Ucapan Yoona terhenti kala Luhan sudah menarik paksa tanganya. Pria itu membawa Yoona menjauh dari ruangan itu. Sementara seseorang hanya tesenyum licik melihat adegan itu – Wu Yi Fan

“Yak..yak..yak.. Hey Xi Luhan! Mau kau kemanakan pembantuku eoh! dia milikku sekarang! Lepaskan Hey!”

Luhan tak peduli dengan gertakan Sehun yang menggema di ruangan itu. Ia hanya perlu berbicara dengan Yoona sekarang.

“Luhan~ah..kau menyakiti tangaku! Aku bisa jalan sendiri bodoh!” erang Yoona merasa kesakitan. Mereka sudah berada di koridor sekolah sekarang. Luhan menghentikan langkahnya kemudian menatap Yoona geram.

“Bodoh? Bukankah kau yang bodoh itu Im Yoona? Bagaimana bisa kau menerima tawaran si brengsek itu!?”

Yoona menghela nafas panjang, gadis itu langsung menepis tangan Luhan dengan kasar “ Lalu kau mau aku bagaimana? Berdiam diri saja?” Luhan tak menjawab. ia masih menunggu Yoona menyelesaikan kalimatnya.

“Yak Xi Luhan..jika kau membantuku tadi malam semua ini tidak akan terjadi! Jadi tutup saja mulutmu itu! Aku sudah cukup pusing sekarang, jangan di tambah lagi!”

“Kau bisa cari cara lain Yoong..tidak harus menjadi babu seperti ini!”

“Jangankan babu! Apapun Luhan..apapun akan aku lakukan supaya Posisi ayahku tidak tergantikan, dan si bajingan itu tidak harus menjadi saudaraku. Awalnya aku memang berpikir aku harus memikirkan kebahagian Eomma juga..tapi sekarang tidak. Pendirianku berubah setelah bertemu dengan orangnya”

“Aku bisa membantumu, jadi hentikan Im Yoona. Batalkan perjanjianmu dengan Oh Sehun!”

“Ani. Kau terlambat Xi Luhan..aku sudah memutuskan, jadi terima kasih sudah mengkhawatirkanku..”

Usai bekata demikian. Yoona langsung pergi meninggalkan Luhan yang tampak termenung seorang diri. Pria itu hanya diam seraya menatap punggung Yoona dengan hati pilu.

“Aku hanya mengkhawatirkanmu Yoong..apa itu salah?” pekik Luhan di dalam hati.

***

“Jeongmal?? Kau dengar sendiri?”

“Ne! Sehun Sunbae mengumumkanya di dalam kelas. Aku tidak menyangka Yoona sunbae bisa menjadi pembantunya..mereka kan terkenal bersaing..”

Krystal sangat terkejut saat mendengar berita dari teman sekelasnya tentang Sehun yang mememperalat Yoona sesuka hatinya.

“Hwahh..Aku tidak menyangka Sehun memperlakukan kakak ipar seperti itu, pasti Yoona Eonni di minta untuk melayaniku..Omo Sehun romantis sekali..”

“Eoh?? kakak ipar? Apa maksudmu?”

“Emm..kau tidak tahu? Sebentar lagi Eomma Yoona Eonni akan menikah dengan Appa Sehun. Otomatis aku yang sebagai calon istri Sehun akan menjadi adik ipar Yoona Eonni, keren bukan?”

“MWO?? Hwaaahhhh…Daebakkk!! Ini berita besar Krystal Jung! Semua orang harus tahu!!”

*

Belum satu jam sekolah dikagetkan dengan berita Im Yoona menjadi Pembantu Oh Sehun. Kini sudah tersebar berita Im Yoona dan Oh Sehun akan menjadi saudara.

Seluruh siswa disekolah sangat heboh, pasalnya Yoona dan Sehun sangat terkenal sebagai Tom & Jerry di sekolah itu yang suka bertengkar dimana-mana. Lalu, bagaimana bisa mereka menjadi saudara?

Yoona sendiri sangat frustasi dengan 2 berita memalukan yang menyerangnya sekaligus. Ia teringat Krystal, pasti gadis itu yang sudah menyebarkan berita ini. Apa Sehun tidak memperingatkanya?

“Yoona~ssi benarkah kau dan Sehun akan menjadi saudara?”

“Yoona Sunbae! Kalau kau adalah saudaranya Sehun..bisakah aku minta no ponselnya?”

“Hey Im Yoona..aku rasa hidupmu akan berubah setelah ini..”

“Krystal Jung..Oh Sehun…TAMATLAH RIWAYATMU..!!!!”

To be continued

Annyeong..Author kembali lagi neeehh..

Mian chingu selalu ff aku aja yang muncul akhir2 ini..pasti pada bosen ya? Udah gitu jalan ceritanya makin ngaur lagi, ckckck.. 😦

Habis mau gimana? Aku lihat Yoongexo sepi banget, trus aku juga pingin ff ini cepat selesai dan hutang aku akhirnya lunas,, jadi bisa buat ff yang lain lagi deh hehehe..(Mumpung lagi gak banyak tugas dari dosen)

Ya udah deh, aku cuma bisa berharap para readers suka, kalaupun mustahil rasanya. Tapi apapun itu RCL jangan lupa ya? Aku selalu menunggu kritik dan saran dari kalian chingu..^^

37 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 4)

  1. Lucu,kikikik😀

    oya thor jgn buat yoona terlalu galak sm luhan dong.kan kcian luhannya.mending datangin jesssica aja buat pacarnya luhan. Biar yoona cemburu gtu.

  2. Kris ngejar Yoong itu hanya untuk balas dendam saja? Dan rahasia yg sebenarnya pun Kris sudah mengetahuinya >< keterlaluan .
    Luhan punya perasaankah sama Yoong? Tapi sayang Lulu kau sudah terlambat T.T
    Sehun~ah, jangan terlalu kasar ne sama pelayan cantikmu itu? :* bikin gemess :3
    Next. Fighting! ^^

  3. Cewek yg dimaksud kris itu yoona? Emang apa salah yoona.
    Luhan itu khwatir sama yoona apa sama perasaan yoona?
    Hadeuh itu yoonhun sumpah bikin gemes aja deh.

  4. Seruuuuuuuuuu……..
    Padahal aku blum bca part sebelumnya. Suka bgt cma karakter yoona d sini. Jutex abiesss😀 sehun juga jahil banget, wkwwk..
    lanjut lha thorr!!
    Hwaitinggg!!

  5. waduh..waduh mkin seruu nih,,
    bgaimna ya yoona jdi pembantu sehun?
    jdi pnsaran,,yoona ny grang bngt -_-,,aku ska sma krakterny.apalgi sehun
    ishh dsar krystal,,kmu mh pd ny tngkt dewa bngt,,kok ceplos gtu aja sih,pdhal blom jdia ama sehun -_-
    jdi bner antagonisnya kris? knapa dia bsa berpikiran klo yoona yg mmbunuh ayahnya?
    bgaimana kjadianny? pnasarannn…cpt2 d lnjut ya thor,, fighting.. ^^

  6. Jadi kris tau kalok sehun teman masa kecil yoona. Emang gmna kejadiannya kok bisa kris menganggap yoona penyebab ayahnya meninggal

  7. Ada hubungan apa kris sama yoona d masalalu sampe2 dy dendam sama yoona… sehun yoona bakalan jadi sodara ?? Wahwah kaya’y bakalan seru nie… d tunggu chap selanjut’y chingu

  8. Aigoo m0ment YoongHunnya lucu bnget sich😀
    wah, pnasarn lg nhe ma sosok Kris..
    Luhan oppa d’jutekin🙂 , hbsnya yoona meminta menemaninya membuntuti ibunya luhan gak mau, nyesalkn jadinya😉
    YoongHun jjang!
    Next chap d’tnggu n keep writting yah!

  9. bagus kok min, konfliknya dapet gitu, nggak sabar nunggu endingnya kek gimana, penasaran sama kris se dendam itukah kris sama yoona, iya nih min banyak banget ff chapter baguss belom dilanjutin, nggak sabar nunggu hehe, tolong ya min sampein ke author lain buat nerusin ceritanya, aku setia kok sama yoongexo

  10. Uyee…
    Ini semakin membingungkan –”
    Kenapa sih Kris itu?? Kok Yoona yg mbuat ayahnya Kris mati?? Trus kok Krystal ember bgt sih mulutnya?? Sehun kok pake ngumumin klo Yoona jdi pembantunya sih?? Kok Yoona skrg jdi makin sensi gitu sih?? Luhannya kok jdinya dimarahin Yoona terus sih?? Krystal kok ngaku” jdi pacarnya Sehun sih??
    Oke… ini kebanyakan nanya jdi abaikan saja
    Next chapter yg cepet ya thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s