(Freelance) Jangnim (Chapter 1)

Yoongie appleAuthor : yoonaddict29

Genre : family, school life, romance

Rating : PG-15

Length : Chaptered

CAST

Im Yoona | SNSD | EXO

Hey Guys It’s My First Time Post My Fanfiction,but it’s not my first fanfiction>,<

Sorry ya kalau banyak typo maklum namanya juga manusia banyak salah^^

So Guys I Need Your Comment for the next capture.I hope you enjoy it!Gamshamida ~rdfs

 

Capture 1

(Who Are You)

“Bagaimana mungkin gadis biasa itu saudara perempuan Wu bersaudara”

Yoona terbangun dari tidurnya,lagi-lagi mimpi itu menghampirinya.Ia melirik jam dinding yang menggantung telah menunjukkan pukul 05:00.Ia lalu duduk dan terkejut melihat sesosok tak asing yang sedang terlelap disampingnya,memakai selimut yang menutupi seluruh tubuh.”Aigoo Sehun”

Sehun yang terlelap mendadak bangun mendengan teriakan Yoona.Sehun langsung duduk sambil mengucek matanya.”Ah Noona Good Morning”.

Yoona baru saja ingin mengomel namun ia terpaku melihat adiknya itu bangkit dan tersenyum dengan percaya diri tak lupa memainkan rambut emasnya itu.”Waeyeo Noon?”

“Sehun-ah,mengapa kau tidur ditempat tidurku dengan penampilan seperti itu?”Omel Yoona membuat Sehun tertawa.Sehun,adik laki-laki Yoona yang berbeda 1 tahun darinya memiliki kebiasaan tidur topless.Selain itu ia sekarang memiliki hobi tidur ditempat tidur Yoona yang mampu membuat Yoona sport jantung setiap pagi.

“Ah Noona,kau tahukan kebiasaan adik lelakimu yang tampan ini?”Canda Sehun membuat Yoona menghela nafas lalu berjalan menuju pintu kamarnya.Tanpa mengeluarkan sepatah kata Yoona membuka pintu kamarnya lalu menatap Sehun tajam.

Sehun kembali tertawa melihat respon Noonanya itu.Ia lalu berjalan menuju Yoona yang masih menatapnya tajam.”Noona tahu tidak orang yang sering marah-marah itu umurnya pedek?”

“Ne,jadi maukah kau memberikan aku kesempatan untuk berumur panjang?”Tanya Yoona membuat Sehun tersenyum geli sambil berjalan keluar dari kamar Noonanya itu.

Sepeninggalan adik lelakinya tadi,Yoona menghela nafas.Meski hampir setiap pagi ia menghadapi adiknya seperti tadi ia masih tetap belum terbiasa. –i–

“Pagi,adik Oppa”

Yoona yang baru melangkahkan kakinya keluar dari kamar sudah disambut sesosok jangkung yang baru selesai mengikat tali sepatu.Laki-laki itu tersenyum ramah yang dibalas senyum datar Yoona.”Waeyeo Yoongom?”

“Ne?”

“Kau kenapa Yoongom?”

Yoona tersadar,ia lalu menggelengkan kepalanya cepat dan berjalan kecil kearah dapur.Sesampainya didapur dia memekik histeris.Ia mendapati sesosok yang paling ia rindukan,yang hampir setiap malam menghampiri mimpinya berada tepat didepannya sambil tersenyum.

“Appa”

Tuan Wu,tersenyum lalu memeluk putrinya.Ia kemudian membelai pucuk kepala Yoona.Seusai melapas rindu Yoona tertawa,tanpa ia sadari air mata haru sudah berlinang dimatanya.”Appa apa kabar?”

“Appa baik-baik saja sayang”ucap Tuan Wu masih tersenyum hangat sambil mengusap air mata putrinya itu.”Bagaimana keadaan rumah semenjak Appa pergi?”Tanya Tuan Wu kemudian

Yoona terdiam agak lama,bola matanya menatap langit-langit ruangan yang berwarna putih.Ia bingung,dari berbagai pertanyaan yang pernah diajukan padanya ini termaksud pertanyaan yang sulit.Ia melengos,”Lebih buruk dari apa yang Appa bayangkan”

“Apa yang kau katakan?”

Suara berat itu refleks membuat Yoona dan Tuan Wu mencari sumber suara itu.Terlihat Sehun yang baru keluar dari toilet masih memakai handuk menatap mereka tajam.”Apa tadi yang kau katakan?”Ulangnya

Yoona menggeleng cepat.Ia lalu menatap Tuan Wu,mencoba mencari bantuan.Namun,Tuan Wu hanya mengangkat bahun.Dengan gugup Yoona menatap Sehun yang masih menatap dirinya tajam.”Ah tidak ada,lupakan saja”

Kerutan diwajah Sehun mulai menghilang.Lalu Sehun menghembuskan nafasnya keras.Yoona tahu Sehun akan melakukan itu saat ia kesal,namun Yoona bersyukur adiknya itu tidak bertanya apa-apa lagi.”Aku,berangkat dahulu ya Appa”.Tuan Wu menangguk dan mengelus pucuk kepala Yoona.

–i–

“Yoona-ya Good Morning”

Suara manja Seohyun menyambut Yoona yang baru tiba.Dengan senyum ceria Yoona membalas sapaan sahabatnya itu sambil mengeluarkan buku.”Gomawo-yo”ucap Yoona berterima kasih disambut anggukan Seohyun.”Kau sudah sarapan?”

“Anio,tapi ada yang lebih penting dari sarapan kau tahu!”

“Waeyeo?Sehun sudah bertobat tidur dikamarmu?Atau Oppamu berhenti memanggilmu Yoongom?”Tanya Seohyun membuat Yoona menggeleng cepat

“Lebih indah dari itu!Appa pulang!!!”Teriak Yoona ditengah kelas yang kosong

Mendengar teriakan sahabatnya itu Seohyun membulatkan mata,terkejut.Namun akhirnya dia tersenyum dan memeluk Yoona.”Chukkae Yoong-ah”

Tiba-tiba saja Minho muncul sambil mendecakkan lidah.”Pagi-pagi sudah peluk-pelukan disekolah,tidak sopan sekali yeoja zaman sekarang”

Seohyun dan Yoona lalu tertawa mendengar candaan Minho.”Kenapa kau cemburu?”Tanya Seohyun membuat Minho menangguk cepat.”Akukan juga ingin dipeluk”.Mereka bertiga tertawa lalu bersenda gurau hingga bel masuk berbunyi.

–i–

“Seo,aku mau keloker kau mau ikut?”

Bel istirahat berbunyi,segera Yoona dan Seohyun bangkit dan pergi menuju loker.Sesampainya diloker mereka menemui loker Yoona yang sudah terbuka sedikit.Yoona lalu berlari dan membuka lokernya memeriksa apakah ada barangnya yang hilang.Namun ia melihat suatu benda asing didalam lokernya.Benda berwarna ungu dengan aroma semerbak itu menarik perhatian Yoona.Ia lalu mengambilnya dengan kedua alis bertaut.

“Siapa yang meletakkan bunga ini disini?”

Seohyun mengangkat bahu lalu mengambil mawar itu dan menghirup aroma khas mawar yang lembut.”Daebak,its so rare yoong!”

“Tapi siapa yang memberikan mawar ini?”Tanya Yoona membuat Seohyun kembali membongkar loker Yoona dan menemukan sepucuk surat berwarna ungu.

I found You,Yoona-NN

Yoona membelalakkan mata.”Apa maksudnya Seohyun?Bagaimana ini?Kalau Oppa tahu”ucapan Yoona terpotong karena sesosok jangkung yang baru saja dibicarakan muncul dan merampas surat itu.”I Found You Yoona?”Bacanya dengan nada tinggi lalu menatap Yoona tajam.”Siapa yang mengirim ini Yoongom?”

Wajah Yoona mendadak pucat,dengan takut-takut ia menggeleng membuat lelaki itu meremukan kertas itu.Yoona tersentak lalu mencoba menggambil kertas yang masih digenggaman oppanya.”Oppa,itu milikku.Apa yang kau lakukan?”

“Kau adikku!Milikmu adalah milikku!”Ucap lelaki itu lalu melempar kertas itu kekeranjang sampah yang berjarak 4 meter didepannya.”Ingat,kau tidak boleh jatuh cinta apalagi pacaran!”

Lelaki itu berlalu,Yoona yang sedari tadi menunduk kemudian terjatuh.Seohyun yang sedari tadi terpaku sadar dan menolong sahabatnya itu bangkit.”Sabar Yoong”

Yoona menggeleng,lalu menitiskan air mata membuat Seohyun terkejut dan langsung memeluk sahabatnya itu.”Kenapa aku harus memiliki Oppa seperti itu Seo?Apa haknya mengatur kehidupanku Seo?”Yoona terisak.

“Ini”

Sebuah sapu tangan terjulur didepan wajahnya.Yoona mendongak dan mendapati sesosok namja berperawakan tinggi dengan kulit putih pucat menyodorkan sapu tangan bercorak aneh.

“Gamshamidha”

Yoona berterimakasih sambil terisak,Seohyun pun menatap Namja yang sudah berlalu itu penuh penasaran.”Nugu?”

“Molla”Yoona menjawab sambil mengusap matanya dengan sapu tangan tadi.Sembari membantu Yoona bangkit,lonceng masuk berbunyi.

-0-

“Good Morning Class,today we’ll study about speech,but before we start our lesson I will call our Student School”s Leader,Xi Luhan”

Tak seperti Biasa Kim Seonsaengnim guru Bahasa Inggris yang paling tidak suka pelajarannya dipotong mengizinkan Ketua Kesiswaan memotong pelajarannya.Tak berapa lama kemudian sesosok laki-laki bertubuh kurus namun tegap dengan rambut kecokelatan memasuki ruang kelas disambut sorakan tertahan sebagian siswi.

“Annyeonghaseo Xi Luhan imnida.”Luhan mulai memperkenalkan dirinya membuat kehisterisan yang tertahan tadi lepas.Bebagai komentar pun muncul yang kebanyakan dari para siswi memuji suara merdu Xi Luhan dan komentar keirian dari para siswa.Dari sekian banyak kepala tampak satu kepala yang sedari tadi menunduk memain-mainkan pensilnya.Seohyun yang sedari tadi menatap Xi Luhan berusaha mengingat dimana ia pernah melihat pria itu tersentak,sadar.”Yoongie”panggilnya pada Yoona yang masih sibuk bermain dengan pensil.”Yoona”panggilnya lebih keras memancing perhatian beberapa temannya yang sedang menatapnya dengan wajah bingung.”Mianhae”ucapnya tanpa suara.

“Jadi teman-teman saya harapkan kerja samanya.Gamshamida”Luhan mengakhiri pembicarannya.Seperti sedang terhipnotis seluruh siswa dikelas itu menjawab serentak “Ne”.Sepeninggalan Xi Luhan,Kim Seonsaengnim kembali melanjutkan pelajaran tak lupa mengkaitkannya dengan Xi Luhan.Dia berkata bahwa dalam menyampaikan pidato harus tegas jelas dan tidak terburu-buru seperti yang dilakukan Luhan.Para siswa yang biasanya kurang memperhatikan pelajaran Kim Seonsaengnim sekarang memperhatikannya.Hingga lonceng pulang berdering seluruh siswa bersorak kecewa,masih ingin mendengar cerita Kim Seonsaengnim namun tertunda.Dengan cepat Yoona yang sedari tadi tidak memperhatikan pelajar bangkit dan keluar tanpa menunggu Kim Seonsaengnim keluar terlebih dahulu.

-0-

Tak seperti biasannya Yoona pulang sendiri dengan berjalan kaki.Biasanya ia akan pulang bersama Seohyun atau bersama Oppanya.Ah Oppa,dialah yang membuat Yoona seperti ini.Pulang berjalan kaki di tengah panas terik matahari.Tapi itu semua lebih baik dari pada harus pulang bersama Oppanya yang akan membuat mood Yoona turun drastis.”Aigoo Sialan!”Teriak Yoona sambil menendang kaleng minuman didepannya sekuat tenaga

“Yaak kau!”

Suara teriakan berat itu menyadarkan Yoona dari pikirannya.Masih dalam keadaan shock Yoona mencari sumber suara dan menemukan pria berperawakan tinggi besar mengejarnya.Dengan ketakuan Yoona berlari tanpa tujuan.Terdengar teriakan samar makian Pria tadi.”Saekkia!”

“Hey Ahjushi”

Suara teriakan samar-samar di telinga Yoona.Meskipun penasaraan Yoona masih ingin hidup.Ia semakin mempercepat larinya hingga tiba didepan taman kota.Yoona menatap sekelilingnya dan tidak menemui paman galak tadi.”Aish,momi jjibudunghada”ucapnya sambil menyeka keringat yang menempel didahinya

“Minum ini”

Yoona baru saja duduk dibangku taman,namun sudah disodorkan sebotol minuman dingin.Yoona terdiam dan hanya menatap pemberi minuman itu.”Hey,kau ok?”Laki-laki itu melambaikan tangannya didepan wajah Yoona.”Ne?”Tanya Yoona bingung.”Nuguya?”

Bukannya menjawab pertanyaan Yoona,ia tertawa misterius sambil mengacak rambutnya.”Masih tidak ingat Nona Im?”Tanya pria itu menatap Yoona serius.Yoona terdiam mengingat dimana ia pernah berjumpa dengan pria ini.Namun ia tetap tidak bisa menemukan memory kebersamaan mereka.Yoona hanya menggeleng pelan.Pria itu menghela nafas lalu membuka botol minuman yang tadi ia sodorkan pada Yoona.”Benarkan kau tidak mau?”Tanya Pria itu lagi tanpa menunggu jawaban Yoona,ia langsung meminumnya lalu menyirami wajahnya dengan air tadi.

“Aish,namja ini sebenarnya mau menawarkan atau hanya basa basi sih?”Batin Yoona menatap Pria yang masih asik menyirami wajahnya dengan air.”Waeyeo?Kau menyesal?”Tanya Pria itu sadar ditatapi Yoona.”Ani”jawab Yoona datar kemudian menghela nafas.”Im Yoona…”Panggil pria itu

“Ne?”

Yoona menjawab tanpa melihat wajah pria itu.Pria itu kemudian mengeluarkan kotak kecil berwarna biru langit dan menarik tangan Yoona.”Yaak apa yang kau lakukan?”.Pria itu hanya tersenyum misterius.”Xi Luhan imnida,jangan lupa kembalikan sapu tanganku.Tolong jangan menangis lagi,apalagi ditempat umum.Dan ingat jangan kabur dari masalah,coba tadi aku tidak datang apa yang akan dilakukan Ahjussi tadi padamu!”Omel Luhan panjang lebar sambil merapikan rambutnya yang basah karena keringat.

“Jadi dia yang memberiku sapu tangan dan menolongku dari Ahjussi galak yang tadi mengejarku”batin Yoona lalu tersenyum kecil.”Gamshamida Seonbae”Yoona berterima kasih tak lupa menundukkan badannya.”Ne,jangan terlalu formal padaku Yoona-ssi”ucap Luhan masih memegang kotak kecil tadi.Yoona menatap penasaraan kotak itu tanpa bertanya.Sehun yang menyadari raut wajah Yoona lalu tersenyum.”Ini hadiah,hadiah yang dari dulu ingin kuberi pada seseorang.Dan aku ingin memberinya hari ini pada orang itu”ucap Luhan menatap Yoona serius

“OMO akankah orang itu aku?”Batin Yoona.Tanpa ia sadari jantungnya berdetak lebih cepat 5x dari biasanya dan wajahnya memanas menatap wajah serius Luhan.”Yoong maukah kau temani aku memberi kotak ini?”Tanya Luhan membuyarkan pikiran Yoona.

“Mwo?”

Yoona tersentak kaget.Kaget karena kotak itu bukan untuknnya dan Luhan menyuruhnya menemani memberi hadiah itu pada orang lain.Ia memang baru mengenal Luhan hari ini tapi entah kenapa firasatnya mengatakan bahwa kotak itu akan diberi padanya.Ia jadi malu sendiri telah berpikiran seperti itu.

“Yoona,kau baik-baik saja?”Tanya Luhan sambil melambaikan tangannya di wajah Yoona.Yoona sadar lalu menangguk.”Ne Seonbae”

“Jadi bisa tidak temani aku mengantarkan kotak ini?”Tanya Luhan kembali membuat Yoona kikuk.”Ah sepertinya aku tidak bisa Seonbae,Oppaku”ucap Yoona terpotong karena Luhan tertawa.”Aigoo Yoona-ssi aku sudah melihat jadwal Oppamu.Hari ini dia ada ekskul softball”

“Bagaimana dengan saengku?Dia hampir seprotektif oppaku”Yoona mencari alasan lagi membuat Luhan semakin memperlebar senyumnya.”Yaak Im Yoona,I’m the Student School”s Leader”

29 thoughts on “(Freelance) Jangnim (Chapter 1)

  1. Bukannya emang oppanya yoong itu kris ya? Udah dijelasin marga ayahnya Wu, tapi gak tau juga kekeke~
    Bisa aja bukan Kris *lol*
    Oppanya yoong over protective banget, apa ia diam2 menyukai adiknya sendiri?😮
    Next, cepetan thor bagus ceritanya..
    Fighting! ^^

  2. Pnasaran sama oppanya yoona,bnyk yg mngtakan kris,,bnar kh?
    Aku sih jga spendpat,hehe..
    Knpa mreka bsa se protektis itu ya sma yoona?
    Luhan mncurigakan nih,,apa dia ska sma yoona?
    Pnsaran,,d tnggu next chapnya

  3. Siapa si oppanya yoona? Kris kah?
    Kayanya enak ya jadi yoona, pagi2 udah liat tubuh toples sehun😀
    Oke ditunggu chap selanjutnya ya author🙂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s