Promise

promise-yoonhun

qintazshk’s present 

⌊ Promise ⌋

Im Yoona and Oh Sehun

Teen | Ficlet | Romance-Sad

italic means flashback

aku menatap nanar bunga mawar berwarna pink yang ada di hadapanku. Bunga mawar itu hampir layu walaupun aku sudah menaruhnya di tempat bercahaya dan –setidaknya- tangkai bunga itu terendam air dingin yang menyegarkan.

“lihat saja bunga itu kalau kau merindukanku,”

Bahkan, tanpa perkataan lembut yang masih terngiang dari bibir tipis lelaki itu, aku pasti akan mengingatnya. Tak peduli apa yang terjadi, aku akan selalu mengingatnya.

“Yoona-ya, ayo cepat keluar! Appa dan eomma sudah siap di bawah!”

Aku terkesiap saat pendengaranku menangkap suara nyaring Boa unnie –kakak iparku karena ia menikah dengan Kangta oppa sembari mengetuk pintu kamarku.

“iya, unnie. Sebentar,”

Aku menghela napas berat dan menghapus cairang lengket yang berada di pipiku.

Sudah saatnya, Im Yoona.

 

 

Aku memerhatikan langkah seorang pria dengan kaki menjulang yang sedang berjalan ke arahku. Wajahnya berseri-seri dan binar di matanya membuat siapa pun –termasuk aku menatapnya tanpa berkedip. Senyum di bibirnya pun terlalu manis, sampai-sampai kau bisa diabetes hanya karena melihat senyumnya.

Berlebihan? Mungkin. Tapi aku berkata jujur tentangnya.

Angin musim gugur yang berhembus cukup kencang menerbangkan anak rambutnya yang berwarna hitam kecokelatan. Aku tersenyum saat sinar matahari menyinari puncak kepalanya.

Indah.

“kau memerhatikan apa sampai-sampai tidak mengedip begitu?”

Mataku membulat. Bagaimana bisa laki-laki ini sudah sampai di sini?

“bu-bukan apa-apa,” aku terlampau gugup. Untung saja ia tidak menyadari kalau aku memerhatikannya tadi. Kalau ia tahu-

“kau memerhatikanku, kan? Ya ampun, Im Yoona, aku tahu aku memikat, tapi kau terlalu berlebihan menatapku seperti itu.”

Baru saja aku bilang tadi.

“tidak! Siapa juga?!”

“hey, suaramu tak perlu meninggi begitu Nona Oh. Itu tandanya benar apa kataku, ya kan? Aku tahu kau memerhatikanku.” Senyum jahil di wajahnya hampir saja membuatku tertawa.

“astaga, Oh Sehun. Kau percaya diri sekali. Dan apa kau panggil aku tadi? Nona Oh? Sejak kapan aku berganti marga menjadi ‘Oh’?”

“sejak kau setuju akan menikah denganku, Yoona-ya.”

BLUSH! Tiba-tiba saja aku merasa pipiku memanas mendengar perkataanya. Aku tertawa kikuk karena pengunjung taman yang lain –yang kebetulan lewat memerhatikan kami dengan rasa antusias. Bahkan aku sendiri pun bingung untuk apa rasa antusias orang-orang itu. Aneh.

“aku benar, kan? Lihatlah pipimu, Yoona-ya. Lucu sekali.”

Aku memasang wajah memohon pada Sehun agar lelaki itu berhenti mencubit pipiku gemas.

“aigoo, Yoona-ku manis sekali.”

“berhenti melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian orang-orang, Sehun-ah.” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku agar lengan kurusnya itu terlepas. Dan berhasil.

“baiklah. Jadi apa yang ingin kau bicarakan?”

Sehun membawaku menuju kursi taman yang berada tak jauh dari kami.

“benar-benar. Kau yang mengajak untuk bertemu denganku di sini, tahu.”

Aku memutar bola mataku kesal. Sehun benar-benar seperti anak kecil yang kehilangan ibunya. Sikapnya konyol sekali.

“aku punya ini,”

Aku tak berbohong kalau aku penasaran dengan apa yang akan Sehun tunjukkan padaku. Benda apapun itu, pasti mempunyai makna. Itu yang selalu Sehun katakan padaku, dan aku memegang teguh ucapannya.

Sebuket bunga mawar berwarna-warni –sebenarnya tidak juga, hanya ada warna putih, merah dan pink berada di genggaman Sehun terjulur menghampiriku.

“untukku?”

“tentu saja. Aku tidak mungkin memberikan benda yang maknanya dalam seperti ini kalau bukan untukmu. Ambillah,”

Lengan Sehun yang bebas menarik tanganku dan menempatkan sebuket bunga mawar itu padaku. Setelahnya, aku dapat melihat senyum berseri Sehun. Senyum indahnya seperti biasa.

“simpan baik-baik ya, chagi.”

Aku hampir saja menangis saat mendengar lirihan suara Sehun. Oh, ayolah. Kekasihku ini tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“lalu-“ aku tercekat dan Sehun memandangku khawatir. “apa makna dari bunga mawar ini?” aku tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.

“makna dari bunga ini?” aku mengangguk saat Sehun menatapku dengan pandangan bertanya. “untukku pribadi, mawar ini melambangkan rasaku padamu.”

Astaga, Sehun. Kau membuatku meleleh bahkan sebelum kau menjelaskan lebih lanjut lagi. Dan genggamanmu.

“rasa kagum dan cintaku padamu terlampau besar, sampai-sampai aku tidak bisa menemukan benda apa yang bisa menunjukkan rasa itu. Dan aku putuskan untuk membawa bunga kesukaanmu ini. Bagaimana?”

“aku menyukainya.”

“lihat saja bunga itu kalau kau merindukanku,”

“kalau begitu aku akan melihatnya setiap detik, karna aku akan selalu merindukanmu, ya kan?” aku menatapnya riang. Namun bukan pandangan cerianya yang aku dapat.

Matanya sayu. Aku bahkan baru menyadari lingkar hitam di sekitar matanya.

“kau kurang tidur lagi, Sehun-ah? Matamu bengkak begitu.”

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya agar aku bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan matanya. Aku mengangkat lenganku untuk mengusap matanya yang kini malah terlihat berair.

“Oh Sehun! Kau ke-“

Aku bungkam saat bibir Sehun menempel di bibirku. Bibir tipisnya itu menciumku dengan sangat lembut. Sampai-sampai aku merasa bahwa bibirnya itu adalah gula kapas.

“kau selalu melakukan apa pun yang aku pinta, kan?”

Tanpa sadar aku mengangguk ringan setelah tautan bibir kami terlepas.

“peluk aku.”

“hah?” lihatlah ekspresi wajahnya. Matanya yang tidak terlalu besar itu bersinar penuh permohonan. Siapa yang tega untuk mengabaikan permintaannya dan membiarkan sinar matanya meredup? Yang pasti bukan aku.

“kau sudah berjanji akan melakukan apa pun yang aku minta, Yoona-ya.”

 

 

“kau sudah siap, sayang?”

Aku menggeleng lemah ketika Boa unnie memakaikan tiara di kepalaku.

“dua bulan bukan waktu yang cukup untuk melupakan Sehun, unnie.”

Aku memandang sedih wedding dress yang aku pakai sekarang. Seharusnya hari ini memang hari yang membahagiakan untukku.

Tapi itu akan terjadi jika aku menikah dengan Sehun.

Kenyataannya tidak. Bukan Sehun. Bukan lelaki dengan mata sipit dan bersinar itu yang akan menungguku di altar nanti. Bukan lelaki dengan dengan bibir tipis itu yang akan menjadi suamiku. Bukan dia.

“Luhan sudah menunggu.”

Perkataan Kangta oppa yang sudah muncul di depan pintu membuatku beranjak dari dudukku. “baiklah, aku akan segera menyusul. Unnie dan oppa duluan saja. Aku hanya butuh satu menit,”

Kangta oppa dan Boa unnie segera pergi meninggalkanku tanpa berkata-kata lagi.

“Oh Sehun,”

Aku menatap fotoku dengan Sehun tepat di hari ia melamarku.

“aku sudah berjanji padamu dan aku akan menepatinya. Aku akan melakukan apa pun yang kau pinta. Kau –orang yang menitipkanku pada Luhan. Dan sekarang, hari ini, tepat dua tahun setelah kita bertemu, aku menikah.”

Tahan air matamu, Im Yoona. Sehun mungkin sedang mendengarmu.

“aku menuruti keinginanmu untuk menikah dengan Luhan. Sesuai dengan permintaan terakhirmu. “ tetesan bening itu akhirnya lolos juga jatuh membasahi pipiku.

“yang harus kau ingat adalah,” rasanya untuk bernapas saja sulit saat aku mengingatmu, Sehun.

“aku menepati janjiku karna aku mencintaimu.”

Hai!

setelah sekian lama akhirnya aku post FF juga. sebenernya aku lagi hiatus, cuma karna belum ada author yang mau posting FF, jadi aku aja yang post hehee ngga apa-apa kan?😀

Papoi!❤

64 thoughts on “Promise

  1. Baruuuu aja mw nangis.. Ehh.. Udh selesai cerita x (‾⌣‾”٥) tapi tak apelahh.. Ini goooddddd sekalii😀 !!!!!! Dr awal udh ngira pasti sehun x mati.. Eh beneran Σ(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ƪ

  2. Huhuhu T.T
    Menyedihkan ceritanya..
    Padahal pinginnya Yoona sma Sehun, tpi ternyata Sehun meninggaalll!! T.T
    Tpi gpp deh tidak ada Sehun, Luhan-pun jadi ^^

  3. Jd sehun nya meninggal ya.. mmmmhh padahal maunya sih yoona sama sehun, tpi gpp deh sama luhan juga. Yang pasti ini ceritanya daebak and nyentuh bgt.

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s