5th Unperfect

unperfect5
.

UNPERFECT

by chiharu

Cast

Im Yoona | Xi Luhan | Annalise Dync (OC) | Kim Jongin | Oh Sehun

Genre

Psycho | School-life | Romance | Friendship | Drama

Rating

PG15

Disclaimer

Pure mine, don’t claim this as yours.

copyright 2014 chiharu

“Where’s Anna? Is she fine?”

Yoona mengerutkan keningnya saat ia melihat wajah sang ibu begitu kaget. Bahkan, wanita setengah baya itu menjatuhkan gagang teleponnya.

“Ada apa, Bu?” Yoona bangkit dan berusaha mencari tahu sesuatu pada ibunya. “Halo?” Yoona mengambil alih gagang telepon itu dan terdengar seseorang disebrang sana berbahasa inggris. Tiba-tiba saja wajahnya terlihat memucat dan tak tahu harus bagaimana.

///

Dua hari yang lalu, orang tuanya mengabari bahwa mereka akan datang ke sini, ke Seoul—untuk menjenguk putri mereka, Annalise.

Sebenarnya, Anna tidak terlalu terkejut juga. Tapi ia pikir ia bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengadukan Yoona. Yeah, setidaknya itu pikir Anna.

Gadis itu merebahkan dirinya di kasur. Rasanya hari ini benar-benar lelah. Luhan sama sekali tidak menghubunginya, apa lelaki itu tidak suka padanya? Ugh tidak mungkin juga, tapi kalau iya itu terdengar sangat menyebalkan.

Lagi-lagi ia mengecek ponselnya, sama sekali tidak ada pesan masuk kecuali dari orang tuanya yang mungkin sebentar lagi akan tiba di Seoul. Huft, Luhan mungkin melupakannya—tapi lelaki itu sudah berjanji akan menemaninya ke toko buku.

Waw! Sangat indah memang mempunyai janji dengan si pangeran sekolah yang hampir sempurna. Anna saja sampai tersenyum-senyum saat Luhan menyetujui kalau ia akan menemaninya ke toko buku. Padahal Anna hanya menginginkan waktunya bersama Luhan. Itu terdengar normal, kan? Semua gadis yang sedang kasmaran memang inginnya seperti itu, tapi hanya kesempatan saja yang menentukan.

Matanya teralih pada sesuatu yang bergetar dan menyala diatas nakas yang ada di pinggir kasurnya.

from: Mom

Mom dan Dad sudah tiba di bandara Incheon, mungkin sebentar lagi akan sampai di Seoul. Kami akan segera menjemputmu ke rumah Bibi Im. Loveya!

Alisnya terangkat saat ia sudah selesai membaca pesan singkat tadi. Kedua orang tuanya akan tiba di Seoul beberapa jam lagi. Ia pikir ini akan sangat menyenangkan mengingat Im Yoona sedang ada di rumah. Wow! Tunggu saja, Yoona-ssi!

Anna terlihat menarik salah-satu unjung bibirnya, smirk.

///

“Nona, kumohon jangan lakukan itu. Aku tahu kau sangat kesal, tapi kumohon jangan adukan putriku.”

Anna tidak henti-hentinya menggeleng saat Nyonya Im memintanya dengan permohonan yang sama. Ia sama sekali tidak akan meralat rencananya, bagaimanapun juga Im Yoona harus dihukum.

Sementara Yoona, yang juga ada disana hanya diam dan sesekali melemparkan tatapannya pada gadis itu. Sebenarnya, ia juga tidak tahu harus berbuat apa—sang ibu benar-benar tidak bisa dihentikan.

Ia menjadi merasa bersalah atas semua ini. Ibunya terus memohon-mohon pada Anna yang tak menghiraukannya. Bisa-bisa sang ibu harus kehilangan pekerjaannya—pekerjaan yang sama sekali tak mau ibu tinggalkan, entah kenapa. Dan lihatlah sekarang, bahkan Anna tidak membalas budi ibunya, gadis itu tetap tidak menghiraukan Nyonya Im.

“Ibu, berhenti saja.” tukas Yoona pendek sambil menarik tangan ibunya untuk kembali duduk. Anna agak tersentak dengan perilaku Yoona yang seperti itu. Masa bodohlah, Anna memang harus mendapatkan perlakuan judes seperti ini.

“Yoona, aku sedang membelamu.” sang ibu melepaskan tangannya dari cengkraman Yoona.

“Tapi aku tidak perlu dibela.”

“Kau memang menginginkanku untuk berhenti bekerja, kan?”

Yoona diam melihat mata sang ibu yang dengan tajam menatapnya. Bahkan sekarang, di mata itu terlihat seperti ada genangan. Yoona tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanyabisa menunduk.

“Nona, kumohon jangan lakukan itu pada putriku.” lagi-lagi ibunya merajuk dan memohon pada Anna.

“Orang tuaku akan datang kesini sebentar lagi, jadi ak—”

“Maka dari itu kau harus maafkan aku. Kau harus mematuhi apa yang ibuku perintahkan, apa kau sama sekali tidak memiliki rasa hormat pada ibuku—orang tua yang senang hati menampungmu disini dan sekarang ia sedang memohon padamu?!” Yoona berkata dengan segala kecambuk yang ada di dalam hatinya. Ia benar-benar sudah lelah melihat ibunya memohon-mohon pada gadis itu. Anna sama sekali tidak berkutik, ia hanya melayangkan tatapan ‘mengapa?’ padanya.

“Astaga, baiklah. Demi Bibi Im, aku tidak akan melakukan itu.”

///

Kediaman keluarga Im sedang ramai tidak seperti biasanya. Sebenarnya, tidak terlalu ramai juga, hanya saja ada sepasang orang tua berambut pirang dirumah mereka.

“Sayang, aku akan membawamu ke tempat baru. Kebetulan ibu sedang berbisnis dengan salah-satu brand fashion disini.” jelas wanita berambut pirang itu kepada Anna.

Anna merespon dengan respon yang biasa, ia sama sekali tidak terkejut dengan pernyataan ibunya. “Baiklah, aku akan menuruti perintah ibu.” gadis itu mengangguk kecil dengan wajah yang terlihat tidak baik-baik saja.

Tentu.

Pertama, ia harus membatalkan janjinya dengan Luhan karena kedatangan orang tuanya ini. Demi apapun, ia tidak mau menjadi anak durhaka karena meninggalkan orang tua demi lelaki yang ia idam-idamkan.

Kedua, ia tidak jadi memberitahu perihal kejadian disekola beberapa hari yang lalu. Lagipula, bekas tamparan diwajahnya sudah hilang. Sial. Ditambah lagi dengan permohonan Bibi Im yang membuatnya mau tidak mau harus menyerah.

///

Luhan sedang berdiri didepan sebuah rumah sederhana. Kebetulan hari ini adalah hari Minggu, ia bisa jalan-jalan atau sekedar nongkrong saja.

Tapi, ngomong-ngomong kenapa dia nongkrong didepan rumah orang lain? Huft, yang benar saja.

Ya, Luhan akan mencoba menjawab ini. Ia sudah sampai dirumah kediaman Anna sebelum gadis itu membatalkan janji. Well, tidak apa-apa, lagipula bukan janji yang penting. Ini bisa jadi alasan ia keluar rumah, karena jarang-jarang sang nenek membiarkannya pergi di hari libur.

“Sedang apa kau disini?”

Suara itu membuat kepala Luhan tertoleh dan mendapati wajah sang gadis yang terlihat keheranan. Gadis itu menutup pintu gerbang dengan pelan karena merasa heran.

“Aku lupa jika kau sama-sama tinggal disini.” Luhan berkata dengan cengiran kecil.

“Ja-jadi kau menunggu Anna?”

Voila!

Luhan tersenyum saat gadis itu memperlihatkan raut wajah yang sedikit berbeda, sedikit menelisik dan agak kaget.

“Kenapa kau tahu, Im Yoona?”

“Apa kau ada janji dengan Anna?”

“Ada. Tapi batal, bukan janji yang penting. Tenang saja.” Luhan menyisipkan senyumnya disela-sela ia berbicara. Yoona hanya mengangguk mengerti.

Tidak mungkin sosok Xi Luhan jatuh cinta pada sosok gadis seperti Anna.

“Mau jalan-jalan denganku?”

Yoona dengan cepat melayangkan pandangannya kearah wajah Luhan yang tengah tersenyum padanya. Ia kaget. Ya tuhan, tolong normalkan jantungnya. Ia tidak bisa melihat sosok sesempurna Luhan saat ini. Bahkan, ia tidak bisa menjawab dan wajahnya terlihat sangat bodoh.

“Ayo.”

Tanpa persetujuan Yoona, Luhan menarik tangan gadis itu. Yoona benar-benar mengumpat dalam hati, kenapa ia tidak bisa berbicara apa-apa. Tapi yang jelas ia senang karena Luhan menggenggam pergelangan tangannya dengan hangat dan lembut.

///

Mereka pergi ke sebuah taman kecil yang ada di Seoul. Bukan ingin apa-apa, Luhan hanya ingin berjalan-jalan saja, lagipula sangat jarang.

Ia memperhatikan Yoona yang tengah memakan ice creamnya. Gadis itu terlihat tenang, tapi wajahnya menggambarkan bahwa gadis itu sedikit tampak aneh. Kenapa, ya? Luhan sama sekali tidak tahu-menahu soal hal hal itu.

Sedikit aneh juga, gadis itu sama sekali tidak memberikan penolakan padanya saat diajak untuk pergi. Dalam sekejap, Luhan menyimpulkan bahwa Yoona benar-benar suka berada didekatnya. Ya, mengingat Yoona tidak dekat dengan satupun orang disekolah selain dirinya, Luhan.

“Kau sedang melihat apa, eo?!”

Xi Luhan behasil tersadar akan lamunanya. Ia melihat wajah Yoona yang begitu polos tengah menatap padanya. Diseputaran bibir gadis itu dipenuhi dengan bekas-bekas ice cream. Luhan terkekeh melihat itu, Yoona lucu sekali.

“Kutanya kau sedang melihat apa?!”

Luhan semakin tertawa keras saat gadis itu mendesak padanya, bahkan gadis itu terlihat lebih lucu dari sebelumnya. “Kau benar-benar lucu, Im Yoona.” tanpa sadar, ia menagacak-ngacak puncak kepalnya Yoona sambil tertawa.

‘Oh God, jantungku terasa berhenti dan waktu terasa tak berlalu.’

///

Luhan baru sadar jika Yoona memanglah berbeda saat sedang ada didekatnya. Ia boleh dibilang menjadi sangat beruntung karena tahu sifat asli seorang Im Yoona, si gadis misterius di sekolahnya.

Saat ia tahu bahwa tulisan di papan mading itu adalah asli tulisan tangan Yoona, ia berusaha untuk menjadi orang yang baik didepan Yoona. Setidaknya, ia menemukan sensasi baru saat ia berada didekat gadis itu. Luhan belum mampu mengartikannya, ia takut salah.

Dan ia pikir, dengan mengajak Yoona jalan-jalan, akan semakin membuka jalan lebar untuknya.

Gadis itu terlalu berharga untuk disakiti. Ia akan berusaha.

///

“Dari mana saja kau?”

Yoona memicingkan matanya, Annalise terlihat sedang siaga didepan pintu. “Memangnya kenapa?” Yoona menjawab dengan nada datar lalu masuk ke dalam rumah.

“Aku melihatmu pergi dengan Luhan.” timpal gadis itu lantas mengikuti arah Yoona. Gadis itu berhenti saat Yoona membalikkan tubuhnya. Keningnya berkerut.

“Memang benar, dan kau iri kan padaku? Yoona berkata sambil sedikit terkekeh. Ia berharap bahwa Anna akan puas dengan apa yang ia katakan barusan. Bagaimanapun juga, Anna pasti akan cemburu.

“Kau dengan sangat lancang pergi dengannya.”

“Memangnya tidak boleh? Dia yang mengajakku.” Yoona berjalan lagi meninggalkan Anna yang mungkin tengah memasang wajah kesal. Ia meneguk air dengan dua kali tegukan dan kembali menatap gadis bermata abu-abu itu.

Anna menghela nafasnya lalu menghempaskan tangannya yang terkepal ke udara. “Baik, kali ini kau menang. Tapi tidak akan ku biarkan kau mendapat kesempatan sekali lagi.”

“Ngomong-ngomong kenapa kau tidak segera pergi dari sini?” tanya Yoona yang memang sengaja membelokkan topik, ia sedikit leluasa karena sepertinya sang ibu sedang tidak ada dirumah.

“Aku akan ke apartemen orang tuaku nanti sore. Kau tidak usah khawatir.” Anna menjawab dengan perasaan jengkel yang meluap-luap.

///

Pelajaran Guru Jung baru saja akan dimulai. Guru muda itu masuk ke kelas dan berhasil membuat seisi kelas kaget menatapnya.

Bagaimana tidak?

Seorang murid lelaki berpenampilan ‘cukup’ masuk ke dalam kelas. Sepertinya lelaki itu adalah lelaki populer di sekolah sebelumnya, mengingat lelaki itu adalah murid baru.

“Hei, coba kau lihat itu?”

Yoona terperanggah ketika Sehun menyenggol sikutnya. Ia benar-benar mengutuk dirinya sendiri karena menerima tawaran Oh Sehun untuk duduk bersama.

Oh, lupakan saja. Itu tidak penting!

“Coba lihat itu.”

Mata Yoona mengekor pada telunjuk Sehun yang mengarah ke depan kelas. Yoona terperanjat dan matanya agak membulat.

“Perkenalakan, namaku Kim Jongin. Tapi kalian cukup panggil aku dengan sebutan Kai saja.” lelaki itu lalu membungkuk untuk memberi salam. Tiba-tiba saja tangannya menunjuk kearah salah-satu bangku dan ia tersenyum.

Semua pandangan orang dikelas tiba-tiba saja tertuju pada Yoona yang tengah tidak mengerti dan sulit menerima apa yang sedang terjadi.

“Apa dia mengenal Yoona?”

“Kenapa bisa?”

“Sulit dipercaya!”

Sehun menatap teman sebangkunya itu dengan heran. Bahkan kaca mata tebalnya semakin membantunya untuk melihat ekspresi Yoona yang benar-benar heran dan kaget saat ini. “Apa kau mengenalnya?”

-continued-

.

.

Hail! Tolong dibaca, ya!

Hola! Aku gak ajdi protect chapter ini! Hahaha, dasar labil lo!

Sekedar me review saja ya, aku sangat berterima kasih sama readers yang suka komen panjang, itu sangat berarti buat aku. Bukan apa-apa, dan sori sori aja buat readers yang suka komen kalo ini tuh pendek sih, gak masalah ya, emang kemampuanku emang segini kok. Tapi aku paling gak suka kalo ada readers yang cuman komen gini ‘Hih pendek pendek’ uda aja. Hello, itu terkesan gak menghargai lho, sebaiknya kalo gak suka ya gak usah dibaca aja.

Saya tahu kok, semua readers itu gak sama. Mungkin kebanyakan gak terlalu terbiasa sama ff yang pendek, coba kalian lihat di AFF, disana rata2 FFnya pendek. Dan readers tidak melulu komen kaya gitu. Aku bukan mau niru gaya di aff ya, cuman aku disini minta dihargain.

Aku berterima kasih sama orang2 yang udah komen ff aku atau yang baca. Kalo kalian gak suka sama kata2 aku yang kayak gini, gak apa-apa, gak usah baca aja, kan gampang? Aku gak mengharuskan kalian buat baca ff aku, aku tahu ini bener2 jauh dari kata sempurna. Aku nyari readers yang ikhlas baca ff aku.

Pokoknya dibawa enjoy aja lah, dan satu pesen dari aku. Baik kalian mau komen di FF author siapapun, tolong ya hargain mereka,

Jadilah pembaca yang dewasa

Kalian pasti menerti lah dengan apa yang aku katakan diatas.

Terserah kalian lah mau ngatain saya apa, Author gak tahu diri kek, FFnya jelek aja udah belagu kek, terserah.. Saya hanya menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan. Saya berharap kalian tidak memandang ini sebagai sisi negatif ya🙂

Sekian dan terima kasih, maaf banyak ngedumel. Tapi cuman nyurahin isi hati doang.

.

59 thoughts on “5th Unperfect

  1. wah makin complicated aja nih:p
    thor,lama lama sebel juga nih sma annalise dync-_-
    saya berharapnya sih Yoona sama Luhan pacaran..dan Anna kembali lagi ke dunia nya(?)
    oke thor,ijin baca 6th Unperfect yah^^
    Keep writing and Fighting!!^^

  2. Haiii… duuh baru baca nih hbs bangun tidur langsung fresh liat ff ini
    Feel nya dpt, trs juga greget nya dapet banget
    Aku seneng mas yoona bisa ngebales anna, soalnya anna gitu banget dih, wkwkwk
    Daebak thor.. chpa ini tp terlalu pendek ya? Tp gpp deh, yg ptg feel nha ngenak dihati, kkk~~
    Keep wtiting yaa, ditunggu chap selanjutnya

  3. .aigoo Kai satu kelas jg ma Yoona?! Wow.. Daebak.. Kyaknya bkal seru nhe..😉 stidaknya jika luhan ma Anna, yoonakn bsa dgn Kai😛😀
    aku pkir chaptr nhe bkal d’protec, trnyata enggk😉
    next chap d’tnggu! Keep writting yah!

  4. Jongin? Ada cast baru lagi? Wkwkwk.,Jongin kayaknya salah satu bagian dari masa lalu Yoona ya? Entah itu apa tapi jangan buat Luhan sama Yoona pisah ya thor. Pengganggu pertama-lirik Anna- aja udah bikin aku geregetan. Usahakan Luhan berakhir sama Yoona ya thor.,ditunggu kelanjutannya.

  5. mian ya thor, aku gak bisa bisa komen panjang. aku cuma mau bilang ffnya makin bikin penasaran aja thor, ditunggu konflik apa yg akan terjadi nanti.

  6. thoor mian kalo komenku mungkin cuma di ff ini.. bukan aku gag suka ff pendek ya… sejujurnya aku kurang suka ff yg chapteran.. tapi katna tadi kebuka.. slhasil aku lanjut baca supaya tau critanya buat di komen.. kalo gag aku baca trus kasi komen aku takut authot mikinya aku siders…
    kalo kata aku ff.nya uda lumayan panjang thoor.. dan lagi kisahnya menarik…
    sejujurnya yg bikin males baca ff chapteran ya ini.. kayak sinetron..hehe…
    mian kalo komenannya gaje..
    intinyaaaaa
    keep writing thoor…
    moga diberi kemudahan untuk terus berkarya…

  7. Luhan plis dhhh dia gk nyadar y kl dia suka ama yoona ??? Duhhh anna ganggu aj .. Udh thor buat kai dket ama yoona biar si lulu cembokur wkwkwkw😛 ..

  8. Aaaa part ini luyoon moment yeeee. Ohmy anna hush hush jauh jauh deh ya ngeselin beuddd dah-,- penasaran endingnya bgt thor yoona bakal sm siapa? Btw2 luhan tu suka ga si sm yoona? Kayanya labil bgt :3 pokonya ditunggu next part ne thor smg cpt di post fighting^^

  9. bikin deg-deg an deh pas bagian luhan sama yoona nya!! anna nya jahat bgt-_-” tega bgt sama yoona:”:”
    ffnya bagus bgt thor!! suka dehh!! keep writting ya thorrr laffff!!!!

  10. entah kenapa pas waktu baca ff ini tuh seneng banget. seru banget! terserah kamu mau ffnya panjang atau pendek yang penting serunya

  11. Authorr… saya pembaca baru ^^ terima kasih karna gak jadi protect –soalnya saya kesusahan kalo gitu ._.
    Ne~ lanjut terus, keep spirit!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s