(Freelance) Drabble : I Don’t Know

idontknowI Don’t Know

FLYers story line

Rating : T

Length : Drabble

Genre : Romance

Cast cowok tidak di tentukan, jadi bebas ngebayangin siapa aja –tapi sendirinya author pas nulis ya bayangin Luhan, hahaha😄

***

            Malam itu sedikit berbeda dari malam sebelumnya, suara hentakan kaki yang menyatu dengan music biasanya selalu menjadi backsound menarik di balik ruangan bendinding cermin itu. Namun kali ini berbeda. Tak ada musik apalagi hentakan kaki. Yang ada hanyalah suara deru nafas yang berhembus pelan mendiami sunyinya malam.

Gadis itu menatap jenuh pada kedua ujung sepatu yang dikenakannya melalui cermin. Jika dihitung sudah hampir sejam lamanya ia berdiri bodoh di sana. Berdiri sendiri layaknya patung atas apa yang baru saja di alaminya. Ponsel yang menjadi saksi bisu malam itu bahkan masih berada di genggamannya. Ia tidak menangis apalagi berteriak histeris. Ia tak mencoba mencegah hal ini untuk terjadi. Ia tak melakukan apa-apa selain mendengar keputusan lelaki itu ketika mereka berbincang melalui ponsel putih yang kini basah oleh keringat di genggamannya.

Entahlah, ia sendiri bahkan tak mengerti. Ia kecewa, ia marah, ia benci ketika mengetahui dirinya di bodohi selama ini. Ingin rasanya di telan bumi di detik ketika lelaki itu berkata jujur padanya. Tentang apa yang sebenarnya mereka berdua jalani selama hampir setengah tahun ini. Setengah tahun yang terlewati sia-sia dengan kenangan indah yang berubah semu saat lelaki itu berucap bahwa ia mencintai gadis lain. Ia hanya sebagai pelampiasan, hubungan yang terjalin bukan karena adanya cinta oleh ke dua pihak. Apa ia terlalu bodoh hingga tak menyadari senyum palsu yang diterimanya selama ini? Sebodoh itukah dirinya hingga tak menyadari perhatian palsu untuknya selama ini?

Namun bukan itu yang kini membuatnya berdiri beku di tempat yang sama. Bukan itu yang membuatnya berfikir setengah mati di tempat ini. Yang menjadi pertanyaan dalam benaknya mengapa ia tak menangis? Mengapa ia tak merasakan sesak di dadanya? Ia tidak kecewa karena di permainkan, ia tak marah karena kejujuran itu, dan ia tak benci pada lelaki itu. Ia kecewa pada dirinya sendiri, ia marah pada dirinya sendiri, dan ia benci pada dirinya sendiri karena selama ini menjadi orang bodoh hingga percaya pada berjuta kebohongan untuknya.

Hubungan mereka berakhir malam itu, berakhir tanpa ada perlawanan sedikitpun dari gadis yang kini telah mulai melangkah ke sisi ruangan. Tangannya bergerak mengambil tas miliknya di lantai, kemudian memasukkan ponselnya disana.

Ia masih belum mengerti, sebenarnya ada apa dengan dirinya? Apa ia memang tak lagi mencintai lelaki itu? benarkah?

Sungguh, ia benar-benar tak tahu.

“Im Yoona, ada apa denganmu?” ia bergumam pelan untuk dirinya sendiri sebelum menghilang di balik pintu berbahan kayu.

===FIN===

Gantung? Gak jelas? Mengecewakan? Aku tau kok, ini ff aneh banget. Jangan salahkan otak saya yang sanggupnya Cuma segini, mentok mau nulis apa -_-

46 thoughts on “(Freelance) Drabble : I Don’t Know

  1. Wuah..gantung nih,
    Tpi ngk apa lh, jdi greget gmnaa gtu :v
    Ksian ya,yoona hnya d permainkan, lulunya sihh..
    Okelah,, biarpun gantung aku ttp ska,,keren
    Luyoon jjang!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s