(Freelance) Ficlet : Secret (Take 1)

take 1Secret (Take 1)

by GreenAngel

 Cast

Xi Luhan | Im Yoona

 Genre

Fluff | Romance | Friendship

 Rating | Length

PG15 | Ficlet

 Disclaimer

This story is mine!

…….

Yoona POV

“Yoong! Yoongie, tunggu aku!”

Yuri berlari kecil ke arah ku sambil membawa tumpukan buku di kedua tangannya.

Tumben sekali kau membawa buku Yul. Bukankah isi tas mu hanya majalah-majalah fashion?” ledekku sambil tertawa.

“Itu tidak lucu Yoong” ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya. “Aku tak akan seperti ini jika saja aku sudah selesai mengerjakan tugas dosen Kim minggu lalu. Oh astaga! Jam berapa sekarang? Tugas ku baru selesai setengahnya Yoong!”

Dan tak lama kemudian Yuri menarik tanganku sambil berlari. Terpaksa aku juga ikut berlari. Jika tidak, sudah dipastikan Yuri akan menyeretku. Dan aku tak mau hal itu terjadi di tengah keramaian mahasiswa yang berlalu lalang di kampus.

Sesampainya di ruang kuliah, Yuri masih menarikku menuju kursi yang biasa kami tempati. Samping jendela. Yuri segera menaruh buku-buku yang dibawanya ke atas meja dan melanjutkan tugasnya. Ku taruh tubuhku di atas kursi tepat disamping Yuri. Posisi duduk ku memang paling nyaman. Jika merasa bosan mendengarkan penjelasan dosen, aku dapat menatap taman kampus yang berada tepat di sebelah gedung kampus.

“Yoong. Jam berapa biasanya dosen Kim datang?” tanya Yuri sambil tetap mengerjakan tugasnya.

“Sekarang jam 8.40 pagi, sekitar 20 menit lagi. Kau sudah selesai?”

“Belum. Sedikit lagi.”

Karena bosan, ku ambil earphone dan memutar lagu-lagu yang ada di handphone. Sambil mendengarkan lagu, ku alihkan pandanganku ke luar jendela. Cuaca hari ini cerah. Mentari pagi bersinar malu-malu dibalik gumpalan awan.

Kepalaku bergerak mengikuti alunan lagu yang terputar. Sampai ku dengar suara Yuri yang berbisik pelan di telinga ku setelah melepas earphone yang ku pakai.

“Kau tau Yoong? Luhan memperhatikanmu”

“Apa?” ku pastikan ucapannya. Siapa tahu pendengaranku salah.

“Luhan. Xi Luhan. Sahabatmu. Lihatlah ke taman kampus. Sebelah kanan, ia bersama Sehun.”

Oke. Ternyata aku tidak salah dengar. Segera saja ku ikuti lirikan mata Yuri yang tertuju ke taman kampus.

Sehun sedang berbicara dengan Luhan sambil memamerkan senyumnya yang menurutku aneh. Aku tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Tentu saja. Jarak dari ruang kuliah ku dengan taman kampus memang jauh. Apalagi letak ruangan yang ku tempati berada di lantai 3. Tak lama kemudian kulihat Luhan memukul pelan kepala Luhan dan mengucapkan sesuatu. Setelah itu ia pergi meninggalkan Sehun.

“Sepertinya Luhan menyukaimu Yoong.” Yuri mulai berspekulasi dengan “teori cinta” miliknya. “Ani. Tapi Luhan MEMANG menyukaimu Yoong. Ani. Luhan mencintaimu.”

“Hentikan teori mu itu Yul. Itu sama sekali tak benar. Jangan membuat gosip.” Kilahku sambil tersenyum.

Yuri melebarkan matanya, “Astaga Yoong. Mungkin hanya kau yang tak sadar bahwa Luhan mencintaimu. Bahkan satu kampus ini tahu bahwa ada sesuatu diantara kalian.”

Oh tidak, jangan mulai lagi. Batinku dalam hati.

“Sesuatu apa? Kami hanya bersahabat Yul.” Kilahku untuk yang kesekian kali.

Ne! Sahabat. Itu yang selalu yang kau ucapkan dari dulu jika ada yang bertanya hubunganmu dengan Luhan.”

“Karena memang seperti itu hubungan kami.” Aku masih bersikukuh dengan pendirianku.

“Kau pasti tak pernah mendengar kalimat ‘Tak ada persahabatan yang murni antara yeoja dan namja. Salah satu dari kedua pihak itu pasti memendam rasa atau keduanya saling memendam rasa’. right?”

Aku tertawa melihat ekspresi muka Yuri. Ekspresi mukanya menggelikan. Terutama saat ia mulai mengucapkan kalimat dari salah satu teori cinta miliknya. Seperti penyair cinta dadakan.

Yak! Kau bisa-bisanya tertawa. Aish..”

Mian. Hahaha mukamu sangat aneh Yul. Aku tak percaya kalimat cintamu itu” ucapku sambil menahan tawa.

Yuri mendekatkan kepalanya ke arah ku dan berkata pelan “Aku serius, Im Yoona. Apa kau menyukai Luhan?”

Aku tak tau harus menjawab apa atas pertanyaannya yang tiba-tiba. Ia semakin menajamkan tatapan matanya saat aku tak kunjung menjawab pertanyaannya.

“Aku…”

“Baik sebelum mulai mata kuliah hari ini, kumpulkan tugas yang saya berikan minggu lalu.”

Ternyata Dosen Kim sudah memasuki ruang kuliah. Mungkin aku dan Yuri tak menyadarinya karena sibuk berdebat. Ya tentu saja. Tidak ada yang bisa menghentikan Yuri jika ia sudah memunculkan jurus “menginterogasi”nya. Kecuali Dosen Kim, salah satunya.

“Kau harus menjawab pertanyaanku Yoong setelah kuliah ini berakhir.” Ucapnya sesaat sebelum bangkit dan maju mengumpulkan tugas.

Dan aku hanya bisa tersenyum kecut sambil bangkit dan ikut mengumpulkan tugas. Dalam hati aku terus berharap semoga Yuri lupa akan pertanyaannya tadi.

.

.

Cut

Author’s Note : Hai aku kembali dengan Secret take 1. Ada yang nungguin? *PD abis -_-* Aku mau bilang terima kasih banyak atas komen kalian. Terharu karena ternyata banyak yang suka ff abal-abal buatan ku🙂 maaf banget kalo ff sebelumnya bahasanya aneh. Secret adalah ff pertama yang aku buat. Dan itu proses pembuatannya sangat singkat makanya drabble. Harap maklum ya, masih pemula hehe.

Oiya, sebelumnya aku bilang kalo Secret mau aku buat drabble. Tapi kayaknya itu gak mungkin deh, soalnya take 1 ini jatuhnya ficlet kurasa hehehe ._.v Efek responsi 3 hari berturut-turut dan akhirnya udah selesai :’) makanya jadi semangat nulis. Aku sih udah punya rencana kedepannya mau kayak apa cerita di ff ini. Jadi, jangan lupa RCL kalian ya🙂 komen dari kalian sangat berharga buat aku🙂 Kalo responnya dikit, gak akan aku lanjutin hahaha

31 thoughts on “(Freelance) Ficlet : Secret (Take 1)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s