(Freelance) Oneshot : Should You Choose Me

should you choose me

Author – Richa Zee

G-E-N-R-E

Romance | Hurt

R-A-T-I-N-G

PG-15

L-E-N-G-T-H

Oneshot

C A S T

Im YoonA | Kim Jongin

 

“Halo semuanya..???

Aku kembali dengan bawa FF terbaru yang pairingnya Yoona – Jongin. FF ini terinspirasi dari lagunya Terry “ Harusnya kau pilih aku ” pada tahu kan semuanya?? Kalau belum tahu bisa tanya Mbah Google dan dengarin lagunya sendiri. Sumpah itu lagu galau banget menurut aku.. hiks..hiks..

Kalu begitu selamat membaca dan semoga kalian suka ya? Mian untuk typo dan ceritanya yang terlampau jelek chingu..”

 

Happy Reading 🙂

 

Kutatap iris kecoklatan itu dengan perasaan tak karuan. Marah-sakit-kecewa dan terluka melihatnya begitu kacau seperti ini. Pasti cintanya. Sudah pasti cintanya lah yang membuat senyum indah itu sirna dari bibirnya.

Aku tidak bisa melihatnya seperti ini. Aku tidak sanggup melihat gumpalan air mata itu membasahi wajah tampanya. Demi apapun..aku tidak akan melepaskan siapapun dia yang berani membuatnya terluka…

“Jongin-ah.. apa gadis itu? Apa dia yang telah membuatmu seperti ini lagi?” aku menanti mulut yang terkatup rapat itu mengeluarkan suaranya. Tapi tidak, aku tidak mendengar jawaban apapun darinya. Ia hanya diam sambil sesekali mengeluarkan isakanya.

Aku tidak menyangka Jongin yang biasa tegar tampak begitu lemah saat ini. Apa dia begitu berarti untukmu Jongin-ah..? lalu bagaimana dengan aku?

“Katakan Kim Jongin. Apa gadis itu melukaimu?”

Lagi-lagi Jongin hanya diam. Pria ini benar-benar tidak berniat menjawab pertanyaanku. Aku mengkhawatirkanmu Jongin-ah..tolong berhentilah menunjukkan raut wajah itu..aku tidak sanggup melihatnya..

“Jawab Kim Jongin!!” Suaraku meninggi hingga akhirnya sorot mata tajam itu beralih menatapku. Inilah yang kuinginkan. Katakan semuanya Kim Jongin..katakan apa gadis itu yang telah melukaimu lagi?

“Berhenti ikut campur Im Yoona! Aku begitu muak karena kau selalu mencampuri urusanku!”

“Aku kakakmu..sudah pasti aku akan ikut campur apapun masalahmu..”

“Hanya sebatas kakak tiri. Kau bukan siapa-siapa selain anak dari istri ayahku yang bahkan sangat ku benci!”

“Kim Jongin!!”

“Enyahlah..aku tidak mau melihat wajahmu”

Aku menghela nafas kasar. Sakit karena ucapanya? Mungkin. Tapi hatiku jauh lebih sakit ketika melihatnya begitu kacau seperti ini.

Aku memang bukan siapa-siapa dalam hidup Jongin. Seperti yang dia katakan, aku hanyalah anak dari ibu tirinya yang bahkan sangat ia benci. Dari awal Jongin memang tidak menyetujui pernikahan ini, ia tidak suka siapapun wanita yang dekat dengan ayahnya termasuk ibuku.

Begitu pula denganku, sejujurnya aku tidak menyukai pernikahan ini. Dan alasanya hanya satu, Jogin bukanlah seorang adik tiri untukku..melainkan seorang pria yang sangat aku cintai..

Sebelum terjadinya pernikahan kedua orang tua kami, aku sudah mengenal Jongin sebagai sahabat dan junior di kampusku. Usia kami terpaut 2 tahun lebih tua diriku.

Namun hal itu tak menyudutkan perasaanku yang begitu mendambakan Jongin. Meski ia tak pernah menyukaiku dan tak pernah tahu akan perasaanku. Ia juga sangat mencintai kekasihnya– Bae Suzy si gadis sempurna yang berhasil mendapatkan hati Jongin. Namun ia telah melukai perasaanya..aku tidak akan membiarkanya..

***

“Bae Suzy!”

Perempuan yang di anggap primadona kampus itu menoleh ketika suara parauku memanggil namanya. Aku sengaja repot-repot menunggunya pulang kuliah hanya untuk menanyakan kenapa dia membuat jongin terluka lagi.

Senyuman sinis melengkung dari bibir tipisnya seolah meremehkan kehadiranku yang kini sudah berjalan mendekatinya.

“Ada apa kau memanggilku?” Tanyanya datar. Sepertinya perempuan ini sudah memahami situasinya.

“Kau menyakiti Jongin lagi, benar?” aku langsung ke tujuan awal, menayakan apa motifnya melakukan semua ini. Tapi tidak ada suara dari sudut bibirnya, perempuan ini hanya diam, kemudian mendengus tidak jelas.

“Kenapa? Apa yang telah Jongin perbuat padamu, sehingga kau menyakitinya lagi?”

“Siapa kau? Kenapa kau selalu ikut campur Im Yoona?”

Aku tersenyum getir mendengar jawabanya, benar. siapa aku? di bandingkan dia aku bukanlah siapa-siapa.

“Kau lupa siapa aku? aku adalah kakak Kim Jongin yang sekarang meminta pejelasan darimu, kenapa kau menyakiti adikku?”

Suzy terkekeh pelan mendengar jawabanku. Kemudian beralih menatapku sinis “ Bukankah terlalu berlebihan seorang kakak tiri sepertimu turut ikut campur urusan pribadi adik tirinya? Aku yakin Jongin pasti sangat muak dengan tingkahmu ini. Aku saja merasa begitu..”

“Tutup mulutmu Bae Suzy!”

“Kenapa? Kau takut jika aku membongkar rahasiamu, bahwa kau menganggap jongin lebih dari sekedar adik tirimu? Kau menyukainya Im Yoona, dari itu mengapa kau bertingkah menyebalkan saat ini”

“Yak Bae Suzy!”

“Berhentilah selagi kau bisa. Pergi dan jangan campuri urusan jongin lebih jauh lagi, karena aku tidak suka melihatnya”

“Kau tidak berhak berkata begitu setelah apa yang kau lakukan terhadap Jongin! Dulu sekali kau menduakanya dengan Kim Myungsoo, kemudian kau kembali menyakitinya karena Park Chanyeol. Sekarang apa lagi yang kau lakukan! Kau belum puas melihat Jongin terluka?” Aku menahan nafas sejenak mentolerkan keinginanku untuk membuat wajah cantiknya itu berubah memar.

“Dia sangat mencintaimu Bae Suzy..kau tahu Jongin sangat mencintaimu! Tapi kenapa kau tega sekali melakukan ini padanya!!”

Aku begitu marah dan kesal dengan perempuan ini. Ia berani mengungkit perasaanku di saat hati batunya itu memecahkan semangat hidup Jongin. Sungguh, aku tidak tahu apa yang di lihat Jongin dari perempuan tak berhati seperti Suzy. Karena dia cantik? Ayolah Kim Jongin..masih banyak yang lebih cantik dari perempuan ini.

“Ya..itulah yang harus kau sadari. Jongin sangat mencintaiku meski aku telah menyakitinya. Sedangkan kau? Seberapa niat pun kau membelanya, dia tidak akan melihat padamu Im Yoona. Jadi..kau mengerti apa yang ku katakan bukan? pergi dari hidup Jongin, maka aku akan berhenti menyakitinya”

“Mwo?”

“Kau perlu tahu alasanku mengapa selalu menyakiti Jongin, itu karena kau kakak ipar. Aku terganggu melihatmu selalu mengekori pacarku kemana-mana. Aku marah ketika mengetahui gadis lain yang juga mencintainya tinggal serumah bersamanya. Karena itu menjauhlah sejauh-jauhnya maka akan ku pertimbangkan”

Astaga tawaran gila macam apa yang telah gadis ini berikan untukku? Secara tidak langsung dia telah mengusirku dari rumahku sendiri. Kau sudah melewati batasmu Bae Suzy, aku..tidak akan membiarkanmu memiliki Jongin lagi..

“Ani. Aku tidak akan pernah pergi dari hidup Jongin dan tidak akan membirkanmu menyakitinya lagi. Sudah cukup aku memberimu kesempatan selama ini. Aku..akan membuat Jongin melupakanmu..”

Setelah berkata demikian aku berlalu tanpa peduli bagaimana raut muka perempuan itu saat ini. Aku tidak ingin berada lebih dekat denganya karena aku tidak ingin menjadi seperti dirinya.

Walaupun yang aku katakan hanyalah omong kosong belaka. Jongin..tidak akan pernah bisa melupakan Bae Suzy itulah kenyataan yang sebenarnya.

***

Malam itu tak jemu aku memandang wajah tampan Jongin yang terbaring lesu di atas ranjanganya. Pria itu tengah tertidur, dan aku tahu mungkin saja mimpi buruk itu tengah hinggap di dalam tidurnya.

Aku lah yang membuatmu seperti itu Jongin~ah..

Karena kehadiranku di hidupmu perempuan itu jadi tak segan menyakitimu. Tapi aku bisa apa? Aku bahkan tak mampu berada jauh darimu..haruskah aku pergi jauh? disaat hatiku hanya berlabuh padamu..

Aku sangat mencintaimu Jongin-ah…itulah yang harusnya kau tahu. Jika saja kau memilihku saat itu, mungkin sekarang aku berada di sini bukan sebagai kakak tirimu..melainkan sebagai wanita yang menemani tidur indahmu..

Aku memberanikan diri melangkah masuk ke ruangan Jongin. Ruangan yang biasanya hanya kulihat dari bingkai pintu kamarnya, kini aku telah memasukinya.

Tidak sopan memang, mengingat Jongin sangat membenciku setelah pernikahan orang tua kami berlangsung. Dia marah karena aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk menggagalkan pernikahan itu. Tapi mau bagaimana? Aku tak punya daya apa-apa..

Aku pandangi wajah Jongin yang tengah tertidur pulas. Mulai dari kelopak matanya, hidungnya, dan sudut bibir itu yang dulu pernah memberikan senyuman terhangatnya padaku. Demi apapun aku rela menukar segalanya agar senyuman indah itu kembali kudapatkan.

Aku mendekat ke arah Jongin, menghiraukan detak jantungku yang semakin kencang paska memasuki kamar bernuansa cokelat ini.

Bolehkah aku melakukanya? Seumur hidupku aku bermimpi untuk bisa menyentuhmu Jongin-ah…memegang erat ke dua tanganmu disaat kau terjatuh…memelukmu di saat kau terluka dan menghapus jejak air matamu di saat kau lagi-lagi menangis karenanya…

Jika saja aku yang berada di posisi Bae Suzy..aku tidak akan menyia-nyiakanmu seperti yang dilakukanya..

Entah pikiran apa yang merasukiku, mungkin karena factor cinta yang terlalu mendalam untuk pria ini. Sekarang bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Berharap waktu akan berhenti sampai disini saja walau hanya aku yang merasakanya saat ini.

Tanpa terasa air mataku terjatuh membasahi kedua pipiku dan- pipi Jongin. Dadaku terasa sesak mengingat bertapa pecundangnya diriku yang mencuri ciuman dari adik tiri sendiri yang bahkan sangat membenciku.

Tapi aku mencoba tak peduli..aku ingin merasakan posisi Suzy walau kau tengah bermimpi tentangnya Jongin-ah…

Aku beranjak dari posisi ini. Menjauhkan wajahku untuk kembali memandangi Jongin. Tapi apa yang terjadi? Mata pria itu terbuka lebar memandang datar manik mataku yang terkejut bukan main. Pria ini? Apa di tahu apa yang baru saja aku lakukan?

“Apa yang kau lakukan di kamar orang lain?” Tanyanya dingin tanpa beranjak dari posisinya. Aku tidak tahu harus menjawab apa, selain merutuki kebodohanku yang masuk kedalam kamar Jongin dan mencuri ciumanya.

“Keluar!”

“Ne?”

“Keluar. jika tidak, aku akan bertanya lebih jauh lagi”

Dapat ku simpulkan Jongin mengetahui apa yang telah aku lakukan. Mungkin saja pria ini tidak ingin memojokkanku karena telah tertangkap basah meciumnya. Makanya ia menyuruhku untuk keluar dari ruangan ini.

Tapi aku tidak akan keluar. Aku tidak mau menjadi pengecut lagi disaat Jongin yang mungkin sudah mengetahui perasaanku.

Kau..harus mendengarnya kali ini Jongin-ah

“Kau tidak bertanya mengapa aku menciummu?” aku mengumpulan keberanianku, meski suaraku masih jelas bergetar.

“Keluar!”

“Aku mencintaimu. Itulah kebenarnya Jongin-ah…

“Kau tidak dengar aku menyuruhmu keluar!?” kini Jongin telah terbagun dari posisinya

“Kau sering bertanya mengapa aku selalu ikut campur urusanmu bukan? Ini lah jawabanya..kau sudah mendapatkan jawaban yang tepat sekarang”

“Aku bilang keluar!!”’

Aku tersenyum getir mendengar gertakan Jongin.

Kau bahkan masih membenciku di saat aku sudah mengatakan semuanya padamu Jongin-ah..

“Walaupun kau tidak ingin mendengar pengakuanku, tapi kau tidak dapat memungkiri jika gadis yang sangat kau benci ini justru sangat mencintaimu jongin-ah..Kau tidak bisa..”

“Lantas mengapa jika kau mencintaiku? Kau berharap aku akan terharu dan menerima perasaanmu? Jangan bermimpi. Kau bahkan tidak sebanding dengan Suzy”

Aku tertohok, berani dia membandinkanku dengan gadis tak berhati seperti Suzy?

“Yak Kim Jongin!”

“Keluar dari kamarku jika tidak mau mendengar aku berbicara lebih kasar lagi!”

“Apa yang kau lihat dari dia Jongin-ah? mengapa hanya dia yang kau pikirkan sementara ada gadis yang lain lebih mencintaimu disini!! Kenapa Kim Jongin! Beritahu aku sekarang!!”

“Kau akan lebih gila dari sekarang jika mengetahui jawabanya. Karena itu ku usulkan untuk keluar..sebelum aku benar-benar memaksamu”

Teganya kau Jongin..berkata seperti itu pada gadis yang rela melakukan apa saja untukmu..apa aku benar-benar tiada artinya di matamu Kim Jongin?

“Katakan! Sesakit apapun itu katakan Kim Jongin! Aku ingin tahu kelebihan apa yag dimiliki perempuan itu sehingga kau begitu tergila-gila padanya!”

“Kelebihan apa? Kau kira orang sepertimu pantas berbicara seperti itu? Dia lebih segala-galanya darimu Im Yoona! Bahkan kau tak punya secuil kekuranganpun yang dimilikinya, jadi tutup mulutmu dan jangan coba bertanya kelebihan apa yang dia miliki..kau tidak akan bisa membayangkanya!”

Sakit. Sangat sakit ketika Jongin berkata seperti itu. Aku memang tidak ada apa-apanya di bandingkan dia Jongin-ah..dia lebih segala-galanya dariku seperti yang kau katakan. Tapi aku punya cinta..aku yakin cintaku jauh lebih besar dari cintanya..kau harus ingat itu Kim Jongin. Kau akan meyadarinya setelah nanti aku tak berada di sisimu lagi…

***

Pagi itu aku di bangunkan oleh ibuku yang sudah terduduk di tepi ranjang. Ia mentapku dalam dengan pandangan yang tak bisa ku jelaskan.

“Kau sudah bangun sayang..? kau menangis semalaman..ada apa hmm? Apa kau punya masalah?”

Aku tersenyum pahit mendengar pertanyaan Eomma. Jika ia tahu masalah yang sebernarnya, mungkinkah Eomma tetap berbicara selembut ini padaku?

“Aku merindukan Appa..karena itulah aku menangis semalaman Eomma”

“Kemampuan berbohongmu semakin meningkan Yoona-ya..tapi apa kau lupa, siapa yang kau bohongi sekarang? Aku terlalu mengenal putriku..kau tidak akan bisa membohongiku..”

Kau benar Eomma. Hanya Eomma yang mengenalku dengan sebaik-baiknya. Tapi sungguh..untuk kali ini aku tidak ingin membagi masalahku kepada siapapun..

“Aku tidak akan memaksa Eomma menpercayaiku..yang jelas aku ingin sendiri untuk kali ini..”

Eomma menghela nafas beratnya “ baiklah..jika kau sudah lelah menghadapainya sendiri katakan pada Eomma. kita akan selesaikan bersama-sama..”

“Uhm. Pasti Eomma..”

Maafkan aku Eomma..mungkin sampai akhir khayatku masalah ini akan aku selesaikan seorang diri tanpa bantuan siapapun.

*

“Kau sudah selesai Yoong?”

Aku mendongkak kala sahabat baikku Sunny menghampiri mejaku. Gadis imut itu tersenyum ramah seraya melirik hasil karyaku yang hampir selesai.

“Wow! Lukisanmu bagus sekali..” Pujinya. Aku hanya tersenyum tipis, terlalu malas untuk banyak berbicara.

“Tapi apa arti lukisan ini Yoong? Seorang gadis yang terpaku di pohon. Kemudian sepasang kekasih yang sedang bergandengan. Hey..ini cerita cinta segi tiga?”

Cinta segi tiga? Mungkin saja. Atau memang itulah kenyataanya. Karena lukisan ini tiba-tiba terinpirasi di pikranku setelah mengingat kembali betapa cabiknya kisahku yang hadir dia tantara Jongin dan perempuan itu..

“Kenapa kau menulis dengan tema ini?” Tanya Sunny. Wajahnya menunjukkan rasa penasaran.

“Karena..aku ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan”

“Ne?” Sunny tampak kebingungan.

“Tidak ada. Ayo kita keluar, aku sudah lapar”

Saat aku berjalan ke kantin, tak sengaja aku melihat Suzy dan entah siapa laki-laki itu sedang bersuap-suapan di kantin. Aku mendelik tak percaya dan mencoba bersikap biasa. Tapi yang membutku kembali tercekat dengan ada nya Jongin di meja lain, yang tampak terluka dengan apa yang gadis itu lakukan.

“Suzy sudah dekat dengan Suho lagi sekarang. Padahal baru kemarin dia putus dengan Jongin..gadis itu benar-benar pintar mencari pasangan” komentar Sunny yang berada si sampingku.

Aku menghela nafas panjang. Ingin rasanya aku kesana dan menarik Jongin menjauh dari tempat itu. Tapi aku urungkan, aku sudah bertekat untuk tidak mencampur urusan Jongin lagi sampai ia menyadari arti cintaku.

Tak sengaja pandanganku dan Jongin bertemu. Ia menatapku tanpa ekspresi, kemudian berlalu begitu saja. Ekor mataku hanya bisa megikuti langkah kakinya yang kian menjauh. ingin sekali aku berlari kesana dan mengatakan kepada Jongin untuk jangan terluka, dan berhenti menangisi permpuan itu..

“Yoong..kenapa diam saja? Kajja”

“Ahh..ne”

***

Seminggu telah berlalu dari kejadian itu. Selama itu pula aku tak bertemu lagi dengan Jongin. Jelas sekali, pria itu menghindariku. Bahkan ia tinggal di rumah temanya hanya untuk menjauh dariku.

Apa kehadiranku benar-benar mengganggumu Jongin-ah..?? seperti yang Suzy katakan..

“Kim Jongin!”

Akhirnya aku menemukan Jongin lagi setelah lama tak melihatnya. Tapi keadaanya benar-benar kacau saat ini. Dengan aksen mabuk ia berjalan luntang-lanting msambil sesekali menubruk orang lain yang sudah mengumpat kesal padanya. Bahkan beberapa luka memenuhi sekujur tubuh pria itu.

Apa yang terjadi padamu jongin-ah..?? apa ini karena dia lagi?

“Jongin-ah…Gwenchana?” aku bertanya meski sudah tahu Jongin tidak sedang baik-baik saja.

Bau alcohol mnyengat penciumanku ketika sudah berhadapan denganya. Jongin terjatuh di pelukanku. Dan aku dapat melihat luka itu dari bening matanya..luka seperti yang kurasakan karena mencintainya. “Bangunlah..kau membuat semua orang marah Jongin-ah..” desisku dengan suara yang hampir menghilang. Air mataku terjatuh, karena tak sanggup melihat Jongin menjadi seperti ini karena dia..

Jongin..aku tidak akan biarkan dia merasakan luka itu.

“Suzy-ah..aku mohon jangan tinggalkan aku..Aku akan menyuruhnya pergi sejauh mungkin tapi kembalilah padaku..”

Oh Tuhan..aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan ketika Jongin sendiri berkata demikian di bawah alam sadarnya. Dia menyuruhku pergi dan meminta Suzy kembali padanya…

Kata sakit tak akan cukup untuk mewakili perasaanku saat ini. Terlalu sakit hingga aku tak tahu lagi bagaimana cara menyembuhkanya..

Tapi aku menyadari saat ini..

Jongin sangat mencintainya…seperti besarnya cintaku padanya..

Jongin membutuhkanya…seperti aku yang tak bisa hidup tanpanya..

Jika itu yang bisa membuatmu bahagia..aku akan pergi Jongin-ah..tanpa kau minta sekalipun…

***

“Eomma..”

Aku memeluk Eomma dari belakang yang sedang sibuk memasak di dapur. Aku merasakan betapa hangatnya tubuh seseorang yang paling kucintai di dunia ini, selain Jongin dan almarhum ayahku.

“Ada apa sayang? Eomma sedang menyiapkan makanan kesuaanmu..”

Aku tersenyum tipis mendengar ucapan ibuku. Ternyata wanita yang hampir berkepala 3 ini sedang membuatkan Bimbipap kesukaanku.

“Tidak usah repot-repot Eomma..mungkin aku tidak akn pulang malam ini?”

“Eoh? memangnya kau kan kemana?” Tanya Eomma bingung

Aku tersenyum getir, sambil mengeratkan pelukanku “ Aku pergi unuk menenangkan diri Eomma..terlalu banyak pikiran yang memenuhi otakku beberapa hari ini”

Eomma berbalik dan kini pandangan kami bertemu. Kutatap lensa kecoklatan itu dengan penuh kasih sayang..

“Kau belum mau berbagi masalahmu pada Eomma?”

“Aku sudah punya solusinya..karena itu aku pergi sebentar untuk melaksanakanya” jawabku sambil tersenyum sekilas.

Eomma menghela nafas lega “ Syukurlah..Eomma tahu kau adalah gadis yang pintar sayang..”

Lagi-lagi aku hanya tersenyum tipis dan kini kembali memeluknya.

“Eomma..”

“Hmm..”

“Apakah Eomma masih mengenang Appa walaupun kau sudah menikah dengan Tuan Kim?”

“Tentu saja sayang. Appa punya tempat tersendiri di hati Eomma..”

“Kalau begitu..apa Eomma juga akan mengenangku setelah aku tiada?”

Eomma tampak sangat kaget dengan pertanyaanku “Kau ini bicara apa? Kau tidak akan kemana-mana karena Eomma tidak akan mebiarkanmu pergi kemanapun”

Ya tentu saja. Aku tak akan kemana-mana Eomma, aku hanya pergi sebentar saja kemudian kembali dengan sosok diriku yag baru..

“Saranghae Eomma..Jeongmal Saranghae..”

***

“Kenapa kau tak memberiaknya sendiri saja Yoong? Bukankah Jongin adikmu?”

“Kau tahu sendiri Sunny-ah..Jongin tidak begitu dekat lagi denganku setelah orang tua kami menikah. Jadi ku mohon tolong berikan lukisan ini padanya eoh?”

Sunny tampak berpikir sejaenak, kemudian mengangguk antusias

“Arraseo..aku rasa bukan tugas yang berat..”

“Gomawo Sunny-ah..kau memang yang terbaik..”

“Eishh..kau membaut telingaku naik Yoong..” Gumamnya. Kemudian aku dan Sunny pun tertawa lebar yag mungkin untuk terakhir kalinya….

*

Dan disinilah aku sekarang. Di atas jembatan dengan puluhan kenderaan yang berlalu lalang di sekitarku #ini mah adegan film aashiqui# aku menatap langit dengan hati bergemuruh memanggil nama itu..nama yang telah bernaung di dalam hatiku selama ini..

Jongin..

Jongin..

Dan Kim Jongin..

Aku mencintai Jongin. Sangat..

Andaikan dia mengerti perasanku. Andaikan dia bisa memahami cintaku tidak akan pernah membuatnya terluka..harusnya ia pilih aku..maka kisah ini tidak akan berakhir seperti ini..

_

“Kau yakin akan pergi jauh?” Tanya gadis itu- Bae Suzy ketika aku menemuinya di café sebelumnya.

Aku menarik nafas panjang kemudian mengangguk pasti “Ne. Dan kau sudah berjanji bukan? akan berhenti menyakiti Jongin jika aku menghilang dari sisinya?”

“Tentu saja. Karena kau tak berada di sisinya aku bisa berpikir dengan jernih kembali. Tapi.kemana kau akan pergi? Sejauh mungkin kalau kau bisa. Ku harap Jongin tak bisa menemukanmu lagi..”

“Tenang saja. Demi Jongin aku akan pergi kemanapun, bahkan ke tempat yang tak pernah kau bayangkan sekalipun. Tapi ingat jika sampai kau mengingkari janjimu..aku akan kembali Bae Suzy..tapi bukan sperti Im Yoona yang lemah seperti sekarang”

“Memangnya seperti apa jika kau kembali?”

“Kau akan takut jika mendengarkanya sekarang. Karena itu berhati-hatilah dengan janjimu. Dan satu lagi jika Jongin menanyakanku..katakan saja aku sudah menuruti keinginanya”

“Mwo? apa maksudmu? Kau berharap Jongin menanyakanmu?”

Benar. Jongin tidak akan peduli kemanapun aku pergi..tapi bolehkah aku berharap dia menanyakan tentangku untuk kali ini saja..

“Dan juga katakan padanya..belajarlah menerima kehadiran ibuku..Eomma wanita yang sangat baik dia tidak akan menyesal mempuyai ibu tiri sebaik Eommaku”

“Akan aku usahakan untuk mebujuknya”

Yah..setidaknya itulah yang dapat gadis ini lakukan supaya aku memiliki alasan untuk sedikit menyukainya..

_

“Nona! Apa yang kau lakukan! Disana berbahaya”

“Astaga! Seseorang telonglah! Nona itu akan bunuh diri!”

“Nona turunlah..kau bisa terjatuh ke suangai!”

Aku menutup rapat-rapat mata hati dan telingaku. Mencoba menghalau berbagai rasa takut dan teriakan dari mereka yang mungkin mengkhawatirkanku.

Kebahagiaan Jongin lebih berharga dari apapun, termasuk nyawaku sendiri. Mati bukan masalah asalkan senyuman itu dapat kulihat kembali walau dari tempat yan terlampau jauh disana..

“Aku mencintaimu Jongin-ah..berbahagialah…”

Kini dapat kurasakan dinginya air Sungai Han menusuk kedalam pori-pori kulitku, dan menyisakan rasa sesak di tenggorokanku. Pertahanan Nafasku mulai berkurang sedikit-demi sedikit, sampai akhirnya aku menyadari urusan duniaku telah selesai.

Kini aku dapat pergi dengan tenang dan mencintaimu dari Jauh Jongin-ah…

_THE END_

Aigoo..FF macam apa yang telah aku buat ini? Terasa gak nyambung sama tema dan judul lagunya sendiri. Gaje banget ya? Udah gitu alurnya maksa lagi..dan aku merasa ff ini terlampau Lebay, ya gak sih?

IS..IS..IS…#gayaupin-ipin# Author emang belum becus jadi pengarang FF yang baik. Mianhae..

Ya udah lah kalu begono..RCL jangan lupa ya? Dan jangan jadi pembaca gelap oke? ingat itu! Hargai karya Aurhor ne…/Gomawo sudah membaca ff ini chingu..^^

 

37 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Should You Choose Me

  1. sadd bngtt,,, TT
    jongin you tega bngt,, knpa bsa sjhat itu ke yoona,,
    aishh htiku jga skit ps mmbca kta2 ksar mu itu,,hiks
    ff ny ngfeel bngt thor,, nan joha,
    btw,, saquel bleh ya? soalny aku msih pnsaran sma klnjutannya..

  2. .aigoo feel sadnya dpt tp npa yoona hdupx slalu menyaktkn n trpuruk dgn cintanya😥
    sequel d0ng thor, buat yoona bngkit n munculin namja yg men0long dia agr dia gk mati n bsa hdup lg..
    Critanya bgs kok thor, walau endingx menguras air mta gtu😦 npa kai slalu ingn brthan dgn suzy trus shc, kshankn yoona jd menderita😐

  3. keren thor.. ksian yoona eonni.. berharap yoona eonni ga mninggal gtu aja.. semoga ada namja yg nyelamatin yoona eonni trus bsa ngebuat yoona eonni jtuh cinta .. squelnya ya thor, please..🙂

  4. Sequel dong >_< nanti dibuat yoona ilang ingatan terus ditolongin ama mavia. nah mavianya itu kris terus mereka jatuh cinta deh. Kris ditugasin buat bunuh Kai ending terserah author

    HAHAHA idea yang sangat buruk

  5. wah kalo ff keren gini harus ada sequelnya nihh
    sequelnya buat dong si jongin nyesel dengan perbuatannya. gomawo yaa
    oh iya ff ini keren banget sumpah!!!!!!!!

  6. buat sequel doank, yoona gak jadi bunuh diri
    karena di selamatin sama namja yaitu luhan hehehe
    terus yoona udh lupain jongin, mulai sama luhan
    tiba-tiba jongin merasa kehilangan yoona. hahahaha

  7. knapa cuma sampe situ sih? kan pengen liat noh reaksinya si jongin gimana -_-
    bisakah ada sequelnya?

    ffnya bagus!
    keep writing!

  8. Ihh sumpahhhh jongin aaaaaaaaaaaa kenapa ga peka? Kenapa jahat???? Please sequell thor seengganya lanjut aku pgn tau ekspresi jongin pas tau yoona meninggal demi dia aku pgn lia jongin nyeselll please sequell pleaseee T_T

  9. hahaha
    tenang aja thoor
    critanya bagus kok..
    maklum.. aku bahkan brlum berhasil membuat ff..
    eh ya..
    dikasi sequel bagus kayaknya..
    jadi dibikin kai aslinya sayang juga sama yoona.. tapi karna dia mikit appanya. jadi gitu dech.. terus pas mabuk aslinya kai cuma minum sdikit dan berlaga mabuk supaya yoona lupain dia..
    sekedar ide thoor
    keep writing yua

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s