FACE OFF [8]

req-fn2

author : FN

main cast : Park Chanyeol, Im Yoona, Mun Joo Won

other cast : Lay, Baekhyun, Seohyun, Sehun and others

genre : action, family, marriage life, little romance, friendship, hurt and others

length : chapter

rating : PG 15

poster : arin yessy @ indo ff arts

desclaimer : di cerita ini author terinspirasi dari 3 film barat dan 1 drama korea. judul filmya Face Off, Enemy Of The States dan Taken (1 & 2). buat dramanya dari drama Korea judulnya Ghost (drakor favorit author, yang castnya Soo Ji Sub <= salah satu aktor fav author ini xD).

author’s note : di cerita ini mungkin cukup jauh dari kata romance antara main cast tapi romancenya tetep ada dan mungkin agak sedikit lebih fokus ke main cast namjanya. mianhe jika ada typo dan kesalahan teknis lainnya 🙂

—-

“maksud anda?” tanya kepala panti bingung

Bukan menjawab Chanyeol hanya tersenyum manis, dia membungkukkan badannya sedikit dan kemudian berjalan keluar dari ruangan besar itu. Chanyeol yakin dengan keyakinannya dan dia yakin bahwa dia tak pernah meleset, meleset pun pasti hanya sekitar 5 persen dari 100 persen.

Chanyeol menatap foto anak-anak ditangannya, ada Yoona dan ada Sehun dan disana ada teman Sehun yang menjadi bawahan Sehun untuk melakukan aksi ilegalnya. Chanyeol tahu kepala panti disini sedang menyembunyikan sesuatu, dilihat dari bangunan panti yang seperti dibangun pada tahun-tahun lama, kemungkinan besar ada ruangan rahasia dibawah tanah

Tak mau ambil pusing, Chanyeol langsung bergegas ke mobil sport birunya dan melajukannya dengan penuh wibawa, ‘sudah cukup permainannya anak-anak’ batinnya tersenyum licik.

—-

Seorang namja masuk kesebuah ruangan yang hanya diterangi sinar lampu berwarna samar, disana ada seorang wanita duduk terikat dengan kulit yang tersayat ringan. Wajahnya terlihat benar-benar pucat, dia lemas terkulai di kursi itu. lelaki itu mendekatinya pelan seraya mengelus rambutnya ragu. Wanita itu tersentak bangun dan menatap lelaki itu dengan tatapan takut. Lelaki itu memberi sinyal pada wanita didepannya agar tak membuat suara gaduh yang menyebabkan temannya yang lain datang

“tenang, aku kemari bukan untuk melakukan apa yang mereka lakukan padamu” kata lelaki itu, wanita didepannya diam menatapnya takut

Lelaki itu mengeluarkan sebuah botol kecil yang bisa diyakini itu adalah sebuah pil dan ditangannya yang lain dia membawa botol air mineral yang masih tersegel

“minumlah, ini vitamin” katanya mencoba memberikan pil itu pada wanita didepannya tapi wanita itu menolaknya

“ayolah, jangan menolak, ini akan membuat kondisi tubuhmu jauh lebih baik daripada yang sekarang. Aku tak akan menyakitimu, sungguh” kata lelaki itu

“apa jaminan kau melakukan hal ini?” tanya wanita itu—Seohyun sinis

Lelaki itu menghela nafasnya pelan, “mianhe, aku hanya—ingin kau minum pil ini, aku tak ingin yang lain tahu tentang ini. jebal, minumlah” mohon lelaki itu

Dengan ragu Seohyun membuka mulutnya, lelaki itu membantunya meminum pil yang dibawanya. Setelah selesai, lelaki itu tersenyum manis dan kemudian pergi meninggalkan Seohyun sendirian karena dia takut hyungnya akan membunuhnya jika mereka tahu lelaki ini telah membantu Seohyun

Seohyun terdiam melihat kelakuan lelaki tadi, lelaki itu memang sangat berbeda dengan orang-orang yang memperlakukannya selama ini dengan kasar, bahkan luka sayatan ini sengaja mereka lakukan untuk membuat kondisinya melemah tapi lelaki itu, lelaki itu membantunya seperti dengan membawakannya makanan dan obat secara diam-diam bahkan sekarang memberinya vitamin

‘apa yang dia inginkan? Kenapa dia membantuku?’ batin Seohyun

‘appa, apa kau berniat tak menyelamatkanku?’ batin Seohyun mulai menangis lagi

Ingin dia rasanya berteriak agar semua orang diluar mendengarnya tapi itu percuma, sebab ruangan ini kedap suara, sekuat apapun kau mencoba tak akan ada hasilnya, hasil lain pun adalah mereka semakin menyiksamu

BRAK!

Seseorang membuka pintu besi itu dengan kasar dan menatap Seohyun dengan tatapan tajam penuh kebencian yang mendalam

PLAK!

Tanpa berkata lelaki itu langsung menampar Seohyun hingga membuat gadis itu terjatuh bersama kursi yang didudukinya. Nafas lelaki itu tersenggal penuh amarah, lelaki itu ingin sekali lagi menghujam Seohyun tapi seseorang yang lain datang dan menahan tangannya

“kau ingin menyiksanya atau membunuhnya didepan appanya?”

“bukan urusanmu, bocah!”

“itu menjadi urusanku karena aku terlibat disini”

“cih!”

Lelaki tadi langsung meninggalkan ruangan itu dan menendang pintu itu hingga menimbulkan suara ngilu yang membuat telingamu berdengung hebat. Lelaki tadi langsung membantu mengembalikan posisi Seohyun agar duduk seperti semula, tangan gadis itu bergetar hebat, wajahnya mulai menangis lagi

“tenang, jangan takut” kata lelaki itu menggenggam tangannya tapi perlakuan lelaki itu semakin membuatnya menangis

“apa yang kalian inginkan? Kenapa kalian tak segera saja membunuhku? Aku tak tahan dengan ini semua?” tanya Seohyun menangis

Laki-laki itu memandang Seohyun penuh rasa iba, hatinya terasa begitu sakit ketika melihat wanita didepannya ini menangis dan memintanya untuk segera membunuhnya tapi tak bisa, lelaki itu tak bisa melakukannya karena dia sudah berjanji tak akan mengotori tangannya dengan perbuatan keji seperti itu

“maafkan kami” kata lelaki itu pelan, Seohyun tetap menangis dalam posisinya, “aku tak butuh permintaan maafmu!”

“apa yang kau lakukan?” tanya seseorang dari arah pintu memandang lelaki itu, lelaki itu langsung berdiri dan menatap wanita didepannya, “tak ada yang aku lakukan” jawabnya

Wanita itu mendekati Seohyun dan tersenyum licik

“aaa!!” teriak Seohyun karena rambutnya ditarik kasar

“noona, berhentilah!” teriak lelaki itu

Wanita yang menarik rambut Seohyun tadi menatap kearah lelaki itu dengan tatapan mengejek

“ohh… kau menyukai wanita ini?” tanyanya

Lelaki itu terdiam menatap wanita yang dipanggilnya noona, dia berusaha menelan salivanya berulang kali

“Ahh… jadi benar, kau menyukainya?” ulang wanita itu

“andwe! Aku tak menyukainya!” jawab lelaki itu tegas

“jinja?” tanya wanita itu semakin tersenyum licik

“AAAA!!!”

Teriakan Seohyun kali ini semakin keras, lelaki itu memalingkan wajahnya, dia tak bisa menatap Seohyun dengan keadaan yang seperti itu. wanita tadi tersenyum senang dan menepuk pundak lelaki itu

“jangan sampai kau jatuh cinta dengan musuh” bisiknya

Laki-laki itu mengusap wajahnya berulang kali, umur mereka memang tak terpaut jauh, hanya sekitar 4 tahun mungkin. Seohyun menangis sendu sejak tadi, tubuhnya benar-benar terasa sakit ditambah lebam diwajahnya karena beberapa pukulan yang didapatnya kemarin

“mianhe” kata lelaki itu berjalan pergi meninggalkan Seohyun sendirian.

—-

Chanyeol sedang duduk dimeja kantornya, masalah dengan kepala intel dan kepala agensi detektif terbesar disini benar-benar membuatnya muak, jika saja dia dilahirkan tak secerdas ini mungkin saja mereka akan melahapnya hidup-hidup. Dia masih memikirkan tentang 5 bom itu—ralat—empat bom, karena bom pertama sudah mereka ledakkan

Cklek

“bos, bom kedua dan ketiga tiba-tiba terlacak posisinya dan secara bersamaan aktif. Bom kedua berada di pusat kota Seoul dan akan meledak sekitar 30 menit lagi” kata Lay

“mwo?!” kaget Chanyeol, “cepat, kau ikut bersamaku!” lanjut Chanyeol, Lay menurutinya dan berlari mengikuti Chanyeol

Chanyeol segera menuju ke pusat kota Seoul, atau lebih tepatnya mereka mendatangi sebuah taman yang sangat ramai. Mereka berdua berkeliling disana dan mereka menemukan sebuah tas hitam dibawah sebuah bangku dan tak ada siapapun didekatnya. Chanyeol langsung berlari mendekat begitupula Lay. Ketika mereka membuka tas itu dan benar saja, tas itu berisi bom dengan rangkaian yang sangat sulit, sedangkan waktu yang terhitung hanya tersisa 3 menit lagi

Pengunjung taman yang penasaran mendekati mereka karena ingin tahu, mengetahui itu Chanyeol langsung berteriak memberi perintah agar mereka semua mundur. Lay meminta bantuan pada polisi setempat agar membantu mereka

“sialan! Kenapa ada dua kabel berwarna biru disini?!” gumam Chanyeol

Tangannya terhenti pada dua kabel berwarna biru itu, dia ragu akan memotong yang mana, jika dia salah maka nyawanya dan orang-orang yang ada disini akan dalam bahaya. Dia mengusap peluhnya yang mulai mengalir, Lay mendekatinya dan dia tahu apa yang sedang terjadi

“bos, kau penjinak bom, seharusnya kau tahu” kata Lay

“semuanya akan mudah jika warna setiap kabel berbeda!”

Tangan Chanyeol terus berpindah sedangkan waktu sudah menunjukkan 60 detik lagi

“bos! Kau harus membuat keputusan!” teriak Lay

“ini tak mudah! Jika salah maka kita yang akan mati!” bentak Chanyeol

Chanyeol terdiam fokus menatap kabel biru didepannya, dengan ragu dia memilih kabel di sebelah kirinya

6…5…4…

Tit

Brruk

Chanyeol menghela nafasnya lega, bom itu tak meledak

BOM!

BOM!

Terdengar 2 ledakan keras yang menggetarkan tanah disekitarnya, Chanyeol dan Lay langsung bertatapan penuh curiga. mereka berdua langsung berlari kearah mobil patroli

“bos, bom ketiga meledak. Bom kedua di sekolah menengah pertama umum dan bom ketiga—dirumah sakit tempat Yoona bekerja” Lay menatap Chanyeol dengan selembar kertas yang dia dapatkan dari salah seorang petugas polisi

Mendengar hal itu, Chanyeol langsung berlari menembus keramaian, dia langsung menuju mobil sport birunya dan mengendarai mobil itu cepat. Dia menembus kegaduhan kota itu dan dia melihat kepulan asap hitam diudara yang membuatnya semakin menahan amarahnya

Sesampainya disana, rumah sakit itu sudah tak berbentuk lagi, api masih menyala terang melahap bangunan nan tinggi itu. chanyeol berlari mendekat berusaha menemukan keberadaan Yoona tapi nihil, dia tak menemukan wanita itu

“detektif Park!” panggil seseorang tapi Chanyeol tak memperdulikannya dan terus berlari berputar-putar untuk menemukan wanita yang dicintainya

“detektif Park!”

Terpaksa Chanyeol berhenti dan menatap lelaki yang tengah berjalan mendekatinya, dia tak tahu siapa lelaki ini, dia melirik sekilas kearah kartu nama yang menggantung dilehernya ‘Lee Taemin’, seorang detektif seperti Chanyeol

“wae? Aku tak ada waktu” jawab Chanyeol

“ikut aku!” kata Lee Taemin itu, sebenarnya Chanyeol menolak tapi karena lelaki itu memaksanya dengan menarik tangannya dia mengikutinya

Lelaki itu membawa Chanyeol kesebuah mobil ambulance, disana berdiri seorang lelaki dengan perawakan yang sangat dia kenali dan didepannya tampak seorang wanita tengah terbalut dengan selimut

“istrimu selamat dan lelaki itu menyelamatkannya” kata Lee Taemin, Chanyeol mengangguk singkat menepuk pundak detektif Lee itu dan berlari mendekati Yoona dan tentu saja—Joo Won

“Chanyeol!” panggil Yoona melepaskan selimut yang menutupinya tadi dan memeluk Chanyeol, tangan Chanyeol membeku karena perlakuan Yoona selain itu—Yoona memeluknya didepan Joo Won

Joo Won yang melihat itu hanya bisa menahan perasaannya sendiri, dia melihat istrinya sendiri memeluk lelaki lain didepannya. Seharusnya dia yang dipeluk oleh wanita itu tapi tidak, bukan dia, memang itu wajahnya tapi tetap saja Yoona memeluk Joo Won yang sedang menggunakan wajah Chanyeol

Mereka berdua terdiam beberapa saat, Joo Won yang melihat Chanyeol tak bereaksi memberi kode pada Chanyeol agar membalas pelukan Yoona. dengan ragu Chanyeol membalas pelukan itu.

Chanyeol pov

Aku terus berlari sambil sesekali melirik arloji yang melingkar ditanganku, yang dipikiranku hanya satu ‘Yoona’, istriku, dia masih berada didalam sana

15 menit

Aku semakin brutal mengendarai mobilku, tak peduli dengan ocehan dari mereka, yang aku pedulikan hanya istriku saat ini. Dia sedang berada didalam gedung bertingkat itu dengan setumpuk pekerjaannya dan yang paling aku takutkan adalah bom yang ada disana. Baekhyun memberitahuku tadi saat aku sedang mengurus beberapa pekerjaan milik Joo Won

BRAK!

“Joo Won” lirihnya menatapku kaget

Tanpa berbasa-basi aku langsung menarik tangannya keras hingga dia menyentak dan menatapku marah

“apa yang kau lakukan!?” bentakknya tapi tentu saja aku tak menggubrisnya dan kembali menarik tangannya agar dia mengikutiku keluar dari rumah sakit ini. Aku hanya ingin dia aman, sungguh, jika pun aku harus menyelamatkan semua yang ada disini itu hal mustahil karena ini waktu yang benar-benar sangat mepet

“Joo Won! Lepaskan tanganmu dariku!” bentak Yoona

Ketika aku berhasil membawanya sampai keluar rumah sakit, aku segera berlari sembari menarik tangannya

10, 9, 8, 7, 6…

Aku segera menarik tangannya dan menutupi tubuhnya dengan tubuhku

3, 2…

BOM!! DUARRR!!! KRATAAKK!!KRATAAAKK

Tubuhku benar-benar bergetar karenanya, telingaku terasa ngilu, aku melihat Yoona yang sedang aku peluk dari belakang agar dia terhindar dari ledakan itu. Dia menutup telinganya, aku tahu karena dia sangat membenci suara keras yang bisa membuat telinganya tuli.

Aku seperti sudah tak bisa merasakan kakiku untuk berdiri hingga aku melepaskan cengkraman tanganku pada kedua lengan tangan Yoona dan terduduk lemas, aku masih melihat samar kearahnya yang mulai menatapku dan bertanya terus menerus padaku

“Joo Won, gwenchana?”

“Joo Won, jangan diam saja!!”

“Joo Won, jangan pergi, kumohon”

Tes

Aku merasakan sebuah cairan menetes pada wajahku

Apa dia menangis?

Apa dia menangis untukku?

Apa dia merasakanku bahwa aku sekarang berada didekatnya?

Apa dia bisa merasakan Park Chanyeol?

Tanganku terangkat menyentuh wajahnya hingga aku merasa orang-orang mendekat dan membopongku kedalam sebuah mobil ambulance. Aku masih sadar dan aku belum pingsan sepenuhnya, kembali aku merasakan tangan Yoona menggenggam erat tanganku. Aku merindukannya, sungguh.

30 menit kemudian

Kesadaranku sudah benar-benar kembali, Yoona duduk di pintu mobil ambulance yang sedang aku tempati, dia sedang memeluk selimut berwarna cokelat dan ada beberapa polisi yang mendekat kearahnya untuk bertanya apa yang terjadi.

Aku berjalan mendekat kearahnya dan turun dari mobil

“Joo Won, gwenchana?” tanyanya menarik tanganku

Aku menatapnya tersenyum, “gwenchana, kau sendiri?”

“gum—Chanyeol!”

Aku menatap lurus kearah mata Yoona memanggil lagi—ya—disana Chanyeol—bukan—Mun Joo Won, dia memakai wajahku saat ini

Aku menatap mereka kaget karena dengan tiba-tiba Yoona memeluk Joo Won erat, seperti layaknya dia benar-benar suaminya

Aku terus berusaha menahan nafasku ketika aku melihat mereka, Yoona dan Joo Won mereka berpelukan. Aku tak bisa menerimanya bahkan tadi aku hanya sempat memeluknya sebentar ketika aku menyelamatkannya dari bangunan itu

Yoona melepaskan pelukannya dan—memberikan sebuah ciuman di pipi Joo Won. brengsek! Sialan! Nafasku terus saja naik turun sejak tadi. Kenapa dia tak bisa merasakan perbedaan ketika bersamanya? Apa dia tak mencintaiku seperti aku mencintainya hingga dia tak bisa merasakan perbedaan itu?

“aku pergi dulu, ada sedikit urusan” kataku beranjak

“Joo Won-ssi” panggilnya yang membuatku terhenti, dia berjalan mendekatiku sambil menyunggingkan senyumannya

“gumawo, kau menyelamatkanku tadi dan gumawo karena kau menganggap Seohyun sebagai anakmu sendiri”

Anakku sendiri? Aku melirik kearah Joo Won yang berdiri tak jauh dari belakang kami. dia diam saja menatapku. Ah… jadi dia sudah menganggap Seohyun sebagai anaknya sendiri?

“ne, tak masalah” jawabku, “e—Yoong—bolehkah—aku memelukmu?” tanyaku pelan

Dia menaikkan alisnya kaget, “eh—tak perlu, aku pergi du—”

Greep

Joo Won menatapku sambil tersenyum, Yoona memelukku sekarang, ya—dia memelukku karena ucapan terima kasih bukan karena aku suaminya. Dia melepaskan pelukanku dan berbalik kearah Joo Won lagi. Miris, aku langsung pergi daripada aku harus melihat hal yang lebih jauh lagi

Hey! Apa yang kau pikirkan?! Jika Joo Won sampai berani melakukan itu, aku benar-benar akan menghabisinya!.

Yoona pov

“ne, tak masalah” jawabnya, “e—Yoong—bolehkah—aku memelukmu?” tanyanya pelan

Aku kaget dengan permintaannya tapi entah kenapa aku merasa aku tak ingin menolak permintaannya itu, aku sedikit menoleh pada Chanyeol dan dia menjawab anggukan disertai dengan senyuman

Greep

Nyaman dan aku merasa sangat merindukan pelukan hangat ini, seperti pelukan—Chanyeol. Bodoh! Chanyeol ada dibelakangmu sekarang dan dia tengah melihatmu berpelukan dengan lelaki yang dulu pernah menjadi bahan perdebatan

Aku melepaskan pelukannya pelan (aku tak ingin melepaskannya sebenarnya) dan aku kembali ke arah Chanyeol dan mengapit tangannya, Joo Won langsung berpamitan dan pergi

Ada sesuatu

Ada sedikit perasaan sesak

Ada sedikit perasaanku ingin menangis

Ada sedikit perasaanku ingin menahannya tetap disini

Tapi—itu sirna ketika tangan hangat lain menggenggam tanganku dan mengajakku pergi dari tempat itu. rumah sakit tempatku bekerja meledak, aku tak tahu penyebabnya. Sebelum benar-benar meledak, Joo Won mendatangiku dan menarik tanganku untuk segera keluar dari rumah sakit, aku memberontak tentu saja karena dia tak mengatakan hal yang sebenarnya tapi ketika keberadaan kami tepat 10 meter dari rumah sakit, bangunan itu meledak.

“hey, melamun terus?”, aku menolehkan wajahku tersenyum, “bagaimana dengan Seohyun?” tanyaku

“aku—tetap akan berusaha, jadi, percayalah” jawabnya, aku hanya diam sambil menerawang jauh disana. Sudah hampir satu bulan mungkin dan Seohyun belum ditemukan terakhir kali informasi yang aku peroleh dari Chanyeol, Seohyun disiksa oleh para penculik itu. jika aku bisa bertukar, aku akan menukar apapun demi Seohyun bahkan jika itu merenggut harga diriku sendiri

Cklak

“kau ingin tetap dimobil atau turun bersamaku?”, aku tersenyum kecil mendengarnya, dia tahu aku sejak tadi melamun tapi dia tak bertanya sedikitpun—kalian tahu, sifat ingin tahu Chanyeol kenapa terasa hilang begitu saja? Biasanya apapun akan dia tanyakan, entah itu penting atau tidak yang pasti dia akan menanyakan sesuatu agar keadaan kami tak diam bagikan sebuah makam.

Aku masih mengamit lengan tangannya, perasaan lain juga menghinggapiku agar aku tak melepaskan tanganku dari lengan tangannya. Aku tak banyak bicara begitu juga dengannya. Kenapa aku mulai merasa begitu resah sekarang?. Aku melihatnya beranjak ketika aku duduk dipinggiran ranjang

“mau kemana?” tanyaku, dia menaikkan alisnya dan menatapku, “wae? Aku tak akan pergi kemana-mana, hanya berganti baju disana” jawabnya menunjuk ke arah kamar mandi di kamar kami. aku hanya mengangguk mengerti dan menjatuhkan tubuhku

‘Ya Tuhan, apa yang terjadi denganku saat ini?’

“Yoong? kau tak ingin mengganti bajumu?” tanyanya, aku membenarkan posisiku dan menatapnya dengan wajah yang aku miliki saat ini. entah bagaimana rupaku, tapi saat ini aku tengah menatapnya dengan sangat dalam

“wae? Kau sakit? Kau masih kaget dengan kejadian tadi? Kenapa wajahmu menjadi seperti ini?” tanyanya duduk disampingku sambil menggenggam tanganku lagi. Perhatian yang sangat aku suka. Aku menggeleng dan beranjak mengganti bajuku tanpa menjawab pertanyaannya tadi. Setelah selesai, aku masih melihatnya memainkan ponselnya sambil berbaring di ranjang, aku tak tahu apa yang aku pikirkan. Aku langsung mengambil tempat disampingnya dan tanganku melingkar lagi di lengan tangannya. Dia yang tahu dengan sifatku hanya menatapku bingung

“ada apa lagi? Kenapa kau hanya diam saja sejak tadi?”, aku menggeleng dan menatap setiap inci lekuk wajahnya yang tergambar jelas dihadapanku sekarang. Aku mendekatkan wajahku kearahnya

‘aku mencintainya, sungguh’

Dan kemudian aku menciumnya.

Author pov

Joo Won duduk didalam mobilnya menunggu Len pulang sekolah, entah kenapa dia ingin sekali menjemputnya sejak pertemuan pertamanya beberapa hari yang lalu. Len sangat mirip dengan Lio dan itu yang membuatnya menjadi seperti ini. ketika dia melihat Len berjalan dengan tas ransel dipunggungnya dan dengan miniatur Iron Man ditangannya, Joo Won tersenyum senang tapi itu tak lama ketika dia melihat sebuah senapan terlihat dari balik semak pohon tak jauh dari Len berdiri. Mata Joo Won membulat, dia langsung keluar dan berlari kearah Len

DOR!

BRUK

“sialan!”

Joo Won membuka matanya dan manatap Len yang dipeluknya, pelurunya tak mengenai Len tapi mengenai punggung Joo Won. Joo Won menggandeng Len masuk kedalam mobilnya sedangkan dia masih merintih kesakitan, bahu sebelah kirinya terluka—dan dia butuh dokter sekarang. Dia bergegas menuju rumah sakit.

Ketukan pintu dari luar membuyarkan konsentrasi Yoona, dia memandang kearah pintu cokelat itu dan mempersilahkan orang yang mengutuk pintunya agar masuk. Yoona kaget ketika mendapati Joo Won tengah berdiri meringis kesakitan dengan menggandeng seorang anak kecil disampingnya

“wae? Apa yang terjadi?” tanya Yoona menghampiri Joo Won

“Yoong, tolong—aku” jawab Joo Won

Yoona melihat bahu Joo Won yang terluka, dia langsung menarik tangan Joo Won keruang operasi. Dia berteriak kepada suster agar menyiapkan peralatannya dengan segera. Operasi itu berjalan 2 jam, peluru dibahu Joo Won berhasil dia ambil dan sekarang Joo Won terngah tertidur karena efek obat bius ketika operasi tadi. Yoona mengajak Len masuk keruangan dimana tempat Joo Won tertidur. Dia mendekat ke arah Joo Won dan menatap namja itu dengan tatapan sendu

Kenapa berbeda rasanya?

Ckleek

“apa yang terjadi dengannya?” tanya seseorang masuk kedalam ruangan itu

“dia terkena luka tembak di bagian bahu, operasinya berjalan lancar dan sekarang pasien hanya tertidur karena efek obat bius masih bekerja” jelas Yoona

“apa hubungan anda dengan pasien?” tanya Yoona menatap lelaki itu

“aku—aku sepupunya” jawabnya, Yoona mengangguk singkat dan kemudian berjalan keluar dari ruangan itu tak lupa dia mengelus puncak kepala Len yang sedang duduk di sofa

“jaga appamu, ne?”, Len mengangguk polos.

Yoona pov

Aku masih berdiri didepan ruangan ini, aku belum beranjak sejak tadi. Joo Won, dia tertembak dan aku yang mengoperasinya tadi, keadaannya sudah baik-baik saja tapi entah kenapa perasaanku mengatakan bahwa aku ingin tetap berada didalam hingga dia bangun

‘bodoh!’

Aku merapikan jas putihku dan berjalan cepat keruanganku, aku langsung mengambil ponselku dan mengirim pesan pada Chanyeol agar kami makan siang bersama. Entah kenapa aku saat ini benar-benar ingin bertemu dengannya.

Chanyeol duduk didepanku diam sambil meikmati tanderloin steaknya dengan lahap, Chanyeol pecinta steak dan dia bukan seorang vegetarian sepertiku dan tunggu? Anggur merah? Sejak kapan dia mulai menyukai steak dan anggur merah? Biasanya dia akan memesan jus jeruk sebagai minumannya

“anggur merah?” tanyaku

Dia menatapku mengangguk, “sangat cocok bukan anggur merah bersama dengan steak?” jawabnya tersenyum

Aneh! Ini sangat aneh, dia tak menyukai minuman seperti ini. kenapa Chanyeol sedikit aneh sekarang, dia melakukan hal-hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya dan sekarang dia minum sesuatu yang sangat tak disukainya

“kenapa tak jus jeruk?” tanyaku

“perpaduan steak dan anggur merah lebih enak daripada dengan jus jeruk” jawabnya

Aku semakin mengkerutkan dahiku bingung. Apa dia sedang merubah makanan kesukaannya? Apa dia sedang merubah kebiasaannya? Apa karena dia pergi selama 2 minggu lebih itu yang membuat sifatnya berubah menjadi seperti ini?

“sejak kapan kau lebih memilih anggur merah daripada jus jeruk?”

Tangannya yang tergerak sejak tadi langsung terhenti ketika aku menanyakan tentang hal itu, dia menatapku tersenyum

“aku ingin mencoba sesuatu yang lain” jawabnya tersenyum simpul

Aku menyelesaikan makananku lebih cepat dari biasanya dan dia masih mengunyah dagingnya sejak tadi

“ehm…kau tahu tentang—kabar Joo Won?” tanyaku pelan

Dia menggeleng, “wae? Kau merindukannya?” tanyanya

“mwo?” tanyaku tak percaya

“maksudku, bukankah kalian berteman?” tanyanya

Sejak kapan dia mengakui bahwa Joo Won adalah temanku? Dulu dia yang bersih keras melarangku dan Seohyun dekat dengan lelaki itu dan sekarang? Dia justru bertanya dengan nada santai tanpa mengingat kejadian waktu itu

“wae? Bukankah kau yang melarangku dan Seohyun untuk bertemu dengannya?” tanyaku bingung

“eh? Jinja? Aku mengatakan hal itu?” tanyanya

“apa yang terjadi denganmu?” tanyaku mulai tak sabar

Dia tertawa kecil menatapku, “bercanda, ada apa dengan Joo Won?” tanyanya mengalihkan perhatiannya

“dia—baru saja tertembak dan sekarang dia berada dirumah sakit tempatku bekerja” jawabku

“tertembak?”, aku mengangguk sebagai jawaban

“kajja” ajaknya, “aku ingin bertemu dengan Joo Won” lanjutnya, “kenapa kau ingin bertemu dengannya?” tanyaku menahan tangannya yang menarik tanganku agar bergegas pergi (padahal aku tahu makan siangnya belum benar-benar habis)

“Ehm—aku ingin tahu keadaan seseorang yang menjadi teman istriku selama ini” jawabnya

Aku memincingkan mataku bingung, “mwo? kenapa tiba-tiba kau menjadi seperti ini?” tanyaku

“kau tak tahu arti kata cemburu, yeobo?” tanyanya yang membuatku kaget, “cemburu?” tanyaku tak yakin, selama ini dia tak pernah mengatakan tentang hal cemburu padaku

“kau terlalu banyak berpikir, kajja”.

Joo Won pov

“apa yang terjadi?” tanyaku pada Baekhyun yang sedang duduk sambil membaca koran

Mengetahui aku datang, Baekhyun langsung menutup korannya. “dia ditembak oleh bawahan Sehun”

“mereka sudah berbuat terlalu jauh rupanya” gumamku

“hyung, bukankah kau sudah menemukan dimana markas mereka?” tanya Baekhyun

“ne, aku masih memikirkan cara agar aku bisa masuk kesana” jawabku, “dan dia begitu bodoh, bagaimana bisa dia sampai tertembak seperti ini” dengusku

“aku mendengarmu” gumamnya, dia membuka matanya perlahan dan menatapku , “aku tak menyangka aku bisa melihat wajahku seperti ini”

“apa yang terjadi, kenapa kau bisa sampai tertembak?” tanyaku

“mereka ingin membunuh Len” jawabnya

Aku menolehkan pandanganku pada seorang namja kecil yang duduk disofa, aku mendekatinya dan langsung menggendongnya sayang. Dia anakku dan mereka berusaha membunuh anakku? Tak akan aku biarkan itu terjadi

“appa, dia siapa?” tanya Len menatap ke arah Joo Won (Chanyeol) yang terbaring

“dia teman appa” jawab Joo Won, ada sedikit perasaan tak rela ketika Len memanggilnya appa. Seharusnya aku yang dia panggil appa, bukan lelaki berwajahkan wajahku yang sekarang tengah berbaring karena kebodohannya hingga dia tertembak

Aku menurunkannya dari gendongaku, dia mendekat kearah Chanyeol, tangan mungilnya menggenggam jemari Chanyeol lembut. “appa, kapan appa sembuh?” tanyanya

“secepatnya, jadi Len tenang saja, ne?”

“tsk”

Chanyeol menatapku tersenyum tipis, “cemburu?” tanyanya, aku hanya mendengus, “dia tetap anakku, ingat” kataku

“aku tahu tapi sekarang akulah ayahnya” jawabnya

Sialan. Aku mendengar Baekhyun terkikik geli melihatku, aku langsung menatapnya tajam dan dia langsung menghentikan tawanya

“Lay tahu soal ini?” tanyanya, aku menggeleng tak tahu bagitupula dengan Baekhyun

“aku harus segera keluar dari sini” lanjutnya, “ne, jangan mempermalukan wajahku dengan menginap disini dalam waktu yang lama” jawabku

“dasar, manusia kaku!” dengusnya

Aku tak menggubrisnya dan berjalan keluar—atau lebih tepatnya ke ruangan diamana Yoona berada sekarang. Tak enak bukan jika aku tiba-tiba langsung pulang tanpa mengatakan sesuatu padanya dan bodohnya aku melakukan semua hal yang tak Chanyeol lakukan biasanya. Hey! Aku bukan Chanyeol aku tetaplah Mun Joo Won tapi harus kuurungkan karena aku memakai wajah detektif itu.

Aku masuk perlahan keruangan itu, dia sedang sibuk dengan laptopnya, menadapatiku berdiri didepan pintu, dia mengalihkan pandangannya dan menatapku tersenyum. Aku menarik kursi dan duduk berlawanan dengannya

“sudah tahu tentang keadaannya?” tanyanya, aku mengangguk, “cukup memprihatinkan” jawabku

“tsk, kau tak boleh berkata seperti itu”

“bercanda” kataku tersenyum kecil, “aku akan kembali ke kantor” lanjutku

Dia mengangguk, “ne, bekerjalah seperti yang kau lakukan biasanya” jawabnya

“Chanyeol” panggilnya ketika aku hampir memutar kenop pintu itu, aku langsung menghentikan pekerjaanku dan memutar tubuhku dan menatap Yoona yang ternyata sudah berdiri dibelakangku

Dia menarik tengkukku dan berbisik, “kau tak akan menghilang lagi bukan?” tanyanya. Aku langsung menjauhkan wajahku dan menatapnya tersenyum

“tak akan, aku tak akan menghilang lagi” jawabku mengelus wajahnya

Kutarik tangannya dan ku peluk tubuhnya. Dia melepaskan pelukanku dan menatap wajahku

aigo, sangat berbeda jika aku memperhatikan wajahnya lebih dekat seperti ini

“kembalilah bekerja, aku akan segera kembali kekantor” kataku kembali mengecup dahinya dan keluar dari ruangannya

Maafkan aku, sungguh!.

—-

“pali, datang ke gedung tua, aku mendapatkan sesuatu”.

Tiga hari setelah kejadian itu Lay mengirimiku pesan agar aku segera datang ke gedung tak terawat yang aku gunakan sebagai markasku sendiri. Sesampainya disana, Lay menunjukkanku sebuah video yang dia dapat dari kiriman bawahan Sehun. di video itu Seohyun tampak sangat pucat, tubuhnya—penuh dengan sayatan. Mereka benar-benar menyiksa Seohyun, mereka menggunakan topeng dan mengubah suara mereka ketika mereka berbicara padaku

“kau tahu detektif Park? Anakmu ini benar-benar sangat menawan tapi tenang saja, kami tak akan melakukan perbuatan itu karena dia sama menjijikkannya sepertimu!”

Suara tawa itu menggelegar ketika mereka semua tertawa sedangkah Seohyun tampak menangis dan tiba-tiba seseorang datang dengan pisau lipat ditangannya, dia mengarahkan pisau lipat itu tepat ke leher Seohyun

Aku menggenggam tanganku erat, ingin sekali aku memukulnya sekarang tapi itu tak bisa, Lay juga terlihat sedang menahan nafasnya

“pisau cantik ini akan menggores leher putrimu. Ahh… jadi datanglah temui kami—itupun jika kau berhasil menemukan keberadaan kami”

Cklick

“kapan mereka mengirimnya?” tanyaku, “tadi pagi” jawab Lay, “tapi aku sedikit curiga” lanjut Lay

“menurutku mereka ada sekitar 10 orang dan divideo ini hanya 5 orang yang terlihat”

“mereka tak mungkin memperlihatkan diri mereka semua, itu sama saja membuka kedok mereka” jawabku

“bukan begitu tapi tetap saja, prinsip mereka adalah kekeluargaan tapi bos–aku tak pernah melihat orang ini” Lay menunjuk pada seseorang yang cukup tinggi

“coba carilah dari data milik Sehun, mungkin ada disana” aku menjawab enteng

“tapi bos, di panti asuhan tak ada anak ini–apa dia bukan dari panti asuhan?”

“maksudmu?”

“teman SMU-nya?” tebaknya

“sudahlah, aku akan kembali kerumah detektif Park. Kau tetap berada disini bukan?” tanyaku

“aku selalu disini” jawabnya.

Tepat ketika aku sampai dirumah, aku melihat Lee ajhumma berdiri tak jauh dari sofa ruang tengah, wajahnya terlihat sedikit khawatir dan dia menggigit bibir bawahnya, karena penasaran aku mendekatinya

“Ajhumma” panggilku, Lee ajhumma langsung menoleh dan tersenyum senang

“akhirnya, tuan, kau pulang, nyonya tidur disini, saya berusaha membangunkannya agar nyonya pindah kekamar tapi nyonya bersikeras untuk tetap menunggu tuan Park” jelasnya

Aku mengangguk mengerti, “ne, ajhumma kembalilah ke kamar, aku akan mengurus Yoona” jawabku

Sepeninggalnya, aku mengamati wajah polos ini. dia begitu baik, cantik, penyabar, wanita yang aktif dan sangat ramah, pantas saja Sehun sangat mencintainya bahkan dia rela menjadi buronan hanya agar dia bisa membalas dendam

Flashback

“kau selalu membuang waktuku, tuan Mun” desisnya

“margamu juga Mun” sahutku

“cih, margaku Oh bukan Mun, lagipula marga Mun terlihat sangat menjijikkan jika nama itu kalian yang menggunakan”

Aku hanya menatapnya tak peduli, Sehun—Ji Won tentu saja sangat dendam padaku dan kedua orang tuaku karena kedua orang tua kami memang sengaja membuang Sehun karena appa kami memang tak mengharapkan kehadirannya. Mereka hanya menjadikanku anak tunggal maka dari itu ketika mereka pindah ke London, Sehun ditinggal di depan pintu panti asuhan itu

“apa yang sebenarnya kau lakukan?” tanyaku curiga, dia tertawa mengejek menatapku, “itu bukan urusanmu, tuan Mun” jawabnya terdengar licik

“percaya sajalah, kau tak akan lama disini, dan sebelum kau pergi kehitaman dunialah yang akan selalu mengikutimu dan mengikuti orang yang berkhianat padaku. jika pun aku harus mati, apapun yang aku lakukan sebelumnya akan tetap berjalan, meskipun cara mereka tak secerdik milikku”

“aku merasa muak karena aku memiliki keturunan jenius sepertimu dan appamu tapi disaat-saat seperti ini, kejeniusanku ini benar-benar sangat berguna”

“jangan bertindak merugikan dirimu sendiri” kataku

“aku tak peduli dengan diriku sendiri, asalkan apapun yang aku inginkan semuanya terpenuhi, itupun tak akan menjadi masalah yang berat untukku” jawabnya

BUG

BRAAK

Aku memegangi perutku yang ditendang olehnya, aku mengusap ujung bibirku dan—tentu saja berdarah. Sialan! Aku tak benar-benar menyangka jika aku memiliki adik seorang bajingan sepertinya dan yang tak paling aku sukai adalah bentuk perawakan tubuhnya yang benar-benar mirip sepertiku

DUAAK

“arggh” kataku pelan meringis penuh kesakitan, dia tertawa mengejek, “sampai jumpa, esok kita akan bertemu lagi ditempat yang berbeda” katanya dan menendangku sekali lagi baru benar-benar dia pergi

Bodoh! Kenapa kau tak melawannya dan membiarkan dirimu sendiri babak belur seperti sekarang? Benar-benar manusia bodoh.

Flashback off

Itu adalah seminggu sebelum ledakan di tempat tinggal Sehun. tak ada yang tersisa didalamnya, hanyalah puing-puing berwarna hitam dan sekarang rumah Sehun itu sudah dibersihkan dan hanya menjadi lahan kosong karena menurut informasi tak ada yang memiliki hak untuk bisa membeli tanah itu tanpa persetujuan dari Sehun sendiri

Oke, kembali ke arah Yoona yang sekarang tengah tertidur pulas dengan piyama rilakumma berwarna kuningnya. Dia sudah berkepala tiga tapi dia masih senang dengan hal kekanakan seperti ini. aku menyentuh pipinya untuk kedua kali (setelah kejadian pertama karena aku memutuskan sekali bertindak egois ) dan jantungku benar-benar terus berdegup. Aku memejamkan mataku sejenak dan kemudian langsung mengangkatnya menuju kamarnya.

“Chanyeol” lirihnya, aku menatapnya dan melonggarkan dasiku yang masih terpasang manis dileherku, “Seohyun—Li—Lio” lirihnya lagi

Aku hanya menatapnya miris, jika Ji Won mencintai wanita ini kenapa dia justru membuat hidup wanita yang dicintainya menderita, kenapa dia tak merelakan Yoona dengan Chanyeol, baiklah aku mengerti bagaimana perasaannya dan hubungannya yang mencapai usia 6 tahun itu memang sangat lama tapi—bukankah seorang lelaki yang mencintai seseorang wanita akan membiarkan wanitanya hidup bahagia. Hey! Itu hanya drama bukan realita!

Aku berjalan dan menatap diriku dicermin. Wajah ini, bukan milikku dan kenapa Amerika benar-benar canggih? Mereka bisa mengubah wajah ini dan sedikit perawakannya sesuai dengan aslinya? Aku dulu sangat membenci wajah ini karena dia berusaha membunuhku atas kesalahpahaman dan sekarang? Aku justru bekerja sama dengannya.

 

—TBC—

annyeong…fiuh…aku kembali ngelanjutin ff ini🙂

mianhe jika mungkin ada sedikit permintaan dari readers yang belum aku turutin tapi sumpah akhir tahun ini sekolahku lagi ngadain event yang buat aku jadi sibuk *ciee sok sibuk :D* ditambah hari ini aku baru aja selesai tes.

kalian gimana? udah selesai atau baru mulai kemarin senin tesnya? FIGHTING YAA!!😀😀

RCL? tentu chingu, aku butuh masukan-masukan dari kalian semua biar aku tahu apa yang kurang ataupun lebih😀

eh…nanya sekalian dong… couple fav di YoongEXO siapa aja? alasannya juga😀

me : YoonHo, YoonHun karena banyak moment dari mereka berdua yang buat aku jadi greget kalo liat mereka berdua apalagi waktu Suho pernah bilang dia deket sama Yoona ditambah waktu SNSD menang di Inkigayo, Suho sama Yoona highfive, itu yang buat aku teriak-teriak kayak orang gila. kalo Sehunnya sih gara-gara foto di WLive, waktu SMTOWN Tokyo sama waktu Sehun nominasiin Yoona di IBC tapi sebenenya masih banyak sih alesan aku suka sama mereka hehe😀😀😀

see yaa🙂

XOXO

27 thoughts on “FACE OFF [8]

  1. Seru banget, chanyeol sampe cemburu sama joowoon, bisa jadi joowoon suka juga sa ma yoona, tapi yoona istri chanyeol. Jangan dong please … cukup chanyeol aja, heeee
    Keep writing thor, ditnggu chapter selanjutnya🙂

  2. Bgus kereen
    Aku agk sdikit bngung sma cast ny thor ,, fiuhh
    Klo udh tkeran kyk gni emng jdi suaah ya,,
    Apa sehun ngk bsa d hidupin lgi? Pngn ada sehun ..
    Dlnjut ya thor

  3. Wow.. Aku berharapnya sih si chanyeol yang asli cepetan balik ke asal mukanya..
    Karena, ga rela gitu liat yoona mesra”an sama si joowon di depan chanyeol..
    Couple favorit aku itu sebenarnya ada banyak luyoon, yoonhun, yoonkris, chanyoon, dan yoonkai..
    Cuma, yang paling terfavorit itu sebenarnya yoonhun karena momentnya terasa lebih memukau daripada yang lainnya, contohnya aja luyoon..
    Cuma, aku pilih luyoon daripada yoonhun karena umur mereka, aku paling gasuka kalo si cowo lebih muda daripada si cewe.. Coba aja yoona lahir Taun 1996..
    Well, next chapternya ditunggu terus ya thor..

  4. Aigoo aku susah dpt feelnya klu tukaran wjah kyak gni😐
    thor, gak ad lg yah ksempatn Sehun d’hdupn kmbli?! Msalahnya mustahl gtu anak buahnya yg mlanjtkn bls dendam sehun tp Sehun nya ud gk ad gtu.. Seohyun d’siksa gtu ampe sebuln lamanya, gk cpek apa?!
    Next chap d’tnggu yah thor!
    Couple Fav.q di YoongEXO thuc ada YoongHUN, YoongLay, yoongTAO, Yoonyeol, yoongKRIS, yoongChen, yoonKAI, yoonHo & luyoon, tp paling sukaaa itu n menjdiin couple fav.q no. 1 thuc ud YoongHun couple❤❤ ..
    Alsan aku memlh 9 couple thuc bnyak yah, mau d'jelsn alsnx ampe mlut brbusapn gk bkal seles aku jelsinx.. aku menjdkn mrka couple fav.q
    pda intinya krn aku memang mengidolakn mrka n my bias❤🙂

  5. aku jadi mikir, mungkin gak ya thor sehun masih hidup? entahlah. sebenernya aku ngerasa hambar aja kalo sehun udah mati, masa iya sih anak buahnya sehun sampe seloyal itu. berharapnya sih sehun masih hidup hahahaha

  6. Keren bgtttt thor!!!! ><
    Serius deh critanya suka bgt :"))))
    Seo kasian bgt udh sebulan disiksa😦
    Good job thor😀
    Aku suka pairing YoonHun sama LuYoon thor…
    Kalo yoonhun, soalnya mreka lucu bgt kalo lg barengan, apalgi pas sehun bisik2 sama yoona di smtown, jg pas narik yoona ke air mancur di smtown, pas sehun jd partner yoona di marry you, pas sehun nominasiin yoona ibc, style sehun sama yoona pas di airport itu hampir mirip bgt :")
    Dan masih bnyakkk lagi😘😍

  7. Asssaa!! makin keren thorrr!!
    makin penasaran!!
    Emm couple fav aku?
    YoonHun sama LuYoon.
    wae?
    KARENA BIAS !!! hahaha..😀 #gax lucu x
    Di tunggu kelanjutan ff ny yeee..
    Keep Writing..😉

  8. Wahhh ceritanya semakin rumit nih thor, jadi penasaran sama next chapternya
    Aku tunggu chapter 9 nya, jangan lama-lama yahh dan lebih panjang pastinya.
    Oh ya kalo aku suka sama yoona sehun couple
    Bikinin FF yoonhun dong thor hehehe
    Keep writing

  9. Akhirnya,, muncul juga thorr..
    Saya kita ff ni udah gak dilanjutin lagi,,ternyata masih dilanjutin *ye

    Kalau couple yang paling saya suka di YoongEXO (diluar YoongEXO juga) Tetap masih YoonHun Forever…*Yee sama kita thorr

    Alasan aku suka sama couple ini kenapa ya?? Suka banget lah,, ampe gak bisa diucapin dengan kata2 #plakk
    Aku suka YoonHun karena menurutku mereka pasangan yang cool,,dan juga ceria,, karena emang Sehun ma Yoona tu kan tingkah kekanak-kanakan gimana gitu..
    Oke deh itu aja thorr…
    Keep writing and update FACE OFF (9) nya jangan lama2 thorr,, moga juga endingnya YooYeol.. 😃

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s