(Freelance) Secret Love (Chapter 5)

Secret loveAuthor _ Richa Zee

GENRE _ Romance | Comedy (?) Family | School-Life

RATING_ PG-15

LENGTH_Chaptered

CAST

Im Yoona | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung | Other

 

Happy Reading 🙂

Sehun menghela nafasnya berkali-kali, pasalnya ia tengah menjadi sorotan semua orang karena berita pernikahan orang tuanya tersebar luas begitu saja. Mungkin jika tidak berhubungan dengan Im Yoona, berita ini akan dianggap lumrah oleh mereka.

Tapi masalahnya berita memalukan ini menyangkut dengan gadis bodoh itu, musuh bebuyutanya sepanjang masa. Sangat menyebalkan bukan?

Tidak tahan mendengar bisiakan orang-orang di kantin itu, Sehun pun berlalu menuju kelasnya.

“Wah…kau seperti selebriti hari ini Oh Sehun. Semua orang membicarakanmu, bahkan guru-guru juga! kau semakin terkenal!”

“Ck, diam kau!” sungut Sehun kesal mendengar ejekan Huang Zi Tao, salah satu teman dekatnya.

“Tapi kenapa berita ini bisa menyebar luas? Kau tidak menceritakanya kepada siapapun bukan?” Tanya Tao kemudian.

Sehun teringat Krystal. Mungkinkah gadis itu yang sudah membocorkan rahasia besar ini? Tapi Sehun jelas mengetahui seperti apa sifat Krystal. Seember apapun mulut gadis itu, dia akan bungkam jika Sehun yang memintanya. Dan kali ini Krystal melanggarnnya?

Sementara di tempat lain, gadis yang sedang dipikirkan Sehun itu tengah belari-lari mencarinya di sekitar kantin. Namun tentu saja ia tidak dapat menemukan Sehun, karena pria itu sudah berada di dalam kelas sekarang.

Krystal terduduk sambil mengontrol deruan nafasnya yang terasa ngos-ngosan karena berlari-lari sedari tadi. Ia mencari Sehun, untuk menjelaskan kepada pria itu jika bukan dia yang menyebarkan berita ini. Karena bisa jadi namja itu sedang salah paham sekarang.

“Kau mencari Sehun Krys? Dia sudah kembali kekelas barusan..”

Krystal berbalik. Kim Jongin?

“Minumlah ini dulu, kau tampaknya kelelahan..”

“Gomawo”

Jongin tersenyum senang melihat Krystal meminum air putih itu. Baru kali ini Krystal menerima pemberianya, padahal botol air itu adalah bekas minumanya. Secara tidak langsung mereka telah.. berciuman? kekekkk..

Krystal melirik aneh kearah Jongin yang sedang senyum-senyum sendiri. Ada apa dengan si hitam ini? Apa dia masih waras?

“Ya Kim Jongin! Kau sudah gila ya? Kenapa senyum-senyum sendiri?”

Jongin menatap Krystal dengan wajah malu-malu kemudian berdehem pelan “ Ehm. Tentu. Tentu saja aku masih waras. Kau penasaran kenapa aku sangat bahagia sekarang?”

“Biasa saja. Aku akan penasaran jika itu Sehun” balas Krystal malas, kemudian meminum airnya kembali. Jongin semakin senang saja melihatnya.

“Kau tahu? Sebenarnya…air dalam botol itu..bekas minumanku..secara tidak langsung kita telah…”

“Ohk, Ohk..” Air yang baru saja di teguk Krystal itu langsung berhamburan dari mulutnya begitu ia mendengar ucapan Jongin. Gadis itu melotot sambil membuang botol itu sembarang.

“MWO!! Yak Kim Jongin! Kau pikir kau siapa eoh! Hanya dengan Sehun aku boleh melakukanya! Dasar kurang ajar! Terkutuklah kau manusia HITAM!!”

Jongin langsung kabur begitu mendengar amukan Krystal. Ia tidak mau rasa bahagianya ternodai dengan caci-makian yeoja itu. Atau mungkin tubuhnyalah yang akan remuk setelah ini, Owhh..Jongin tidak mau itu terjadi! Ia terlalu bahagia untuk menderita sekarang.

Akhirnya tujuan awalnya tercapai juga..HAHAHA….

***

“Yak Oh Sehun!”

Lamunan Sehun buyar ketika seseorang menghantam mejanya dengan kasar. Pria itu mendongkak dan mendapati Yoona tengah menahan amarahnya yang siap menggebu. Bahkan Tao yang sedang menulis disampingnya terkejut bukan main. Pria itu langsung pergi karena ia tahu akan terjadi perang dunia setelah ini.

“Kau tidak memperingatkanya? Kau tidak memberi tahu pacarmu itu untuk tutup mulut? Yak Oh Sehun! Jangan kau pikir karena aku adalah babumu sekarang, kau dapat melakukan apapun sesuka hatimu!! Kenapa kau tak menghentikanya eoh!! Kenapa kau biarkan semua orang tahu!!” amuk Yoona seperti kesetanan. Gadis itu benar-banar marah kali ini.

Sehun membuang nafasnya kesal, lalu melirik Yoona dengan tatapan tajamnya “Kenapa kau sangat yakin jika Krystal yang menyebarkanya?”

Yoona memutar bola matanya mendengar pertanyaan Sehun. Gadis itu semakin dongkol saja karena namja ini masih tetap membela Krystal meski sudah jelas-jelas ia bersalah. Seharusnya Sehun tidak membawa-bawa perasaan pribadi dalam masalah ini, begitu pikir Yoona.

“Sehun-ah!”

Belum sempat Yoona menjawab pertanyaan Sehun. Kini Krystal sudah hadir di antara mereka, dengan muka panik ia menghampiri Sehun yang memandanganya aneh.

“Bukan aku. sungguh bukan aku yang melakukanya Sehun-ah..aku tidak menyebarkan apapun pada mereka”

Yoona tampak tersenyum remeh mendengar ucapan Krystal. Sementara Sehun hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Lalu kau pikir berita ini menyebar dengan sendirinya? Kau berusaha membela diri meski sudah jelas kau lah propokatornya? Yak Krystal Jung! berhenti bersikap sok polos karena aku sangat muak melihatnya, sungguh..”

“Tapi bukan aku Eonni! Benar-benar bukan aku! aku memang tidak sengaja mengatakanya pada salah satu temanku, tapi dia sudah berjanji tidak akan menyebarkanya!”

Flashback

“Mwo? Hwahh..daebakk..ini berita besar Krystal Jung! Semua orang harus tahu!”

“Ne..Mereka harus tahu jika Krystal Jung yang cantik ini adalah calon istri Sehun..”

“Aishh..bukan itu maksudku bodoh! Kau bilang Sehun dan Yoona Sunbae akan bersaudara? Bukankah ini berita besar? semua orang harus mengetahinya!”

Krystal mendelik, mulai mengerti dengan ucapan teman sekelasnya itu “ kau berpikir untuk menyebarkanya?” Tanya Krystal hati-hati.

“Ne!”

“Andwee! Kau tidak boleh mengatakanya kepada siapun!”

“Kenapa tidak? Ini berita yang sangat menarik Krys..semua orang pasti akan terkejut..”

“Sehun melarangku mengatakanya. Dan aku sudah terlanjur bilang padamu, karena itu kau harus menutup mulutmu arra! Aku tidak mau Sehun marah padaku..”

“Shireo! Aku akan sebarkan sekarang juga! Hey teman-teman!! Kalian tahu Sehun Sunphhh”

“Aishh Jinjja! Kenapa kau begitu keras kepala eoh! Kau mau membuat Sehun merajuk padaku ya!” Seru Krystal sambil membekap mulut temanya itu dengan tanganya.

“Ya Bang Minah..sekali lagi kau berteriak! aku tidak akan mau membawamu shopping lagi..” ancam Krystak setelah ia melepaskan bekapan tanganya. Sementara gadis itu menatap Krystal horor.

“Aku hanya bercanda tadi! Kenapa kau membekap mulutku sembarangan eoh! Kau tahu? tanganmu itu bau sekali! pantas saja Sehun tidak mau dekat-dekat denganmu!” protesnya, sambil mengelap mulutnya sebal.

“Mwo!! Aigoo..kau benar-benar tidak mau shoppig ya?” pekik Krystal, ia melototi gadis yang bernama Minah itu. Seketika itu juga raut wajah Minah langsung berubah.

“Ani. aku bercanda Krys! tanganmu wangi sekali seperti tangan Angelina jolly..sungguh. Dan kau juga sangat cocok dengan Sehun..”

Krystal mulai tersenyum senang lagi “Joengmal? Aku dan Sehun terlihat cocok?” Tanya Krystal berbinar.

“Ne! sangatttttt….cocok! ” gumam Minah berlebihan, tapi dalam hati ia berkata “ Cocok dengkulmu! Kau bahkan tak punya sisi apapun yang menarik perhatian Sehun”

“Ahh benar sekali.. Karena itulah kami akan segera menikah!” seru Krystal, sementara Minah hanya menganguk terpaksa berpura-pura setuju.

“Geunde..kau tidak akan mengatakanya kepada siapapun kan? Jika Yoona Eonni dan Sehun akan bersaudara?”

“Tentu saja. jika kau mau menariktirku Shopping sebanyak-banyaknya..” Aigoo..dasar gadis matre.

“Arraseo..aku juga harus banyak belanja untuk keperluan acara pernikahan Abeonim nanti..”

Flashback end

“Kau berharap aku percaya Krystal Jung?” Tanya Yoona sakratis. Sebenarnya ia sangat malas harus berdebat dengan orang macam Krystal dan Sehun. Tapi mau bagaimana? Kedua manusia jahanam ini sudah benar-benar menguras emosinya.

“Aku tidak berharap kau percaya padaku Yoona Eonni. Aku mengatakan kebenaranya supaya uri Sehun tidak salah paham padaku!”

“Aigoo benar-benar..Kau pikir kau berhak berbicara seperti itu setelah membongkar rahasia orang lain eoh!?” marah Yoona.

“Aku tidak melakukanya!” bantah Krystal.

“hanya orang bodoh yang akan percaya!”

“Aku percaya!”

“Sehun-ah….” Krystal memandang Sehun terharu, ia akan segera memeluk pria itu. Namun segera di tahan oleh Sehun.

“Jangan berlebihan Krystal Jung!”

“Kau yang berlebihan Oh Sehun! Bagaimana bisa kau percaya dengan gadis idiot itu!”

“Mwo? Aishh..kau benar-benar calon kakak ipar yang kurang ajar Yoona Eonni! Mana ada orang idiot secantik aku!” sahut Krystal sambil mempoutkan bibirnya sebal. Yoona mendengus remeh.

“Dasar perempuan narsis! Cantik? Bahkan pantat priuk ibuku lebih bagus dari pada bentuk mukamu! Seharusnya kau mengaku saja dari pada membual yang tidak jelas didini!”

“Ck, Hentikan!”

Yoona dan Krystal langsung bungkam ketika mendengar gerutuan Sehun. Pria itu menatap Krystal dan Yoona secara bergantian kemudian menghela nafas pelan.

“Aku rasa…ada seseorang yang ingin mengadu domba kita”

Yoona dan Krystal sama-sama bingung dengan ucapan Sehun. Apa maksud pria ini? Krystal boleh jadi percaya begitu saja. Tapi tidak dengan Yoona, ia merasa Sehun sedang mengalihkan topic sekarang. Dasar pengecut!

“Jangan mengada-ngada Oh Sehun! Dari dulu hubunganku denganmu tidak pernah baik! Bagaimana mungkin ada orang yang ingin mengadu domba kita! Dasar bodoh!” cibir Yoona sengit.

“Aku serius Im Yoona! Kau ingat kejadian waktu itu? Disaat ada yang menguncimu di kamar mandi?”

“Tentu saja aku ingat! karena salah satu dari kalianlah yang melakukan itu!”

“Ck, aku bilang bukan aku! bukankah Luhan saja percaya bukan aku yang melakukanya? Kenapa kau masih menuduhkku!” Bantah Sehun tak terima.

“Berarti gadis tengik inilah pelakunya!” Yoona melirik Krystal, membuat gadis itu bingung sendiri.

“Mwo? Aku? kenapa kau jadi menuduhku? Aku bahkan tak tahu letak permasalahanya!” bela Krystal.

“Sudah jelas, diantara kami bukanlah pelakukanya. Lalu sekarang begitu juga, masalah ini bocor begitu saja padahal yang tahu hanya kita bertiga. Bagaimana bisa tersebar jika diantara kita tidak ada yang mengaku seorangpun? Tekecuali ada yang menguping.” Sehun menghela nafasnya sejenak.

“Aku yakin..orang ini adalah orang yang sama dengan yang menguncimu di toilet, dia sengaja memanfaatkan keadaan ini agar kita saling salah paham”

“Jangan berbelit-belit Oh Sehun! Aku tidak mengerti dengan yang kau katakan! Siapa yang akan melakukan tindakan kekanak-kanakan seperti itu!”

“Aku tidak tahu. Yang jelas, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres disini”

***

“Yoong..kau dan Sehun akan benar-benar menjadi saudara?” Tanya Yura, ketika Yoona dan sahabat-sahabatnya makan bersama di kantin.

“Kau sudah mendengar beritanya bukan? Itulah kenyataanya..” jawab Yoona malas.

“Wahh Daebak! Kau menjadi saudara dan menjadi pembantu Sehun sekaligus Yoong..malang sekali nasipmu..hahaha..” ejek Chanyeol sambil menyeruput minumanya.

“Aish..diam kau tiang listrik! Atau akan kusumbat mulutmu!” ketus yoona garang. Pemilik suara bass itu langsung bungkam seketika.

“Tapi Yoong..bagaimana hal ini bisa terjadi? Kenapa kau bisa menjadi pembantunya?” Tanya Yura penasaran.

“Hanya dengan menjadi babunya aku bisa bekerja sama dengan bajingan itu, untuk menggagalkan pernikahan orang tua kami. Kurasa si brengsek itu benar-banar niat mempermainkanku!”

Yura mengangguk dan hanya bisa diam mendengar jawaban Yoona. Dia takut jika bertanya lebih banyak lagi gadis ini akan balik menyalahkanya, karena begitulah sifat Yoona jika sedang bad mood.

“Kenapa kau diam saja? kau tidak mendengarkanku ya!”

lihatlah, dia tidak bicara saja bisa disalahkan oleh gadis ini, bagaimana jika ia bertanya lagi? Bisa-bisa ia ditendang dari sini.

“Hay semuanya..boleh aku bergabung?”

“Tidak boleh! Disini sudah ada orangnya! Tidak ada kursi kosong untukmu!”

Chanyeol langsung menarik kursi yang masih kosong itu kearahnya. Ia tidak akan membiarkan Wu Yi Fan duduk bersama mereka, karena ia yakin pria pindahan Amerika itu pasti akan cari muka pada Yura.

“Jangan berlebihan Park Chanyeol! Duduklah tidak ada siapa-siapa disana..” Luhan lah yang menjawab.

“Yak Xi Luhan! Kenapa kau menyuruhnya duduk eoh! Kau lupa aku sedang marah padamu? Kau mau darah tinggiku naik ya!” Sungut Yoona kesal, karena Luhan membiarkan Yifan duduk bersama mereka.

“Benar sekali! Harusnya kau tahu Luhan..dia tukang cari muka!” tambah Chnyeol. Yura langsung melirik sebal padanya.

“Aishh..kau jangan ikut-ikutan Park Chanyeol! Kau pikir kursi kantin ini punyamu!”

“Kau Juga Kim Yura!! Kenapa genit sekali jika sudah ada Tuan Amerika ini!”

“Yoong berhentilah berteriak, kau diperhatian bayak orang! tidak cukupkah berita yang menyerangmu dari tadi pagi?”

“Astaga..kenapa semua jadi ribut begini karena masalh kursi? Baiklah aku akan pergi” Yifan akan segera berlalu, tapi..

“Tidak usah! Biar aku saja yang pergi! Sepertinya Luhan tidak menginginkan kehadiranku disini” usai berkata demikian Yoona langsung beranjak meninggalkan ke 4 orang itu.

“Lihatlah..kau membuat Yoona merajuk lagi Xi Luhan..” seru Chanyeol. Luhan hanya bisa menghela nafas, sejujurnya ia sudah lelah menghadapi sikap kekanak-kanakan Yoona.

Diam-diam Yifan tersenyum senang melihat raut wajah Luhan. “Gadis itu..sudah memulai permainanya sendiri..” gumamnya di dalam hati.

***

Di dalam kamarnya, Jihyun sedang membenahi barang-barang lamanya yang tak terpakai dan masih tersimpan dalam kardus. Wanita paruh baya namun masih terlihat cantik itu memandang sebuah bingkai foto berisikan gambarnya, suaminya dan Yoona yang masih berusia 5 tahun saat itu.

Ia bisa melihat, senyum Yoona dulu dan Yoona yang sekarang sangatlah berbeda. Dan perubahan itu disadarinya..saat suaminya meninggal 8 tahun yang lalu..

Saat itu suami dan putrinya mengalami kecelakaan maut yang luar biasa ketika akan menjemputnya bekerja. Entah bagaimana kejadianya, Yoona bisa selamat dari ledakan mobil yang menewaskan suaminya itu, beserta seseorang yang ada di dalam mobil yang tidak diketahui identitasnya karena tubuhnya sudah hangus terbakar.

Polisi tidak bisa menarik keterangan apapun dari Yoona karena putrinya yang saat itu terluka parah tidak bisa mengingat bagaimana pastinya kejadian kecelakaan itu.

Karena itulah Yoona jadi shock berat saat mengetahui ayahnya meninggal karena kecelakaan yang mereka alami. Sementara gadis itu selamat dan tak bisa mengingat apapun. Yoona merasa bersalah karena hanya Ayahnya lah yang meninggal, ia merasa tidak pantas hidup karena tuhan mengambil ayahnya dan menghilangkan ingatanya tentang kecelakaan itu.

Jihyun bisa mengingat dengan jelas, jika putrinya dulu sering mencoba bunuh diri namun masih selamat. Bahkan putrinya sempat koma di rumah sakit beberapa hari karena meminum racun tikus. Untung saja ia bisa membawa Yoona kerumah sakit sebelum racun itu menjalar keseluruh tubuhnya, sehingga Yoona bisa di selamatkan.

“Karena dia terlalu mencintaimulah..makanya ia tidak bisa menerima pernikahan ini Seulong-ah..Sehun hanya menjadi alasanya untuk tidak menggantikan posisimu di keluarga ini..” lirih Jihyun pelan, sambil memandang sendu wajah almarhum Suaminya.

***

“Hey Im Yoona!”

Yoona berdecak sebal begitu mengetahui siapa yang memanggilnya. Mau apa lagi pria ini? Tidak cukupkah ia membuat Yoona mengutuk hari ini? Oh Sehun benar-benar pengganggu kelas kakap.

“Mau kemana kau nona Im? Apa kau lupa dengan tugasmu?”

Yoona menghela nafas frustasi. Harus kah ia menjadi pembantu bajingan ini? Oh..yang benar saja.

“Tugas apa! Aku rasa kau tak punya tugas macam apapun!” elak Yoona meski ia harus mengakui kenyaatamn pahitnya.

“Oh..oh..lihatlah..gadis ini sudah amnesia ternyata..Yak Im Yoona! Behentilah bermain-main dan lakukan tugasmu dengan benar! Jangan menghindari kenyataan jika kau memang babuku saat ini!”

Aisshh..dasar menyebalkan! Lihatlah kau Oh Sehun, setelah misi ini selesai Yoona akan menjadi seseorang yang tak pernah kau banyangkan sebelumya! Tunggulah eoh..

“Arraseo! Arraseo! Katakan Oh Sehun! Apa yang kau inginkan!”

“Nah..begitu kan lebih baik! Naiklah..!” perintah Sehun memberi intruksi agar Yoona naik keatas motornya.

Yoona bergidik malas “Kau mau membawaku kemana!?”

“Naik saja! kau ini seharusnya menjadi pembantu menurut saja tanpa banyak protes. Baru kali ini aku melihat pembantu secerewet ini”

Yoona mendengus, kemudian naik keatas motor Sehun dengan sangat tidak hati-hati.

“Yak! Kau mau merusak motorku ya! Pelan-pelan kan bisa!” Protes Sehun

“Sayangnya aku tidak bisa!” bantah Yoona.

“Aishh gadis ini..pegang kuat-kuat!” Grutu Sehun.

“Shireo! kau mau mencari kesempatan ya!” lagi-lagi Yoona membantah.

“Bicara apa kau ini! Kau akan jatuh bodoh! Begini-begini aku mantan pembalap di Amerika dulu!” Sehun mulai kesal kembali dengan tingkah Yoona.

“Aku tidak bertanya Oh Sehun! Jadi berhentilah untuk pamer!”

“Kalau begitu terserah kau saja! kalau kau mati bukan tanggung jawabku!”

“Mati lebih baik dari pada bersentuhan denganmu!”

“Ya sudah kalau begitu!!”

Sehun langsung menjalankan motor ninja kesayanganya itu dengan kecepatan tinggi membuat Yoona harus mengomel lagi di belakang telinganya.

“KAU MEMANG SUDAH GILA OH SEHUN!! TUNGGULAH SAMPAI AKU MEMBUNUHMU NAMJA SIALAN!!”

Akhirnya dengan sangat “TERPAKSA” Yoona memeluk pinggang Sehun. Diam-diam pria itu tersenyum puas, kemudian menambah kecepatan motornya.

Luhan yang menyaksikan kepergian Sehun dan Yoona beberapa menit yang lalu, hanya bisa tersenyum pahit. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia sangat mencemburui Sehun sementara gadis yang dicintainya itu sangat membencinya. Luhan merasa tidak rela jika pria bermarga Oh itu mulai dekat dengan Yoona. Apa lagi setelah ini..entah apa yang akan terjadi, Luhan hanya bisa berharap Yoona tidak akan berubah mencintai pria itu.

Dari disisi lain..Wu Yi Fan tampak tersenyum licik melihatnya.

“Adegan yang menyenangkan..sepertinya Xi Luhan lah orang pertama yang akan meninggalkan si j*l*ng itu.

*

Yifan berjalan menuju pemakaman Ayahnya. Makam tanpa nama yang tertera pada batu nisan itu. Yifan tersenyum pahit kemudian mulai mengingat masalalunya, dimana sang Ayah yang mengorbankan nyawanya untuk seseorang yang akhirnya membuat keluarganya berantakan.

“Kenapa kau terlalu baik Appa? Kenapa kau meyelamatkan mereka hingga akhirnya kaulah yang pergi..karena kau terlalu baik kelurgamu jadi menderita paska kau tinggalkan..”

Flashback

“Appa! Kemana lagi kita harus cari uang untuk mengoprasi Eomma?”

Wu Yi Fan yang saat itu sedang masih berumur 9 tahun. Berjalan dalam gandengan ayahnya di pinggir jalan raya yang cukup sepi. Malam itu mereka sedang mencari pinjaman uang untuk biaya oprasi ibunya. Namun sudah di cari kemana-mana tetap saja tidak ditemukan.

“Tenanglah Yifan-ah..pasti ada orang baik yang akan meminjamkanya…”

Mereka terus berjalan tak tentu arah hingga akhirnya suara gebrakan mobil yang menabrak terowongan mengagetkan keduanya.

“ASTAGA!!”

Kecelalakaan telah terjadi di depan mata mereka. Mobil yang hampir lebur itu mengeluarkan asap dari dalamnya. Dan suara gadis kecil yang meraung terdengar dari dalam mobil itu.

“Appa! Bangunlah! Appa!!Huuuu..uuu”

“Yifan-ah..tunggulah disini eoh..apa akan kesana sebentar!”

“Tapi Appa–“ Belum sempat kalimatnya selesai sanga ayah sudah berlalu begitu saja.

“Hati-hati Appa!”

Pria paruh baya itu mengeluarkan seorang gadis kecil dari dari dalam mobil itu. Dengan luka yang parah di sekitar tangan dan kepalanya, kemudian membawa gadis kecil itu menjauh dari sana.

“Ajjushi! Tolong Appaku! Tolong selamatkan Appaku!” Rintih gadis itu,penuh harap.

“Ne. kau tenanglah eoh..Ajjushi akan menyelamatkan Ayahmu. kau tunggulah disini dulu, Ajjushi akan kesana..” ucapnya menenangkan si gadis kecil yang kira-kira seumuran Yifan putranya.

Tapi apa yang terjadi? Belum sempat ia keluar dari dalam, tiba-tiba mobil berwarna hitam itu sudah meledak mengelurkan rimbunan api besar menghanguskan kenderaan beroda empat itu beserta segala isi di dalamnya. Gadis itu dan Yifan yang menyaksikan dengan jelas pristiwanya, berteriak kaget secara bersamaan.

“APPA!!!!!” gadis itu pingsan, sementara Yifan terduduk lesu, mencoba tak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan. Ayanya- telah tewas didepan matanya..

Flashback end

“Tapi kau lihat yang terjadi? Kebaikanmu berakhir sia-sia..gadis itu bahkan bisa hidup tenang tanpa mengingat bagaimana kecelakaan itu terjadi. Istrimu meninggal dan anakmu kelaparan sampai harus di jual ke Amerika dia tak tahu sama sekali..”

Yifan tersenyum getir..

“Karena itulah aku akan membuatnya tahu Appa, bagaimana sakitnya kehilangan kedua orang tuaku karena dirinya..bagaimana hinanya aku yang menjual tubuhku hanya untuk sesuap nasi..akan kubuat dia bernasip lebih buruk dariku…”

***

“Jangan mengikutiku Kim Jongin! Aku sedang marah padamu!”

“Oh Ayolah Krys..itu hanya sebotol minuman. Kenapa kau berlebihan sekali?”

Krystal berbalik, lalu memandang Jongin sebal “Berlebihan katamu? Yak Kim Jongin! Sehun saja yang calon suamiku belum pernah aku meminum sisa airnya! Kenapa kau si pria hitam…”

Jongin tampak sedang menunggu lanjutan kalimat Krystal, tapi tak sengaja pandangan mereka bertemu, membuat Krystal jadi salah tingkah sendiri.

“Aish! kau sangat menyebalkan Kim Jongin!” Racau Krystal sampai akhirnya berlari meninggalkan Jongin yang kebingungan sendiri.

“Ada apa denganya? Hanya karena berbagi minuman saja tingkahnya sudah overdosis seperti itu! Bagaimana jika berbagi ciuman sungguhan? Ck, Dasar! Tapi apa katanya tadi? Ia belum pernah meminum bekas air Oh Sehun? Aigoo..sepertinya aku sudah mendapat lampu hijau sekarang..” Jongin tesenyum senang kemudian ikut berlalu juga.

***

“Yak! Ini masih belum pedas! Berapa kali harus kubilang padamu! Buatlah yang pedas eoh! Kau ini sudah tuli atau bagaimana!”

Yoona mengerang frustasi Karena lagi-lagi Sehun memperotes Ramyun buatanya. Ini sudah ke tiga kalinya gadis itu mengahabiskan waktunya hanya untuk membuat seporsi ramyun yang dinginkan oleh Sehun. Tapi apa yang dilakukan pria ini? Hanya memperotes..protes..dan protes..

“Aishh dasar namja sialan! Kalau begitu kau saja yang buat! Kenapa kau hanya memprotes ini dan itu! Kau pikir aku tidak lelah apa!”

“Itu karena kau tidak becus membuatnya! Kalau kau pembantu sungguhan dirumah ini sudah lama aku memecatmu!” jawab Sehun. Membuat Yoona ternganga sendiri.

“Cepat buatkan yang baru lagi! Ingat! harus pedas Arraseo!” Pria itu kembali asyik dengan permainan ps nya.

Aigoo..benar-benar… Yoona sunguh tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuatnya sampai bernasip sesial ini. Oh Sehun berani membawa Yoona kerumahnya hanya untuk di perintah sana-sini. Kalau Yoona tidak sadar sekarang sudah lama pria ini opname!

“Awas saja kalau kau sampai protes sekali lagi! akan aku tumpahkan Ramyun ini kemukamu!” pekik Yoona sebal, kemudian berlalu.

Di dapur Yoona kembali memotong bahan-bahan untuk membuat ramyun dengan asalnya. Tapi tangan gadis itu berhenti, kemudian mulai memikirkan sesuatu.

“Kenapa aku sangat bodoh dan mau saja di permainkan oleh Oh Sehun? Sialan itu pasti sedang mengerjaiku sekarang. Kenapa aku tak balas saja?”

Yoona kemudian tersenyum licik mulai memikirkan ide gila yang dibuatnya untuk mengerjai Oh Sehun. Biar saja pria itu mau mengamuk atau apapun nantinya..yang penting Yoona bisa membalaskan dendamnya.

“Ramyun pedas? Oke, kau akan mendapatkan Ramyun yang lebih dari kata pedas Oh Sehun! Bersiaplah Tuanku…”

Mata Sehun berbinar kala melihat Yoona sudah muncul dengan semangkuk Ramyun. Sebenarnya Ramyun yang dibuatkan Yoona tadi sudah pas semua. Hanya saja Sehun merasa kurang jika tidak menjahili Yoona lebih dulu. Dan sekarang sepertinya Sehun sudah puas, ia mulai menerima uluran tangan Yoona.

“Selamat makan tuan Oh Sehun…” ucap Yoona lembut. Sehun bergidik ngeri mendengarnya.

“Aishh..pergi sana! Aku tidak bisa makan jika ada kau disini!”

“NDEEE..”

Yoona langsung pergi meninggalkan Sehun yang mulai melahap ramyunya. Diam-diam gadis itu tersenyum menyeringai di dapur. Yoona mulai menghitung jemarinya.

“Hana..”

“Dhul..”

“Shet..!”

“IM YOONA!!! RAMYUN APA YANG KAU BUAT INI!!!”

“HAHAHA..TAMATLAH KAU OH SEHUN!!”

“DASAR PEMBANTU KURANG AJAR! CEPAT AMBILKAN AKU MINUM!!”

“SHIREO! Kau punya kaki bukan? Ambil saja sendiri!!”

Akhirnya Yoona puas juga karena sudah berhasil membalas Oh Sehun. Ramyun pedas? Adakah makanan yang lebih mengerikan dari kata pedas? Maka itulah yang sedang disantap Oh Sehun itu..Yoona menambahkan cabe dan lada bubuk dengan porsi yang sangat..sangat..sangat..berlebihan.

Sehun yang sedang kepedasan itu, berlalari terbirit-birit menuju lemari es. Tapi..

“Kenapa pintu kulkas ini tidak bisa terbuka!? Yak Im Yoona! kau menguncinya ya!?” Garang Sehun, sambil mengipas-ngipas mulutnya yang terasa panas. Yoona hanya mengangguk sok imut lalu menunjukkan kunci lemari es di tanganya…

“Aishh..dasar gadis sialan! Berikan kunci itu!” Sehun sudah tidak kuat lagi. Lidahnya benar-benar terasa kelu saat ini. Kau Im Yoona..tunggulah sampai Sehun membalasmu eoh!

Tapi bukan Yoona namanya jika ia akan menurut dan memberikan kunci itu begitu saja. Oh Sehun harus tahu dengan siapa ia berhadapan sekarang..

“Ambil saja kalu kau bisa!”

“Yak!!”

Dan akhirnya yang terjadi adalah..kedua manusia itu berkejar-kejaran di rumah mewah Sehun. Persis seperti Tom & Jerry di dalam tv. Hanya saja…

“Mau lari kemana lagi kau! Cepat berikan kuncinya!” Sehun akhirnya bisa menangkap tikus keci ini. Dan sekarang gadis itu sudah terpojokkan di dinding, dengan jarak sangat dekat dengan Sehun.

“Shi-Shireo! Bukankah kau tadi meminta Ramyun pedas? I-itu sudah kubuatkan..” Oh..God! Kenapa Yoona sangat gugup sekarang?

Sehun tersenyum menyeringai, gadis ini sedang bermain-main ternyata. Apa dia tidak paham jika bibirnya terasa panas sekarang?

“Jangan mempermainkanku Im Yoona! Dan kemarikan kuncinya! Atau aku akan melakukan hal lain untuk menghilangkan rasa pedas yang kau buat ini..”

Yoona memutar bola matanya, apa yang dikatakan pria ini?

“M-Mwoya? Memangnya apa yang bisa dilakukan kutu babi sepertimu!”

Sehun terkekeh pelan, jujur saja entah kenapa rasa pedasnya sudah sedikit berkurang. Tapi tetap saja ia perlu minum sekarang..

“Kau menantangku!?” Sehun melirik Yoona tajam, dan sedetik kemudian kepala Sehun sudah mendekati wajah Yeoja itu..

Yoona tersentak, jarak nya dengan Sehun sudah benar-benar dekat sekarang “Y-yak..yak Oh Sehun! A-apa yang kau laukan eoh..? M-menjauhlah sialan!”

Sehun tak peduli, Wajahnya semakin dekat.. lebih dekat lagi..dan akhirnya…………………

To Be Continued

Annyeong..!!

Adakah Readers yang menunggu kelanjutan ff gaje ini? #Author berharap banget sih..??

Hehehe..mudah-mudahan ada ya??

Ya udah lah gak perlu bermukaddimah lagi..Author cuma bisa berharap semoga Readers gak lupa dengan Rcl nya ya? atau ff ini akan berakhir sia-sia..#ngancem ceritanya..??

Kalau begitu..

Sampai jumpa di chapter selanjutnya chingu….^^

58 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 5)

  1. Sepertinya aku udh baca ff ini dan udh comment disetiap chapternya ke blog sebelah..!!!
    Apa kemungkinan yang ngunci yoona dulu dikamar mandi itu yifan?
    Soalnyakan yifan dendam bgt sama yoona..
    Padahalkan itu bukan sepenuhnya salah yoona..
    Hayooo.. Sehun mau apa tuh?

  2. oh ternyata kris mau bales dendam toh, semoga aja yoona selalu dilindunginsehun. Kekekekkkk
    Ahh seru… fallin in love nihh..ciee.
    Ditunggu next chapternya thor🙂

  3. “Dan akhirnya……”
    Apa thor? Aduh..aku brhrap bngt nih,hehe😀
    Yifan bner2 mau blas dendam? Jngn deh,, aku ykin ujung2 ny kmu jga ska sma yoona,*sok tau :v
    Eh, thor,, ff ny daebakkk!! Kerwenn,,nan neomu johaaa ^^ ♡♡
    Okeh,, kulihat chap 6 ny udh d post tuh,, aku capcus dlu ya,,
    *SWINGG*

  4. Hahahaha suka sama yoona sehun yg ga bs akur dgn berantem lucu mereka. Kasian luhan kapan bs baikan sama yoona. Itu jongin krys juga lucu. Ditggu lanjutannya ya chingu. Hwaiting

  5. wedeh yoona mau diapain ama sehun tuh,, kalo udah begitu biasanya eheemmm >_< tom and jerry jd romeo juliet hahaa.. Next chapter min, gomawo ceritanya daebak! ga sabar buat nunggu tiap updateannya ^^
    *kris bener2 serem disini, kyknya doi bakal nekat buat bener2 ngancurin yoona

  6. Hy
    sy reader bru disini. Slam kenal ea?
    Tdi a sich sy cma coba” buka ff ni.
    Ech gx tw a seru bangett. Sya blum bc part sblum a tapi dach suka bgt cma ff a..
    Lucu! Di tggu klanjutan a eaaa😀

  7. Uhhh..
    Moment yoonhunnya bikin ngiri, cute bgt!
    Disini karakter krystal mirip kayak di the heirs ya? Walaupun lebih gila disini hehe
    lanjut thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s