(Freelance) Secret Love (Chapter 6)

Secret love

Author _ Richzeela (Richa Zee)

GENRE _ Romance | Comedy (?) | Family | School-Life

RATING _ PG-15

LENGTH _ Chaptered

CAST

Im Yoona | Oh Sehun | Xi Luhan | Krystal Jung | Other

 

Happy Reading 🙂

 

“Yap! Ketemu!”

Sehun tersenyum menyeringai setelah berhasil merebut kunci dari tangan Yoona. Pria itu segera menjauh, dan berjalan menuju lemari Esnya. Sementara Yoona, gadis itu tidak tahu entah sekarang ia harus bernafas lega atau malah sebaliknya. Tindakan Sehun tadi benar-benar memompa jantungnya 1000 kali lebih kencang dari biasanya #oke ini lebay..

Yoona melirik jengkel Sehun yang dengan santainya meneguk air minumnya. Ingin sekali Yoona membunuh pria itu sekarang juga. Bersikap tidak terjadi apa-apa setelah membuatnya hampir kehilangan nafas.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu? Kau kecewa karena aku berhasil mendapatkan kuncinya? Atau…Hey! kau mengira aku akan menciummu?”

“Mwo?” Yoona masih harus mengontrol nafasnya sekarang, sementara matanya benar-benar tajam melirik Sehun.

“Yak Im Yoona! Kau itu memang bodoh atau bagaimana? Mana mungkin aku..”

“Aku tidak berpikir seperti itu!” potong Yoona cepat.

“Geure? Lalu bagaimana dengan detak jantungmu itu? Kau pikir aku tidak bisa mendengarnya?”

“Yak Oh Sehun..”

“Hahaha…lihatlah! Bahkan wajahmu sangat merah sekarang! Lebih buruk dari kepiting rebus!” Sehun semakin bersemangat saja menggoda Yoona.

“Yak Oh Sehun!”

“Ck..ck..ck..aku rasa pikiranku tidak salah selama ini, kau menyukaiku kan? Huh..mengaku sajalah..kau sudah ketahuan..jadi..”

“Yak Oh Sehun! Yak Oh Sehun! Yak Oh Sehun!!! KUBUNUH KAU!!”

 

***

 

Luhan menghela nafasnya panjang. Sekarang sudah pukul 4 sore, dan Yoona belum pulang juga. Pria itu sedang menunggu Yoona di teras rumahnya, sambil sesekali melihat layar ponselnya yang tak kunjung mendapat balasan setelah ia mengirim pesan pada Yoona beberapa menit yang lalu.

Iya tahu Yoona pergi dengan Sehun. Hanya saja Luhan takut terjadi apa-apa pada gadis yang dicintainya itu, mengingat hubungnya dengan Sehun tidak terlalu baik. Bisa jadi Yoona sedang dikerjai habis-habisan sekarang.

“Sebegitu marahnya kah kau padaku Yoong? sampai tak mau membalas pesanku..” lirihnya sedih mengingat sikap Yoona tak kunjung membaik padanya.

Saat Luhan mengalihkan pandanganya, tak sengaja ia melihat ibu Yoona dan Ayah Sehun masuk kedalam rumah yang cukup mewah itu. Luhan tak heran, karena ia tahu kedua pasangan itu akan menikah meski waktunya belum tepat.

Namun ada kemungkinan juga mereka tak jadi menikah karena rencana Yoona dan Sehun yang ingin menggagalkan pernikahan orang tua mereka. Luhan kembali menatap layar Ponselnya.

*

“Jadi seperti ini keadaan rumahmu?” Sejoong menanggapi tata letak kediaman calon istrinya itu setelah melirik kesetiap sudut ruangan.

Jihyun mengangguk, sambil tersenyum ramah “ Uhm..seperti inilah rumah kami”

“Bagus. Apa Yoona yang menatanya?” Tanya Sejoong lagi.

“Apa maksudmu anak itu? Dia bahkan tak pernah menyapu sekalipun..” jawab Jihyun terkekeh pelan.

“Wahh..ternyata calon anakku manja juga..persis seperti Sehun” Jihyun hanya tersenyum tipis menaggapi gurauan pria itu.

“Ah ya, lukisan-lukisan itu, kau membelinya?”

“Tidak. Yoona lah yang melukisnya, dari kecil anak itu sudah hobby menggambar”

“Benarkah? Wah..lukisanya benar-benar bagus”

Jihyun tersemyun tipis “Duduklah..aku akan buatkan minum untukmu”

“Apa disini tidak ada pembantu?”

“Tidak”

“Kenapa? Kau tak sanggup membayarnya?” Jihyun terkekeh lagi, calon suaminya ini mulai pamer tenyata..

“Ani. Hanya saja aku tidak mau mengenyampingkan tugasku sebagai seorang ibu..”

Sejoong mengangguk paham. Jawaban wanita ini sudah cukup memuskanya, ia tidak perlu bertanya lebih panjang lagi bukan? Ia tahu, ia telah memilih calon istri yang sempurna.

“Kemana Yoona? Aku tak melihatnya?” Tanya Sejoong setelah Jihyun kembali dengan secangkir kopi hangat.

“Tidak tahu. Mungkin belum pulang, atau sedang bermain ke rumah tetangga sebelah..” jawab Jihyun sambil duduk di sofa menemani Sejoong yang mungkin akan bertanya lagi.

“Apa menurutmu anak-anak sudah bisa menerima kita?”

Jihyun mengehela nafas berat. Sangat bohong jika ia bilang Yoona sudah bisa menerima kehadiran pria di sebelahnya ini. Karena nyatanya sampai hari ini Yoona tidak pernah mengatakan SETUJU untuk rencana pernikahan mereka.

“Entahlah..kuharap dari sini kedepan semuanya akan berjalan sesuai rencana ” Yah…hanya itulah yang bisa ia katakan saat ini.

 

***

 

Sehun memandangi tubuhnya dengan perasaan tak karuan di cermin. Tidak berlebihan jika ia bilang dirinya lebih mirip Zombie sekarang. Tubuhnya penuh dengan luka-luka kecil, bahkan memar terihat dimana-mana. Dibagian, punggung, kaki, tangan, leher dan mukanya? Tidak perlu dipertanyakan lagi. Sehun merasa ketampananya seperti tertutupi sekarang.

“Aigoo..gadis itu benar-benar semangat menghajarku” lirih Sehun, seraya menyentuh mukanya yang sudah bengkak.

“Ck! Kalau saja Im babo sialan itu adalah namja! Sudah kubuat dia terbang ke angkasa!!”

Yoona terkikik puas mendengar gerutuan Sehun. Saat ini gadis itu sedang berdiri di pintu kamar namja itu yang terkunci rapat. Sehun sengaja menguncinya, takut jika Yoona menghantamnya lagi seperti satu jam yang lalu. Bahkan ia tak berani keluar dari kamar sekarang.

“Oey Tuan Sehun! Sampai kapan kau di dalam eoh? Apa rencana kita tidak jadi berjalan?”

“Aishh diam kau gadis sinting! Karena kau lah yang membuatku seperti ini” Timpal Sehun sebal.

Yoona tersenyum geli mendengarnya “ Siapa suruh mempermainkanku? Sekarang kau tahu kan jika Im Yoona ini sangat hebat? Hahaha..”

Sehun mengernyit sebal mendengar celotehan Yoona. Sebegitu bangganyakah gadis itu melihat tubuhnya sudah amburadul seperti ini? Sehun juga tidak akan kalah jika tidak menggunakan hatinya. Walaupun ia sangat membenci Im choding itu, tapi Sehun masih punya pri-kemanusiaan untuk tidak menyakiti wanita seperti dalam undang-undang.

“Keluarlah! Aku tidak akan menyerangmu lagi!”

“Shireo! Lebih baik kau pulang saja sana! Aku tidak mau melihatmu!” balas Sehun.

“Huh! kau pikir aku mau? Yak Oh Sehun..kau sudah mempermainkanku seharian ini! Jadi turuti janjimu sekarang! Atau kurobohkan pintu kamarmu ini!”

Sehun medengus. Dasar sok kuat! Dia pikir sehebat apa dirinya sampai bisa merobohkan pintu kamarnya?

“Yak Oh Sehun!”

“Pulang sana!”

“Oh Sehun!”

“Ck, kau tidak dengar aku menyuruhmu pulang?”

“Aishh benar-benar..Kau masih tidak mau keluar eoh!”

“Kalau tidak mau memangnya kenapa!?”

“Huh..dia benar-benar menantangku ternyata..” Yoona menyengir sejenak, kemudian menggerakkan lehernya kekiri dan kekanan sampai mengeluarkan bunyi “Dkrek”

Gadis itu mengayun-ayun kakinya sebelum akhirnya menendang kuat pintu kamar Sehun.

DTUAR!

“Im Yoona hentikan!”

DTUARR!!

“Ku bilang hentikan kau tidak dengar!”

DTUARRR!!!

“Yak!!”

Sehun mengamuk ketika pintu kamarnya sudah menjadi korban kekejaman Yoona. Memang tidak roboh, tapi cukup membuat telinga Sehun hampir cacat.

“Kau memang sudah gila ya! Kenapa kau begitu mencintai kekerasan eoh!!” hardik Sehun ketika sudah membuka pintu kamarnya.

Yoona terbelalak, ternyata beginikah keadaan Sehun? Wow..kalau begini ceritanya, Yoona jadi menyesal mengapa ia tak ikut taekwondo dulu.

“Kau kah ini Oh Sehun?” Tanya Yoona tak yakin

“Wae? Kau terkejut melihat hasil karyamu sendiri?” Sindir Sehun.

Yoona terdiam, dalam hati ada sedikit penyesalan karena telah membuat Sehun sekacau ini. Ahh..tapi siapa suruh pria ini memulai duluan?

“Mian”

“Ne?” Sehun terkejut dengan kalimat Yoona. Apa ia tak salah dengar? Sehun bahkan mengorek-ngorek telinganya untuk memastikan sekali lagi

“Kau bilang apa?”

“Ck, kubilang maaf karena sudah membuatmu begitu!”

“Mwo? Kau? Im Yoona? Minta..maaf? BWAHAHAHA..”

Bukanya terharu, Sehun malah tertawa terpingkal-pingkal. Jujur saja selama hampir 2 tahun ini ia tidak pernah mendengar kata maaf dari Yoona, tapi sekarang? Aigoo..apa gadis ini salah makan?

“Yak Oh Sehun! Berhenti tertawa bodoh! Kau mau kuhajar sekali lagi ya!” Kesal Yoona karena Sehun tak kunjung mengentikan kikikanya. Apa namja ini sudah lupa dengan rasa sakit di tubuhnya?

“Yak Oh Sehun!”

“Hey Nona Im, kau sedang mengejekku ya? Mentang-mentang aku sudah di buat babak belur olehmu. Kau bisa kulaporkan kepolisi atas tindakan penganiayaan!”

“Aishh..dasar namja gila. Terserah apa katamu! Yang penting aku sudah meminta maaf. Dan yah..jangan lupakan janjimu oh Sehun! Kita harus memulai misi sekarang!”

Sehun berhenti tertawa, kemudian mulai mengangguk-angguk “Arraseo..tapi kau harus mengepel rumah ini terlebih dahulu, barulah kita akan memulai rencana”

“MWO? Yak Oh Sehun!”

“Jangan membantah! Kau pembantuku sekarang!” potong Sehun

“YAK OH SEHUN!”

“Aishh jangan berteriak pembantu kasar! Tetangga sebelah bisa keluar jika mendengar suara cemprengmu itu!”

“Yak Oh Sehun! Yak Oh Sehun ! Yak Oh Sehun!”

“Huh? Kau berniat untuk menghajarku lagi? Jangan harap aku akan diam kali ini! Sudah! kerjakan tugasmu dengan benar! Tuan mau istirahat dulu Neeeee…”

Setelah itu Sehun langsung menutup pintu kamarnya kembali, tidak perduli jika Im Choding itu mengamuk lagi, atau bahkan merobohkan pintu kamarnya. Sementara Yoona, gadis itu hanya bisa pasrah sekarang. Sambil menahan kekesalanya ia mencari pengepel di dapur.

“Awas kau Oh Sehun..”

 

***

 

“Jadi apa rencanamu setelah ini?”

Yifan yang sedang menyipakan Wine untuk tamu spesialnya itu berhenti sejenak dari kegiatanya. Lalu tersenyum menyeringai.

“Tentu saja mendekatinya dan membutnya menyukaiku”

Kim Hyuna- wanita yang sudah 5 tahun ini menjadi teman kencan Yifan, terbelalak mendengar jawaban pria itu. Apa maksudnya ingin membuat gadis itu menyukainya? Apa namja ini mau bermain-main dulu? Atau mungkin, memang sudah cinta pada gadis ingusan itu?

“Kau menyukainya?”

Yifan tertawa pelan mendengar pertanyaan Hyuna, kemudian mendekat sambil membawa 2 gelas dan sebotol wine yang sudah disiapkanya. Pria itu ikut duduk di sofa.

“Aku serius Kris! Apa kau memang sudah jatuh cinta pada perempuan itu?”

“Cinta? Kata cinta tidak ada dalam kamusku Kim Hyuna..”

“Lantas?”

“Aku hanya ingin bermain-main saja..sebelum benar-benar menghancurkan hidupnya..”

Hyuna mendengus “Kau benar-benar bajingan Kris Wu. Kalau boleh jujur, aku kasihan pada gadis malang itu. Kalau aku jadi dia, aku lebih memilih mati saja waktu itu dari pada menjadi dendam untuk anak dari pria yang telah menyelamatkanya”

Yifan mengernyit, kemudian tersenyum tidak jelas lagi “ Jadi kau memihaknya sekarang?”

“Tidak”

“Lalu?”

“Aku hanya kasihan padanya”

“Dan padaku?”

“Dulu. Tapi sekarang aku tidak punya alasan lagi untuk mengasihanimu”

Yifan menghela nafas, kemudian menatap Hyuna dalam “ Tentu saja. Aku tak suka dikasihani..”

 

***

 

Malam itu Krystal duduk terpaku di kamarnya. Sambil melihat foto-foto masa kecilnya bersama Sehun. Gadis itu bahagia sekaligus sedih karena sudah mengenal Sehun semenjak ia dilahirkan kedunia ini.

Ia bahagia, karena menjadi gadis beruntung yang bisa dekat dengan Sehun dan keluarganya. Tapi disisi lain ia sedih, karena tak menjadi Princess yang sesungguhnya untuk Sehun. Ia hanya bisa berlagak menjadi kekasih Sehun walaupun pada kenyataanya tidak.

“Andai kau menyukaiku seperti Jongin Sehun-ah..pasti aku akan bahagia sekali” gumamnya

“Siapa itu Jongin?”

Krystal terkejut ketika suara itu menghentikan lamunanya. Lalu menoleh dan mendapati ibunya sudah berdiri di pintu kamar.

“Sejak kapan Eomma di situ?”

“Sejak kau mulai memandangi foto Sehun”

“Mwo?”

Wanita cantik itu mendekat, lalu duduk di tepi ranjang bersama Krystal “ Sehun tampan ya?” ucapnya ketika memperhatikan foto namja itu.

“Tentu saja”

“Tapi sayang..dia tidak bisa melihat kecantikan putriku..”

“Eomma…”

Wanita itu tersenyum sambil membelai rambut Krystal sayang “ lupakan dia Krystal-ya..masih banyak namja yang lebih tampan dan lebih baik dari Sehun..yang tentunya menyukaimu. Seperti tadi..siapa? Jong..Jong..”

“Ck, Jongin!” Sungut Krystal malas, kenapa ibunya harus membahas si hitam itu?

“Ah..benar Jongin! Pasti dia sangat tampan kan?”

“Tampan apanya? Bahkan dia tak punya seperempatpun dari ketampanan Sehun!”

“Tapi dia menyukaimu kan?”

“Aku tak menyukainya!”

“Lalu kau pikir Sehun menyukaimu?”

“Tapi aku menyukai Sehun Eomma!”

“Berhentilah berharap pada yang tidak pasti sayang..Eomma tahu Sehun sudah menyukai seseorang..”

“Eoh? Bagaimana Eomma bisa tahu?” Tanya Krystal bingung

Lagi-lagi wanita itu hanya bisa tersenyum “ Kau tanyakan pada Sehun. Dia akan memberi tahumu jawabanya”

“Mwo?”

Krystal mengehela nafas. Kenapa ibunya berbicara setengah-setengah seperti ini? Menyabalkan. Tapi kemudain Krystal teringat Sehun, apa yang sedang dilakukan Namja itu sekarang ya?

*

“Kerjakan yang benar!”

“Yang ini masih kotor..”

“Ahh yang ini juga!”

“Aigoo..ini masih berdebu Nona Im!”

“Ck..ck..ck..pembantu macam kau ini eoh!?”

“Yak Oh Sehun!!”

“Berhenti berteriak! Ahh..ahh..ini..ini..cepat bersihkan! jangan sampai tidak mengkilat!”

“Aishh..”

Yoona kesal. Dia benar-benar diperintah sesuka hati oleh Oh Sehun. Sekarang sudah pukul 8 malam dan dia masih berkerja untuk pria ini? Aigoo..

Harusnya Yoona tidur tenang sekarang, sambil menghayal badut kecilnya datang dan memberi hadiah seperti dulu. Tapi hanya ada Sehun disini, yang menyeruhnya sesuka hati.

“Ya Oh Sehun! Aku lelah..tidakkah kau kasihan padaku?”

Sehun menghiraukan keluhan Yoona. Dan terus mengkritik cara kerja gadis itu yang menurutnya tidak becus. Yoona semakin dongkol saja. dengan asal ia melempar kain lap yang ia gunakan untuk membersihkan kaca itu, tapi tiba-tiba…

PLUK

“Apa ini?” pria paruh baya itu mengerutkan dahi, sambil mengambil kain lap yang terpampang di atas kepalanya.

“Appa!”

“A-Ajjushi..” Yoona panik. Lap basah dan kumuh itu mengenai kepala Ayah Sehun? Omo! Kenapa Yoona sangat ceroboh?

“Yak Oh Sehun! Kau- Yoona? Kau disini?” Sejoong melirik Yoona dan Sehun secara bergantian. Gadis itu hanya diam sambil merutuki kebodohanya di dalam hati.

Sementara Sehun? Ahh..jawaban apa yang harus diberikanya nanti? Karena sudah pasti Ayahnya akan bertanya lagi.

“Lalu apa ini? Kalian sedang bersih-bersih?” Kedua manusia itu hanya diam seperti patung.

“Yak Oh Sehun jelaskan apa yang terjadi!”

Sehun mulai mengontrol deruan nafasnya, berusaha akan menjawab selidikan Ayahnya. Tapi tiba-tiba ia merangkul tubuh Yoona yang tampak gelagapan disampingnya. Gadis itu mendonggak, lalu menatap Sehun sebal.

“Yak Oh Sehun, apa yang kau lakukan?” bisik Yoona pelan.

“Diam bodoh!” balas Sehun tak kalah pelanya. Lalu namja itu beralih menatap Ayahnya dengan senyuman lebar.

“HAHAHA Tentu saja kami sedang bersih bersih Appa! Sebagai saudara sudah sepatutnya kami saling membantu. Ya kan Noona?”

“MWO?” Yoona dan Sejoong melirik Sehun aneh. Ada apa dengan pria ini? Noona? Aishh..sejak kapan Yoona menjadi Noonamu Oh Sehun! Memangnya berapa usiamu?

“Yak Oh Sehun, kau pikir Ayah mu ini bodoh? Katakan saja apa yang kalian lakukan disini! Jangan berbohong! Dan mukamu itu? Kau bertangkar?”

Sehun menghelan nafasnya, kemudian melepas rangkulanya pada tubuh Yoona, membuat gadis itu harus mengelap bahunya sendiri yang merasa ternodai karena di sentuh Sehun. Awas saja kau Oh Sehun..berani kau memelukku? pekik Yoona di dalam hati.

“Jadi begini Appa. Aku dan Im babo ini, Ahh..maksudku Im Yoona ini menyetujui pernikahan kalian. Kami akan menjadi adik kakak yang akur mulai hari ini. Itu karena dia telah menyelematkanku dari sekumpulan preman yang menyerangku tadi siang..”

MWO!!! Yoona berteriak heboh yang tentu saja di dalam hati. Gadis itu berusaha menahan suaranya yang ingin menghujat Oh Sehun sekarang juga, tapi tahanlah Im Yoona..mungkin saja ada rencana lain di balik ucapan Sehun..

“Benarkah? Baguslah kalau begitu.” Sudah seperti itu saja. Sejoong langsung berlalu kekamarnya tanpa melirik ke 2 manusia itu sedikit pun. Yoona ternganga sementara Sehun tampak geli melihat ekspresi gadis itu.

“Hey Im babo! Berhentilah menunjukkan wajah bodoh itu! Kau tampak mengerikan”

“Ya Oh Sehun..kenapa Ayahmu bersikap seperti itu? Bukankah seharusnya ia bahagia mendengar berita ini?”

“Kau pikir Ayahku mempercayainya?”

“Mwo? Lalu kenapa kau bilang begitu bodoh! Kau membuatku hampir gila tahu!”

“Lalu kau mau kau bagaimana? Jujur? Huh! Jangan bodoh Im Yoona! kita harus memulai misi sekarang..”

Yoona mempoutan bibirnya sebal. Harus nya misi ini sudah berjalan dari tadi pagi, tapi karena si menyebalkan ini mempermainkanya dulu jadi tertunda begitu saja..

“Arraseo! Kita akan bicarakan lagi besok, sekarang antarkan aku pulang!”

 

***

 

Luhan tampak gelisah sambil mondar mandir di teras rumahnya. Namja imut itu beberapa kali melihat arloji dan layar ponselnya. Luhan masih setia menunggu Yoona yang tak kunjung pulang.

Kemana sebenarnya gadis itu? Apa yang dilakukanya dengan Oh Sehun sampai malam begini? Sudah hampir pukul 10. Dan Luhan bernar-benar khawatir..sungguh.

“Im Yoona!”

Akhirnya Luhan bisa benafas lega setelah dilihatnya Yoona turun dari boncengan pria itu. Oh Sehun, tentu saja dialah yang mengantarkan Yoona pulang. Luhan tidak terkejut lagi mengingat gadis itu pergi bersama Sehun tadi siang. Pria itu segera menghampiri keduanya.

“Oh Sehun! Apa yang kau lakukan terhadap Yoona sampai malam begini! Kau menyiksanya? Kau mempermainkanya?”

“Astaga..kenapa pacarmu ini sangat berisik Im Yoona? Bisakah kau membut mulutnya berhenti mengoceh?”

“Dia bukan pacarku. Jangan berbicara sembarangan Oh Sehun!” bantah Yoona.

Sakit. Luhan merasakan sakit di uluh hatinya meski gadis ini berkata yang sebenarnya. Haruskah kau memerjelas semuanya di depan pria itu Im Yoona?

“Pulanglah. Dan jangan sampai kau mengingkari janjimu lagi Oh Sehun!”

“Arraseo..NOONA!” gumam Sehun sambil memakai Helmnya kembali.

“Aishh..jangan memanggilku seperti itu bodoh!” gertak Yoona tak terima. Noona? Oh ayolah..bahkan usia mereka hanya terpaut satu bulan lebih tua dirinya.

“Pilih mana? NOONA? Atau PELAYAN?”

“Ck..ck..ck..dasar menyebalkan. Oke! Terserah apa maumu Oh Sehun! Sekarang pergilah..aku sudah muak melihatmu”

Sehun tak membalas dan hanya menyengir aneh, apa lagi ketika melihat eskspresi Luhan yang lebih aneh lagi saat ini. Dia cukup tahu pria cantik itu menyukai Im Yoona…

Dengan segera Sehun melajukan motornya kembali. Yoona juga akan segera memasuki gerbang rumahnya, tapi di tahan oleh Luhan.

“Yoong..aku ingin bicara denganmu sebentar”

“Aku lelah. Kita biacara lain kali saja” jawab Yoona datar.

“Kau masih marah padaku?”

“Lepaskan tanganku Xi Luhan. Aku malas bertengkar denganmu”

“Kenapa ? apa karena sudah ada Oh Sehun?”

Yoona mendengus. Kenapa pria ini jadi membahas Oh Sehun sekarang?

“Tidak ada hubunganya dengan Oh Sehun”

“Lantas?”

“Kau ini mau apa Xi Luhan? Aku benar-benar lelah sekarang, bisakah kau membiarkanku istirahat?”

“Aku menunggumu dari tadi siang Im Yoona! Aku khawatir padamu sampai ingin mati rasanya..tapi seperti ini sikapmu? Apa aku benar-benar tiada artinya untukmu?”

“Bicara apa kau? Apa aku menyuruhmu menungguku?”

“Yoong…”

“Masuklah..disini dingin. Aku tidak mau kau sakit karena aku” Yoona menepis tangan Luhan, kemudian pergi begitu saja.

Luhan terpaku. Pikiranya melayang pada ucapan terakhir Yoona, menyisakan perih di hatinya. Ia begitu mencintai gadis itu, ia begitu kahwatir pada Yoona, tapi apa begini saja harga cintanya untuk Yeoja bermarga Im itu? Terlalu murah untuk besarnya cinta Luhan.

“Kau takut aku sakit hanya karena kau? Bagaimana karena yang lainya? Kau tidak akan peduli? Tapi kau telah membuatku sakit Yoong..sakit karena mencintaimu..”

*

Yoona menghempasakan dirinya di atas ranjang setelah selesai membenahi diri. Hari ini begitu melelahkan untuknya. Mulai dari pelajaran sekolah yang membosankan, pernikahan ibunya yang tersebar, sampai dikerjai habis-habisan oleh Oh Sehun.

Dan satu lagi! Pikiran Yoona tak bisa tenang saat ini, ia teringat Luhan. Mungkinkah ia terlalu egois untuk pria itu?

Yoona memeriksa ponselnya yang seharian ini bertapa di dalam tas. Gadis itu tak pernah mengecek ponselnya dari tadi pagi, sibuk melepas emosi pada Oh Sehun. Dan betapa terkejutnya ia, ketika melihat panggilan masuk dari Xi Luhan.

99 panggilan tak terjawab dan 50 pesan masuk? Astaga! Apa pria itu sedang panen pulsa? Atau sedang mendapat sms gratis? Atau….Akhh..Yoona malas memikirkanya. Apapun itu ia merasa telah bersalah pada Luhan.

Haruskah ia menemui pria itu? Tapi ini sudah malam. Dan mungkin saja Luhan sudah mengunci pintu rumahnya.

“Apa aku telpon saja?” Ya. Hanya itulah cara yang tepat untuk meminta maaf pada sahabatnya itu. Mungkin saja Luhan belum tidur.

“Yeoboseo..”

Suara lembut Luhan terdengar lirih di telinga Yoona. Gadis itu menyadari, ada yang tidak beres dengan Luhan. Mungkinkah karena dirinya?

“Lulu-ya..”

Luhan yang sedang memandangi Foto kecil Yoona dan dirinya di atas ranjang, terkejut sekaligus senang kala mendengar suara gadis itu. Lulu? sudah lama ia tidak mendengar Yoona memanggilanya dengan sebutan itu. Luhan merindukanya…

“Emm..ada apa Yoong? Kau belum tidur?” Tanya Luhan hati-hati, mengingat hubunganya dengan Yoona belum sepenuhnya membaik.

“Belum. Aku tidak bisa tidur” jawab Yoona dari seberang telpon.

“Wae? Apa terlalu melelahkan menjadi pelayan Sehun?”

“Uhm. Dia mempermainkanku”

“Sabarlah..hanya seminggu kan?”

“Lulu-ya”

“Ne..”

“Nyanyikan aku lagu”

Luhan terkekeh, Yoona memintanya bernyanyi?

“Hahaha..kau mau aku menjadi pengantar tidurmu?”

“Tidak juga. Aku hanya merindukanmu menyanyikan lagu untuku..seperti kita kecul dulu”

Luhan tersenyum getir, meralat ucapanya sendiri. Bagaimana bisa ia berharap menjadi pengantar tidur Yoona? Sementara gadis itu tak memiliki rasa apapun untukknya. Kau begitu bodoh Xi Luhan..

“Baiklah..lagu apa yang kau mau?”

“Apa saja, yang penting bisa membuatku tertidur..”

“Arraseo…aku akan membuatmu tidur nyanyak tuan putri”

Yoona tersenyum, dan mulai mendengarkan suara merdu Luhan.

Yeah, o..ho~ hu wa~

“Suaramu bagus sekali”

“Benarkah?”

“Lanjutkan..”

Gipeojin haru teum sai neoneun joyonghi dagawa
eodumeul geodeonaego naei jameul kkae-wo
geurigon meoleojyeo yeorrin changmun neomeoro

Ddo gireul irheottna, neon, neon, neon
bamgonggiga ajig chagawo ireona
So, Baby, Hold On neol honja dugiga
nan geogjeongi dwae georil dugo neoui dwireul ddaraga

Neon ssodajineun dalbiche syawo
Geu hwanghorhan pyojeongeun bon jeogi eobseo
Geurimcheoreom meomchun nega boyeo
Geu siseonkkeuten

Daheul suga eobneun angil sudo eobneun got
sumyeonhwi-e bichin geon geu sarami aniya

Iruijil su eobneun seulpeun neoui Story
gakkawojilsurog deo apajil teni

Geu sarangmaneun Stop, Stop, Stop, Stop, Yeah
geu sarangmaneun Stop, stop, Stop, Stop, Yeah

Ireohke naega neol haetage bulleo
dagagaji ma, Babe geu nalgaega jeojeuni”

Luhan tersenyum tulus setelah menyelesaikan bait lagunya. Sungguh hal membahagiakan untuknya bisa bernyanyi untuk Yoona. Ya, hanya untuk gadis itu, hanya kepada Yoona ia bersedia mememerkan suara indahnya..

“Lulu-ya..”

Luhan kaget. Yoona belum tidur? Apa suaranya telalu buruk sampai tidak bisa membuat sang putri terlelap?

“Kau belum tidur Yoong? Apa suaraku ter..”

“Mianhae..”

Luhan tersentak, Yoona meminta maaf padanya? Karena apa? Apa karena sudah mendiamkanya beberapa hari ini? Atau- karena masalah diluar tadi?

“Mianhae…jeongmal mianhae. Aku bukan sahabat yang baik untukmu”

Luhan menghela nafasnya. Ingin sekali ia memeluk Yoona jika saja gadis itu berada didekatnya saat ini. Sahabat? Sungguh Luhan beraharap gelar sahabat itu bisa digantikan dengan gelar kekasih. Demi apapun ia rela menukar apa saja jika hal itu seandainya terwujud. Tapi Luhan sadar..itu tidak mungkin.

“Kau yang terbaik Yoong..kau sahabat terbaik yang aku punya. Jadi jangan berkata seperti itu lagi hmm..”

“kau bohong”

“Tidak”

“Kau menyembunyikan sesuatu dariku Lu..”

“Tidak Yoong..”

“Lulu-ya..”

“Apa lagi?”

“Gomawo..sudah mengisi hari-hariku selama ini. Tetaplah menjadi Luluku selamanya..”

Luhan tensenyum “ Emm..selamanya aku akan selalu ada untumu Yoong..”

“SAHABAT SELAMANYA!!” Luhan dan Yoona tertawa bersama. Itu adalah selogan petemanan mereka ketika kecil dulu, sekarang, dan mungkin sampai ajal memisahkan mereka.

“Tidurlah..sekarang sudah larut malam..mimpi yang indah Yoong..”

“Emm..kau juga. Mimpikan aku eoh!”

Luhan selalu memimpikanmu Im Yoona. Hanya kau saja yang tidak mengetahuinya..

 

***

 

Pagi itu Krystal dengan gaya khasnya berdiam diri di depan kelas Jongin. Apa yang di lakukan gadis itu? Tentu saja memandangi Jongin. Bukan tanpa alasan, dan bukan juga karena ia telah berpindah hati pada si hitam itu. Tapi karena ucapan ibunya tadi malam, benar-benar memenuhi pikiranya.

“Sebenarnya Jongin tidak terlalu jelek sih, hanya saja kurang urus. Dan kulitnya juga, jika diberi lotion sedikit saja pasti akan lebih terang kalaupun tidak seterang kulit Sehun” Krystal berkomentar sendiri sampai orang-orang yang lewat di sekitarnya terkikik geli mendengar grutuan gadis itu. Krystal hanya mendengus tak peduli.

Tapi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Tiba-tiba Jongin berada dihadapanya dengan raut wajah yang mengerikan. Yah..Jongin memang selalu mengerikan dimata Krystal.

“Sedang apa kau di kelasku Nona Jung? Sedang mencariku ya?” Tanya Jongin menggoda.

Krystal terdiam. Apa yang harus dilakukanya? Jurus lari tidak berguna saat ini. Akhh..ini memalukan. Jika ia jawab yang sebenarnya, sudah pasti telinga pria ini akan naik. Aigoo..

“M-mwoya? Ishh jangan percaya diri Kim Jongin! S-siapa juga yang mencarimu?” bantah Krystal.

Jongin ternyesum geli “Lantas mengapa kau disini? Ada keperluan apa hmm??”

“Ahhh…Seulgi-ya !! ternyata kau disana? Aku sudah mencarimu dari tadi!”

Gadis yang bernama Seulgi itu terheran-heran karena mendengar Krystal memanggilnya. Apa ia salah dengar? Atau ada gadis lain yang bernama Seulgi di kelas ini? Ahh..tidak, setahunya hanya dia yang bernama Seulgi disini. Jongin juga kebingungan melihatnya.

“Ya Kang Seulgi! Kenapa kau tidak datang ke hari ulang tahunku kemarin eoh? Aku sudah menunggumu tahu!”

Seulgi bingung. Memangnya kapan Krystal mengundangnya? Mereka bahkan tidak dekat dan baru kali ini berbicara. Ada apa dengan gadis ini?

“Kau bahkan tak mengundangku Krystal..bagaimana aku datang? Dan kita tidak dekat sama sekali..”

“Mwo?”

“Hahahaha..”

Jongin dan seisi kelas tertawa bersama melihat tingkah Krystal yang sok akrab. Gadis itu tertunduk malu, semua mata di kelas ini tertuju padanya. Harusnya Krystal menyadari, Jongin memang kesialan terbesarnya.

“Kau sudah ketahuan berbohong Nona Jung..katakan saja jika kau memang sedang mencariku” Goda Jongin.

“Aishh! Kau menyebalkan Kim Jongin!” Tidak tahan, Krystal berlalu sambil menutut-nutupi mukanya. Ia terlalu malu saat ini, sungguh. Jongin sendiri mengikut dari belakang, berusaha menggoda Krystal lagi.

“Yak! Jangan mengikutiku eoh! Aku membencimu Kim Jongin! Sangat..sangat..sangat.membencimu!”

“Tapi aku menyukaimu..”

“Mwo!! Aishh..pergi sana! Aku tidak mau melihatmu!” Krystal berlari lagi, yang tentu saja langsung dikejar Jongin.

“Ya Krystal Jung! Tunggu aku eoh..”

“Shireo!”

 

***

Hari yang melelahkan. Yah..begitulah pikir Yoona. Bahkan sampai pagi ini ia tak bersemangat pergi ke sekolah. Tubuhnya terasa kaku, dan tidurnya juga tak terlalu nyenyak semalam. Meskipun Luhan sudah menyanyikanya lagu yang indah untuknya. Tapi tetap saja, karena pikiranya terlalu banyak ia tidak bisa terlelap dengan tenang.

“Yoong!”

Gadis itu tersenyum senang, kala Luhan memanggilnya. Pagi ini mereka memang tidak berangkat bersama, karena Luhan bertugas piket hari ini jadi pria itu berangkat lebih awal.

Namun belum sempat Yoona menghampiri Luhan, tiba-tiba sebuah pot bunga terjatuh dari atas atap dan akan mengenai kepalanya kalau saja seseorang tidak menolongnya.

Yoona terkejut bukan main. Begitupun dengan Luhan yang menyaksikan kejadianya dengan jelas. Kenapa pot bunga ini bisa terjatuh dari atap? Tidak mungkin jika tidak ada yang menjatuhkanya. Apakah seseorang berniat jahat padanya.?

Yoona melirik seseorang yang sedang memeluknya saat ini. Pria ini telah menyelamatkanya, pria yang Yoona benci ini sudah menyelamatkanya..

“Gwenchana?” Tanya pria itu. Yoona terdiam kaku, tanpa berniat menjawab apapun.

 

To Be Continued

Jreng..Jreng..Jreng..FF gaje datang lagi…

Jangan bosen dulu ya Chingu??

Ini kan ff chaptered pertama aku, dan targetnya aku harus bisa nyelesain ff ini sebelum Final. Karena kalau gak, di jamin FF ini gak akan ending selamanya, Hehehe..

Seperti biasa, aku selalu menunggu RCL dari kalian.

Kalau begitu

Sampai jumpa di Next Chapter ya..

Annyeong^^

 

56 thoughts on “(Freelance) Secret Love (Chapter 6)

  1. Lanjut dong thor. Udah lama nunggu nih, sampe lumutan *abaikan. Cepet di lanjutin ya, ga sabar lihat chap selanjutnya! ^^

  2. Gemes ma yoonhun disini. Tu yang nyelamatin yoongnie apakah hun oppa??? Penasaran banget ma next chap ditunggu jangan lama-lama unn fighting

    • akhirnya nongol juga kamu liv..
      kirain cuma mau baca doang gx mau komen hahaha..😀 #becanda
      iya nih, sulit beuh ngilangin typo,padahal udah aku edit lagi lohh..
      tapi yah….ah udah lah..
      gomawo ye udah mau baca + mampir ke wp ini..
      ff author2 yang lain keren2 juga loh..coba d baca gih..
      siapa tahu aja ngena hehe..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s