(Freelance) Complicated Love (Chapter 1)

lykh

Title : Complicated Love

Author : Akuro

Cast : Im Yoon Ah | Oh Se Hun | Xi Lu Han | Kim Jong In ( Kai ) | Jung Soo Jung ( Krystal ) | Park Ji Yeon

Other Cast : Find By Yourself

Genre : Romance, Sad, Angst, Comedy ( little ), School Life, Drama

Rating : T

Note :

ff ini terinspirasi dari serial drama korea “THE HEIRS”. Tapi saya nggak ada maksud untuk plagiat. Karena semua alur di ff ini benar-benar berbeda dan murni dari pemikiran saya sendiri.

Don’t Bash

Don’t be silent readers

Don’t copycat without permission

Sorry for typo and bad story.

Hope you like it^^

 

Happy Reading

Yoona POV

 

Kehidupan berjalan seperti biasanya. Pagi pagi sekali sebelum berangkat sekolah aku harus mengantarkan koran ke tiap-tiap rumah, sore hingga malam aku bertransformasi(?) menjadi seorang pelayan disebuah kedai kopi. Lelah? Sudah pasti IYA.

 

Ayahku hanyalah seorang sopir dengan gaji pas-pasan. Sedangkan ibuku? Entahlah. Wajah dan namanya saja aku tidak tau. Ayah hanya bilang kalu mereka bercerai saat aku berumur 2 tahun. Ibuku kemudian pergi membawa serta kakak permpuanku yang hanya terpaut 1 tahun denganku. Setiap kali aku menanyakan hal-hal yang lebih jauh tentang mereka, ayah selalu menghindar.

 

“Yoona….. tolong antarkan ini ke meja nomor 2 ya?”

 

Lamunanku seketika buyar, saat Bo Ra meletakkan 2 cangkir berisi espresso dihadapanku lalu pergi begitu saja. Aku hanya mengangguk lemah seraya melirik jam yamg bertengger manis dipergelangan tanganku. Pukul 09.01 p.m. Masih ada sisa waktu 39 menit lagi sebelum kedai ini benar-benar tutup.

 

Langkah kakiku kemudian membawaku menuju meja yang disebutkan Bo Ra tadi. Dua orang lelaki nampak sedang asyik bercengkrama. Aku mengenal salah satu diantara mereka yang meiliki rambut berwarna hitam legam. Dia Kai, sahabatku, tak lebih. Walaupun sebenarnya aku menyimpan perasaan lebih padanya. Sedangkan lelaki dihadapannya? Ku rasa aku tak mengenalnya.

 

“hei, Yoong. Lama tak jumpa” sapa Kai begitu kuletakkan peasannya dimja. Aku mendecak sebal lalu menoyor jidatnya yang tertutupi poni.

 

“ish… jelas saja. Kau kan selalu sibuk dengan kekasih barumu itu” jawabku dengan nada sarkastik.

 

“hhh… kenapa kau suka sekali menoyor keningku yang seksi ini sih? Aish…. memangnya kenapa kalau aku lebih sering menghabiskan waktu bersama kekasihku? Lagipula wajar saja. Aku kan lagi kasmaran. Eh, kau cemburu ya?”

 

‘iya, aku cemburu’ dan aku hanya bisa meneriakkan itu didalam hati.

 

“Bicaramu ngawur sekali sih. Sebentar lagi kedai akan tutup. Cepatlah pergi”

 

“ish, kau ini. Aku kan baru saja tiba. Lagipula masih ada waktu beberapa menit lagi”

 

“Terserah kau saja lah” ujarku pasrah karena ku tak mungkin bisa melawan kekeraskepalaan Kai. Aku kemudian berbalik, hendak kembali ke meja kasir sebelum sebuah tangan mencengkram lenganku. Aku buru-buru menoleh dan terkejut mengetahui fakta bahwa Kai-lah pelakunya. Namun sedetik kemudian, aku hanya bisa mendesah kecewa saat Kai kembali melepaskan cengkramannya.

 

“Dia ingin berkenalan denganmu” ujarnya sembari menunjuk lelaki pirang tadi menggunakan dagunya. Sedangkan objek(?) yang ditunjuknya mengulas senyum manis lalu mengulurkan tangannya ke arahku.

 

Sebenarnya aku merasa bingung sekarang. Kenapa lelaki ini ingin berkenalan denganku?

 

“Annyeong Im YoonA-ssi. Senang akhirnya bisa bertemu denganmu secara lebih dekat”

 

Aku tetap mematung di tempat, memandangi uluran tangannya tanpa berniat menyambutnya. “Kai sebenarnya di siapa?”

 

Kai terkekeh geli, seakan-akan sedang mengejekku. “Kau ini bodoh atau apa eoh? Masa kau tak mengenalnya sih? Dia Xi Lu Han. Kapten sepak bola sekolah kita.

 

Untuk kedua kalinya aku kembali terdiam seperti orang bodoh. Jadi orang ini yang namanya Lu Han? Seseorang yang begitu di elu-elukan disekolah. Pantas saja, wajahnya yang rupawan memang mempesona. Tak heran jika para wanita akan langsung histeris hanya dengan mendengar namanya saja. Selama ini aku memang tak pernah tau dan tak ingin tau tentang yang namanya Lu Han ini. Aku hanya sebatas mengetahui namanya, profesinya(?) sebagai kapten basket sekolah, serta seorang siswa yang kaka ini tangah berada ditinkat akhir. Hanya itu. Selebihnya aku tak tau. Disekolah, aku memang dikenal sebagai gadis pendiam yang kerap kali menghabiskan waktu istirahat diperpustakaan. Jadi jangan heran, kalu aku memang terkesan ketinggalan jaman(?).

 

Dengan gerakan bak robot, akhirnya kusambut uluran tangannya dengan senyuman kikuk milikku.”A…an..anyeong…ss..sunbae. Im Yoona imnida. Mannaseo banganpseumnida. Eh.. t..tapi bagaimana bisa sunbae mengenalku?”

 

“Siapa yang tidak mengenalmu disekolah? Kau gadis yang catik, cerdas, dan juga terkenal….”

 

‘miskin?’ batinku

 

“pendiam. Maka dari itu aku ingin mengenalmu lebih jauh dan menjadi temanmu. Dan kebetulan sekali, kau ternyata sahabat hoobae kesayanganku ini. Jadi aku memintanya untuk mengenalkanku padamu” jawabnya seraya melirik ke arah Kai yang mulai menebarkan smirk misterius andalannya. Aku hafl betul, pasti ada sesuatu dibalik smirknya itu.

 

“Ehmmm…” Kai berdehem pelan. Pandangannya mengarah pada tanganku yang msih bertaut dengan tangan Lu Han sunbae. Buru-buru kami melepasnya dengan canggung.

 

“aigoo… manis sekali”

 

“diam kau hitam”

 

“YAK… Berhenti menyebutku hitam, Nona Im”

 

 

o0o

 

 

Author POV

 

 

Hujan deras nampak mengguyur kota Seoul malam ini. Yoona baru saja turun dari bus umum dan kini gadis itu melangkah menyusyri gang sempit menuju rumah dibawah payung kecilnya.

 

Langkahnya kemudian terhenti sejenak saat inra penglihatannya menangkap siluet mobil mewah terparkir apik dihalamannya. Ia yakin mbil ini milik majikan ayahnya. Tapi, utuk apa ayah membawanya pulang?

 

Tanpa fikir panjang lagi, Yoona kembali melangkah masuk kedalam rumah yang kebetulan pintunya dalam keadaan terbuka. Dan matanya seketika membulat, melihat seorang leleki muda asing sedang duduk bersantai dalam keadaan….. Topless?????

 

“KYAAA…. SIAPA KAU? APA YANG KAU LAKUKAN DIRUMAHKU?”

 

Tangannya kemudian beringsut menutupi matanya yang telah ternodai dengan pemandangan itu. Sedangkan mulutnya terus saja berteriak-teriak memaki lelaki asing itu. Sampai sebuah suara mengejutkannya.

 

“Astaga, Im Yoona. Apa yang kau lakukan? Sungguh tak sopan sekali berteriak-teriak didepan tamu kita”

 

“Ayah? d…dia siapa?”

 

“Dia Tuan Muda Se Hun, putra Tn. Oh yang baru saja pulang dari London” jawab Tn. Im sembari menyerahkan sebuah kaos pada lelaki asing yang baru saja dimaki oleh Yoona. Gadis itu menunduk, merasa menyesal akan tindakannya yang terkesan gegabah. Tiba-tiba saja dia jadi wa-was sendiri. Bagaimana kalu ayahnya kalau sampai dipecat karena kebodohannya ini? Ugh. Semoga saja tidak.

 

“Minta maaflah padanya” Sambung Tn. Im.

 

“M..mm..maafkan aku Tuan Muda. Sungguh, aku tidak-”

 

“Cih.. dasar gadis menyebalkan” potong Se Hun cepat dan berlalu begitu saja meninggalkan yah dan anak itu. Dalam hati Yoona merutuki Se Hun dengan sumpah serapah karena tingkahnya yang begitu arogan dan dingin. Kalau saja dia bukan majikan ayahnya, sudah pasti lelaki itu akan ia tendang jauh-jauh dari rumahnya.

 

Yoona hanya bisa merengut dan mendekati ayahnya yang menatapnya kesal. “ Kenapa ayah membawanya pulang?”

 

“Malam ini hujan sangat deras dan cuaca sepertinya juda sedang tidak bersahabat. Tak mungkin ayah mengantarnya sampai rumah karena jaraknya yang masih terlampau jauh. Ayah takut kalau-kalau nanti ketika dijalan tiba-tiba terjadi badai. Jadi aah membawanya kesini. Lagipula Tn. Oh juga sudah mengizinkannya.” jelas Tn. Im panjang lebar.

 

“Jadi dia akan menginap disini?”

 

“tentu saja. Jadi, biarkan Tuan Muda Se Hun tidur dikamarmu malam ini.”

 

“mwo? Lalu aku tidur dimana ayah?”

 

“terserah kau sajalah. Oh ia, setelah ini tolong siapkan masakan untuk Tuan Muda Se Hun”

 

 

 

o0o

 

 


I
would march across the desert to defeat my enemy
And I would lie here in the trenches with your picture next to me

 

Tepat sekali. Disaat Yoona baru saja mematikan kompor, ponselnya berbunyi nyaring menandakan ada panggilan yang masuk. Gadis itu merogoh saku jeansnya dan mengeluarkan benda canggih tersebut. Senyumnya seketika merakah, tertera nama ‘KAI’ dilayar ponsel touchscreen-nya. Ditekannya tombol berwarna hijau lalu menempelkan pada telinga kanannya. Yoona merasa sedikt heran sebenarnya, mengingat Kai yang akan meneleponnya jika sedanga ada maunya saja. Sedikit rasa sesak menelusup ke ulu hatinya. Namun ia buru-buru mengahalau semua itu saa mendengar suara lembut Kai diseberang.

 

“yoboseyo..Yoong-ah”

 

“hm..waeyo Kai?”

 

“Kau sedang apa?”

 

“Hanya membuat ramen. Tumben sekali kau meneleponku”

 

“Emm..sebenarnya ada suatu hal yang ingin kutanyakan padamu”

 

“mwo?”

 

“Krystal sebentar lagi ulang tahun”

 

Senyuman Yoona luntur seketika mendengar nama itu disebut.

 

“lalu apa urusannya denganku” Nada suaranya berubah dingin membuat seseorang diseberang mengernyit.

 

“kau kan teman sekelasnya. Kira-kira benda apa ya yang diinginkannya? Aku akan memberikannya sebagai hadia ulang tahunnya”

 

“Ya mana ku tau. Kau kan tau sendiri jika hubunganku dengan Krystal tak terlalu baik. Tanyakan sendiri pandanya”

 

“Hah.. jika kutanyakan sendiri nantinya bukan lagi kejutan namanya”

 

“Pokoknya aku tidak tau. Sudah ya, aku sibuk”

 

Klik.

Sambungan dimatikan sepihak oleh Yoona. Denagn kesal, dikeluarkannya baterai dari dalam ponselnya. Yoona sudah bisa menebak, kai pasti akan menghubunginya lagi. Mengenal Kai selama kurang lebih 12 tahun membuat Yoona mengetahui semua hal yang ada pada diri lelaki berkulit tan tersebut.

 

Gadis itu kembali menjalankan tugasnya yang sempat terbengkalai. Ia menuangkan mie ramen dari panci ke dalam mangkuk lalu mengaduknya sebentar. Yoona kemudian berbalik dan dikejutkan dengan kehadiran Se Hun yang ternyata telah duduk manis dikursi meja makan. Lelaki itu terdiam menatapnya intens. Ekspresi wajahnya yang begitu datar membuat Yoona sedikit kesulitan menebak apa yang mungkin tengah difikirkan lelaki itu.

 

Yona membungkukkan tubuhnya sopan sebaga rasa hormatnya. Bagaimanapun juga status sosial Se Hun jauh lebih tinggi ketimbang dirinya.

 

“Sebelumnya, mianhae jika saya terlalu lancang. Tapi.. sejak kapan anda beradi disitu?” Tanya Yoona hati-hati.

 

“ya, kau memang telah lancang membiarkanku menunggu lama. Apa kau tak tau, cacing-cacing diperutku sudah minta diisi sejak tadi? Sedangkan kau malah asyik berbincang dengan kekasihmu di telepon”

 

Eh, kekasih? Dalam hati Yoona hanya bisa mengamininya.

 

“Saya sungguh minta maaf Tuan Muda. Tapi bukankah seharusnya anda menegur saya? Karena saya memang tidak mengetahui kehadiran anda”

 

Se Hun mendesis jengkel. “ Jadi kau menyalahkanku?”

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue~

 

 

Gimana? Garing ya? Hehe… segitu dulu aja ya. Sebenernya lanjutannya masih da. Cuma, aku cut sampai situ aja karena takut entar readers bakalan bosan. :p

 

Aku tau, alur ff ini benar-benar gaje dan membosankan. Tapi tolong sebisa mungkin tinggalin jejak ya?. Oh ya, sekalian aku mau minta maaf karena ga ada covernya. Aku belum sempet pesen. Jadinya aku kasih pict LuyoonHunKai.

 

Ok deh,, SEE YOU NEXT CHAPTER

Paiiii paiiiiii

50 thoughts on “(Freelance) Complicated Love (Chapter 1)

  1. Aiihh.. Yoona cintanya bertepuk sebelah tngan ternyata. Udah sama Luhan or Majikanmu yg jutek itu aja. Boleh kok. Hheeh

    ffnya msih pendek ya, semoga next partnya lebih di pnjangin lg. Oke

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s