(Freelance) Secret (Take 2)

take 2

Secret (Take 2)
by GreenAngel

Cast
Xi Luhan | Im Yoona

Support Cast
Oh Sehun

Genre
Fluff | Romance | Friendship

Rating | Length
PG15 | Chapter (Maybe)

Disclaimer
This story is mine! Happy reading guys🙂
…….


Sehun POV
Jika ada yang bertanya kepada ku tentang Luhan hyung dan Yoona noona, aku dengan pasti akan menjawab bahwa mereka memiliki suatu hubungan. Bukan hubungan persahabatan yang selama ini selalu mereka elu-elukan, tapi lebih dari itu.
Luhan hyung adalah kakak sepupu ku. Dan dari Luhan hyung lah aku mengenal Yoona noona. Saat pertama kali berkenalan dengan Yoona noona, aku sempat menyukainya. Yeah, hanya sempat menyukainya.
Perasaan itu hanya bertahan selama empat hari. Karena aku menemukan sebuah fakta yang mengejutkan. Dibalik hubungan persahabatan mereka, ada cinta terpendam milik Luhan hyung. Dan aku sebagai adik sepupu yang baik, tentu saja lebih memilih mundur.
Oh lupakan alasan ku mengenai sebagai adik sepupu yang baik. Aku memiliki alasan lain yang membuat ku mundur teratur. Ia, Luhan hyung, sangat mencintai Yoona noona. Bahkan perasaan ku pun tak sampai 1% dari seluruh perasaan hyung untuk Yoona noona.
Luhan hyung memang tak pernah mengatakan perasaannya secara gamblang di hadapan semua orang. Tapi hal itu tersirat dari binar matanya saat melihat Yoona noona. Binar mata yang memandang penuh cinta. Dan itu hanya milik Yoona noona. Dan jangan lupakan setiap tindakannya untuk Yoona noona. Luhan hyung dengan senang hati akan mengantar-jemput Yoona noona kemanapun bahkan ia rela mengorbankan seluruh waktunya hanya untuk Yoona noona.
Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran. Yoona noona. Bahkan sampai saat ini aku tak tahu apa yang ia rasakan terhadap Luhan hyung. Mungkinkah ia hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat? Atau bahkan lebih? Entahlah. Yoona noona memang orang yang ceria, cantik, ramah dan mudah bergaul. Jangan lupakan fakta bahwa ia juga pintar. Terutama pintar menyembunyikan perasaannya. Hal itulah yang semakin membuat ku bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana perasaan mu untuk Luhan hyung, noona?
“Sehun!!”
Sebuah suara menyadarkan ku dari lamunan ku mengenai hubungan Luhan hyung dan Yoona noona. Ah, ternyata Luhan hyung berdiri di depan pintu ruang kuliah ku.
“Ne hyung. Waeyo?”
“Apa kau masih ada jam kuliah setelah ini?”
“Ani. Wae?” tanyaku bingung. Tak biasanya Luhan hyung seperti ini.
“Oh geurae. Aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama. Kau akan menginap lagi di rumah ku malam ini kan? Imo dan samchon menitipkan mu. Ku dengar mereka akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.” Luhan hyung dengan santai berjalan ke meja yang aku tempati.
“Aish. Aku bukan anak kecil lagi yang perlu dititipkan di rumah mu hyung.” Ucapku sambil mempoutkan bibirku.
“Mwo? Bahkan perilaku mu seperti tadi masih seperti anak kecil Sehun-ah,” ucap Luhan hyung sambil tertawa “Cepat bereskan buku-bukumu. Aku sudah lapar. Setelah ini kita mampir ke kedai makanan dulu.”
Saat membereskan buku, aku merasakan ada hal yang aneh. Tak biasanya Luhan hyung mengajakku pulang bersama. Biasanya ia akan bersama Yoona noona.
“Kau tahu hyung? Aku merasa seperti seseorang yang dijemput oleh kekasihnya.”
Dan tak lama kemudian sebuah pukulan ringan mendarat di kepalaku. “Yak! Hentikan pikiran bodoh mu itu. Aku masih normal, arra? ”
“Aish, kau tak perlu menjitakku seperti itu hyung,” ucapku sebal “dan dimana Yoona noona, hyung? Biasanya kalian selalu bersama.” Aku mengerling ke arah Luhan hyung. Dan dibalas tatapan mematikan miliknya. Percayalah, aku masih normal. Aku hanya senang menggoda hyung ku.
“Yoona bersama Yuri. Katanya ada sesuatu yang akan mereka kerjakan. Entahlah. Mungkin ladies time.”
“Ooohhhh… pantas saja. Biasanya kau selalu bersama Yoona noona, dan saat noona tak ada kau seperti itik kehilangan induknya.” Godaku sambil berjalan ke parkiran dengan Luhan hyung.
Pletak.
Dan lagi. Aku mendapatkan jitakan di kepala ku. Aish..
“Hyung. Jangan-jangan Yoona noona melakukan kencan buta makanya hyung tidak diperbolehkan menemaninya.” Ucapku spontan.
Luhan hyung mendelik ke arah ku. “Jangan asal bicara Sehun-ah. Hal itu tidak mungkin terjadi.”
“Why not? Yoona noona kan cantik. Dan aku rasa sudah saatnya noona memiliki seorang kekasih.” Balasku sambil berpura-pura bahwa apa yang aku ucapkan adalah hal yang biasa. Aku tahu bahwa ucapanku akan membuat hyung merasa terbakar.
Hahahaha kau memang harus dipanas-panasi dulu hyung. Batinku dalam hati.
Melihat hyung yang tak memberikan respon, ku lanjutkan perkataanku. “Lagipula hyung, apa kau tak berencana mengungkapkan perasaanmu?”
“Mwo? Perasaanku? Perasaan yang mana?” tanyanya seolah-olah tak mengerti saat sampai di parkiran. Padahal sudah jelas kalau Luhan hyung tahu apa yang aku maksud.
“Ne. Perasaanmu hyung. Cinta mu, untuk Yoona noona.” jawabku sambil mendelik sebal kearahnya. Aish hyung ku ini benar-benar…
Pletak
“Yak! Hyung! Kenapa kau senang sekali menjitak kepala ku?” sungut ku sambil mengusap puncak kepalaku. Walaupun tak sakit, tapi aku merasa sebal atas perbuatannya itu.
“Karena kau berkata yang tak masuk akal.” Ucapnya ringan sambil merogoh saku celananya. Mencari kunci mobil. Kemudian membuka pintunya. Kami berdua segera masuk setelah pintu terbuka. Dan tak lama setelah itu Luhan hyung menjalankan mobilnya.
Karena bosan, ku nyalakan tape mobil dan mengalunlah lagu My Love milik Westlife.
“Wow hyung. Aku tak tahu bahwa kau menyukai lagu jenis ini hahaha bukankah kau menyukai lagu yang beraliran rock? Hahaha.” aku tertawa keras sembari meledek Luhan hyung. Ini bukan seperti hyung yang ku kenal. Sungguh.
“Yak! Itu lagu kesukaan Yoona. Dan Yoona memintaku untuk menyimpan lagu itu di tape mobil.”
“Wow wow wow… Aigooooo. Aku tidak tahu sebegitu besarnya Yoona noona’s effect untukmu hyung,” decakku kagum. “Oh iya hyung, kau yakin tidak mau mengungkapkan perasaanmu? Apa kau tak takut Yoona noona akan jatuh di pelukan lelaki lain?”
Luhan hyung hanya diam tanpa berniat membalas pertanyaanku. Ck! Jebal. Hyung ku memang benar-benar aneh. Saat lelaki lain berlomba-lomba mendapatkan cinta Yoona noona, Luhan hyung hanya diam saja. Aku benar-benar tak mengerti dengan mereka berdua..
.
.
Cut

Author’s note:
Hai. Aku kembali lagi dengan Take 2 nya Secret. Seperti kisah sebelumnya aku belum nyeritain full storynya Yoona-Luhan. Hanya sepenggal kisah mereka aja hahahaha gimana ya. Aku lagi ngebangun karakter mereka gitu disini. Luhan dengan sifat jaim, coolnya dia. Yoona dengan sifat tak terbacanya (?) dan Sehun dengan sifat usilnya. Ada yang bisa nangkep maksudku? Hohoho Jadi aku minta maaf kalo ada yang protes karena ceritanya sedikit. Karena ya alasannya itu hehehe dan ada yang bisa nebak selanjutnya pake sudut pandang siapa?
Untuk nextnya aku gak janji bisa post cepet. Karena aku UAS 3 minggu -____- dan semester ini penentu IP ku banget -_- jadi, jangan bosen ya nunggu next storynya🙂 Oke deh segitu aja. Jangan lupa RCL ya guys🙂

24 thoughts on “(Freelance) Secret (Take 2)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s