(Freelance) Truth or Dare

t

Iviozey©storyline

Im Yoon Ah

with

Oh Sehun | Rachel Cho (OC) | Kim Jong In | Jung Soojung

PG-15

Fluff | Romance | Comedy

Already post in my personal blog.

This is just fanfiction. Don’t Bash, okay?

000

“Oke, kita akan bermain Truth or Dare. Cara bermainnya, pertama-tama aku akan memutar botol ini, sampai botol itu terhenti dan ujung botol itu terarah kepada salah satu dari kita, berarti orang itulah yang menjadi sasarannya. Dan selanjutnya kalian pasti mengerti ‘kan?”

Ketiga orang yang duduk dikursi yang memutari meja berpola bundar itu hanya mengangguk paham. Oh Sehun—selaku si pembaca peraturan—mulai memutar botol beling itu. Semua disitu berdebar, berharap bahwa ujung botol itu tidak terarah pada masing-masing dari mereka. Dan—

Tap!

Botol itu terhenti. Belakang botol itu terarah pada Krystal dan otomatis ujung botol itu terarah pada orang yang diseberangnya, dan itu adalah—

Woah, siapa yang kali ini kena? Si putri sekolah Rachel Cho! Hebat sekali hebat!”

Jongin berteriak dengan gayanya yang—berlebihan—seraya menatap Rachel dengan mata ‘sok’ berbinar. Krystal—selaku kekasih Jongin—langsung melayangkan tatapan tajam pada lelaki tan itu. “Yak! Jangan seperti itu! Kau membuatku malu, Jongin!”

Jongin hanya membalasnya dengan kekehan pelan yang terlihat menyebalkan. Menghela nafas pelan, sebelum Krystal mengalihkan perhatiannya pada Rachel. “Truth or Dare?”

Rachel terlihat berpikir sejenak, sebelum akhirnya menjawab, “Truth.”

“Kau terlihat yakin sekali. Baiklah aku yang akan memberikan sesi untuk ‘truth’-mu kali ini.” Krystal tersenyum kecil pada Rachel. “Apa pertanyaannya?”

Krystal melirik kearah seorang gadis yang tengah menyantap makanan seorang diri dipojok kantin, “Lihatlah gadis itu—” sontak Rachel, Sehun dan Jongin menoleh pada gadis yang Krystal tunjuk. “Rachel-ah, menurutmu sosok Im Yoona bagaimana?”

Huh?

Rachel menatap tak mengerti kearah Krystal dibarengi tatapan dua orang lainnya. Kenapa Krystal tiba-tiba membicarakan gadis itu?

“Perlukah perempuan terhormat sepertiku menjawab pertanyaanmu yang amat sangat tidak bermutu itu?” ucap Rachel sinis. Krystal mendesis pelan, “Cih sombong sekali kau. Sudahlah jawab saja.”

Rachel memutar bola matanya, melirik gadis dipojok kantin itu sekilas. “Dia hanya gadis yang tidak memiliki teman karena dia aneh. Sudah.”

M-mwo? Hanya itu?” tanggap Krystal tak percaya. Rachel hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Sudahlah. Lagipula kenapa kau menanyakan hal seperti itu, Krys? Tidak biasanya.” kali ini Jongin yang berujar. Krystal hanya diam dan menekuk wajahnya.

“Kita lanjutkan permainan ini.”

Botol itu kembali berputar. Terus berputar. Dan setelah terhenti sasarannya adalah—

Cha! Kena kau Oh Sehun!

Truth or Dare?” tanya Jongin to the point. Sehun terdiam, ia paling tidak mau jika harus berkata jujur—karena ia memiliki banyak aib memalukan yang tidak pantas diketahui oleh publik—seperti itulah pemikiran Sehun. Dan seorang lelaki harus menjadi seseorang yang pemberani, bukan?

Dare tentu saja.”

Seriangan licik terpampang jelas dibibir Jongin. Ini adalah kesempatan yang paling ditunggunya. Memberikan tantangan kepada Oh Sehun. Kapan lagi? “Baiklah. Oh Sehun, kau pria yang digilai banyak perempuan bukan?”

Sehun mengeryitkan dahi. Sedangkan Rachel menatap tak suka pada Jongin. “Yak! Apa-apaan kau hitam?!”

“Kau sensitif sekali. Kekasihku ‘kan hanya bertanya.” bela Krystal. Rachel menjadi gugup seketika, “B-bukan seperti itu. Maksudku seharusnya Jongin bukan bertanya, dia harus memberikan tantangan ‘kan?”

“Maka dari itu dengarkan aku dulu. Aku belum selesai berbicara!” ujar Jongin kesal. Ia paling tidak suka jika Rachel memotong pembicaraannya dengan Sehun.

“Biarkan saja dia. Jadi, apa tantangan yang sebenarnya?” tanya Sehun cepat.

Jongin menyeriangi. “Mendekatlah.”

Karena kebetulan Sehun berada tepat diseberang Jongin, ia langsung berdiri dari duduknya dan mencondongkan tubuhnya pada Jongin. Dengan gerak cepat, lelaki si pemberi tantangan itu membisikan sesuatu pada Sehun yang membuat mata sipit lelaki itu membulat seketika.

Melihat perubahan raut wajah si pucat itu, seketika Rachel dan Krystal terperanjat.

“Jongin! Apa yang kau katakan pada Sehun?!”

“Cepatlah beritahu! Kan kita bermain bersama! Kau tidak boleh bermain rahasia seperti ini!”

Jongin menatap dua gadis itu. “Rachel, Krystal, aku akan memberitahu kalian nanti. Tenanglah.”

“Jadi bagaimana Sehun? Kau ini idola sekolah bukan? Masa hal seperti ini saja kau tidak berani?”

Rachel dan Krystal semakin tak mengerti ucapan Jongin. Sedangakan Sehun? Oh, rupannya lelaki itu setelah sekian lama terdiam untuk berpikir, akhirnya berdiri juga dari duduknya. “Jangan panggil aku Oh Sehun jika aku tidak bisa melakukan hal semacam ini.”

Sehun mulai melangkah. Setiap langkah lelaki itu seperti menyihir para murid yang posisinya merasa menghalangi jalan Sehun untuk menyingkir. Dan tibalah dia pada perpojokan kantin. Dimana satu orang siswi tengah menyantap bekal makananya. Merasa ada orang lain ditempatnya berada, gadis itu mendongak. Dan betapa terkejutnya dia mendapati seorang Oh Sehun berada dihadapannya.

Sedangkan dari kejauhan, Rachel menatap khawatir pada Sehun, Krystal menatap tak mengerti, dan Jongin hanya tersenyum aneh. Oh, bahkan semua murid dikantin itu memusatkan pandangannya pada mereka berdua.

Yoona masih terasa shock. Demi apapun, baru kali ini Yoona bisa melihat sosok Sehun dalam jarak cukup dekat. “Kau Im Yoona, ‘kan?”

Yoona hanya mengangguk kaku sebagai jawaban. Hey, Oh Sehun berbicara padamu Im Yoona!

“Katakan pada Jongin kau akan jatuh cinta padaku setelah aku melakukan ini.”

Yoona belum sempat mencerna ucapan Sehun karena lelaki itu terlebih dulu memegang bahunya dan merunduk. Semua yang menyaksikannya benar-benar terbelalak kaget. Kau tahu mengapa?

Karena seorang Oh Sehun mencium gadis seperti Im Yoona. Lips to Lips. Oh My God!

Yoona merasakan bibir itu bergerak influsif pada bibirnya. Dan seketika itu pula kesadarannya terkumpul. Sehun-menciumnya? Oh, kau bisa terkena masalah Im Yoona!

Dengan cepat, Yoona mendorong tubuh tegap Sehun, lalu—

PLAK

Dan seseorang seharusnya mencatat sejarah ini karena untuk pertama kalinya Oh Sehun ditampar oleh seorang gadis tak berkelas.

000

Rachel menatap Jongin—yang sedang menyeriangi menyaksikan kejadian itu—dengan tatapan mematikan. “Jadi ini maksudmu?! Kim Jongin, mati saja kau!!!”

BRAK

Yak Rachel! Aku akan mengadukanmu pada kepala sekolah karena kau telah melempar kekasihku dengan kursi!”

-Kkeut-

Ini hanyalah fanfiction pendek yang absurd. Jadi maaf kalau kurang memuaskan.

Tinggalkan jejak setelah membaca^^

Love,

Iviozey.

 

31 thoughts on “(Freelance) Truth or Dare

  1. thooooooooooooooooooooooooooor
    mian,,, tapi aku butuh banget yg namanya sequel,,,,,
    q pengen sehun ngejar-ngejar yoona,,,,,,

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s