My Love, My Coffee [8]

mylovemycoffee_heerinssi

Casts : Im Yoona

           Xi Luhan

Other casts : Xi Family

                           Oh Sehun

                           Park Chorong A pink

Genre : Romance, marriage, Sad

Rating : PG 17

Disclaimer : Seperti biasa ,tokoh menggunakan idol kpop dan oc, Karakter tokoh Is Mine

Story by Yoonafika

Poster by Heerinssi

Little Note # Aku mau ingatkan lagi. Para readers setia ff ini, jika kalian ingin tau akhir cerita ini kalian bisa meninggalkan jejak di setiap Part FF ya ! tau kan maksud nya? aku nggak mau nanti jadi nya banyak comment borongan dengan embel-embel saya new readers ^^. Untuk sekedar mengingatkan mumpung baru 8 part, hargai setiap karya orang lain eoh ^^ jangan jadi readers nakal!!

“Biji kopi biasanya dicampur untuk keseimbangan rasa dan kompleksitas aromanya, Rasa coklat yang khas sangat cocok dengan Kopi mocha minuman kopi yang dicampur dengan coklat. Kau harus pintar-pintar dalam mencampurkan varian rasa kopi, setidaknya cita rasa yang seimbang dengan aroma kopi akan membuat rasa kopi nikmat, kau mengerti?” ujar Luhan sembari menatap istrinya yang hanya memangut-mangutkan kepalanya tanda mengerti. Besok hari minggu, jadi mereka mempunyai banyak waktu luang untuk bersama. Yoona tentu saja tak menyianyiakan kesempatannya untuk menanyai Luhan tentang kopi, bahkan sampai selarut ini mereka masih belum tidur.

“Aku belum mengerti, berapa takaran gula yang pas?” Luhan menghela nafas pelan, lalu mengusap rambut Yoona pelan.

“Bukankah aku sudah mengajari mu?” Yoona menyengir malu.

“Aku lupa” namja itu hanya terkekeh, kemudian menarik pergelangan Yoona membawanya keluar kamar. Lantas mereka memasuk dapur Kopi. Luhan menempatkan dirinya di belakang Yoona yang tengah menghadap bar dapur yang di penuhi bahan-bahan membuat kopi.

“Ikuti aku” bisik Luhan pelan di telinga Yoona, gadis itu seketika merasa gugup dan merasa heran melihat perubahan sikap Luhan yang tiba-tiba seromantis ini. Bukankah Luhan romantis? Hanya saja ia tak menyadarinya. Dengan perlahan Luhan menuntun tangan Yoona untuk mengambil gula dengan sendok teh.

“Sendok teh?” tanya Yoona tak mengerti. Gadis itu bisa merasakan hembusan nafas hangat suaminya yang menerpa tengkuk lehernya.

“Iya, kau pikir sulit untuk menentukan takaran gulanya?”

“Tapi waktu itu kau mengajarinya dengan sangat berbelit-belit” sungut Yoona. Luhan hanya terkekeh, kemudian kembali mengambil sesendok kopi jenis robusta ke dalam mesin pembuat kopi.

“Campur hingga benar-benar tercampur kemudian saring” perintah Luhan. Yoona menurut, dengan perlahan ia mencapur semua bahan-bahannya. Setelah itu menyaringnya, tepat seperti apa yang Luhan perintahkan.

“Yak!! Kau pikir itu benar caranya?” tiba-tiba Luhan membentaknya hingga ia tersentak kaget.

“Ini sudah benar”

“Kau harus benar memegang saringannya” Yoona mendengus saat Luhan merebut saringan yang di pegangnya lalu kembali mencontohkan cara menyaring kopi. Terkadang sikap Luhan akan berubah menyebalkan ketika sedang mengajarinya membuat kopi. Dimata namja itu ia selalu salah.

“Ini” Luhan memberikan segelas kopi kepadanya untuk di cicipi, Yoona mengambil gelas itu dengan setengah hati.

“Bagaimana?”

“Tidak jauh beda dengan kopi buatan ku” lirih Yoona kesal, tanpa menatap suaminya.

“Kau pikir begitu?” Yoona mengangguk kesal namun detik berikutnya menggeleng. Karena jujur saja, Kopi buatan Luhan sangat jauh lebih nikmat di bandingkan buatannya. Luhan tersenyum tampan, Yoona sedang kesal dan ia tidak seharusnya membuat mood gadis itu semakin buruk.

“Dengar…” Luhan mendekat meraih tubuh istrinya ke dalam rengkuhannya.

“Jika kau ingin membuat kopi, bayangkan orang yang kau cintai sehingga kau bisa membuat kopi dengan sepenuh hati bukan setengah hati” mata Yoona menyipit menatap suaminya yang saat ini menunjukan senyum tulusnya.

“Oh yah? Jadi selama ini kau membayangkan siapa saat membuat kopi?” senyum tulus Luhan berubah menjadi seringai menggoda.

“Tentu gadis yang kucintai, dan bahkan aku mencintainya hingga sampai saat ingin aku belum merusak tubuhnya.” Pipi Yoona merona mendengar sindiran Luhan. Lalu wajah Luhan berubah serius sambil menatap Yoona. Dengan perlahan Luhan mendekatkan wajahnya hingga menyentuh hidung Yoona. Semakin mendekat sampai ia bisa memagut bibir merah itu, melumat basah dan mencecap setiap rasa manis di bibir ranum Yoona. Ciumannya semakin dalam saat Luhan menemukan rasa kopi manis di bibir Yoona membuat pria itu bergairah karena kenikmatan.

 

*****

 Yoona meringis ketika melihat Luhan berjalan ke lemari hanya memakai handuk sebatas pinggang. Apa pria ini sedang menggodanya? Dengan sengaja memamerkan dada bidang putihnya, namun hal itu pun tak bisa di pungkiri bahwa ia sangat tergoda dengan tubuh maskulin suaminya.

“Wae, kau berfikir aku sedang menggoda mu?” Tampaknya Luhan menyadari apa yang sedang istrinya itu pikirkan, ini memang sudah kebiasaannya bertelanjang dada sehabis mandi dan Yoona kerap merasa risih melihat suaminya sendiri bertelanjang dada, bisakah kalian memberi tanda kutip? ‘Yoona risih melihat ketelanjangan suami nya sendiri!’ Mungkin jika semua orang tau tentang hal ini, mereka akan menertawakannya. Yoona mendengus pelan lalu kembali berbaring. “Maaf oppa, aku sama sekali tidak tergoda oleh tubuh mu” Yoona berbohong, tentu saja ia sangat tergoda hingga ia sulit untuk menutupinya. Luhan berhenti mencari baju di lemari untuk sekedar menoleh menatap Yoona tak percaya.

“Kau bercanda? Kau tidak tergoda?” Yoona mengangguk polos dengan wajah tanpa dosanya yang selalu menjadi andalan gadis itu. Luhan mengusap wajahnya lalu kembali memilih baju di lemari pakaian. Namun detik berikutnya dahinya mengkerut dengan seringai jahil yang mulai muncul di wajah tampannya “Jika kau berfikir seperti itu, aku ingin menantang mu” Luhan tesenyum miring sambil menatap istrinya menantang, Yoona mengerutkan dahinya bingung.

“Menantang? Kau ingin menantang ku?” Luhan tidak bisa menahan kegemasannya saat melihat wajah istrinya yang nampak polos dan kerutan dahi lucu. Luhan memberikan kedipan mata genit pada Yoona. Ternyata istrinya itu belum mengerti maksudnya.

“Lihatlah aku memakai pakaian” detik itu juga Luhan melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya, hingga gadis itu menjerit kencang.

*****

 Bantal memang empuk tapi apa jadi nya jika bantal itu terbuat dari bahan yang tebal, Yoona benar-benar tega menimpuk suami nya sendiri dengan bantal besar hingga ia sedikit tersungkur ke lantai, dan gadis itu dengan lantang berkata

“Pergi keluar dari kamar pria mesum!” Dan disinilah ia berada, di pinggir kolam dengan piyama yang kusut. Padahal malam sudah larut, tapi Yoona benar-benar keras kepala menyuruh nya keluar kamar dan bilang bahwa ia tidak akan terlambat ke kantor karena besok adalah hari minggu. Tapi bagaimanapun juga ia ingin tidur sambil memeluk tubuh hangat istri nya yang sama sekali belum ia miliki seutuh nya. ‘Kau benar-benar pria malang’ gumam Luhan dalam hati, menatapan hamparan bintang di bawah pantulan air kolam berenang yang jernih.

*****

Tuan Xi tersenyum menatap putra-putranya yang terlihat kebingungan, pria tua itu kemudian duduk di hadapan mereka dengan wajah tegas namun ada sinar kelembutan di sana.

“Kita ke Jeju, ibu mu memaksa ku agar pergi berlibur akhir pekan ini”

“Kenapa mendadak sekali” lirih Kris dengan tampang yang entah kenapa hari ini terlihat lebih dingin. Luhan mengangguk setuju meski sedikit bingung dengan ekspresi dingin Kris.

“Kau tau bukan bagaimana ibu mu? Jadi sebaiknya kalian bersiap-siap bersama istri kalian” Tanpa ingin di bantah akhir nya kedua putra pewaris itu menuruti ucapan Appanya untuk bersiap. “Jadi kita akan berangkat esok hari”

*****

 Pagi-pagi sekali Ny Xi, Jessica dan Chorong tengah sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa ke Jeju di bantu para pelayan yang sibuk memasuki barang mereka ke dalam koper.

“Eomma, bawa topi pantai ini, eomma akan terlihat cantik bila memakai nya nanti” “Baik, simpan di koper eomma, ohh yah jangan lupa bawa semua perlengkapan kalian eohh! Jangan sampai ketinggalan”

“Baik eomma” sementara wanita-wanita itu tampak mempersiapkan semua kebutuhan wanitanya, para pria tampak menunggu bosan di mobil yang akan membawa mereka ke bandara.

“Apakah kalian tidak berniat pergi!” Teriak tuan Xi lantang, ia memang sudah sangat kesal menunggu wanita-wanita itu bersiap, sudah untung ia akhirnya membawa mereka berlibur, tapi kenyataan nya mereka malah menyia-nyiakan waktu hanya untuk bersiap. Setelah menunggu lima belas menit lamanya akhirnya mereka para wanita keluar dengan dandanan yang cukup mencolok. Tuan Xi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat mereka sementar Luhan tersyum lebar menatap istrinya yang berjalan di belakang. Yoona sangat cantik dengan gaun santai berwarna putih polos, istrinya tidak terlihat mencolok di antara ibunya, chorong dan Jessica yang berdandan luar biasa mewah dengan gaun-gaun berwarna cerah. Baginya Yoona adalah satu-satunya wanita tercantik di dunia ini.

“Kajja..” Luhan menghampiri Yoona lalu meraih tangan gadis itu dan menggenggam nya erat. Yoona tersenyum menatap suaminya yang terlihat luar biasa tampan dengan pakaian santai nya.

“Semua sudah siap?” Seruan Tuan Xi menyadarkan Yoona dan Luhan, mereka berdua kemudian saling berangkul menuju mobil van yang akan membawa mereka menuju bandara. Diam-diam tanpa Yoona dan Luhan sadari banyak pasang mata yang mengarah tak suka kearah mereka, binar bahagia keduanya mengundang tatapan-tatapan sinis dari mereka. Chorong bahkan menahan kemarahannya dengan mengepalkan tangannya dan ia bersumpah akan mengacaukan kebahagian suami istri itu dalam waktu dekat, tunggu saja tanggal mainnya.

 

*****

Setelah beberapa jam mereka menempuh perjalanan dari Seoul ke pulau terindah di Korea selatan, akhirnya keluarga Xi plus Chorong tiba disana dan langsung menuju Hotel mewah yang berdekatan dengan pinggir pantai.

Hotel berbintang lima yang sangat mewah itu akan menampung mereka selama berlibur, tentu saja hal ini menjadi yang ditunggu-tunggu bagi mereka untuk melepas kepenatan. Hal itu pula di rasakan oleh Yoona, sejak mereka sampai mata gadis itu terus berbinar menatap hamparan laut biru dan pasir putih yang membentang. Ini memang bukan yang pertama baginya tapi hal ini sangat langka untuknya. Setelah beranjak dewasa Yoona tidak pernah lagi menginjakan kakinya ke pulau Jeju.

“Senang?” Tiba-tiba Luhan sudah di belakangnya, memeluk erat perutnya dan menghembuskan nafas hangat di tengkuknya. Yoona tersenyum lebar, ia berbalik lalu memeluk mesra suaminya.

“Senang, aku sangat senang oppa” Luhan ikut tersenyum melihat istrinya. Sedikit merasa bersalah karena ia jarang mengajak Yoona berlibur, istrinya pasti merasakan kejenuhan meski mempunyai kegiatan perkuliahannya namun itu tidak cukup membuatnya merasakan refleksi.

“Aku ingin kesana” Yoona menunjuk hamparan putih pasir yang terlihat menggoda untuk di pijak dan juga deburan ombak sedang pun tak luput dari keinginan Yoona agar segera menikmati keindahaan alama itu.

“Tidak boleh, kita perlu istirahat dulu”

“Ayolah, ini masih sore dan aku tidak mau melewatkan matahari terbenam” Yoona merajuk seperti anak kecil yang meminta di belikan mainan oleh papanya. Luhan mengusap lembut rambut panjang Yoona dengan sayang.

“Kau lelah sayang, bahkan tadi kau tidak tidur”

“Aku hanya bisa tidur jika malam hari, ayolah oppa, kau tidak mau membuat ku marah bukan?” Desakan Yoona yang akhirnya meluluhkan hati Luhan, ia mana mungkin menang melawan istrinya yang sangat keras kepala.

“Oke! Tapi kita harus makan dulu” Yoona tersenyum senang lalu mengapit lengan Luhan pergi kebawah untuk makan.

*****

“Oppa ganti baju mu eohh!!” Seru Jessica manja ketika Kris masuk ke kamar hotel yang mereka tempati. Kris hanya meliriknya sekilas lalu berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya di sana, hal itu membuat Jessica mendengus kesal, Kris jelas-jelas sedang mengabaikannya dan ia tidak suka jika di abaikan. Satu tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga tak pernah sekali pun Kris menganggapnya sebagai istrinya, miris memang karena suaminya itu masih mengharapkan Yoona yang jelas-jelas sudah menjadi istri Luhan namun ia tidak pernah peduli dan tetap memaksakan kehendaknya pada Kris.

“Kau tidak mau mendengarkan ku eoh!!” Tanpa menyerah Jessica kembali bersuara nyaring yang membuat Kris mau tak mau bangkit dan menatapnya tajam.

“Kau bisa diam? Aku lelah dan tidak ingin di ganggu” lirih Kris dingin dengan tatapan tajam yang menusuk, membuat Jessica sedikit takut untuk memaksa Kris menurutinya. Kris akan sangat menyeramkan jika sedang marah.

“Oke! Tapi oppa harus segera ganti baju lalu turun untuk makan, aku menunggu mu oppa” Lalu Jessica menghilang di balik pintu meninggalkan Kris yang menatap kepergian itu dengan tajam, rahangnya tampak mengeras menahan marah, ia membenci hidupnya.

*****

“Nanti malam kita akan bersantai di tepi laut sambil menatap hamparan bintang-bintang di langit, pasti akan seru karena akan ada api unggun untuk menghangatkan suasana benarkan eomonim” seru Chorong dengan wajah berbinar membayangkan nanti malam, ia benar-benar menyukai hal itu dan tentunya ia akan mengajak Luhan untuk bersamanya. Chorong melirik Luhan yang sibuk dengan gadis itu, rahangnya mengeras menahan kecemburuan yang membara ia harus menyingkirkan Yoona segera.

“Geure, dan besoknya akan ada festival musim gugur” ujar Ny.Xi tak kalah berbinar. “Festival musim gugur tidak akan seru, aku akan bersepeda besok” ujar Sehun sambil menyantap makanannya. Chorong yang berada di sebelahnya mendengus pelan.

“Aku tak yakin kau bisa naik sepeda” ujar gadis itu dengan suara mencemooh. Sehun tersenyum miring lalu menatap Chorong tajam.

“Gadis bodoh seperti mu meremehkan kemampuan ku, apa kau gila?” Seru Sehun dengan ekpresi datar. Pria itu memang terang-terangan tidak menyukai gadis manja seperti Chorong, ia akan secara blak-blakan menyumpah serapah gadis itu tak peduli meski di hadapan para orang tua mereka, lagi pula bukan hal yang tabu bagi mereka mengingat Sehun adalah pria dingin yang suka bertindak seenaknya. “Bodoh, kau juga bodoh. aku ingat kau pernah jatuh dari sepeda membuat semua orang khawatir karena pria dingin yang mengaku paling jantan itu bisa jatuh dari sepeda hingga seluruh tubuhnya memar” mendadak suara menjadi hening untuk beberapa saat lalu pecah saat suara tawa Tuan Xi menggema diikuti suara Ny.Xi “Apakah kalian bisa berhenti bertengkar?” Tegur Ny.Xi dengan senyum yang tidak bisa di tahan.

“Ya aku ingat Sehun pria yang jantan” seru Luhan ikutan, ia sengaja untuk menggoda sepupunya. Sehun yang kini berwajah masam hanya terdiam melihat mereka yang tertawa namun kemudian senyumnya mengembang ketika melihat seorang gadis yang ikut tersenyum.

“Yah tertawalah kalian semua” lirihnya tanpa menghilangkan senyuman di bibirnya.

 

*****

“Aku sudah lama tidak seperti Ini” ujar Yoona riang. Kini mereka tengah menikmati pemandangan sore hari di pinggir pantai, seperti apa yang Yoona inginkan. “Mianhae, aku tidak ada waktu untuk mengajak mu berlibur, tapi bukankah kemarin kita juga ke pantai saat di China?” Yoona mendengus dan melirik Luhan tajam.

“Itu bukan liburan, dan aku tidak suka di sana” Luhan tersenyum mengerti, Yoona pasti masih merasa kesal dengan kejadian itu.

“Aku janji setelah urusan perusahaan selesai dan kau lulus kuliah kita akan pergi bulan madu” Mereka sebenarnya menunda hal yang paling berharga untuk menikmati masa pengantin baru, karena memang pada dasarnya pernikahan ini tidak sepenuhnya di setujui oleh keluarga Xi jadi tentu hal seperti berbulan madu tidak terpikirkan oleh mereka apalagi Yoona yang masih harus meneruskan kuliahnya.

“Aku tidak perlu hal semacam itu, yang terpenting kau selalu ada di samping ku” Luhan tersenyun lembut, ia meraih kedua tangan Yoona dan meremasnya pelan. “Sejak kapan kata-kata mu seperti itu?” Pria itu mengerutkan dahinya.

“Sejak tadi” tawa pelan menghiasi wajah Yoona Gadis itu berlari-lari kecil dengan senyum lebar. Rambut cokelatnya tampak berkibar ketika angin menerpanya dan itu merupakan pemandangan terindah yang di suguhkan Yoona untuknya.

Luhan tersenyum pelan dan bergumam. ‘My love, aku berjanji akan selalu mempertahankan senyum itu terus menghiasi wajah cantik mu’

*****

“Bagaimanapun kau harus melepaskannya, aku sudah bosan membahas tentang ini” Kris berdehem pelan mendengar suara yang mirip pekikan di sebrang sana.

“Kau tidak berhak melarang ku, kau hanya perlu melaksanakan semua perintahku” balasnya tenang namun syarat akan ketajaman. Seseorang di sebrang sana sudah merasakan aura tidak enak meski ia tak melihat langsung bagaimana ekpresi Kris. Ia sangat mengenal sifat asli Kris sehingga ia tidak bisa melakukan tindakan gegabah yang akan mengancam nyawanya.

“Oke, aku akan melaksanakan semua tugas ku kau puas?” Sambungan itu di matikan setelah Kris mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Mata tajamnya memperhatikan Yoona dan Luhan di bawah sana, seringai mengerikan muncul kala ia mengingat rencana besarnya yang akan merusak pasangan itu, bagaimanpun juga tidak ada yang tau sifat aslinya yang mampu membuat rencana jahat, yang terpenting sifat asli Kris muncul sejak ia sangat mencintai wanita itu.

*****

 Perkataan Chorong benar-benar terlaksanakan. Kini semuanya menikmati malam yang bertabur bintang dan ada api unggun yang menjaga mereka agar tetap hangat. Deburan ombak menghidupkan suasana malam di pantai, banyak orang yang menikmati susana malam juga sehingga tidak hanya keluarga Xi saja di sana. Luhan tengah memanggang ikan dan juga beberapa hewan laut yang menimbulkan aroma khas laut yang sedap bersama Sehun.

Tuan Xi sibuk berbicara dengan rekan bisnisnya yang kebetulan tengah berlibur juga bersama anak-anak dan istrinya suasana semakin hangat ketika Jessica dan Chorong bermain gitar sambil bernyanyi riang ditemani Ny.Xi yang tertawa ketika kedua gadis itu sesekali bertengkar. Sedangkan, seperti suara jangkrik yang berbunyi Yoona gadis itu hanya terdiam sambil menatap langit. Gadis itu duduk sedikit jauh dari mereka, tidak ada yang menemani hanya diam menunggu suaminya memanggang. Jika ia mau, ia bisa saja bergabung dengan Jessica dan Chorong namun itu sama saja ia mempermalukan diri pada semua orang, karena jelas kedua gadis itu akan berteriak karena ia ikut bergabung dengan mereka sehingga semua orang pasti memusatkan perhatiannya pada mereka.

Kris yang sedari tadi hanya duduk diam di samping Tuan Xi melihat Yoona dengan datar, rupanya gadis itu kesepian sementara suaminya asik memanggang ikan dan tentu saja Chorong, Jessica dan eommanya tidak akan mengajak wanita itu bergabung. Dengan perlahan ia bangkit mendekati Yoona dan duduk di samping gadis itu.

“Sendirian?” Sapa Kris lembut, Yoona menoleh mendapati Kris tersenyum kearahnya.

“Ya aku sendirian dan merasa terasingkan” jawab Yoona dengan senyum hambar, Melihat sedikit kearah kelurga Xi yang tampak hangat.

“Kau juga bagian dari mereka Yoong” gumam Kris datar.

“Tentu saja, aku hanya bercanda tadi” perlahan senyum lembut terukir di wajah Kris, jujur saja, senyum lembut dan menawan yang terpatri di wajah tampan Kris hanya ditunjukan khusus pada Yoona saja.

“Kau ingat? Aku pernah mengajak mu ke kebun matahari” kenang Kris di selingi kekehan kecil yang membuat Yoona menyerengit.

“Iya aku ingat saat umur ku 17 tahun dan oppa 19 tahun, itu sudah lama sekali” Kris mengangguk mengiyakan, ia beralih menatap Yoona yang juga sedang menatapnya. “Itu adalah surga tersembunyi yang aku miliki dan kau orang pertama yang mengetahuinya”

“Dan saat itu pula aku menyukai bunga matahari, sungguh indah kenapa oppa tidak pernah mengajak ku ke sana lagi?” Tanya Yoona dengan dahi berkerut. Kris tersenyum misterius lalu membisikan sesuatu pada Yoona hingga membuat gadis itu tercengang.

“Apakah kau Ingin segera pergi ke tempat itu?” Yoona mengangguk semangat dengan wajah berbinar. Tentu saja ia tidak akan pernah menolak pergi ke tempat seindah itu.

“Yak! Apa yang kalian bicarakan” tiba-tiba terdengar seruan marah dari gadis berambut pirang yang berjalan kearah mereka. Wajahnya nampak merah menahan amarahnya yang meluap.

Jessica menarik Kris hingga pria itu berdiri lalu menatap Yoona dengan tajam. Yoona ikut berdiri dengan bingung.

“Kenapa hanya diam saja? Bantu kami menyiapkan makanana bukan hanya diam menggoda suami ku gadis jalang”

“Hey tutup mulut mu” Kris menghempaskan tangan Jessica yang menggenggamnya erat, ia benar-benar terkejut ketika gadis itu tiba-tiba berteriak pada Yoona. “Kenapa kau sampai berfikir Yoona sedang menggoda ku? Apa semua di otak mu hanya itu?” Pertengkaran itu membuat semua orang memusatkan perhatiannya pada mereka.

“Mwo?” Wanita itu kaget luar biasa karena Kris membentaknya dengan suara tinggi dan ini pertama kalinya, biasanya jika marah Kris hanya diam menunjukan ekspresi datar dan dingin atau hanya mengeluarkan kata-kata tajamnya tapi sekarang, Kris benar-benar marah padanya karena gadis itu.

“Oppa kau membentak ku?”

“Hey cukup hentikan kalian!” Ny.Xi datang menengahi, sebelum pertengkaran itu berlanjut. Wanita paruh baya itu menarik lengan Jessica dan mengusapnya pelan. “Tenanglah” sehutnya menenangkan, Yoona melihat bagaimana cara Ny.Xi menenangkan Jessica dan ia merasakan iri karena wanita itu sangat menyayangi Jessica, sebenarnya ia juga menginginkan perhatian dari Ny.Xi yang sudah seperti sosok ibu untuknya.

Mendadak ia merindukan ibunya yang tidak pernah ia miliki, ibunya pergi meninggalkannya sebelum ia benar-benar merasakan sosok wanita yang sudah melahirkannya kedunia, appanya pernah bercerita bahwa ibunya pergi saat ia berumur 2 tahun sehingga kini ia tidak pernah mengingat sosok asli ibunya. “Apakah kau masih betah berdiam diri seperti orang bodoh Im Yoona?” Seru Ny.Xi membuatnya tersentak dari lamunan singkatnya, ia menatap Jessica dan Ny.Xi bergantian lalu menunduk.

“Mianhae” Luhan datang menghampiri mereka lalu merangkul Yoona.

“Wae, Apa yang sedang terjadi?” Kini Luhan yang menatap Ny.Xi dan Jessica bergantian.

“Tanyakan sendiri pada istrimu Xi Luhan” usai mengatakan hal itu Ny.Xi membawa Jessica pergi tak lupa yeoja paruh baya itu menyuruh Kris agar mengikutinya dengan tatapan mengancam, dan kini hanya Luhan dan Yoona yang masih betah berdiam diri.

“Gwencana?” Luhan menyentuh kedua pipi Yoona dan menegakannya agar ia bisa menatap mata rusa istrinya. Yoona mengangguk pelan dengan ekspresi sedih.

“Kris oppa menemaniku karena aku sedirian kami hanya mengobrol dan setelah itu Jessica menghampiri kami dan dia marah” ujar Yoona mencoba menjelaskan, ia tidak mengerti kenapa hal ringan seperti ini bisa berdampak begitu besar pada dirinya, hinaan dan umpatan seolah hal yang sudah biasa diucapkan mereka untuknya dan ia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran mereka semua yang seolah-olah menginginkan ia terus menderita dan terhina di depan semua orang. “Apa salah ku” suara Yoona tertelan dalam dekapan erat Luhan, pria itu mendekap tubuh istrinya erat berusaha menenangkan.

“Maafkan aku, mereka hanya terlalu berlebihan, mungkin kecemburuan Jessica berada di level atas hingga ia sampai cemburu melihat mu dan Kris berduaan” Mungkinkah itu alasannya? Tapi bukan satu kali dua kali Jessica dan juga Chorong bersikap seperti itu, mereka seolah menjadikan kesalahan kecilnya menjadi masalah besar yang mengundang perhatian semua orang, ini gila! Ia tidak mau hidup di kelilingi mahluk licik seperti mereka.

*****

 “Ikut aku, kita perlu bicara” Kris menarik tangan Jessica tanpa memperdulikan pekikan Ibunya yang berusaha menghentikan mereka, ia harus memberi perhitungan pada gadis ini sebelum mencapai puncaknya atau jika gadis ini memberontak ia akan membuat hari ini menjadi puncaknya.

Mereka sampai dikamar hotel yang mereka tempati. Menutup pintu dengan keras lalu Kris menghempaskan Jessica begitu saja hingga membuat gadis itu meringis.

“Yak Oppa kenapa semakan hari kau semakin kasar kepada ku”

“Seharusnya kau tau apa yang membuat ku bertindak kasar padamu” ucapan Kris bernada dingin yang menyeramkan, Jessica tak pernah berhadapan dengan Kris yang seperti ini. Kata datar, dingin dan tajam memang masih melekat pada diri pria itu tapi entah kenapa ia harus menambahkan kata ‘menyeramkan dan kejam’ pada Kris yang menurutnya kini semakin berubah, apa yang membuat suaminya seperti ini, apakah karena Yoona?

“Apakan tindakan kasar mu ini karena gadis itu” Kris terlihat semakin marah ketika Jessica kembali mengkaitkan Yoona sebagai penyebab utamanya.

“Jika kau tidak berhenti bersikap seperti ini aku tidak akan tinggal diam” Ekspresi wajah Jessica melunak, ia berhenti menunjukan ekspresi menyebalkan ketika menyadari apa yang di maksud dari ucapan Kris.

“Apa oppa sedang memberiku sebuah ancaman agar aku tak mengganggu gadis itu, oppa apa kau tidak mencintai ku? Kau belum menghilangkan cinta mu pada gadis itu…”

“Namanya Im Yoona” Jessica mulai terisak , bahkan pria itu memotong ucapannya hanya untuk membenarkan panggilannya pada gadis itu.

“Kau benar-benar jahat Kris” wajah Kris tak bereaksi, pria itu sedari tadi hanya menunjukan wajah datar dan sama sekali tidak merasa iba pada Jessica yang mulai menangis. Ia sama sekali tidak punya perasaan pada gadis itu, hatinya sudah benar-benar terkunci oleh sosok Yoona yang kini sudah di miliki oleh Luhan dan kini ia benar-benar menyesal menerima perjodohan ini hingga merekalakan wanita yang di cintainya di miliki oleh adiknya. Pada saat itulah timbul rasa penyesalan dan kebencian pada orang-orang yang mencoba menghalangi jalannya untuk kembali memiliki Yoona, ia bertekad pada dirinya sendiri bahwa Yoona harus menjadi miliknya apapun yang terjadi.

*****

 Yoona terbangun karena sebuah ciuman bertubi-tubi yang menghujat wajahnya, matanya terbuka ketika bisikan sehalus bulu mengalun di telinganya dan siapa lagi jika bukan Luhan pelakunya.

“Satu ciuman rupanya tidak membangunkan putri tidur, jadi aku harus memberikan ciuman beberapa kali untuk membuatnya bangun” Luhan memeluknya lembut usai mengatakan hal itu, sapaan pagi yang membuat hati Yoona langsung cerah.

“Tidur mu nyenyak?” Tanya Luhan sambil mengecupi bahu Yoona yang sedikit terbuka, karena gadis itu memakai baju longgar sehingga menampakan bahunya yang seputih salju. Yoona hanya mengangguk sebagai jawaban lalu menyeringit saat pria itu memberikan gigitan-gigitan kecil di bahunya. Yoona menahan nafasnya saat ciuman Luhan beralih menuju Lehernya, menjilatnya pelan dan mengigitnya seolah tengah menandai rusa betinanya.

“Luhan-ah” Yoona berusaha menolak, ia harus mengehentikan ini karena ia tahu Luhan sedang memacing gairahnya agar tidak menolak setiap cumbuan pria itu.

“Kau seperti seorang gadis remaja yang sedang menolak bercinta bersama pacarnya” gumam Luhan parau, matanya gelap menahan gairah. Yoona tertegun, kenapa gairah Luhan sangat mudah terpancing ataukah Luhan sedang berusaha agar ia tidak menolak? Tapi…

“Akhhh oppaaa” Yoona benar-benar terkejut ketika tangan Luhan tiba-tiba menyentuh payudaranya lembut, dengan spontan Yoona mendorong Luhan menjauh.

“Apa yang kau lakukan!”

“Kau masih bertanya?” Luhan mendengus lalu bangkit dari berbaringnya.

“Mianhae aku tadi tidak bisa menahannya” Luhan berkata dengan sedikit gugup dan bingung, pria itu kemudian masuk ke kamar mandi meninggalkan Yoona dengan perasaan dongkol. Oh astaga dia kembali membuat suaminya kecewa, menolak lagi untuk di sentuh padahal Luhan sudah sangat bergairah tapi… Yoona memejamkan matanya berusaha untuk menenangkan diri, ia sungguh belum siap dan setiap Luhan akan melakukannya selalu timbul rasa takut dalam benaknya. Pasti selama ini Luhan menyesal menikah dengannya dan diam-diam melampiaskan gairahnya pada wanita lain, Chorong misalnya.

Ia menggeleng cepat memikirkan hal buruk yang mungkin akan terjadi, memikitkannya saja sudah membuatnya sesak atau ia perlahan akan mencoba? Yoona menelan salivanya ia takut, gugup dan sangat bingung. Tidak mungkin ia terus-terusan seperti ini, menolak sesuatu yang seharusnya sudah menjadi kewajibanya sebagai istri dan kini Yoona bertekad akan mulai mencoba, membiarkan Luhan menyentuhnya. ‘Tenang Im Yoona, Luhan adalah suami mu’ batinnya.

*****

 Chorong mengaduk milkshakenya bosan, ia benar-benar bosan sendirian. Ny.Xi dan Tuan Xu pergi berdua entah kemana, kedua orang tua itu benar-benar kembali berbulan madu rupanya, menikmati masa-masa dimana dunia milik mereka. Astaga ia bahkan merasa iri melihat pasangan tua itu. Sementara itu ia tidak melihat Jessica? Ia belum melihat lagi yeoja itu saat Kris menariknya pergi, apakah mereka juga menikmati waktu berduaan di dalam kamar? Tapi bukankah mereka saat itu sedang bertengkar? Berbagai pertanyaan terus memenuhi otak Chorong sehingga tanpa di sengaja matanya menatap Luhan. Seketika senyum lebar menghiasi wajahnya ketika Luhan yang terlihat sangat tampan tengah berjalan sediri tanpa di temani Yoona, kemana gadis itu? Chorong tersenyum lembut, ia tidak peduli dimana gadis itu dan sebaikanya Yoona tak muncul untuk menganggu.

“Oppa!” Chorong langsung menggelayuti lengan Luhan manja, bersikap seolah pria ini adalah pacarnya.

“Oppa aku bosan, bagaimana kalau kita jalan-jalan di pinggir pantai?”

“Aku tidak bisa” balas Luhan datar, namun Chorong tak menyerah.

“Oh atau kita menyusul Sehun bersepeda, anak itu mungkin sudah dari tadi bersepeda karena aku melihatnya keluar pagi sekali”

“Benarkan?” Chorong semakin senang karena Luhan merespon ucapannya walaupun sedikit.

“Oppa ingat masa kecil kita? Dulu oppa pernah bilang ingin menikah dengan ku” “Itu pembicaraan bodoh ku sewaktu kecil” jawab Luhan seenaknya membuat hati Chorong sedikit sakit. Mereka berjalan santai di dekat taman hotel, sambil sesekali berdebat kecil.

Chorong bahkan sama sekali tak melepaskan rangkulan eratnya di lengan Luhan, pria itu terlihat risih memang tapi tidak berusaha untuk melepaskannya. Luhan mendengus, kenapa Yoona lama sekali? Bukankah tadi mereka sepakat untuk berjalan-jalan dan ia akan menunggunya di bawah tapi hingga kini gadis itu belum turun?

*****

 “Kau jangan pergi kemana-mana sekarang” Kris membanting pintu kamarnya dengan kencang lalu menguncinya, ia benar-benar harus memberi gadis itu perlajaran. Semalaman mereka bertengkar hebat sampai Kris pada akhirnya harus kembali mengalah, tapi ia tidak bodoh, Jessica pasti akan menceritakan perlakuannya kepada Eommanya jadi Kris memutuskan akan mengurung Jessica hingga gadis itu tenang dan ia bisa menebarkan beberapa ancaman untuk menutup mulut gadis itu.

“Oppa akan mengurung ku? Kau gila!!”

“Anggap saja ini sebuah hukuman karena kau membuat masalah kemarin malam”

“Aku tidak terima ini, kau menghukum ku hanya karena masalah itu? Kau benar-benar masih mencintai Im Yoona”

“Apakah kau bisa berhenti Bicara!!” Bentakan Kris kembali membuat telinga Jessica berdengung dan terasa sakit, semalam ia tidak berhenti menangis sampai saat ini ia tidak bisa mengeluarkan air matanya, air matanya sudah mengering dan semua itu karena tindakan Kris yang berubah kasar hanya karena seorang Im Yoona.

Ia bisa saja mengatakan hal ini pada Ny.Xi tapi Kris sudah mengancamnya, jika ia mengatakan semua itu Kris akan menceraikannya dan itu tidak boleh terjadi, ia sungguh sangat mencintai Kris dan tak akan pernah melepaskan pria itu.

“Jangan habiskan suara mu untuk berteriak, karena tidak akan ada orang yang akan mendengarkan mu” setelah itu Kris menutup pintu kamar hotel dengan gebrakan kencang.

“Kau jahat Kris aku membenci mu” Kris tak menghiraukan teriakan itu, ia berjalan pergi namun  ia berhenti saat melihat seseorang di ujung sana tengah menatapnya tak percaya.

 

TBC

Maaf postnya kembali lama. sekarang aku gak janji buat post semua ff ku dengan cepet ya😥. jujur aja aku udh gak semangat buat bikin ff kecuali kalian para readers meninggalkan komentar positif maupun negatif di setiap ff ku (Modus) hahaha.

Maaf terlalu banyak Typo menyebar

Maaf jalan cerita yang membosankan dan gak nyambung

Maaf bahasa yang kurang enak dan terlihat berantakan

Aku belum terlalu percaya diri sama ff buatan ku, yang jelas aku udah berusaha untuk tidak meninggalkan tanggung jawabku untuk membuat  lanjutan cerita ff ini. Aku senang banyak yang menanyakan ff buatan ku dan itu akan menjadi motivasi ku untuk membuat lanjutan cerita fanfic ku. TERIMAKASIH!! Brother Sister masih Mandeg gak jalan-jalan Maaf ya😥 tapi pasti ada lanjutan nya kok …

Love You all

127 thoughts on “My Love, My Coffee [8]

  1. Siapa orang yg terakhir bicara itu ? Yoona kah ? Aku kira kris beneran mau lepasin yoona,ternyata dia udah pny rencana buat pisahin luyoon..
    Suka sma ff ini,, feel ny dpt smpai pgn nangis jga klau yoona lgi sedih😀
    keep writing n FIGHTING thor!! ^^

  2. Siapa? Yoona kah itu?
    Luhan knapa mau sja chorong trus menempel dengannya?
    Nanti yoona sakit hati lgi kan?
    Ga nyangka kris sperti itu,
    keren critanya, ditunggu banget chapter 9 nya.
    FIGHTING

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s