6th Unperfect

unperfect6
.

UNPERFECT

by chiharu ( @chiharuu98 )

Cast

Im Yoona | Xi Luhan | Annalise Dync (OC) | Kim Jongin | Oh Sehun

Genre

Psycho | School-life | Romance | Friendship | Drama

Rating

PG15

Disclaimer

Pure mine, don’t claim this as yours.

“Apa kau mengenalnya?”

Yoona menatap Sehun dengan tatapan bingung lalu kembali memfokuskan wajahnya ke depan. Ia tambah terkejut saat mengetahui bahwa lelaki bernama Kai itu duduk di belakang mejanya.

“Hai.” sapa lelaki itu saat Yoona dengan kaget menoleh ke belakang.

“Apa yang salah?” Sehun bertanya sambil memasang wajah kebingungan.

///

Pelajaran ini terasa membosankan bagi Yoona. Guru Jung membagi-bagi murid yang ada dikelas ini kedalam beberapa kelompok belajar. Sebenarnya tidak ada masalah. Oh Sehun yang punya keingin tahuan tingkat tinggi itu sangat menguntungkan—walaupun lebih banyak mengatur dan apapun harus sesuai dengan persetujuannya.

Dan kedua, Kim Jongin. Lelaki yang memaksa dipanggil Kai itu satu kelompok dengannya.

Yoona benar-benar tidak menyangka hal ini akan terjadi. Sikap menyebalkannya kembali lagi terlihat, seperti saat dimana ia satu taksi dengan lelaki itu.

Yoona menulis apa yang Sehun katakan dengan cuek. Ia sama sekali tidak tertarik dengan hal lain, baginya yang terpenting sekarang adalah menulis dengan cepat agar kelas sekaligus keompok belajar ini segera berakhir.

“Selesai.” Yoona bergumam pelan lalu menyerahkan buku itu pada Sehun untuk segera dikumpulkan pada Guru Jung. “Tsk.” namun perhatiannya kini beralih pada Jongin yang dengan cuek tengah memainkan bolpoin dan mengepal-ngepal kertas. Cih, tidak ada kerjaan.

Bayangkan saja, sedari tadi Jongin tidak mengerjakan apapun atau menyumbangkan tenaga apalagi pikiran untuk tugas kelompok mereka. Yoona semakin dibuat sebal dengan pemikiran Sehun yang menyatakan bahwa Jongin adalah murid baru dan tidak ada salahnya ia diam saja. Dengan begitu, hampir semua pekerjaan tertumpu pada Yoona yang menjabat sebagai sekretaris— sementara Sehun tinggal searching materi di internet dan menyuruh-nyuruhnya ini itu. Benar-benar sialan.

Yoona mendengus kearah Jongin sambil membereskan tatanan rambutnya yang agak acak-acakan.

“Kau memperhatikanku?” pertanyaan itu mulus keluar dari mulut Jongin, lelaki itu terseyum-senyum kearah Im Yoona yang tengah menatap aneh sekaligus sebal padanya.

“Kadar percaya dirimu tinggi sekali, Kim Jongin.”

Tsk. Jongin mendecik sebal atas apa yang diucapkan oleh Yoona.

“Sudah kubilang, panggil aku dengan sebutan Kai.”

“Lalu?”

“Kau tidak boleh menyebutku dengan nama itu.” Jongin berdecak pelan. Kenapa tiba-tiba saja moodnya menjadi rusak seperti ini?

Oh Ya Tuhan! Jongin kan benci dengan nama itu! Baiklah, sekarang mari panggil dia dengan sebutan Kai.

Melihat raut wajah lelaki itu agak berubah, Yoona meringis. “Baiklah. Aku akan panggil kau dengan sebutan Kai.”

///

“Kenapa kau bisa mengenalnya?”

Yoona memutar bola matanya kesal. Hari ini Sehun mengajaknya ke kafetaria lagi, tapi lebih baik daripada ia harus diam di kelas dengan lelaki pecicilan bernama Kai itu.

“Dari tadi kau terus mengulang pertanyaan yang sama.” Yoona menjawab dengan cuek lalu menyuapkan sepotong gimbap kedalam mulutnya. Kali ini, ia duduk disisi jendela lagi—seperti biasa.

Melihat gelagat Yoona yang benar-benar cuek menanggapinya, Sehun kesal setengah mati pada gadis itu. “Aku tidak akan mengulangnya lagi kalau kau menjawabnya.”

“Jadi aku harus?”

Sehun mengangguk halus dan menanti jawaban apa yang akan Yoona berikan. Sesungguhnya Yoona adalah gadis yang mencurigakan dimata Sehun, maka dari itu ia tertarik menjadi temannya dan ingin tahu bagaimana kehidupan Im Yoona—si gadis aneh sekolah.

“Aku pernah satu taksi dengannya karena tidak sengaja.”

“Lalu?”

“Lalu sekarang aku bertemu lagi dengannya disini.”

Hosh. Sehun mendengus kesal saat mendengar jawaban Yoona barusan. Jawaban yang terdengar sumbang. “Apa hanya itu?”

“Kau terlihat penasaran sekali. Satu syarat jika kau ingin menjadi temanku, jangan bertanya tentang hal-hal tidak penting.”

///

Anna menarik salah-satu kursi di kafetaria dan bergabung dimeja yang sedang ditempati oleh Seulgi dan Irene.

Gadis yang memiliki rambut karamel itu sontak bertanya akan kehadiran Anna diantara mereka. “Kau terlihat tidak baik-baik saja.”

“Ya, seperti yang kau lihat.” tambah Anna sambil memainkan sedotan yang ada pada orange juice-nya.

Well, mereka terlihat care satu sama lain. Itu dikarenakan Anna sudah resmi menjadi bagian dari mereka—dua gadis cantik yang sangat populer di sekolah ini. Itu adalah sebuah kebanggaan bagi Anna, dan nampaknya ia akan menetap di Korea dalam jangka waktu yang cukup lama.

Anna sama sekali tidak keberatan dengan status Seulgi yang pernah menjadi pacar Luhan. Lagipula gadis itu terlihat sudah tak acuh dengan Luhan. Bayangkan saja, Seulgi dikelilingi oleh lelaki tampan di sekolah ini.

Selain itu, Seulgi dan Irene begitu populer disekolah ini. Kang Seulgi adalah anak donatur terbesar di Jaeil High School. Sementara itu, Irene Bae adalah anak seorang CEO brand fashion terkenal di Korea. Jadi jangan salahkan mereka jika mereka populer disini, selain wajah cantik yang tentunya mutlak.

Karena alasan itulah maka Anna sangat senang berteman dengan mereka. Dan tentunya jauh-jauh dengan si freak Im Yoona.

“Sebenarnya, ada apa denganmu?” kali ini Irene yang bertanya padanya.

“Kalian tahu, aku batal pergi dengan Luhan.”

“Apa itu benar?” Seulgi terlihat menimpali dengan antusias. “Bagaimana bisa itu terjadi?”

“Sebenarnya itu tidak masalah bagiku. Tapi betapa muaknya aku ketika dia berjalan dengan Im Yoona.” Suara Anna terdengar kesal, mata abu-abunya terlihat tajam.

“Kau tidak usah khawatir. Luhan adalah orang yang baik, dan tidak akan mungkin ada apa-apa diantara mereka. Percayalah padaku.” Seulgi menggenggam tangan Anna sambil menatapnya dengan lembut, ia memastikan bahwa Im Yoona tidak mungkin berpacaran dengan Luhan.

“Tapi bagaimana kalau itu terjadi? Luhan sudah mengetahui bagaimana perasaan Yoona yang sebenarnya.”

“Oh gosh!” Irene memekik dengan tiba-tiba. “Aku melupakan hal yang salah pada dirimu, Ann.”

Kedua gadis itu dengan reflek menatap pada Irene dan memberikan tatapan seolah memintanya untuk bicara lagi.

“Itu semua kau yang lakukan. Kau menempel selembar diary itu di mading.” Irene memutar bola matanya, merasa prihatin atas apa yang dilakukan Anna.

“Sst, ini kafetaria. Bagaimana kalau ada yang dengar.” Anna berbisik dengan raut wajah panik pada kedua gadis itu.

///

Yoona memasukkan bukunya kedalam loker yang ada diluar. Jam pelajaran sudah habis kurang lebih sepuluh menit yang lalu. Koridor sekolah terlihat sudah sepi. Ia sengaja belum pulang karena ada sesuatu yang menyebalkan yang menyebabkannya tidak bisa pulang sekarang.

Bagaimana tidak menyebalkan kalau ia harus mengerjakan tugas kelompok pelajaran Biologi milik guru Jung. Sehun memaksanya untuk menyelesikannya hari ini juga. Lebih parahnya lagi, manusia menyebalkan itu menyanggupinya. Jelas saja menyanggupi karena lelaki bernama Kai itu tidak akan ikut bekerja. Yoona mendengus kesal saat ia ingat akan kenyataan itu.

Yoona menutup lokernya karena kesal dan ia berniat untuk kembali ke kelas menemui Oh Sehun dan Kai. Namun langkahnya terhenti saat ada seorang lelaki mendekat padanya.

“Kau belum pulang?”

Yoona tersenyum kikuk menanggapi pertanyaan yang dilontarkan lelaki itu. “A-aku ada tugas kelompok, Luhan-ssi.”

“Jangan panggil aku seformal itu.” lelaki itu—yang diyakini memang Luhan terkekeh pelan. “Kalau ada yang bisa kubantu, aku bersedia membantumu.”

“Tidak usah, masih ada teman-temanku yang lain.”

Luhan mengangguk mengerti. “Kalau begitu, aku pulang duluan, ya. Kau hati-hati.”

“Ba-baiklah.” Yoona mengangguk mengiyakan. “Luhan!” tiba-tiba saja ia memegang bibirnya yang dengan lancang mengeluarkan panggilan itu. Tsk! Ia mengutuk dirinya dalam hati.

“Ada apa?” tanya Luhan saat ia menoleh.

“Terima kasih atas jalan-jalan kemarin.” Yoona mengucapkannya dengan agak gugup dan sensasi aneh yang ada dalam dirinya. Tahu sendiri, kan, kalau Yoona tidak bisa mengontrol dirinya dengan baik saat sedang berdekatan dengan Luhan.

“Ah itu bukan apa-apa, tapi aku terima ucapan terima kasihmu itu.”

“Tapi aku tidak akan melupakannya.”

BLUSH!

Lagi-lagi Yoona mengutuk dirinya dalam hati. Kenapa ia tidak bisa menyaring perkataan yang seharusnya tidak usah ia keluarkan dengan terang-terangan.

Menanggapi itu, Luhan terdiam sesaat dan beberapa detik kemudian, lelaki itu tertawa. Tsk! Itu semakin membuat Yoona malu. Tuhan, tolonglah seorang Im Yoona saat ini.

“Kau lucu sekali!” ucap Luhan sambil ia tertawa. Ia melihat wajah Yoona memerah sekarang. Tanpa sadar, ia mengusap puncak kepala Yoona dan sedikit mengacak rambut gadis itu. “Wajahmu seperti kepiting rebus.”

Skakmat!

///

“Wajahmu sepeti kepiting rebus.”

Kai agak membulatkan matanya saat ia menangkap dua orang sedang berdiri didepan loker. Ia begitu kaget saat ia menyadari kalau kedua orang itu adalah Im Yoona dan errr—sepupunya Xi Luhan.

Yoona terlihat tersenyum canggung dengan Luhan yang mengusap puncak kepala gadis itu.

“Ada hubungan apa Luhan dengan si freak girl itu?” gumamnya pelan. Ya, mengingat Yoona adalah perempuan yang hampir dimusuhi seluruh murid disekolah ini.

Setelah itu, Kai melihat Luhan pergi dari sana. Ia agak mengernyit saat Im Yoona memegang kepalanya dengan frustasi. Sepertinya gadis itu sedang terkena syndrom aneh, makannya terlihat gila dengan senyum yang terus merekah.

///

“Baiklah, sekarang kita mulai kerjakan yang halaman 102.” Sehun berucap dengan semangat. Memang selalu begitu, kan? Oh Sehun adalah anak kelas 2 yang meraih peringkat pertama se-SMA Jaeil.

Yoona membuka buku paket miliknya lalu membuka halaman yang Sehun maksud. Sementara Kai, lelaki itu malah menuangkan juice kedalam gelas lalu meminumnya.

Asal tahu saja, mereka melakukan kerja kelompok dirumah Sehun. Setidaknya ini lebih baik, karena Sehun mengeluarkan banyak makanan untuk mereka. Dan beruntung sekali, Nyonya Oh membuatkan mereka hidangan spesial.

Yoona melirik kearah Nyonya Oh yang sedang sibuk mempersiapkan makan sore untuk mereka. Dalam hati, Yoona mendengus, Sehun memiliki keluarga yang sangat sempurna. Tentu saja berbeda jauh dibandingkan dengan dirinya. Ia hanya tinggal dengan seorang ibu yang sibuk dengan urusan keluarga lain, dan ayahnya telah meninggal 8 tahun yang lalu.

“Im Yoona, cepat tulis soal-soalnya.”

“Yak! Yoona! Kau melamun?!”

“Ya, ada apa?” Yoona memekik dengan agak keras. Oh Sehun hanya memutar bola matanya.

“Tulis soal-soalnya, nanti akan aku jawab.”

“Ya, itu benar.”

Yoona mendongkak saat Kai ikut menimpali. Ia mengernyit, bahkan lelaki itu tidak ikut bekerja. “Bagiamana kalau Kai saja yang menjawab semua soal ini?”

Kai lantas melemparkan tatapan kaget pada Yoona. Lelaki itu mendengus saat Yoona membalas tatapannya dengan tatapan yang tajam. “Tidak bisa.”

“Kau tidak bisa menolaknya.”

“Kenapa? Kau pikir kau seorang ratu?”

“Habis kau tidak bekerja sedari tadi dan hanya—”

“Hentikan! Kalian seperti anak kecil saja.”

Huh. Baiklah, mereka berdua menyerah karena perkataan Raja Oh, juga karena tatapan tajam yang diberikannya.

///

Mereka bertiga memakan hidangan yang disajikan Nyonya Oh dengan lahap. Diantara mereka, Kai-lah yang makannya paling lahap.

Di meja makan itu tersaji gimbap, sosis goreng, dan omelete. Melihat itu, tentu saja Nyonya Oh merasa senang. “Kalian makan sangat lahap.”

“Terima kasih Ahjumma, masakanmu sangat enak.” Kai menimpali lalu kembali menyuapkan sepotong gimbap kedalam mulutnya. Sementara itu, Yoona hanya tersenyum menanggapinya.

“Aku yakin masakan ibu kalian juga pasti enak.”

“Tidak.”

Nyonya Oh terlonjak kaget saat kedua teman anaknya itu menjawab dengan jawaban yang sama sekali tidak diharapkan. Bahkan, kedua anak itu menjawabnya secara bersamaan. Sama halnya dengan Nyonya Oh, Yoona dan Kai menatap satu sama lain karena kaget. Kenapa mereka bisa melontarkan kata yang sama dan bahkan bersamaan?

“Kenapa kalian menjawab seperti itu?”

Yoona buru-buru bicara saat ia melihat bahwa Kai tidak ada pergerakan untuk mengeluarkan suara. Huh, ia tidak mau lagi bicara bersamaan dengan lelaki itu. “Eomma jarang memasak dirumah.”

“Oh, begitu ya. Ah maafkan aku.”

Yoona hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.

///

Yoona dan Kai berjalan berdampingan karena mereka memang pulang bersama. Sebenarnya, Yoona tidak ingin pulang dengan lelaki ini.

Mereka pulang agak malam. Bahkan, jam tangan hitam milik Kai menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul tujuh malam waktu setempat.

Kai menoleh kearah Yoona yang tengah berjalan dengan tenang dan menatap jalanan lurus kedepan. Ya Tuhan, ini bahkan bukan menyetir mobil atau sepeda motor. Ini hanya berjalan biasa, tidak perlu memerlukan konsentrasi dan raut wajah se-serius itu.

Kai sudah mendengar semuanya dari Sehun. Ia juga sudah melihat kalau Yoona adalah gadis yang dingin, tapi nyatanya? Gadis itu terlihat konyol dimataya. Sama-sama histeris seperti gadis lain. Tapi menurut Kai, gadis ini sangat menyebalkan karena dialah satu-satunya gadis disekolah yang tidak histeris saat melihatnya.

Bayangkan saja? Ia adalah seorang dancer terkenal dikalangan remaja. Bahkan, ia masih sangat ingat kalau Yoona benar-benar cuek saat pertama kali bertemu dengannya—di dalam taksi. Kai ingin sekali tertawa keras saat ia membayangkan bahwa Yoona itu benar-benar gadis kuper. Ya, si freak girl yang memang sangat banyak memiliki heaters di sekolah.

“Apa kau benar-benar tidak mengenalku?” ucap Kai sambil memasukkan kedua tangan kedalam saku celananya.

Yoona membuang nafas sejenak dan mendengus. “Apakah itu suatu keharusan?”

Benar-benar gadis yang aneh. Tunggu, Kai sedang membayangkan kalau Yoona adalah gadis dengan tingkat ke-jaim-an paling tinggi. “Sok misterius.”

Mereka melangkah dengan santai dan tidak menoleh satu sama lain. Langkah Yoona sedikit ada didepan Kai. “Bukankah itu bagus? Kau tidak perlu menutup telingamu saat sedang berhadapan denganku. Kau bisa bayangkan kalau aku adalah gadis-gadis itu? Aku bisa saja berteriak terus menerus didepan wajahmu.”

“Pendapat yang bagus.” Kai mengangguk-nganggukkan kepalanya. Kai pikir Yoona memang gadis yang berbeda dengan gadis yang sering ia temui. Gadis ini tidak cerewet, tapi juga tidak santai.

“Ngomong-ngomong kenapa kau pindah ke sekolahku?” untuk pertama kalinya, Yoona menoleh dan mendongkak pada Kai. Sepertinya Yoona memang antusias dengan jawaban yang akan diberikan Kai.

“Jadi kau tidak suka dengan kehadiranku disekolah?”

“Tahu saja.” Yoona menjawab sambil sedikit terkekeh pelan, tentu saja diikuti oleh ekspresi Kai yang malas. Freak girl memang benar-benar menyebalkan!

“Kau membuatku gondok saat aku berbicara padamu.” Kai mengacak rambutnya frustasi.

“Aku hanya bercanda. Jadi, apa jawabanmu?”

“Aku pindah karena drop out dari sekolah lamaku. Tadinya aku akan berusaha keluar lagi setelah menemukan sekolah baru, tapi sepertinya tidak.”

“Kenapa?”

“Aku terlalu tertarik untuk mengoyak-ngoyak bagaimana dirimu.”

Yoona menghentikan langkahnya lalu berbalik untuk menatap Kai. Gadis itu terlonjak kaget atas apa yang dikatakan Kai barusan. “Aku?” Yoona menunjuk dirinya sendiri dengan bingung.

“Kau gadis yang berbeda dan sok misterius. Ohya, kau juga punya hutang padaku!”

“Hutang?!”

.

-continued-

.

Tolong dibaca!

Hai! Ketemu lagi sama ay! Wkwkwkwk😀 maaf banget ya ini lama, abis selesai UAS sih.

Oh iya, gimana chapter yang ini? Aku tahu ini nggak bangeeeet.

Soal cerita, banyak banget readers yang belom tau tentang kemunculan Kai sebelumnya. Aku saranin sih ya, biar jelas kalian yang belom tahu baca dari part awal😀

udah mulai kelihatan kan? Pokoknya nanti kalian bakalan aku bikin dilema mau milih YoonKai atau LuYoon. Soalnya karakter si Kai ini mau aku bikin manissss banget, pokoknya aku usahakan kalian bakalan dibikin melting sama Jongin! Wkwkwk

jadi tunggu aja deh nanti akhirnya Yoona ama siapa. Dan gak pake protes hahaha😀

buat kalian yang mau ngikutun ff ini sampe akhir, aku saranin baca semua part terus komen juga soalnya nanti final bakalan dikasih password. Terus minta deh lewat twitter aku.

“Ah gila! Rombeng banget sih!”

Ya terserah sih kalo ribet ya gausah hahaha

udah ah, aku cuap-cuap mulu nih disini. Tangan ampe kriting gini *lebay*

seeya!❤
Wassalam.

.

59 thoughts on “6th Unperfect

  1. Kerenn , finalnya part berapa , mian baru nemu ni ep-ep , yoonkai apa luyoon couplenye tp keknya lebih keren yoonkai buehehe

  2. Yeay akhirnya dipost juga part6nya, duh sumpah bingung ini mau ngeship luyoon apa yoonkai aku suka dua2nya tp aku kayanya di ff ini lbh ke yoonkai deh tp jgn buat luhan sm anna jg thor bkn kai sm luhan saingan dptn yoona tp yg sehat abis jarang momen luyoon disini makanya srek di yoonkai etp keren ceritanya dan dituggu bgt next partnya ihihi

  3. ini cerita makin seru ajaa^^
    thor, kok aku feeling nya nanti endingnya Yoona nggak sama Luhan ya? please,endingnya Luhan sama Yoona ajaaa.. dan Kalo bisa tuh Annalise Dync balik aja ke dunia(?)nya..
    hiksss.. chapter 7 aku tunggu yah thorr^^
    keep writing and Fighting!!^^

  4. Keren keren… Yoona disekeliling Namja”tampan>< padahal kn yoona dikenal sebagai *freak girl* tapi malah itu yang membuat yoona menarik:-D

    Next chap ditunggu thor^^

  5. ahaha…keren…waktu baca chap sbelumnya sebel sama si anna dan berharapnya luyoon tapi setelah baca next chapnya terus perasaan luyoonnya jadi hambar dan malah ke kai atau nggak ke sehun:p
    fighting buat next chap !!

  6. Huaaaaaa..,buat lebih banyak lagi moment Luhan sama Yoona nya dong thor. Jangan bilang Kai suka sama Yoona? aku sih pengennya Luhan sama Yoona. Thor demi apapun aku pengen banget nyingkirin anna.
    Nexxt jangan lama lama ya thor😉

  7. Hyatt!?
    Kai mau mengoyak2 yoona? Aigoo……
    Yoong sma Kai nde……

    Daebak thor,
    & mian br comment dipart ini🙂
    cpt dilnjt y…..

  8. Aaaaaaaaaaaaaaaaa keyeeeennnnnnnnn
    lanjuttiiinnnn thhooorrrrrrrrrrr
    oemjii kaaiii yoonaaaaaa
    Hahahaaa
    penasaraaannnn
    update soon ya thorrrr
    keep writtingggg

  9. Aku aja udah agak dilema nih, luyoon apa yoonkai. Anna, apa sih yg dia pikirin? Ampun deh. Yahh, walaupun kurang panjang, tapi tetep aja menarik ceritanya. Makin kesini makin menarik, makin bikin greget deh sumvehh. Ditunggu nih next nya, fighting!! Mau luyoon ataupun yoonkai, aku akan selalu setia menunggu next nya dan membacanya pastinya.^^

  10. Wah wah wah,,, belum ke part selanjut nya aja dan belum dibuat dilema sama author udah DILEMA banget, tapi menurut aku lebih suka yoonkai disini, tapi juga cocok si luyoon (?) ahhh bingung. Terserah deh mau dibuat yoonkai/luyoon yg penting di next aja ya … Jadi jangan lama lama ya thor🙂 penasaran dibuatnya😀

  11. haduh yoona punya utang apah ke kai.
    aishh..
    tiba2 jd pengen yoonkai, seriusan deh. luhan blum ada tanda2 klo menyukai yoona..
    yoonkai ajah dehh, dan pnsran sama sosok sehun, sbnarnya sehun knpa pd yoona?? eumm

  12. Kerenn!!!
    Anna masih nyebelin bgt sih hft -.-
    Disini kok luhan kayaknya blm suka sama yoona ya😐
    Kok kayaknya endingnya ntar yoona sama kai•_•
    Ditunggu deh thor klanjutannya🙂
    Oya kalo bsk mau minta password nya, boleh lewat twitter sepupuku ga thor?
    Soalnya aku lupa password twitter ku🙂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s