Hidden Scene [8]

aressa-copy

HiddenScene

fanfiction by aressa

staring

GG’s Yoona and EXO’s Sehun along with ex-GG’s Jessica

and

a former member of EXO’s, Wu Yi Fan

.

.

.

.

.

“Maaf”

Kris terlonjak saat suara Yoona memasuki pendengarannya. Dia menoleh dan mendapati wanita itu tampil cantik dengan dress merah yang ketat, mempertontonkan bentuk tubuh sempurnanya.

“Hmm?”

Kris tidak bisa mengeluarkan suara selain itu. Yoona tampak berani mala mini dengan lipstick merah dan rambut keritingnya yang digerai. Luar biasa sexy dan menggoda.

“Aku membawamu ngebut, maaf” gumam Yoona

Sebelum Kris sempat menjawabnya, mata rusa wanita itu mengarah ke kamar mandi yang menampilkan sosok Sehun dengan setelan kemeja merah marun dan jeans selutut, dilengkapi jas santai hitam dan juga dasi biru pendek. Sama seperti Kris, dia tercengang melihat penampilan wanita itu malam ini.

“Ah, kau sudah siap?” tanya Yoona dan lagi lagi Sehun harus mendengus melihat keengganan yang ditampilkan mata wanitanya.

“Sebentar” katanya membuka botol isotoniknya.

Kris harus cemburu sekali lagi. Setelah dia senang karna wanita itu jatuh cinta padanya, kini dia harus melihat Yoona dan Sehun—yang sialnya tampak serasi. Kris tidak tahu kenapa Yoona bertanya seperti itu, tapi dia rasa itu ada hubungannya dengan pesta yang sebentar lagi dimulai.

“Woah, harus kuakui, aku suka sekali gaunmu” Yoona menoleh dan melihat Jongin menyeringai padanya. Dia terkekeh dan tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya. Membuat pria dengan setelan jaket dan jeans belel itu menyeringai semakin lebar.

“One night stand with me?”

Uhuk

Yoona kaget dengan pertanyaan Jongin dan Sehun yang tiba tiba tersedak minumannya. Dengan cepat dia menghampiri kekasihnya itu dan menepuk nepuk punggungnya. Tidak mempedulikan Kris yang langsung sweetdrop mendengar kalimat dari mulut Jongin.

Ada sebuah perasaan yang mendorong Sehun untuk memiting lengan Jongin seketika. Perasaan yang membuatnya berteriak marah, “Hey! Are you out of mind Kim Jongin!?”

“Sehun-ah, sakitt” rintihnya.

“Dasar gila. Tak puas denganku, Yoona pun kau rayu?” dengus Sehun dan dengan cepat dia bergerak menghalangi tubuh Yoona dari pandangan Jongin.

Jongin tertawa keras dan bangkit dari posisi berlututnya, “Sudahlah, kau panic sekali. Lagipula aku tidak yakin Yoona noona tidak pernah tidur dengan pria”

“Kim Jongin!” seru Yoona dan Sehun bersamaan sedangkan Kris? Lihat saja wajahnya yang mencelos dengan pandangan ngeri. Jujur saja ya, dia memang lelaki normal dan dia memang pernah melakukannya. Tapi itu dulu sekali, sebelum Kris debut dan menjadi dirinya yang sekarang.

Sedangkan Jongin memang terkenal karena pikirannya yang sedikit tidak waras

“Apa? Please, jangan bilang kau masih virgin” tanya Jongin terbata bata. Yang benar saja. Dia tahu bagaimana jalannya dunia yang ditinggalinya saat ini. Artis dengan jadwal sebanyak Yoona masih perawan? Tolong pukul kepalanya jika itu benar.

“Can you stop, Jongin? Isn’t you feel embrassed talking those topic with an adult woman? Dan apakah aku perawan atau tidak, mind your own business dude!”

Tahu tidak? Sehun benar benar ingin meninju Jongin saat ini juga. Dia benar benar kesal melihat seringai Jongin yang tampak tidak gentar dengan kalimat tajam Yoona, “Berbicara seperti itu lagi, kuhajar kau Jongin”

“Aduh, please, gak usah sok suci deh hun. Seperti kau belum pernah saja”

Kris sudah lumpuh dari ujung kakinya melihat tiga orang itu membicarakan hal hal intim. Baiklah, apakah Jongin tidak melihat betapa jengkelnya wajah Sehun dan bagaimana Yoona mati matian tidak terlihat gugup? Oh, Kris lupa kalau Jongin itu bodoh.

“Aku pikir tidak”

Semuanya menoleh dan melihat Sulli dengan dress super-mini putih dengan tali tipis di pundaknya, melangkah diatas heels hitamnya dan menepuk nepuk lengan Sehun, “Sehun pasti pernah melakukannya dengan Park Nami”

“CHOI SULLI!!”

Hanya dalam sepersekian detik untuk merubah suasana ruangan itu. Merubah suasana canggug menjadi lebih canggung lagi. Sulli yang kaget dengan bentakan Jongin dan Yoona yang tersentak kaget. Semuanya menatap Sehun yang memandang sepatunya tanpa minat. Sekujur tubuhnya mendadak bergetar dengan perasaan amarah. Apa Choi Sulli tidak sadar kalau ada hati di ruangan itu yang perlu ia jaga?

Nami hanya masa laluku. Dirinya sudah bahagia dengan pria pilihannya dan aku bahagia dengan Yoona. Tidak ada yang perlu di rasakan kecuali sebagai pengingat betapa banyak aku membayar untuk sampai disini. Menyandang nama EXO di depan namaku dan memiliki ribuan fans disana. Ini tidak mudah. Aku melakukan banyak hal untuk ini.

Sehun melirik Yoona. Ekspresinya masih tenang bagai air. Namun ada gejolak perasaan yang tidak dia mengerti didalam iris caramel itu. Sehun harus membawa Yoona keluar dari sini sebelum dia menghajar Jongin atau menendang Sulli karna telah memancing emosinya. Sebenarnya Sehun butuh udara segar atau dengan emosinya dia akan membongkar hubungannya. Dengan itu Sehun mengulurkan tangannya pada Yoona, “Kajja, Noona”

Dan kembali, Yoona mengabaikannya. Menepis tangan Sehun dan meninju pundak Jongin keras keras, “Katakan tentang itu lagi, kubuat kau babak belur” lalu dia menoleh pada Sulli, “Sampai nanti sull”

Sehun mengikuti wanita itu dengan pahit. Dia masih tidak mengerti masalah hati macam apa yang membuat kekasihnya bersikap semenyebalkan itu padanya. Yang jelas Sehun tahu kalau Yoona sedang marah padanya dan dia tidak tahu kenapa.

Dan Sehun tidak menyadarinya. Jongin memasukan tangannya ke saku celana, memberikan seringainya pada punggung tegap pria itu.

//

“Kau tahu aku dan Nami sudah berakhir”

Kalimat Sehun berhasil menghentikan langkahnya. Dia tahu pria itu sadar kalau dirinya mengabaikannya. Dan dia tahu cepat atau lambat mereka akan membicarakannya. Tapi saat ini bukan saat yang tepat.

“Aku percaya kau dan Park Nami sudah tidak berhubungan” jawabnya ingin melangkah namun tangannya yang dingin menahan pergerakannya.

“Kalau begitu, berikan aku satu alasan kenapa kau mengacuhkanku seharian ini”

Setidaknya dengan posisi seperti ini, Sehun tidak melihat perasaan itu di wajahnya. Yoona sakit dan dia berharap Sehun menyadarinya. Dia berharap dia tidak perlu menunjukan perasaan itu untuk membuat Sehun mengerti alasannya.

“Apapun alasan itu, aku sedang tidak ingin membicarakannya sekarang”

“Tapi aku tidak bisa bertahan selama kau mengacuhkanku seperti ini. Aku Oh Sehun, noona. Aku bukan serangga”

Yoona menahan nafasnya dan menghembuskannya pelan pelan. Yoona tahu bagaimana karakter Sehun dan dia tahu akan lebih baik menjawabnya dibandingkan harus menahannya dan membuat Sehun marah.

Bukankah Yoona sudah bilang? Dia terlalu mencintai pria itu hingga terlalu takut untuk melepaskannya. Yoona merasa dirinya begitu menyedihkan karna dia menjaga perasaan Sehun namun dia sendiri tidak tahu apakah Sehun menjaga hatinya atau tidak.

“Aku kesal dengan diriku sendiri. Karna terlalu serius menanggapi hubunganmu dengan Jiyeon” bohongnya. Oh yeah, apa Yoona sekanak kanakan itu? Yoona tentu jauh lebih dewasa untuk memilih hal yang dapat membuatnya cemburu atau tidak. Dan apa tadi? Park Jiyeon? Oh ayolah, dia tahu betul bagaimana hubungan mereka dan percayalah, tidak ada perasaan apapun untuk itu. Tidak secuil pun. Oke, coret itu.

“Jiyeon? Demi tuhan, aku dan dia han—“

“Berteman” Yoona mengambil jeda, “Aku tahu. Untuk itu aku kesal. Kau tahu, akhir akhir ini aku mudah marah. Maaf jika itu mengganggumu”

Sehun lega karna pengabaian Yoona hanya karna kedekatannya Jiyeon. Wanita itu sudah tahu jika dulu memang Sehun pernah menyukai Jiyeon—catat itu, dulu— dan Sehun tahu Yoona terlalu dewasa untuk cemburu pada hal seperti itu dan sejujurnya dia senang karna itu artinya Yoona sangat mencintainya.

Cemburu itu tanda cinta, ‘kan?

Benar. Ini semua hanya masalah mood dan setahu Sehun, wanita itu memang terkadang memiliki perasaan tak tertebak. Dan jika sudah seperti ini, Sehun tahu Yoona hanya butuh waktu untuk mengatasi masalah ‘perasaannya’ ini.

“Ya itu menggangguku. Tolong jangan seperti itu lagi, Noona. Kau tahu aku tak pernah suka saat kau mengabaikanku”

Dan apa kau pikir aku suka saat kau mengabaikan bahkan menyembunyikanku, Sehun-ah?

“Aku tahu dan aku minta maaf” desahnya harus menahan perasaan itu dihatinya. Tidak ingin terlihat menyedihkan dengan menangis di tengah pesta yang sudah direncanakan. Tidak, Yoona terlalu baik untuk membuat yang lainnya khawatir dan dia terlalu pintar untuk menyembunyikan semuanya dibalik topeng tebalnya.

Sehun tersenyum tipis, lega karna semuanya sudah jelas, “Dan untuk perkataan Jongin tadi” Sehun memiringkan sedikit kepalanya, menahan perasaan untuk menghajar teman baiknya itu, “Aku minta maaf. Kau tahu-lah bagaimana Jongin itu”

Untuk pertama kalinya setelah sehari penuh air mata ini, Yoona benar benar tersenyum dari hatinya.

//

Jessica mengedarkan pandangannnya. Kebun belakang Villa mewah itu disulap menjadi tempat barbeque dengan meja panjang, kursi, sofa dan meja kecil (semuanya diambil dari dalam villa). Ada panggung pendek yang Jessica duga dibuat dari tumpukan box kecil dengan dekorasi yang sederhana. Dan dia harus menahan diri melihat piring piring lezat makanan yang ditata apik di meja panjang.

Tempat itu sudah ramai dengan celotehan teman temannya. Jessica bisa melihat Kyuhyun sedang berdiri diatas panggung, berbicara dengan BoA. Dan juga Yuri dan Baekhyun yang terus menerus mendorong Sooyoung dan Shindong menjauh dari meja panjang. Seluruh panitia acara sudah ada di tempat. Kecuali Sulli, Jongin, Yoona dan Sehun.

Dan kemudian matanya menangkap sosok itu.

Dia sedang berbicara dengan Yoona yang beberapa langkah di depannya. Ekspresinya serius sekali hingga Jessica penasaran apa yang sedang mereka bicarakan. Jessica mau tak mau harus mengalihkan pandangannya ke ekspresi Yoona yang dingin. Ah tidak, kali ini Yoona terlihat kendur dan tersenyum. Jessica kembali menatap Sehun yang tampak lega dan tersenyum tipis sebelum membiarkan Yoona melanjutkan langkahnya. Diikuti Sehun yang ekspresi nya yang kembali seperti biasa.

“Eonnie” Jessica tersentak saat Yuri menahan lengannya yang ingin bergerak menuju Sehun. Wanita itu terpaksa menggagalkan niatannya tapi tidak membuat matanya berhenti mengikuti langkah pria itu.

“Kau melihat apa?”

“Bukankah dia luar biasa mempesona?” gumam Jessica tanpa sadar. Kemudian dia sadar saat tidak merasakan tangan Yuri di lengannya.

Sial, apa yang baru saja kukatakan?

Yuri menatapnya dengan raut wajah tidak tertebak. Matanya berkilat kilat dengan sesuatu yang tidak Jessica pahami dan wanita itu tiba tiba terlihat panik, “Oh Sehun?”

Yoona, tentu saja” bantahnya cepat cepat.

“Oh” katanya, “Aku kesana dulu ya? Acaranya akan dimulai” dan Yuri berlalu meninggalkannya. Jessica kemudian mengambil kursi disamping adiknya yang menyapanya ramah.

Tapi matanya terus memperhatikan malaikat itu.

//

Pestanya berlangsung meriah sekali. Changmin yang mengantuk dan tidur selama perjalanan (Yunho memasukan obat tidur ke minumannya) terkaget kaget dengan dekorasi yang di peruntukan untuknya. Dia mengucapkan harapannya keras keras sebelum meniup lilinnya dan dilanjutkan dengan lemparan tepung dan telur ke arahnya.

Setelah basa basi sedikit dan meledek Changmin tentang betapa tampannya ia dengan piyama dan coretan krim di wajahnya, dua MC acara itu—Yoona dan Sehun—akhirnya memperbolehkan singa kelaparan menyerbu makanannya. Yang tentu saja, mengundang sorakan senang dan suara berisik saat mereka berebutan menyerbu berpiring piring makanan.

“Untuk teman kencanku yang menggoda malam ini” Yoona terperanjat saat dia merasakan bisikan halus dari belakang punggungnya. Diikuti dengan ciuman kecil di pipinya dan Yoona tidak perlu menebak siapa pelakunya.

Wanita itu tersenyum manis, sedikit melupakan kegalauan hatinya saat ini dan meneguk gelas sojunya, “Bagaimana penampilanku?”

“Menarilah dan aku akan kalap” Sehun terkekeh dan duduk disamping wanita itu, “Hanya penasaran, apa lipstick merahmu itu untuk menggodaku?”

Dia tertawa malu dan mengitarkan pandangannya ke penjuru kebun, tidak berani bersitatap dengan sisi liar iris cognac itu, “Kalau memang iya, kau mau apa?”

“Percayalah, jika saja kita tidak sepakat menyembunyikannya, aku akan menyerangmu saat ini juga”

Yoona terlalu pintar untuk menyembunyikan perubahan ekspresinya. Ruam merah muda itu masih betah berlama lama di pipinya, berbanding terbalik dengan senyum tipis yang tersungging di wajahnya. Dan jika saja dia tidak begitu panda berakting, dia tidak akan menatap sepatu hitamnya dengan senyum simpul.

Belum saatnya dia tahu. Bahwa dirinya menginginkan lebih dari kebohongan yang terencana.

“Aku ke Changmin oppa dulu ya? Aku belum memberinya hadiah ku” katanya memutuskan pergi sebelum Sehun menyadari ada yang salah dengan dirinya. Oh apa dia sudah mengatakan ini? Sehun itu terlalu mengenalnya hingga terkadang sulit sekali menyembunyikan sesuatu dari pria itu.

“Aku tidur di kamar Appa. Mau menemani?” tanya Sehun saat dirinya menahan lengan Yoona. Wanita itu yang berstatus kekasihnya itu melempar senyum manis ke wajahnya dan kemudian menghilang dari jangkauannya.

Terlalu berbahaya Oh Sehun. Terlalu berbahaya melakukannya di tengah mata yang selama ini kau kaburkan.

Ada sesuatu dalam perasaan Sehun yang menginginkan wanita itu di sisinya malam ini. Perasaan sama yang sudah hilang seiring dengan kesibukan mereka. Perasaan yang membuat Sehun gila di awal mereka berkencan. Perasaan yang muncul dengan tiba tiba malamini. Membuatnya tidak mengerti dengan hatinya.

Apakah dirinya merindukan wanita itu? Mungkin iya. Sudah lama sekali sejak mereka memuaskan hasrat masing masing di ranjang. Mungkin itulah alasan dia meminta Yoona menemaninya malam ini di tengah mata seluruh member SM Town.

Mendadak Sehun sadar alasannya.

Karna Sehun sadar hubungan mereka merenggang dengan bertambahnya pundi pundi kekayaan Sehun. Hubungan mereka di kaburkan dengan segudang kegiatan. Hubungan mereka terasa seperti omong kosong. Tidak bermakna dan Sehun tahu hatinya merindukan mereka saat cinta itu masih menguasai mereka.

Sehun menatap punggung wanita pujaan hatinya itu dari kejauhan. Menikmati bayangannya yang tertawa lebar lebar dan rambutnya yang bergoyang kesana kemari.

Yoona terlalu berharga untuknya. Dia tidak bisa kehilangan alasannya dilahirkan di dunia ini. Dia tidak bisa kehilangan mataharinya. Wanita yang menjadi alasannya untuk kuat dan tangguh.

“Noona. Tolong jangan pergi dariku” bisiknya pada angin yang menerpa lembut wajahnya.

Yoona mungkin tak pernah menyadarinya. Seberapa keras usaha Sehun untuk menjadi pantas untuknya. Betapa Sehun berjuang menjadi yang terbaik demi untuk melihat senyumnya lebih lama.

She may not realize it, yet.

//

Yoona memperhatikannya.

Saat Jessica yang cantik dengan gaun emasnya menyapa Sehun yang melamun. Saat Jessica tertawa dengan lelucon pria itu. Saat Jessica membersihkan sudut bibir kekasihnya dengan jari lentiknya.

Dan percayalah, itu luar biasa sangat menyakitkan di kala kau tahu sahabat mu memberikan pandangan yang sama pada kekasihmu. Hati Yoona berasa di remuk melihat bagaimana binar mata itu mengingatkannya pada dirinya yang dulu tergila gila dengan pria itu. Hati Yoona terasa teriris melihat mata itu tak bisa melepaskan pandangannya dari kekasihnya. Hatinya seperti di robek menjadi dua melihat gesture malu malu itu melingkupinya.

Yoona menekan dadanya berkali kali. Menahan perasaan yang meledak ledak di hatinya. Air mata yang menyelubingi matanya tidak membuatnya kesulitan melihat kenyataan di matanya. Kenyataan yang ingin dibuangnya jauh jauh.

Jessica menyukai Sehun. Bahkan mungkin Jessica mencintai Sehun.

Yoona tidak tahu sejak kapan dia menyimpulkan itu. Secepat itukah dia menyimpulkannya? Secepat itukah dia menuduh Jessica mencoba merebut hati Sehun darinya? Sebegitu jahatnya kah ia berprasangka buruk pada Jessica?

Tapi mata itu tak bisa membohonginya. Bibir yang tidak pernah berhenti tersenyum itu tidak bisa menipu kebahagiaan yang dirasakannya. Tubuh sempurna itu tidak bisa menutupi getaran yang membuatnya seperti spons.

Apa yang harus kulakukan? Membiarkan seseorang yang sangat baik padaku merebut cintaku atau mempertahankan cinta yang perlahan menyiksa diriku?

//

Kris melihat Yoona memegang pitcher bening itu dengan pandangan kosong. Wanita itu meneguk minuman merah gelap–brandy—berkali kali. Membuat Kris langsung menghampirinya dan mencegah entah-gelas-keberapa di tangan Yoona.

“Kau bisa mabuk” katanya membalas pandangan terkejut Yoona.

Wanita itu tersenyum simpul dan meraih kue di meja. Memakannya dengan cepat. Yoona hanyalah satu dari sekian banyak orang yang membutuhkan makanan untuk melampiaskan perasaannya dan jelas, Kris tahu itu.

“Kau baik baik saja?” tanyanya khawatir

“Tidak”

Yoona sudah tidak peduli betapa dirinya terlihat begitu menyedihkan. Dia mati matian menahan air matanya dan kue yang baru saja ditelannya sama sekali tidak membantu. Tangan Yoona gemetar saat dirinya meraih botol brandy dan meneguknya begitu saja.

Terbakar. Hatiku terbakar

Kris melihat luka itu di mata Yoona. Dia sakit merasakan wanita yang dicintainya terluka oleh perasaannya sendiri. Dia benci melihat Yoona menahan air matanya sendiri. Dia benci melihat Yoona begitu tenggelam dalam lukanya sendirian.

Kemudian Kris menarik tangan Yoona. Menjauh dari keramaian dan memeluk wanita itu seerat mungkin.

//

Luhan melihatnya dan dia benar benar gelisah sekarang. Pandangannya jatuh pada Kris yang menarik Yoona menjauh dari pesta dengan jantung yang berdebum kencang.

Luhan takut sekali.

Ada sesuatu, hal yang belum dimengertinya. Suatu perasaan yang menguat sejak dia merasakan keanehan pada leadernya. Perasaan yang membuat alam bawah sadarnya dingin seperti es. Membuat Luhan beku untuk beberapa detik kemudian.

Firasatnya benar benar tak terbantahkan. Akan ada hal besar yang akan terjadi menunggu di depan sana.

//

Yoona benci mengakui dia harus terlihat lemah untuk kesekian kalinya dihadapan Kris. Dia benci mengakui kalau dia membutuhkan Kris di hatinya yang hancur. Dia benci mengakui kalau Kris membuatnya tenang.

“Semua akan baik baik saja, percayalah” bisiknya di telinga Yoona.

Mereka masih berpelukan. Tangis Yoona sudah mereda dan dia merasa bersalah karna sudah membasahi kemeja kotak kotak pria itu. Sebenarnya dia masih ingin menangis, tapi dia tidak ingin terlihat lebih menyedihkan lagi. Lagipula, jika ada yang menyadari ketidakhadirannya akan menjadi gawat menemukan mereka berdua disini.

“Eumm…..bisa kau lepaskan, Yifan?”

Ada perasaan senang saat Yoona memanggilnya dengan nama aslinya. Dia suka karna untuk sesaat, Kris bisa merasakan menjadi pria biasa, yang sedang memeluk wanita yang dicintainya. Dengan senyum tersungging dia melepaskan pelukannya.

“Apa aku terlihat mengerikan?” tanya Yoona setengah terkekeh saat dia membenahi dirinya.

Hanya orang bodoh yang menganggap Yoona mengerikan. Bahkan wanita itu tetap terlihat luar biasa cantik setelah menangis di dadanya tadi. Baiklah, tidak ada yang bisa menyembunyikan hidung merah dan mata menangisnya. Tapi herannya, Kris masih bisa melihat betapa cantiknya Yoona.

Mungkin aku terlalu dibutakan olehnya

“Kau terlihat cantik, sungguh”

Yoona tersipu dan melempar senyum manisnya, “Terimakasih untuk pelukannya” wanita itu tertawa kecil, “Ini sudah ke tiga kalinya kau melihatku seperti ini”

“Dan aku berharap tidak ada yang keempat kalinya”

Senyum wanita itu tampak getir tapi dia mengucapkan terima kasih dengan lirih sebelum pergi dari hadapan Kris. Pundaknya yang kecil kembali ditegakan dan Kris bisa yakin seratus persen atau berapapun itu kalau Yoona sedang tersenyum manis sekarang. Kamuflase yang sempurna

Dia bersandar pada counter dan menggigit bibirnya. Sejujurnya Kris hancur sekali melihat Yoona seperti itu. Hatinya seperti terbakar dan dirobek robek. Yoona memang perlahan membuka dirinya pada Kris, tapi justru Kris yang takut untuk menyelaminya lebih jauh lagi.

Kris takut merasakan luka lainnya. Selama ini dia selalu bertemu dengan Yoona dalam keadaan yang sama sekali tidak menyenangkan. Dia selalu melihat derai air matanya lebih banyak dibandingkan derai tawa yang lolos dari bibir mungil itu. Dan dia sangat tersiksa melihatnya. Dia sakit karna dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Kris mungkin terlalu percaya diri tapi jika perasaan Yoona pada Kris-lah yang membuat wanita itu menangis berkali kali, Kris pikir akan lebih baik jika dirinya mulai memberikan Yoona sinyal bahwa dia juga mencintai wanita itu.

Oh, Kris terlalu takut untuk melakukannya. Kris terlalu takut dengan gagasan Yoona akan menjauhinya jika dia mengatakan perasannya sekarang. Kris takut kalau semua ini hanyalah imajinasinya dan Kris takut kalau Yoona hanya menganggapnya teman biasa.

Oh ayolah, wanita itu adalah Im Yoona. Wanita yang paling diinginkan seantero Korea Selatan. Wanita yang namanya sudah menjadi tipe ideal berpuluh puluh artis dan atlet negri ginseng itu. Wanita yang dikenal dengan sifatnya supel dan hatinya yang lembut. Bagaimana Kris tidak takut? Yoona mengenal banyak pria dalam perjalanannya ke puncak karirnya dan bagaimana Kris bisa tahu kalau dirinya lah yang diinginkan Yoona? Bisa saja itu adalah pria la—Tidak, Kris tidak akan membiarkan gagasan itu muncul di pikirannya.

Membayangkan Yoona dekat dengan pria lain saja sudah membuatnya sakit setengah mati. Apalagi yang lebih dari itu? Dia lebih baik di rajam saja.

//

Setan apa yang merasuki Jessica Jung hingga mulutnya tak pernah bisa berhenti tersenyum? Lihat saja betapa manisnya ia menatap wajah rupawan itu dengan jantung yang bertalu talu di dalam sana.

Wanita itu tak pernah bisa mengerti kenapa Oh Sehun diciptakan sebegitu menawannya. Hingga dirinya sanggup menghabiskan berjam jam untuk memandang karya yang lebih indah dari seniman terhebat di dunia sekalipun. Katakan Jessica terlalu berlebihan tapi percayalah, Jessica bahkan tak berkedip melihat pria itu.

“Kau terlihat aneh, tahu?” gumam Sehun yang menunduk. Masa bodoh dengan suara hatinya yang mengatakan dirinya sangat jahat karna melampiaskan perasaan anehnya dengan berbicara dengan Jung Sooyeon yang mendadak menjadi cerewet sekali.

“Aneh bagaimana?” tanya Jessica

Sehun mendengus dan sedikit mengacak rambutnya sendiri, “Kau tersenyum dan berbicara sepanjang waktu. Apa kau salah minum obat pagi ini?”

Oh Sehun selalu bisa membuatnya tertawa meskipun itu adalah lelocon paling tidak lucu di dunia. Sehun akan selalu bisa membuatnya tersenyum meskipun pria itu menampilkan timun yang paling dibencinya di dunia.

“Tidak. Aku hanya kurang makan timun”

Dan hanya Oh Sehun yang memiliki tawa paling menawan yang pernah dia lihat. Jessica seperti tersihir dan anehnya tiba tiba dia melihat cahaya di sekitar Sehun. Mengelilingi pria itu dan menyempurnakan sosoknya. Bodoh sekali karna itu terlihat sama persis dengan adegan di film kesukaan Yoona, The Lord of The Rings, saat Lady Arwen tampak bercahaya dan indah.

“Aku hanya penasaran” gumam Sehun, matanya mengelilingi keseluruhan pesta yang tampak sibuk dengan obrolan dan makanan, “Kau sudah berteman dengan Kris Hyung lama sekali. Apa kau tidak mengencaninya?”

Jessica tertawa dipaksakan mendengar itu. Lagi lagi Sehun mencoba memasangkannya dengan Kris. Apa tidak ada pria yang lebih cocok dengan Jessica selain Kris? Apa lelaki itu sama sekali tidak mempertimbangkan dirinya sendiri?

“Kenapa kau selalu berpikir kalau aku dan Kris saling menyukai?” tanyanya ketus, sebenarnya.

“No man and women can get really pure-friendship in this world”

Kembali Jessica tertawa hambar. Tentu saja dia mengerti dengan baik makna dibalik pernyataan Sehun. Belum lagi tatapan kosong yang diperlihatkannya. Jessica merasa semua ketakutannya bangkit seketika.

He loves her. Oh Sehun loves Park Jiyeon. His very best friend back in their childhood

“Benarkah?”

“Persahabatan itu tidak murni. Salah satu dari mereka akan merasakan perasaan kepada yang lainnya. Mereka akan jatuh cinta atau berpaling dengan cinta yang telah mereka temukan dari yang lain”

“It happen to you?” tanyanya sakit. Perasaan sakit itu muncul begitu saja dan menghapus semua kebahagiaan sesaat yang tadi dirasakannya.

“Apa?” Sehun tidak mengerti dengan cahaya yang berpendar redup di mata Jessica. Binar yang ditunjukan matanya seperti kehilangan semangatnya dan suaranya bergetar samar di telinganya yang tajam. Wanita itu tampak berbeda dengan dirinya yang tadi tertawa bersama Sehun. Seolah mereka orang yang berbeda.

“Kau dan Jiyeon. Kalian bersahabat, bukan?”

Sehun tidak bisa menahan diri untuk melebarkan matanya. Dia terkejut dengan simpulan Jessica yang bisa dibilang, hamper tepat. Dia hanya menatap wanita itu dengan hati hati, mecoba memahami makna dibalik kristal obsidian wanita itu.

“Sebelum Oh Sehun bertemu dengan Park Nami. Maka itu benar”

Jongin datang dari belakang Sehun dan menepuk nepuk pundak sahabatnya itu yang kini memutar matanya. Mengutuk Jongin dalam hatinya karna membuat Jessica seperti kembali pada dirinya sendiri. Menjadi Jessica yang tadi berbicara dengan Sehun. Dan Sehun tahu wanita itu akan mulai bertanya macam macam.

“Park Nami?” tanyanya keheranan. Dia menggerutu dalam hati dan bersumpah akan mengomeli Kris karna tidak memberitahukan hal ini padanya. Jessica cepat menangkap kalau wanita bernama Park Nami ini pernah memiliki hubungan perasaan dengan sosok yang saat ini mengisi hatinya. Dan dia benar, melihat balasan Sehun pada Jongin yang sinis.

“Menyingkirlah dari hadapanku, Kim Kai”

Jongin mendengus dan menatap Sehun serius, “Santailah sedikit, hun. Jangan marah hanya karna hal itu. Sulli benar benar merasa bersalah”

“Siapa yang marah padanya? Katakan tak perlu merasa bersalah, aku sama sekali tidak marah atau kesal atau benci”

Jessica bersikap seperti pendengar yang baik. Ekspresi Sehun terlihat jengah dan Jongin tampak serius. Jessica punya perasaan kalau dirinya akan lebih baik menutup mulut dan memperhatikan. Bukankah dia sudah pernah berjanji akan mempelajari cara Kris mencintai Yoona?

“Just because she said that you already do ‘it’ with Nami right? Come on man, grow up. That’s the truth”

Satu satunya wanita diantara pria itu membeku. Kalimat Jongin seperti cambuk ke hatinya. Dia mengerti dengan jelas dan dia tahu apa artinya itu. Dia butuh kejelasan dan Kim Jongin tampakanya mengetahui banyak hal tentang Sehun.

Tapi Jessica kalah cepat dengan Sehun yang sinis.

“Siapa yang bilang aku mengingkari kebenarannya?” tatapan pria itu berubah memohon saat ada perasaan sakit yang menerjang hatinya, “And can you stop talking about her? It’s over hyung. There’s nothing to do with her. She’s almost gone.”

“Then why you look so pissed over her name?Why yo—”

“Seriously hyung, did you really can forget Jo Hana?”

Tepat sasaran. Jongin mundur selangkah dan dia seperti akan kehilangan keseimbangan tubuhnya kapanpun. Tatapan pria itu bergetar dan mendadak Jongin tampak seperti televise tanpa gambar. Sehun tahu dia terlalu jahat melakukan itu karna dia tahu betul perasaan Jongin. Tapi dia juga tidak bisa mengorbankan hatinya untuk hal itu. Sehun sudah mempunyai Yoona tapi Park Nami selamanya akan menjadi pengingat mimpi buruknya “A—“

“Don’t talk to me, Kim Jongin”

Ada alasan kenapa Sehun menyingkir dari Jongin dan Jessica. Pertama, Jessica seperti tidak bisa mengendalikan keterkejutannya. Dan Sehun yakin sekali, wanita itu akan mencari tahu dan sesungguhnya Sehun sangat tidak suka ada yang mengusik hidup pribadinya. Kedua, wanita dengan gaun merah ketat itu meminum cocktail nya dengan tenang dan menatap dirinya dengan pandangan datar tanpa emosi.

Sehun hanya bisa berharap, dirinya benar benar bisa menenangkan hati gelisah wanita itu.

//

Pesta telah usai dan sepertinya seluruh pria dan wanita itu sudah beranjak ke alam mimpi. Suasana Villa luas itu sangat sepi hingga Sehun bisa mendengar langkah kaki menuju ke arahnya. MacBook nya masih menyala dengan segelas teh disisinya dan Sehun tetap tidak mengalihkan matanya mencari tahu pemilik langkah kaki. Dia sudah tahu siapa itu.

“Aku tidak kaget kau belum tidur” gumam Sehun saat wanita dengan piyama kuning—Yoona—itu masuk dan menyentuh bahunya sekilas.

Yoona mengacuhkan Sehun dan membuka kulkas, mengambil susu karton dari sana. Dia setengah melamun ketika mendudukan tubuhnya di paha Sehun.

“Noona” bisik Sehun. Dia tahu semua orang sudah tertidur tapi bagaimana jika ada yang terbangun dan melihat Yoona berada sedekat dan seintim itu padanya? Tapi lagi lagi perasaan itu menguasai Sehun dan dia tidak membiarkan tangannya mendorong tubuh Yoona. Dia masih ingin menikmati kedekatan ini.

“Bukankah kau memintaku menemanimu?” tanyanya saat tangan kecilnya melingkar di bahu Sehun. Membuat wajahnya berhadapan dengan pria itu. Jemari Yoona menelursi wajah Sehun yang sudah memejamkan matanya. Dimulai dari rambut pirang platinanya, ke alisnya yang tebal lalu matanya yang sipit, hidungnya yang lurus dan bibirnya yang sedikit terbuka.

“Aku merindukanmu” bisik Yoona menenggelamkan wajahnya pada lekukan leher Sehun. Dia menghirup dalam dalam aroma maskulin pria itu. Tidak ingin kehilangan wangi yang menjadi candu baginya.

“Yuri bisa curiga tidak menemukanmu di kasur sayang” jawabnya membelai surai halus kekasihnya. Oh ayolah, Sehun tidak ingin semuanya terbongkar sekarang. Dan dia baru menyadari betapa bodohnya dirinya karna meminta Yoona bersamanya saat ini. Sehun masih memiliki kekuatan untuk memisahkan perasaan yang memintanya untuk mengalah dan mengalirkan perasaan yang meledak ledak itu. Meskipun dia harus berjuang keras untuk itu.

Yoona sudah bisa menduga dan sialnya, dugaannya tepat. Dia sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran Sehun. Kenapa pria itu begitu sulit untuk menunjukan betapa dirinya mencintai Yoona? Kenapa dia lebih suka hubungan yang menyiksa Yoona? Wanita itu menatap dalam dalam mata Sehun. Berharap menemukan obat hatinya yang saat ini bergejolak hebat.

“Kapan terakhir kali kita tidur, hmm?” tapi rupanya Yoona begitu egois untuk menuruti permintaan Sehun.

Sehun tahu Yoona tidak ingin pergi. Dia tahu kalau Yoona ingin berdua dengannya. Saling mencinta dan memeluk satu sama lain. Tapi Sehun tidak bisa berbuat apa apa. Dia harus melakukan ini, “One month ago? Month and half? Masa bodohlah” kemudian dia menciumi rahang wanita itu, “Aku tidak butuh bercinta untuk tahu seberapa besar kau mencintaiku, noona”

Yoona hanya bisa diam dan membiarkan Sehun memanjakannya. Dalam hati Yoona tahu tidak ada yang bisa dilakukannya untuk melawan kekasihnya itu. Atau lebih tepatnya tidak mampu, “Pria macam apa yang memanggil kekasihnya noona?”

“Pria semacam diriku” gumam Sehun tetap mengeksplorasi bahu dan wajah Yoona. Sehun berat sekali untuk menolak Yoona. Wanita itu luar biasa menggoda beberapa jam yang lalu dan Sehun sama sekali tidak bisa melepaskan bayangan Yoona yang seperti itu dipikirannya. Jadi, biarkan untuk sejenak dia mendapatkan apa yang diinginkan tubuhnya saat ini.

Yoona benci sifatnya yang lemah. Seharusnya dia menarik Sehun ke kamar nya dan memuaskan hasrat masing masing, tapi Yoona berakhir di pangkuan Sehun, menikmati bibir dingin Sehun menciuminya. Dia tahu betul apa yang sedang Sehun lakukan dan dia sekali lagi benci hatinya yang begitu lemah hingga hanya dengan sedikit ciuman, seluruh pikirannya berubah. Singkatnya, Yoona menikmati ciuman Sehun dan hatinya berusaha keras untuk tetap mempertahankan egonya.

Bibir dingin itu merayap ke bibirnya. Mengecupnya berkali kali dan kembali mencium setiap jengkal wajah kekasihnya. Sehun tahu betul kelemahan Yoona dan dia mencium wanita itu selembut yang dia bisa.

“Kau tahu aku mencintaimu, ‘kan?” bisiknya mengusap pipi Yoona.

“Sebesar aku mencintaimu” jawab wanita itu kembali mempertemukan bibir mereka dalam ciuman manis.

Persetan dengan egonya. Sampai kapanpun dia tidak akan bisa melawanSehun.

//

kembali lagi dengan saya omegot. ga yakin masih ada yang inget sama fanfic iniii

maaf banget kepada kalian semua yang nungguin lama (kaya ada yang nunggu aja). saya sibuk sekali sejak SMA. banyak kegiatan dan sekalinya beneran kosong, udah kecapean, tidur deh

Saya tadinya udah seneng karena kurikulum 2013 bakal diberhentikan untuk dievaluasi. karena itu artinya setidaknya saya bisa nulis ff lagi (gayakin juga sih. sekolah saya kan sompret). eh ternyata, sekolah saya diputuskan untuk tetap menggunakan kurikulum tak berperikemanusiaan itu. karena sekolah saya adalah sekolah percontohan dan telah menggunakan kurikulum itu dari awal. jadi memupuslah harapan saya

and holiday is coming! yeay

dari semenjak selese UAS saya masih disibukan oleh tugas tugas, remedial beberapa opelajaran, jambore, acara keluarga bla blabla. baru sekarang saya punya waktu buat post

saya sudah males nulis panjkang panjang. so, saya cuman pengen bilang. saya gak tau kapan lagi bisa post cerita ini. karena idenya ilang timbul gitu. tapi liburan ini saya usahakan🙂

terimakasih atas perhatiannya🙂

105 thoughts on “Hidden Scene [8]

  1. bullshit lah kalo jess bilang yoong adik kesayangannya orang terdekat di snsd, tuhh buktinya yoona jauh lebih peka sama jess ketimbang jess ke yoona… Sebel sebelll pokonya sama jesss

  2. yoona aja udh nyadar kalo jessica suka sm sehun, sehun jg mulai jengah sm jessica yg kepo,
    lalu kpn jessica sadar?
    trus beneran sehun suka sm jiyeon sblm ada nami? tp jiyeon nya ga sadar?
    hub sehun yoona msh terombang bing, yoona msh ragu sm hub mereka,

  3. Astaga, astaga, aku cuma berharap itu nanti nggak bakalan ada yang tiba-tiba nyelonong masuk terus mergokin mereka berdua. Woah aku seneng akhirnya ada YoonHun moment disini, setelah di awal-awal jengkel abis-abisan sama Sehun yang terus-terusan nyembunyiin Yoona — Pokoknya author daebak deh

  4. ya ampun…. yak kai oppa hentikan pikiran yadongmu itu…
    srhun oppa, aku masih bingung kenapa kamu seperti ini??…
    akkh… author nim aku jadi keinget ff yang kubaca kemarin lagi, dibeberapa bagian. ini bener bener mirip sumpah, bahkan lebih banyak dari bagian di chap 4 dan 5 ditambah lagi itu ‘kaya’ dirangkum dalam satu ff.
    oke, just infor ne

  5. Wah tambah keren aja ceritanya. Sumpah admin aressa itu ceritanya keren-keren! Gamau tau Yoona Sehun gaboleh putus titik! Ditunggu chap selanjutnyaaaa

  6. It has been long time, eonni. And finally, you give us a happiness. Kangen bangett sm ff ini, dan sumpah aku naik turun di sini. Di awal rasanya pengin nampuk muka Jong In, iuh..masa bahas Nami. Kasihan Yoona😦 Mau marah ke Jessica, tp nggak tega juga loh. Tapi ngakak lo waktu dg pedenya Kris berfantasi Yoona naksir dia, wkwk. Banyak misterinya..Jong In kaya udah tahu YoonHun pacaran, Yuri jg kayanya rada curiga, trs maksud batinnya Luhan apa? Luhan suka Yoona atau tahu Kris suka Yoona? Omegot..dilanjut eon. Udah kepo >.<
    Hwaiting ^

  7. Ah.. thor lama banget bru update. Kirain ff ini bakal gk di lanjutin. Eh ternyata msh ada. & ceritanya selalu makin menarik & bikin greget hubungannya YoonHun. Please Next chapt jng lama2 ya thor. Keep writing..😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s