Roxanne V End

roxanne

ROXANNE

Chapter V End

Cerfymour a.k.a Quorralicious

PG17+ || Romance

Yoona SNSD as Roxanne (Yoona’s english name) dan Tao EXO as Edison (Tao’s english name)

It’s my imagination, MINE! so don’t be ridiculous say that my fanfic is yours the cast is belong to their parents,agencies, and god.

Kay at shinelightseeker.wordprees.com

WARNING NO PLAGIARISM, DON’T BASH, DON’T COPY without my permission. Typo bertebaran

a.n: Semoga suka ^^

 

Edison menatap sendu kearah jendela apartmentnya yang seakan mengetahui isi hatinya saat ini. Beberapa menit telah berlalu semenjak pesta pertunangan yang berakhir dengan keributan antara Sehun, Roxanne dan Krystal itu menggantung tak jelas. Ditengah-tengah keributan, Sehun langsung membawa Roxanne keluar meninggalkan ruangan pesta, meninggalkan semua tamu undangan yang saling berbisik mendengarkan ucapan yang terlontar di mulut Krystal yang menyatakan bahwa dirinya hamil anak haram dari Sehun.

Kehadiran Roxanne dalam kehidupannya bagai dua mata belati yang menyesakkan. Sejuk di dadanya yang hadir hanya sekelebat saja, kembali ternoda dengan kenyataan yang baru saja dia dengar dari sepupunya – Kai.

Hyung, kurasa Roxanne itu adikmu. Tadi aku membantu Roxanne, dan aku bisa yakin aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Roxanne mengenakan gelang dengan aksen yang sama dengan gelang milikmu. Aksen rumput jelujur yang rumit, dengan bunga Lily sebagai pusatnya dan bermanikkan mutiara mungil.

Sebagian hatinya berbisik untuk menyerah, menyerah dalam hal merebutkan hati wanita yang kemungkinan besar adalah adiknya sendiri. Tapi, mau bagaimanapun Edison harus mencari kebenaranya sendiri. Dia tidak boleh berpangku tangan begitu saja. Dan hal pertama yang dilakukan dipagi hari yang muram ini adalah dengan mencari keberadaan ponselnya dan bersiap bertemu dengan wanita tersebut-Roxanne.

“Kau dimana? Bisakah kita bertemu sebentar saja?” ucapnya setelah nada sambungan telepon terdengar, dengan langkah terburu-buru dia segera mengenakan mantel tebal miliknya dan meletakkan cup kopi miliknya di dapur.

.

.

.

Sementara itu…

Roxanne terlihat baru saja bangun dari tidurnya yang bisa dikatakan tidaklah nyenyak. Pikirannya berkeliaran memikirkan fakta yang baru saja dia dengar, karena itulah setiap dua jam sekali dia terbangun hanya untuk memikirkan bagaimana jika Krystal benar-benar hamil, sementara dirinya baru menyadari dia tidak bisa benar-benar merelakan Sehun begitu saja. Pepatah yang mengatakan bahwa kau benar-benar akan merasakan seseorang begitu berarti dalam hidupmu jika seseorang tersebut sudah tak melengkapi hidupmu. Dan entah memang pada dasarnya perasaannya yang tengah mellow atau apapun itu, Roxanne mulai memikirkan awal perkenalan Sehun dengan dirinya, jauh saat dia masih terpaksa menjajakan dirinya sebagai pelayan di suatu kelab malam yang terkenal bersama sahabatnya yang sudah tiada yang bernama Jessica.

Dia baru menyadari, semenjak dia membukakan matanya dia tidak bisa menemukan sosok kekasihnya yang semalam langsung memintanya untuk tenang dan menyeduhkan segelas susu untuknya agar tidur, hm. Tidak tampak seperti Sehun yang biasanya.

“Sehun-ah…” Roxanne mencoba memanggil Sehun sambil matanya mengitari ruangan tidur apartment mereka.

Mungkin dia ada urusan yang mendadak. Batin Roxanne yang langsung berjalan santai menuju arah dapur, mengabulkan permintaan perutnya yang sudah minta untuk diisi.

“Roxanne!” panggil suara Sehun dari balik pintu depan apartmet mereka, Roxanne pun otomatis menghentikan kegiatannya mengoleskan marmalade kesukaanya dan menumpuk roti yang terlapisi marmalade tersebut. “Ada apa?” jawab Roxanne dengan tenang seakan-akan tidak ada –apa-apa yang terjadi diantara mereka.

“Sudah aku curigai, ternyata Krystal berbohong dia tidak mengandung anakku. Ini hal yang membahagiakan bukan? Kini giliranmu untuk kembali ke jalurmu, sadarlah… hanya aku yang kau cintai selama ini dan aku pun sama mencintaimu. Cintamu pada Edison hanyalah sebuah empati,” cerocos Sehun dengan berbagai ekspresi, senyuman dan rasa cemburu yang saling bercampur. Tangannya dengan lembut mengusap kepala Roxanne yang tertunduk menahan tangis. “Ini buktinya,” ucap Sehun kembali sambil tangannya mengangkat selembar kertas yang berisi tulisan-tulisan sehingga Roxanne yang memahaminya langsung membaca isi dari surat tersebut, surat yang menyatakan bahwa tidak ada satu janin pun yang kini sedang berkembang di rahim perempuan yang bernama Krystal.

“Maafkan aku,” ucap Roxanne dengan tersedu-sedu.

“Aku baru menyadarinya, aku tidak bisa hidup tanpamu maafkan aku yang hampir melepaskanmu begitu saja dan tidak mempercayaimu. I Love you babe,” ucap Roxanne.

“Mari kita kembali pada kehidupan kita sebelumnya, tanpa adanya kerumitan cinta yang terjadi beberapa hari terakhir. Kita sama-sama salah dalam hal ini, dan aku tidak akan menyalahkanmu untuk hal ini karena kita sama-sama masih belajar untuk saling mengenal, memahami dan memaafkan.” Ucap Sehun dengan penuh bijak sambil menghapusi jejak airmata Roxanne.

“Aku sungguh bahagia bisa merasakan kembali cinta kita yang utuh kembali. Dan aangkah lebih baik jika Jessica ada juga diantara kita saat ini,” ucap Roxanne yang tiba-tiba teringat akan sahabat baiknya yang selama hidupnya saling membantu untuk bertahan hidup, bahkan Jessica lah yang mengenalkannya pada Sehun yang langsung mencintainya pada pandangan pertama.

Roxanne menghapusi kembali airmatanya yang terjatuh selagi memikirkan Jessica, manik matanya dengan erat memandangi gelang pemberian terakhir dari Jessica. Gelang yang sangat berharga dan tidak akan Jessica berikan pada siapapun kecuali pada orang yang dia percayai. Dan sejak malam berandalan kota merenggut nyawa Jessica yang akan mereka perkosa, di detik-detik hembusan nafas terakhirnya Jessica mewasiatkan gelng itu pada Roxanne dengan harapan dia akan bisa menemukan kakak laki-laki yang terpisah darinya. “Seandainya saja aku tidak terlambat untuk menolongnya, Sehun-ah.”ujar Roxanne masih terpaku pada gelang manis yang melekat dipergelangan tangannya yang mungil.

“Sudahlah, Jessica sudah tenang di alam nya sayang,” bujuk Sehun yang menyodorkan roti lapis buatan Roxanne sendiri untuk Roxanne makan. Roxanne mengangguk pelan lalu mulai menggigit roti lapisnya dan pada gigitan kedua Roxanne yang endengar ponselnya berdering diruangan kamanrya segera berlari menghampiri ponsel yang masih setia berdering. Meski kaget dengan suara yang dia dengar dari seberang, Roxanne segera mengendalikan suara terkejutnya.

Ada apa Edison mengajaknya untuk bertemu?

Dengan bertanya-tanya, Roxanne segera menjelaskan dan meminta ijin Sehun untuk menemui Edison barang sebentar saja.

.

.

.

Lima belas menit waktu berlalu semenjak keduanya bertatap muka, saling berhadapan disebuah café yang sengaja Roxanne pilih tak jauh dari tempatnya tinggal bersama Sehun.

“uhm, How are you Roxanne?” ucap Edison memulai pembicaraan dengan percakapan basa basi pada umumnya. “I’am fine, Apa kau sudah lupa kita bertemu tadi malam?” sindir Roxanne yang langsung menyeruput Greentea Smoothiesnya hingga memaksa Edison mengingat apa yang sudah dia lakukan malam tadi pada Roxanne, dengan gelagapan dia mengelap keringat dingin yang mulai keluar dari pori-pori tengkuknya meski cuaca begitu dingin.

“Kita tidak pernah secanggung ini sebelumnya. Dan aku bisa merasakan kau sedikit menjaga jaga dariku,” ucap Edison dengan to do point tanpa bertele-tele dan hanya mendapat balasan senyum tipis dari bibir mungil Roxanne yang tersapu lip gloss peach favoritnya.

“Jadi, ada apa kau meminta untuk bertemu denganku? Aku masih banyak urusan dengan wanita yang mengaku-aku ibu dari anak kekasihku yang sebenarnya hanyalah non sense,” ucap Roxanne. “Aku hanya ingin menanyakan asal-usul mu saja.”

“Bukankah kau sudah tahu?” balas Roxanne dengan sedikit dahinya yang berkerut, seingatnya selama dia tinggal bersama Edison dia sudah benar-benar menceritakan semuanya.

“Sepertinya aku benar-benar membuang waktumu jika terus menerus bertele-tele seperti ini. Sebenarnya semenjak semalam tadi aku tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan gelang yang kau kenakan sekarang dan tadi malam,” ucap Edison yang langsung bisa mengenali gelangnya sama dengan gelang yang dikenakan Roxanne saat ini.

“Dan kenapa kau baru mengenakan akhir-akhir ini.” Sambung Edison.

“Well, gelang ini tertinggal di apartment Sehun saat aku bertengkar hebat dengannya,” jawab Roxanne santai dan tenang. “Itu milikmu?” tanya Edison dengan sedikit berhati-hati, badannya secara otomatis condong kedepan tak sabar medengar jawaban berikutnya dari Roxanne yang menurutnya bisa benar-benar menjadi seorang adik yang dicarinya selama ini.

“Eiy, kenapa kau banyak sekali bertanya hari ini? Giliranku untuk berbicara.”

“Baiklah,” ucap Edison tengah menyembunyikan rasa penasaran sekaligus kecewanya karena tidak bisa langsung mendengar jawaban yang dia nantikan.

“Aku harap ini menjadi pertemuan terakhir kita berdua. Aku tahu Sehun tak menyukai ini, dan aku tidak ingin menyakiti hatinya lagi, malam tadi aku baru menyadari aku tidak bisa hidup tanpanya dan kurasa aku benar-benar bisa menjadi gila jika merelakannya dengan wanita menyebalkan seperti Krystal.”

Meski begitu kaget dengan ucapan yang dilontarkan Roxanne dengan begitu santainya, di sisi lain Edison sudah bisa memperkirakan semuanya bahkan semenjak sikap Roxanne yang berubah padanya menjadi lebih menjaga jarak dengannya.

“Baiklah. Aku harap yang terbaik untukmu berdua,” ucap Edison tulus.

“Lalu apa jawabanmu?”

“Ouh, pertanyaanmu sebelumnya?”

“Kenapa kau begitu penasaran akan gelang ini. Gelang ini tidak akan aku jual atau kuberikan pada siapapun,” ucap Roxanne setengah-setengah.”Aku tahu, karena itu aku membawa ini agar kau bsia percaya,” potong Edison yang langsung mengeluarkan gelang yang hanya berbeda warnanya saja dari kotak yang sedari tadi dia genggam.

Kontan saja Roxanne kaget melihatnya, “Jangnan anieyo?”

“Ne, ini gelang yang sama,” ucap Edison. Tapi Roxanne hanya meresponnya dengan berdiam mematung memandangi gelang yang sama dihadapannya. “Hanya dua gelang yang sama di dunia ini, gelang yang melambangkan rasa cinta ibu kepada dua orang anaknya.” Ucap Roxanne melontarkan kalimat yang selalu Jessica ucapkan padanya jika dia dan Jessica membahas kembali gelang Jessica tersebut.

“Kau terlambat, oppa,” ucap Roxanne sambil menitikkan airmatanya kembali, kenapa hari ini dipenuhi oleh kejadian yang mengagetkan dan berhubungan dengan sahabatnya yangs duah tiada. “Jessica sudah meninggal.”

“Apa maksudmu?”

“Pemilik asli gelang ini sudah meninggal, oppa, hiks…hiks…tepat setahun yang lalu. Apa oppa ingat sahabat baikku yang selalu kuceritakan padamu yang kutemui sebelum aku bertemu dengan Sehun? Dia, Jessica. Dia selalu memakai gelang ini untuk menemukan kakak laki-lakinya.”ucap Roxanne tersedu.

“Me-meninggal?”

“Ya, dia sudah meninggal oppa. Adik kandung yang selalu mencarimu sepanjang hidupnya benar-benar sudah meninggal.” Ucap Roxanne mencoba meyakinkan Edison yang terlihat tidak bisa mempercayai kenyataan yang ada.

“Tidak mungkin. Aku sudah berjanji untuk bisa menenmukan nya kelak ketika kita sudah besar nanti, kenapa dia meninggalkanku terlebih dahulu? Ke-kenapa?” Sedu Sedan Edison terdengar lebih menyakitkan, melebihi sedu sedan yang terdengar setiap kali dia menceritakan mengenai Tiffany kekasihnya yang juga telah tiada.

“Kenapa Tuhan begitu jahat padaku, dia mengambil semua yang aku cintai di sisi-Nya. Dan bahkan setelahini semua, kau pun akan meninggalkanku,” ujarnya dengan suara parau ditengah tangisnya yang dia paksa untuk tidak terlalu terdengar.

“Aku akan mengantarkanmu ke pemakamannya, oppa.” Ucap Roxanne sambil memberikan gelang yang masih melekat ditangannya dan memberikannya pada Edison, seseorang yang lebih pantas menerima gelang yang selama ini adiknya pakai.

.

.

.

THE END

16 thoughts on “Roxanne V End

  1. Yah end..
    Nyesek jga lhat keadaan edison.😥
    Udh khilngan sica adikny, skrang yoong eonni jga..
    Tpi sih aku ska end ny thor,, yoonhun berstu,,
    Yah meskipun singkat.. :v
    Need saquel yah,, mnurut aku agk gntung ps bgian akhirny,,🙂

  2. aku awalnya ragu pas diawal judulnya udah end. takutnya ceritanya jadi aneh. dan ternyata emang iya. alurnya kecepetan thor. dan kayaknya cerita ini seperti dipaksa berakhir gtu aja. sumpah gantung banget -_- ceritanya juga pendek -_-

  3. Kok gantung thor ??
    Bikinin sequelnya dong
    Akhirnya yoona tetep sama sehun hahahaha
    aku tunggu ff selanjutnya ya thor
    keep writing

  4. Aigoo, trnyata uda ending😉
    wahh critanya ud bgs tp rada brasa krg gman gtu. Btuh sequel neg
    alurnya rada kcepatn neg, tp tetp bgs kok..
    Keep writting thor!! D’tnggu ff lainx😀

  5. Thor, kurang greget endingnya,,, tapi gak pa2 kok. Kasia taonya udah kehilangan orang yg dicintainya. Eh masih ada kai kok hehe. Terus berkarya

  6. yehh selesai.. lumayan singkat thor tapi aku seneng yoona tetep sama sehun.. aku pikir yoona itu beneran adiknya tao >< ff selanjutnya ditunggu ya thor keep writing ^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s