Christmas Eve (( One Shoot ))

tumblr_mr4pmflORZ1qkot0go1_500

Flowssi present. 

Starring by Im Yoona – Xi Luhan.

Romance  // PG-13

Christmas-Eve

Tidak, ini mimpi buruk! Luhan berkali-kali mondar-mandir di depan para sahabatnya sambil mengacak rambut frustasi. Bagaimana bisa rencana yang telah dia rencanakan dengan sebaik-baiknya malah jadi berantakan seperti ini?

“Kau tidak mencoba menelpon Yuri?” Tanya salah satu teman nya yang berkulit tan sambil memandang malas Luhan yang tak kunjung berhenti mondar-mandir. Sepertinya teman-teman yang lain setuju dengan lelaki yang berkulit tan itu.

“Astaga! Aku lupa!” Ucap Luhan sambil terkekeh saat teman-teman nya menatap nya tajam.

“Yeobuseyo?”

“Ya! Yul”

Luhan-ah! Aku sudah hampir sampai ke tujuan!”

“Apa? Sungguh?!’

Iya! Bukan kah kau sudah sampai juga?”

“Ng-ng itu-iya kita juga hampir sampai.”

Yasudah kita bertemu disana, parade dua jam lagi kan?”

Luhan mengangguk lalu mematikan ponselnya dan menatap kawan-kawan nya dengan pandangan horor, “Dia sudah hampir sampai!!”

….

Luhan tiba di Everland. Tempat ini sudah ramai dirubungi oleh berbagai keluarga dan pasangan yang ingin menikmati malam natal. Salju pun juga sudah menghiasi tempat ini, Lampu tertata disana-sini menambah kesan manis pada Everland.

Luhan menatap isi Everland sambil berusaha mencari tempat ‘make-up’r artist.’ Tempat itu digunakan pada model-model parade nanti. Dan dia sangat berterima kasih karena salah satu model dari parade itu adalah kakak nya sendiri.

“Kau telat lima menit Luhan-ssi.” Luhan menatap kakak nya malas, oh bahkan kakak nya mempermasalahkan keterlambatan nya walau hanya beberapa menit saja.

“Baiklah, Nona. Sekarang, dimana kostum-ku?” Tanya Luhan sambil celingak-celinguk memperhatikan ruangan itu. Nona Luhan-Xi Minah langsung menunjuk dua buah pakaian yang di hanger tepat disebelah ruang ganti.

Luhan mengangguk semangat kemudian dia segera mengambil kedua pakaian itu dan cepat-cepat dan segera berjalan kearah ruang ganti. Kemdian dia keluar kamar ganti sambil tertawa konyol, Luhan sekarang memakai pakaian pangeran seperti dicerita Snow White, namun, pakaian keren itu dibaluti pakaian Santa Claus yang konyol.

“Santa Claus konyol yang menyatakan cinta kepada seorang putri dan menunggu jawaban sang putri agar dia bisa berubah menjadi seorang pangeran, oh itu konyol!” Ujar Minah tertawa, kemudian dia tertawa tambah keras saat melihat perut Luhan yang buncit. Oh, ternyata dalam baju Santa Claus sudah diisi dengan busa-busa yang banyak agar memperlihatkan perut yang buncit bagi pemakainya.

Sedangkan Minah menjadi model tinkerbell yang berada pada film peterpan.

“Kau begitu manis dan cantik nona, jika kau bukan kakak-ku mungkin sudah kupacari,” Ujar Luhan asal sambil melihat penampilan dari kakaknya itu.

“Cih, aku memang selalu cantik kau tau? Aku tidak mau dipukuli oleh Yoona jika ketauan pacarnya menggodaku.” Ucap Minah sambil menatap tajam Luhan yang sepertinya sekarang tersentak.

Luhan menelfon Yuri menanyakan dimana keberadaan nya, Ternyata Yuri sudah sampai sepuluh menit yang lalu di Everland, dan mereka pun menunggu paradenya dimulai. Luhan sedikit tegang memikirkan rencananya, dia menggigit bawah bibirnya.

“Apa yang membuatmu merencanakan hal ini Luhan-ah?” Tanya minah menatap ekspresi ke-khawatiran sang adik, Minah berusaha mencari topik yang mungkin bisa menghilangkan ekspresi khawatir adiknya.

“Yoona sahabat dekatku, walau tidak begitu dekat sih dibanding dengan Chanyeol yang selalu menempel dan menjahilinya—“ Luhan menggantungkan kalimatnya lalu memori nya berputar saat-saat mereka berada di sekolah.

Luhan selalu ingat saat Chanyeol-yang sialnya sahabatnya- selalu menjahili Yoona, namun Yoona juga mempunyai sifat yang sama dengan Chanyeol, maka dari itu, dari segi pikiran Luhan, Yoona pun juga nyaman berdekatan dengan Chanyeol.

Teringat lagi dengan si kulit tan-Kim Kai. Kai selalu menggoda Yoona karena Yoona selalu mencopot rompi seragamnya lalu menggulung lengan seragam nya sampai diatas lengan, dan jangan lupakan rambutnya yang di kucir, kesan seksi sangat cocok untuk gadis itu. Tapi hal itu hanya dilakukan Yoona pada saat musim panas saja, jangan gila mengharapkan Yoona melakukan hal itu juga saat musim dingin.

Namun godaan Kai bisa menjadi rintihan saat godaan nya didengar oleh sang kekasih nya, Yuri. Yah, walau yuri adalah sahabat baik Yoona, tak mungkin kan Yuri tak cemburu jika pacarnya menggoda seorang gadis?

“Dan Yoona pernah berkata padaku jika malam natal, dan valentine adalah malam yang sangat romantis baginya. Katanya pada malam itu semua orang bisa berbagi perasaan dengan sangat mudah. Menurutku jika malam valentine akan terlalu lama dan itu membuatku tidak sabar.” Luhan mengambil jeda sedikit untuk mengontrol suaranya.

“Yoona akhir-akhir ini bercerita tentang Santa Claus yang ia temui. Mulai dari Santa Claus yang ia lihat sedang menari-nari lagu Sorry Sorry milik Super Junior sampai Santa Claus yang terpeleset didepan nya persis. Yoona pun berkata dia menyukai Santa Claus karena tingkah konyol dan dadanan mereka, dan aku juga mengingat Yoona sangat menyukai dongeng, karena dalam cerita itu banyak hal aneh terjadi yang tidak bisa terjadi dalam dunia nyata.”

Minah menganggukan kepala mendengar cerita adiknya, “Adik ku sudah besar ya!”

Luhan mendengus kesal saat Minah mengelus kepalanya. Tapi tau-tau pintu menjeblak terbuka dan terlihatlah kedua lelaki tampan masuk keruangan itu. Sebut saja mereka Kai dan Chanyeol.

“Uwoh, Santa Claus konyol sudah siap rupanya,” ledek Kai dan disusul oleh tawa keras milik Chanyeol. Luhan tak bisa menahan tangan nya untuk menjitak kedua sahabatnya yang mengesalkan itu.

“Kertas-kertasnya sudah kau siapkan?” tanya Chanyeol menatap penampilan Luhan, oh bahkan ini tak terlihat seperti Luhan karena hidung sampai bawah wajahnya tertutup oleh kumis berwarna putih.

Luhan mengangguk sambil memasang wajah tegang, demi apapun, dia benar-benar tegang sekarang. Masa bodoh dirinya sering jadi sorotan mata di sekolah karena kepopuleran nya ataupun sorotan siswa-siswa dikelas nya karena menjadi ketua keluas. Yang dipikirkan nya adalah keputusan Yoona nanti.

“Kau tegang?” Tanya Kai sambil menatap kertas-kertas berwarna-warni yang nanti dipakai oleh Luhan untuk menyatakan perasaan nya terhadap Yoona.

“Aku takut jika Yoona tidak menerimaku.” Ujar Luhan memperhatikan sepatu bot berbahan kain lembut yang dipakainya ini. Chanyeol dan Kai saling bertatapan mendengar suara getar milik Luhan.

“Hey! Kau ini apasih? Masa ketua kelas dan lelaki populer tidak berani menyatakan perasaan nya? Kau mau kalah dengan si hitam saat dia menyatakan perasaan nya pada Yuri menggunakan mesin bola tenis?” Ujar Chanyeol menahan tawanya yang bisa meledak seketika.

“Siapa yang kau sebut hitam, Tiang?!” ucap Kai sambil memukul pantat Chanyeol sambil melemparkan tatapan membunuh.

Ah, Luhan ingat kejadian dimana Kai menembak Yuri menggunakan mesin bola tenis. Pada saat itu sudah sore karena disekolah hanyalah murid-murid yang mengikuti kegiatan ekstra kulikuler saja. Kai yang mengikuti ekstra kulikuler Tenis merencanakan pernyataan cintanya pada Yuri yang pada saat itu juga mengikuti ekstra kulikuler Tenis.

Dia menulis beberapa kata pada bola tenis lalu memasukan bola itu pada mesin bola tenis yang otomatis akan melemparkan bola tenis jika sudah ditekan tombol ‘play’. Pada saat itu Yuri sedang membereskan beberapa bola karena disuruh oleh sonbae mereka. Pada saat itu juga Kai memulai aksinya. Mesin itu melemparkan bola tenis kearah Yuri dengan kekuatan sedang, dan pada saat itulah bola-bola tenis itu berbaris. Yuri yang akan membereskan bola-bola tenis itu segera terkejut saat membaca kalimat-kalimat yang ada pada bola tenis itu. Lalu kai juga membuat baleho besar-besaran dengan tulisan, “TANPAMU AKU TIDAK BISA HIDUP, KWON YURI.”

Pada saat itu siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler segera mengerubungi lapangan ataupun melihat dari jendela. Menyaksikan aksi penembakan yang dibilang aneh itu.

Walau Yuri menerimanya, Kai mendapat hukuman setrap dari guru karena memakai mesin bola tenis tanpa ijin. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Yuri menenamani Kai menjalankan hukuman nya, Oh! So sweet.

“Luhan-ah, parade akan segera dimulai, nanti kau akan naik kereta itu pada gerbong ketiga, karena tempat itu tidak ada yang menaiki. Kau bisa keluar lima menit lagi, karena sepuluh menit lagi kereta akan berjalan mengitari everland.” Luhan mengangguk mendengarkan penjelasan dari kakak nya.

Chanyeol dan Kai memberi semangat pada sahabatnya, bahkan Chanyeol juga membantu Luhan dengan menaruh kertas warna-warni tadi pada gerbong ketiga pada kereta yang sudah bersiap itu.

Luhan mengintip keluar, Everland sudah bertambah ramai seiring nya matahari tenggelam. Dia menghela nafas panjang, kemudian menetralkan jantung nya yang berdegup dengan cepat, Ini waktunya.

Luhan kemudian keluar dari ruang make-up dan berjalan ke arah Yoona dengan Yuri yang sepertinya sedang serius menunggu parade. Luhan tak peduli dengan bisikan dan pasang mata yang melihatnya, dia hanya peduli pada Yoona yang berjarak beberapa meter darinya.

Namun, sepertinya hanya Yuri yang menyadari kedatangan nya. Kemudian dia mendekati Yoona dan memberikan sebuah kotak kado yang tidak bisa dibuka berbentuk hati. Yoona tampak sangat bingung, sedangkan-disebelahnya, Yuri menyuruh Yoona untuk menerima kotak itu. Oh jangan lupakan, Yuri tak akan absen dari rencana ini.

“Untuk-ku?” Tanya Yoona bingung saat tiba-tiba sebuah Santa Claus jadi-jadian (( read: Luhan )) memberikan nya kotak kado berbentuk hati itu. Yoona kemudian menerima kotak kado itu saat Yuri menyuruhnya untuk menerima kotak kado itu. Yoona kemudian meng-fokuskan pandangan nya kearah kereta yang baru saja muncul dari terminal yang dibuat di everland ini.

Luhan panik saat dia tidak mendapat perhatian dari Yoona. Bahkan dia sudah menari-nari ‘Touch My Body’ milik Sistar dan dia juga sudah membuat ‘love sigh’ dengan kedua tangan nya, Yuri pun juga membantu Yoona untuk memandang Luhan, Namun tetap saja Yoona memandang kereta parade yang sudah dihiasi bermacam-macan pernak-pernik.

Luhan juga sudah berlari menuju gerbong ketiga. Dia kemudian duduk dan mengontrol nafasnya dan menyiapkan mentalnya.

Dia kembali keluar dari gerbong ketiga dan mengeluarkan kertas. Dia duduk diatas gerbong dengan tempat duduk yang sudah disediakan disitu. Dia kemudian menata kertas dan menunjukan nya dengan mengangkat tangan nya tinggi-tinggi.

Kertas yang pertama ia tunjukan berisi:

Yoona-ya, ini aku.

Luhan kemudian membolak-balikan kertasnya,

Tolong lihat kertas ini sampai habis,

Aku tidak ingin kau mengabaikan ku.

Luhan terdiam, dia menghela nafasnya dan mengganti kertas itu dengan kertas yang lain,begitu seterusnya.

Mungkin kau bingung kenapa ada Santa Claus konyol yang berdiri diatas kereta

Tapi Sungguh, Santa Claus ini menantikan mu

Luhan kemudian membolak-balikan kertas itu dengan sedikit bingung,

Akhir-akhir ini aku memikirkan tentang kita, ah maksudnya dirimu

Chanyeol bilang gadis itu sangatlah merepotkan

Kai malah bilang monggu lebih imut dari para gadis

Luhan panik saat dia hampir salah mengganti kertasnya, dia kemudian cepat-cepat menarik lembaran yang benar,

Aku sadar, bersamamu membuatku berbeda

Aku benar-benar bahagia bersama-mu

Dan aku menyukaimu-oh, mungkin ditambahkan dengan cinta?

Luhan kemudian menarik secarik lembar berwarna merah yang sangat mencolok berbentuk hati dengan glitter disana-sini,

Jadi..

Maukah kau menjadi kekasihku?

Santa Claus konyol, Xi luhan.

Begitu selesai memperlihatkan kertas-kertas itu, Luhan turun perlahan dari gerbongnya. Suara riuh pun juga terdengar saat Luhan mendekati Yoona. Kini ponsel dan kamera semakin banyak terlihat pada saat Luhan mendekati Yoona-yang membekap mulutnya rapat-rapat.

Tinggal beberapa meter lagi menuju Yoona, Luhan tersandung. Semua orang berusaha menahan tawanya melihat kekonyolan Luhan. Luhan sendiri mengumpat berkali-kali mengutuk bot Santa Claus yang kebesaran ini.

Namun, Luhan hanya bergerak sedikit dan langsung berlutut pada Yoona. Dia kemudian melepas kumis dan jenggot nya yang membuat orang-orang semakin riuh memujinya. Namun, sekarang bukan waktunya untuk membalas pujian itu bukan? “Yoona-ya,”

Yoona masih terdiam menatap Luhan yang menyeka keringat yang mengalir dibawah dahinya. “Yoona-ya”

Yoona-ya,” Luhan kembali memanggil Yoona untuk menutupi rasa tegang yang menjalari seluruh tubuhnya. Demi apapun, jantung nya berpacu gila-gilaan kali ini. “Bagaimana jawaban-mu?”

Yoona mengangguk sambil tersenyum manis, nyaris tanpa berpikir. Mata Yoona juga sudah menetes di pipi merahnya, sungguh, Yoona senang kali ini.

Senyum lebar pun terpampang di wajah Luhan. Dia kemudian meloncat-loncat dan menatap para pengunjung sembari berteriak, “DIA MENERIMAKU! IM YOONA MENERIMA XI LUHAN!” Luhan tak bisa menahan hasrat nya untuk memeluk Yoona.

Gemuruh tepuk tangan terdengar lagi, bahkan lebih keras. Luhan melirik ke arah Yuri, Chanyeol dan Kai yang memberi selamat melewati kata-kata yang tidak bisa didengar jelas oleh Luhan, namun Luhan tau dari gerak bibir mereka. Luhan pun memberikan tanda jempol sebagai tanda terima kasih kepada mereka.

Saat Luhan melepaskan pelukan mereka, Baju Santa Claus Luhan melorot dan memperlihatkan kostum pangeran nya. Gadis-gadis berteriak sembari memuji ketampanan Luhan yang berangsur-angsur dibanding yang tadi. Sedangkan Yoona hanya melongo melihat perubahan Luhan, “Kau seorang pangeran!”

Luhan tersenyum sekilas mendengar seruan Yoona, dia kemudian mengambil mahkota bunga yang diberikan oleh Kai. Luhan lalu memakai-kan mahkota bunga itu diatas kepala Yoona, “Dan kau seorang putri.”

Luhan kemudian menarik Yoona menuju kereta parade yang tak jauh mereka. Kedua pasangan itu pun masuk kedalam gerbong tiga yang tadi dipakai oleh Luhan. Malam natal ini, Luhan yakin ia tidak akan bisa berhenti tersenyum pada christmas eve kali ini.

E-N-D

Haiii berjumpa lagi dengan aku. Pertama-tama aku minta maaf yang sebesar-besarnya pada Olympians karena aku belom bisa nge-post ff ku dengan judul ‘Younger’. Kemarin laptop aku rusak, padahal ff setengah jadi itu ada disana, di document. Aku harus nunggu lebih dari sebulan karena laptop ku bolak-balik sana sini servisnya dikarenakan mesin nya dah lemah, banyak yang takut buat servis laptopku.

Dan aku juga udah minta ijin sama kak elevenoliu buat hiatus sementara lewat email. Kemarin, akhirnya aku bisa pinjem laptop kakak dan membuat ff Younger-juga membuat ff yang baru. Sebenernya ff ini aku mau post kemarin malem, tapi sayang nya ketiduran😀

So, aku juga minta maaf jika ff ini gak jelas. Eh iya, mungkin banyak yang bilang ff ini mirip sama salah satu novel karya Orizuka? yap! aku memang terinspirasi dari Novel Orizuka dengan judul ‘Oppa & I : Love Mission’ karena otak udah kosong banget jadi cuma bisa ide ff ini aja. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya ‘key?

Thanks, Flowssi.

30 thoughts on “Christmas Eve (( One Shoot ))

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s