Remember

0cc200887fe005d71a7a0fcaab0b1914

qintazshk’s present

⌊ Remember ⌋

Wu Yi Fan as Kris and Im Yoona

Teen  | Ficlet | Marriage Life-Romance

enjoy this fanfiction and create your imagination

italic means flashback and Im Yoona side

oppa!”

Mataku yang semula menatap pantulan bulan di permukaan kolam, kini beralih menatap seorang perempuan dengan mata deer-nya yang sedang berjalan ke arahku. Tangannya menggenggam sebuah boneka Rillakuma –kesayangannya-.

“ada apa? Kau tak ingin tidur?”

“harusnya kan oppa menemaniku tidur di kamar. Ayo,”

Lengan kurus perempuan itu menarik tanganku untuk mengikutinya masuk ke dalam rumah.

“oppa masih ingin menikmati bulan di sini. Kau mau menemani oppa?”

“nanti oppa bisa sakit kalau terlalu lama berada di sini. Lagipula,” perempuan itu mengelus perutnya yang besar. “Yoo Fan lapar.” Perempuan itu terkekeh kecil, memamerkan deretan giginya yang rapih.

“astaga, Im Yoona. Kau ini tidak hamil saja hobinya makan. Apalagi hamil seperti ini. Keinginan makanmu makin membesar.” Aku mengelus puncak kepalanya lembut. Membuat surai cokelatnya yang rapih menjadi sedikit berantakan.

“kalau oppa ingin anak kita nanti kekurangan gizi, terserah saja.”

Yoona mendengus napas kesal lalu berbalik masuk ke dalam rumah.

“hey,” aku memeluk Yoona dari belakang. Menghentikan usaha istriku untuk berjalan lebih jauh lagi. “jangan marah begitu. Aku hanya bercanda, kau tahu.”

Sedetik kemudian, aku mendengar suara tawanya yang keras dii sela-sela suara jangkrik yang mengisi kekosongan malam ini.

“kau mengerjaiku?”

“bukan, bukan aku. Anakmu yang ingin ayahnya merayu ibunya.”

“ya ampun, kekanak-kanakkan sekali, Yoona-ya.”

Aku mengecup pipinya sekilas lalu membawa perempuan itu mendekat ke kolam renang rumah kami yang tidak terlalu luas. Beberapa pepohonan yang Yoona rawat mengelilingi kolam renang itu. Aku menyukai pemandangan ini. Lengkap dengan Yoona di pelukanku terasa amat sempurna.

Aku menyuruh Yoona duduk di kursi santai satu-satunya yang ada di pinggir kolam dan membiarkan diriku duduk di bawah.

“oppa, aku minta maaf.”

“minta maaf untuk apa? Kau kan tidak berbuat salah.”

“karna tidak ingin mengganti nama margaku menjadi ‘Wu’. Aku egois, kan?”

Aku berlutut di depannya dan memandang matanya dalam-dalam. Mata indah yang selalu menatapku ceria. Mata yang selalu bersinar saat aku membalas senyumnya. Mata yang sinarnya tidak akan redup karena aku akan mempertahankan sinar matanya itu.

“aku juga harus menghormati ayahmu. Itu bukan menjadi suatu keharusan untukku. Jadi, jangan pikirkan hal itu lagi. Pikirkan saja dirimu dan anak kita, oke?”

“siap, bos!”

 

 

“sampaikan salam pada ibumu, Yoo Fan-ah.

Anak laki-laki kecil itu langsung membungkuk sopan dan tersenyum manis. Senyum Yoona yang menurun padanya.

annyeong haseyo, eomma.”

Hanya hembusan angin beraroma bunga yang menyahut salam Yoo Fan.

“hari ini appa mengajakku jalan-jalan ke kebun binatang. Harusnya eomma ikut dan menemaniku melihat unta-unta itu. Appa berjanji akan membelikanku unta.”

“hey, appa tidak berjanji untuk membelikanmu unta, Yoo Fan. Itu terlalu repot untuk diurus. Hewan lain, oke?” aku berjongkok di depan Yoo Fan, menyejajarkan tinggiku dengan anak lelaki ini.

“kalau begitu,” Yoo Fan menggaruk-garuk kepalanya bingung. “buaya?”

“lihatlah, Im Yoona. Anakmu ini sama menyeramkannya denganmu.”

Aku tertawa beriringan dengan Yoo Fan. Anak itu mempunyai gigi seputih salju saat tertawa. Matanya mewariskan mata cokelat Yoona dan mempunyai rambut hitam seperti milikku. Kombinasi sempurna, bukan?

appa tidak mau berbicara dengan eomma?

Saat itu juga aku merasa pertahananku luntur. Mataku sudah berair dan aku memutuskan untuk berdiri agar Yoo Fan tidak melihat mataku yang sudah basah oleh air mata.

“Yoo Fan tunggu di mobil, ya, appa.

“hati-hati!”

Yoo Fan berlari dengan riangnya di antara tanah-tanah bernisan.

“kau baik-baik saja, Yoona?” mengucapkan sederetan kalimat itu saja sudah cukup membuat tenagaku terkuras habis. “aku dan Yoo Fan baik-baik saja.” Lanjutku akhirnya. Menjawab seolah-seolah Yoona ada di hadapanku sekarang.

“terima kasih sudah membawa Yoo Fan ke dunia ini. Aku sungguh-sungguh berterima kasih padamu, Im Yoona.”

Aku taburkan kelopak bunga yang sudah aku bawa. Menyirami batu nisan dengan nama ‘Im Yoona’ dengan air suci. Mencabuti rumput-rumput liar yang dengan seenaknya bertengger di tempat peristirahatan terakhir istriku.

“kalau saja saat itu kau tidak berusaha menyelamatkan Yoo Fan dan memilih dirimu agar selamat, keadaannya pasti berbeda. Aku tahu.” Jatuh sudah air mataku. Kesekian kalinya dalam satu bulan ini.

“aku tahu kau berkonban karena kau seorang ibu.”

“Yoo Fan yang terbaik untuk kita, Kris. Kau akan menjadi ayah dan aku seorang ibu. Setelah itu, hidup kita sudah sempurna.

“maka dari itu, aku berterima kasih padamu, Im Yoona. Sekaligus minta maaf,”

Aku tahu sudah selirih apa suaraku kali ini.

eomma sudah memilihkan seorang perempuan untuk menjadi penggantimu. Membantuku mengurus Yoo Fan setelah tujuh tahun ini aku mengurusnya sendiri dengan bantuanmu di imajinasiku. Atau kau memang ada di sampingku setiap saat? Aku terlalu banyak berkhayal, ya?”

“aku selalu ada di sampingmu dan Yoo Fan, Kris. Selamanya.”

“aku akan membawa Yoo Fan untuk menemui orang tuamu sekarang. Aku akan datang lagi kemari, aku janji. Kau jangan melupakan aku.”

Aku bangkit berdiri dan segera mengambil langkah untuk menjauh dari tempat itu. Tanganku bergerak untuk menghapus jejak-jejak air mata tadi.

“sampai jumpa lagi, Yoona.”

“sampai jumpa, Kris.”

Hai!

Sebenernya ini fict tentang Hari Ibu, cuma sayangnya aku ngga bisa post hari itu -__- so, sampai jumpa di fict aku yang lain yaaa😀

Papoi!❤

24 thoughts on “Remember

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s