(Freelance) Complicated Love (Chapter 2)

lykh

Title : Complicated Love

Author : Akuro

Cast : Im Yoona | Oh Sehun | Xi Luhan | Kim Jong In ( Kai ) | Jung Soo Jung ( Krystal ) | Park Jiyeon

Genre : Romance, Drama, School Life, Sad, Angst, Comedy ( little )

Rating : T

 

Note :

ff ini terinspirasi dari serial drama korea “THE HEIRS”. Tapi saya nggak ada maksud untuk plagiat. Karena semua alur di ff ini benar-benar berbeda dan murni dari pemikiran saya sendiri.

Don’t Bash

Don’t be silent readers

Don’t copycat without permission

Sorry for typo and bad story.

Hope you like it^^

 

Happy Reading

 

 

Yoona meletakkan mie ramen buatannya ke hadapan Sehun langsung tengah mengerutkan keningnya. Gadis itu paham betul, Sehun pasti belum pernah mencicipi makanan instan ini sesendok pun. Mau bagaimana lagi? Bahan-bahan makanan didalam kulkas telah habis. Yoona terlalu malas untuk pergi ke minimart sekarang. Apalagi hujan masih belum lelah(?) mengguyur bumi Seoul malam ini.

 

“ini makanan instan?”

 

Yoona mengangguk takut-takut “maafkan saya Tuan Muda. Persediaan bahan makanan telah habis. Hanya ini yang tersisa”

 

“Baiklah, tak apa. Hanya sekali” jawab Sehun seraya mengulas senyum manisnya. Yoona tertegun. Lelaki arogan seperti Sehun ternyata bisa tersenyum juga. Dan Yoona bersumpah, Sehun barkali-kali lipat lebih tampan saat tersenyum. Tapi ia tetap merasa bahwa Kai jauh lebih tampan.

 

“Berapa umurmu?” tanya Sehun memecah keheningan.

 

“18 tahun”

 

“berarti kita hanya terpaut satu tahun, aku 19 tahun”

 

“jinjja?”

 

“hmm…”

 

Dan suasana kambali hening seperti semula. Yoona sibuk memperhatikan Sehun yang dengan lahapnya menyantap ramen. Hingga pada akhirnya, pandangannya tertuju pada kaos pink polkadot yamh melekat ditubuh atletis Sehun. Yoona tau betul, kaos itu miliknya. Sudah bisa dipastikan itu ulah ayahnya.

 

Sehun yang sebenarnya mencuri-curi pandang pada Yoona sejak tadi, mulai mengerti kemana arah pandangan gadis itu saat ini. Ekspresi Yoona yang seakan sedang menahan tawa membuat Sehun tak tahan untuk meledakkan kekesalannya.

 

“Apa yang kau lihat? ck… jika bukan karena bajuku kotor, sudah pasti aku tak akan pernah sudi mengenakan pakaian ini. Kenapa? Kau ingin menertawaiku?”

 

“hahahahaha..” Tawa alligator khas Yoona tumpah seketika. Sungguh, gadis itu sendiri merasa dirinya sangat payah dalam hal menahan tawa.

 

“hei…diamlah”

 

“hahahaha……”

 

Sehun sendiri yang merasa kekesalannya telah mencapai ubun-ubun tak bisa hanya diam saja. Sebuah ide cemerlang melintas diotaknya. Dengan gerakan cepat, Sehun telah berhasil melepas kaosnya sehingga kini ia dalam keadaan Topless-untuk kedua kalinya, memperlihatkan tubuhnya yang kekar disertai otot-otot perutnya yang memebentuk 6 kotak-kotak.

 

“KYAA… APA YANG ANDA LAKUKAN TUAN MUDA? CEPAT PAKAI KEMBALI BAJU ANDA”

 

“Tidak akan. Kau pasti akan menertawaiku lagi”

 

 

o0o

 

 

“Silahkan tuan Muda….”

 

Tn. Im membuka pintu dengan tempelan-tempelan gambar rilakkuma dihadapannya lalu melangka masuk kedalam, diikuti Sehun dibelakangnya. Sehun mengedarkan pandangannya meneliti kamar minimalis itu. Kamar itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kamar mewahnya. Tak ada ranjang yang empuk, meja belajar, Tv ataupun Komputer. Hanya sebuah kasur dilantai sebagai alas untuk tidur, meja kecil yang penuh dengan tumpukan buku disalah satu sudut ruangan serta almari berukuran sedang. Dan tak ketinggalan juga terdapat beberapa foto yang menempel di dinding tanpa pigura. Sehun yakin kamar ini pasti milik putri Tn. Im.

 

“Mianhae Tuan Muda, jika anda merasa tidak nyaman”

 

Sehun mengangguk dengan tampang datarnya “Gwaencaha… Tidur sekali disini takkan membuatku kehilangan nyawaku kan?”

 

Tn. Im terkekeh geli, walaupun rasa tak enak hati masih saja menderanya. “Baiklah.. Silahkan beristirahat Tuan Muda”

 

Pria paruh baya itu segera melangkah keluar setelah sebelumnya membungkuk singkat.

 

CKLEK

 

Pintu tertutup, menyisakan Sehun seorang diri. Pria itu mendekat ke arah meja kecil dan mengambil salah satu buku yang tertata rapi disana.

 

“SMA Hee Kyung?”

 

 

o0o

 

 

Jam baru menunjukkan pukul 5 pagi. Tapi Im Yoona sudah rapi dengan seragam yang melekat ditubuhnya. Tubuhnya terasa remuk, karena semalam ia tertidur di sofa kecil ruang tamu. Gadis itu tadi juga sempat mengendap-endap masuk kekamarnya sendiri-karena ada Sehun yang masih tertidur pulas-mengambil peralatan sekolah beserta seragamnya.

 

“Apa yang sedang kau lakukan?”

 

Gerakan mengunyah dimulutnya terhenti. Yoona mendongak, mendapati Sehun berdiri tepat dihadapannya. Rambut pirangnya yang acak-acakan sangat mirip sekali dengan rambut singa. Dan Yoona merasa sangat jengah untuk kesekian kalinya. ‘kenapa lelaki ini hobi sekali errrr…. bertelanjang dada begini sih?’

 

“Ah, Tuan Muda sudah bangun?” bukannya menjawab, gadis itu malah balik bertanya.

 

“Tentu saja. Lagipula siapa yang betah berlama-lama tidur dikandang nyamuk?”

 

Oh… rupanya sifat arogan Sehun mulai kambuh lagi.

 

“Lagipula kenapa anda tidak memakai lotion anti nyamuk di almari saya?”

 

“Mana kutahu kalau ada lotion anti nyamuk di almarimu? Apa kau fikir membuka almari seseorang tanpa izin itu hal yang sopan?”

 

SKAKMAT

Yoona mengeluh dalam hati. Merasa dirinya benar-benar bodoh untuk saat ini. Ia hanya bungkam, mengabaikan tatapan lekat Sehun yang tertuju padanya. Ia harus pergi sekarang juga-walaupun perutnya masih terus ‘berteriak’ minta diisi. Bersama dengan majikan ayahnya itu entah kenapa membuatnya tak nyaman.

 

“aku harus pergi. Permisi Tuan Muda”

 

Sepertinya Sehun sudah mulai kehilangan akal sehatnya. Lelaki itu menahan langkah Yoona yang hendak pergi dengan mencengkram lengannya erat.

 

“Kau mau ke mana? Tak mungkin bel masuk telah berbunyi pagi-pagi begini.” Suara Sehun melembut, membuat Yoona terbengong. Bagaimana bisa sikapnya yang arogan tadi hilang begitu saja hanya dalam waktu sepersekian menit? Apa ia salah minum obat? Atau mungkin kepalanya terbentur sesuatu?. Untuk beberapa saat, keduanya saling terdiam, memandang manik mata satu sama lain dengan detakan jantung yang berdetak abnormal.

 

Yoona segera tersadar. Dengan paksa, ia tarik lengannya dari cengkraman Sehun yang langsung menampilkan raut kecewanya. “a…aku harus bekerja T..tuan Muda. Permisi.”

 

“Bekerja?”

 

 

o0o

 

 

Matahari bersinar terik pagi ini. Yoona melirik beberapa koran dikeranjang sepedanya tanpa minat. Puing-puing(?) kejadian tadi terus saja berputar-putar mengelilingi otaknya. Ia merasa gugup luar biasa. Bahkan jantungnya masih saja berdetak kencang sampai detik ini.

 

Gadis itu menghentikan laju sepedanya. Bersiap melemparkan koran disebuah rumah dengan tembok tinggi yang mengelilinginya. Namun hal itu di urungkannya saat mendengar suara deritan(?) pagar yang terbuka dan memunculkan seorang wanita cantik dari dalamnya.

 

“IM YOONA??”

 

Yoona terkejut bukan main. Park Jiyeon, sunbaenya yang kerap kali menjadi dalang dibalik aksi penindasan yang ia terima disekolah, kini berdiri dihadapannya sambil berkacak pingganag. Sudah bisa dipastikan rumah megah itu milik wanita yang dikenal tak berperasaan. Sepertinya kesialan tak akan lama lagi menghampirinya.

 

Yoona menelan salivanya gugup lalu meberanikan diri menyapa sunbaenya yang galak itu. “aa..annyeong ss..s..sunbae”

 

Kekehan geli berhasil lolos dari mulut Jiyeon melihat raut gelisa Yoona. “kkk.. jadi ini pekerjaanmu? Hahaha… Astaga…. sihir apa yang kau gunakan sehingga bis masuk ke SMA Hee Kyung? Ah, tunggu sebentar….”

 

Jiyeon buru-buru merogoh tas sampirnya dan mengeluarkan ponsel canggih keluaran terbaru miliknya.

 

“Tersenymlah Im Yoona…”

 

Yoona yang tak mengerti maksud ucapan Jiyeon, memilih untuk tak bersuara. Tadi jelas-jelas wanita itu mengejekknya. Tapi kenapa sekarang malah menyuruhnya untuk tersenyum?

 

JPRETT(?) #Backsoundrusak

 

Tubuhnya seketika membeku, kedua matanya membelalak, serta mulutnya melebar sempurna. Jadi…. Jiyeon memotretnya!!!!!!!!

 

“Apa yang kau lakukan sunbae?”

 

“Kau fikir aku akan membuang ‘kesempatan berharga’ ini begitu saja? ‘bersiaplah’ Nona Im” Jiyeon berujar lirih dengan nada tajam dan berlalu meninggalkan Yoona yang tengah berusaha meredam tangisnya. Tangannya menvengkram kemudi sepedanya erat sampai buku-buku kukunya memutih. Sungguh…. Ia benar-benar sudah lelah sekarang.

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue~

 

 

 

haiiii…. aku balik lagi sama ff yang super aneh ini. Adakan yang menantikannya? #ngarep.com😀 . oh ya, aku mau minta maaf sama readers sekalian karena di part sebelumunya typonya bertebaran. Untuk chap ini sudah aku usahakan typonya sudah berkurang. Tapi kalo masih ada typo, yesungdahlah. maklumin saja. saya hanya mnusia biasa yang tentunya punya kekurangan. Hehe😀

 

oke deh sekian dari saya. Jangan lupa CL nya yaaaaaa……

 

 

paiiii paiiiiii

 

 

52 thoughts on “(Freelance) Complicated Love (Chapter 2)

  1. aku menghargai jerih payah author buat ngarang, butuh inspirasi dan waktu. Tapi please aku nunggu ini day by day, hikssss. ayo dilanjut lagi,,, ToT

  2. maaf bru ninggalin cment di chap 2.soalnya d chap 1 pndek jd aku jdiin stu deh cmntnya.
    ceritanya bgus dan menarik bgt.feelnya dpt bgt.pokok’e tak tunggu chap slnjtnya…!!!!

  3. Kayaknya sehun tertarik sm yoona mgkin sehun sekolah di sma hee kyung juga wkwk
    Tega amat jiyeon-_- next thor jgn lama lama

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s