(Freelance) Dark ELF and My Life (Chapter 2)

c7aj6

DARK ELF AND MY LIFE (ALL IS DARKNESS) 2/?

Author : AlienGator02

Main Cast : Im YoonA, Oh Sehun, Kim Jong In.

Other Cast : Find it by Your self

Genre : Sad, mistery,Psycho

Length : Sorry, i don’t know

Poster : Cicil @ 2deer (Big thank’s for you eonni/?)

Rating : PG-17!!!

Disclaimer : This story is pure my idea, and I got some inspiration from Harry Potter, The Hobbit and Lord of ring. Siders? is not problem for me. Basher? You can bash this story J I’m proud of typo. Really sorry for bad story L

*Happy Reading^^*

_

_

_

_

“Benar kan Im Yoona apa yang telah kukatakan? Aku adalah Dark elf Spesies terbaru dimuka bumi ini Im Yoona.” Bisik Sehun

******

Berawal dari hari tersebut. Kehidupan Yoona mulai berubah 1800 tiap malam ia hanya merenungi nasibnya dirumah Sehun, beberapa kali ia mencoba untuk menelpon Kai. Namun, ia urungkan niat tersebut mengingat siapakah sebenarnya Oh Sehun itu,

DARK ELF Sejenis manusia Keturunan Peri dan Darah Vampire. Hanya saja Dark ELF jauh lebih mengerikan dari pada apapun. Mereka hidup dengan memakan daging manusia, meminum darah bangsanya sendiri (Kanibal). Dan jangan lupa mereka juga mempunyai nafsu yang sangat jauh lebih tinggi dari pada lainnya,

Yoona tersadar dari lamunannya, ia menghela nafas kasar ribuan kata terus terngiang-ngiang di kepalanya

“Kapankah aku bisa keluar dari penjara terkutuk ini? Tinggal bersama ribuan kecoa jauh lebih baik.” gumamnya,

Yoona berjalan pelan dan membuka gorden jendelanya. Kedua iris madunya bisa melihat taman yang sangat indah dibalik jendela itu. “Lama tak menghirup udara segar.” Pikirnya. Tak terasa Yoona telah tinggal selama satu minggu dirumah Oh Sehun. Rumah yang sangat pantas untuk dipanggil Neraka.

CKLEK

Terdengar suara decitan pintu dibuka, menampilkan Sesosok namja yang sangat-sangat tampan dengan balutan jas hitam yang elegan menambah kesan tampannya. Yoona melirik sekilas namja tersebut, ia masih mempertahankan wajah dinginnya dan ia tak akan pernah peduli apa saja tentang namja itu.

GREP

Sebuah lengan kekar memeluk Yoona dari arah belakang. Ia memutar bola matanya kesal. Namja itu-Sehun- membalikkan badan Yoona. Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona namun ia segera menngalihkan pandangnya. Tercium aroma anyir dari mulut Sehun yang Yoona yakini adalah ‘Darah Manusia’. Yoona tidak akan pernah peduli dengan apa yang telah dilakukan Oh Sehun. Kedua tangan Sehun menangkup kedua pipi Yoona dan mencium bibirnya sekilas. Sebuah ekspresi yang sangat Yoona benci keluar dari mimik wajah Sehun, Smirk milik Sehun membuatnya ingin mencabik-cabik wajah tampan Sehun

“Apakah kau tau chagiya? Siapa yang telah menjadi santapan lezatku?” Tanya Sehun pada Yoona, namun yang ditanya malah tidak menggubrisnya seolah tidak mau tau. “Dia adalah lelaki yang selalu berada disampingmu, Kim Jong In. Darah yang ia miliki sangat segar, terlebih ketika ia memohon untuk tetap hidup.” Bisik Sehun tepat ditelinga Yoona.

Kedua mata Yoona membelalak mendengarnya. Ia merasakan seluruh tubuhnya melemas, mungkin jika Sehun tidak mencengkram erat kedua tangan Yoona, Ia bisa jatuh ke lantai dingin itu. Pikiran Yoona berkecamuk. Lelaki yang selama ini telah Yoona anggap sebagai kakak telah mati. Yoona menatap Sehun tajam. Yoona mulai menjalankan rencana awalnya yaitu ‘Membunuh Sehun’. Ia mengeluarkan sebuah benda dari celana jeans-nya, Yoona menusukkan benda tajam tersebut tepat di perut Sehun. Namun bukan Dark ELF namanya jika ia mati dengan begitu saja.

Sehun tersenyum sinis melihat pisau yang menancap di perutnya. Sehun mencabut pisau tajam itu, tak ada Kucuran darah yang mengalir dari perut Sehun seperti yang Yoona bayangkan, Sehun mendesis “Kupikir kau benar-benar orang bodoh! Bukankah aku pernah memberitahumu jika aku telah mati? Bukankah kau tau jika aku seorang Dark ELF?” tanya Sehun tajam.

Ia melanjutkan “Aku tidak akan pernah bisa mati Im Yoona, maksudku Oh Yoona. Kau tau? Dark ELF adalah sosok yang tidak akan pernah mati. Mmm~ Kau telah menancapkan pisau ini tepat diperutku, bagaimana jika aku yang menusukmu dengan pisau ini”

Sebuah pisau menancap ke perut Yoona. Kedua mata rusa itu membelalak ketika ia merasakan ratusan pisau mencabik-cabik perutnya, mungkin inilah kesempatan Sehun untuk mencicipi darah manis milik Yoona, Sehun mulai menjilat darah merah yang terlihat segar ‘Sungguh nikmat’ pikir Sehun. Terdengar suara jeritan milik Im Yoona, namun Sehun tak menggubrisnya ia benar-benar dilanda rasa haus akan darah

Merasa sudah puas meminum darah Yoona, Sehun segera mengangkat tubuh Yoona ke ranjang. Ia melihat perut Yoona yang terus mengeluarkan darah, terlihat delapan tusukan yang berada di perut Yoona. Sehun segera mengambil alkohol dan jarum operasi. Ia mulai menjahit luka Yoona tanpa bius sehingga Yoona bisa merasakan ribuan jarum yang menusuk kulitnya. Terdengar sebuah jeritan kesakitan milik Yoona yang mampu membuat Sehun semakin bahagia.

Sehun segera membacakan sebuah mantera sihir yakni “Unicornus yelemoxa” Mantera tersebut mampu membuat luka yang ada ditubuh Yoona memudar. Teriakan kesakitan Yoona mulai berhenti seiring luka yang menghilang dengan sendirinya.

Yoona segera bangkit dari tidurnya ketika luka ditubuhnya telah menghilang dengan sempurna, ia membentak “Mengapa kau sangat suka melihat penderitaanku? Bukankah kau ingin membunuhku? Cepat bunuh aku sekarang!” buliran air mata jatuh dari iris madunya. Badan mungilnya bergetar seakan tak kuat menghadapi semua ini. Sehun tersenyum sinis melihatnya tak ada rasa iba sedikitpun dalam hatinya.

PLAK

Sebuah tamparan mendarat telak di pipi Yoona, tamparan keras tersebut membuat pipi Yoona melebam. Sehun segera mengangkat dagu Yoona lalu menciumnya kasar. Tak lama Sehun melepas pagutannya seraya tersenyum mengejek “Bukankah sudah kubilang beberapa kali Nyonya Im, jika aku tidak akan membunuhmu sebelum kau menerimaku dalam hatimu dan sampai aku puas menyakitmu. Lagi pula aku masih mencintai darahmu, mencintai tubuhmu…” Sehun mendekatkan wajahnya ke telinga Yoona, ia melanjutkam “..Melihat seluruh penderitaanmu membuatku bahagia”

Yoona diam memaku, dalam hati Yoona terus berpikir, ‘Sehun akan terus menghancurkan hidupku. Walaupun aku mati pasti Sehun juga akan tetap menghidupkanku lagi dan menyiksaku kembali’ Yoona mulai dilanda kebingungan sementara Sehun hanya tersenyum sinis ketika ia membaca pikiran Yoona, “Kau benar Nyonya Im, bahkan ketika kau mati pun aku akan terus menyiksamu. Bukankah itu adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan Nyonya Im?” Ejek Sehun.

Yoona hanya menghela nafas kasar ia berbicara lirih, “Terserah apa yang akan kau lakukan padaku Tuan Oh, Jiwaku telah mati tiga tahun yang lalu bersama ayahku, kau bisa melakukan apa yang kau mau, aku tidak peduli dengan hal itu,” Balas Yoona pelan.

Kedua tangan kekar mencekik leher Yoona, ia mendesis “Keparat, kau benar-benar pintar membuatku marah Nyonya Im, Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu.” Ancam Oh Sehun, ia segera pergi menggunakan mantera “Diagon Alley” lebih tepatnya ia berteleportasi

Yoona menjatuhkan dirinya kelantai marmer itu, Dengan memeluk kedua lututnya seraya menyembunyikan eksperesi di wajahnya. Berharap hanya dia yang tau jika ia tengah menangis dalam diam. Ia terus berbisik dalam hati, berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk belaka, tepatnya mimpi yang tidak bisa terpikirkan oleh akal sehat. Mimpi yang selalu dianggap mustahil.

Ia menghela nafas kasar. Tangan kirinya memukul dadanya yang terasa sangat sesak, kesakitan dalam dirinya tidak bisa diukur. Hidup dengan penuh cobaan membuat dirinya putus asa sejak kecil menderita karena tidak tau siapakah kedua orang tuanya, Yoona bangkit lalu berjalan menuju gorden jendela. Iris madunya menatap sebuah cahaya yang sangat indah, ia menatap sinar rembulan dalam diam. Sinar yang indah namun ada sejuta kesakitan dibaliknya

Tes

Sebuah cairan yang ditunggu oleh Yoona keluar dari pelupuk mata indahnya, dalam hati ia terus berharap agar ia bisa menyusul sosok Kai yang ia anggap sebagai Oppanya itu. Tiba-tiba terlintas dalam otaknya apakah Kai masih hidup? Namun itu adalah hal yang tidak mungkin, mengingat sosok Sehun adalah tipe orang yang selalu mengatakan fakta.

Yesterday Night (Kemarin malam)

Seorang lelaki menggunakan jaket tebalnya. Ia memasuki sebuah bar dengan tampilan yang sangat kacau. Membuat para wanita mengurungkan niat untuk mendekati pria itu. Lelaki itu-kai- memesan sebuah anggur jenis 1997. Terlihat raut kegelisahan muncul diwajah tampannya, Kai menghela nafas pelan lalu bergumam “Dimana kau Yoong? Bukankah kau telah berjanji jika kau akan selalu disampingku? Mengapa kau mau dibeli oleh seorang pria asing itu?” Gumamnya

Ia mengambil benda dibalik saku jaketnya. Terlihat cairan merah pekat yang masih menempel di benda tajam itu. Kai bergumam “Kau tau Yoong, aku telah membunuh appa-ku, karena dia telah membuatmu pergi. Membuatmu menjauh dariku, dia benar-benar brengsek. Aku sangat bahagia ketika melihat ayah tua itu mati. Aku membunuhnya karenamu Yoong,” gumamnya

Ia mengambil wine-nya. Menghirup aromanya dan menyesapnya pelan. Ini adalah pertama kalinya Kai meminum wine berkadar alkohol 75%. Walaupun hanya meminum dua gelas kecil membuat lelaki tampan itu mabuk. Ia menatap kosong gelas wine-nya itu, kedua iris coklatnya tidak bisa melihat dengan jelas. Samar-samar ia bisa melihat dua orang lelaki yang duduk disamping kursinya. Namun Kai tidak memperdulikan hal itu, tak lama ia tergeletak tak sadar diri

Kai tergeletak dalam ruang yang gelap tepatnya ia tengah tak sadarkan diri dalam ruangan itu. Namun samar-samar ia bisa mendengar sebuah suara kasar yang mampu menyadarkan Kai dari tidurnya. Kai mulai bangun dari tempatnya ia menatap sekelilingnya ‘sangat gelap’ batinnya.

“Arggh!” Tiba-tiba Kai mengerang kesakitan ketika sebuah benda tajam merobek kulitnya, Kai menyentuh luka itu. Ia tidak tau siapa yang menyakitinya karena tidak ada secercah cahaya yang masuk dalam ruangan itu. “Kau! Kau siapa?” Tanya Kai.

Bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan sebuah tusukan pisau yang mengenai perutnya, Kai bisa merasakan sebuah tangan yang merobek dagingnya. Namun kai hanya bisa berteriak kesakitan, Kai bisa mendengar suara dua orang pria yang cukup asing ditelinganya, namun ia yakin satu dari orang tersebut adalah Tuan Oh, ia benar-benar ingat dengan suaranya yang menyebalkan

Kini pisau tersebut berganti menyayat lengan Kai, lalu turun ke kakinya. “Crucio” sebuah mantera yang mampu kai dengar membuatnya semakin kesakitan. Lagi-lagi pisau itu menyayat tubuhnya. Menghujam perut Kai dan membuat lantai putih itu penuh akan aliran darah,

Dan terlihat sosok lelaki yang tak lain adalah –kai- mati telungkup dengan mata yang terbuka menahan kesakitan dalam kegelapan.

********* Other Side ********

Sosok penguasa Dark ELF berjalan angkuh menuju ruangan kegelapan. Lelaki itu menatap seluruh pengawalnya seraya tersenyum sinis, ia mendudukkan diri di sebuah kursi mewah tepatnya Kursi yang diperuntukkan hanya untuk dirinya. Seluruh rakyatnya tunduk kepadanya, tak lama datanglah seorang lelaki bertubuh kerdil –Chanyeol- pengawal setianya yang tak lain adalah seorang Hobbit.

Sebuah bahasa tampak asing terdengar“Vans serega vi seuran te, le ags sao pan orc des” (Sebuah masalah datang, dari para orc) ucap seorang Hobbit tadi. Lalu Sang penguasa tersebut yang tak lain adalah ‘Sehun’ menjawab. “Le ags orce des ile? Iel vas hu dhe?” (para orc membuat masalah? Apa yang mereka lakukan?) Tanya Sehun.

Sebuah helaan nafas terdengar dari bibir sang Hobbit itu “Mereka mulai menghalangi bangsa kita untuk meminum darah dan membunuh para manusia dengan alasan, Kita harus pindah dari Korea ini, mereka akan menggunakan para manusia untuk membantu mereka dalam penyatuan dunia,” Ucap Sang Hobbit.

Sebuah geraman terdengar dari Sehun. “Dal le vasi o misee agh le, ta ge san deo pan de orce, (keparat, lihat saja apa yang akan kita lakukan)” Tegas Sehun.

Sehun mulai berteleportasi ke ruang kerjanya setelah itu ia segera mendudukkan dirinya tepat di kursi kosong itu. Ia memikirkan sesuatu, bagaimanakah caranya untuk menghancurkan Para Orc. Terlintas sebuah ide dikepalanya untuk menggunakan Bom x03MI dengan kekuatan sihir yang ia punya pasti sangat mudah untuk menghancurkan seluruh klan Orc.

Tiba-tiba terlintas sebuah memori ketika ia meninggal akibat ulah dari Ketua Orc. Lalu merambat ketika ia ingin hidup kembali walaupun dengan wujud Dark ELF. Sehun segera menghela nafas sambil bergumam ‘Aku tidak boleh memikirkan hal itu’ gumamnya.

Orc adalah jenis monster tingkat atas dengan hidup bergerombol layaknya sebuah semut. Dalam wujud asli, Wajah mereka bisa dikatakan sangat mengerikan. Mereka tidak memakan daging manusia ataupun darah manusia yang masih hidup seperti Dark ELF. Mereka memakan bangkai manusia yang telah mati dalam kubur. Biasanya tiap malam Purnama mereka bergerombol menuju pemakaman dan mengambil bangkai manusia yang baru berumur 40 Hari.

Terdengar sebuah suara di telinga Sehun. Senyuman sinis tercipta di bibir tipisnya. Ia segera pergi menuju rumahnya dengan berteleportasi menggunakan mantera “Diagon Alley.”

Kini Sehun telah sampai dipepan rumahnya. Ia segera mengucap mantera ‘Alohomora’ pintu besi itu terbuka dengan sendirinya. Ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar Yoona. Sebuah pemandangan yang sangat menjijikkan bagi Sehun, terlihat dua orang yang berbeda jenis tengah berciuman satu sama lain.

**** Yoona’s Room *********

Yoona terduduk diam sambil merenungi nasib yang akan menimpanya. Ia tidak mungkin bisa membunuh Sehun, ribuan cara telah ia lakukan untuk membunuh Sehun. Namun hasil yang ia dapatkan selalu gagal. Yoona menghela nafas berat ia terus berpikir ‘Bagaimana cara keluar dari tempat ini?’ batinnya.

Tiba-tiba sebuah kepulan asap yang sangat tebal membuat Yoona terkejut, ia yakin dibalik asap itu adalah Sehun. Yoona mulai mempersiapkan dirinya untuk merasakan kejahatan Sehun. Perlahan kabut asap tersebut memudar dan memunculkan sosok seorang lelaki yang menggunakan jas putih yang terlihat elegan. Bahkan seorang Im Yoona memaku ditempatnya ketika melihat wajah rupawan milik lelaki tersebut

Kedua mata rusanya melebar ketika sosok yang sedikit tak asing baginya menatap Yoona dengan penuh senyuman. Tubuh Yoona seolah memaku ditempatnya ketika Namja itu berjalan menuju Yoona seraya memeluknya erat.

“Lama tak berjumpa Yoong, jeongmal bogoshipeoyo.” ucap namja itu. Yoona benar-benar mengenal suara ini. Ia mulai mengerjapkan matanya berharap ia bangun dari tidurnya. Sebuah kalimat terlongat dari bibir Yoona, “K-kau! Bukankah kau sudah mati?” tanya Yoona. Sebuah lengkungan tipis muncul dari raut pria itu, ia berdehem “Kau benar Yoong, aku sudah mati. Namun ada sebuah alasan mengapa aku hidup kembali” ucap Namja itu.

Perlahan namja itu mendekatkan bibirnya ke bibir Yoona. Mengikis jarak diantara mereka, sebuah pagutan diantara mereka terasa sangat manis. Kerinduan yang tertahankan terwujud dalam ciuman manis itu

*******Sehun Side*****

Sebuah tatapan sinis keluar dari iris hazel milik Sehun. Ia mengenggam kuat tangannya lalu ia mengeluarkan sebuah tongkat sihirnya “stupefy” manteranya. Namja berjas putih itu terpental beberapa meter dari tempatnya. Sehun mendesis “Ternyata aku benar tuan. Kau datang kerumahku untuk melihat Yoona”.

Sehun segera mendekati Yoona dan mencium bibirnya sekilas. Ia melihat namja berjas putih itu tersungkur dilantai. Namja itu berbicara seraya mengeluarkan darah biru hitam pekat “Lihat saja kau Tuan Dark ELF, aku akan membunuh seluruh klan mu, Expecto Patronom.” dengan mantera ‘Expecto patronom’ Namja itu menghilang dari tempatnya

Tertinggal dua insan yang saling menatap tajam satu sama lain. Sehun mencengkram kedua lengan kecil Yoona. Kedua iris hazelnya memerah seakan ingin segera menerkam Yoona dan mencabik-cabiknya. Sehun membentak Yoona “Kau.. apa hubunganmu dengan pria itu? Jika kau sampai mendekatinya lagi, jangan harap kau bisa bernapas dengan mudah” ancam Sehun.

Yoona mendongak melihat iris hazel itu, ia menatap berani “Aku tidak takut dengan semua ancamanmu Tuan Oh. Lebih baik aku mati dari pada aku hidup dengan setan keparat sepertimu” ucap Yoona tajam

PLAK

Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi kiri Yoona hingga sudut bibir cherrynya mengeluarkan darah. Sehun tersenyum sinis melihat darah yang keluar dari bibir itu. ia mendekatkan wajahnya ke sudut bibir Yoona dan menjilat darah yang keluar itu. Yoona yang melihatnya hanya diam memaku, ia menangis karena mengingat penderitaannya. Yoona mendorong Sehun kuat-kuat.

Yoona berteriak “Kenapa kau hanya memukulku? Kenapa kau tidak membunuhku Tuan Oh? Kenapa kau memperlakukanku seperti budak, seperti hewan? Aku tidak sekeji itu” Bentak Yoona. Liquid bening keluar dari pelupuk indahnya.

GREB

Sehun memeluk Yoona erat seraya mendekatkan wajahnya ke Leher Yoona dan menghirup aroma shampoo milik Yoona, “Mianhae, aku sungguh tak bermaksud seperti ini. Aku hanya cemburu ketika melihatmu bersama dengan lelaki yang paling kubenci. Mianhae Yoong” Ucap Sehun,

Sehun menghapus kedua air mata Yoona, ia mencium bibir Yoona dengan sangat lembut.

‘Sebenarnya apa yang terjadi padamu Sehun Oppa?’ Batin Yoona

TBC

Haii readers-deul, istri chanyeol datang, *lempar chanyeol* anyway by the way busway kemaren umur yoona itu 19 tahun bukan 16😦 also, Thank you buat beberapa readers yg udh kasih masukan buat ff ini. kemaren ada yang bilang alurnya kecepetan, apalagi kritik ttg EYD (author bentor jd malu)🙂 makasih atas kritikannya yg bisa buat author jd lebih baik lagi *deep bow* maklum ini ff pertama yg author buat, see ya!!😉 Really thank you!! Aku tunggu kritikannya lagi okay🙂

42 thoughts on “(Freelance) Dark ELF and My Life (Chapter 2)

  1. wahh betul” ni sehun kejam amt y!! g nyangk smpe sgtx sm yoona.
    tp knp sehun sgt mmbnc yoona y? dn sp lki” yg mnmui yoona???

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s